III. INFORMASI PERKEMBANGAN DAN PELUANG PASAR
3.1. Ekspor-Impor Tahun 2021
3.1.10. Perkembangan Ekspor Impor bulan Oktober 2021
Grafik 1. Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Non Migas
Secara kumulatif, kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada periode Januari-Oktober 2021 adalah sebesar US$ 143,76 miliar, naik sebesar 35,53% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor industri pengolahan non migas mencapai US$ 123,99 miliar, naik sebesar 31,37% (cumulative to cumulative/c-to-c). Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada periode Januari-Oktober 2021 adalah surplus sebesar US$ 19,77 miliar.
Kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Oktober 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m). Hal yang sama juga terjadi pada impor industri pengolahan non migas pada bulan Oktober 2021 yang mengalami peningkatan secara month-to-month. Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada bulan Oktober 2021 mencatatkan surplus US$ 3,14 miliar.
Nilai ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Oktober 2021 tercatat sebesar US$ 16,07 miliar, naik sebesar 3,61% dibanding September 2021 (m-to-m) yang mencapai US$ 15,51 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2020 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan non migas bulan Oktober 2021 naik sebesar 36,50%.
Adapun nilai impor industri pengolahan non migas mengalami peningkatan sebesar 0,59%
dibanding bulan sebelumnya (m-to-m) dari US$ 12,85 miliar pada September 2021 menjadi US$
12,92 miliar pada Oktober 2021. Jika dibandingkan dengan Oktober 2020 (year-on-year), nilai impor pada bulan Oktober 2021 mengalami peningkatan sebesar 45,39%.
Dilihat dari volumenya, ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Oktober 2021 tercatat sebesar 10,55 juta ton, naik sebesar 6,93% dibanding September 2021 yang mencapai 9,86 juta ton. Adapun volume impornya mencapai 6,66 juta ton, naik sebesar 10,19% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 6,04 juta ton.
Grafik 2. Neraca Perdagangan Industri Pengolahan Non Migas
Sektor industri yang mencatat surplus di atas US$ 400 juta pada bulan Oktober 2021 adalah (1) Makanan sebesar US$ 3,44 miliar, diikuti oleh (2) Logam Dasar sebesar US$ 1,36 miliar; (3) Pakaian Jadi sebesar US$ 660,02 juta; (4) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar US$
483,35 juta; dan (5) Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya sebesar US$ 425,57 juta
Adapun sektor industri yang mengalami defisit tertinggi pada bulan Oktober 2021 adalah Mesin dan Perlengkapan Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain (YTDL) senilai US$ 1,57 miliar. Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Mesin Untuk Keperluan Umum yang impornya tercatat sebesar US$ 938,04 juta dan Mesin Untuk Keperluan Khusus dengan impor sebesar US$ 914,02 juta.
Sektor industri lainnya yang mengalami defisit di atas US$ 300 juta adalah (1) Komputer, Barang Elektronik, dan Optik sebesar US$ 821,49 juta; (2) Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia
sebesar US$ 633,60 juta; (3) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar US$
314,88 juta; dan (4) Tekstil sebesar US$ 303,96 juta.
Grafik 3. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan Non Migas Bulan Oktober 2021
Kinerja ekspor dari seluruh sektor industri pengolahan non migas pada bulan Oktober 2021 mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan September 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 30% terjadi pada industri (1) Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 59,22% dengan nilai ekspor US$ 7,51 juta; (2) Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi sebesar 47,22% dengan nilai ekspor US$ 11,95 juta; (3) Minuman sebesar 34,08% dengan nilai ekspor US$ 11,82 juta.
Dilihat dari sisi impor, sektor industri pengolahan non migas membukukan pertumbuhan yang positif pada bulan September 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 15% terjadi pada industri (1) Pengolahan Tembakau yang mengalami peningkatan impor sebesar 30,06% dengan nilai impor US$ 61,09 juta; (2) Barang Galian Bukan Logam yang mengalami peningkatan impor sebesar 21,78% dengan nilai impor US$ 182,30 juta;
dan (3) Logam Dasar yang mengalami peningkatan impor sebesar 15,50% dengan nilai impor US$ 1,96 miliar.
Jika dilihat secara year-on-year, sektor industri yang mengalami kenaikan ekspor di atas 50%
terjadi pada (1) Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 262,43% dengan nilai ekspor US$ 7,51 juta; (2) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar 77,27%
dengan nilai ekspor US$ 166,59 juta; (3) Logam Dasar sebesar 68,38% dengan nilai ekspor US$
3,32 miliar; dan (3) Makanan sebesar 52,79% dengan nilai ekspor US$ 4,45 miliar.
Di sisi impor, sektor industri yang mengalami kenaikan impor (y-on-y) di atas 80% terjadi pada (1) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar 215,14% dengan nilai impor US$
368,61 juta; (2) Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer sebesar 134,34% dengan nilai impor US$ 558,37 juta; dan (3) Logam Dasar sebesar 83,73% dengan nilai impor US$ 1,96 miliar.
Grafik 4. Nilai Ekspor Berdasarkan Jenis Industri Bulan Oktober 2021
Sektor industri Makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Oktober 2021. Nilai ekspor industri makanan yang tercatat US$ 4,45 miliar, terbesar di antara sektor industri lainnya.
Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri Makanan pada bulan Oktober 2021 didominasi oleh komoditi Minyak Kelapa Sawit sebesar US$ 2,98 miliar, atau memberi kontribusi sebesar 66,94%, turun dibandingkan bulan September 2021 yang mencapai 62,68%.
Grafik 5. Nilai Impor Berdasarkan Jenis Industri Bulan Oktober 2021
Tingginya nilai impor pada sektor industri pengolahan non migas berasal dari sektor Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia dengan impor pada Oktober 2021 mencapai US$ 2,16 miliar, 58,59% secara year-on-year dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 1,36 miliar. Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Damar Buatan (Resin Sintetis) dan Bahan Baku yang impornya tercatat sebesar US$ 549,93 juta; Kimia Dasar Organik yang bersumber dari Minyak dengan impor sebesar US$ 270,86 juta; dan Barang Kimia Lainnya dengan impor sebesar US$ 251,37 juta.
Grafik 6. Negara Tujuan Ekspor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Oktober 2021
Pada bulan Oktober 2021 (1) RRT menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan non migas dari Indonesia, diikuti oleh (2) Amerika Serikat, (3) Jepang, (4) India, dan (5) Singapura.
Sedangkan jika dilihat pertumbuhan secara year-on-year, kelima negara tersebut mengalami pertumbuhan sebagai berikut: Tiongkok naik sebesar 48,68%; Amerika Serikat naik sebesar 43,52%; Jepang naik sebesar 12,82%; India naik sebesar 41,18%; dan ekspor ke Singapura mengalami peningkatan sebesar 8,64%.
Jika dilihat lebih luas, dari 30 negara terbesar tujuan ekspor industri pengolahan non migas, pertumbuhan tertinggi Oktober 2021 secara year-on-year terhadap Oktober 2020 adalah (1) Bangladesh sebesar 153,50%; diikuti (2) Mesir sebesar 150,38%; dan (3) Taiwan sebesar 94,82%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai ekspor terbesar ke Bangladesh pada bulan Oktober 2021 adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Tekstil; dan (3) Industri Barang Galian Bukan Logam. Sementara ekspor terbesar ke Mesir adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Komputer, Barang Elektronik, dan Optik; dan (3) Industri Tekstil.
Sedangkan ekspor terbesar ke Taiwan adalah: (1) Industri Logam Dasar; (2) Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia.
Grafik 7. Negara Asal Impor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Bulan Oktober 2021
Pada Oktober 2021 ini impor industri pengolahan non migas yang masuk ke Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh produk buatan (1) Tiongkok, diikuti oleh (2) Jepang, (3) Thailand, (4) Singapura, dan (5) Korea Selatan. Jika dilihat secara year-on-year, impor dari Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 64,65%; Jepang naik 88,12%; Thailand naik 65,73%; Singapura turun 1,44%, dan impor dari Korea Selatan naik 20,97%.
Adapun nilai impor yang mengalami pertumbuhan positif tertinggi pada bulan Oktober 2021 terhadap September 2021 (month-to-month) berasal dari (1) Afrika Selatan sebesar 55,22%;
diikuti (2) Argentina sebesar 47,99%; dan (3) Swiss sebesar 35,90%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai impor terbesar dari Afrika Selatan pada bulan Oktober 2021 adalah: (1) Industri Logam Dasar; (2) Industri Kertas dan Barang dari Kertas; dan (3) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL. Sementara itu, impor terbesar dari Argentina adalah:
(1) Industri Makanan; (2) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; dan (3) Industri Pengolahan Tembakau. Sedangkan impor terbesar dari Swiss adalah: (1) Industri Logam Dasar;
(2) Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional; dan (3) Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik.