• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Ekspor Impor bulan Juli 2021

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 63-70)

III. INFORMASI PERKEMBANGAN DAN PELUANG PASAR

3.1. Ekspor-Impor Tahun 2021

3.1.7. Perkembangan Ekspor Impor bulan Juli 2021

Grafik 1. Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Non Migas

Secara kumulatif, kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada periode Januari-Juli 2021 adalah sebesar US$ 94,62 miliar, naik sebesar 31,36% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor industri pengolahan non migas mencapai US$ 84,94 miliar, naik sebesar 26,92% (cumulative to cumulative/c-to-c). Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada periode Januari-Juli 2021 adalah surplus sebesar US$ 9,68 miliar.

Kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Juli 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m). Hal yang sama juga terjadi pada impor industri pengolahan non migas pada bulan Juli 2021 yang mengalami penurunan secara month-to-month.

Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada bulan Juli 2021 mencatatkan surplus US$ 1,46 miliar.

Nilai ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Juli 2021 tercatat sebesar US$ 13,56 miliar, turun sebesar 3,63% dibanding Juni 2021 (m-to-m) yang mencapai US$ 14,07 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan Juli 2020 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan non migas bulan Juli 2021 naik sebesar 20,15%.

Adapun nilai impor industri pengolahan non migas mengalami penurunan sebesar 11,22%

dibanding bulan sebelumnya (m-to-m) dari US$ 13,63 miliar pada Juni 2021 menjadi US$ 12,09 miliar pada Juli 2021. Jika dibandingkan dengan Juli 2020 (year-on-year), nilai impor pada bulan Juli 2021 mengalami peningkatan sebesar 37,50%.

Dilihat dari volumenya, ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Juli 2021 tercatat sebesar 9,10 juta ton, turun sebesar 3,21% dibanding Juni 2021 yang mencapai 9,40 juta ton.

Adapun volume impornya mencapai 6,92 juta ton, turun sebesar 9,79% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 7,67 juta ton.

Grafik 2. Neraca Perdagangan Industri Pengolahan Non Migas

Sektor industri yang mencatat surplus di atas US$ 300 juta pada bulan Juli 2021 adalah (1) Makanan sebesar US$ 2,26 miliar, diikuti oleh (2) Logam Dasar sebesar US$ 1,06 miliar; (3) Pakaian Jadi sebesar US$ 661,69 juta; (4) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar US$

458,95 juta; dan (5) Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya sebesar US$ 339,01 juta.

Adapun sektor industri yang mengalami defisit tertinggi pada bulan Juli 2021 adalah Mesin dan Perlengkapan Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain (YTDL) senilai US$ 1,32 miliar.

Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Mesin Untuk Keperluan Umum yang impornya tercatat sebesar US$ 916,31 juta dan Mesin Untuk Keperluan Khusus dengan impor sebesar US$

644,83 juta.

Sektor industri lainnya yang mengalami defisit di atas US$ 200 juta adalah (1) Komputer, Barang Elektronik, dan Optik sebesar US$ 950,12 juta; (2) Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia sebesar US$ 466,33 juta; (3) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar US$

462,55 juta; (4) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar US$ 330,62 juta; dan (5) Tekstil sebesar US$ 291,85 juta.

Grafik 3. Pertumbuhan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Non Migas Bulan Juli 2021

Kinerja ekspor dari seluruh sektor industri pengolahan non migas pada bulan Juli 2021 mengalami pertumbuhan negatif jika dibandingkan dengan Juni 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month hanya terjadi pada industri (1) Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 24,17% dengan nilai ekspor US$ 4,70 juta; (2) Makanan sebesar 18,99% dengan nilai ekspor US$ 3,37 miliar; (3) Pakaian Jadi sebesar 4,47% dengan nilai ekspor US$ 713,01 juta; (4) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar 1,61% dengan nilai ekspor US$ 575,44 juta.

Dilihat dari sisi impor, sektor industri pengolahan non migas membukukan pertumbuhan yang negatif pada bulan Juli 2021. Seluruh sektor industri mengalami penurunan impor kecuali pada industri Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional yang mengalami peningkatan impor sebesar 53,03% dengan nilai impor US$ 507,14 juta dan Pengolahan Lainnya sebesar 21,74%

dengan nilai impor US$ 294,86 juta.

Jika dilihat secara year-on-year, sektor industri yang mengalami kenaikan ekspor di atas 100%

terjadi pada (1) Pengolahan Lainnya sebesar 54,63% dengan nilai ekspor US$ 411,59 juta; (2) Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia sebesar 45,91% dengan nilai ekspor US$ 1,51 miliar;

(3) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar 35,36% dengan nilai ekspor US$ 575,44 juta;

dan (4) Makanan sebesar 31,55% dengan nilai ekspor US$ 3,37 miliar.

Di sisi impor, sektor industri yang mengalami kenaikan impor (y-on-y) di atas 100% terjadi pada (1) Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer sebesar 270,69% dengan nilai impor US$

538,46 juta; (2) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar 267,58% dengan nilai impor US$ 507,14 juta.

Grafik 4. Nilai Ekspor Berdasarkan Jenis Industri Bulan Juli 2021

Sektor industri Makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan non migas pada bulan Juli 2021. Nilai ekspor industri makanan yang tercatat US$ 3,37 miliar, terbesar di antara sektor industri lainnya.

Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri Makanan pada bulan Juli 2021 didominasi oleh komoditi Minyak Kelapa Sawit sebesar US$ 2,15 miliar, atau memberi kontribusi sebesar 63,87%, naik dibandingkan bulan Juni 2021 yang mencapai 54,00%.

Grafik 5. Nilai Impor Berdasarkan Jenis Industri Bulan Juli 2021

Tingginya nilai impor pada sektor industri pengolahan non migas berasal dari sektor Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia dengan impor pada Juli 2021 mencapai US$ 1,97 miliar, naik 55,64% secara year-on-year dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 1,27 miliar. Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Damar Buatan (Resin Sintetis) dan Bahan Baku yang impornya tercatat sebesar US$ 541,72 juta; Kimia Dasar Organik yang bersumber dari Minyak dengan impor sebesar US$ 239,26 juta; dan Barang Kimia Lainnya dengan impor sebesar US$ 208,11 juta.

Grafik 6. Negara Tujuan Ekspor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Bulan Juli 2021

Pada bulan Juli 2021 (1) RRT menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan non migas dari Indonesia, diikuti oleh (2) Amerika Serikat, (3) Jepang, (4) India, dan (5) Singapura.

Sedangkan jika dilihat pertumbuhan secara year-on-year, kelima negara tersebut mengalami pertumbuhan sebagai berikut: Tiongkok naik sebesar 13,03%; Amerika Serikat naik sebesar 25,60%; Jepang naik sebesar 17,87%; India naik sebesar 14,35%; sedangkan ekspor ke Singapura mengalami penurunan sebesar 13,68%.

Jika dilihat lebih luas, dari 30 negara terbesar tujuan ekspor industri pengolahan non migas, pertumbuhan tertinggi Juli 2021 secara year-on-year terhadap Juli 2020 adalah (1) Spanyol sebesar 142,91%; diikuti (2) Italia sebesar 141,88%; dan (3) Pakistan sebesar 100,31%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai ekspor terbesar ke Spanyol pada bulan Juli 2021 adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; dan (3) Industri Logam Dasar. Sementara ekspor terbesar ke Italia adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Logam Dasar; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia.

Sedangkan ekspor terbesar ke Pakistan adalah: (1) Industri Makanan; (2) Industri Tekstil; dan (3) Industri Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer.

Grafik 7. Negara Asal Impor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Bulan Juli 2021

Pada Juli 2021 ini impor industri pengolahan non migas yang masuk ke Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh produk buatan (1) Tiongkok, diikuti oleh (2) Jepang, (3) Thailand, (4) Singapura, dan (5) Korea Selatan. Jika dilihat secara year-on-year, impor dari Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 37,78%; Jepang naik 71,71%; Thailand naik 86,58%; Singapura naik 0,11%, dan impor dari Korea Selatan naik 16,05%.

Adapun nilai impor yang mengalami pertumbuhan positif tertinggi pada bulan Juli 2021 terhadap Juni 2021 (month-to-month) berasal dari (1) Spanyol sebesar 38,50%; diikuti (2) India sebesar 23,72%; dan (3) Swedia sebesar 19,23%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai impor terbesar dari Spanyol pada bulan Juli 2021 adalah: (1) Industri Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional; (2) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia;

dan (3) Industri Makanan. Sementara itu, impor terbesar dari India adalah: (1) Industri Makanan;

(2) Industri Logam Dasar; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Sedangkan impor terbesar dari Swedia adalah: (1) Industri Kertas dan Barang dari Kertas; (2) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL; dan (3) Industri Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer.

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 63-70)