• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Ekspor Impor bulan November 2021

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 91-98)

III. INFORMASI PERKEMBANGAN DAN PELUANG PASAR

3.1. Ekspor-Impor Tahun 2021

3.1.11. Perkembangan Ekspor Impor bulan November 2021

Grafik 1. Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Non Migas

Secara kumulatif, kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada periode Januari-November 2021 adalah sebesar US$ 160,02 miliar, naik sebesar 35,42% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan impor industri pengolahan non migas mencapai US$ 138,76 miliar, naik sebesar 32,01% (cumulative to cumulative/c-to-c). Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada periode Januari-November 2021 adalah surplus sebesar US$ 21,26 miliar.

Kinerja ekspor industri pengolahan non migas pada bulan November 2021 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m). Hal yang sama juga terjadi pada impor industri pengolahan non migas pada bulan November 2021 yang mengalami peningkatan secara month-to-month. Neraca perdagangan industri pengolahan non migas pada bulan November 2021 mencatatkan surplus US$ 1,49 miliar.

Nilai ekspor industri pengolahan non migas pada bulan November 2021 tercatat sebesar US$

16,26 miliar, naik sebesar 1,20% dibanding Oktober 2021 (m-to-m) yang mencapai US$ 16,07 miliar. Jika dibandingkan dengan bulan November 2020 (year-on-year), kinerja ekspor industri pengolahan non migas bulan November 2021 naik sebesar 34,44%.

Adapun nilai impor industri pengolahan non migas mengalami peningkatan sebesar 14,33%

dibanding bulan sebelumnya (m-to-m) dari US$ 12,92 miliar pada Oktober 2021 menjadi US$

14,77 miliar pada November 2021. Jika dibandingkan dengan November 2020 (year-on-year), nilai impor pada bulan November 2021 mengalami peningkatan sebesar 37,63%.

Dilihat dari volumenya, ekspor industri pengolahan non migas pada bulan November 2021 tercatat sebesar 9,22 juta ton, turun sebesar 12,57% dibanding Oktober 2021 yang mencapai 10,55 juta ton. Adapun volume impornya mencapai 6,60 juta ton, turun sebesar 10,20%

dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 7,35 juta ton.

Grafik 2. Neraca Perdagangan Industri Pengolahan Non Migas

Sektor industri yang mencatat surplus di atas US$ 500 juta pada bulan November 2021 adalah (1) Makanan sebesar US$ 2,86 miliar, diikuti oleh (2) Logam Dasar sebesar US$ 1,14 miliar; (3) Pakaian Jadi sebesar US$ 767,65 juta; dan (4) Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki sebesar US$ 568,47 juta.

Adapun sektor industri yang mengalami defisit tertinggi pada bulan November 2021 adalah Mesin dan Perlengkapan Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain (YTDL) senilai US$ 1,85 miliar. Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Mesin Untuk Keperluan Umum yang impornya tercatat sebesar US$ 1,17 miliar dan Mesin Untuk Keperluan Khusus dengan impor sebesar US$ 977,84 juta.

Sektor industri lainnya yang mengalami defisit di atas US$ 400 juta adalah (1) Komputer, Barang Elektronik, dan Optik sebesar US$ 1,27 miliar; (2) Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia

sebesar US$ 725,29 juta; (3) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar US$

516,03 juta; dan (4) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar US$ 444,70 juta.

Grafik 3. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan Non Migas Bulan November 2021

Kinerja ekspor dari seluruh sektor industri pengolahan non migas pada bulan November 2021 mengalami pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan Oktober 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 20% terjadi pada industri (1) Pengolahan Lainnya sebesar 51,27% dengan nilai ekspor US$ 614,36 juta; (2) Pengolahan Tembakau sebesar 40,12% dengan nilai ekspor US$ 103,73 juta; (3) Peralatan Listrik sebesar 20,09% dengan nilai ekspor US$ 602,12 juta.

Dilihat dari sisi impor, sektor industri pengolahan non migas membukukan pertumbuhan yang positif pada bulan November 2021. Sektor industri yang mengalami pertumbuhan positif secara month-to-month di atas 30% terjadi pada industri (1) Alat Angkutan Lainnya yang mengalami peningkatan impor sebesar 68,41% dengan nilai impor US$ 324,59 juta; (2) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional yang mengalami peningkatan impor sebesar 55,06% dengan nilai impor US$ 571,56 juta; (3) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang mengalami peningkatan impor sebesar 34,56% dengan nilai impor US$ 605,80 juta; (4) Komputer, Barang Elektronik, dan Optik yang mengalami peningkatan impor sebesar 32,68% dengan nilai impor US$ 1,98 miliar; dan (5) Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (tidak termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya yang mengalami peningkatan impor sebesar 31,46% dengan nilai impor US$ 45,32 juta.

Jika dilihat secara year-on-year, sektor industri yang mengalami kenaikan ekspor di atas 75%

terjadi pada (1) Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi sebesar 136,83% dengan nilai ekspor US$ 7,08 juta; (2) Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman sebesar 122,07%

dengan nilai ekspor US$ 7,72 juta; (3) Pengolahan Lainnya sebesar 96,01% dengan nilai ekspor US$ 614,36 juta; dan (3) Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar 79,49%

dengan nilai ekspor US$ 161,10 juta.

Di sisi impor, sektor industri yang mengalami kenaikan impor (y-on-y) di atas 55% terjadi pada (1) Farmasi, Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional sebesar 307,69% dengan nilai impor US$

571,56 juta; (2) Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer sebesar 114,39% dengan nilai impor US$ 612,77 juta; dan (3) Kertas dan Barang dari Kertas sebesar 57,42% dengan nilai impor US$ 333,21 juta.

Grafik 4. Nilai Ekspor Berdasarkan Jenis Industri Bulan November 2021

Sektor industri Makanan menjadi penyumbang devisa terbesar dari ekspor industri pengolahan non migas pada bulan November 2021. Nilai ekspor industri makanan yang tercatat US$ 3,74 miliar, terbesar di antara sektor industri lainnya.

Jika dilihat dari faktor pembentuknya, nilai ekspor sektor industri Makanan pada bulan November 2021 didominasi oleh komoditi Minyak Kelapa Sawit sebesar US$ 2,08 miliar, atau memberi kontribusi sebesar 55,68%, turun dibandingkan bulan Oktober 2021 yang mencapai 66,95%.

Grafik 5. Nilai Impor Berdasarkan Jenis Industri Bulan November 2021

Tingginya nilai impor pada sektor industri pengolahan non migas berasal dari sektor Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia dengan impor pada November 2021 mencapai US$ 2,45 miliar, naik 54,97% secara year-on-year dibanding tahun sebelumnya sebesar US$ 1,58 miliar.

Termasuk ke dalam sektor industri ini adalah Damar Buatan (Resin Sintetis) dan Bahan Baku yang impornya tercatat sebesar US$ 641,51 juta; Kimia Dasar Organik yang bersumber dari Minyak dengan impor sebesar US$ 313,15 juta; dan Barang Kimia Lainnya dengan impor sebesar US$ 264,21 juta.

Grafik 6. Negara Tujuan Ekspor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar November 2021

Pada bulan November 2021 (1) RRT menjadi negara tujuan ekspor utama industri pengolahan non migas dari Indonesia, diikuti oleh (2) Amerika Serikat, (3) Jepang, (4) Singapura, dan (5) Malaysia. Sedangkan jika dilihat pertumbuhan secara year-on-year, kelima negara tersebut mengalami pertumbuhan sebagai berikut: Tiongkok naik sebesar 23,20%; Amerika Serikat naik sebesar 58,06%; Jepang naik sebesar 25,80%; Singapura naik sebesar 28,12%; dan ekspor ke Malaysia mengalami peningkatan sebesar 6,83%.

Jika dilihat lebih luas, dari 30 negara terbesar tujuan ekspor industri pengolahan non migas, pertumbuhan tertinggi November 2021 secara year-on-year terhadap November 2020 adalah (1) Swiss sebesar 553,46%; diikuti (2) Italia sebesar 105,75%; dan (3) Taiwan sebesar 102,44%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai ekspor terbesar ke Swiss pada bulan November 2021 adalah: (1) Industri Pengolahan Lainnya; (2) Industri Logam Dasar; dan (3) Industri Pakaian Jadi. Sementara ekspor terbesar ke Italia adalah: (1) Industri Logam Dasar; (2) Industri Makanan; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Sedangkan ekspor terbesar ke Taiwan adalah: (1) Industri Logam Dasar; (2) Industri Makanan; dan (3) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia.

Grafik 7. Negara Asal Impor Industri Pengolahan Non Migas Terbesar Bulan November 2021

Pada November 2021, impor industri pengolahan non migas yang masuk ke Indonesia sebagian besar masih didominasi oleh produk buatan (1) Tiongkok, diikuti oleh (2) Jepang, (3) Korea Selatan, (4) Thailand, dan (5) Singapura. Jika dilihat secara year-on-year, impor dari Tiongkok mengalami peningkatan sebesar 46,97%; Jepang naik 54,03%; Thailand naik 75,52%; Singapura naik 15,54%, dan impor dari Korea Selatan naik 54,68%.

Adapun nilai impor yang mengalami pertumbuhan positif tertinggi pada bulan November 2021 terhadap Oktober 2021 (month-to-month) berasal dari (1) Inggris sebesar 50,83%; diikuti (2) Spanyol sebesar 44,99%; dan (3) Swedia sebesar 43,62%. Jika dirinci, 3 (tiga) jenis industri pengolahan non migas dengan nilai impor terbesar dari Inggris pada bulan November 2021 adalah: (1) Industri Logam Dasar; (2) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL; dan (3) Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik. Sementara itu, impor terbesar dari Spanyol adalah: (1) Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional; (2) Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia; dan (3) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL. Sedangkan impor terbesar dari Swedia adalah: (1) Industri Kertas dan Barang dari Kertas; (2) Industri Mesin dan Perlengkapan YTDL; dan (3) Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya.

Dalam dokumen LAPORAN INFORMASI INDUSTRI (Halaman 91-98)