• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan perumusan kriteria dan indikator kawasan permukiman prioritas merupakan kegiatan untuk mengidentifikasi kriteria dan indikator yang digunakan sebagai pedoman untuk menentukan skala prioritas penanganan kawasan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

Siapa yang Terlibat Dalam Penyusunannya?

 Pokjanis kabupaten/kota, dengan peran:

- sebagai pengambil keputusan terhadap dasar pertimbangan yang digunakan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas; dan

- sebagai pengambil keputusan terhadap kriteria dan indikator yang digunakan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas.

 Tim Tenaga Ahli, dengan peran:

- membantu mengidentifikasi dasar-dasar pertimbangan yang sesuai untuk digunakan di dalam penentuan kawasan permukiman prioritas; dan

- membantu mengidentifikasi rumusan kriteria dan indikator yang sesuai untuk penentuan kawasan permukiman prioritas dari sisi teknis akademis.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan?

Maksimal 2 (dua) minggu terhitung dari minggu pertama bulan ketiga

Metode Apa Saja yang Dapat Digunakan Dalam Penyelenggaraannya?

 Inventarisasi kriteria dan indikator untuk mengidentifikasi kemungkinan kriteria dan indikator yang sesuai untuk penentuan kawasan permukiman prioritas berdasarkan teori, konsep yang berkembang, maupun kajian sejenis yang pernah dilakukan;

 Analisis kesesuaian dan skala prioritas untuk menentukan bobot dari tiap kriteria dan indikator yang digunakan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas; dan

Diskusi dalam format Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas dan mencapai kesepakatan pendapat dari tiap pemangku kepentingan yang terkait mengenai rumusan kriteria dan indikator yang digunakan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas.

Lingkup Kegiatan Perumusan Tujuan dan Kebijakan ● 59

Bagaimana Langkah-langkah yang Harus Dilakukan?

Langkah 1 : Inventarisasi Kriteria dan Indikator yang Sesuai Dengan Kondisi yang Ada

 Pokjanis bersama dengan Tim Tenaga Ahli Pendamping merumuskan dasar-dasar pertimbangan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas;

 Tim Tenaga Ahli Pendamping melakukan rekapitulasi semua kriteria dan indikator yang umumnya digunakan dalam penentuan kawasan prioritas. Kriteria dan indikator dirumuskan berdasarkan:

- pedoman atau peraturan yang terkait, baik yang berlaku di tingkat pusat maupun daerah;

- konsep dan teori yang berkembang; dan

- hasil studi atau kajian sejenis yang pernah dilakukan.

 Rekapitulasi kriteria dan indikator tersebut dipilah dan diseleksi dengan kearifan lokal yang berkembang dan prinsip pembangunan yang dipegang oleh kabupaten/kota terkait; dan

 Hasil rekapitulasi tersebut disampaikan kepada Pokjanis sebagai bahan pertimbangan utama dalam penentuan kriteria dan indikator yang akan digunakan.

Langkah 2 : Melakukan Diskusi untuk Penjaringan Usulan dan Aspirasi

 Hasil rekap dibahas lebih lanjut dalam diskusi internal di dalam Pokjanis untuk penjaringan usulan dan aspirasi;

 Pokjanis menyempurnakan inventarisasi kriteria dan indikator yang telah disusun dengan berbagai usulan dan aspirasi yang berkembang dalam diskusi internal Pokjans; dan

 Pokjanis menyampaikan usulan dan aspirasi yang berkembang mengenai kriteria dan indikator yang digunakan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas kepada Tim Tenaga Ahli Pendamping.

Langkah 3 : Menyusun Daftar Seluruh Usulan Kriteria dan Indikator yang Dihasilkan

 Tim Tenaga Ahli Pendamping menyusun ulang usulan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas berdasarkan usulan dan aspirasi dari Pokjanis;

 Kriteria dan indikator yang telah disusun dilengkapi dengan parameter penilaiannya oleh Pokjanis dengan dibantu Tim Tenaga Ahli Pendamping. Langkah 4 : Melakukan Analisis Kesesuaian dan Skala Prioritas Kriteria dan

Indikator

 Pokjanis dengan dibantu oleh Tim Tenaga Ahli Pendamping merumuskan dasar-dasar pertimbangan dalam penentuan skala prioritas kriteria dan indikator;

Lingkup Kegiatan Perumusan Tujuan dan Kebijakan ● 60

 Pokjanis dan Tim Tenaga Ahli Pendamping melakukan penentuan skala prioritas dari tiap kriteria dan indikator yang digunakan, dengan memperhatikan dasar-dasar pertimbangan yang telah disusun; dan

 Skala prioritas dari tiap kriteria dan indikator tersebut diterjemahkan ke dalam bobot kriteria.

Langkah 5 : Penyepakatan Kriteria dan Indikator, serta Penyusunan Matriks Kriteria dan Indikator

 Draft rumusan kriteria dan indikator beserta dengan bobot tiap kriteria dan indikator tersebut dibahas bersama secara intensif dalam diskusi internal Pokjanis dengan difasilitasi dan didampingi oleh Tim Tenaga Ahli Pendamping. Pembahasan ini terwadahi dalam kegiatan pra-FGD 2;

 Dalam kegiatan pra-FGD 2 ini dilakukan penyepakatan terhadap dasar pertimbangan yang digunakan, kriteria dan indikator yang digunakan, serta skala prioritas atau bobot dari tiap kriteria dan indikator yang digunakan; dan

 Kriteria dan indikator yang telah disepakati disusun kembali dalam matriks kriteria dan indikator, serta dilengkapi dengan parameter penilaiannya.

Apa Output Minimal yang Harus Dihasilkan?

 Dasar pertimbangan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas, yang minimal mempertimbangkan:

- Urgenitas penanganan;

- Kontrbusi dalam penanganan permasalahan kabupaten/kota;

- Kontribusi dalam stimulasi pembangunan dan pengembangan kabupaten/kota;

- Kesesuaian dengan kebijakan pembangunan dan pengembangan kabupaten/kota;

- Dominasi permasalahan yang terkait dengan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan;

- Dominasi penanganan terkait bidang permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan; dan

- Arah kebijakan penanganan kawasan strategis di kabupaten/kota.

 Matriks kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas (Tabel 13), dengan minimal memuat:

- Dasar pertimbangan; - Kriteria;

- Indikator; - Parameter; dan - Bobot

Lingkup Kegiatan Perumusan Tujuan dan Kebijakan ● 61 Tabel 13 Contoh Matrik Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Permukiman

Prioritas

KARAKTERISTIK KRITERIA INDIKATOR PARAMATER BOBOT Urgenitas

Penanganan dalam konstelasi Kedudukan kawasan kawasan perkotaan Kestrategisan lokasi kawasan permukiman dalam struktur kabupaten/kota Lokasi strategis = 1 Lokasi tidak strategis = 0 10% Kepadatan wilayah

yang tinggi Kepadatan penduduk yang tinggi dalam kawasan tingkat kepadatan penduduk ≥ 50 jiwa/ha (tinggi) = 5 25 ≤ tingkat kepadatan penduduk < 50 jiwa/ha (sedang) = 3 tingkat kepadatan penduduk < 25 jiwa/ha (rendah) = 1 25% Kontribusi dalam penanganan permasalahan kabupaten/kota Keefektifan dalam penanganan permasalahan kabupaten/kota Multiplier effect dari penanganan kawasan permukiman terhadap kabupaten/kota tinggi Kontribusi dalam stimulasi pembangunan dan pengembangan kabupaten/kota - - - - - - Sesuai kebijakan pembangunan dan pengembangan kabupaten/kota - - - - - - Dominiasi permasalahan terkait bidang permukiman - - - - - - Dominasi penanganan melalui bidang permukiman - - - - - -

Lingkup Kegiatan Perumusan Tujuan dan Kebijakan ● 62

Daftar Check List Hasil Kegiatan Perumusan Kriteria dan Indikator Kawasan Permukiman Prioritas

Dasar pertimbangan dalam penentuan kawasan permukiman prioritas

Lingkup Kegiatan Perumusan Tujuan dan Kebijakan ● 63

Bagian C.4

PENENTUAN KAWASAN PRIORITAS PEMBANGUNAN