Pelayanan V Tasikmalaya, yang dilaksanakan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp
1) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Pembebasan, Pengamanan dan Pembersihan Lahan untuk Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 61.571.953,750,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 60.346.917.184,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya
pembebasan lahan lanjutan Bandar Udara Kertajati Kabupaten Majalengka seluas 106,2 Ha, total lahan sampai dengan akhir tahun 2011 adalah seluas 566 Ha dengan ditambah jalan dan saluran seluas 13 Ha, rawa di Jawura dan Cimaneuh seluas 55,7 Ha, sehingga total lahan yang tersedia seluas 634,7 Ha.
(2) Kegiatan Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Short Cut Jalur Kereta Api Cibungur (Purwakarta)-Tanjungrasa (Subang), yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 26.150.850.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 15.559.915.005,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah sampai dengan akhir tahun 2011 adalah terbebaskannya lahan seluas 18,0704 ha dari target 19,1831 ha.
(3) Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pembangunan Jalur KA di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 150.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 113.860.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya koordinasi dan fasilitasi pembangunan jalur kereta api berupa 1 buah dokumen MoU dan 1 buah dokumen perjanjian kerjasama.
(4) Kegiatan Penyusunan Pola Jaringan dan Simpul Pelayanan Angkutan AKDP di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 417.546.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya penyusunan pola jaringan dan simpul pelayanan angkutan AKDP di Jawa Barat berupa 10 buku dan CD (dokumen penetapan jaringan dan simpul pelayanan angkutan AKDP).
(5) Kegiatan Penyusunan Dokumen untuk Persiapan Fasilitas Public Private Partnership (PPP) Pelabuhan Cilamaya yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 440.800.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 428.565.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya dokumen untuk persiapan fasilitasi Public Private Partnership (PPP) Pelabuhan Cilamaya yang
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 160 terdiri dari 1 buah dokumen dan gambar untuk fasilitasi PPP Pelabuhan Cilamaya.
(6) Kegiatan Penyusunan Study Kelayakan Pelabuhan Laut Regional Jawa Barat Bagian Selatan yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 680.219.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 668.049.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya dokumen study kelayakan pengembangan pelabuhan laut regional Jabar bagian Selatan di 4 lokasi yaitu Kabupaten Garut, Sukabumi, Tasikmalaya Cianjur berupa 10 buku laporan pendahuluan, 10 buku laporan antara dan 10 buku laporan akhir serta 1 paket gambar perencanaan teknis.
(7) Kegiatan Rencana Induk (Master Plan) Pelabuhan Laut Regional dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 744.744.900,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 725.566.600,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya
rencana induk (master plan) Pelabuhan laut regional dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Muara Gembong Kabupaten Bekasi dan Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi berupa laporan pendahuluan 20 buku laporan antara 20 buku dan laporan akhir 20 buku.
(8) Kegiatan Penyusunan DED Pengembangan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 457.333.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
449.548.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya dokumen DED pembangunan pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) berupa laporan pendahuluan 10 buku, laporan antara 10 dan laporan akhir 10 buku serta gambar perencanaan teknis 1 paket.
(9) Kegiatan Pengembangan Fasilitas Sarana dan Prasarana Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 10.609.800.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
9.580.909.651,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pembangunan sarana dan prasarana di penyeberangan (Muara Gembong, Kalipucang, Majingklak) dan Waduk (Saguling, Cirata, Jatiluhur) terdiri dari pembangunan Jalan Masuk Pelabuhan Penyeberangan Muara Gembong, Pembangunan Gedung Kantor Pelabuhan Penyeberangan Muara Gembong, Modifikasi Moveable Bridge di Pelabuhan Penyeberangan Majingklak, Pengadaan dan Pemasangan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 161 Lampu Penerangan Jalan Umum di Pelabuhan Penyeberangan Majingklak, Pembangunan Jalan Setapak di Pos Pengawasan Maroko Saguling, Pembangunan Jalan Masuk Pos Pengawasan Galanggang Saguling, Pembangunan Gedung Pos Pengawasan di Maroko Saguling, Pembangunan Gedung Pos Pengawasan di Bunder Saguling, Pembangunan Talud di Maroko Saguling, Pembangunan Talud di Bunder Saguling, Pembangunan Landing Area di Maroko Saguling, Rehabilitasi Gedung Kantor Servis Jatiluhur, Rehabilitasi Talud di Kantor Servis Jatiluhur, Modifikasi Dermaga Ponton Menjadi Kantor di Atas Air, Pembangunan Gudang Tertutup, Pembangunan Gedung Kantor dan Ruang Tunggu, Pembangunan Gudang Terbuka, Pembangunan Jalan Keluar Masuk dan Lapangan Parkir, Pembangunan Landing Area, Pengurugan Tanah, Pembangunan Talud, Pembangunan Pagar Lingkungan, Pembangunan Area Pertokoan, Pembangunan Landskeping, Pembangunan Prasarana Air Bersih, Pembangunan Gapura/Pintu Gerbang, Pengadaan dan Pemasangan LPJU, Pembangunan Tangga Pasangan Batu Kali.
(10) Kegiatan Penyusunan Rencana Induk (Master Plan) Bandar Udara Nusawiru, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 663.899.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 655.624.580,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya penyusunan rencana induk (Master Plan) Bandara Nusawiru Kabupaten Ciamis berupa Laporan Pendahuluan 5 buku, Laporan Antara 5 Buku, Laporan Topografi 2 buku, Laporan Penyelidikan Tanah 2 buku, Laporan Konsep Akhir 5 buku, Laporan KKOP 2 buku, Laporan BKK 2 buku, Laporan DLKp 2 buku, Laporan DLKr 2 buku, Laporan Akhir 5 buku, Laporan Ringkas 5 buku, Laporan Album Gambar A1 2 buku, Laporan Album Gambar A3 2 buku, Laporan Gambar Perspektif 2 buku, dan Maket 1 set.
(11) Kegiatan Penyusunan Sistem Informasi Geografis Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Husein Sastranegara Bandung, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 190.015.250,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya informasi geografis kawasan keselamatan dan operasional penerbangan (KKOP) Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung berupa Laporan Pendahuluan 4 buku, Laporan Antara 4 Buku, Laporan Akhir 4 buku, Laporan Ringkas 4 buku, Peta KKOP 2 lembar, Software SIG 1 aplikasi.
(12) Kegiatan Studi Kelayakan Konversi BBM ke BBG Angkutan Umum di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 162 Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 463.810.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya dokumen strudi kelayakan konversi BBM ke BBG angkutan umum di Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon dan Bandung Metropolitan Area) berupa laporan pendahuluan 15 buku, laporan antara 15 buku dan laporan akhir sebanyak 20 buku.
(13) Kegiatan Pengadaan Fasilitas Peralatan SAR dan Penunjang Kegiatan SAR di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 427.240.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 417.325.850,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya peralatan SAR guna menunjang kegiatan operasional penanggulangan bencana alam dan kecelakaan dibidang perhubungan di Jawa Barat berupa pengadaan tandu (75 buah), perahu karet (4 unit), life jacket (230 buah), kantog mayat (104 buah) dan head lamp (112 buah).
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Pada pembebasan lahan untuk Pembangunan Short Cut Jalur Kereta Api Cibungur (Purwakarta) – Tanjungrasa (Subang), terdapat permasalahan yaitu :
(a) Adanya revisi penetapan lokasi, yang perijinannya dari BPN belum dapat diselesaikan karena adanya perubahan peraturan teknis BPN tahun 2011 tentang penetapan lokasi yang memerlukan ijin prinsip penggunaan lahan dari kementerian kehutanan sebagaimana diatur dalam Permenhut No. P.18/Menhut-II/2011 tanggal 30 Maret 2011 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan dan Peraturan kepala BPN Nomor : 2 Tahun 2011 tanggal 04 Februari 2011 tentang Pedoman Pertimbangan Teknis Pertanahan dalam rangka Penerbitan Ijin Lokasi, Penetapan Lokasi dan Ijin Perubahan Penggunaan Tanah, yang tidak dapat diantisipasi penyelesaiannya terkendala dokumen persayaratan (dikembalikan oleh Kemenhut). Solusinya dilakukan dengan melengkapi persyaratan untuk diajukan kembali tahun 2012;
(b) Belum tercapainya kesepakatan untuk ganti rugi tanaman Jati Unggulan Nusantara (JUN) di tanah PT APN, dimana opsinya dari peraturan Bupati Purwakarta dinilai harganya terlalu rendah.
Solusinya akan dimusyawarahkan kembali dan diajukan kembali pembayarannya pada tahun 2012;
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 163 (c) Belum tercapainya kesepakatan harga dengan pemilik tanah dan
bangunan di Wanakerta. Solusinya akan dimusyawarahkan kembali dengan target dibebaskan tahun 2012;
(d) Belum dibebaskannya tanah terpotong tanggung di Desa Pangulah Selatan karena belum diukur. Solusinya dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Pertanahan setempat dan akan melakukan pengukuran tanah sisa dan pembayaran di tahun 2012;
(e) Splitsing sertifikat milik masyarakat, terkendala karena pembebasan baru diselesaikan sebagian besar pada akhir masa anggaran maka kelengkapan berkas pendaftaran dan prosesnya belum dilaksanakan. Solusinya dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Pertanahan setempat dan disepakati akan dilakukan penyesuaian bila diperlukan dengan melihat hasil lapangan dan diproses tahun 2012.
(2) Permasalahan pada Pengembangan Fasilitas Sarana dan Prasarana Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan pada pelabuhan ASDP di Leuwi Orok Waduk Cirata yang menjadi aset Pemda Provinsi Jawa Barat dibangun diatas lahan PT. Pembangkit Tenaga Listrik Jawa Bali (PT.
PJB). Untuk mengatasi permasalahan tersebut solusi yang dilakukan adalah dengan diadakannya Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT. Pembangkit Tenaga Listrik Jawa Bali tentang Pemanfaatan Lahan Milik PT. PJB di Waduk Cirata Provinsi Jawa Barat Nomor : 119/44/Otdaksm dan 002.PJ/061/DIRAGA/2011 tanggal 27 September 211.
(3) Permasalahan pada Studi Kelayakan Konversi BBM ke BBG Angkutan Umum di Jawa Barat, diantaranya pasokan gas yang belum dapat dipastikan oleh penyedia; ketersediaan SPBG dan lama pengisian BBG ke Kendaraan; Spare part dan Kit Konverter Gas belum tersedia (masih di import secara parsial); Work Shop / bengkel dan teknisi belum tersedia; masyarakat masih beranggapan bahwa BBG berbahaya; serta aturan hukum yang mendukung masih belum terintegrasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui sosialisasi dan uji coba dari Kementerian Perhubungan dengan jalan memberikan bantuan Kit Konverter bagi kendaraan angkutan umum tetap di lanjutkan sesuai dengan kriteria yang disyaratkan; penyusunan grand design program untuk jangka waktu 25 tahun kedepan penyiapan aturan hukum yang menunjang Grand Design Konversi BBM ke BBG ini;
serta pembentukan Forum Koordinasi Penyelenggaraan Konversi BBM ke BBG.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 164 2) Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu
Lintas Angkutan Jalan (LLAJ)