Pelayanan V Tasikmalaya, yang dilaksanakan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp
1) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Pelatihan Ketenagakerjaan Berbasis Kompetensi, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.093.292.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 3.079.201.100,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya pelatihan Berbasis Kompetensi Kejuruan yaitu Las SMAW CO2 4 Angkatan sebanyak 64 orang, Las SMAW 4 Angkatan sebanyak 64 orang, Mesin Bubut 6 Angkatan sebanyak 96 orang, Mobil Bensin 3 Angkatan sebanyak 48 Orang Sepeda Motor 3 Angkatan sebanyak 48 orang, Mekanik Listrik 6 Angkatan sebanyak 96 orang, Komputer 2 Angkatan sebanyak 32 orang, terlaksananya Pembinaan alumni sebanyak 48 orang, terlaksananya Sosialisasi Persiapan Pelatihan Berbasis Kopetensi (PBK) dan sosialisasi Pelatihan Berbasis Kopetensi (PBK) 50 Perusahaan, sehingga Meningkatnya Kompetensi Pencari Kerja siap pakai, tersedianya Tenaga Kerja yang Kompeten dan Terampil, Meningkatnya Kualitas dan Produktivita Tenaga Kerja Melalui Pelatihan, meningkatnya Sertifikasi dan Standarisasi dan Kompetensi Tenaga Kerja dan meningkatnya pemahaman dan gunanya pelatihan berbasis Kompetensi.
(2) Kegiatan Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.006.586.664,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.005.314.250,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya bimtek produktivitas 5s sebanyak 80 orang, terselenggaranya bimtek produktivitas pengembangan kewirausahaan sebanyak 180 orang, terselenggaranya bimtek pengukuran produktivitas sebanyak 80 orang, dan terselenggaranya bimtek trainning need analisys 50 orang, sehingga meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan bimtek, dan pelatihan serta pengembangan karir di tempat kerja, meningkatnya pengembangan budaya produktif dan kewirausahaan melalui bimtek, sosialisasi dan penyuluhansecara sistem matis dan berkesinambungan, meningkatnya SDM industri yang kompeten dalam pengembangan dan kemampuan SDM industri masih terbatas dan meningkatnya perbaikan/pertumbuhan produktivitas di tingkat organisasi perusahaan.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 140 (3) Kegiatan Standarisasi Sertifikasi dan Kompetensi Tenaga Kerja, yang
dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat dengan, alokasi anggaran sebesar Rp. 975.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 945.640.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya uji kompetensi tenaga kerja sebanyak 300 orang, terselenggaranya uji kompetensi asessor sebanyak 30 orang, terselenggaranya penyebaran informasi ketenagakerjaan sebanyak 100 orang, dan terselenggaranya akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebanyak 33 orang sehingga meningkatnya jumlah sertifikat uji kompetensi tenaga kerja pada sektor formal, meningkatnya kompetensi tenaga kerja di jawa barat melalui pelatihan dan bimbingan teknis, meningkatnya keterampilan, keahlian kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, terakreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), meningkatnya pemahaman dan manfaatnya pelatihan dan meningkatnya perbaikan/pertumbuhan produktivitas di tingkat organisasi perusahaan.
(4) Kegiatan Pelatihan Berbasis Masyarakat Melalui Mobile Training Unit (MTU) dan Pemagangan Tenaga Kerja, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.381.931.600,-, realisasi anggaran sebesar Rp.3.355.788.800,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaraanya Pelatihan berbasis masyarakat melalui Mobile Training Unit (MTU) 75 Angkatan sebanyak 1.500 orang dengan kejuruan Menjahit 10 Angkatan, Sepeda Motor 10 Angkatan, terselenggaranya Pemagangan dalam negeri 10 angkatan sebanyak 200 orang, terselenggaranya Seleksi magang ke Jepang 2 angkatan/1.000 orang, terselenggaranya Pelatihan kilat 10/12 Kejuruan 10 angkatan sebanyak 2.400 orang, terlaksananya Bimtek Competensi Basic Trainning (CBT) sebanyak 60 orang, terlaksananya Bimtek bagi Assesor Lembag Pelatihan Kerja (LPK) di Jawa Barat sebanyak 30 orang, sehingga meningkatnya Kompetensi Pencari Kerja siap pakai, tersedianya Tenaga Kerja yang Kompeten dan Terampil, meningkatnya Kualitas dan Produktivita Tenaga Kerja Melalui Pelatihan, meningkatnya Sertifikasi dan Standarisasi dan Kompetensi Tenaga Kerja, dan meningkatnya pemahaman dan manfaatnya pelatihan berbasis Masyarakat.
(5) Kegiatan Pelatihan Persiapan Calon Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran Rp. 1.914.325.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.821.444.102,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya Pelatihan Persiapan Persiapan Calon
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 141 Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) sebanyak 200 orang, sehingga terlatihnya Tenaga Kerja ke Luar Negeri yang terampil melalui Pelatihan, meningkatnya keterampilan pencari kerja ke Luar Negeri dan tersedianya Tenaga kerja yang terampil.
(6) Kegiatan Pelatihan Keterampilan Bahasa Asing, Komputer dan Kemampuan Lainnya bagi Pencari Kerja di Luar Negeri, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 13.036.131.400,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 12.012.156.020,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya Pelatihan Keterampilan Bahasa Asing dan Komputer sebanyak 2.400 orang, sehingga terlatihnya Pencari kerja ke Luar Negeri 2.400 orang dan tersedianya pencari kerja ke Luar Negeri yang menguasai bahasa dan Komputer.
(7) Kegiatan Pelatihan Teknis Produksi Industri Kecil Menegah, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 421.366.100,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 421.364.300,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksanananya pelatihan kejuruan mesin produksi sebanyak 16 orang, terlaksananya pelatihan kejuruan las sebanyak 16 orang, dan terlaksananya pelatihan kejuruan maintenance mesin produksi sebanyak 16 orang sehingga tersedianya tenaga kerja teknisi di bidang industri kecil mengah, tersediannya tenaga teknisi kejuruan mesin produksi, tersedianya tenaga teknisi kejuruan las dan tersedianya tenaga teknisi manajemen mesin produksi.
(8) Kegiatan Pembinaan Keterampilan Masyarakat Dilingkungan Industri Tembakau di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.499.059.200,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
1.294.793.100,-, Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya pelatihan kejuruan las 3 kegiatan sebanyak 48 orang, terselenggaranya pelatihan kejuruan gulung dinamo 3 kegiatan sebanyak 48 orang, terselenggaranya pelatihan kejuruan mebelair 2 kegiatan sebanyak 32 orang dan terselenggaranya pelatihan kejuruan sepeda motor 3 kegiatan sebanyak 48 orang, sehingga terlatihnya masyarakat dilingkungan industri tembakau dan meningkatnya keterampilan masyarakat dilingkungan industri tembakau.
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Kualifikasi calon tenaga kerja belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh penyedia kesempatan kerja.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 142 (2) Upaya yang dilakukan adalah Pemenuhan kesempatan kerja di dalam
negeri dilakukan melalui pelatihan berbasis kompetensi.
(3) Calon tenaga kerja luar negeri masih sangat terkendala dengan bahasa dan keterampilan dibutuhkan.
(4) Upaya yang dilakukan adalah Pemenuhan kesempatan kerja di luar negeri akan lebih difokuskan pada penguasaan bahasa dan keterampilan sesuai dengan bidang dibutuhkan serta mulai tahun 2011 ini dalam rangka menyiapkan tenaga kerja luar negeri telah dibentuk dan dioperasionalkan Balai Latihan Tenaga Kerja Luar Negeri (BLTKLN)
2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Perluasan Lapangan Kerja Perdesaan Berbasis Pemuda dan Perempuan, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.163.051.400,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 5.142.571.900,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya kegiatan Padat karya Insfrastruktur sebanyak 26 lokasi berupa pengerasan jalan Desa dengan melibatkan sebanyak 5.460 orang, terlaksananya Padat Karya Produktif usaha peternakan domba 12 kelompok, terbentuknya Jejaring Usaha bagi Pemuda Mandiri Pencipta Lapangan Kerja Perdesaan sebanya 300 stand, sehingga meningkatnya Penyerapan Tenaga Kerja melalui padat karya infrastruktur pengerasan jalan, meningkatnya Penyerapan Tenaga Kerja melalui Padat Karya Produktif dan meningkatnya Informasi kesempatan kerja melalui Jejaring Usaha bagi pemuda Mandiri Pencipta lapangan Kerja Perdesaan (2) Kegiatan Penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja
Antar Daerah (AKAD)/Antar Kerja Antar Negara (AKAN), yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.174.644.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.142.296.400,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersalurkannya 1.080 orang pencari kerja melalui mekanisme Sosialisasi Antar Kerja Lokal Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)/ Antar Kerja Antar Negara AKAN, sehingga meningkatnya kesempatan kerja Produktif serta mendorong mobilitas tenaga kerja dalam rang mengurangi pengangguran dan setengah pengangguran baik di pedesaan maupun diperkotaan dan tersosialisasikannya penempatan Tenaga Kerja Antar Kerja Lokal (AKL) Antara Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN).
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 143 (3) Kegiatan Pengembangan Transformasi Informasi Pasar kerja/Bursa
Kerja, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
574.031.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 567.310.950,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pelayanan kepada Masyarakat dan Pengguna Prasarana dan Sarana Informasi Pasar Kerja, tersebarnya informasi lowongan kerja sebanyak 95.000 pencari kerja, terlaksananya Pengembangan Aplikasi Data Base Bursa Kerja Online (BKOL) dan SMS Gate Way, dan terbinanya 50 Bursa Kerja Khusus (BKK) di Kabupaten/kota se Jawa Barat. Sehingga meningkatnya pelayanan informasi lowongan kerja kepada pencari kerja, meningkatnya Penyebaran Informasi Lowongan Kerja, meningkatnya Pembinaan Terhadap Bursa Kerja Khusus (BKK) dan tersedianya sarana aplikasi data base BKOL dan SMS Gate Way
(4) Kegiatan Pelatihan Keterampilan Untuk Tenaga Kerja pada Industri Garmen di Kabupaten Subang Melalui Mekanisme Antar Kerja Lokal, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.145.110.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.138.015.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya kegiatan Pembekalan Tenaga Kerja Antar Kerja Lokal (AKL) sebanyak 1.500 orang. Sehingga meningkatnya keterampilan bagi Calon TKI melalui Pelatihan keterampilan industri garmen.
(5) Kegiatan Peningkatan Kesetrampilan Berwirausaha bagi Calon TKI Antisipasi Dampak Moratorium ke Arab Saudi, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat,dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.911.130.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.902.437.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Kegiatan Pembekalan kewirausahaan sebanyak 100 kelompok/ 1.000 orang. Sehingga meningkatnya keterampilan bagi Calon TKI melalui pelatihan keterampilan berwirausaha.
b) Permasalahan dan Solusi
Permasalahan yang dihadapi pada program peningkatan kesempatan kerja, adalah ketidak sesuaian antara keahlian dimiliki penyedia kesempatan kerja, terutama kriteria persyaratan dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan tidak mampu dipenuhi pencari kerja. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan pendidikan kejuruan dan pelatihan khusus dan terakreditasi, sehingga kesempatan kerja yang ada dapat diisi sesuai dengan kebutuhan.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 144 3) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan
a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.172.065.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.098.712.334,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Rapat koordinasi pengawasan Upah Minimum sebanyak 30 orang, terlaksananya Penilaian Zero Accident sebanyak 30 orang, terlaksananya Rapat KAP-PBPTA sebanyak 32 orang, terlaksananya Bimtek Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bagi UKM sebanyak 50 orang, terlaksananya Diseminasi Norma Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bagi Pelaku KUMKM sebanyak 250 orang, terlaksananya TOT Kepmenakertrans No. 68 tahun 2004 sebanyak 160 orang,terlaksananya Pembinaan pekerja perempuan sebanyak 250 orang, terlaksananya Lokakarya Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) (stadium General) sebanyak 750 orang dan terlaksananya Pameran Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) sebanayk 75 stand 1.560 orang.
Sehingga meningkatnya perlindungan dan Pengembangan Tenaga Kerja baik di dalam maupun di Luar Negeri, meningkatnya pemahaman dalam penerapan Norma Ketenagakerjaan pada masyarakat Industri dan pelaku KUMKM, meningkatnya pengawasan terhadap upah minimum dan meningkatnya pelayanan pengawasan terhadap perlindungan bagi pekerja anak dan pekerja perempuan.
(2) Kegiatan Pembinaan Hubungan Industrial, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.147.432.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.1.136.661.700,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Rapat Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit 15 kali, terlaksananya Rapat Badan Pekerja Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit 12 kali, terlaksananya Lokakarya Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit, terlaksananya Lokakarya Pembinaan Hubungan Industrial Penyuluhan Pembentukan Lembaga Kerjasama (LKS) Bipartit/Sarana Hubungan Industrial dan terlaksananya Bazar murah Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit. Sehingga meningkatnya pengawasan dan Perlindungan serta meningkatnya peran dan fungsi Kelembagaan Ketenagakerjaan, meningkatnya pemahaman pekerja dan pengusaha tentang ketenagakerjaan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmoni, meningkatnya peran dan fungsi LKS Tripartit untuk mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan ketenagakerjaan di Jawa barat, berkurangnya perselisihan antara pekerja dengan pengusaha dan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 145 terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.
(3) Kegiatan Peningkatan Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 790.344.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 756.739.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Rapat dewan pengupahan, Terfasilitasinya penangguhan Upah 40 perusahaan, terselenggaranya Pembinaan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Kerja 26 Kabupaten/kota, terlaksananya Lokakarya pengupahan, terlaksananya Worshop Pengupahan, terlaksananya Sosialisasi Upah Minimum 26 kabupaten/kota, terselenggaranya Rakor Pengupahan Identifikasi Hasil Survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 26 Kabupaten/kota dan terlaksananya Penetapan Upah Minimum tahun 2012. Sehingga meningkatnya Jaminan Sosial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja, meningkatnya pemahaman pekerja dan pengusaha untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, terciptanya Hubungan Industrial yang harmonis dan kondusif di Jawa Barat, meningkatnya kualitas upah serta meningkatnya Jaminan Sosial dan Kesejahteraan baik kualitas maupun kuantitas dan meningkatnya peran dan fungsi Dewa Pengupahan.
(4) Kegiatan Bimtek Peningkatan Jaminan Kesejahteraan Tenaga Kerja pada Industri Tembakau, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 299.632.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
296.632.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Kegiatan adalah Bimtek Peningkatan Jaminan Kesejahteraan Tenaga Kerja sebanyak 150 tenaga kerja. Sehingga meningkatnya kesejahteraan bagi Pengolah dan KonsumenTembakau di Tempat Kerja.
(5) Kegiatan Pelatihan Peningkatan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bagi Masyarakat Pengolah dan Konsumen Tembakau di Tempat Kerja, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
199.562.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 199.450.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya kegiatan adalah 90 orang pengolah dan konsumen tembakau. Sehingga meningkatnya kesejahteraan bagi Pengolah dan Konsumen Tembakau di Tempat Kerja.
(6) Kegiatan Perlindungan Hukum Terhadap TKI Asal Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 750.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 707.718.800,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 146 terlaksananya Sosialisasi Penanganan Kasus TKI, terfasilitasi Penanganan Kasus TKI asal Jawa Barat 73 Kasus. Sehingga meningkatkan pelayanan terhadap TKI, meningkatnya perlindungan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan mengoftimalkan penanganan Kasus TKI asa Jawa barat.
(7) Kegiatan Fasilitasi Koordinasi Perlindungan Tenaga Kerja melalui Pelaksanaan Upah Minimum dan Penilaian Perusahaan Terbaik yang Mempekerjakan Tenaga Kerja Perempuan dan Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan Biro Pengembangan Sosial, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
400.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 362.649.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlindunginya hak-hak Pekerja.
(8) Kegiatan Pemilihan Pekerja Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan Biro Pengembangan Sosial, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
243.930.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah meningkatnya motivasi dilingkungan kerja, etos kerja pekerja dalam bekerja.
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Dalam upaya pengembangan lembaga ketenagakerjaan masih belum optimalnya mekanisme kerja kelembagaan ketenagakerjaan seperti Tripartit, Dewan Pengupahan, Serikat Pekerja/Buruh. Upaya yang dilakukan melalui pembinaan terhadap lembaga ketenagakerjaan serta diciptakan hubungan harmonis diantara kelembagaan ketenagakerjaan;
(2) Perlindungan terhadap tenaga kerja melalui penetapan upah minimum masih terkendala terhadap tidak tepatnya penyampaian rekomendasi mengenai usulan penetapan upah minimum Kabupaten/kota. Solusinya adalah terus menerus dilakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja maupun Dewan Pengupahan Kabupaten/kota;
(3) Usulan Rekomendasi Kabupaten/Kota dalam Penetapan Upah minimum masih bervariasi, ada yang direkomendasikan satu angka dan sektoral serta ada usulan upah minimum sektoral berdasarkan Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI) dan Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI), Keterlambatan pengajuan rekomendasi kabupaten/Kota sebagai proses kesepakatan di Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota, Upah minimum Provinsi Tahun 2011 tidak ditetapkan karena adanya kebijakan Gubernur atas saran Dewan Pengupahan Provins dan Kabupaten/Kota. Hal ini berdampak terhadap penetapan upah sector perkebunan selama ini besaran UMP dijadikan acuan.
Sektor perkebunan dalam pengupahannya harus mengacu kepada Upah Minimum Kabupaten/Kota. Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota se-Jawa
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 147 Barat, Perlu dilakukan sosialisasi dengan Dewan Pengupahan kabupaten/kota.
(4) Masih ada kabupaten/kota belum melaksanakan pemilihan pekerja teladan dan penilaian perusahaan terbaik mempekerjakan tenaga kerja perempuan. Hal ini perlu mendapat perhatian kabupaten/kota mengingat kegiatan dilaksanakan merupakan program Pemerintah Pusat (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).
Upaya yang dilakukan adalah menyampaikan Surat Gubernur Jawa Barat kepada Bupati/Walikota tentang perlunya pelaksanaan kegiatan pemilihan pekerja teladan dan penilaian perusahaan terbaik mempekerjakan tenaga kerja perempuan.