Pelayanan V Tasikmalaya, yang dilaksanakan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp
KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN DAN PERSANDIAN
4) Program Penataan Peraturan Perundang-undangan, Kesadaran Hukum dan HAM
a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Penyelenggaraan Pemeliharaan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat di Jawa Barat, yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 556.820.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
539.155.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pemeliharaan trantibum di Jawa Barat serta koordinasi dan fasilitasi pengamanan dan ketenteraman masyarakat di Kabupaten/Kota.
(2) Kegiatan Fasilitasi Penegakan Perda dan Peraturan Pelaksanaannya di Jawa Barat, yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 381.807.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 340.396.300,-. Hasil kegiatan yaitu
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 206 terlaksananya penegakan Peraturan Daerah di Kabupaten/Kota dan Penyusunan Naskah Akademik terkait dengan penyelenggaraan Polisi Pamong Praja, sebagai dasar legitimasi penyelenggaraan wewenang dan tanggungjawab Satuan Polisi Pamong Praja sebagai aparatur penegak Peraturan Daerah.
(3) Kegiatan Pengamanan dan Penertiban Asset Milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 76.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 76.000.000,-. Hasil kegiatan adalah teridentifikasinya permasalahan asset Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk penetapan kebijakan dalam pengamanan dan penertiban aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
(4) Kegiatan Koordinasi Peningkatan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat dengan unsur POLRI, TNI dan Satpol PP Kabupaten/Kota, yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 191.774.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terpeliharanya Trantibum di Jawa Barat serta terlaksananya koordinasi dan fasilitasi pengamanan dan ketenteraman masyarakat.
(5) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Eksistensi Penyelenggaraan PPNS, yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 200.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 193.969.100,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya Naskah Akademik Kebijakan Eksistensi Penyelenggaraan PPNS, sebagai legitimasi penyelenggaraan wewenang dan tanggungjawab PPNS dalam melaksanakan penegakan Peraturan Daerah.
(6) Kegiatan Akselerasi Implementasi Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, yang dilaksanakan Biro Organisasi, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 87.665.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 87.565.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya Laporan Pelaksanaan Inpres Nomor 5 Tahun 2004 sesuai dengan Pedoman dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; dan tersusunnya data LHKPN Provinsi dan Kabupaten/Kota.
(7) Kegiatan Program Legislasi Daerah, yang dilaksanakan Biro Hukum dan HAM, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.3.722.875.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 3.286.005.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dibahasnya 32 Raperda dan ditetapkannya 25 Peraturan Daerah, sebagai dasar penyelenggaraan kewenangan Pemerintah
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 207 Daerah, pelaksanaan pembangunan, pelayanan publik dan pembinaan kemasyarakatan.
(8) Kegiatan Evaluasi Produk Hukum Daerah, yang dilaksanakan Biro
Hukum dan HAM, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 125.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 125.000.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah terevaluasinya produk hukum Daerah, berupa rekomendasi untuk mencabut, mengganti, atau mengubah produk hukum Daerah secara komprehensif sesuai kebutuhan operasional di lapangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam kaitannya dengan penetapan kebijakan produk hukum satu pintu, Biro Hukum dan HAM telah memfasilitasi penetapan 67 Peraturan Gubernur dan 1.771 Keputusan Gubernur.
(9) Kegiatan Pembangunan Materi Hukum dan Pembaharuan Produk Hukum, yang dilaksanakan Biro Hukum dan HAM, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
250.000.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah sebagai landasan operasional Peraturan Daerah.
(10) Kegiatan Pengawasan dan Monitoring Produk Hukum Kabupaten/Kota, yang dilaksanakan Biro Hukum dan HAM, dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 385.010.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 370.030.340,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terevaluasinya
Raperda dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota sebanyak 304 buah, sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(11) Kegiatan Pembinaan dan Fasilitasi Materi Muatan Pra Raperda Kabupaten/Kota, yang dilaksanakan Biro Hukum dan HAM, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.225.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 222.078.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah difasilitasinya penyempurnaan substansi hukum Raperda/Peraturan Daerah Kabupaten/ Kota, sehingga terwujud harmonisasi peraturan perundang-undangan antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota.
(12) Kegiatan Penanganan Perkara Secara Litigasi, yang dilaksanakan Biro Hukum dan HAM, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
1.285.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.1.008.171.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah penanganan perkara Perdata Pemerintah Daerah, terutama berkaitan dengan masalah aset, tanah, dan BUMD;
dan penanganan perkara Tata Usaha Negara Pemerintah Daerah, terutama berkaitan dengan masalah kepegawaian, pemberhentian Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Upah Minimum Kabupaten/Kota.
(13) Kegiatan Penyelesaian Sengketa Hukum dan HAM secara Non Litigasi, yang dilaksanakan Biro Hukum dan HAM, dengan alokasi anggaran
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 208 sebesar Rp. 725.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
672.604.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah adanya pendampingan penyelesaian perkara Pidana PNS; eksaminasi penyelesaian sengketa hukum dan HAM yang melibatkan kepentingan Pemerintah Daerah serta tersusunnya Legal Opinion Penyelesaian Sengketa Hukum dan HAM secara Non Litigasi, sebagai landasan yuridis penanganan dan penyelesaian sengketa hukum di luar Pengadilan.
(14) Kegiatan Implementasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM), yang dilaksanakan Biro Hukum dan HAM, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 440.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 432.078.200,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dikukuhkannya
Panitia RANHAM Provinsi Jawa Barat Tahun 2010-2014;
Dilaksanakannya Bintek RANHAM dan sosialisasi RANHAM, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2011-2014.
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Sebagian besar Pemerintah Kabupaten/Kota masih belum memahami pengisian format penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, sehingga hasil penyusunannya belum optimal dan sering terjadi keterlambatan dalam pelaporan dari Kabupaten/Kota. Selain itu masih terdapat Penyelenggara Negara Wajib Lapor yang belum menyampaikan form A maupun B LHKPN kepada Komisi Pemberantasa Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI). Solusinya : mengidentifikasi data pejabat yang wajib menyampaikan LHKPN serta meningkatkan koordinasi, monitoring dan evaluasi.
(2) Terbatasnya tenaga Penyusun dan Perancang Produk Hukum, dikaitkan dengan kebijakan penetapan produk hukum satu pintu. Solusinya yaitu melaksanakan Bintek Penyusunan dan Perancangan Produk Hukum secara mandiri; serta berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk mengirimkan aparatur untuk mengikuti Bintek Jabatan Fungsional Penyusun dan Perancang Produk Hukum.
5) Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah