Pelayanan V Tasikmalaya, yang dilaksanakan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp
2) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak
a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Penyelenggaraan Hari Anak Nasional, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
148.902.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 144.852.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersosialisasikannya hak anak kepada masyarakat melalui talkshow/dialog interaktif di TVRI Jawa Barat bekerja sama dengan Mojang Jajaka Jawa Barat (MOKA Nyaah ka Jabar); terlaksananya pentas seni anak dalam rangka penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2011 dengan menampilkan kreasi seni anak jalanan, anak berkebutuhan khusus, sound of Pakuan, Forum Anak Daerah sehingga terpahaminya hak-hak anak.
(2) Kegiatan Fasilitasi Peningkatan dan Pengembangan Kreativitas Anak, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 351.694.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
321.371.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Saresehan Forum Anak Daerah dan Kongres Anak Daerah sehingga meningkatnya Pengembangan Kreativitas Anak di Jawa Barat.
(3) Kegiatan Fasilitasi Perlindungan Perempuan dan Anak, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp.356.482.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 336.982.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terwujudnya pendampingan kepada
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 153 korban tindak kekerasan dan diskriminasi yang menimpa perempuan dan anak, terwujudnya peningkatan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kabupaten/kota melalui program dan kegiatannya sehingga mampu berperan sebagai lembaga masyarakat, sehingga terfasilitasinya Perlindungan Perempuan dan Anak melalui P2TP2A di Kabupaten/kota se Jawa Barat.
(4) Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kota Layak Anak, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 318.289.856,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 310.787.152,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Pilot Project Kota Layak Anak (KLA) di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, dan Desa Ramah Anak Percontohan di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Jawa Barat, sehingga terbentuknya Model Kota Layak Anak di Jawa Barat.
(5) Kegiatan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 400.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 399.740.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pendataan awal di 26 Kabupaten/Kota, terevaluasinya pelaksanaan program terpadu P2WKSS di 26 desa/kelurahan, terlaksananya Lomba Pelaksanaan P2WKSS terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat sehingga sehingga , meningkatnya sinergitas dan Kinerja Program Provinsi dan Kabupaten/kota dalam Pelaksanaan P2WKSS.
(6) Kegiatan Pembinaan Organisasi Perempuan, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 223.952.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 221.032.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah meningkatnya peran serta pengurus dan anggota organisasi perempuan dalam Pembangunan sehingga sehingga meningkatnya pemahaman hak-hak politik bagi perempuan dan meningkatnya peran perempuan dalam berorganisasi.
(7) Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 950.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 927.300.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pelatihan keterampilan Anggota PEKKA untuk 200 orang anggota PEKKA dan terlaksananya Forum Wilayah PEKKA dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang.
meningkatnya pendapatan dan keterampilan anggota PEKKA.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 154 (8) Kegiatan Peringatan Hari Nasional Perempuan, yang dilaksanakan
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
432.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 411.385.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya upacara peringatan Hari Nasional Perempuan, ya Gelar Produk Perempuan, sebanyak 50 stand pameran yang diikuti oleh 26 Kabupaten/Kota dan Organisasi Wanita di Jawa Barat, dialog tentang perempuan dengan peserta sebanyak 150 orang, Lomba Kreativitas dengan peserta sebanyak 100 orang, Bhakti Sosial dan Media Gathering dengan peserta sebanyak 100 orang dan melibatkan peliputan dari 4 (empat) media eletronik yaitu: TVRI Bandung, PJTV dan Bandung TV serta Radio Rase FM sehingga terlaksananya Peringatan Hari Nasional Perempuan di Jawa Barat.
(9) Kegiatan Perlindungan Perempuan (Trafficking, KDRT, dan Pornografi), yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.630.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
1.231.386.630,- hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya rapat Koordinasi Gugus Tugas, pendataan dan Pemetaan Masalah Trafficking di Jawa Barat, workshop Model Perlindungan Perempuan dan Sosialisasi (Trafficking) Kekerasan dalam Rumah Tangga atau KDRT dan Pornografi) bagi Masyarakat di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Jawa Barat sehingga terlaksananya Penjemputan dan memulangkan 75 orang korban trafficking, Penjajagan Awal MoU dan Pelaksanaan MoU dengan Provinsi Riau dan Provinsi Sulawesi Selatan menyangkut Penanganan Hukum bagi Korban Trafficking; dan Model Perlindungan Perempuan.
(10) Kegiatan Penyelenggaraan Kongres Anak Tingkat Nasional, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.000.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.862.269.870,-.
Hasil pelaksanaan kegiatan adalah Terlaksananya Kongres Anak Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Provinsi Jawa Barat, sehingga disahkannya hasil-hasil Kongres Anak Tingkat Nasional, yakni:
Rekomendasi Anak Indonesia, Suara Anak Indonesia 2011, serta dipilihnya 10 (sepuluh) Duta Anak Indonesia 2011.
(11) Kegiatan Fasilitasi Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 936.025.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 891.891.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Pelatihan KPPI 300 orang peserta, Sosialisasi Undang – Undang sebanyak 250 orang, Penjajagan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 155 KPPI Jawa Barat ke Negara Cina, sehingga meningkatnya pemahaman hak-hak politik perempuan.
(12) Kegiatan Kampanye Jawa Barat Bebas Trafficking, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 113.400.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 108.000.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Kampanye Jawa Barat bebas trafficking sehingga meningkatnya pemahaman dan wawasan masyarakat Jawa Barat akan Undang-Undang Trafficking, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pornografi dalam mejudkan Jawa Barat Bebas Trafficking.
(13) Kegiatan Pembentukan Forum Anak Daerah dan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi), yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 400.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 370.500.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terfasilitasinya pembentukan dan penguatan Forum Anak Daerah di 26 Kabupaten/Kota sebagai wadah pemenuhan hak partisipasi anak sehingga Kreativitas Anak di Jawa Barat dapat dikembangkan.
(14) Kegiatan Penguatan Jejaring Perempuan Membangun Sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 650.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 575.805.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya kelompok jejaring perempuan yang aktif berusaha; terselenggaranya rapat persiapan bagi pengelola jejaring;
terlaksananya orientasi bagi kader kelompok usaha perempuan;
teralokasikannya dana bantuan modal sehingga meningkatnya jumlah anggota keluarga prasejahtera dan KS 1 menjadi anggota Kelompok usaha perempuan; meningkatnya keluarga pra KS dan KS 1 yang memiliki usaha; dan meningkatnya daya beli masyarakat.
(15) Kegiatan peningkatan kinerja Posyandu dan sistem informasi Posyandu yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 1.350.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.274.055.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya;
konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri dan Dirjen PMD; Sosialisasi Program dan Pokjanal Posyandu dngan peserta 100 orang; Pelatihan pendamping Kader Posyandu (PKP) tingkat kecamatan; monitoring evaluasi posyandu dan sip; pelatihan kader posyandu; rapat koordinasi pokjanal posyandu; rapat evluasi kegiatan posyandu; pemberian hadiah
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 156 kepada posyandu juara kabupaten/kota dan provinsi dan kader posyandu berprestasi tingkat provinsi.
(16) Kegiatan Peningkatan Pengetahuan, Kemampuan dan Pemberdayaan Sosial Korban Tindak Kekerasan (KTK) dan Pekerja Migran (PM), yang dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 210.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 169.940.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya
Perlindungan dan Pemulihan Sosial 30 orang Korban Tindak Kekerasan, 75 orang Bimtek Pencegahan dan Penanganan KTK, 20 orang Petugas Pelaksana pada Rumah Perlindungan Trauma Center serta 60 orang Peserta Bimbingan Keterampilan Usaha Ekonomis Produktif lokasi tersebar di Kabupaten Kuningan, Tasikmalaya dan Indramayu sehingga para korban tindak kekerasan dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar.
(17) Kegiatan Peningkatan Pengetahuan, Kemampuan dan Pemberdayaan Sosial Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE), yang dilaksanakan Dinas
Sosial Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 110.000.000,-, realisasi Anggaran sebesar Rp. 110.000.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah Meningkatnya Keterampilan Usaha dan Kesejahteraan Sosial 160 orang Wanita Binaan Sosial (WBS).
b) Permasalahan dan Solusi
Jumlah populasi wanita rawan sosial ekonomi yang ditangani tidak seimbang degan jumlah populasi yang ada, masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pelaporan peristiwa tidak kekerasan dalam rumah tangga dan korban trafficking sehingga data dan penanganan korban sulit dijangkau.
Meningkatnya permasalahan sosial perempuan dan anak belum dapat ditangani secara optimal karena fasilitasi sarana prasarana rumah perlindungan/rumah aman bagi perempuan dan anak di kabupaten/kota, provinsi dan LKS swasta masih terbatas. Solusi adalah melakukan berbagai program kegiatan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pelaporan dan penanganan korban tindak kekerasan melalui penyuluhan, sosialisasi, dan meningkatkan kapasitas dan fasilitas pelayanan sarana dan prasarana yang diselenggaran pemerintah maupun Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) swasta.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 157 15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA
Program Keluarga Berencana a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Kesertaan Ber-KB, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 942.866.303,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 898.662.600,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah Terlaksananya Pertemuan Rakor Program KB; Terlaksananya Pertemuan Paguyuban KB Pria; Terlaksananya Sosialisasi Program KB bagi Kader Pos Kab; dan Terlaksananya Fasilitasi Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan sehingga tercapainya jumlah cakupan peserta KB Baru dan KB Pria; tersosialisasikannya Undang-undang No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga; keterpaduan pelaksanaan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan.
(2) Kegiatan Ketahanan Keluarga dan Harganas, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 449.106.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 405.686.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah Terlaksananya Peringatan Hari Keluarga Tingkat Nasional sehingga tumbuhnya kesadaran untuk mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas.
(3) Kegiatan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 493.760.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 482.526.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya model generasi berencana; terselenggaranya rakor PUP;
terselenggaranya sosialisasi PUP sehingga menumbuhkan kesadaran remaja akan kesehatan reproduksi dan triad (Tiga capaian program) KRR.
(4) Kegiatan Bakti Sosial Pelayanan KB bagi Keluarga Miskin, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 800.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 793.575.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terbinanya peserta KB baru dan peserta KB aktif di 10 (sepuluh) kabupaten/kota, yaitu Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Subang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon dan Kabupaten Sumedang sehingga tercapainya cakupan peserta KB Baru.
(5) Kegiatan Operasional Generasi Berencana, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 765.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 753.600.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Orientasi Generasi Berencana; Operasional Generasi
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 158 Berencana; dan Kampanye Generasi Berencana sehingga Tersusunnya jadwal operasional Generasi Berencana (pendataan dan KIE); Meningkatnya kesadaran remaja tentang kesehatan reproduksi dan melembaga/membudayanya NKKBS di kalangan Generasi Muda dan meningkatnya pengetahuan tentang program Generasi Berencana (PUP, HIV-AIDS, Seksualitas, NAFZA, Trafficking, Perlindungan dan Kesejahteraan Anak).
(6) Kegiatan Gerakan Ekonomi Perempuan menuju Keluarga Sejahtera, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 577.450,000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 561.560.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya kelompok UPPKS yang Aktif;
terselenggaranya Rapat Persiapan UPPKS dan teralokasikannya Dana Bantuan Modal sehingga meningkatnya jumlah anggota keluarga prasejahtera dan KS 1 menjadi anggota UPPKS; meningkatnya keluarga pra KS dan KS 1 yang memiliki usaha; meningkatnya daya beli masyarakat dan meningkatnya Pemahaman Perencana OPD Provinsi tentang Perencanaan yang Responsif Gender.
b) Permasalahan dan Solusi
Pada bidang keluarga berencana masalah strategis antara lain :
(1) Masih tingginya laju pertumbuhan penduduk yang menurut data statistik terakhir sebesar 1,9 % (BPS, Sensus Penduduk 2010).
(2) Tingginya total fertility rate (TFR) yakni 2,4 (BPS, Sensus Penduduk 2010).
(3) Peran serta pria dalam ber KB juga masih sangat rendah yakni hanya 2,24
% saja dari keikutsertaan wanita.
(4) Ancaman dalam kesehatan reproduksi remaja khususnya wanita yang ditandai dengan makin meningkatnya jumlah penderita HIV dan AIDS, seks pra nikah, serta kasus narkoba.
(5) Terjadi penurunan prosentasi peserta KB Mandiri dari 50,347% pada tahun 2009 menjadi 49,57 % pada tahun 2010 serta menurun kembali menjadi 48,34% pada tahun 2011.
Solusi:
(1) Pertumbuhan penduduk dengan cara pengembangan program pusat pertumbuhan wilayah secara merata.
(2) Peningkatan kualitas program KB yang diarahkan kepada pasangan usia subur muda paritas tinggi.
(3) Peningkatan kampanye serta KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) tentang program KB dan kesehatan reproduksi terhadap kaum pria.
(4) Intensifikasi dan ekstensifikasi program Kesehatan Reproduksi Remaja.
(5) Peningkatan kesadaran untuk KB mandiri bagi keluarga mampu.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 159 16. URUSAN PERHUBUNGAN
1) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan