LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 37 BAB III
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
A. Urusan Wajib Yang Dilaksanakan 1. URUSAN PENDIDIKAN
1) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Pembinaan Olahraga Siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.610.987.846,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 5.582.608.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terpusatnya latihan siswa atlet olahraga tingkat SMP dari 8 Kabupaten sebanyak 320 siswa/atlet kelas olahraga, laporan evaluasi kelas olahraga SMP sebanyak 320 siswa/atlet dan 64 orang pelatih/pendamping; terselenggaranya bimbingan teknis O2SN SD-SMP pada 26 kabupaten/Kota sebanyak 104 orang, O2SN SD-SMP di tingkat Jawa Barat dari 26 Kabupaten/Kota sebanyak 1.586 orang peserta SD dan 1.586 orang peserta SMP, pemusatan latihan O2SN SD-SMP untuk tingkat nasional sebanyak 11 cabang olahraga tingkat SMP sebanyak 70 orang dan 5 cabang olahraga tingkat SD sebanyak 50 orang, O2SN SD- SMP di tingkat Nasional sebanyak 11 cabang olahraga tingkat SMP sebanyak 70 orang dan 5 cabang olahraga tingkat SD sebanyak 50 orang; serta laporan monitoring dan evaluasi kelas olahraga pada 8 SMP di 8 Kabupaten.
(2) Kegiatan Peningkatan Mutu Pendidikan, yang dilaksanakan Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 32.511.825.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 31.977.710.300,-.
Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dokumen pengelolaan data pembinaan program peningkatan mutu pendidikan dasar;
terkordinasikannya tim teknis pengelola kegiatan peningkatan mutu pendidikan dasar diikuti oleh 104 orang; terlayaninya pengembangan dan pemberdayaan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) diikuti 78 orang; pembinaan dan pengembangan ekstra kurikuler diikuti 78 orang, akreditasi tingkat SMP diikuti 78 orang, pembelajaran Karakter di sekolah diikuti 78 orang, revitalisasi Gugus TK dan SD diikuti 468 orang;
pemberdayaan Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Dasar diikuti 42 orang, Pemberdayaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebanyak 130 orang; serta pengembangan sarana prasarana pendidikan dasar sebanyak 103 Paket.
(3) Kegiatan Penyelenggaraan Lomba dan Festival Pendidikan Dasar, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 38 alokasi anggaran sebesar Rp. 4.743.622.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 3.987.905.150,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya acara Olimpiade Sains Nasional (OSN) SD dan SMP diikuti 452 siswa, Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) TK, SD dan SMP diikuti 1.279 siswa, Lomba Calistung diikuti 162 siswa, Lomba Gugus TK dan SD diikuti 57 siswa, Lomba Perpustakaan SD diikuti 29 orang; serta pembinaan Matematika untuk Kompetensi Internasional (IMC) diikuti 974 orang.
(4) Kegiatan Revitalisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 86.259.365.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 83.538.007.350,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasikannya Tim Teknis yang diikuti 104 orang, terpenuhinya Bimbingan Teknis Program penyelenggaraan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), tersalurkannya Bantuan Keuangan untuk pembangunan 1.000 Ruang Kelas Baru SMP, tersebarnya Buku dan Alat Peraga ke 26 Kabupaten/Kota yang terdiri dari Alat Peraga kelas rendah 1.100 paket, Media PAIKEM 1.600 paket, paket buku PLH SD 500 sekolah, paket buku PLH SMP 500 sekolah, paket buku Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa SD 1.500 sekolah, SMP 1.500 sekolah, paket Perpustakaan digital 75 sekolah, paket Alat Olahraga SD 81 sekolah, paket Atlas Tematik SD 13.447 sekolah, paket Atlas Tematik SMP 3.212 sekolah, Pembelajaran Sekolah Dasar dengan Teknologi Informasi 40 sekolah, Peningkatan Kualitas Pembelajaran untuk Guru IPA SD dengan Pendekatan SEQIP melalui Pengadaan Alat IPA 280 sekolah, pengembangan alat-alat Peraga SD 52 sekolah, pengembangan TK dengan alat-alat Permainan Edukatif 200 TK, peningkatan Kualitas Pembelajaran SMP dengan menggunakan teknologi visual CD dan multimedia 190 sekolah, penunjang astronomi untuk SMP 190 sekolah;
serta tersalurkannya bantuan keuangan untuk Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan mebeulair SMP dan MTs sebanyak 695 ruang kelas baru pada 348 SMP dan MTs di 26 Kabupaten/Kota.
(5) Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan SSN/SBI Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 22.210.982.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 21.557.852.600,-.
Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya pendampingan pembelajaran yang ideal di 30 sekolah RSBI SMP, workshop Sosialisasi Program Kompetisi Kerjasama (Partnership) dengan Negara OECD diikuti 75 orang, seminar SSN-SBI SD dan SMP Swasta di Jawa Barat diikuti 150 orang; terkoordinasikannya Pengelolaan SSN/SBI dengan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 39 Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota diikuti 130 orang; workshop E- Learning dalam Evalution Base ICT I diikuti 108 orang, ICT II 108 orang; Pembinaan Program SSN SD dan SMP wilayah I, II dan III tentang pelaksanaan 8 SMP dalam penyelenggaraan SSN di wilayah I, II, III diikuti 100 orang tenaga kependidikan, dan wilayah IV dan VI diikuti 100 orang; seleksi program studi administrator/manajemen sekolah internasional di Negara OECD (Australia) sebanyak 75 orang;
Konsultasi dan Pendampingan MOU di Negara OECD (Australia) sebanyak 100 orang, terlatihnya Program Study Administrator/Manajemen Sekolah Internasional di Negara OECD sebanyak 125 orang, terjadinya peningkatan profesionalisme Guru RSBI sebanyak 56 orang; terpenuhinya sarana dan prasarana di 51 sekolah;
serta tersedianya dokumen Panduan Pembinaan RSBI, SSN dan SBI.
(6) Kegiatan Fasilitas Penyelenggaraan Sekolah Menengah Pertama Terbuka, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.166.200.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.130.415.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasikannya tim teknis pengelola kegiatan bersama kabupaten/kota sebanyak 104 orang; terselenggaranya workshop revitalisasi Pelayanan Induk SMP Terbuka diikuti 104 orang, workshop pembinaan Guru Pamong TKB Reguler 104 orang, workshop pembinaan TKB Mandiri 104 orang, Musyawarah Guru Pamong (MGP) SMP Terbuka Reguler 1.000 orang, Musyawarah Guru Pamong (MGP) SMP Terbuka Mandiri 300 orang; terselenggaranya Lomba dan Pembinaan Motivasi Belanja Mandiri (LOMOJARI) tingkat Provinsi dan tingkat Nasional diikuti 119 orang; serta tersedianya Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 978/Kep.806.Disdik/2011 tanggal 9 Juni 2011 tentang Bantuan Keuangan untuk Fasilitasi Penyelenggaraan Sekolah Menengah Pertama Terbuka, dan tersalurkannya bantuan keuangan sebesar Rp.
10.507.400.000,-, yang meliputi bantuan untuk Pengelola SMP Terbuka sebanyak 447 sekolah sebesar Rp. 2.682.000.000,- di 25 Kabupaten dan Kota, bantuan untuk Tim Teknis Pengelola SMP Terbuka di Kabupaten dan Kota sebanyak 75 orang pengelola di 25 Kabupaten dan Kota sebesar Rp. 180.000.000,-, bantuan untuk Pengelola Tempat Kegiatan Belajar Mandiri sebanyak 51 orang pengelola di 17 Kabupaten dan Kota sebesar Rp. 122.400.000,-, bantuan untuk Guru Pamong dan Pesuruh TKB Mandiri sebanyak 140 orang GuruPamong dan Pesuruh di 17 Kabupaten dan Kota sebesar Rp. 1.092.000.000,-, bantuan untuk Guru Pamong dan Pesuruh TKB Reguler sebanyak 1.750 orang Guru Pamong dan Pesuruh di 25 Kabupaten dan Kota sebesar Rp. 6.300.000.000,-, bantuan Operasional Tim Teknis SMP terbuka Kabupaten dan Kota
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 40
sebanyak 25 Tim Teknis di 25 Kabupaten dan Kota sebesar Rp. 131.000.000,-.
(7) Kegiatan Bantuan Operasional Sekolah Provinsi (BOS) untuk jenjang Pendidikan Dasar, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.484.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.281.121.925,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasikannya kabupaten/kota sebanyak 78 orang; tersosialisasikannya pemberian Dana BOS di 5 wilayah diikuti 350 orang; bimbingan teknis bagi Pengelola BOS Kabupaten/Kota sebanyak 364 orang; terinformasikannya launching dan publikasi BOS di media cetak dan elektronik tingkat lokal dan nasional; serta tersedianya Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 978/Kep.807-Disdik/2011 tanggal 9 Juni 2011 tentang Bantuan Keuangan Untuk Program Bantuan Operasional Sekolah Provinsi Jawa Barat pada jenjang Pendidikan Dasar dan tersalurkannya bantuan keuangan sebesar Rp. 405.599.990.000,-, yang meliputi bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD/MI untuk 5.360.000 siswa, bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP/MTs untuk 2.130.196 siswa.
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Masih kurangnya perluasan Pra sekolah dalam memperoleh kesempatan pendidikan. Solusinya membangun UGB TK.Rehabilitasi Gedung TK Pengangkatan guru baru.
(2) Masih kurangnya perluasan Sekolah Dasar (SD) memperoleh kesempatan belajar. Solusinya melaksanakan double shift, rehabilitasi dan refungsionalisasi gedung, pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pemerataan dan Pengangkatan guru baru. Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya wajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.
Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan.
(3) Masih kurangnya perluasan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kesempatan belajar/pemerataan pendidikan. Solusinya membangun USB. Membangun RKB, melaksanakan double shift sampai dengan 1.6.
Penambahan SMP Terbuka. Rehabilitasi. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
2) Program Pendidikan Menengah dan Tinggi a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Kualitas dan Pengembangan SMK/SMA SSN/RSBI/
Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 41.602.948.800,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 24.489.910.400,-. Hasil pelaksanaan kegiatan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 41 adalah terkelolanya pengembangan data base SMA/SMK SSN/RSBI di 26 kabupaten/kota oleh 78 orang serta pengelolaan dan pengembangan data base di Provinsi oleh 15 orang; workshop pengelolaan dan pengembangan PSB TIK SMA/SMK SSN/RSBI diikuti 47 orang; workshop pengelolaan dan pengembangan Laboratorium Biologi SMA SSN/RSBI diikuti 156 orang; workshop dan sosialisasi Implementasi KTSP dan 8 Standar Nasional Pendidikan SMA/SMK diikuti 120 orang; terlayaninya Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Standart Nasional dan Bertaraf Internasional dengan studi banding pendidikan bertaraf internasional ke Yogyakarta dan Bali sebanyak 85 orang; workshop Asesor Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta diikuti 100 orang;
tersosialisasinya Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta diikuti 400 orang; Visitasi/penilaian Akreditasi SMA/SMK Negeri dan Swasta di 26 Kabupaten/Kota diikuti 400 sekolah; pembebasan lahan untuk penegerian 4 PTS, yaitu UNSWAGATI Cirebon, UNSIL Tasikmalaya, UNSIKA Karawang dan POLTEKES Sukabumi; tersebarnya publikasi sosialisasi Program Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan;
terpenuhinya Mikroscop dan perlengkapan pembelajaran Biologi untuk SMA SSN dan RSBI/SBI untuk 30 sekolah; serta terpenuhinya Alat Peraga Multimedia Interaktif Geografi untuk SSN dan RSBI/SBI Jawa Barat.
(2) Kegiatan Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Sekolah Menengah Atas, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 6.387.508.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 5.161.800.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya Akreditasi SMA diikuti 250 orang; tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) MKKS, MGMP, MGBK, YPK, pembinaan Guru Olympiade, workshop pengawasan, debat Bahasa Inggris sebanyak 500 orang; workshop pengadaan Sarana Prasarana SMA diikuti 100 orang, Olympiade Sains Nasional (OSN), Olympiade Olahraga dan Sains Nasional (O2SN) dan FLS2N diikuti 650 orang, pengembangan dan pembinaan Karakter diikuti 55 orang.
(3) Kegiatan Peningkatan Kualitas Aksesibilitas dan Relevansi SMK di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 17.330.177.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 14.516.469.280,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasikannya peningkatan kualitas aksesibilitas dan relevansi 26 Kabupaten/Kota diikuti 52 orang; tersalurkannya beasiswa SMK untuk siswa tidak mampu sebanyak 6.250 orang; terakreditasinya SMK Negeri dan Swasta sebanyak 175 sekolah; terbentuknya Tim Pengembangan Kurikulum KTS; workshop RKB dan rehabilitasi SMK
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 42 diikuti 100 orang; terselenggaranya acara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK dan Vocational Award, pengembangan Kewirausahaan Siswa SMK diikuti 100 siswa, workshop pemberian bantuan diikuti 100 orang.
(4) Kegiatan Pelatihan Keahlian dan Sertifikasi Bagi Siswa, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan, yang dilaksanakan Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.381.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.371.006.000,-.
Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya TOT (Training of Trainer) Peningkatan Profesionalisme guru Adaftif dalam Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMK sebanyak 52 orang, untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 52 orang, Mata Pelajaran Matematika 52 orang, Workshop Peningkatan Keahlian Teknis Guru SMK dalam Keahlian Bangunan 26 orang, Elektronik Industri 26 orang, Ketenaga Listrikan 26 orang, Mesin CNC 26 orang, Mesin Konvensional 26 orang, Las 26 orang, Otomotif 26 orang, TIK 26 orang dan Terlaksananya On Job Trainer dengan MTU untuk Keahlian Teknik Bangunan 80 orang siswa, Teknik Elektronik 160 orang, Keahlian Listrik 160 siswa, Teknik Permesinan 1.040 siswa, Teknik Otomotif 560 siswa, Teknik Komputer dan jaringan 80 siswa.
(5) Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendukung Kawasan Pendidikan dan Pusat Terintegrasi Bersifat Komunitas Model Transportasi, Hunian, Gedung-gedung Pusat Riset dan Kegiatan Mahasiswa, Sport Senter (Tahap Perancangan), yang dilaksanakan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
75.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 49.225.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terfasilitasinya pengembangan kawasan pendidikan dan riset terpadu; meningkatnya kerjasama perancangan pengembangan sarana dan prasarana pendukung kawasan pendidikan dan pusat terintegrasi bersifat komunitas; tersusunnya rancangan pengembangan sarana dan prasarana pendukung kawasan pendidikan dan pusat terintegrasi bersifat komunitas.
(6) Kegiatan Koordinasi Pencanangan Program Wajar 12 Tahun di Jawa Barat, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 247.920.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasinya implementasi pencanangan program wajib belajar 12 tahun di Kabupaten/kota melalui rapat koordinasi yang diikuti oleh 130 orang peserta yang terdiri dari unsur OPD Kabupaten/kota dan Stakeholder Pendidikan se-Jawa Barat.
(7) Kegiatan Fasilitasi Koordinasi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), yang dilaksanakan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 43 Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 600.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 595.200.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasinya
penyelenggaraan RSBI dan SBI di Jawa Barat dan terumuskannya serta tersosialisasinya Draft Pergub tentang Penyelenggaraan RSBI/SBI di Jawa Barat.
(8) Kegiatan Fasilitasi Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Bantuan Pendidikan Provinsi pada Pendidikan Formal dan Non Formal di Kabupaten/kota, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
352.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 311.910.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terpantaunya dan terevaluasinya proses pendistribusian/penyaluran dan pemanfaatan bantuan pendidikan ke Kabupaten/kota.
(9) Kegiatan Fasilitasi Persiapan Penyelenggaraan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perguruan Tinggi se-Jawa Barat, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 600.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 598.760.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersusunnya Rencana Induk Program (RENIP), Pedoman dan Modul Penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perguruan Tinggi se-Jawa Barat.
(10) Kegiatan Pendekatan Kerjasama Internasional dalam Pengembangan SMK Bertaraf Internasional, yang dilaksanakan Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 589.780.000,-, realisasi sebesar Rp. 547.466.987,-. Kegiatan Pendekatan Kerjasama Internasional dalam Pengembangan SMK Bertaraf Internasional dilaksanakan melalui kunjungan penjajakan kerjasama Delegasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Negara Bagian Victoria, Australia khususnya untuk pengembangan SMK Bertaraf Internasional yang akan dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kajian pakar mengenai model kerjasama Daerah dengan Perguruan Tinggi dan Badan Usaha. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terjajakinya peluang kerjasama antar pemerintahan, kerjasama sister school melalui fasilitasi Departement of Early Education and Childhood Development serta kerjasama di bidang pendidikan antara SMK dengan institusi pendidikan kejuruan (TAFE) dan terlaksananya kajian pakar model kerjasama Daerah dengan Perguruan Tinggi dan Badan Usaha.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 44 b) Permasalahan dan Solusi
(1) Masih adanya siswa rawan droup out (DO) mengacu kepada jumlah penduduk pra sejahtera dan Sejahtera I, Solusinya kesempatan belajar/pemerataan pendidikan melalui pemberian beasiswa, Pemerataan pendidikan, Pemerataan dan pengangkatan guru baru, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan.
(2) Kekurangan guru dalam mengimplementasikan kurikulum serta sukarnya mencari industri pasangan dalam rangka pendidikan system ganda (PSG). Solusinya Kurikulum/pokok bahasan memberikan keleluasaan untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
(3) Jumlah guru masih kurang dan tidak merata, Kualitas guru masih terdapat sebagian guru SMA dan SMK belum berkualifikasi (dibawah S- 1). Solusinya meningkatkan profesionalisme guru agar mampu menjabarkan kurikulum dan rumusan tujuan yang lebih tajam/operasional.
(4) Masih kurang dan belum merata, daya tampung sebagian sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana belajar yang memadai. Solusinya peningkatan kemampuan perencanaan para perencana pada tingkat Kantor Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan dan sekolah.
Standarisasi sarana dan prasarana serta memasyarakatkan, pemeliharaan dan pemanfaatannya. Memantapkan system pengawasan, pengendalian dan system pelaporan melalui program pemberdayaan institusi dengan pendekatan – pendekatan school based management dan community based management.
(5) Belum adanya kerjasama Sister Province antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia yang dapat menjadi payung hukum untuk kerjasama di bidang pendidikan.
Solusinya mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria untuk membahas rencana kerjasama Sister Province sebagai payung hukum bagi kerjasama di bidang pendidikan.
(6) Keterbatasan kemampuan penguasaan bahasa Inggris di kalangan guru maupun siswa di SMK yang diproyeksikan menjadi SMK BI. Solusinya melakukan perbaikan internal dengan mengalokasikan anggaran untuk menambahkan program pengajaran bahasa Inggris secara intensif ataupun merekrut guru baru yang memiliki kecakapan berbahasa Inggris.
(7) Keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh SMK dan tingginya biaya pendidikan di institusi TAFE. Solusinya memfokuskan terlebih dahulu pada pelaksanaan program ToT (Traning of Trainer), dimana lebih
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 45 mengutamakan program pelatihan bagi para guru sehingga dapat mentransfer pengetahuannya kepada rekan guru dan para siswa.
3) Program Pendidikan Non Formal a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Pengembangan Layanan PAUD Non Formal, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 2.660.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.623.647.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya
sosialisasi layanan PAUD Non Formal sebanyak 130 orang, Lomba Keteladanan Lembaga dan Pengelola sebanyak 5 program, Orientasi Pengelola PAUD Non Formal 310 orang, Orientasi Pendidik PAUD Non Formal 310 orang, Orientasi Pengelola PAUD 500 orang, Pelatihan Tenaga Penilik PAUD 130 orang, Pengembangan Informasi Pembelajaran PAUD di 5 wilayah dan pengelolaan bantuan social.
(2) Kegiatan Peningkatan Mutu Kursus dan Kelembagaan, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.699.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.2.448.576.750,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya sosialisasi program kursus diikuti 78 orang utusan kabupaten dan kota, evaluasi program kursus 78 orang, workshop ormit dan konsorsium kursus 50 orang, pelatihan tenaga pendidik kursus 104 orang, pelatihan pengelola kursus 75 orang, pembinaan managemen lembaga kursus TK wilayah 654 orang, lomba peserta didik kursus, lomba kursus berprestasi TK wilayah dan provinsi, pencetakan buku sebanyak 25.800 buku.
(3) Kegiatan Peningkatan Layanan Pendidikan Masyarakat, Gender dan Kesetaraan, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.104.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.835.604.400,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pengadaan buku pedoman TBM 200 eksemplar, Paket B 650 eksemplar, Paket C 410 eksemplar, buku pedoman penyelenggaraan gender di kabupaten/kota, sekolah dan PKBM 200 eksemplar, cetak poster pendidikan kesetaraan 33.000 lembar, rapat dengan kabupaten dan kota diikuti 100 orang, pelatihan TUTOR Paket B 312 orang, pelatihan TUTOR Paket C 312 orang, pelatihan pengelola TBM 104 orang, lomba keteladanan kesetaraan dan dikmas 26 orang, pelaksanaan hari aksara internasional tingkat provinsi 1 kegiatan, jambore PTK pendidikan non formal diikuti oleh 364 orang PTK, pelatihan PSBG Bagi Guru dan Kepala SMA/SMK 104 orang, Pelatihan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 46 PSBG Bagi Guru dan Kepala SD 104 orang dan Pelatihan PSBG bagi Pengelola PKBM 104 orang.
(4) Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Kursus PNF, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 215.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 207.755.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasinya penyelenggaraan kursus PNF melalui rapat koordinasi yang diikuti oleh 130 orang peserta yang terdiri dari unsur OPD kabupaten/kota dan stakeholder Pendidikan se-Jawa Barat.
(5) Kegiatan Fasilitasi dan Apresiasi kepada Para Teladan Tingkat Jawa Barat, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 487.615.243,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya sarasehan dan pemberian penghargaan kepada para teladan Jawa Barat pada peringatan HUT RI dengan jumlah 115 teladan dari berbagai profesi.
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Pendidikan Luar Biasa Warga Belajar Tempat domisili warga belajar berpartisipasi dan sebagian besar banyak yang lebih tertarik bekerja dari pada melanjutkan pendidikan. Solusinya Pemerataan dan demokratisasi pendidikan luar sekolah, Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kelompok belajar Paket A setara SD dan Paket B setara SLTP dalam pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, Penyuluhan dan pembinaan kepada guru – guru olahraga yang ada disekolah guna meningkatkan profesionalisme dalam bidang IPTEK olahraga, Meningkatkan kemampuan perencanaan pada tingkat kantor Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan dan SKB.
(2) Kurikulum materi nasional bobotnya sangat besar, belum mantapnya budaya pengendalian daerah/desentralisasi, pelaksanaan materi lokal belum mantap. Solusinya Mutu dan Relevansi Pendidikan, pengangkatan penilik, meningkatkan profesionalisme para Pembina PKBM dalam melaksanakan pembinaan terhadap warga belajar asuhannya, dan koordinasi dengan instansi – instansi terkait.
4) Program Pendidikan Luar Biasa a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Program Kesejahteraan Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Khusus/
Pendidikan Layanan Khusus, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 47 Rp. 5.083.730.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 4.755.634.250,-.
Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Ujian Sekolah Akhir Siswa SLB (SDLB, SMPLB dan SMALB) sebanyak 1.750 siswa, rapat koordinasi gugus sebanyak 210 orang pengurus gugus, Peningkatan Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PLB terdiri dari S-1 232 orang, D-3 30 orang, dan S-2 40 orang, pemilihan guru berdedikasi Jawa Barat sebanyak 50 orang, lomba kreativitas pembelajaran guru dan kepala sekolah se Jawa Barat diikuti oleh 300 orang, pengembangan kurikulum pendidikan luar biasa pada jejang pendidikan dasar dan menengah di 5 wilayah dengan peserta sebanyak 400 orang, validasi penerimaan insentif bagi guru sukwan dan TU PLB sebanyak 1.000 orang, Rapat Teknis Tim Inklusif se Jawa Barat sebanyak 100 orang peserta, Rapat Teknis Tim CIBI se Jawa Barat diikuti 100 orang peserta.
(2) Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana SLB Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 11.100.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 9.088.804.200,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya pengadaan konstruksi dan jasa konsultan, pengadaan lahan tanah di Kabupaten Bandung Barat 6.000 m2 dan Kabupaten Karawang 6.000 m2 untuk Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Pengadaan alat-alat Kantor dan Alat-alat Rumah Tangga Kantor.
(3) Kegiatan Peningkatan Bina Promosi dan Kompetensi Siswa Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.150.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 3.060.266.000,-.
Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Workshop mengenai BAGUS yang diikuti oleh 100 orang, Pembinaan Kompetensi dan Keterampilan Siswa Jenis Menjahit sebanyak 260 siswa, Lomba Kreativitas Hasil belajar, Seni dan olahraga sebanyak 25 cabang lomba/mata lomba diikuti 650 siswa SLB, Penjaringan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di 520 Kecamatan dan terlaksananya Promosi Siswa SLB di 52 Gugus SLB se Jawa Barat.
(4) Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Percontohan Penyelenggaraan Pendidikan Dasar Inklusif, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 215.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 212.920.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terkoordinasinya penyelenggaraan Pendidikan Dasar Inklusif dan terumuskannya Draf Pergub tentang Pendidikan Inklusif di Jawa Barat.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 48 b) Permasalahan dan Solusi
(1) Masih banyaknya anak berkelainan usia sekolah belum masuk SLB, rawan drop out (DO) yang disebabkan oleh watak dan karakter anak berkelainan, dan rendahnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya yang memiliki kelainan / kecacatan. Solusinya perluasan memperoleh kesempatan belajar melalui membangun USB, rehabilitasi gedung, pemberian beasiswa melalui program JPS, pemerataan dan pengangkatan guru baru, penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingannya SLB.
(2) Belum adanya kurikulum resmi/Nasional untuk semua jenis dan program Sekolah Luar Biasa (SLB). Solusinya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan melalui kurikulum/pokok bahasan memberikan keleluasaan untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), profesionalisme guru agar mampu menjabarkan kurikulum dan rumusan tujuan yang lebih tajam/operasional, materi yang tepat (esensi) sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta kondisi lingkungan, kemampuan para guru untuk membuat dan memanfaatkan sumber belajar dan alat peraga/pendidikan yang ada dilingkungan sekitar, kecuali alat-alat yang sukar dibuat, perlu disediakan oleh pemerintah, Masyarakat perlu diikut sertakan dalam memecahkan masalah–masalah pendidikan termasuk dalam penyusunan program/kurikulum, motivasi guru melalui peningkatan pelayanan dalam rangka kesejahteraan guru.
5) Program Manajemen Pelayanan Pendidikan a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendidikan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.381.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.353.536.600,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Training Of Traner (TOT) dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diikuti oleh 78 orang, Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis TIK untuk Jenjang SMP, SMA dan SMK di Jawa Barat denganpeserta sebanyak 480 orang guru dari 26 Kabupaten dan Kota, Pendampingan Pengembangan Kurikulum SMK di Jawa barat sebanyak 135 sekolah atau 270 orang guru, Workshop Penyusunan Bahan Ajar Berbasis TIK dan Modul Manual dengan peserta sebanyak 100 orang guru dan Penggandaan dan Penyebaran Bahan Ajar untuk SMP, SMA dan SMK dalam bentuk CD Interaktif Pembelajaran sebanyak 7.464 keping CD.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 49 (2) Kegiatan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik Tenaga
Kependidikan Pendidikan dan Program Hibah (PHK-I), yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5.500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 5.143.374.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Penyusunan Model dan Materi Pelatihan diikuti oleh 52 orang, TOT Lesson Study 48 orang, TOT MGMP Bahasa Indonesia dan MGMP Bahasa Inggris 96 orang, Pelatihan Peningkatan Profesionalisme guru RSBI Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk 5 wilayah sebanyak 240 orang, Lesson Study Berbasis MGMP di Kota Bogor sebanyak 936 orang, Lesson Study Berbasis MGMP di Kota Depok, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi sebanyak 858 orang, membangun Persepsi Stakeholder tentang Pembinaan Guru Berkelanjutan melalui Implementasi Lesson Study sebanyak 30 orang, Peningkatan pemahaman Kepala Sekolah dan Pengawas tentang Implementasi Lesson Study 100 orang, Pelatihan Fasilitator MGMP 40 orang, Joint Cordinating Commite Meeting 35 orang, management Meeting 35 orang, pemberdayaan Guru SMP/MTs, SMA/MA mealui Implementasi Lesson Study Berbasis MGMP Pemberian Buku Lesson Study sebanyak 820 eksemplar, Pengembangan System Banchmarking melalui konferensi Lesson Study 200 orang, Peningkatan Kualifikasi Akademik Guru 280 orang.
(3) Kegiatan Pendamping Penyelenggaraan Ujian Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 946.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 867.022.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Pendataan Calon Peserta UASBN, Pengolahan Data Calon Peserta USBN, Pengadaan Buku Panduan UASBN sebanyak 40.000 eksemplar, terlaksananya Penyelenggaraan UASBN di 26 Kabupaten dan Kota se Jawa Barat, pemindaian (scaning) di Kabupaten dan Kota dan Validasi hasil pemindaian di tingkat Provinsi, Pendamping Distribusi Naskah Soal ke 26 Kabupaten dan Kota, Pendampingan Pemindaian, Monitoring Pelaksanaan UASBN se Jawa Barat dan Rapat Evaluasi UN dan UASBN.
(4) Kegiatan Peningkatan Mutu dan Pemilihan Pendidik, Tenaga Kependidikan Berprestasi, Berdedikasi Tahun 2011, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.778.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
2.755.857.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 50 sosialisasi kegiatan pemilihan pendidik, tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi sebanyak 52 orang dari kabupaten dan kota, rapat teknis dan koordinasi sistem penilaian diikuti oleh 40 orang, rapat evaluasi peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 52 orang, bimbingan teknis perencanaan pembelajaran bagi tenaga pendidik sebanyak 52 orang, verifikasi dan validasi data calon peserta pemilihan sebanyak 85 orang, pemilihan guru berprestasi kelompok TK, SD, SMP dan SMA sebanyak 104 orang, pemilihan kepala sekolah berprestasi kelompok berprestasi kelompok SMP dan SMA sebanyak 52 orang, pemilihan guru dan kepala SD berdedikasi daerah khusus/terpencil sebanyak 51 orang, pemilihan pengawas TK/SD berdedikasi daerah terpencil 17 orang, pemilihan pengawas sekolah berprestasi kelompok SMA 26 orang, pembekalan persiapan dan pembinaan pemilihan pendidik, tenaga kependidikan tingkat nasional 11 orang, pemberian penghargaan/hadiah kepada juara I, II dan III sebanyak 33 orang.
(5) Kegiatan Revitalisasi Sistem Informasi Manajemen, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 1.073.400.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.052.020.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya
Rapat Koordinasi Pendataan diikuti oleh 85 orang, Penjaringan dan Pengolahan data di Kabupaten/Kota se Jawa Barat oleh ICT Center, Pengembangan Aplikasi Pengendalian Kegiatan/Keuangan 1 Paket, Pengolahan Data dan Pembuatan Buku Profil 800 eksemplar dan Buku Statistik Pendidikan 800 eksemplar.
(6) Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Guru di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.982.600.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.240.775.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Pendataan dan penilaian Kinerja Guru Bantu SD/MI dan Guru Non PNS SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Jawa Barat, terlaksananya rapat sosialisasi tim teknis kabupaten/kota pengelola kegiatan peningkatan kesejahteraan guru sebanyak 100 orang, Workshop/pembinaan guru bantu SD/MI dan Guru Non PNS SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sebanyak 763 orang.
(7) Kegiatan Penyebarluasan Informasi Program Pembangunan Bidang Pendidikan, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.000.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.399.299.111,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya jasa pengumuman lelang 1 kali kegiatan,
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 51 dokumentasi dan publikasi 9 kali kegiatan, dan jasa konsultasi 1 kali kegiatan.
(8) Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PLB, yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.899.200.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.522.124.550,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya Workshop pelatihan pendidikan kecakapan hidup sebanyak 40 orang, pelatihan pendidikan inklusif 80 orang, pelatihan program khusus bina diri, bina komunikasi persepsi bunyi dan irama 40 orang, pelatihan system isyarat bahasa indonesia 40 orang, pelatihan layanan khusus bagi anak autis 120 orang, pelatihan mata pelajaran IPA, matematika, bahasa inggris 40 orang, pelatihan penelitian tindakan kelas 40 orang, pelatihan kecakapan hidup kerjasama dengan lembaga kursus 40 orang.
(9) Kegiatan Workshop Manajemen Berbasis Sekolah bagi Kepala Sekolah Swasta di Jawa Barat yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial
Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 225.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 222.262.800,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya rapat koordinasi sebanyak 1 kali yang diikuti 52 orang/peserta.
2. URUSAN KESEHATAN
1) Program Upaya Kesehatan a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Revitalisasi Posyandu dan Peningkatan Pelayanan KIA, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 2.000.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.672.655.000,-. Hasil pelaksanaan Kegiatan adalah tersedianya dan
tersosialisasikannya pedoman juknis bantuan keuangan kegiatan revitalisasi posyandu dan peningkatan KIA; meningkatnya pemahaman 60 orang tenaga pelatih kabupaten/kota; tersedianya dan tersosialisasikannya bahan advokasi kesehatan Lanjut Usia; tersedianya hasil Penjaringan Anak Usia Sekolah melalui workshop; tersedianya Dokumen Analisa dan Tindak Lanjut Continuum of Care Kabupaten/kota yang lebih sempurna; tersedianya Dokumen MoU dan penyerahan Bantuan Revitalisasi Posyandu serta pendampingan Pelaksanaan Model Revitalisasi Posyandu.
(2) Kegiatan Pemantauan, Pencegahan, dan Penanggulangan Gizi Kurang, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 230.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.212.610.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 52 laporan hasil pendampingan peningkatan cakupan kinerja program pembinaan gizi masyarakat di kabupaten/kota dengan cakupan terendah sebanyak 12 dokumen; tersedianya dokumen pendukung akselerasi penurunan prevalensi gizi buruk melalui kemitraan dengan dunia usaha (CSR); serta tersedianya hasil investigasi kasus gizi buruk sebanyak 25 dokumen.
(3) Kegiatan Sosialisasi dan Upaya Kesehatan Dampak Asap Rokok Terhadap Kesehatan masyarakat, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
300.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 289.460.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah laporan perencanaan dan evaluasi sosialisasi dampak asap rokok terhadap kesehatan masyarakat serta roadshow dampak asap rokok di 20 sekolah se-Jawa Barat.
(4) Kegiatan Peningkatan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 492.327.270,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah laporan
koordinasi dan evaluasi Program Rumah Sakit Daerah (RSD) Provinsi Jawa Barat; dokumen kesepakatan dan tindak lanjut dalam upaya peningkatan peran Rumah Sakit Umum/Khusus Swasta, TNI, POLRI, dan BUMN dalam pelayanan kesehatan rujukan di kabupaten/kota;
laporan pemantauan dan evaluasi Manajemen Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dan manajemen laktasi di 35 Rumah Sakit Daerah di 26 kabupaten/kota; terpilihnya Rumah Sakit Daerah Karawang sebagai juara I Rumah Sakit Sayang Ibu Bayi (RSSIB) melalui penilaian se-Jawa Barat.
(5) Kegiatan Peningkatan Pengawasan dan Pengendalian, Penggunaan Obat Rasional, Peredaran Sediaan Farmasi, Kosalkes dan Mamin, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 239.745.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah laporan
pemantauan dan evaluasi ketersediaan, harga obat, dan penulisan Obat Generik Berlogo (OGB) di 16 Rumah Sakit dan 35 apotik di 17 Kabupaten/kota; tersebarnya informasi mengenai bahaya penyalahgunaan Napza pada peringatan Hari Anti Narkotik Internasional (HANI); meningkatnya pengetahuan tokoh masyarakat/tokoh pendidik mengenai bahan berbahaya produk pangan jajanan anak sekolah;
terujinya kadar boraks, formalin, pemanis, pengawet, dan pewarna pada 336 sampel makanan minuman dari 14 kabupaten/kota.
(6) Kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 53
anggaran sebesar Rp. 400.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 380.345.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya
penguatan manajemen puskesmas dan standar mutu pelayanan dasar ke 26 kabupaten/kota; tersedianya standar mutu pelayanan kesehatan dasar; tersosialisasikannya pedoman Penilaian Kerja Puskesmas (PKP) dan standar mutu kepada Lintas Program/Lintas Sektor terkait;
tersedianya dokumen terkait kegiatan program gigi dan mulut kepada Lintas Program/Lintas Sektor di provinsi, kabupaten/kota dan organisasi profesi; tersosialisasikannya program kesehatan jiwa kepada kabupaten/kota; tersosialisasikannya hasil program Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) kepada 26 kabupaten/kota.
(7) Kegiatan Pelayanan Kesehatan Kerja yang Prima dan Komprehensif di Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 88.625.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah laporan koordinasi kesehatan dengan dokter; tersedianya dokumen terkait pengembangan pelayanan kesehatan kerja di institusi kesehatan pemerintah dan swasta; tersedianya dokumen Standar Prosedur Operasional (SPO) Kesehatan Kerja; laporan terkait koordinasi pelayanan kesehatan lingkungan kerja dalam rangka inisiasi pembentukan Forum Kesehatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3);
laporan koordinasi dengan lintas program/lintas sektor untuk pelayanan kesehatan di lingkungan kerja.
(8) Kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin di Jawa Barat bidang Kesehatan, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
1.215.827.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.101.592.400,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah Dokumen Kesepakatan Pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM); dokumen keikutsertaan JPKM Jawa Barat; Laporan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengembangan JPKM Jawa Barat; Dokumen Pelaksanaan Unit Pengaduan Masyarakat dan informasi permasalahan pengaduan masyarakat miskin di Jawa Barat; Susunan Tim Pengelola KTP Berasuransi Kesehatan tingkat Provinsi; Dokumen informasi pelaksanaan KTP Berasuransi Kesehatan ke 26 kabupaten/kota; Data kesiapan 26 kabupaten/kota tentang pelaksanaan KTP Berasuransi Kesehatan Tahun 2012; Dokumen kajian akademis KTP Berasuransi Kesehatan.
(9) Kegiatan Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Desa Siaga, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.269.862.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.053.617.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 54 adalah tersebarnya informasi Desa Siaga Aktif melalui berbagai media, yaitu televisi, koran, radio, poster, spanduk, banner; kampanye Hari Kesehatan Nasional; Laporan sosialisasi isu aktual Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); tersedianya 5000 buku saku PHBS Rumah Tangga serta 5000 buah form desa siaga; Laporan koordinasi upaya peningkatan PHBS dengan organisasi profesi, organisasi masyarakat dan Pramuka Kesehatan Saka Bakti Husada (SBH); laporan koordinasi upaya peningkatan desa siaga aktif; tersosialisasikan program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (Jamkesmas) melalui berbagai media seperti televisi, radio dan Koran.
(10) Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi
anggaran sebesar Rp. 90.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 83.120.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersebarnya
informasi kesehatan melalui berbagai media, yaitu televisi, radio, spanduk sebanyak 8 buah, poster sebanyak 274 buah, dan banner sebanyak 4 buah; Laporan Self Assesment Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM); Laporan upaya kemitraan dengan lintas program dan lintas sektor.
(11) Kegiatan Fasilitasi PHKI Dalam Pembelajaran dan Pendampingan ICT Bidang Kesehatan, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 319.522.500,- realisasi anggaran sebesar Rp.312.702.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dokumen rumusan bahan intervensi berbasis masyarakat; pengembangan intervensi masalah gizi melalui penyediaan sarana dan prasarana seperti 1800 lembar balik, 27.500 form data, 3 buah televisi dan 18 alat peraga.
(12) Kegiatan Penyuluh Sadar Narkoba kepada kalangan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum, yang dilaksanakan Badan
Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.744.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.694.432.500,-.
Hasil pelaksanaan kegiatan adalah bertambahnya Kader Penyuluh P4GN dari kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat di Jawa Barat sebanyak 4.800 orang melalui penyuluhan berbasis multi media/seni.
(13) Kegiatan Kajian Metoda Sarana Terapi dan Rehabilitasi, yang dilaksanakan Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 296.055.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
295.230.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya buku pedoman metoda sarana bagi panti rehabilitasi di Jawa Barat.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 55 (14) Kegiatan Fasilitasi Peningkatan SDM Konselor Bidang Terapi dan
Rehabilitasi, yang dilaksanakan Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 364.420.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 330.405.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya tenaga konselor bidang adiksi sebanyak 80 orang dan satgas penjangkau dan pendamping sebanyak 5 orang.
(15) Kegiatan Fasilitasi pelaksanaan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tingkat Provinsi Tahun 2011, yang dilaksanakan Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 708.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
643.701.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2011 yang melibatkan beberapa OPD terkait dan Komunitas (perkumpulan/klub/
orsos/ormas) dan pengunjung sebanyak kurang lebih 5.000 orang.
(16) Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Pelaksanaan Test Urine di Jawa Barat, yang dilaksanakan Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.158.550.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 995.304.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya test urine terhadap aparatur Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota sebanyak 4.500 orang.
(17) Kegiatan Family Support Group (FSG) dan Grand Outing Mantan Pecandu, yang dilaksanakan Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 596.310.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 524.325.750,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah laporan keikutsertaan mantan pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba sebanyak 140 orang untuk tidak kembali menggunakan narkoba.
(18) Kegiatan Penguatan Coping Skill SDM Pasca Rehabilitasi (Aftercare), yang dilaksanakan Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 129.495.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 114.977.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya
upaya penguatan coping skill SDM Pasca Rehabilitasi.
(19) Kegiatan Fasilitasi, Koordinasi dan Evaluasi BNP dan BNK/kota serta OPD Provinsi terkait di Jawa Barat, yang dilaksanakan Badan Narkotika
Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 299.230.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah dokumen koordinasi 30 OPD kabupaten/kota dan OPD Provinsi terkait dan evaluasi BNP-BNK kabupaten/kota se-Jawa Barat.
(20) Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Panti Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba di Jawa Barat, yang dilaksanakan Badan
Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 56 Rp. 187.170.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 171.867.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah bertambahnya tenaga petugas panti rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba sebanyak 50 orang.
(21) Kegiatan Fasilitasi Peranan Komunitas (Orsos) dalam Upaya Peningkatan Pemahaman Masyarakat tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba, yang dilaksanakan Badan Narkotika Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
978.169.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya peranan komunitas untuk pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui penyuluhan di Kabupaten/kota.
(22) Kegiatan Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Jiwa, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.403.285.000,-, realisasi anggaran sebesar 1.843.897.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya penyelenggaraan keswa bagi guru BK, tersedianya Duta anti Narkoba di sekolah, dokumen peningkatan mutu pelayanan kesehatan jiwa melalui Familly Gathering, serta pemahaman Life Skil for Children untuk guru SD, SMP dan SMA, Kader, serta Life Skil for Children oleh guru bagi orang tua, terlayaninya pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa, penyegaran penanganan kegawatdaruratan Psikiatri, terbentuknya Unit Cegah Ralaps, terlayaninya kerohanian bagi pasien rehabilitasi, terlayaninya Home Visite/Dropping sebanyak 24 kali, terselenggaranya rujukan pasien, terselengaranya 6 kali supervisi Yankes, 6 kali supervisi di klinik tumbuh kembang Anak, 6 kali supervisi Yankeswa di daerah rawan bencana, 13 kali supervisi Keswa Lansia di Panti Jompo, dan terjaringnya pasien pasung sebanyak 8 kali kegiatan penjaringan.
(23) Kegiatan Pembiayaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Provinsi di Luar Jamkesmas APBN dan APBD Kabupaten/kota, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.940.495.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.652.368.939,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya pasien miskin Rawat Jalan/UGD sebanyak 3.650 orang pertahun, serta terlayaninya pasien rawat inap sebanyak 9.125 orang pertahun.
(24) Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 800.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 307.381.050,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya
pelatihan Motivacional Interviewer, VCT, tenaga konseling pada guru SMP dan SMA di KBB, kelompok dukungan keluarga atau Family support
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 57 group, perkumpulan korban Narkoba atau Narcotic Anonymous Convention, pencegahan kekambuhan atau Relaps Prevention Workshop, pertemuan pasca perawatan atau After Care Meeting, perawatan di rumah atau Home Care, dan magang dokter dan perawat masing-masing sebanyak 4 kali, serta tersedianya alat kedokteran dan alat kesehatan sebanyak 5 unit.
(25) Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS serta penguatan Sistem Rujukan, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 100.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 47.125.350,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah turunnya stigma pemahaman mengenai HIV/AIDS untuk 100 pegawai RSJ Provinsi Jawa Barat, serta pemahaman pencegahan penyebaran HIV/IDS pada 500 siswa SMA di Kabupaten Bandung Barat.
(26) Kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 7.575.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 4.257.519.341,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya masyarakat miskin untuk pelayanan rawat jalan sebanyak 14.157 orang dan rawat inap sebanyak 1.033 orang di Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan.
(27) Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pengendalian Penyakit Menular, PHBS, STBM dan Kabupaten/kota Sehat, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,- realisasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dokumen koordinasi pengendalian penyakit menular, PHBS, STBM dan Kabupaten/kota Sehat antara OPD Provinsi terkait dengan 26 Kabupaten/kota.
(28) Kegiatan Koordinasi, Fasilitasi dan Apresiasi Sekolah Sehat, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 297.300.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya TP-UKS Kabupaten/kota dalam upaya pengembangan program UKS.
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Masih terdapat kebiasaan, kepercayaan, sikap dan budaya masyarakat yang kurang sesuai dengan perilaku hidup sehat. Solusinya diperlukan pendekatan budaya dan kearifan lokal dalam pemberdayaan masyarakat agar dapat memelihara, meningkatkan serta melindungi kesehatan diri dan lingkungannya.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 58 (2) Masih belum sempurnanya pencatatan kepesertaan penduduk miskin
untuk memperoleh pembiayaan jaminan kesehatan. Solusinya diperlukan pendataan penduduk miskin secara terintegrasi dan terbaharui terutama untuk kepesertaan pelayanan jaminan kesehatan melalui identifikasi berdasarkan nama dan alamat bersangkutan.
(3) Masih terbatasnya sarana dan prasarana kesehatan, antara lain ruang rawat inap dan kapasitas tempat tidur di instalasi rawat inap. Solusinya diperlukan kebijakan dan pembiayaan khusus untuk meningkatkan sarana dan prasarana untuk memperbesar daya tampung pelayanan rawat inap untuk pasien miskin.
(4) Masih belum semua instansi pemerintah, swasta dan masyarakat menyadari seriusnya ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terutama pada generasi muda. Solusinya semua potensi (stakeholters) dari mulai tingkat yang paling bawah perlu diberdayakan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba, dengan membangun kemitraan dan melakukan kerjasama baik dengan instansi terkait maupun dengan swasta melalui pendekatan “mencegah lebih baik daripada mengobati”
dalam penanggulangan bahaya penyalahgunaan Narkoba untuk lingkungannya.
(5) Masih perlu penguatan penguatan kelembagaan terutama antisipasi terkait perubahan Sekretariat BNP serta masih belum semua kabupaten/kota di Jawa Barat membentuk BNK/kota maupun BNNK/kota di Jawa Barat. Solusinya Pencegahan dan penanggulangan Narkoba di Jawa Barat dikelola oleh lembaga dengan kapasitas yang lebih baik dalam berkoordinasi dan memfasilitasi.
2) Program Manajemen Pelayanan Kesehatan a) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Penyusunan Regulasi dan Manajemen Pengelolaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM), yang dilaksanakan Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 502.375.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 429.212.500,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya dan tersosialisasikannya Keputusan Gubernur Nomor 978/Kep.426-Dinkes/2010 tentang Bantuan Keuangan untuk Pembangunan Bidang Kesehatan tahun 2011 serta pedoman teknis untuk Pembangunan di Bidang Kesehatan tahun 2011 bagi 26 kabupaten/kota; tersedianya dokumen rancangan Peraturan Gubernur tentang Penetapan Kelembagaan JPKM Jawa Barat dan rancangan Peraturan Gubernur tentang Penetapan Kepesertaan JPKM Jawa Barat; tersedianya rancangan Peraturan Gubernur, rancangan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 59 Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan rancangan Petunjuk Teknis (Juknis) tentang Penyelenggaraan Kesehatan; tersedianya rancangan Peraturan Gubernur tentang Pedoman Pelaksanaan KTP Berasuransi Kesehatan;
serta tersosialisasikannya universal coverage melalui KTP Berasuransi Kesehatan kepada Rumah Sakit Daerah dan Swasta, Dinas Kesehatan di 26 kabupaten/kota serta institusi lainnya yang berada di Provinsi Jawa Barat.
(2) Kegiatan Pemeriksaan Sarana Kesehatan Tertentu dalam Rangka Sertifikasi, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 447.050.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 443.250.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya dokumen persyaratan perijinan sebanyak 4 buku dan dokumen kesepakatan perijinan sarana kesehatan sebanyak 1 buku;
serta terlayaninya proses perizinan di 201 sarana kesehatan.
(3) Kegiatan Akreditasi dan Sertifikasi Sarana Pelayanan Kesehatan Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes), yang dilaksanakan Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 700.555.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 683.880.000,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya 850 set instrumen puskesmas hasil revisi; terbinanya tim akreditasi puskesmas sebanyak 35 orang dan penguatan tim akreditasi laboratorium sebanyak 30 orang, serta penguatan tim fasilitator akreditasi sarana kesehatan (Puskesmas) sebanyak 104 orang; tersedianya dokumen fasilitasi akreditasi laboratorium sebanyak 7 buku; terlaksananya standarisasi Tim Akreditasi Sarana Kesehatan tentang pengenalan Pemahaman SNI-ISO 9001 tahun 2008 sebanyak 25 orang dan standarisasi Tim Akreditasi Sarana Kesehatan tentang dokumentasi SNI-ISO 9001 tahun 2008 sebanyak 25 orang; terkoordinasinya institusi pendidikan tenaga kesehatan; laporan survai akreditasi di 82 puskesmas di Jawa Barat;
terlayaninya akreditasi Rumah Sakit M. Sentot Patrol Pantura Kabupaten Indramayu dan Rumah Sakit Tuberculosis Paru Sidawangi Cirebon;
laporan pemantauan dan evaluasi rencana tindak lanjut 6 Rumah Sakit, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, RSUD Cicalengka Kabupaten Bandung, RSUD Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, RSUD Jampang Kulon Kabupaten Sukabumi, RSU Islam Kabupaten Karawang, RSU Pakuwon Kabupaten Sumedang.
(4) Kegiatan Fasilitasi Penyusunan Perencanaan dan Monev Pembangunan Kesehatan Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 550.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 439.247.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dokumen prosiding Rapat Kerja Kesehatan Daerah
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 60 (Rakerkesda) Provinsi Jawa Barat; dokumen sinergitas perencanaan provinsi dengan 26 kabupaten/kota; dokumen kerjasama penanganan masalah kesehatan antar anggota Mitra Praja Utama (MPU); dokumen perencanaan pembangunan di bidang kesehatan; laporan koordinasi pembangunan di bidang kesehatan dengan lintas program/lintas sektor.
(5) Kegiatan Monev Bantuan Keuangan Pembangunan Bidang Kesehatan, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 234.590.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah laporan
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan bantuan keuangan pembangunan bidang kesehatan tahun 2010, serta laporan verifikasi pelaksanaan pembangunan bidang kesehatan tahun 2012.
(6) Kegiatan Peningkatan Kapasitas Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) sebagai Centre of Excellent Pelayanan Penunjang Diagnostik dan Kesehatan Masyarakat, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 150.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 84.284.425,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dipertahankannya akreditasi ISO 17025 dan ISO 15189, serta registrasi BLK sebagai pelaksana Uji Profesiensi berdasarkan ISO 17043, tersebarnya program promosi BLK melalui bina konsumen dan pembuatan leaflet, kalender, banner, agenda, spanduk dan cinderamata.
(7) Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 246.743.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya buku profil kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2010 dan buku Visualisasi Data Kesehatan; tersedianya dokumen tentang workshop Sistem Informasi Kesehatan; serta laporan pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi pengelolaan data kesehatan.
(8) Kegiatan Pelaksanaan Tata Kelola Rumah Sakit sesuai Standar BLUD, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 201.075.540,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya
dokumen tata kelola BLUD sebanyak 1 paket.
(9) Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi RS, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran
sebesar Rp. 3.500.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 2.738.158.800,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terpasangnya
komputer PC branded sebanyak 61 unit, terpasangnya printer sebanyak 10 unit dan UPS sebanyak 11 unit, serta terkoneksinya kelengkapan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 61 jaringan sebanyak 1 paket; tersedianya perangkat pendukung berupa terpasangnya AC sebanyak 2 unit, meja kerja sebanyak 61 buah dan karpet, serta kamera CCTV sebanyak 1 paket; terpasangnya Software SIM RS dan Website RS sebanyak 1 paket, serta CD driver software sebanyak 25 keping Compact Disc.
(10) Kegiatan Peningkatan Kualitas Standar Pelayanan Akreditasi, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 392.795.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 383.635.500,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terselenggaranya
Bintek Akreditasi RS/pendampingan penyusunan dokumen mutu, dokumen mutu pelayanan akreditasi sebanyak 12 dokumen mutu, serta laporan studi banding ke RS Duren Sawit.
(11) Kegiatan Penyebarluasan Informasi Kesehatan Jiwa pada Masyarakat, yang dilaksanakan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 220.555.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 188.300.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersebarnya
informasi melalui X Banner sebanyak 5 buah, brosur/leaflet sebanyak 1.200 buah, kit informasi pelayanan RS 100, spanduk 5 buah, penayangan di Media Elektronik sebanyak 6 kegiatan, penayangan di Media Cetak sebanyak 3 kegiatan; tersedianya Papan Nama sebanyak 138 buah, dokumen profil dan promosi pelayanan RS, dokumen pedoman Kesehatan Jiwa 27 buku; serta terselenggaranya peringatan HANI dan Keswadun, dan Hari Kesehatan Nasional.
(12) Kegiatan Penyediaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Pasien Gakin, yang dilaksanakan Rumah Sakit Paru Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.531.675.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.813.177.700,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlayaninya penderita penyakit paru dari keluarga miskin Jawa Barat dan meningkatkan angka kesembuhan serta menurunkan angka kematian pasien.
(13) Kegiatan Study Kelayakan RSUD Sidawangi sebagai pusat rujukan se Wilayah III Cirebon, yang dilaksanakan Rumah Sakit Paru Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 300.000.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dokumen hasil analisis kelayakan Rumah Sakit Paru menjadi RSUD Provinsi Jawa Barat.
(14) Kegiatan Pengelolaan kesehatan lingkungan, yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 214.387.900,-, realisasi anggaran sebesar Rp.
21.721.900,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah dokumen pemeriksaan
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 62 air limbah dan air bersih serta dokumen pengolahan sampah medis, sampah umum, dan uji mutu.
(15) Kegiatan Peningkatan Cakupan Layanan Kesehatan RSUD Al-Ihsan, yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.935.087.500,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 487.040.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah pelayanan medical chek up bagi para peserta askes.
(16) Kegiatan Pengadaan Sistem Informasi Manajemen (SIM RS), yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2.995.475.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 1.455.375.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah tersedianya perangkat keras berupa komputer dan konsultasi jaringan Local Area Network.
(17) Kegiatan Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Operasional di RSUD Al- Ihsan, yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah Al Ihsan
Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 180.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 157.250.192,-. Hasil
pelaksanaan kegiatan adalah laporan pemeriksaan air limbah dan air bersih, serta laporan pengolahan sampah medis dan sampah umum serta uji mutu.
(18) Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV
& AIDS di Jawa Barat, yang dilaksanakan Biro Pelayanan Sosial Dasar Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.75.000.000,-, realisasi anggaran sebesar Rp. 55.760.000,-. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terbaharuinya informasi terkini tentang kebijakan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS secara nasional, serta terbangunnya komitmen antara Pemerintah dan Stakeholder di 9 KPA Kabupaten/kota khususnya dalam rangka pengembangan program pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS melalui transmisi seksual.
b) Permasalahan dan Solusi
(1) Belum terbentuknya informasi kesehatan yang tersistem dan terkoneksi mulai dari sumber informasi, pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan publikasi data secara aktual. Solusinya pengembangan sistem informasi kesehatan dilakukan secara terstruktur dengan cara pengumpulan dan pelaporan melalui pengembangan jaringan informasi yang melibatkan seluruh shareholders.
(2) Masih belum optimalnya perencanaan dan pengelolaan anggaran yang berasal dari 2 sumber (RSUD dan APBD) serta cakupan pelayanan Rumah Sakit. Solusinya Mengoptimalkan seluruh sumber pendanaan