RAJA HIZKIA MENYEMBAH ALLAH
MELALUI MUSIK
Kitab Bacaan:
2 Taw. 29:25-31
Kebenaran Pelajaran:
Hizkia memimpin rakyatnya dalam menyembah Allah melalui musik.
Tujuan Pelajaran:
Mengajarkan murid-murid bahwa mereka dapat menyembah Allah melalui pujian.
Ayat Hafalan:
“Datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!” (Mzm. 100:2)
Doa:
Di dalam nama Tuhan kami, Yesus Kristus, kami berdoa. Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah menjadi seorang Juruslamat bagi kami. Kami ingin menyembah Engkau dengan pujian. Ajarkanlah agar kami dapat memberikan yang terbaik dari milik kami kepada-Mu. Haleluya! Amin.
PERSIAPAN MENGAJAR
Pada tahun pertama pemerintahan raja Hizkia, ia memulainya dengan memperbaiki Bait Allah. Raja Hizkia juga memimpin rakyatnya untuk menyembah Allah melalui alat-alat musik dan nyanyian.
Para imam memainkan nafiri. Alat musik ini pendek, lurus dengan 4 atau 5 buah nada. Peralatan musik tradisional Israel ini tercantum di dalam Bil. 10:2-10.
Ceracap (2 Taw. 29:25) adalah alat musik ini masih menggunakan nama yang sama hingga pada hari ini. Alat musik ini terdiri dari 2 buah piringan berukuran besar, terbuat dari kuningan atau logam lainnya, menghasilkan suara yang berdentang pada waktu diadukan. Gambus adalah semacam sitar atau kecapi yang berbentuk seperti gitar. Alat musik ini memiliki 10 atau 12 senar. Dan ada pula semacam kecapi kecil yang berbentuk persegi empat, dengan kedua ujungnya yang melengkung ke atas dan dihubungkan oleh sebuah batang. Senarnya berukuran sama panjang. Seringkali dipakai untuk mengiringi nyanyian.
Musik memainkan peranan yang demikian penting di dalam kehidupan murid-murid Anda seperti saat mereka mendengarkan musik dari kaset, CD, maupun video. Mungkin murid-murid Anda merasa bingung mengapa beberapa jenis musik tidak sesuai digunakan di dalam gereja. Jelaskanlah kepada mereka bahwa ketika kita datang ke gereja untuk menyembah Allah, kita perlu bersikap hormat. Allah menghendaki agar kita menyembah-Nya dengan sikap hormat dan takut.
KISAH PELAJARAN
Murid-murid yang terkasih, pada hari ini, kita akan menyanyikan banyak lagu pujian! Bernyanyi adalah suatu cara yang baik untuk menyembah Allah. Siapa yang suka menyanyi? (Biarkan anak-anak mengangkat tangan mereka atau menjawab) Musik dapat membuat kita merasa senang. Allah pun dapat merasa senang ketika kita bernyanyi bagi-Nya.
Apakah kalian mengetahui bahwa ternyata ada banyak orang di dalam Alkitab yang mengasihi Allah dan mereka ingin agar Allah mengetahui bahwa mereka mengasihi-Nya? Beberapa orang suka membawakan persembahan untuk menunjukkan kasihnya kepada Allah. Beberapa orang lagi suka membaca firman Allah yang tertulis di dalam gulungan besar. Beberapa orang lainnya suka berdoa. Mereka berkata, ”Kami mengasihi-Mu, Tuhan!”
Raja Hizkia Mengasihi Allah
Adalah seorang raja yang bernama Hizkia yang sangat mengasihi Allah. Hizkia ingin memuji Allah dengan cara yang berbeda. Ia merenungkan tentang semua cara yang raja Daud gunakan untuk memuji Allah. Raja Daud memang menyukai musik. Hal itu memberikan suatu ide kepada Hizkia. Orang-orang yang datang ke Bait Allah dapat menyembah Allah dengan musik juga!
Rakyat Memainkan Berbagai Macam Alat Musik
Beberapa orang memainkan nafiri. Toot-ta-ta-toot. Raja Hizkia suka Pada umumnya, anak kecil suka benyanyi. Setiap kali Anda memperkenal-kan lagu baru kepada mereka, diskusimemperkenal-kanlah liriknya itu sehingga pesan lagu itu dapat tertanam di dalam hati dan pikiran murid-murid Anda. Pada umumnya, anak kecil tidak menyukai hal yang asing, jadi biasakanlah untuk mengulang lagu yang telah diajarkan agar mereka sukai sepanjang tahun.
Mungkin sulit bagi murid-murid Anda untuk berdoa kepada Allah dengan sendirinya. Jelaskanlah bahwa pujian juga menyerupai dengan doa dan kadangkala mereka dapat memuji Allah dengan lagu ketika mereka ingin berbicara kepada Allah. Bila memungkinkan seleksilah lagu murid-murid Anda yang berhubungan dengan pelajaran untuk dinyanyikan sebelumnya, selama dan setelah pelajaran berakhir.
Nafiri:
Sejenis alat musik.
Gambus:
Sejenis alat musik dengan banyak senar.
Ceracap:
Sejenis alat musik; 2 piringan logam yang bila diadukan satu sama lainnya akan menghasilkan suatu bunyi yang berdentang.
MENGULANG DAN PERTANYAAN
1. Banyak orang yang tercatat di dalam Alkitab menunjukkan kasih mereka kepada Allah. Bagaimanakah cara mereka menunjukkan kasih mereka itu kepada Allah? (Mereka membawa persembahan, membaca firman Allah yang dituliskan di dalam sebuah gulungan besar, berdoa, dan lain sebagainya.) 2. Siapakah raja yang ingin menyembah Allah dengan musik? (Raja Hizkia.) 3. Alat musik apakah yang mereka gunakan dalam menyembah Allah? (Nafiri,
gambus, kecapi, ceracap, dan lain sebagainya.)
4. Apakah yang mereka nyanyikan bagi Allah? (Mereka bernyanyi, ”Pujilah Tuhan, sebab Ia baik.”)
5. Menurut kalian, apakah Allah menyukai cara banyak orang saat mereka memuji Allah? (Ya, Allah demikian bersukacita.)
6. Apakah kalian mengetahui bahwa mengapakah Allah tidak menyukai saat kita menyanyikan lagu lain selain lagu rohani? (Karena lagu lainnya itu tidak memberitahukan kepada kita tentang kasih Allah.)
Di dalam pelajaran ini, kita belajar banyak mengenai cara menyembah Allah. Dapatkah kalian memberitahukannya kepadaku? (Kita dapat menyembah Allah dengan memberikan persembahan, mendengarkan firman Allah, berdoa, bernyanyi, dan lain sebagainya.) Kapanpun kita berdoa atau merenungkan tentang kasih Allah, maka kita hendaknya bersyukur atas banyak cara yang dapat lakukan dalam menyembah Allah.
mendengar bunyi nafiri untuk memuji Allah!
Beberapa orang memainkan gambus. Pling-plung. Pling-pling-plung. Pling-pling. Pling-pling-plung. Raja Hizkia juga menyukai bunyi gambus untuk memuji Allah!
Beberapa orang memainkan ceracap. bang! Clang-crash-bang! Raja Hizkia ternyata menyukai pula bunyi ceracap untuk memuji Allah!
Beberapa orang menyanyikan pujian bagi Allah. “Pujilah Tuhan, karena Ia
baik!” demikianlah mereka bernyanyi. Mereka menyanyikan pujian yang dituliskan
oleh ayah raja Salomo, yaitu raja Daud.
Para penyanyi sedang bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi, sementara itu, para pemain musik sedang bermain, bermain, dan bermain. Dan rakyat yang mendengarkan, turut memuji dan menyembah-Nya.
Allah sangat senang mendengarkan musik pujian untuk-Nya. Ia bersukacita karena semua orang yang memuji dan menyembah-Nya.
KISAH APLIKASI KEHIDUPAN
Menyembah dengan Pujian!
Di dalam kelas Indria Ibu Laurie pada hari ini, ada beberapa hal menarik yang terjadi. Di atas meja terletak beberapa alat musik. Pada hari ini, mereka akan menyembah Allah melalui musik!
Ketika setiap murid duduk diam di tempatnya masing-masing, Ibu Laurie membagi-bagikan alat musik kepada mereka.
Ibu Laurie memberikan kepada Susie dan Juan sebuah kotak kayu dan alat pemukulnya. Di dalam kotak itu terdapat ukiran. Ketika Susie dan Juan memukul kotak itu, terdengarlah bunyi, ”Bok! Bok!”
Ibu Laurie memberikan kepada Tommy dan Cathy sebuah segitiga perak dengan tongkat perak. Ketika Tommy dan Cathy memukul alat itu dengan tongkat peraknya, maka terdengarlah bunyi, ”Ting-a-ling! Ting-a-ling!”
Jean mendapatkan rebana. Rebana itu kecil, sejenis genderang yang tipis. Warnanya keperakan, terdapat piringan tipis di sekelilingnya. Ketika Jean memukul genderang itu, maka terdengarlah bunyi, ”Ching-a-ching! Ching-a-ching!”
John mendapatkan maraca. Maraca adalah sebuah tongkat dengan bulatan di ujungnya yang terbuat dari kayu. Di dalam bulatan itu ada beberapa butir kelereng. Ketika John mengocok alat musik itu, maka terdengarlah bunyi,
”Shik-a-shik-a!”
Kemudian Ibu Laurie mengeluarkan alat musiknya sendiri, yaitu sebuah gitar.
“Sekarang kita semua telah memiliki alat musik, marilah kita sekarang memilih sebuah lagu untuk memuji Yesus!” kata Ibu Laurie.
Semua murid setuju. Mereka semua begitu senang dengan alat musik baru mereka. Mulailah mereka memilih lagu “Yesus Cinta Anak Kecil” yang terdapat di dalam buku Aku Senang Menyanyi.
Sementara mereka bernyanyi, mereka mulai memainkan alat musik mereka. Susie dan Juan membunyikan, ”Bok! Bok!” dari alat musik kotak kayunya. Tommy dan Cathy membunyikan, ”Ting-a-ling! Ting-a-ling!" dari alat musik segitiganya. Jean membunyikan, ”Ching-aching! Ching-a-ching!” dari rebananya. John membunyikan, ”Shik-a-shik! Shik-a-shik!” dari maraca.
Setelah mereka selesai menyanyikan lagu itu, maka Susie berkata,
”Memuji Allah itu sangat mengasyikan!”
Juan berkata, ”Ya, benar! Menurut kalian, apakah Yesus menyukai lagu
yang kita nyanyikan dengan alat musik itu?”
“Aku yakin bahwa Yesus menyukainya, karena kalian bernyanyi dari dalam hati kalian,” kata Ibu Laurie.
“Marilah kita nyanyikan sebuah lagu lagi untuk memuji Allah kita,” kata
Juan.
Pertanyaan untuk Direnungkan
1. Apakah yang menarik yang terjadi di dalam kelas Ibu Laurie pada hari itu? 2. Menurut kalian, apakah Yesus akan menyukai lagu yang mereka telah
AKTIVITAS 1
Berpura-pura Menjadi Musisi Bahan:
Jam beker untuk pengeras suara. Kardus atau bangku untuk mimbar. Tape atau CD player. Rekaman lagu yang telah dikenal.
Petunjuk:
1. Biarkanlah murid-murid Anda secara bergantian memerankan seolah-olah mereka adalah musisi di dalam gereja. (Anggota paduan suara, penyanyi solo, pemain piano, pemain organ, dan lain sebagainya. )
2. Bila tape atau CD player tersedia dengan rekaman lagu yang telah dikenal baik oleh murid-murid Anda, maka mereka dapat bergantian berpura-pura menyanyikan lagu itu. Anda perlu mendemonstrasikan bagaimana berpura-pura bernyanyi sambil diiringi dengan musik.
Begitu menyenangkan bila berpura-pura menjadi musisi di dalam gereja. Ingatkanlah kepada mereka bahwa ada banyak cara untuk menyembah Allah. Mungkin sebagian dari mereka kelak akan bergabung di dalam paduan suara yang telah ada. Memainkan organ dan piano, atau alat musik lainnya dapatlah menyembah Allah.
AKTIVITAS 2
Membuat Rebana Sendiri Bahan: Piringan kertas Bel Kawat Pembuat lubang Kertas crepe Krayon atau spidol Stapler
Batu-batu kecil Kertas lipat Gunting
Petunjuk:
1. Selanjutnya potonglah kawat sepanjang 8 cm masing-masing 5 batang kawat untuk tiap orang murid. Kawat ini digunakan untuk mengaitkan bel pada sisi rebana.
2. Berikanlah kepada tiap murid 2 buah piringan kertas dan biarkanlah mereka mewarnai bagian bawahnya. Anda dapat menuliskan Ayat Hafalan pada sebuah sisi piringan itu.
3. Pastikanlah murid-murid Anda menempelkan piringan kertas yang satu di atas yang lainnya. Buatlah 5 buah lubang pada kedua sisi piringan kertas itu.
4. Berikanlah kepada tiap orang murid 5 buah bel dan 5 batang kawat. Pastikanlah murid-murid mengaitkan tiap batang kawat itu pada bel yang ada, kemudian pasangkanlah pada lobang di sisi piringan kertas itu. Putarlah kedua ujung batang kawat itu agar saling bertemu.
5. Sediakanlah kertas crepe yang berwarna-warni untuk ditempelkan pada sisi pinggiran piringan kertas itu.
6. Bila tidak ada bel, Anda dapat menaruh batu-batu kecil di antara piringan kertas itu lalu satukanlah sisi-sisi piringan kertas itu dengan menggunakan stapes. 7. Nyanyikanlah 1 atau 2 buah lagu sehingga murid-murid dapat memainkan