2016 Diaudit/ Audited
19. SHORT-TERM BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)
a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. a. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2016 2015
PT Bakrie Swasakti Utama 14.425.480.784 14.810.918.980 PT Bakrie Swasakti Utama
PT Graha Andrasentra PT Graha Andrasentra
Propertindo Tbk. - 196.578.750.000 Propertindo Tbk.
Jumlah 14.425.480.784 211.389.668.980 Total
Pada tanggal 25 Juni 2012, PT Bakrie Swasakti Utama (BSU) memperoleh fasilitas kredit dari BRI dengan pagu pinjaman sebesar US$ 1,07 juta untuk tambahan modal kerja usaha pembangunan proyek properti Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga bulanan sebesar 2,5% dan jatuh tempo pada tanggal 24 Januari 2013 dan telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 24 Maret 2017. Pinjaman ini dijamin dengan deposito berjangka milik Entitas Induk di BRI sebesar US$ 1,08 juta (lihat Catatan 11).
On June 25, 2012, PT Bakrie Swasakti Utama (BSU) obtained a loan facility from BRI with maximum amount of US$ 1.07 million for additional working capital of the Company’s properties development activities. This loan bears monthly interest rate at 2.5% and due on January 24, 2013 and has been extended until March 24, 2017. This loan was secured with time deposits owned by the Company at BRI amounted to US$ 1.08 million (see Notes 11).
Pada tahun 2016 dan 2015, BSU telah melakukan pembayaran bunga pinjaman masing-masing sebesar Rp 341,70 juta dan Rp 342,50 juta.
In 2016 and 2015, BSU has paid interest expenses amounted to Rp 341.70 million and Rp 342.50 million, respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo atas utang fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar dengan Rp 14,43 miliar dan Rp 14,81 miliar.
As of December 31, 2016 and 2015, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 14.43 billion and Rp 14.81 billion, respectively.
Pada tanggal 26 Oktober 2011, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (GAP) memperoleh fasilitas kredit modal kerja kontraktor dari BRI dengan jumlah pagu pinjaman sebesar US$ 14,25 juta dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Oktober 2012. Fasilitas ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 3% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan deposito atas nama Entitas Induk sebesar US$ 14,39 juta (lihat Catatan 11). Pada tanggal 11 November 2012, GAP
dan BRI menandatangani addendum perjanjian kredit bahwa fasilitas ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 2,5% per tahun diatas 1% suku bunga deposito yang
dijaminkan dan akan jatuh tempo pada
27 Oktober 2014. Pada saat jatuh tempo, pinjaman ini
telah diperpanjang sampai dengan bulan
April 2016.
On October 26, 2011, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (GAP) obtained a contractor working capital loan facilities from BRI with a maximum amount of US$ 14.25 million and will be due on October 26, 2012. This loan facilities bear annual interest rate of 3%. These loan secured with time deposits owned by the Company amounted to US$ 14.39 million (see Note 11). On November 11, 2012, GAP and BRI signed an addendum of loan agreement which the loan facilities bears annual interest rate of 2.5% above 1% of the collateral time deposits interest rate and will due on October 27, 2014. When its due, this loan facilities has been extended until April 2016.
Pada tanggal 21 Maret 2016, GAP melakukan pelunasan atas utang ini beserta bunga dan denda kepada BRI, melalui pencairan deposito Entitas Induk yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman tersebut.
On March 21, 2016, GAP has fully paid this loan with interest and penalties to BRI, through disbursement of deposits of the Company which used as collateral for the loan.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo atas utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp nihil dan Rp 196,58 miliar.
As of December 31, 2016 and 2015, the outstanding balance of this loan facilities amounted to Rp nil and Rp 196.58 billion, respectively.
PT Bakrie Swasakti Utama 14.425.480.784 14.810.918.980 PT Graha Andrasentra
Propertindo Tbk. - 196.578.750.000
Pada tanggal 25 Juni 2012, PT Bakrie Swasakti Utama (BSU) memperoleh fasilitas kredit dari BRI dengan pagu pinjaman sebesar US$ 1,07 juta untuk tambahan modal kerja usaha pembangunan proyek properti Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga bulanan sebesar 2,5% dan jatuh tempo pada tanggal 24 Januari 2013 dan telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 24 Maret 2017. Pinjaman ini dijamin dengan deposito berjangka milik Entitas Induk di BRI sebesar US$ 1,08 juta (lihat Catatan 11).
)
Pada tahun 2016 dan 2015, BSU telah melakukan pembayaran bunga pinjaman masing-masing sebesar Rp 341,70 juta dan Rp 342,50 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo atas utang fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar dengan Rp 14,43 miliar dan Rp 14,81 miliar. Pada tanggal 26 Oktober 2011, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (GAP) memperoleh fasilitas kredit modal kerja kontraktor dari BRI dengan jumlah pagu pinjaman sebesar US$ 14,25 juta dan akan jatuh tempo pada tanggal 26 Oktober 2012. Fasilitas ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 3% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan deposito atas nama Entitas Induk sebesar US$ 14,39 juta
. Pada tanggal 11 November 2012, GAP dan BRI menandatangani addendum perjanjian kredit bahwa fasilitas ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 2,5% per tahun diatas 1% suku bunga deposito yang
dijaminkan dan akan jatuh tempo pada
27 Oktober 2014. Pada saat jatuh tempo, pinjaman ini
telah diperpanjang sampai dengan bulan
April 2016.
Pada tanggal 21 Maret 2016, GAP melakukan pelunasan atas utang ini beserta bunga dan denda kepada BRI, melalui pencairan deposito Entitas Induk yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo atas utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp nihil dan Rp 196,58 miliar.
b. PT Bank Mayapada Internasional Tbk. b. PT Bank Mayapada Internasional Tbk. Pada tanggal 23 Januari 2013, BSU memperoleh
fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (Mayapada) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 250 miliar yang terdiri dari:
On January 23, 2013, BSU obtained a loan facility for its capital from PT Mayapada Internasional Tbk. (Mayapada) with a maksimum amount of Rp 250 billion, which consists of:
1) Fasilitas pinjaman tetap on demand sebesar
Rp 150 miliar;
2) Fasilitas pinjaman rekening koran sebesar
Rp 20 miliar; dan
1) Fixed on demand loan facility amounted to Rp 150 billion;
2) Bank overdraft facility amounted to Rp 20 billion; and
3) Fasilitas pinjaman tetap angsuran sebesar
Rp 80 miliar. 3) Fixed installment loan facility amounted toRp 80 billion.
Pada tanggal 22 April 2013, BSU menandatangani addendum penambahan jumlah maksimum fasilitas pinjaman untuk modal kerja dari Mayapada menjadi sebesar Rp 350 miliar, sehingga fasilitas menjadi sebagai berikut:
On April 22, 2013, BSU entered into amendment to add the maximum amount of loan facility for working capital from Mayapada to be up to Rp 350 billion, therefore the facility become as follows:
1) Fasilitas pinjaman tetap on demand sebesar
Rp 150 miliar dan fasilitas pinjaman tetap on demandtambahan sebesar Rp 100 miliar;
2) Fasilitas pinjaman rekening koran sebesar
Rp 20 miliar; dan
3) Fasilitas pinjaman tetap angsuran sebesar
Rp 80 miliar.
4) 1) Fixed on demand loan facility amounted to Rp 150 billion and additional fixed on demand loan facility amounted to Rp 100 billion; 2) Bank overdraft facility amounted to
Rp 20 billion; and
3) Fixed installment loan facility amounted to Rp 80 billion.
Seluruh fasilitas pinjaman tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan terhitung mulai tanggal
29 Januari 2013 sampai dengan tanggal
29 Januari 2014 dan dikenai tingkat suku bunga tahunan sebesar 12%. Pinjaman tersebut dijamin dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 527/Karet Kuningan seluas 8.066 m2.
All loan facilities will be due within 12 months starting from January 29, 2013 until January 29, 2014 and bears annual interest rate at 12%. These loans are secured with Building Use Rights certificate (SHGB) No. 527/Karet Kuningan with an area of 8,066 Sqm.
Pada tanggal 29 Januari 2014, BSU telah melunasi pinjaman kepada Mayapada atas fasilitas pinjaman angsuran tetap sebesar Rp 80 miliar.
On January 29, 2014, BSU has fully repaid the fixed installment loan facility to Mayapada amounted to Rp 80 billion.
Pada saat jatuh tempo, pinjaman ini telah diperpanjang, terakhir pada tanggal 28 Januari 2016
berdasarkan Perjanjian Persesuaian Kredit
No. 030/Pers/AOO/I/2016 atas perubahan jangka waktu, tingkat suku bunga dan provisi fasilitas pinjaman. Jangka waktu fasilitas pinjaman tersebut diperpanjang 12 bulan terhitung dari tanggal 29 Januari 2016 dan akan berakhir pada tanggal 29 Januari 2017 dengan tingkat suku bunga sebesar 15% per tahun untuk fasilitas rekening koran dan 16% per tahun untuk fasilitas tetap on demand dan biaya provisi sebesar 1%.
When the loan is due, its has been extended, the latest on January 28, 2016 based on Rapprochement Credit Agreement No. 030/Pers/AOO/I/2016 upon the changes in loan period, interest rate and provision fee. The term of the loan facility has been extended for 12 months from January 29, 2016 and will be due on January 29, 2017 with an annual interest rate of 15% for bank overdraft facility and 16% for fixed on demand loan facility and provision fee of 1%.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 394,99 miliar dan Rp 394,42 miliar.
As of December 31, 2016 dan 2015, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 394.99 billion and Rp 394.42 billion, respectively.
19. UTANG BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN JANGKA PENDEK (lanjutan)
19. SHORT-TERM BANK AND FINANCIAL INSTITUTION LOANS (continued)
b. PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (lanjutan) b. PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (continued)
Pada tanggal 7 April 2016, PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS), Entitas Anak memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari Mayapada dengan jumlah maksimum sebesar Rp 326 miliar, yang terdiri dari:
1. Fasilitas pinjaman tetap on demand sebesar
Rp 300 miliar; dan
2. Fasilitas pinjaman rekening koran sebesar Rp 26 miliar.
On April 7, 2016, PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS), a Subsidiary obtained a working capital loan facility from Mayapada with a maximum amount of Rp 326 billion, which consisting of:
1. On-demand loan facility amounted to Rp 300 billion; and
2. Current account loan facility amounting to Rp 26 billion.
Fasilitas pinjaman tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, terhitung mulai tanggal 18 April 2016 sampai dengan tanggal 18 April 2017, dan dikenai tingkat suku bunga sebesar 15% per tahun dan biaya provisi sebesar 1%, yang dapat berubah sesuai dengan ketentuan bank. Pinjaman tersebut dijamin
dengan SHGB atas tanah seluas 475.085 m2, dengan
rincian sebagai berikut:
All the loan facilities will be due within 12 months starting from April 18, 2016 until April 18, 2017 and bears annual interest rate of 15% and 1% provision fee, which may change as required by the bank. The loan is secured with SHGB of land with an area of 475,085 sqm, with details as follows:
1. SHGB atas tanah di Kecamatan Sukodono seluas 327.110 m2.
2. SHGB atas tanah di Kecamatan Krian seluas 88.066 m2.
3. SHGB atas tanah di Kecamatan Wonoayu seluas 59.909 m2.
1. SHGB of land in Sukodono sub-district with a total area of 327,110 sqm.
2. SHGB of land in Krian sub-district with a total area of 88,066 sqm.
3. SHGB of land in Wonoayu sub-district with a total area of 59,909 sqm.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 198,21 miliar dan Rp nihil.
As of December 31, 2016 and 2015, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 198.21 billion and Rp nil, respectively.
c. PT Bank Bukopin Tbk. c. PT Bank Bukopin Tbk.
2016 2015
PT Graha Andrasentra PT Graha Andrasentra
Propertindo Tbk. 9.988.218.344 10.000.000.000 Propertindo Tbk.
PT Bakrie Swasakti Utama 9.589.000.000 9.589.000.000 PT Bakrie Swasakti Utama
Jumlah 19.577.218.344 19.589.000.000 Total
Pada tanggal 1 Juni 2009, BSU, Entitas Anak, memperoleh Fasilitas Kredit Back-To-Back dari Bukopin dengan pagu pinjaman sebesar Rp 15 miliar untuk penyelesaian pembangunan gedung Bakrie Tower di kawasan Rasuna Epicentrum. Fasilitas kredit ini akan jatuh tempo dalam 6 bulan sejak tanggal perjanjian. Perjanjian kredit ini telah diperpanjang beberapa kali yang terakhir sampai dengan tanggal 2 Maret 2017. Pinjaman ini dijaminkan dengan deposito milik Entitas Induk sebesar Rp 10,07 miliar (lihat Catatan 11).
On June 1, 2009, BSU, a Subsidiary, obtained Back- To-Back Loan Facility from Bukopin amounted Rp 15 billion for completion of Bakrie Tower building in Rasuna Epicentrum Complex. This loan facility will be due within 6 months from the date of the agreement. The loan facility agrement has been extended several times and the latest is until March 2, 2017. This loan is secured with time deposit owned by Entitas Induk amounted to Rp 10.07 billion (see Notes 11).
Pada tahun 2016 dan 2015, BSU telah membayar bunga pinjaman ke Bukopin masing-masing sebesar Rp 898,55 juta dan Rp 749,27 juta.
In 2016 and 2015, BSU has paid interest expenses to Bukopin amounted to Rp 898.55 million and Rp 749.27 million, respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 9,59 miliar dan Rp 9,59 miliar.
As of December 31, 2016 dan 2015, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 9.59 billion and Rp 9.59 billion, respectively.
.
Pada tanggal 7 April 2016, PT Mutiara Masyhur Sejahtera (MMS), Entitas Anak memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari Mayapada dengan jumlah maksimum sebesar Rp 326 miliar, yang terdiri dari:
1. Fasilitas pinjaman tetap sebesar
Rp 300 miliar; dan
2. Fasilitas pinjaman rekening koran sebesar Rp 26 miliar.
Fasilitas pinjaman tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, terhitung mulai tanggal 18 April 2016 sampai dengan tanggal 18 April 2017, dan dikenai tingkat suku bunga sebesar 15% per tahun dan biaya provisi sebesar 1%, yang dapat berubah sesuai dengan ketentuan bank. Pinjaman tersebut dijamin
dengan SHGB atas tanah seluas 475.085 m2, dengan
rincian sebagai berikut:
1. SHGB atas tanah di Kecamatan Sukodono seluas 327.110 m2.
2. SHGB atas tanah di Kecamatan Krian seluas 88.066 m2.
3. SHGB atas tanah di Kecamatan Wonoayu seluas 59.909 m2.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 198,21 miliar dan Rp nihil.
PT Graha Andrasentra
Propertindo Tbk. 9.988.218.344 10.000.000.000
PT Bakrie Swasakti Utama 9.589.000.000 9.589.000.000
Pada tanggal 1 Juni 2009, BSU, Entitas Anak, memperoleh Fasilitas Kredit Back-To-Back dari Bukopin dengan pagu pinjaman sebesar Rp 15 miliar untuk penyelesaian pembangunan gedung Bakrie Tower di kawasan Rasuna Epicentrum. Fasilitas kredit ini akan jatuh tempo dalam 6 bulan sejak tanggal perjanjian. Perjanjian kredit ini telah diperpanjang beberapa kali yang terakhir sampai dengan tanggal 2 Maret 2017. Pinjaman ini dijaminkan dengan deposito milik Entitas Induk sebesar Rp 10,07 miliar (lihat Catatan 11).
-
Pada tahun 2016 dan 2015, BSU telah membayar bunga pinjaman ke Bukopin masing-masing sebesar Rp 898,55 juta dan Rp 749,27 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 9,59 miliar dan Rp 9,59 miliar.
c. PT Bank Bukopin Tbk. (lanjutan) c. PT Bank Bukopin Tbk. (continued) Pada tanggal 21 Maret 2011, GAP memperoleh
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran bersama-sama dengan fasilitas kredit lain dari Bukopin dengan pagu pinjaman sebesar Rp 5 miliar. Fasilitas ini digunakan untuk tambahan modal kerja Aston Bogor Hotel dan Resort Tower A dan B. Pinjaman ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 11,5% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 Maret 2019. Pinjaman ini
dijamin dengan tanah dan bangunan milik GAP(lihat
Catatan 9 dan 15).
On March 21, 2011, GAP obtain a Current Account Loan Facility together with other credit facility from Bukopin with a maximum amount of Rp 5 billion. This loan is used for additional working capital of Aston Bogor Hotel and Resort Tower A and B. This loan bears annual interest rate of 11.5% and will be due on March 21, 2019. This loan is secured by land and building owned by GAP (see Notes 9 and 15).
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 5 miliar dan Rp 5 miliar.
As of December 31, 2016 and 2015, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 5 billion and Rp 5 billion, respectively.
Pada tanggal 29 Maret 2011, GAP memperoleh Fasilitas Pinjaman Rekening Koran bersama-sama dengan fasilitas kredit dari Bukopin dengan pagu pinjaman sebesar Rp 5 miliar. Fasilitas ini digunakan untuk keperluan tambahan modal kerja The Jungle Waterpark. Pinjaman ini dikenai tingkat suku bunga sebesar 11,5% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 Maret 2019. Pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan milik GAP(lihat Catatan 9 dan 15).
On March 29, 2011, GAP obtain a Current Account Loan Facility together with other credit facility from Bukopin with a maximum amount of Rp 5 billion. This loan is used for additional working capital of The Jungle Waterpark. This loan bears annual interest rate of 11.5% and will be due on March 29, 2019. This loan is secured by land and buildings owned by GAP (see Notes 9 and 15)
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo utang atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp 4,99 miliar dan Rp 45 miliar.
As of December 31, 2016 and 2015, the outstanding balance of this loan facility amounted to Rp 4.99 billion and Rp 45 billion, respectively.
d. PT Star Finance d. PT Star Finance
Pada bulan Desember 2013, BSU memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Star Finance. Berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 111 tanggal 23 Desember 2013, mengenai Perjanjian Fasilitas Anjak Piutang, BSU mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar yang digunakan untuk modal kerja dengan jangka waktu selama 12 bulan sejak penandatanganan perjanjian ini. Besarnya biaya diskonto adalah sebesar 1,34% per bulan. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha milik BSU sebesar Rp 120,48 miliar(lihat Catatan 7).
In December 2013, BSU obtained a working capital loan facility from PT Star Finance. Based on Notarial Deed No. 111 of Yulia, S.H., dated December 23, 2013, regarding Factoring Agreements, BSU obtained a loan facility amounted to Rp 100 billion which was used for working capital and will be due within 12 months from the signing date of the agreement. The discount rate is 1.34% per month. This loan is secured by trade reveivables of BSU amounted to Rp 120.48 billion (see Note 7).
Pada tanggal 19 Mei 2016, BSU, Entitas Anak melakukan pelunasan utang beserta bunga kepada PT Star Finance.
On May 19, 2016, BSU, a Subsidiary, has fully paid principal and interest loan to PT Star Finance.
Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, saldo utang bersih setelah dikurangi biaya transaksi pinjaman yang belum diamortisasi atas fasilitas pinjaman ini masing-masing sebesar Rp nihil dan Rp 27,95 miliar.
As of December 31, 2016 and 2015, the net outstanding balance after net of unamortized transaction costs of this loan facility amounted to Rp nil and Rp 27.95 billion, respectively.