• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KEPUSTAKAAN

Dalam dokumen EKONOMI DAN PEMBANGUNAN (Halaman 77-81)

Tenaga kerja merupakan modal utama serta pelaksana daripada produksi baik barang maupun jasa. Tujuan penting pembangunan nasional adalah mensejahterakan masyarakat termasuk tenaga kerja. Tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya. Menurut Undang-undang No.13 Tahun 2003, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

menurut Tjiptoherijanto ( 1996 : 4), yang dimaksud dengan tenaga kerja adalah penduduk usia kerja ( 15 tahun ke atas ) atau 15-64 tahun dan penduduk secara potensial dapat bekerja merupakan modal utama serta pelaksanaan daripada pembangunan masyarakat. Menurut Simanjuntak ( 1998 : 2), tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah bekerja atau sedang belajar, yang sedang mencari pekerjaan dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah dan mengurus rumah tangga. Bagi pencari kerja, mereka yang sedang bersekolah dan mengurus rumah tangga, walaupun sedang tidak bekerja tapi sewaktu-waktu dapat masuk dalam pasar kerja.

Sedangkan menurut Manulang (2001 : 5), tenaga kerja terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Yang termasuk dalam golongan angkatan kerja adalah golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur atau yang sedang mencari pekerjaan, serta yang termasuk dalam bukan angkatan kerja terdiri dari ibu rumah tangga dan golongan lain-lain atau penerima pendapatan.

Mobilitas dapat diartikan sebagai perpindahan dari satu tempat ketempat lain atau dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain (Subri, 2003 : 119). Sedangkan menurut Munir (1981 : 2-4) perpindahan tersebut dengan tujuan untuk menetap dari satu tempat ketempat lain dalam batas waktu tertentu, tetapi ada juga jenis perpindahan yang batas waktunya lebih pendek dan sebenarnya tidak bermaksud menetap selamanya ditempat dia

Peranan Biofertilizer...

70

beberapa bentuk perpindahan tempat (mobilitas) yaitu :

1. Perubahan tempat yang bersifat rutin misalnya orang yang pulang balik kerja (recurrent movement).

2. Perubahan tempat yang tidak bersifat rutin tetapi dipindah tempatkan karena pekerjaannya.

3. Perubahan tempat tinggal dengan tujuan menetap dan tidak kembali lagi ketempat semula (non-recurrent movement).

Menurut sifatnya mobilitas dapat dibedakan menjadi mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Mobilitas horizontal adalah perpindahan secara teritorial, spasial, atau geografis, sedangkan mobilitas vertikal dikaitkan dengan perubahan status sosial dengan melihat kedudukan generasi misalnya melihat status kedudukan ayah. Adapun asumsi dasar bahwa seseorang mau atau berusaha berpindah pekerjaan dari satu tempat ke tempat lain untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar (Simanjuntak, 2001 : 82). Selain itu begitu banyak faktor perubahan yang mendorong atau menarik wanita berpindah pekerjaan termasuk tanggung jawab keluarga, pola konsumsi, persiapan pendidikan, hak-hak hukum serta kesempatan kerja. (Ollenburger, 2002 : 91).

Menurut Subri (2003 : 123) mekanisme mobilitas tenaga kerja dari sektor pedesaan yang subsisten ke sektor perkotaan yang mempunyai tingkat upah yang lebih tinggi, disebabkan karena daerah pedesaan surplus tenaga kerja, sehingga terjadi perpindahan pekerjaan ke daerah pusat industri atau perdagangan yang membutuhkan tenaga kerja.

Sedangkan menurut Munir

(1981 : 6) ada beberapa faktor yang mempengaruhi mobilitas pekerja yaitu : 1. Makin berkurangnya sumber-sumber

alam, menurunnya permintaan atas barang-barang tertentu yang bahan bakunya makin susah diperoleh. 2. Menyempitnya lapangan pekerjaan di

tempat asal (misalnya di pedesaan). 3. Adanya tekanan-tekanan atau

diskriminasi politik, agama, suku, di tempat asal.

4. Alasan pekerjaan atau perkawinan yang menyebabkan tidak bisa mengembangkan karir pribadi. 5. Bencana alam baik banjir, kebakaran,

gempa bumi, musim kemarau panjang atau adanya wabah penyakit.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (1999 : 8), industri diklarifikasikan sebagai berikut :

a. Industri kecil, yaitu suatu bentuk industri yang memiliki modal dasar antara 1-600 juta dengan jumlah tenaga kerja 1-19 orang.

b. Industri menengah, industri den-gan modal awal antara 600 juta-5 miliyar dengan jumlah pekerja berkisar 19-99 orang.

c. Industri besar, satu bentuk industri yang memiliki modal lebih dari dari 5 miliyar dengan jumlah pekerja lebih dari 100 orang.

Perkembangan industri di Indonesia di sektor kecil atau rumah tangga paling tinggi dalam penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut dikarenakan industri rumah tangga relatif tidak memerlukan keahlian tinggi, modal kecil dan bahkan di pedesaan pekerjaan rumah tangga dapat didahulukan tanpa meninggalkan kegiatan ekonomis

Peranan Biofertilizer...

lainnya. Industri kecil bagian dari sektor informal memainkan peranan penting dalam menyerap tenaga kerja wanita.

Pekerjaan wanita pada industri rumah tangga relatif berumur muda dan produktif (berumur antara 15-34 tahun). Dengan demikian potensi yang dimiliki oleh para pekerja wanita cukup besar, karena pada kelompok-kelompok umur di bawah 40 tahun tersebut masih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam bidang keterampilan maupun bidang lainnya.

Sekarang ini ada kecenderungan orientasi kebutuhan kaum wanita yang bekerja di sektor industri tidak lagi terbatas pada kebutuhan dasar, tetapi orientasi kebutuhannya sudah sampai pada tingkat kebutuhan aktualisasi diri sekalipun kebutuhan ini masih ada pembagian status pekerjaan wanita di sektor industri, yaitu wanita yang bekerja sebagai buruh/karyawan, orientasi kebutuhan yang bersifat fisiologi, rasa aman dan kebutuhan sosial. Dalam rangka peningkatan kualitas kerja tenaga kerja wanita yang bekerja di sektor industri, faktor lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan motif kerja kaum wanita ikut mempengaruhi kualitas kerja kaum wanita yang bekerja di sektor industri.

Secara umum jasa dapat diartikan sebagai suatu keterampilan usaha di mana usaha tersebut resikonya relatif kecil dan kesempatan kerjanya juga lebih besar. Ruang lingkup lapangan jasa sangat luas karena mencakup jasa pemerintahan umum dan usaha swasta yang sangat

jasa-jasa dalam penciptaan kesempatan kerja relatif besar.

Menurut Badan Pusat Statistik (2004: 18), jasa terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu :

1. Jasa restoran, rumah makan, dan warung makan.

2. Jasa pendidikan meliputi: jasa pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan lainnya yang dilakukan swasta termasuk jasa pendidikan dan keterampilan.

3. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial meliputi jasa kesehatan manusia, jasa kesehatan hewan dan jasa kesehatan sosial, jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan lainnya.

4. Jasa kebersihan, kegiatan organisasi, jasa rekreasi, jasa kebudayaan, olah raga dan jasa kegiatan lain.

5. Jasa perorangan yang melayani rumah tangga, kegiatan perorangan yang memberikan jasa pelayanan pada rumah tangga, seperti juru masak, tukang cuci, tukang kebun, pengurus rumah tangga, dan pengasuh bayi. Termasuk juga usaha guru privat yang mengajar dirumah, sekretaris pribadi dan supir pribadi.

Banyaknya wanita yang masuk dalam sektor jasa disebabkan dalam sektor ini banyak membutuhkan tenaga kerja terutama tenaga kerja wanita yang biasanya di tempatkan sebagai “costumer service” atau sekretaris di kantor-kantor. Kebijakan untuk mengembangkan sektor ini perlu dirumuskan secara hati-hati karena melibatkan angkatan kerja dalam jumlah besar. Berkaitan dengan jasa perorangan dan rumah tangga, arah

Peranan Biofertilizer...

72

peningkatan dan pemeliharaan iklim usaha yang kondusif bagi perluasan aktifitas usaha yang dapat merangsang pekerja wanita memasuki bidang usaha ini, serta ditunjang oleh sedikit regulasi yang dapat direalisasikan secara efektif dan konsisten.

Berdasarkan uraian di atas, yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga pendidikan dan pendapatan berpengaruh positif terhadap mobilitas pekerja wanita dari sektor industri ke sektor jasa di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.

METODE PENELITIAN

Ruang lingkup penelitian ini adalah mengenai pengaruh pendidikan dan pendapatan terhadap mobilitas pekerja wanita terutama dari sektor industri ke sektor jasa yang ada di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Lokasi dalam penelitian ini terletak di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Tujuan pengambilan lokasi penelitian di Kuta Alam karena Kecamatan Kuta Alam adalah Kecamatan yang paling banyak terdapat penduduk wanitanya dan di sini juga

terdapat banyak jenis-jenis industri dan jasa yang mempekerjakan pekerja wanita.

Untuk memperoleh keterangan dan data yang diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis merujuk ke penelitian kepustakaan yang bersumber dari BPS. Selain mengumpulkan data sekunder, penulis juga menggunakan data primer, yaitu dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan atau kuesioner. Data diproses dengan komputer, program yang dipergunakan adalah SPSS.

Adapun yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja wanita yang pernah bekerja di sektor industri yaitu industri kecil dan industri rumah tangga termasuk industri percetakan dan foto copy dan kemudian berpindah pekerjaan ke sektor jasa yaitu jasa pembiayaan, perhotelan, jasa restaurant (rumah makan), jasa pendidikan dan “costumer service” yang tersebar di sembilan kelurahan dan dua desa yang ada di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Untuk lebih jelas lihat Tabel 3 berikut:

Tabel 3 Jumlah Tenaga Kerja Wanita yang Pernah Bekerja di Sektor industri dan Sekarang Berpindah ke Sektor Jasa di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2007

Sumber: Hasil Penelitian Lapangan (2007)

No. Lokasi Jumlah Tenaga Kerja Wanita (jiwa)

1 Peunayong 54 2 Laksana 42 3 Keuramat 47 4 Kuta Alam 45 5 Beurawe 68 6 Kota Baru 36 7 Bandar Baru 29 8 Mulia 38 9 Lampulo 22 10 Lamdingin 28 11 Lambaro Skep 31 Jumlah 440

Peranan Biofertilizer...

Berdasarkan Tabel di atas maka dapat dilihat jumlah populasi wanita yang bekerja di sektor industri kemudian berpindah ke sektor jasa di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh adalah sebanyak 440 jiwa, karena kerterbatasan waktu dan tenaga juga biaya maka penulis mengambil 10 persen dari populasi untuk di jadikan sampel.maka didapat 44 jiwa pekerja wanita yang akan dijadikan sampel.

Dalam penelitian ini untuk menganalisis data penulis menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu data yang dianalisis untuk menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya atau menjelaskan tentang fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar penelitian, dengan maksud mencari jalan penentuan penelitian (Teguh, 1999 : 17). Selain itu penulis juga menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan model regresi linear berganda untuk menghitung mobilitas pekerja wanita di Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh sebagai variabel terikat ( dependen variable) terhadap variabel-variabel bebas (independen variable). Dari variabel-variabel tersebut dapat dibentuk suatu regresi linear berganda sebagai berikut: (Supranto, 2001 : 270)

ei

X

X

X

y=α +β

1 1

2 2

3 3

+

Dalam dokumen EKONOMI DAN PEMBANGUNAN (Halaman 77-81)