Qinan Maulana Binu Soesanto, Trina Fizzanty, Wati Hermawati, Nur Laili, Dini
Oktaviyanti, Sigit Setiawan, Rendi Febrianda, Dadang Ramdhan
11Pusat Penelitian Perkembangan IPTEK- LIPI, Gedung A-PDII Lt.4, JL.Gatot Subroto No.10,Jakarta Selatan - 12710
I N F O A R T I K E L A B S T R A C T
Keywords:
Innovation Innovation Idea
Water Threatment Technology Company
Indonesia
Kata Kunci:
Inovasi Ide Inovasi
Teknologi pengolahan air Perusahaan Indonesia
The ideas of innovation come from internal and external sources . Source of innovative ideas not only from the activities of Research and Development (R&D) in the company's internal, but also from the interaction of various sources in the innovation system . This paper aims to 1 ) identify the dominant source of innovation ideas that influence keberinovasian water treatment technology company in Indonesia ; 2 ) Looking at the relationship between R&D activities in the company of keberinovasian water treatment technology company in Indonesia. The data used in the survey as many as 45 water technology companies in the Greater Jakarta and Bandung, the sampling method is purposive random sampling . Data were analyzed using descriptive and chi-square method . The study shows that the source of innovative ideas is the most dominant customer, it's based on the nature of the company Waste Water Technology (WWT) which produces landfill system based on demand from consumers. For the relationship between R&D activities on the innovation of the company, the results of the study found an association between the two with a significance value of p - value of 0.048 .
S A R I K A R A N G A N
Ide inovasi dapat berasal dari sumber internal maupun eksternal perusahaan. Sumber ide inovasi tidak hanya berasal dari aktivitas Penelitian dan Pengembangan (litbang) di dalam internal perusahaan, tetapi juga berasal dari interaksi berbagai sumber di dalam sistem inovasi. Tulisan ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi sumber ide inovasi dominan yang berpengaruh terhadap keberinovasian perusahaan teknologi pengolahan air bersih di Indonesia; 2) Melihat hubungan antara kegiatan litbang di dalam perusahaan terhadap keberinovasian perusahaan teknologi pengolahan air bersih di Indonesia. Data yang digunakan merupakan hasil survey sebanyak 45 perusahaan teknologi air yang ada di Jabodetabek dan Bandung, dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan metode chi square. Hasil studi menunjukkan bahwa sumber ide inovasi yang paling dominan adalah pelanggan, hal ini didasarkan pada sifat dari perusahaan Teknologi Pengolahan Air (TPA) yang memproduksi sitem TPA berdasarkan permintaan dari konsumen. Untuk hubungan antara kegiatan litbang terhadap adanya inovasi perusahaan, dari hasil studi didapatkan adanya hubungan antara keduanya dengan nilai signifikansi P–value sebesar 0,048.
© Forum Tahunan Pengembangan Iptek dan Inovasi Nasional IV, Tahun 2014
Qinan Maulana Binu Soesanto.
PENDAHULUAN
Bertambahnya populasi jumlah penduduk di Indonesia yang semakin besar menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan air bersih. Dengan kondisi lingkungan saat ini yang terdegradasi, mengakibatkan minimnya pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara melakukan konservasi lingkungan di sisi hulu dan pengembangan Teknologi Pengolahan Air (TPA)8
di sisi hilir. Peranan TPA sangat penting di dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih, sehingga kedepan diperkirakan bisnis TPA merupakan bisnis yang sangat potensial dan penguasaan terhadap TPA menjadi hal yang urgent untuk dipikirkan. Untuk menciptakan kemandirian dalam penguasaan TPA, diperlukan industri TPA di dalam negeri yang memiliki daya saing agar bisa berkompetisi satu sama lain, terutama dari serbuan perusahaan asing di bidang TPA. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan inovasi di dalam perusahaan TPA itu sendiri.
Globalisasi pasar serta kompetisi yang ketat mengharuskan suatu perusahaan untuk terus berinovasi atau melakukan perubahan-perubahan dan menghasilkan produk, proses dan layanan yang baru atau semakin beragam yang ditawarkan kepada konsumen. Secara umum, hampir sepertiga keuntungan yang di dapat perusahaan sangat bergantung pada penjualan produk yang dikembangkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (Schilling, 2012). Oleh karena itu, inovasi sangat berperan dalam menentukan keberlangsungan suatu perusahaan dalam jangka panjang (Ancona and Caldwell, 1987), meningkatkan kesuksesan perusahaan (Higgins, 1995), dan mempertahankan keunggulan kompetitif suatu perusahaan (Porter, 1990).
Teori pembelajaran organisasi menyatakan bahwa Inovasi merupakan proses pembelajaran interaktif yang terdiri dari melahirkan ide, adopsi, implementasi dan penggabungan ide-ide dan praktek-praktek baru yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan (Cohen and Levinthal, 1990). Hasil dari pembelajaran tersebut akan menghasilkan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan perusahaan untuk memilih, mendapatkan, beradaptasi, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan kompetitif suatu perusahaan (Hamel dan Prahalad, 1994). Oleh karena itu, kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan ide atau sumber inovasi baik di internal perusahaan maupun eksternal perusahaan sangatlah dibutuhkan yang pada akhirnya dapat
8 TPA = Teknologi Pengolahan Air
menentukan derajat keinovasian (level of innovativeness) suatu perusahaan.
Banyak studi yang telah dilakukan terkait dengan identifikasi sumber ide inovasi suatu perusahaan. Erik Baark et al (2011) melakukan studi 200 perusahaan manufaktur di Hongkong dan perl river delta region dan menemukan bahwa Internal perusahaan merupakan sumber inovasi utama terutama untuk meningkatkan berbagai kemampuan perusahaan, sedangkan sumber inovasi yang diperoleh melalui konferensi dan pesaing berkontribusi kepada daya saing perusahaan melalui proses mediasi dari alokasi sumber daya, pemasaran dan kemampuan mengorganisasi. Sebaliknya di Indonesia, Muflikh (2011) menemukan faktor yang berpengaruh dalam perusahaan Indonesia untuk menjadi perusahaan yang inovatif dan didapatkan bahwa konferensi/pameran dagang, pemasok dan pelanggan merupakan sumber informasi yang paling signifikan dalam kegiatan Inovasi. Dengan demikian, sumber ide inovasi perusahaan itu beragam bergantung pada karakteristik industri dan lingkungan bisnisnya.
Pentingnya identifikasi sumber ide inovasi di dalam suatu perusahaan dapat memberikan gambaran tentang kecenderungan perusahaan dalam memilih sumber ide inovasi dalam rangka meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan untuk berinovasi. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan mengidentifikasi tentang sumber ide inovasi dominan yang ada di perusahaan Teknologi Pengolahan Air (TPA) di Indonesia dan disamping itu, akan dibahas juga pengaruh antara aktivitas litbang9 terhadap keberinovasian
perusahaan TPA yang ada di Indonesia. Dari penjelasan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Mengidentifikasi sumber ide inovasi dominan yang berpengaruh terhadap keberinovasian perusahaan teknologi pengolahan air bersih di Indonesia
2. Melihat hubungan kegiatan litbang di dalam perusahaan terhadap keberinovasian perusahaan teknologi pengolahan air di Indonesia
KERANGKA TEORI/KERANGKA KONSEP
Ide merupakan sesuatu yang dibayangkan ataupun digambarkan di dalam pikiran, sedangkan inovasi merupakan implementasi praktis dari suatu ide menjadi sebuah peralatan baru ataupun proses baru. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa proses inovasi berawal dari memunculkan suatu ide (Schilling, 2013). Di
dalam konsep Rantai Nilai Inovasi, inovasi merupakan suatu proses berurutan yang dimulai dari pemunculan ide, pengembangan ide dan yang terakhir adalah difusi dari konsep yang telah dikembangkan (Hanseen and Birkinshaw, 2007). Melalui konsep rantai nilai inovasi tersebut, perusahaan perlu mengenali nilai dari pengetahuan baru, mengasimilasikan pengetahuan baru tersebut dan mengaplikasikannya utuk penciptaan nilai bagi perusahaan (Cohen and Levinthal, 1990).
Pemunculan ide inovasi dapat dilakukan didalam perusahaan (internal perusahaan) maupun di luar perusahaan (eksternal perusahaan) dan sangat bergantung pada pemanfaatan kapasitas dan sumberdaya perusahaan – baik akumulasi pengetahuan dari unit internal perusahaan seperti kegiatan riset dan pengembangan, maupun kontak dengan organisasi lain seperti suplier, pelanggan, universitas dan lembaga litbang (Grant, 1996; Verona, 1999). Di dalam unit internal perusahaan, sumber ide inovasi dapat dilakukan melalui aktivitas Litbang. Studi yang telah dilakukan menunjukan bahwa perusahaan menyadari pentingnya kegiatan Litbang sebagai sumber utama inovasi di dalam perusahaan. Hal tersebut juga diperkuat dari beberapa bukti yang menunjukan bahwa intensitas Litbang perusahaan berkorelasi positif terhadap pertumbuhan penjualan, penjualan dari produk baru perusahaan dan keuntungan yang didapat perusahaan (Schilling, 2012).
Lin et. Al (2002) berpendapat bahwa komponen penting dari suksesnya suatu inovasi adalah kemampuan perusahaan dalam mengeksploitasi dan memanfaatkan pengetahuan eksternal yang berasal dari berbagai sumber inovasi. Pemunculan suatu inovasi tidak hanya bergantung pada Litbang di dalam perusahaan saja, tetapi juga bergantung pada interaksi dari berbagai aktor sumber inovasi (Tidd, 2006; Caloghirou al. et., 2004) di dalam rantai nilai inovasi. Aktor tersebut dapat berupa suplier, konsumen dan bahkan pesaing ataupun organisasi lain seperti universitas, lembaga riset, institusi pendidikan, institusi pembiayaan, lembaga standarisasi dan asosiasi industri (Soete et al., 2010; Todtling and Trippl, 2005; Edquist, 2005). Dari penjelasan pada paragraf sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa memunculkan suatu ide inovasi merupakan tahapan awal dan penting dari proses inovasi. Di dalam rantai nilai inovasi, tahapan awal dari suatu proses inovasi adalah diawali dari ide inovasi, diikuti oleh pengembangan ide inovasi dan yang terakhir adalah difusi dari konsep yang telah dikembangkan. Ide inovasi dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, baik internal perusahaan
maupun eksternal perusahaan. Internal perusahaan biasanya diperoleh dari aktivitas Litbang di dalam perusahaan, sedangkan eksternal perusahaan diperoleh dari interaksi dengan berbagai aktor sumber inovasi seperti pelanggan, suplier, lembaga litbang di luar perusahaan dsb. Dari penjelasan tersebut, maka dapat disusun hipotesis penelitian sebagai berikut
1. Sumber ide inovasi yang dominan diperusahaan TPA di Indonesia tidak hanya di dominasi oleh sumber internal perusahaan saja, tetapi juga sumber eksternal perusahaan
2. Terdapat Hubungan antara kegiatan Litbang di perusahaan terhadap keberinovasian perusahaan.
METODE PENELITIAN
Data dari tulisan ini merupakan bagian dari Studi
“Model Pengembangan Kemampuan Inovasi
Teknologi Untuk Penciptaan Industri Air Bersih di Indonesia : Strategi Lokalisasi Air Bersih di
Indonesia”. Studi tersebut merupakan studi DIPA kompetitif LIPI tahun anggaran 2014.
Pengambilan sampel perusahaan dilakukan di daerah Jabodetabek dan Bandung pada periode bulan Mei sampai Agustus 2014 dengan jumlah sample sebanyak 45 perusahaan. Sampel diambil dengan menggunakan metode
Purposive Random Sampling, dimana sampel yang diambil hanya khusus perusahaan Teknologi Pengolahan Air (purposive) tanpa memperhatikan tipe perusahaan seperti besar kecilnya perusahaan dan faktor-faktor lainya (Random).
Untuk menjawab tujuan penelitian yang pertama, setiap perusahaan akan dilihat hasil inovasi selama tiga tahun terakhir baik dari jenis inovasi (mendesain, modifikasi, merakit dan mengcopy) dan banyaknya inovasi. Setiap inovasi diidentifikasi asal sumber ide inovasi tersebut berdasarkan kategori internal perusahaan dan eksternal perusahaan, dimana setiap kategori dijabarkan secara spesifik sumber-sumber ide inovasinya (detil dapat dilihat pada Tabel 1). Setiap satu inovasi diasumsikan tidak terbatas pada satu sumber ide saja, dengan asumsi tersebut responden diperbolehkan memilih lebih dari satu jenis sumber ide untuk setiap inovasi yang dihasilkan. Karena terdapat pemilihan lebih dari 1 jenis sumber ide inovasi untuk setiap inovasi, maka analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabel untuk dilihat frekuensi dari masing-masing sumber ide inovasi yang nantinya didapatkan sumber ide inovasi yang paling dominan.
Tabel 1. Variabel Sumber Ide Inovasi Sumber Internal Perusahaan Sumber Eksternal Perusahaan Jenis kegiatan Inovasi Litbang Pesaing Mendesain Pemasaran Akuisisi Teknologi
Paket
Modifikasi Produksi Akuisisi Teknologi
Lainya
Merakit Enginering Pelanggan Mengcopy Direksi Konsultan Lainya Pemasok Universitas Litbang Pemerintah Litbang Swasta Paten Kadaluarsa Konferensi, Pertemuan dan Jurnal
Pameran dan Internal
Sumber: diolah oleh penulis, 2014
Untuk menjawab tujuan penelitian yang kedua, akan dilihat ada atau tidaknya aktivitas litbang di dalam perusahaan untuk selanjutnya turut di identifikasi pula ada atau tidaknya inovasi dalam tiga tahun terakhir di perusahaan tersebut. Aktivitas litbang tidak dibatasi kepada ada atau tidaknya unit khusus litbang di dalam perusahaan, namun aktivitas litbang bisa mencakup kegiatan yang dilakukan di unit lainnya seperti unit produksi dan engineering, unit pemasaran dan direksi selama kegiatan tersebut bertujuan untuk pengembangan produk maupun sistem TPA. Di dalam studi ini tidak akan memperhatikan banyaknya inovasi yang dihasilkan perusahaan dalam tiga tahun terakhir, sehingga tingkatan analisis dibatasi hanya pada melihat hubungan aktivitas litbang terhadap ada atau tidaknya inovasi di perusahaan TPA. Data antara keberadaan aktivitas Litbang dan ada atau tidaknya inovasi akan ditabulasi silangkan dan dianalisis menggunakan metode chi kuadrat dan hasil analisis akan dijelaskan secara diskriptif.
Studi wawancara mendalam pada empat perusahaan dan stakeholder terkait juga telah di lakukan sebagai data sekunder. Hal tersebut dilakukan agar didapatkan data pelengkap untuk pembahasan pada tulisan ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Perusahaan Teknologi Pengolahan Air
Secara umum, industri TPA di Indonesia dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu 1) bagian hulu dan 2) bagian hilir. Bagian hulu merupakan industri yang menyediakan jasa dalam hal produksi pompa air, pipa, bahan kimia dan segala jenis komponen untuk membangun sistem pengolahan air. Bagian hilir merupakan industri yang menyediakan produksi sistem pengolahan air seperti paket teknologi pengolahan air bersih, pengolahan air limbah di industri, sistem recycle water serta perancangan sistem dan produksi
sistem sesuai permintaan konsumen. Keseluruhan sampel perusahaan yang ada pada studi ini sebagian besar adalah perusahaan yang berada pada industri hilir, sehingga kata-kata perusahaan teknologi pengolahan air/perusahaan TPA pada tulisan ini mengacu pada perusahaan di industri hilir.
Dilihat dari segi besar kecilnya usaha, perusahaan TPA didominasi oleh perusahaan/jenis usaha kelas menengah³. Konsumen utama perusahaan TPA adalah Perusahaan swasta, Pemerintah dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Produk yang ditawarkan oleh perusahaan TPA biasanya merupakan paket pengolahaan air berdasarkan desain perusahaan TPA itu sendiri ataupun Paket pengolahaan air berdasarkan permintaan konsumen. Produk dari perusahaan TPA kebanyakan tidak berbentuk suatu produk paket jadi sistem pengolahan air, karena kebanyakan produk diproduksi berdasarkan spesifikasi permintaan konsumen ataupun berdasarkan kondisi lingkungan dan input air baku yang akan diolah. Hal tersebut juga menjadi salah satu penyebab tidak dimungkinkannya produksi masal pada produk sistem pengolahan air tersebut, dan hampir sebagian besar perusahaan TPA memproduksi berdasarkan proyek (project based) yang diberikan kepadanya. Namun demikian, ada beberapa perusahaan yang telah melakukan produksi masal alat pengolahan air skala rumah tangga, namun tidak begitu besar jumlah produksi per tahun.
Inovasi yang ada pada perusahaan TPA bukanlah inovasi yang bersifat radikal, namun lebih condong kepada inovasi yang bersifat
incremental, yaitu inovasi berupa perubahan atau penyesuaian kecil dari alat yang sudah ada (Schilling, 2012). Meskipun kegiatan perusahaan TPA yang paling utama adalah mendesain sistem pengolahan air, namun proses mendesain tersebut hanya mendesain untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perusahaan TPA tidak melakukan desain sistem dari awal, karena sistem teknologi pengolahan air baik yang sudah maju seperti
reverse osmosis, ultra filtrasi ataupun yang lebih sederhana seperti koagulasi, flokulasi dan sand filter telah memiliki dominant design-nya sendiri. Yang dilakukan oleh perusahaan TPA adalah melakukan inovasi penambahan dan penyesuaian dari dominant design sistem pengolahan air tersebut, seperti peningkatan efisiensi konsumsi energi, modifikasi sistem pre-treatment, perubahan dimensi sistem dan sebagainya agar sesuai dengan permintaan konsumen dan kondisi lingkungan yang ada (ex. kualitas air baku, kondisi alam instalasi pengolahan air dan sebagainya).
Konsumen sangat berperan besar dalam menentukan pengembangan sistem teknologi pengolahan air. Konsumen dari kalangan pemerintah dan PDAM memiliki kecenderungan untuk memilih teknologi sederhana yang murah serta mudah dioperasikan sehingga kondisi tersebut memberikan tekanan kepada perusahaan TPA untuk melakukan proses inovasi. Inovasi tersebut bukan kearah pengembangan teknologi yang lebih maju (sophisticated), namun cenderung kepada memodifikasi teknologi konvensional ataupun mendesain suatu bentuk teknologi konvensional yang ada, sedemikian sehingga dapat memenuhi batasan dana proyek dan karakteristik input air bakunya.
Berbeda halnya jika konsumen perusahaan TPA adalah pihak perusahaan swasta pada industri tertentu, dimana demand akan pengembangan sistem pengolahan air justru lebih condong kepada teknologi maju (atau setidaknya lebih unggul/maju bila dibandingkan dengan teknologi konvensional). Hal tersebut disebabkan karena tingginya tuntutan kualitas air baku yang dihasilkan sehingga menuntut spesifikasi sistem pengolahan air yang lebih maju. Pada perusahaan swasta, air dengan kualitas tinggi seperti demin kadangkala menjadi faktor penting untuk keberlangsungan produksi perusahaan swasta tersebut, sehingga di dalam pembangunan sistem pengolahan air, perusahaan swasta cenderung berinvestasi lebih besar bila dibandingkan pemerintah. Tingginya spesifikasi teknologi pengolahan air dalam rangka menjaga kualitas air baku serta durabilitas sistem merupakan salah satu faktor pendorong timbulnya inovasi di perusahaan TPA.
Di dalam mendesai sistem pengolahan air, perusahaan TPA membutuhkan komponen pendukung dari sistem yang telah dirancang. Komponen-komponen pendukung dalam sistem pengolahan air seperti pompa, filter, perpipaan, kelistrikan serta komponen lainya dibeli dari suplier ataupun perusahaan hulu yang menawarkan produk-produk tersebut. Dari hasil kuisioner,
menunjukan bahwa sebagian besar komponen-komponen dari sitem masih impor, ataupun dibeli dari produsen asing. Komponen yang impor tersebut masih didominasi oleh komponen teknologi tinggi seperti alat-alat sistem kelistrikan maupun membran filter yang belum dapat diproduksi di Indonesia.
b. Sumber Ide Inovasi Perusahaan Teknologi Pengolahaan Air Bersih
Di dalam rantai nilai inovasi, ide merupakan faktor utama dalam memunculkan suatu inovasi. Ide tersebut dapat diperoleh dari berbagai hal baik di internal perusahaan maupun di eksternal perusahaan. Hasil survei terkait dengan sumber ide inovasi, secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yaitu internal dan eksternal perusahaan, yang hasilnya ditunjukan pada Tabel 2 dan 3.
Tabel 2 dan Tabel 3 menunjukan bahwa mendesain dan memodifikasi merupakan karakteristik inovasi yang paling dominan. Sedangkan sumber inovasi yang dominan adalah pelanggan, dengan total sebanyak 39 inovasi merujuk pada faktor tersebut. Secara ringkas, beberpa sumber ide inovasi terbesar dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Sumber Inovasi Dominan
Sumber: diolah oleh penulis, 2014
Dengan melihat hasil survei, Pelanggan merupakan sumber ide inovasi utama pada perusahaan TPA. Seperti yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya, Perusahaan TPA bersifat
project base, sehingga perusahaan akan memproduksi sistem TPA berdasarkan permintaan pelanggan. Secara garis besar, peran pelanggan adalah menentukan spesifikasi teknologi yang akan digunakan, spesifikasi output air baku serta dengan adanya konstrain biaya memberikan stimulus kepada perusahaan TPA untuk berinovasi dengan cara mendesain ataupun memodifikasi sistem pengolahan air yang sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal hal tersebut merupakan salah satu pendorong untuk menggali ide inovasi dari pelanggan.
Unit internal produksi dan engineering
berfungsi sebagai unit workshop maupun tempat
Sumber Ide Inovasi Jumlah rujuakan pada setiap inovasi
Pelanggan 39
Produksi (internal) 31 Pameran dan Internet 31
pemasaran 22
Engineering (internal) 20 Konferensi dan Jurnal (internal) 20
Pesaing 19
Box. 1 Dari wawancara yang dilakukan di Perusahaan MW, Perusahaan KT dan Perusahaan KIU; didapatkan kesamaan bahwa perusahaan melakukan desain sistem pengolahan air berdasarkan permintaan konsumen. Perusahaan KT melakukan desain instalasi pengolahan air limbah yang relatif hi tech karena dituntut output air oleh perusahaan konsumen berupa air demine, Perusahaan KIU melakukan desain pengolahan air gambut dengan karakteristik khusus menjadi air minum oleh PDAM, dan perusahaan MW melakukan desain sistem pengolahan air sederhana seperti sedimentasi, koagulasi-fokulasi berdasarkan permintaan dari PDAM. PDAM tersebut menginginkan sistem sederhana yang hemat energi dan mudah perawatanya.
pengujian skala lab dari desain yang telah dirancang. Karena rata-rata perusahaan TPA didominasi oleh perusahaan menengah, hanya sedikit perusahaan yang memiliki unit khusus untuk litbang didalamnya. Dari 45 perusahaan, hanya 11 perusahaan yang memiliki unit litbang internal (jika dilihat dari banyaknya rujukan untuk sumber ide inovasi, litbang hanya dirujuk sebanyak 16 kali dengan kata lain rata-rata sebanyak 1,45 inovasi diinspirasi dari kegiatan litbang internal) sehingga kebanyakan perusahaan melakukan uji skala lab sistem TPA diunit produksi dan engineering. Uji skala lab merupakan pembuatan miniatur dari sistem pengolahan air yang telah didesain sebelum diaplikasikan di lapangan (upscale). Pada saat proses pengujian tersebut, dilakukan pengamatan dan koreksi-koreksi terhadap variabel yang disesuaikan dengan kondisi yang diharapkan. Dari proses tersebut, dapat memunculkan ide inovasi seperti perbaikan, penambahan dan perancangan dari sistem yang telah dirancang sebelumnya.
Dengan semakin majunya teknologi dan terbukanya informasi, internet merupakan salah satu sarana didalam mendapatkan ide suatu inovasi. melalui internet, perusahaan TPA dapat melihat perkembangan kekinian dari teknologi air dan jika memungkinkan mengadopsi informasi yang ada untuk di terapkan di dalam perusahaan TPA. Hal yang sama juga berlaku untuk pameran, pesaing dan konferensi. Keseluruhan interaksi terhadap aktor-aktor tersebut dapat memunculkan ide inovasi di dalam perusahaan.
Salah satu faktor sumber ide inovasi yang lain adalah unit pemasaran. Fungsi unit pemasaran di dalam perusahaan adalah mengidentifikasi kebutuhan utama pelanggan; melakukan penelitian untuk mengukur, menilai dan menafsirkan sikap serta perilaku pelanggan