• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Adapun teknik yang dipakai dalam pengumpulan data oleh peneliti meliputi: wawancara mendalam, studi dokumentasi, observasi partisipatif, dan gabungan ketiganya atau trianggulasi.

a. Wawancara

Wawancara adalah percakapan antara pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberi jawaban atas pertanyaan itu. Maksud mengadakan wawancara, seperti ditegaskan oleh Lincoln dan Guba (Moleong, 2012:186), antara lain: mengkontruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, dan lain-lain kebulatan; mengkonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu; memproyeksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang; memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain,

baik manusia maupun bukan manusia (triangulasi); dan memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan juga respondennya sedikit/kecil. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstuktur (Sugiyono, 2013:194-197)

Sutrisno Hadi (Sugiyono, 2013:194) menggemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan metode wawancara (interview) adalah sebagai berikut:

a. Bahwa subyek adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.

b. Bahwa apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.

c. Bahwa interpretasi subyek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti.

Peneliti melakukan wawancara kepada responden secara terstuktur, sekaligus tidak terstukur. Wawancara ini diikuti dengan pertanyaan tambahan untuk menggali lebih dalam jawaban responden.

b. Observasi partisipatif.

Observasi partisipatif adalah peneliti melakukan pengamatan, ikut terlibat melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipatif ini maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.

Observasi partisipatif dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu partisipasi pasif, partisipasi moderat, observasi yang terus terang dan tersamar, dan observasi yang lengkap. Manfaat observasi menurut Patton dalam Nasution (Sugiyono, 2013:313), adalah sebagai berikut: 1) Dengan observasi di lapangan peneliti akan lebih mampu

memahami konteks data dalam keseluruhan situasi social, jadi akan dapat diperoleh pandangan yang holistic atau menyeluruh.

2) Dengan observasi maka akan diperoleh pengalaman langsung, sehingga memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan induktif,jadi tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya. Pendekatan induktif membuka kemungkinan melakukan penemuan atau discovery.

3) Dengan observasi, peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu, karena telah dianggap “biasa” dan karena itu tidak akan terungkap dalam wawancara.

4) Melalui pengamatan di lapangan, peneliti tidak hanya mengumpulkan daya yang kaya, tetapi juga memperoleh kesan-kesan pribadi, dan merasakan suasana situasi social yang diteliti. Adapun tahapan observasi menurut Spradley (Sugiyono, 2013:315), meliputi tiga tahapan yaitu 1) observasi deskriptif, 2) observasi terfokus, 3) observasi terseleksi. Tahap observasi deskriptif adalah tahap dimana seorang peneliti melakukan penjelajahan secara umum, menyeluruh, dan melakukan dekripsi terhadap semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Observasi ini disebut juga sebagai grand tour observation, dan peneliti menghasilkan kesimpulan pertama; setelah melakukan grand tour

observation, maka peneliti menfokuskan pada aspek tertentu dari apa yang

dideskripsikan; kemudian menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga datanya lebih rinci.

2. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrument atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Hal-hal penting yang seharusya dimiliki oleh peneliti adalah: validasi pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, dan kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya.

Nasution (Sugiyono, 2013:306), menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasannya ialah bahwa, segala

sesuatu belum mempunyai bentuk yang pasti. Masalah, focus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan, itu semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan sepanjang penelitian itu. Dalam keadaan yang serba tidak pasti dan tidak jelas itu, tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya.

Peneliti sebagai instrumen utama memiliki ciri-ciri sebagai berikut: sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap stimulus dari lingkungan; sebagai alat yang dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus; tiap situasi merupakan keseluruhan; melibatkan interaksi manusia; sebagai instrument dapat segera menganalisis data yang diperoleh; dapat mengambil kesimpulan; respon yang aneh, menyimpang justru diberi perhatian.

Tabel 4. Pedoman wawancara responden

No Aspek Responden Pertanyaan

1. Perencanaan (Kepala bagian PC) 1. Kepala Bagian Unit Pastoral Care (PC) 2. Staff PC

1. Adakah program perencanaan layanan Konseling Pastoral (KP) di RSK Budi Rahayu Blitar? 2. Jika ada program perencanaan,

apa saja kegiatannya? 3. Siapa sasarannya?

4. Siapa saja yang terlibat dalam layanan KP?

5. Adakah sarana dan prasarana yang mendukung?

6. Metode pelayanannya seperti apa?

2. Pelaksanaan 1. Staff PC (1) 2. Dokter (1)

1. Apakah program layanan KP di rumah sakit katolik Budi Rahayu

3. Suster SSpS (2) 4. Perawat (5) 5. Romo Paroki (1) 6. Majelis (1)

Blitar-Jawa Timur berjalan sesuai rencana?

2. Adakah jam khusus pemberian layanan pastoral care? Dapatkah dijelaskan alasannya mengapa memilih jam tersebut?

3. Sudahkah sasaran utama pelayanan konseling pastoral tercapai?

4. Berapa banyak sesi konseling pastoral dianggap selesai? Adakah patokan suatu sesi konseling dianggap selesai? 5. Dapatkah diceritakan bagaimana

proses/langkah-langkah

pemberian layanan KP di RSK Budi Rahayu Blitar?

6. Dapat diceritakan teknik-teknik komunikasi yang digunakan untuk mengungkap masalah, menganalisis, dan membantu menyelesaikana masalah?

7. Adakah kerjasama antara petugas KP dengan tim medis?

8. Hambatan-hambatan apa yang ditemukan dalam melaksanakan pastoral care?

9. Adakah hal-hal yang mendukung pelaksanaan konseling pastoral? 7. Hasil 1. Romo 2. Dokter 3. Staff PC 4. Suster SSpS 5. Perawat 6. Majelis 7. Pasien 8. Suami pasien

Bagaimana hasil pelayanan KP di RSK Budi Rahayu?

a. Apa saja dampak/pengaruh layanan konseling pastoral bagi pasien?

b. Apakah layanan KP ini bermanfaat bagi pasien?

c. Selain bagi pasien, apakah layanan ini juga bermanfaat bagi keluarga pasien, dokter dan tim medis, dan pelayan pastoral, serta RSK Budi Rahayu Blitar?

d. Setelah merasakan manfaat layanan KP, adakah usul dan harapan yang disampaikan?

Dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan wawancara secara mendalam kepada pasien untuk mendapatkan data yang mendalam pula. Wawancara berfokus pada fungsi layanan konseling pastoral bagi orang sakit yang mencakup lima aspek, yaitu:

Tabel 5. Pedoman Wawancara kepada Pasien

No. Aspek Pertanyaan

1. Menyembuhkan (healing)

1. Bagaimana perasaan anda hari ini, apakah lebih baik dari hari kemarin?

2. Sudah berapa lama menginap di rumah sakit ini?

3. Apakah sudah ada petugas pastoral care yang pernah datang sebelumnya? Jika sudah, bagaimana perasaan anda terhadap layanan tersebut?

4. Bagaimana menurut anda, apakah layanan tersebut bermanfaat untuk anda dan keluarga anda? Bersediakah anda menceritakannya?

5. Apakah layanan tersebut membantu proses penyembuhan anda? Bagaimana ceritanya? 2. Menopang

(sustaining)

1. Apakah kehadiran petugas PC mengganggu atau bermanfaat bagi anda?

2. Apakah anda merasa terdukung dengan kehadiran mereka?

3. Membimbing

(guiding),

menolong orang agar orang dapat mengambil

keputusan yang realistik dan terbaik bagi masa depan-nya sendiri.

1. Informasi-informasi yang diberikan kepada anda apakah dapat membantu anda untuk semakin memahami diri anda? Bagaimana apakah anda merasa lebih baik saat ini? 2. Kira-kira informasi apa yang anda

butuhkan saat ini?

3. Apakah dengan informasi yang kami berikan, keterbukaan anda dan dialog yang kita lakukan membuat anda berani mengambil keputusan yang tepat bagi masa depan anda?

4. Sepulang dari rumah sakit, apa rencana anda selanjutnya?

5. Apakah keluarga anda juga merasakan perubahan yang terjadi pada anda?

6. Apakah anda merasakan pencerahan dari dialog kita bersama? (pertanyaan untuk keluarga pasien) 4. Memperbaiki hubungan (reconciling): menolong untuk memulihkan hubungan yang retak/putus/rusak

1. Baiklah kita melihat kembali, bagaimana relasi anda dengan keluarga selama sakit ini. Mengingat perhatian, ketulusan, dan kebaikan orang-orang disekitarnya. Bagaimana perasaan anda saat ini?

2. Apakah anda merasa bahwa hubungan anda dengan keluarga dan para sahabat lebih baik sekarang ini?

3. Apa rencana anda selanjutnya setelah sembuh dan kembali ke rumah?

5. Mendidik/membina

(educating/forming)

1. Bagaimana sudah siap untuk pulang? Bagaimana perasaan anda saat ini?

2. Apa yang hendak anda lakukan ketika sehat nanti (untuk diri anda, keluarga, ataupun orang disekitar anda)?

3. Apakah dari pertemuan PC yang beberapa kali ini membuat anda semakin mengenal kemampuan/kehebatan diri anda?

4. Bagaimana pandangan anda mengenai layanan ini, apakah membantu perkembangan diri anda?

Tabel 6. Pedoman Observasi

Hari/Tgl Pukul Aspek Hasil pengamatan

1. Perencanaan KP a. Sasaran b. Petugas c. Ruangan d. Sarana-prasarana e. Media f. Metode program KP 2. Pelaksanaan KP a. Jadwal pelaksanaan KP b. Penggunaan metode KP 3. Hasil KP a. Dampak/perubahan yang dialami pasien

Dokumen terkait