• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Mengetahui karakteristik PKRT. Karakteristik PKRT usaha mikro, analisis Harvard. -Subyek kasus. -Informan. -Dok. Kab. Diskusi Kelompok I PKRT Usaha Mikro PBS, WM, DK Daily Schedule, Profil aktivitas, kalender musim, profil sejarah lokal dan analisis kecenderungan, serta analisis mata pencaharian.

Mengetahui keterlibatan Laki-laki dan Perempuan dalam kegiatan

mengelola sumberdaya terutama usaha mikro, pembagian kerja dan partisipasi. 2. Efektivitas program pembangunan. P2KP dan UP2K- PKK, analisis Moser, profil kelembagaan. -Subyek kasus. -Informan. -Dok. Desa. Diskusi Kelompok II -BKM -TP PKK Desa -Aparat desa. -PKRT usaha mikro. WM, KD, DK Diagram venn, diagram analisis moser. Perbandingan partisipasi L dan P. 3. Analisis masalah dan kebutuhan PKRT. Identifikasi masalah gender, Kelembagaan dan Jejaring Sosial, modal sosial. -Subyek kasus. -Informan. Diskusi Kelompok III -Pemda -TP PKK Kab. -KM -TP PKK Desa -Aparat Desa -PKRT usaha mikro. KD, DK Wawancara, Pohon Masalah, Diagram Partisipasi, Akses dan Kontrol.

Arus jejaring usaha mikro. Kekuatan dan kelemahan, identifikasi masalah gender, rencana program pemberdayaan. 4. Program Pemberdayaan PKRT Usaha Mikro. Peningkatan Jejaring Sosial dalam Pemberdayaan PKRT Usaha Mikro. -Subyek kasus. -Informan. -Dok. Desa Diskusi Kelompok IV -Camat -BKM -TP PKK Desa -Aparat Desa -PKRT/PKRT usaha mikro.

WM, DK, KD Loka karya. Program pemberdayaan PKRT melalui

peningkatan jejaring sosial.

3.4. Cara Pengolahan dan Analisis Data

Analisis data secara umum menurut Miles & Huberman (1992) dapat dilakukan dengan cara:

1. Reduksi Data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data yang lebih kasar. Hasil wawancara, observasi dan diskusi kelompok terhadap informan dan subyek kasus dicatat dan dikumpulkan dalam catatan harian, kemudian dipilih data yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. Penyajian Data yaitu sekumpulan data dan informasi yang sudah tersusun rapi yang memberi kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Data yang telah dikumpulkan dan dipilih disajikan dalam bentuk Tabel dan dianalisa sesuai dengan tujuan penelitian.

3. Penarikan Kesimpulan yaitu proses menemukan makna data yang bertujuan untuk memahami tafsiran dalam konteksnya dengan masalah secara keseluruhan. Data yang telah dianalisis kemudian ditarik kesimpulan sesuai dengan masalah kajian.

3.5. Penyusunan Program Pemberdayaan Masyarakat

Cara Penyusunan Program adalah melalui PRA (Participatory Rural Appraisal). PRA memungkinkan penggalian potensi, sumber dan masalah yang ada dalam komunitas secara lebih mendalam dan melalui PRA dapat dianalisa pemecahan masalah dalam bentuk penyusunan program. Dalam PRA, orang luar lebih berperan sebagai orang yang mengadakan pertemuan, katalis dan fasilitator yang memungkinkan masyarakat melakukan dan membagi penyelidikan dan analisis tentang mereka sendiri.

Penyusunan Program ini menggunakan PRA karena PRA merupakan suatu pendekatan untuk mengumpulkan sumber, potensi, masalah dan kebutuhan PKRT yang mengelola usaha mikro. Desa Sekarwangi yang terletak dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten dan masuk dalam lingkungan perkotaan memiliki kondisi kehidupan masyarakat yang masih tergolong pada pedesaan. Hal tersebut ditandai dengan kehidupan kekerabatan mereka masih erat, mudah berkumpul dan mereka tetap mempertahankan kondisi alam seperti

pertanian agar tidak menjadi lahan komplek perumahan, sehingga tepat bila menggunakan PRA.

Proses penyusunan program pemberdayaan bagi PKRT usaha mikro secara partisipatif dilakukan melalui beberapa tahap yaitu:

1. Tahap Identifikasi Masalah dan Kebutuhan. Pada tahap ini dilakukan pemetaan masalah dengan menggunakan pohon masalah dan identifikasi kebutuhan dan tujuan pemberdayaan bagi PKRT usaha mikro.

2. Tahap Identifikasi Potensi Lokal. Pada tahap ini dianalisa sumber potensi yang terdapat di Desa Sekarwangi Kecamatan Katapang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan bagi PKRT usaha mi kro.

3. Tahap Pendayagunaan Sumber-sumber Lokal. Pada tahap ini terdapat analisa stakeholder untuk mengidentifikasi kekuatan dukungan yang ada pada tiap-tiap kelembagaan untuk kegiatan pemberdayaan terhadap PKRT usaha mikro.

4. Tahap Penyusunan dan Pengusulan Rencana. Pada tahap ini dibuat rancangan program pemberdayaan bagi PKRT usaha mikro beserta dengan kegiatan-kegiatannya.

Proses umum penerapan PRA untuk penjajagan kebutuhan dan perencanaan program menurut Djohani (1996) terdiri dari tahap -tahap:

1. Persiapan Pengkajian Desa selama 1 - 2 hari, terdiri dari:

a. Kunjungan persiapan dan pengakraban (sosialisasi) kepada masyarakat. b. Penyelesaian prosedur dan perijinan dari lembaga.

c. Pembentukan Tim PRA, terdiri dari pimpinan program, petugas program serta wakil dari masyarakat.

d. Pengkajian data sekunder, berupa data dari dokumen seperti topografi, jenis usaha masyarakat, terutama PKRT, sarana desa, dan sebagainya.

e. Penyusunan desain PRA yang berisi latar belakang program dan gambaran lokasi/desa, rumusan tujuan, rumusan metoda, jadwal pelaksanaan, penyusunan teknik PRA.

f. Penyajian rancangan PRA.

g. Persiapan-persiapan praktis, seperti pengaturan konsumsi, waktu dan tempat, alat-alat serta bahan yang diperlukan untuk melengkapi laporan.

2. Pelaksanaan Pengkajian Desa sela ma 4 – 5 hari proses diskusi, meliputi: 3. Kedatangan tim PRA ke lokasi.

4. Pembahasan kembali maksud dan tujuan.

5. Peleburan (sosialisasi) ulang agar PKRT dan komunitas mengetahui bahwa rencana yang dulu disampaikan akan dilaksanakan.

6. Pengumpulan informasi, melalui teknik kajian pemetaan desa dan alur sejarah desa serta menetapkan teknik dan fokus informasi yang diperlukan.

3. Penyusunan Rencana Kegiatan selama 4 hari. Penyusunan rencana kegiatan digunakan untuk menyusun rencana program pemberdayaan PKRT terutama PKRT yang mengelola usaha mikro secara partisipatif. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

a. Persiapan bahan-bahan perencanaan, seperti kertas, spidol dan sebagainya; penyepakatan waktu, biasanya selama 2 sampai 3 hari, hari pertama untuk presentasi seluruh hasil temuan dan pengorganisasian masalah, hari kedua untuk kajian alternatif pemecahan masalah dan pilihan kegiatan, hari ketiga untuk penyusunan rencana kegiatan; persiapan teknis seperti jadwal waktu, undangan, tempat, konsumsi, alat-alat dan bahan.

b. Pelaksanaan Loka Karya desa berupa penyajian seluruh hasil informasi, pengorganisasian masalah, pembahasan alternatif kegiatan, pemilihan kegiatan dan pengisian bagan rencana kegiatan.

4. Penulisan Laporan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Pengkajian keadaan desa (identifikasi masalah, kebutuhan dan potensi). b. Pengkajian pengaruh program terhadap keadaan masyarakat.

c. Penyusunan rekomendasi kegiatan lanjutan (pleno desa).

d. Evaluasi kegiatan penerapan PRA oleh masyarakat (pleno desa). e. Penulisan laporan.

f. Penyajian laporan.

Penulisan laporan dilakukan oleh fasilitaor PRA dan laporan juga dilakukan di lapangan pada saat seluruh informasi masih baru dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat desa.

5. Evaluasi Penerapan PRA, terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:

a. Evaluasi penerapan PRA bersama masyarakat dengan tujuan untuk memfasilitasi perenungan (refleksi) masyarakat terhadap seluruh proses terutama kesan masyarakat terhadap proses tersebut dan apa yang telah dipelajari masyarakat menurut persepsi mereka sendiri.

b. Evaluasi penerapan PRA bersama dengan stakeholder bertujuan untuk melakukan perenungan (refleksi) terhadap seluruh proses terutama apakah PRA telah berhasil membangun proses pengalihan kemampuan keterampilan analisis masyarakat, apakah yang kita peroleh dari kegiatan tersebut, penemuan-penemuan yang diperoleh dan bagaimana menindaklanjuti kegiatan tersebut.