• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia dan Pendidikan)

Dalam dokumen KAJIAN ANALISIS USAHA TANI INTEGRASI P (Halaman 157-165)

Oleh : Deswita Rosra

3. Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia dan Pendidikan)

Sektor tenaga kerja dan pendidikan. Bagaimana menjadikan Malaysia dan negara- negara ASEAN umumnya sebagai pasar tenaga kerja terampil dan profesional dari Sumatera Barat dan begitu sebaliknya Sumatera Barat memiliki banyak Perguruan Tinggi bisa menarik minat pelajar dan mahasiswa dari negara-negara ASEAN untuk belajar atau kuliah di daerah Sumatera Barat. MEA akan membuka peluang pasar tenaga kerja di kalangan negara-negara ASEAN. Sumatera Barat memiliki sekolah dan Perguruan Tinggi serta pusat pelatihan untuk mencetak tenaga-tenaga kerja terampil dan terlatih untuk mengisi peluang tersebut, khususnya untuk bidang-bidang profesi yang mulai dibuka dalam MEA 2015 seperti dokter, dokter ahli, perawat dan sebagainya.

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas salah satu yang terbaik di Indonesia dan Sumatera Barat juga memiliki sekitar 50 Sekolah Tinggi Keperawatan dan Kebidanan yang bisa ditingkatkan kualitasnya. Tamatan sekolah dan Perguruan Tinggi tersebut bisa mengisi peluang tenaga kerja terampil dan profesional di negara-negara ASEAN di masa-masa

Peluang yang harus dikerjakan dan dimanfaatkan menghadapi MEA 2015 tentu perlu usaha-usaha dan kerjasama bagi semua pihak yang terkait Pemerintah Provinsi Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan masyarakat lainnya, yang tidak kalah pentingnya adalah membangun kesadaran bersama seluruh masyarakat betapa pentingnya MEA bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

Pemberlakuan MEA bagi Sumatera Barat harus mengambil setiap langkah penting dengan segera, salah satu perlu segera mendirikan ASEAN Center untuk melakukan berbagai kajian sekaligus merumuskan strategis dan kebijakan yang diperlukan menghadapi MEA agar daerah dan masyarakat Sumatera Barat bisa mengambil manfaat yang optimal dari intgrasi ekonomi regional. Inisiatif mendirikan ASEAN Center bisa dilakukan segara oleh Pemerintah Provinsi bersama Perguruan Tinggi dan KADIN Daerah (Padang Ekspres, 16 Juni 2015 : 4).

Pemerintah Sumatera Barat diharapkan dengan adanya MEA mendapatkan keuntungan, karena Sumatera Barat memiliki ciri khas seperti pariwisata (olah raga di alam terbuka, kuliner, tektil atau bordiran, tenunan) dan peluang investasi. Untuk itu daerah Sumatera Barat harus bersiap dan melakukan segera usaha secara terus menerus sehingga mendapat manfaat yang sebesar-besarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut yang menjadi perhatian bagi pemerintah dan perlu ditingkatkan bagi daerah Sumatera Barat adalah perbaikan insfrastruktur, tempat wisata dan fasilitas publik yang bersih, dengan budaya sosial yang penuh ketertiban, toleransi dan keamanan serta diperlukan sumberdaya manusia yang memadai dalam arti berpendidikan dan mempunyai ketrampilan yang bisa diandalkan, jika peluang-peluang tersebut sudah dioptimalkan, akan membuka kesempatan bagi Sumatera Barat bisa tampil sebagai the

C. Simpulan

Negara-negara ASEAN memiliki potensi sumberdaya alam yang luar biasa kaya, keanekaragaman hayati, iklim tropis dan letak sangat strategis dalam peta geo-ekonomi dan geo-politik dunia, tidak mengherankan jika ASEAN diprediksikan akan menjadi kawasan yang makin penting di masa depan. Dengan adanya MEA 2015 diharapkan ASEAN menjadi satu basis produksi dan pasar bersama bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Adanya Komunitas ASEAN pada hakekat untuk meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial antar negara-negara ASEAN.

Negara Indonesia salah satu negara ASEAN perlu membuat keunggulan dan komparatif di setiap daerah, karena keberhasilan Indonesia menghadapi MEA sangat ditentukan dengan kemampuan daya saing masing-masing daerah. Kesiapan Indonesia pada umunya dan daerah Sumatera Barat pada khususnya segera membenahi diri menghadapi MEA, dengan adanya peran pemerintah untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, meningkatkan ekonomi kreatif dengan UMKM (Usaha Mikro,Kecil dan Menengah) dan meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam negeri, karena kedepannya persaingan untuk mendapat lapangan kerja akan semakin kompetitif, ketrampilan atau skill khusus sangat diperlukan.

Besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Sumatera Barat dalam MEA, tentu perlunya usaha dan kerja keras semua pihak yang terkait antara lain Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan komponen masyarakat lainnya untuk dapat menciptakan kondisi dan daya saing, terutama di sektor-sektor unggulan yang dimiliki daerah. Begitu juga untuk mendapatkan peluang tersebut dilakukan dengan berbagai faktor daya saing yang harus diperbaiki dan ditingkatkan secara terus menerus baik dalam bidang insfrastruktur maupun dalam hal kebijakan dan pelayanan birokrasi serta memberikan insentif untuk mendorongan

Bagi daerah Sumatera Barat dalam menyongsong untuk pemberlakuan MEA diperlukan kesamaan pandangan dan koordinasi mengenai pentingnya pariwisata, investasi dan perdagangan, sehingga memandang MEA sebagai integrasi ekonomi regional, sebagai peluang untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat daerah Sumatera Barat.

DAFTAR PUSTAKA

Ade Maman Suherman, 2002, Aspek Hukum Dalam Ekonomi Global, Ghalia Indonesia, Jakarta

Huala Adolf, 2005, Hukum Ekonomi Internasional Suatu Pengantar, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Duta Besar Bagas Hapsoro, Makalah Kesiapan Indonesia Menuju ASEAN Community 2015, Sosialisasi Komunitas ASEAN 2015 dan Lokakarya Isu-Isu Hukum di ASEAN untuk Dosen Hukum Se-Sumatera, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Padang 5 September 2015

Makalah Pembentukan Masyarakat ASEAN dan Peranan Sumatera Barat, Sosialisasi Komunitas ASEAN 2015 dan Lokakarya Isu-Isu Hukum di ASEAN untuk Dosen Hukum Se-Sumatera, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, Padang 5 September 2015

Koran Padang Ekspres, 25 April 2014 __________, 13 Nopember 2014 __________, 11 April 2015 __________, 15 April 2015 __________, 4 Juni 2015 __________, 16 Juni 2015

Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Komitmen Kerja Karyawan AMIK Jayanusa Padang

Dorris Yadewani SE,MM Dosen AMIK Jayanusa Padang

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja kerja terhadap komitmen kerja karyawan AMIK Jayanusa Padang. Teknik Analisis Data menggunakan Analisis Regresi Berganda. Sampel dalam penelitian ini adalah semua

karyawan AMIK Jayanusa Padang, yaitu sejumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara silmultan ada pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap komitmen kerja karyawan. Sementara parsial motivasi kerja terhadap komitmen kerja karyawan tidak berpengaruh sedangkan gaya kepemimpinan dan komitmen kerja cukup berpengaruh.

Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi kerja Kerja, Komitmen Kerja Karyawan ABSTRAC

ct of leadership style and work motivation of employees

working on commitment AMIK Jayanusa Padang. Data analysis techniques using Multiple Regression Analysis. The sample in this study were all employees AMIK Jayanusa Padang, the number of 26 people. The sampling technique in this research is total sampling where the number of samples is equal to the population.

Results of this study stated that it silmultan no influence leadership style and work motivation on employee commitment. While partial work motivation on employee commitment has no effect while the leadership style and commitment to work quite influential

I. PENDAHULUAN

Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan tinggi yang dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang ahli dalam berbagai bidang untuk memuhi kebutuhan masyarakat, bangsa, dan negara. Saat ini makin banyak masyarakat Indonesia yang masuk ke perguruan tinggi untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan harkat kehidupannya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka pihak perguruan tinggi harus mampu menyediakan dosen yang berkualitas dan memiliki komitmen yang tinggi pada perguruan tingginya serta harus memiliki karyawan administrasi yang merupakan SDM penunjang utama untuk urusan administrasi serta memberikan pelayanan kepada mahasiswa pada perguruan tinggi yang juga harus memiliki komitmen yang tinggi.

Kepemimpinan merupakan kunci utama dalam manajemen yang memainkan peran penting dan strategis dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan maupun sebuah perguruan tinggi. Rivai (2004), menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh kepada pengikut- pengikutnya lewat proses komunikasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Oleh sebab itu pemimpin suatu organisasi perusahaan dituntut untuk selalu mampu menciptakan kondisi yang mampu memuaskan karyawan dalam bekerja sehingga diperoleh karyawan yang tidak hanya mampu bekerja akan tetapi juga bersedia bekerja kearah pencapaian tujuan perusahaan.

Kenyataan di lapangan banyak di temui bahwa pemimpin masih kurang dalam mengarahkan pekerjaan,masih rendahnya tingkat pembinaan dan terhadap bawahan selain itu pemipin masih kurang memberikan motivasi kerja pada karyawan / bawahan serta masih kurang tepat dalam mengambil keputusan.

Selain itu motivasi kerja juga merupakan faktor yang penting dalam organisasi,karena menurut Ardana (2012) bahwa keberhasilan pengelolaan organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia adalah dengan memberikan dorongan (motivasi kerja) kepada bawahan, agar mereka dapat melaksanakan tugas sesuai dengan uraian tugas dan pengarahan.

Masalah motivasi kerja kerja karyawan juga terlihat dari belum maksimalnya kemauan karyawan untuk bekerja, masih rendahnya kemauan karyawan untuk berprestasi. sebahagian

karyawan bekerja masih menunggu perintah dan kehadiran dari pimpinan, karyawan melakukan pekeraan sehari-har tanpa ada keinginan lain yang hendak dicapai selain hanya menunaikan tugas rutin sehari-hari, sering meninggalkan kantor disaat bertugas sehingga mengganggu kegiatan pelayanan kepada semua pihak. Terlihat bahwa sebahagian karyawan memiliki tanggung jawab dan kesadaran yang kurang terhadap tugas dan beban kerja yang diembannya.

Sementara untuk masalah komitmen kerja karyawan dapat dilihat masih belum maksimalnya rasa peduli karyawan kemudian belum maksimalnya penggunaan waktu untuk menyelesaikan tugas serta loyalitas , dedikasi masih rendah dan rasa iklas dalam bekerja masih rendah terlihat serta rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan masih rendah. Di mana Schatz (2000;87) menyatakan bahwa komitmen merupakan hal yang paling mendasar bagi setiap individu / orang dalam menggeluti profesinya. Tanpa adanya suatu komitmen tugas-tugas yang diberikan kepadanya sukar untuk terlaksana dengan baik. komitmen yang tinggi terhadap tugas akan menjadi dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan ikhlas.

Dari beberapa permasalahan di atas maka penelitian ini di buat untuk meneliti”Penaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi kerja Terhadap Komitmen Kerja Karyawan AMIK Jayanusa Padang

Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah pengaruh gaya kepemimpinan terhadap komitmen kerja karyawan AMIK Jayanusa Padang ?

2. Bagaimanakah pengaruh motivasi kerja terhadap komitmen kerja karyawan AMIK Jayanusa Padang? Tujuan Penelitian 1 . Untuk m e n g e t a h u i p e n g a r u h g a y a k e p e m i m p i n a n t e r h a d a p k o m i t m e n k e r j a k a r y a w a n A M I K J a y a n u s a P a d a n g 2 . Untuk m e n g e t a h u i p e n g a r u h m o t i v a s i k e r j a t e r h a d a p k o m i t m e n k e r j a k a r y a w a n A M I K J a y a n u s a P a d a n g Hipotesis

Ho1 : Tidak ada pengaruh antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja kerja terhadap komitmen karyawan AMIK JAYANUSA Padang secara simultan

Ha1 : Ada pengaruh antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja kerja terhadap komitmen karyawan AMIK JAYANUSA Padang secara simultan

Ho2 : Tidak ada pengaruh antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja kerja terhadap komitmen karyawan AMIK JAYANUSA Padang secara parsial

Ha2 : Ada pengaruh antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja kerja terhadap komitmen karyawan AMIK JAYANUSA Padang secara parsial

Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan AMIK Jayanusa Padang yang berjumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuisioner yang berbentuk skala likert. Teknik pengujian data menggunakan analisis regresi linier berganda,uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan SPSS 21

III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen KAJIAN ANALISIS USAHA TANI INTEGRASI P (Halaman 157-165)