Teori – teori non verbal mengindikasikan bahwa pembelajaran dari ekspresi- ekspresi wajah adalah pembelajaran mengenai emosi itu sendiri (Darwin, 1872, Tomkins, 1962; Tomkins & mcCarter 1964 ). Pengalaman dan penelitian telah membantu kita untuk memahami bahwa wajah manusia adalah sebuah alat utama yang digunakan untuk mentransmisikan ekspresi – ekspresi emosi. otot – otot wajah memberikan pengaturan aksi yang komplek dari kebanyakan kita, jika otot bekerja, dapat mengubah wajah kita menjadi ratusan penampilan yang berbeda, sepert jim Carey, master bentuk wajah dan ekspresi emosi.
PENTINGNYA EKSPRESI WAJAH
Alasan utama wajah sangat penting dalam berkomunikasi antar manusia adalah biasanya dapat dilihat selama interaksi. Ketika anda berbicara dengan orang - orang, dimana kamu biasanya melihat? Pada kaki, tangan, punggung, dada atau alis ? Mungkin, tetapi kebanyakan dari kita melihat dari wajah saja, sering memperhatikan bagian - bagian esklusif tubuh tadi. Ketika disuruh untuk menggambarkan seorang wanita atau pria atraktif, pada umumnya kita memulai dari wajah. Ketika kita dihadapkan pada pembicaraan yang serius dengan teman - teman, orang asing, kita melihat wajah mereka untuk sesuatu yang mendukung atau kontradiktif pesan - pesan verbal mereka.
Telah disarankan bahwa mata merupakan jendela jiwa, dan wajah merupakan pancaran sebuah emosi, mood dan tingkah laku. Hal tersebut menyarankan bahwa emosi - emosi kita dan expresi wajah dari beragam emosi berkaitan erat dengan yang lainnya untuk menjadi inspirasi. Meskipun kita menyakini bahwa ekspresi dan emosi tidak sepenuhnya berkaitan, kita dapat merasakan bahwa orang - orang dapat menemui aksi dari sebuah plethora pada wajah - wajah dari interaksi mereka, yang memberikan banyak informasi mengenai perasaan diri dan lainnya dan mungkin pada hidup.(...hal 71...)
Wajah merupakan cara yang baik. Dengan melihat wajah dan mata, kita sering membuat keputusan mengenai karakter pribadi. Kita dapat berpikir bahwa banyak fitur wajah yang sangat berkaitan yang cocok dengan pribadi. Banyak pemain panggung (artist) yang mengeluh terhadap batasan ekspresi di TV atau film karena bentuk, profile, ukuran, lebar (ketebalan) atau jarak kedekatan dengan wajah mereka. Kriminalitas,
keluarga laki - laki, bahkan sebagai korban harus mempunyai karakteristik wajah yang meyakinkan pada saat dilihat penonton.
Wajah dan mata juga penting karena membantu kita mengatur dan membatasi interaksi kita dengan lainnya. Dengan wajah, kita dapat memberi sinyal ketidaksetujuan, ketidakpercayaan, atau ketertarikan pada pesan - pesan lainnya. Ekspresi kita dapat mengatur mood dan intonasi dari percakapan.
Ekspresi yang menggunakan wajah dan mata mempengaruhi komunikasi hari - hari kita, setidaknya kebiasaan / tingkah laku nonverbal. Untuk meningkatkan gambaran yang jelas pada wajah dan mata pada komunikasi nonverbal, hal itu penting untuk mengobati beberapa gambaran (perspektif) lainnya untuk menjadi mahir.
PERSPEKTIF PADA AKUISISI DAN PENINGKATAN
Diskusi yang berlebih, apakah merupakan ekspresi wajah bawaan lahir atau pembelajaran, bukanlah sesuatu yang baru. Apakah ekspresi wajah kita secara keturunan berkaitan dengan perasaan kita ? Apakah kita harus belajar senyum ketika kita bahagia, terbawa emosi ketika anda sedih atau marah? Apakah ekspresi wajah dibuat untuk mempengaruhi hubungan sosial dan kebudayaan , atau adakah sesuatu yang universal dan bawaan lahir dari cara kita mengekspresikan perasaan pada wajah kita?
Pespektif 1: Evolusi dan seleksi alam
Charles H. Darwin(1872), yang terkenal dengan teori evolusi dan keaslian spesies – spesies, cukup tertarik pada ekspresi wajah binatang. Darwin meyakini bahwa tingkah laku ekspresi wajah adalah sangat penting untuk mekanisme hidup dan meskipun mempengaruhi pada banyak cara yang sama sebagai karakter fisik. Dari perspektif evolusi ini, ekspresi wajah didapati melalui proses seleksi alam untuk mempertahankan hidup (interaksi yg sukses). Jauh sebelumnnya, spesies - spesies manusia menguasai kemampuan tingkat komunikasi lebih tinggi melalui pertukaran bahasa, ekspresi wajah membolehkan primata - primata lebih tinggi untuk mentransmisikan perasaan, tingkah laku dan emosi mereka.
Hasil dari penelitian mendukung hipotesis bahwa beberapa ekspresi wajah melahirkan karakteristik bagi manusia. Bahkan tanpa akses penelitian, jika seseorang bepergian ke dunia, seseorang dapat melihat ekspresi wajah yang berarti bahwa mereka
memiliki pemikiran komunikasi yang berhasil melewati bundaran kebudayaan (weizt,1974). Pola ini tidak dihadirkan untuk aspek yang lain dari tingkah laku manusia. Eibl-Eibesfel (1970,1972) seorang peneliti tingkahlaku ekspresi wajah, sangat dekat pada posisi ekspresi wajah bawaan lahir. Banyak pendpatnya didasarkan pada observasi terhadap anak – anak yang dilahirkan dalam keadaan buta dan tuli. Penelitian Eibl – Eibesfel telah ditunjukan bahwa ekspresi emosi yang fundamental ( Kesedihan, kemarahan, ketidaksetujuan, ketakutan, ketertarikan, keterkejutan dan kebahagiaan ) pada wajah dapat diobservasi secara individu. (Eibl- Eibesfel 1972)* mencatat bahwa anak yang buta dan tuli tersenyum,diam, menangis dan menunjukan keterkejutan dan kemarahan kemungkinan bahwa mereka mendapatkan semua expresi wajah melalui pembelajaran untuk mempraktekannya sejak mereka dapat melihat ataupun tidak, dapat mendengar atau tidak, intinya berarti pembelajaran manusia. (P.305). Untuk merespon argumen pada anak yang buta dan tuli mungkin akan sama pada expresi anak – anak normal melalui indra perabaan , (Eibl-Eibesfel *) menyarankan bahaya otak pada anak buta dan tuli juga menunjukan secara tipikal atau expresi wajah utama. Ini merupakan hal yang sulit untuk membhayangkan bagaimana mereka ( bahwa otak buta dan tuli – membahayakan anak – anak ) dapat mempelajari expresi sosial tanpa latihan dengan serius. Jika setiap orang beranggapan bahwa beberapa kasus pada teori pembelajaran tanggungjawab untuk kemungkinan teori pada sisinya. Itu tampaknya lebih beralasan untuk diasumsikan bahwa saraf dan struktur motorik dibawah pengaruh motorik ditingkatkan dalam proses perbedaan diri melalui dekoding secara genetik menyimpan informasi(P306). Meskipun demikian, berdasarkan perspektif Darwin dan Eibl eibesfel, beberapa expresi wajah diturunkan dari keturunan berkaitan dengan mood dan perasaan. Mereka produk bawaan dari proses evolusi dan mereka umumnya universal apakah baik kalian orang asli amerika, amerika selatan, eropa, asia, afrika atau indian.
Perspektif 2 : Faktor Eksternal
Mari kita berpikir tentang kemungkinan lain yang mempengaruhi sebelum kita menerima posisi ini karena hanya penjelasan bagaimana kita memperoleh expresi wajah kita meskipun banyak penelitian yang mendukung penampakan bawaan lahir, dan banyak expresi wajah yang dasar atau utama yang sama dikodekan kedalam banyak kultur, ada banyak kemungkinan faktor eksternal seperti lingkungan, peraturan sosial dan kultur yang berkontribusi yang bertingkahlaku pada expresi wajah kita. Meskipun
penelitian tidak mendukung teori bahwa expresi wajah sebenarnya dipelajari yang tidak berarti bahwa perspektif pembelajaran tidak mempunyai tempat dalam pemahaman kita mengenai expresi wajah. Dari sejak kecil anak – anak sering diajarkan menghormati tingkahlaku wajah untuk situasi yang tepat. Sebagai contoh banyak anak – anak diajarkan untuk melihat serius dan seksama pada perkuburan bukannya bahagia karena anak – anak tumbuh dan berkembang mereka diajarkan dengan beragam model, expresi wajah yang dihubungkan untuk emosi yang tepat (Ekmab, 1972; Ekman & Friesen, 1967 )
Perspektif 3 : bawaan lahir dan pembelajaran
Perspektir utama lainnya dari akuisisi, expresi wajah adalah bahwa tingkahlaku bawaan lahir dan pembelajaran. Beberapa teori berpegang pada prinsip ini (Ekman & friesena 1969a, 1969b, 1975; Ekman, friesen &ellsworth, 1972) Mari kita rangkum apa pegangannya itu.
Pada umumnya pegangan ini diterima bahwa ada banyak expresi wajah utama, dari hari kita dilahirkan, sangat dekat berkaitan dengan emosi – emosi utama kita, kesedihan, kemarahan, ketidaksetujuan, ketakutan, ketertarikan, keterkejutan, kebahagiaan. Cara yang efektif yang menyenangkan untuk mengingat nya adalah kependekan dari SADFISH. Karena kita mengobservasi bayi dan anak – anak yang sangat muda kami melihat bahwa mereka secara spontan mengexpresikan emosi yang mereka rasakan. Karena mereka tumbuh lebih tua bagaimanapun juga mereka menjadi bersosialisasi kedalam dunia dewasa dari kultur mereka. Karena hal lainnya mereka mempelajari aturan wajah secara tepat yang mereka harus ikuti selama situasi sosial. Karena proses pembelajaran ini dimulai untuk menguatkan, expresi wajah dan perasaan menjadi sesuatu yang terbentuk. Dengn cepat, kita mempelajari apakah penerimaan dan penolakan dalam tujuan tingkahlaku expresi melalui gambaran alamiah untuk tersenyum dan tertawa ketika sesuatu yang lucu. Bagaimanapun juga kamu dngan cepat mempelajari bahwa senyum dan tawa pada seseorang yang menyayikan the star- Spangled Banner dipermainan baseball adalah tingkahlaku yang sering dari melempar dengan cepat dari seorang keluarga didekatmu. Kamu telah mempelajari aturan yang pertama : Kamu seharusnya tidak tersenyum pada hal yang lucu.
Perbedaan - perbedaan yang spesifik dari kultur pada dasanya ditujukan pada expresi wajah utama dari tiga faktor :
1. Kultur dibedakan berdasarkan lingkungan pada emosi yang tepat.
2. Kultur membedakan konsekuensi yang mengikuti expresi emosional yang tepat . 3. Perbedaan kultur telah membedakan aturan yang ditampilkan bahwa anggota
mereka harus belajar yang memerintah untuk menggunakan tingkah laku fisik.
Sebagai contoh baru – baru ini kultur orang Amerika Utara, laki – laki tidak berani mengekspresikan kesedihan atau kebahagiaan secara ekstrem. Lelaki – lelaki Amerika diharapkan lebih berbobot. Ini tidak masalah ! Kamu dapat mengingat dengan benar bahwa semua aturan yang penting yang kamu pelajari semasa kecil : Anak lelaki jangan menagis !. Berdasarkan konsekuensi – konsekuensi lain yang mungkin laki – laki yang terlalu berexpresi. Dengan kata lain,Perempuan pd umumnya dibolehkan untuk lebih emosial dibandingkan lelaki, apakah mereka terlalu sedih, atau bahkan terlalu gembira. Pada beberapa kultur (kebudayaan) kita mungkin menemukan aturan - aturan yang berbeda. Beberapa kultur orang arab,ditunjukkan dengan penerimaaan yang sempurna pada laki - laki mereka untuk diatasi dengan kesenangan pada reunian teman lama atau terbuka ketika bersedih ataupun kecewa.
Meskipun demikian, ketika seseorang dilahirkan, ia pada umumnya menampilkan xpresi fisik utama. Karena orang tumbuh, berkembang dan berhubungan dengan beragam komunitas dan situasi - situasi komunikasi, dia belajar menempatkan wajahnya untuk harapan lain(...)
Berdasarkan haseltine(2002a) senyuman paksaan terlihat buruk, dengan mempelajari profil pasien struk, ahli syaraf dapat menyimpulkan bahwa otak mempunyai 2 circuit (jalur) besar utama untuk mengontrol senyum: satu dibawah kontrol kesadaran dari serabut cortex dan lainnya diluar kesadaran melalui struktur otak bagian dalam termasuk emosi.(P.88) Meskipun demikian, ketika kita harus tersenyum di camera, senyum kita sering sadar dan tampak palsu ke yang lainnya. Ketika kita tersenyum karena kita menemukan sesuatu atau seseorang yang lucu, senyuman itu adalah tidak sadar, lebih dari senyuman asli. Kemudian, senyuman yang tidak sadar adalah senyuman yang lebih asli yang berdekatan dengan orbicularis oculi (kulit di
sekitar mata bagian atas). Senyuman asli akan memberanikan lainnya untuk tersenyum dan menampilkan emosi yang jujur. Senyuman palsu mungkin membuat orang – orang berpikir bahwa kita tidak bermaksud mengatakan atau senyuman palsu dapat memberikan feedback ketidaksenangan atau membahayakan lingkungan sosial.
Haseltine(2002b) mengkonfirmasikan bahwa simetri wajah adalah faktor yang besar apakah orang - orang menerima atau tidak. Ketika wajah banyak yang di simetrikan, mungkin tidak sepenuhnya sama. Orang - orang yunani kuno mendefinisikan bahwa simetris,mempunyai porsi wajah yang sama dengan ketertarikan. Hal ini masih berlangsung hingga kini.
Haseltine(2002c) mengkonfirmasikan bahwa senyum dapat membuat anda lebih baik. Ketika kita bahagia, kita tersenyum lebih dan senyuman ini mempunyai reaksi kedepan dalam otak kita yang pergi sesuatu seperti ini- bahwa ketika kita melihat sesuatu yang lucu, hal itu berasal dari emosi sadar yang menyebabkan kontraksi dari otot - otot wajah, yang menampilkan sebuah senyuman. Ketika kita senyum kita mungkin merasa lebih bahagia dan kebahagiaan ini mungkin dikomunikasikan ke orang - orang lainnya.
MANAJEMEN WAJAH DAN EKSPRESI – EKSPRESI EMOSI
Kami sarankan lebih awal bahwa beberapa peneliti menyakini pembelajaran dari wajah dan ekspresinya adalah peMbelajaran mengenai emosi itu sendiri. Meskipiun wajah merUpakan sumber informasi yang penting tentang tipe emosi seseorang yang diekspresikan, beberapa penulis menyebutkan bahwa tensi tubuh adalah indikator yang lebih baik dari intensitas dengan sebuah emosi adalah perasaan. Kemudian kebudayaan dan sosial mempengaruhi apa yang diajarkan pada kita untuk membentuk emosi kita dari tingkah laku wajah kita secara aktual ( Ekman & Friesen, 1969a, 1969b; Harper, wiens& matarazzo, 1978 ). Pengaturan tingkahl aku wajah kita adalah kemampuan kita mempelajari lebih dulu dalam hidup. Kita menguasai aturan – aturan yang menyebutkan kita bagaimana menampilkan emosi kita dalam beragam kehidupan sosial tekhnik – tekhnik manajemen wajah adalah konsep yang digunakan untuk menggambarkan gambaran – gambaran awal atau penampilan atau tingkah laku- tingkahlaku.
Tekhnik manajemen wajah tidak hanya dipelajari sangat awal tetapi sering dipelajari melalui kebiasaan mereka, maka dari itu kita mempelajari tingkah laku
kedalam suatu tingkat. Kita dapat memodifikasi ekspresi wajah sebagai dasar dari emosi ke bagian emosi normal yang universal dan dapat dibedakan dari budaya yang satu dengan budaya lainnya. Edisi, norma-norma sosial yang menentukan yang mana teknik manajemen sosial yang cocok untuk setiap emosi ketika ekspresi dari individu berubah- ubah status, jenis kelamin, umur dan peran sosial. Mari kita tinjau empat keadaan yang paling berpengaruh di tehnik manajemen facial : masking, intensifikasi, neutralisasi dan deintensifikasi (MIND) (Ekman dan Friesen, 1969a,1969b, 1975).
MASKING.Hal pertama yang berhubungan dengan teknik menejemen dipelajari untuk memahami atau menutupi pengaruh sosial. Teknik ini bersangkutan dengan penindasan dari ungkapan yang berhubungan dengan rasa emosi dan pengganti yang dengan ungkapan bahwa mereka dapat diterima dalam keadaan itu. Berpikir pada saat bagaimana yang dirasakan orang-oranng ketika mereka kalah dalam suatu pertandingan dengan orang-orang lainnya. Apa kamu pikirkan tentang apa yang benar-benar mereka rasakan ? apa yang akan kamu rasakan ? tidak terlalu baik umumnya. Bagaimanapun budaya di Amerika kita mengira bahwa untuk menunjukkan rasa bahagia dan kesenangan sebagai pemenang dan menjauhi setiap ungkapan dari rasa ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Ini adalah bagian untuk menjadi orang yang menerima kekalahan dengan lapang dada atau menjadi seorang pecundang.
Di sekolah dasar, kepala sekola baru saja memberi tahu cerita tentang anak laki- laki kelas 2 yang di kirimkan ke kantor untuk memberitahukan bahwa cara ia bercanda di kelas tidak dapat diterima. Setelah beberapa orang dalam waktu yang cukup lama berbicara dengan anak laki-laki tersebut dan menerangkan bahwa tingkah lakunya yang seperti itu tidak baik dan tidak cocok, keala sekolah kepada anak-anak itu, jika ia tidak mengerti situasinya lihat teka-teki ini. Anak laki-laki bertanya “apakah kamu tidak ingin mendengar lelucon ku ?“ itu adalah salah satu lelucon terbaik. Anak laki-laki itu mulai menceritakan leluconya, kemudian kepala sekolah memarahi anak itu. Keadaan sekitar memprediksikan bahwa kepala sekolah akan melakukan kekerasan atau kekasaran, walaupun anak itu benar-benar membuat situasi menjadi lucu sekali.
Dalam sebagian kebudayaan kesopanan, ekspresi dari emosi yang negative lebih tabu dari pada hal lainnya. Ini sering terjadi karena masalah komunikasi ketika orang- orang yang berbeda kebudayaan berinteraksi. Ketika kalangan bisnis amerika tidak menyukai sesuatu seperti pertimbangan dari kecocokan bahwa mereka dengan tegas
memperlihatkan perasaan tidak senang. Untuk kalangan bisnis Jepang, lawan adalah sebenarnya, Jepang sring mempertimbangkan apa yang disembunyikan oleh tuan rumah. Sedangka Amerika memiliki kesulitan memahami bagaimana rekan bisnis Jepang yang merupakan rekan (seorang ahli) yang menanggapi tantangan karena ungkapan emosi dari luar akan selalu positif atau netral. Salah seorang teman dari penulis bertolak dari tidak berhasilnya perjalanan ke jepang bersama komentar ini “Disana tidak ada kata-kata dari bahasa Jepang untuk tidak tetapi disana ada ratusan kata untuk “iya”. Sayangnya mereka benar-benar berkata “tidak”. Akhirnya dia mempelajari tentang menyembunyikan perasaan di kebudayaan Jepang.
Intensifikasi dari apa yang diungkapkan adalah menyelesaikan dari perasaan yang dibesar-besarkan. Kadang kita harus membangun ungkapan emosi dari luar jauh melebihi apa yang kita rasakan agar saat kita dapat menjumpai kepedulian yang dari orang lainnya. Apakah kamu pernah ada di situasi seperti ini,dimana tekanan social diperlukan bahwa kamu membesarkan suatu ungkapan ? pertimbangkan scenario di bawah ini.
Rekan-rekan Enrique memutuskan untuk memberikan kejutan di pesta ulang tahunnya pada jumat malam pulang kerja. Mereka merencanakan pesta yang bagus untuk memastikan bahwa Enrique aka nada di sana, jumat sore akhirnya tiba dan Enrique memustukan untuk tinggal di kantor dan bekerja dengan beberapa orang untuk beberapa jam lagi. Lalu rakannya tim dating ke kantor.
“ Ayo kita pergi “
“Tidak, aku harus bekerja dengan beberapa orang beberapa jam lagi” “Kamu biasanya tidak tidak pernah telat bekerja di hari jumat, ayo” “Tidak untuk mala ini, tim aku harus bekerja”
Akhirnya Tim memberitahukan rencana pesta kejutan untuk Enrique. Dia tidak diliputi rasa bahagia. Bagaimanapun, malam itu tidak satupun yang akan mengira bahwa Enrique akan tahu tentang pesta kejutan itu, wajahnya penuh dengan perasaan keajaiban, keheranan dan kebahagiaan ketika semuanya berteriak “surprise!”. Dia mengeluarkan ekspresi yang berlebihan sehingga rekan-rekannya tdak akan kecewa. Enrique merasa senang, tetapi tidak benar-benar sebahagia seperti apa yang rekan-
rekannya harapkan. Ia memperkuat ekspresinya agar seperti apa yang teman-temanya harapkan.
Di beberapa kebudayaan, sebagaimana itu beberapa orang di Negara bagian Mediterranean, tanggapan yang biasa dikeluarkan adalah kesedihan atau duka cita. Orang-orang lainnya, kelihatannya sangat memperkuat itu dari luar tempat tinggalnya. Serupa dengan beberapa orang sering kali menggunakan intensifikasinya seperti itu. Siapa yang memakai gaya bahasa komunikasi yang dramatis, sedangkan orang-orang yang lainnya tidak. Kebanyakan orang yang tinggal di US menemukan intensifikasi dari teknik yang tepat dari waktu ke waktu.
NETRALISATION Kamu tentunya pernah mendengar seseorang tidak mengeluarkan ekspresi apapun. Ini yang kelihatanya tidak memiliki ekspresi. Individu yang menggunakan teknik menegemen wajah yang biasa disebut neutralization. Ketika kami menetralkan ekspresi dari dalam diri, kami perlu menyisihkan setiap ekspresi dang ungkapan dari emosi. Pemain poker tidak ingin wajahnya memberitahukan bahwa ia menggenggam tangan yang bagus. Ekspresi dalam point ini dapat member tanda kepeda pemain lainnya dan mereka dapat waspada. Lawan dari pemain tidak ingin membawa kartu-kartu yang buruk untuk memperlohatkan wajahnya, salah satunya. Jika pemain lainnya dapat membaca ekspresi wajah dan melihat bahwa lawannya sudah lemah, pemain tidak dapat menggertak lawan lainnya. Konsekuensi pemain poker yang sukses memelajari untuk menetralize semua ekspresi wajah dan tetep membuat lawan bingung.
Ini tidak hanya dalam permainan poker, kita boleh mempunyai keinginan untuk menetralize setiap ekspresi wajah. Di setiap keadaan, kita memiliki pengalaman di tiap- tiap emosi ketika mengekspresikannya mungkin merupakan lawan dari minat terbaik kita. Tentu saja kita tidak dapat menghindari emosi negatif seperti takut atau marah, kita sering bias mencegah reaksi yang tidak diinginkan dari orang-orang lain dengan menetralisir emosi kita terhadap emosi-emosi tadi.ketika ekspresi kita netral, orang lain tidak sadar bahwa kita mendapatkan pengalaman dari tiap emosi.
DEINTENSIFICATION Semua situasi dan peristiwa sosial biasanya disebut deintensifikasi. Itu adalah ketika kita mengurangi intensitas dari ekspresi wajah kita dari tiap emosi khusus karena keadaan mewajibkan kita untuk menutupi bagaimana perassan kita sebenarnya. Biasanya deintensifikasi terjadi ketika kita merasakan perasaan bahwa
dimana budaya kita mengajarkan sesuayu yang tidak dapat diterima. Orang-orang Inggris seperti yang kita ketahui, kita lelaki biasanya tidak mengizinkan mengekspresikan emosi secara berlebihan dari ketakitan atau kesedihan. Di dalam pemakaman, lelaki amerika mengiinkan untuk mengekspresikan beberapa rasa duka cita mereka, tetapi karena itulah pria-pria itu berhrap mereka menjadi kuat untuk orang lainnya. Dia mengkin mengidentifikasi ekspresi-ekspresi itu untuk menemukan harapan dari keikutsertaan keluarganya.
Orang-orang dalam keadaan terkonrol, seperti manajer, instruktur, psikiater dan pendeta terkadang mereka sendiri di beberapa situasi. Bias menjadi yang paling tidak cocok untuk mengekspresikan emosi mereka. Sebenarnya secara luas untuk menunjukkan apa yang benar-benar mereka rasakan. Manajer-manajer terkadang mereka sendiri di situasi-situasi dengan para pekerjanya memerlukan mereka untuk mengurangi ekspresi wajah mereka. Manajer akan menjadi kuat dalam kebiadaban tingkah laku, salah satu seorang bawahan selama rapat bagian, tetapi mengakui bahwa ekspresi emosi itu di dalam aturan dapat sangat conterproductive. Setelah rapat berakhir manajer mengekspresikan perhatian mereka kepada cara mereka mengkontrol dan seorang bawahan menerima teguran. Bagaimanapun, jika manajer mengekspresikan emosinya untuk memperluas bahwa mereka benar-benar berpengalaman , para pekerja kuat ketika dipermalukan di depan umum dan memalukan. Ini tidak dapat membantu supervisor dan pekerja untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya dalam aturan- aturan ke depannya.
Kemanapun sebnarnya komunikator mengetahui wajah seperti apa untuk