• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perubahan Tutupan Lahan Kota Medan Periode 2000- 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Perubahan Tutupan Lahan Kota Medan Periode 2000- 2011"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

I. PENDAHULUAN

Bab Pendahuluan ini meletakkan dasar penelitian dengan menjelaskan latar belakang pemilihan topik, tujuan penelitian, dan manfaat yang diharapkan. Latar belakang menekankan dinamika perubahan tutupan lahan di Kota Medan (2000-2011) akibat aktivitas manusia dan pertumbuhan penduduk, serta pentingnya pemantauan perubahan ini. Tujuan penelitian difokuskan pada identifikasi perubahan tutupan lahan menggunakan SIG dan penentuan faktor dominan penyebab perubahan menggunakan AHP. Manfaat penelitian dijabarkan sebagai penyedia informasi bagi pihak-pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya lahan.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini menjelaskan konteks perubahan tutupan lahan, mendefinisikan istilah kunci seperti tutupan lahan dan perubahannya. Diuraikan bagaimana aktivitas perkotaan, pertumbuhan penduduk, dan persaingan penggunaan lahan berkontribusi pada perubahan ini. Studi ini mengutip Parengkuan (1991) mengenai perkembangan kota dan keterbatasan lahan. Fokusnya pada Kota Medan sebagai wilayah dengan pertumbuhan dan aktivitas penduduk tinggi, sehingga perubahan tutupan lahan periode 2000-2011 menjadi penting untuk dikaji. Teknologi SIG dan AHP digunakan sebagai alat analisis untuk memudahkan pemantauan dan identifikasi faktor penyebab perubahan.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dirumuskan secara spesifik dan terukur. Pertama, penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan lahan Kota Medan dari tahun 2000 hingga 2011. Kedua, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang menyebabkan perubahan tutupan lahan di Kota Medan. Kedua tujuan ini menunjukkan fokus yang jelas dan terarah, membuat penelitian ini relevan secara akademik dan praktis.

1.3 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dijabarkan secara eksplisit, menargetkan berbagai pihak yang akan memperoleh manfaat dari hasil penelitian ini. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi tentang perubahan tutupan lahan di Kota Medan pada periode yang diteliti. Informasi ini berguna sebagai masukan bagi kegiatan pengelolaan sumber daya lahan, dan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan tata ruang dan lingkungan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka memberikan landasan teoritis penelitian dengan mengkaji konsep penggunaan lahan dan tutupan lahan, penggunaan lahan perkotaan, aplikasi SIG dalam analisis perubahan tutupan lahan, dan penerapan AHP dalam menentukan faktor dominan. Tinjauan ini merangkum berbagai teori dan konsep yang relevan dari berbagai sumber, menunjukkan pemahaman komprehensif penulis terhadap bidang studi ini.

2.1 Penggunaan Lahan dan Tutupan Lahan

Bagian ini mendefinisikan lahan dan penggunaan lahan, membedakannya dengan tutupan lahan. Ia membahas tren perubahan penggunaan lahan, seperti deforestasi dan urbanisasi (Kitamura dan Rustiadi, 1997), dan mengklasifikasikan penggunaan lahan berdasarkan pertanian dan non-pertanian (Arsyad, 2006). Pentingnya pengetahuan tentang penggunaan dan tutupan lahan untuk perencanaan dan pengelolaan lahan dijelaskan (Lillesand dan Kiefer, 1990). Konsep perubahan penggunaan lahan dan pengaruh aktivitas manusia serta hubungan antara sistem pembangunan, aktivitas, dan lingkungan hidup (Chapin, 1996) juga dibahas.

2.2 Penggunaan Lahan Perkotaan

Bagian ini menjelaskan karakteristik penggunaan lahan perkotaan, termasuk pengaruh pertumbuhan penduduk dan urbanisasi (Jayadinata, 1999). Ia membahas dampak kepadatan penduduk terhadap perubahan tutupan lahan alami, dan bagaimana hal ini mendorong perkembangan ke daerah pinggiran kota (Catanese, 1986). Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan lahan perkotaan, seperti jumlah penduduk, APBD, sarana transportasi, dan harga tanah (Soedarto dalam Wijayanti, 1998) diuraikan, serta dampaknya terhadap lingkungan (Savitri, 2007) dan kelangkaan lahan (Sitorus, 2004).

2.3 Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Aplikasinya untuk Perubahan Tutupan Lahan

Bagian ini mendefinisikan SIG dan aplikasinya dalam analisis perubahan tutupan lahan, meliputi jenis data (raster dan vektor), dan sejarah perkembangan SIG (Aronoff, 1989; Narulita, 2008; Charter dan Agtrisari, 2002; Jaya, 2002). Ia mengkaji berbagai aplikasi SIG dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk pemantauan perubahan penggunaan lahan (Rahmawaty, 2011), dan memberikan contoh studi kasus analisis perubahan penggunaan lahan di Bali (As-Syakur, 2011) dan Medan (Putra, 2012). Studi ini juga membahas peranan SIG dalam penghijauan kota (Wikantiyoso, 2000).

2.4 Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Aplikasinya untuk Perubahan Tutupan Lahan

Bagian ini memperkenalkan metode AHP, menjelaskan prinsip kerjanya (Saaty, 1993; Imamuddin dan Kadri, 2006; Amborowati, 2008), dan langkah-langkah penyelesaian masalah menggunakan AHP (Eri dan Elpira, 2008; Saaty, 1980 dalam Rahmawaty, 2011; Malczewski, 1999 dalam Rahmawaty, 2011; Marimin, 2004; Schmoldt et al. (2001) dalam Rahmawaty, 2011). Kelebihan dan keuntungan AHP dalam penerapannya, termasuk kemampuannya dalam menangani masalah multi-kriteria dan ketidakpastian, juga dibahas. Contoh aplikasi AHP dalam bidang pengelolaan sumber daya alam juga disertakan, misalnya dalam pengelolaan DAS dan hutan (Rahmawaty, 2011).

III. METODE PENELITIAN

Bagian Metode Penelitian menjelaskan secara rinci tahapan penelitian, mulai dari waktu dan tempat penelitian, gambaran umum lokasi penelitian, bahan dan alat yang digunakan, hingga pelaksanaan penelitian. Penjelasan yang detail dan sistematis ini penting untuk memastikan reproduksibilitas penelitian.

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Bagian ini menentukan jangka waktu penelitian (Maret-Agustus 2013), dengan pengambilan data pada Maret-April 2013 dan analisis data pada Mei-Agustus 2013. Lokasi penelitian dijelaskan sebagai Kota Medan, Sumatera Utara, dan proses pengolahan data dilakukan di Laboratorium Manajemen Hutan Terpadu, Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Kejelasan waktu dan tempat ini penting untuk konteks penelitian.

3.2 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Gambaran umum lokasi penelitian memberikan informasi geografis dan administratif Kota Medan, termasuk letak geografis, topografi, iklim, dan batas wilayah administratif. Informasi ini penting untuk memahami konteks spasial dan lingkungan penelitian. Letak Kota Medan yang strategis sebagai pusat perdagangan dan keterkaitannya dengan Kabupaten Deli Serdang sebagai daerah penghasil sumber daya alam juga dijelaskan.

3.3 Bahan dan Alat

Meskipun detail spesifik bahan dan alat tidak diberikan dalam teks yang diberikan, bagian ini seharusnya menjelaskan secara rinci semua bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian. Hal ini meliputi data yang digunakan (misalnya, citra satelit, data sensus penduduk), perangkat lunak (misalnya, software SIG, software AHP), dan alat pendukung lainnya. Detail ini penting untuk transparansi dan reproduksibilitas penelitian.

3.4 Pelaksanaan Penelitian

Bagian ini seharusnya menjelaskan langkah-langkah detail pelaksanaan penelitian, meliputi pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Langkah-langkah ini harus dijelaskan secara sistematis dan terukur. Contohnya, bagaimana data citra satelit diolah untuk memetakan perubahan tutupan lahan, dan bagaimana AHP digunakan untuk menentukan faktor dominan. Detail langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan validitas dan kredibilitas penelitian.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan dan membahas temuan penelitian. Hasil penelitian tentang perubahan tutupan lahan Kota Medan selama periode 2000-2011 disajikan, kemudian dibahas kaitannya dengan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Pembahasan ini akan menghubungkan temuan penelitian dengan teori-teori dan konsep-konsep yang telah dibahas dalam tinjauan pustaka.

4.1 Tutupan Lahan di Kota Medan

Bagian ini mempresentasikan data dan analisis mengenai perubahan tutupan lahan di Kota Medan antara tahun 2000, 2006, dan 2011. Data kuantitatif tentang luas perubahan tutupan lahan untuk setiap jenis perubahan (misalnya, pertanian lahan kering campur semak menjadi pertanian lahan kering, sawah menjadi pemukiman, dll.) akan disajikan dan divisualisasikan dengan peta. Analisis spasial menggunakan SIG akan menunjukkan pola-pola perubahan tutupan lahan di berbagai wilayah Kota Medan. Interpretasi hasil akan dihubungkan dengan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tutupan lahan.

4.2 Faktor Dominan Penyebab Perubahan Tutupan Lahan di Kota Medan

Bagian ini akan membahas hasil analisis menggunakan AHP untuk mengidentifikasi faktor dominan penyebab perubahan tutupan lahan. Hierarki faktor-faktor yang berpengaruh akan dijelaskan, termasuk pembobotan masing-masing faktor. Hasil analisis AHP akan menunjukkan faktor mana yang paling berpengaruh terhadap perubahan tutupan lahan di Kota Medan. Pembahasan akan mengaitkan faktor-faktor tersebut dengan konteks sosial, ekonomi, dan kebijakan di Kota Medan. Misalnya, peran kebijakan pemerintah, dinamika ekonomi, dan pertumbuhan penduduk dalam memengaruhi perubahan tutupan lahan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab Kesimpulan dan Saran merangkum temuan utama penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya atau kebijakan praktis terkait pengelolaan lahan di Kota Medan.

Gambar

Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian
Tabel 1. Data primer dan sekunder yang digunakan dalam penelitian
Gambar 2. Proses Analisis Perubahan Tutupan Lahan
Gambar 3. Struktur Hierarki Faktor Dominan Penyebab Perubahan Lahan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Selama periode tahun 2003-2015, tutupan lahan di Kabupaten Tapanuli Utara mengalami perubahan tutupan lahan paling dominan adalah perubahan lahan pertanian lahan kering campur

Kondisi penutupan/penggunaan lahan berupa rawa, semak belukar dan semak belukar rawa pada penelitian ini dikategorikan sebagai lahan potensial untuk tanaman padi sawah,

Perbedaan persentase penurunan luas kebun/perkebunan, dan ladang/tegalan, serta peningkatan lahan terbangun dan lahan terbuka/semak antara berbagai skenario dikarenakan

Selama periode tahun 2003-2015, tutupan lahan di Kabupaten Tapanuli Utara mengalami perubahan tutupan lahan paling dominan adalah perubahan lahan pertanian lahan kering campur

Selama periode tahun 2003-2015, tutupan lahan di Kabupaten Tapanuli Utara mengalami perubahan tutupan lahan paling dominan adalah perubahan lahan pertanian lahan kering campur

Tutupan lahan pada lokasi penelitian dibagi menjadi sembilan kelas tutupan lahan, yaitu hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, belukar, pemukiman,

Klasifikasi citra tutupan lahan yang dilakukan di Kecamatan Medan Baru dan Medan Selayang diperoleh luas tutupan lahan sawah kecil, disebabkan oleh citra Landsat 5

Dari hasil percobaan diperoleh bahwa perubahan luas penutupan lahan di Kabupaten Dairi yaitu semak belukar, sawah dan air menjadi penggunaan lahan lain seperti