LAPORAN TUGAS AKHIR
PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI
TATA CARA PENDAFTARAN DAN PEROLEHAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN PETISAH
O L E H
Nama : Hartoni Tinambunan Nim : 072600064
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Menamatkan Studi Pada Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah
memberi Rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas
Akhir ini dengan judul TATA CARA PENDAFTARAN NOMOR POKOK WAJIB
PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN PETISAH.
Laporan Tugas Akhir ini diajukan guna memenuhi salah satu persyaratan untuk
dapat mmenyelesaikan pendidikan pada Program Studi Diploma III Administrasi
Perpajakan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan
baik dalam susunan kata,kalimat maupun pembahasannya. Oleh karena itu penulis
mengharapkan adanya kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun
skripsi saya ini kearah yang lebih baik.
Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari berbagai pihak. Oleh sebab itu penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada :
Yang sangat special,kedua Orang Tua yang sangat penulis cintai karena sudah
memberikan dorongan materil dan doa yang tiada henti untuk keberhasilan penulis.
1. Bapak Prof.Dr.M.Arif Nasution, M.A,selaku Dekan FISIP USU
2. Bapak M.Husni Thamrin Nst,M.si selaku Ketua Program Studi D-III Administrasi
Perpajakan
3. Bapak Drs.Burhanuddin Harahap,M.si selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan pengarahan kepada penulis.
5. Bapak dan Ibu dosen serta staf pegawai akademik Program Studi Diploma III
Administrasi Perpajakan
6. Kepada Bapak Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah dan
seluruh Staff Pegawai Subbagian Umum yang telah memberikan izin kepada
penulis untuk melakukan PKLM di KPP Pratama Medan Petisah.
7. Kepada Bapak Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah sebagai
Supervisor Lapangan dan Staff Pegawai di seksi pelayanan yang telah
memberikan kemudahan kepada saya untuk memperoleh data di KPP Pratama
Medan Petisah.
8. Kepada teman seperjuanganku Genk Kacang Ijo Wilman,Restu
Jimmi,Dedek,Anas, dan seluruh teman-temanku di D-III Administrasi Perpajakan.
Akhirnya atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada penulis ucapkan
banyak terima kasih. Semoga Tuhan membalas semua amal dan kebaikan tersebut. Dan
peneliti mengharapkan semoga saja Tugas Akhir yang disusun ini dapat bermanfaat bagi
kita semua khususnya bagi sivitas Akademika Administrasi Perpajakan Universitas
Sumatera Utara.
Medan, Juni 2010
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………..i
DAFTAR ISI... vi-v BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan mandiri ... 1
B. Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri ... 4
C. Ruang Lingkup Praktik Kerja Kapangan Mandiri ... 5
D. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri ... 6
E. Metode Pengumpulan data ... 8
F. Sistematika Penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri.9-10 BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PKLM A. Sejarah Umum Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah... 11
B. Tugas dan Fungsi KPP Pratama Medan Petisah...11
C. struktur Organisasi KPP Pratama Medan Petisah ...12
D. Deskripsi KPP Pratama Medan Petisah...13-17 BAB III GAMBARAN DATA PAJAK A. Pengertian pajak.……….18
B. Fungsi pajak……….…………...19
C. Teori Yang mendukung pemungutan pajak……….………..…...20
E. Pengertian NPWP….………...………23
F. Dasar Hukum Pendaftaran NPWP………...24-27
G. Tempat Pendaftaran
NPWP…………..………..27
H. Jangka Waktu Pendaftaran NPWP………28
I. Perubahan Data Wajib Pajak………..………..……….28-29
J. Penghapusan NPWP………..29-30
K. Sanksi Tidak mendaftarkan NPWP………30-31
BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI DATA
A. Tata Cara Pendaftaran dan Perolehan NPWP pada
KPP Pratama Medan Petisah…………..……….32-37
B. Hak Dan Kewajiban setelah memperoleh NPWP………..……...38-39
C. Upaya yang dilakukan Fiskus untuk meningkatkan
kesadaran wajib pajak akan pentingnya pajak………40-41
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN………..……42
B. SARAN………..43
BAB I PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG PRAKTEK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM)
PKLM adalah suatu kegiatan yang dilakukan mahasiswa secara mandiri yang
bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis dilapangan yang secara langsung
berhubungan dengan teori-teori keahlian yang diterima dari para dosen Program Studi
Administrasi Perpajakan guna mengetahui secara langsung fungsi dan tugas dalam
pekerjaan yang sebenarnya.
Pajak menurut Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2007 adalah kontribusi wajib
kepada Negara yang terutang oleh Orang Pribadi atau Badan yang bersifat memaksa
berdasarkan Undang – Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan
digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Majunya suatu bangsa merupakan wujud dari kesadaran masyarakat untuk
membayar kewajibannya dalam perpajakan.Pajak merupakan sumber penerimaan Negara
yang terbesar dibandingkan dengan sumber-sumber penerimaan Negara yang lain. Oleh
karena itu semakin besar pajak yang diterima maka kesejahteraan masyarakat akan
terwujud.
Dengan berpegang teguh pada kepastian hukum,keadilan dan kesederhanaan
maka arah dan tujuan perpajakan ini mengacu kepada kebijaksanaan pokok menuju
kemandirian dalam pembiayaan Negara dan pembiayaan pembangunan yang sumber
Dengan adanya pajak dapat menunjang usaha pembangunan secara merata serta
mendorong investasi yang lebih merata diseluruh wilayah Republik Indonesia,terutama
untuk mendorong pembangunan didaerah terpencil yang selama ini dirasakan terbelakang
atau terlambat perkembangannya,baik dalam rangka pemerataan pembangunan dan
pendayagunaan Sumber Daya Alam maupun dalam rangka peningkatan penerimaan
pajak dalam jangka panjang. Demi tercapainya tujuan diatas tidak terlepas dari peran
serta masyarakat yang mana semua Wajib Pajak berdasarkan “Self Assessment System”
wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jendral Pajak untuk dicatat sebagai Wajib
Pajak dan sekaligus untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
NPWP merupakan suatu sarana dalam administrasi perpajakan yang digunakan
sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. Oleh karena itu setiap wajib pajak
hanya diberikan satu NPWP.NPWP juga digunakan untuk menjaga ketertiban dalam
membayar pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan,dalam hubungan dengan
dokumen perpajakan. Wajib Pajak diwajibkan mencantumkan NPWP yang
dimilikinya,bagi Wajib Pajak yang tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP
dikenakan sanksi peraturan perundang-undangan perpajakan.
Inilah yang menjadi acuan dan dasar pemikiran penulis dalam melaksanakan
Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM),dengan maksud agar penulis mengerti tentang
B. Tujuan Dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri (PKLM) 1. Tujuan PKLM
Kegiatan PKLM oleh Mahasiswa dari Program Studi Diploma III Administrasi
Perpajakan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan PKLM yaitu :
1. Untuk mengetahui Tatacara pendaftaran dan perolehan NPWP pada Kantor
Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah.
2. Untuk mengetahui Hak dan Kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh NPWP
pada KPP Pratama Medan Petisah.
3. Untuk mengetahui upaya-upaya yang ditempuh oleh fiskus untuk meningkatkan
kesadaran Wajib Pajak akan pentingnya pajak.
2. Manfaat PKLM
Yang menjadi manfaat PKLM bagi mahasiswa yaitu :
1. Dapat mempraktikkan teori yang telah diperoleh dibangku kuliah kedalam
masalah yang nyata dalam dunia kerja dan pemecahannya.
2. Menambah pengetahuan dan pengalamam dibidang perpajakan khususnya
mengenai pendaftaran NPWP pada KPP Pratama Medan Petisah.
3. Menumbuhkan dan menciptakan semangat professional dalam melaksanakan
pekerjaan,serta mengembangkan rasa tanggung jawab dan kedisplinan.
Yang menjadi manfaat PKLM bagi Universitas yaitu :
1. Menambah hubungan kerjasama antara pihak universitas dengan pihak Kantor
Pelayanan Pajak khususnya KPP Pratama Medan Petisah.
3. Mempromosikan Sumber Daya Manusia yang terdapat di Universitas Sumatera
Utara khususnya Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan.
Yang menjadi manfaat PKL bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah yaitu :
1. Membina kerja sama antara lembaga pendidikan dengan pihak Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Medan Petisah.
2. Mendapatkan ide-ide baru dengan dilaksanakannya PKLM.
3. Mempromosikan image Kantor Pelayanan Pajak kepada masyarakat.
4. Membantu pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah dalam hal
sosialisasi perpajakan kepada masyarakat Wajib Pajak melalui mahasiswa peserta
Praktik Kerja Lapangan Mandiri.
C. Ruang Lingkup PKLM
Adapun yang menjadi ruang lingkup yang paling dasar dalam melakukan PKLM
pada KPP Pratama Medan Petisah dengan data tahun 2009 adalah :
1. Tatacara Pendaftaran dan Perolehan NPWP pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
Pratama Medan Petisah.
2. Hak dan Kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh NPWP.
3. Upaya-upaya yang ditempuh oleh fiskus untuk meningkatkan kesadaran Wajib
Pajak akan pentingnya pajak.
Kegiatan yang akan dilakukan dalam PKLM adalah penulisan akan berusaha
semaksimal mungkin untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan tatacara
pengurusan dan pendaftaran NPWP oleh Wajib Pajak serta mencari data dan informasi
dan mendalami tatacara pendaftan untuk memperoleh NPWP pada KPP Pratama Medan
Petisah.
D. Metode PKLM
Yang menjadi metode PKLM ada 5 yaitu :
1. Tahap Persiapan
Kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebelum melakukan PKLM ke
objek PKLM yang meliputi kegiatan sebagai berikut : Pemilihan Lokasi PKLM,Objek
PKLM, Pengajuan Judul,Penentuan Judul,Pengajuan Proposal PKLM dan Surat
Pengantar.
2. Studi Literatur
Kegiatan studi mencari data dan informasi dengan membaca landasan teori
menelaah Buku-buku literature, Peraturan Perundang-undangan dibidang
perpajakan,Catatan-catatan,maupun bahasa tertulis yang ada hubungannya dengan
laporan PKLM.
3. Observasi Lapangan
Kegiatan studi mencari data dan informasi dengan mengikuti PKLM di KPP
Pratama Medan Petisah,serta mempelajari Laporan-laporan yang berhubungan dengan
masalah yang akan dibahas.
4. Tahap Pengumpulan Data
Kegiatan studi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang diperlukan
dalam menyusun Laporan Tugas Akhir dari kegiatan PKLM. Data tersebut diperoleh dari
pihak KPP Pratama Medan Petisah. Data mengenai Tatacara Pendaftaran dan Perolehan
a. Data Primer yaitu data yang berasal dari pihak-pihak yang memahami Tatacara
Pendaftaran dan Perolehan NPWP pada KPP Pratama Medan Petisah.
b. Data Sekunder yaitu data yang berasal dari Buku-buku ilmiah,Dokumen-
dokumen,Undang-Undang yang berhubungan dengan NPWP.
5. Analisis dan Evaluasi
Kegiatan studi dilakukan dengan cara menganalisa permasalahan dan kendala
yang dihadapi dan mencari tahu atau menanyakan solusi atau jalan keluar terbaik untuk
memecahkan permasalahan.
E. Metode Pengumpulan Data
Dalam melakukan metode pengumpulan data digunakan 3 daftar yaitu :
a. Daftar Observasi (Observation Guide )
Kegiatan mengumpulkan dan mencari data dengan cara langsung maupun tidak
langsung terjun kelapangan untuk melakukan peninjauan dengan mengamati,mendengar
dan bila perlu membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh pihak instansi dengan
memberikan petunjuk atau arahan terlebih dahulu dengan berpedoman pada ketentuan
yang berlaku pada instansi dan tidak boleh melakukan pekerjaan yang menjadi rahasia
dan memilki resiko yang tinggi.
b. Daftar Pertanyaan (Interview Guide)
Yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan langsung terhadap pihak KPP Pratama
Medan Petisah yang dianggap mampu memberikan masukan data dan informasi yang
c. Daftar Dokumentasi
Kegiatan mengumpulkan dan mencari data yang bersumber dari
Dokumen-dokumen,Buku-buku,Undang-Undang Perpajakan,Peraturan Pemerintah,Keputusan
Menteri Keuangan,Surat Edaran,sumber-sumber lain yang mendukung penulisan ini.
A. Sistematika Penulisan Laporan PKLM
Adapun yang menjadi maksud yang membuat sistematika penulisan laporan
PKLM adalah untuk mempermudah pemahaman dan penulisan laporan
PKLM,sistematika penulisan dalam 5 bab dan dilengkapi dengan sub bab dan diberi
penjelasan yang terperinci.
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah PKLM,
Pembahasan dan Penjelasan,Tujuan Penulis serta bentuk sistematika
penulisan laporan PKLM.
BAB II : GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PKLM
Dalam bab ini diuraikan gambaran umum tentang objek lokasi PKLM
yaitu KPP Pratama Medan Petisah.
BAB III : GAMBARAN UMUM TENTANG TATA CARA PENDAFTARAN DAN PEROLEHAN NPWP PADA KPP PRATAMA MEDAN PETISAH
Dalam bab ini diuraikan mengenai Tatacara Permohonan dan
Pengurusan NPWP pada KPP Pratama Medan Petisah.
Dalam bab ini diuraikan mengenai penganalisaan masalah yang timbul
dan alternative pemecahan masalah juga evaluasi terhadap alternative
pemecahan masalah.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan mengenai masalah yang timbul dari teori
pelaksanaan PKLM dan juga saran-saran terhadap pelaksanaan PKLM
agar lebih baik dimasa yang akan datang.
BAB II
GAMBARA UMUM OBJEK DANLOKASI PKLM
A. Sejarah Umum KPP Pratama Medan Petisah
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah didirikan pada tanggal 26 Mei
2008 dengan membawahi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Medan Petisah, Kecamatan
Medan Helvetia, dan Kecamatan Medan Sunggal.
KPP Pratama Medan Petisah mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan,
pelayanan, dan pengawasan Wajib Pajak di bidang Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Tidak Langsung Lainnya,
Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dalam
wilayah wewenangnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
B. Tugas dan Fungsi KPP Pratama Medan Petisah
Dalam melaksanakan tugasnya, KPP Pratama Medan Petisah menyelenggarakan fungsi:
a. Pengumpulan, pencarian dan pengolahan data, pengamatan potensi perpajakan,
penyajian informasi perpajakan, pendataan objek dan subjek pajak, serta penilaian
objek Pajak Bumi dan Bangunan
b. Penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan
c. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan, penerimaan dan pengolahan
Surat Pemberitahuan, serta penerimaan surat lainnya
e. Pelaksanaan registrasi Wajib Pajak
f. Pelaksanaan ekstensifikasi
g. Penatausahaan piutang pajak dan pelaksanaan penagihan pajak;
h. Pelaksanaan pemeriksaan pajak
i. Pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak;
j. Pelaksanaan konsultasi perpajakan
k. Pelaksanaan intensifikasi
l. Pembetulan ketetapan pajak
m. Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah
dan/atau Bangunan
n. Pelaksanaan administrasi kantor.
C. Struktur Organisasi KPP Pratama Medan Petisah
Struktur organisasi adalah bagan yang menggambarkan sistematis mengenai
penetapan tugas – tugas, fungsi dan wewenang serta tanggung jawab masing – masing
dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan struktur tersebut juga untuk
membina keharmonisan kerja agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan teratur dan baik
untuk mencapai tujuan secara maksimal.
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah dipimpin oleh seorang Kepala
Kantor yang secara operasional bertanggung jawab kepada Kepala Kantor wilayah Ditjen
Pajak.
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah terdiri dari sebelas seksi yang
masing – masing seksi dipimpin oleh seorang kepala seksi. Struktur organisasi yang ada
di Kantor Pelayanan Pajak pratama Medan Petisah dapat digambarkan sebagai berikut :
b. Seksi Pengolahan Data dan Informasi;
c. Seksi Pelayanan;
d. Seksi Penagihan;
e. Seksi Pemeriksaan;
f. Seksi Ekstensifikasi Perpajakan;
g. Seksi Pengawasan dan Konsultasi I;
h. Seksi Pengawasan dan Konsultasi II;
i. Seksi Pengawasan dan Konsultasi III;
j. Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV;
k. Kelompok Jabatan Fungsional.
D. Deskripsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah yang terletak di Jl. Asrama No. 7
A Medan . Adapun gambaran tugas dari masing-masing bagian kerja yang ada di Kantor
Pelayanan Pajak Pratama Medan Petisah adalah sebagai berikut :
1. Sub Bagian Umum
Tugas dan fungsi :
a. Melakukan urusan tata usaha
b. Melakukan urusan kepegawaian
c. Melakukan urusan keuangan
d. Melakukan urusan dan perlengkapan rumah tangga
2. Seksi Pengolahan Data dan Informasi
a. Melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, penyajian
informasi perpajakan
b. Perekaman dokumen perpajakan
c. Merekam SSP lembar 3
d. Merekam SPT Masa PPN 1107, 1107A dan 1107B
e. Merekam PPh Pasal 21
f. Merekam PPh Pasal 23/26
g. Merekam PPh Final Pasal 4 ayat
h. Melakukan urusan tata usaha penerimaan perpajakan
i. Melakukan pengalokasian Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan
Hak atas Tanah dan Bangunan
j. Memberikan pelayanan dukungan teknis komputer
k. Pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Filing
l. Pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG,
m. Penyiapan laporan kinerja.
3. Seksi Pelayanan
Tugas dan fungsi :
a. Melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan
b. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan
c. Menerima, meneliti, dan merekam surat permohonan dari Wajib Pajak dan
surat-surat lainnya
d. Melakukan penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan Wajib Pajak
e. Melakukan Penyuluhan Perpajakan
f. Melakukan penatausahaan pendaftaran, pemindahan data, dan pencabutan
identitas Waib Pajak
g. Melakukan urusan kearsipan Wajib Pajak
h. Melakukan Kerjasama Perpajakan
4. Seksi Penagihan
Tugas dan fungsi :
a. Melakukan urusan penatausahaan piutang pajak
b. Penundaan dan angsuran tunggakan pajak
c. Penagihan aktif
d. Memberikan usulan penghapusan piutang pajak
e. Penyimpanan dokumen-dokumen penagihan
5. Seksi Pemeriksaan
Tugas dan fungsi :
a. Melakukan penyusunan rencana pemeriksaan
b. Pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan
c. Penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak serta
administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya.
6. Seksi Ekstensifikasi
Tugas dan fungsi :
a. Melakukan pengamatan potensi perpajakan
c. Pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak dalam
menunjang ekstensifikasi
7. Seksi Pengawasan dan Konsultasi
Tugas dan fungsi :
a. Melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak
b. Membimbingan/menghimbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi
teknis perpajakan
c. Melakukan penyusunan profil Wajib Pajak
d. Menganalisis kinerja Wajib Pajak
e. Memberikan konsultasi kepada wajib pajak tentang ketentuan
peraturan perundang – undangan perpajakan
f. Memberikan usulan pembetulan ketetapan pajak, pengurangan Pajak
Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau
Bangunan
g. Melakukan evaluasi hasil banding.
h. Melakukan rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan
BAB III GAMBARAN DATA
A. PENGERTIAN PAJAK
Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan, Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh
orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan
tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi
sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Menurut Para Ahli :
1. Pengertian pajak menurut Prof. Dr. P.J.A Adriani yang telah diterjemahkan oleh
R.Santoso Brotodiharjo, S.H dalam buku “Pengantar Ilmu Hukum Pajak” (2003:
2): Pajak adalah iuran kepada Negara (yang dapat dipaksakan)yang terutang oleh
yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan,dengan tidak mendapat
prestasi-kembali,yang langsung ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk
membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas Negara
untuk menyelenggarakan pemerintahan.
2. Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, Pajak adalah iuran rakyat kepada Negara
berdasarkan Undang-Undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat
jasa timbale (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan dan digunakan untuk
Ciri-Ciri Pajak :
a. Pajak dipungut berdasarkan Undang-Undang serta aturan pelaksanaannya yang
sifatnya dapat dipaksakan.
b. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukan adanya kontraprestasi individual
oleh pemerintah.
c. Pajak dipungut oleh Negara baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
d. Pajak diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran pemerintah, yang bila dari
pemasukannya masih terdapat surplus, dipergunakan untuk membiayai public
investment
e. Pajak dapat pula mempunyai tujuan selain budgeter,yaitu mengatur.
B. FUNGSI PAJAK
Ada 2 (dua) fungsi pajak yaitu :
1. Fungsi Penerimaan (Budgeter)
Pajak berfungsi sebagai sumber dana yang diperuntukkan bagi pembiayaan
pengeluaran-pengeluaran pemerintah. Sebagai contoh yaitu dimasukkannya pajak dalam Anggaran
Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penerimaan dalam negeri.
2. Fungsi Mengatur (Regular)
Pajak berfungsi sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan dibidang sosial
dan ekonomi. Sebagai contohnya yaitu :
Pajak yang lebih tinggi dikenakan terhadap minuman keras untuk mengurangi konsumsi
Pajak yang lebih tinggi dikenakan terhadap barang-barang mewah untuk mengurangi
gaya hidup konsmtif.
Tarif untuk ekspor sebesar 0%,untuk mendorong ekspor produk Indonesia di pasaran
dunia.
C. TEORI YANG MENDUKUNG PEMUNGUTAN PAJAK
1. Teori Asuransi
Negara melindungi keselamatan jiwa,harta benda, dan hak-hak rakyatnya. Oleh
karena itu rakyat harus membayar pajak yang diibaratkan sebagai Premi Asuransi karena
memperoleh jaminan perlindungan tersebut.
1. Teori Kepentingan
Pembagian beban pajak kepada rakyat didasarkan pada kepentingan (misalnya
perlindungan ) masing-masing orang. Semakin besar kepentingan seseorang terhadap
Negara,makin tinggi pajak yang harus dibayar.
2. Teori Daya Pikul
Beban pajak semua orang harus sama beratnya, artinya pajak harus dibayar sesuai
dengan daya pikul masing-masing orang. Untuk mengukur daya pikul dapat digunakan 2
(dua) pendekatan yaitu :
Unsur objektif,dengan melihat besarnya penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh
seseorang.
3. Teori Bakti
Dasar keadilan pemungutan pajak terletak pada hubungan rakyat dengan
negaranya. Sebagai warga Negara yang berbakti,rakyat harus selalu menyadari bahwa
pembayaran pajak adalah sebagai suatu kewajiban.
4. Teori Asas Daya Beli
Dasar keadilan terletak pada akibat pemungutan pajak. Maksudnya memungut
pajak berarti menarik daya beli dari rumah tangga masyarakat untuk rumah tangga
Negara. Selanjutnya Negara akan menyalurkan kembali kemasyarakat dalam bentuk
pemeliharaan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian kepentingan seluruh
masyarakat lebih diutamakan.
D. PENGELOMPOKAN PAJAK
1. Menurut golongannya
a. Pajak Langsung, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh wajib pajak dan tidak
dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain.
Contoh : Pajak Penghasilan (PPh).
b. Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau
dilimpahkan kepada orang lain.
Contoh : Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
2. Menurut sifatnya
a. Pajak Subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya,
dalam arti memperhatikan keadaan diri wajib pajak.
b. Pajak Objektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya,tanpa memperhatikan
keadaan diri wajib pajak.
Contoh : Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
(PPnBM).
3. Menurut Lembaga Pemungutnya
a. Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan
untuk membiayai rumah tangga Negara.
Contoh : Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),Bea
Materai.
b. Pajak Daerah,yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan
untuk membiayai rumah tangga daerah.
Pajak daerah terdiri atas :
1. Pajak Provinsi, contoh : Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air,
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.
2. Pajak Kabupaten/Kota, contoh : Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan,
Pajak Reklame, dan Pajak Penerangan Jalan.
E. PENGERTIAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP)
Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tanggal 17 Juli 2007, Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai
sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau
karena itu,kepada Wajib Pajak hanya diberikan satu NPWP dan NPWP tersebut berfungsi
:
1. Sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak
2. Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan
Administrasi Perpajakan.
Setiap dokumen perpajakn sebagai contoh Surat Setoran Pajak (SSP),Faktur Pajak,Surat
Pemberitahuan,harus mencantumkan NPWP.
Wajib Pajak yang telah mendaftar yaiut Wajib Pajak yang telah terdaftar dalam tata usaha
Kantor Pelayanan Pajak dan telah diberikan NPWP yang terdiri dari 15 (lima belas) digit
yaitu :
1. 9 (sembilan)digit pertama merupakan kode Wajib Pajak
2. 6 (enam) digit berikutnya merupakan kode administrasi pajak.
F. DASAR HUKUM PENDAFTARAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK
Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007
menyebutkan bahwa “Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan
objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib
mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jendral Pajak yang wilayah kerjanya meliputi
tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan NPWP.
Pengaturan masalah Nomor Pokok Wajib Pajak ditetapkan dalam Keputusan
Direktur Jendral Pajak Nomor : KEP-161/PJ./2001 tentang Jangka Waktu Pendaftaran
dan Pelaporan Kegiatan Usaha,Tata Cara Pendaftran dan PenghapusanNPWP, serta
kerjanya meliputi tempat tinggal atau kedudukan dan/atau Pengusaha Kena Pajak yang
bersangkutan.
Prosedur kerja :
a. Wajib Pajak mengajukan berkas pendaftaran NPWP dengan menggunakan
Formulir Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak beserta persyaratannya.
b. Petugas TPT menerima Formulir Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak
kemudian meneliti kelengkapan persyaratannya. Dalam hal berkas pendaftaran
belum lengkap,berkas pendaftran dikembalikan kepada Wajib Pajak untuk
dilengkapi.dalam hal berkas pendaftaran belum lengkap,petugas TPT akan
mencetak Bukti Penerimaan Surat(BPS) dan Lembar Pengawasan Arus Dokumen
(LPAD).BPS akan diserahkan kepada Wajib Pajak sedangkan LPAD akan
digabungkan dengan berkas pendaftaran kemudian diteruskan kepada Pelaksana
Seksi Pelayanan.
c. Pelaksana Seksi Pelayanan merekam berkas pendaftran Wajib Pajak.
d. Pelaksana Seksi Pelayanan mencetak Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan kartu
NPWP kemudian menyerahkannya ke Kepala Seksi Pelayanan. Surat Keterangan
Terdaftar (SKT) dan Kartu NPWP diterbitkan dalam rangkap dua :
Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak
Lembar ke-2 : untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak
e. Kepala Seksi Pelayanan menandatangani Surat Keterangan Terdaftar.
f. Proses dilanjutkan dengan SOP Tata Cara Penatausahaan Dokumen dan SOP Tata
Cara Penyampaian Dokumen.
Jangka Waktu Penyelesaian :
Paling lama 1 (satu) hari kerja setelah permohonan pendaftaran beserta
persyaratannya diterima secara lengkap (Keputusan Dirjen Pajak KEP-161/PJ.2001
tanggal 21 Februari 2001 tentang jangka waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan
Usaha,Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan NPWP, serta Pengukuhan dan
Pencabutan Pengusaha Kena Pajak,Pasal 4)
NPWP merupakan suatu sarana di dalam administrasi perpajakan,yang berfungsi
sebagai sarana untuk berhubungan dengan kantor pelayanan pajak/bisa juga disebut tanda
pengenal diri (identitas)bagi Wajib Pajak.bila subyek pajak telah memiliki NPWP maka
secara sah subyek pajak tersebut terdaftar namanya di Direktorat Jendral Pajak (DJP) dan
mempunyai kewajiban untuk melaporkan dan menyetorkan pajak.
Sewaktu subyek pajak melakukan pendaftaran NPWP sebaiknya jangan meminta
bantuan kepada orang-orang luar (para calo). Sebab para calo hanya ingin uang anda saja
dan urusan belum tentu cepat selesai di atasi. Sebaiknya langsung berurusan kepada
petugas pajak (aparat pajak) yang ada di dalam kantor dan menanyakan langsung apa-apa
saja permohonan yang harus dibuat untuk mendaftarkan diri. Sebab dalam mengurus
NPWP Wajib Pajak dapat langsung mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak atau
melalui e-reg dan e-fin.
e-reg (e-Registration)
Pendaftran diri untuk memperoleh NPWP dan pengukuhan PKP, perubahan
identitas Wajib Pajak,penghapusan NPWP dan pencabutan PKP secara elektronik.
Nomor identitas yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak terdaftar kepada
Wajib Pajak yang mengajukan permohonan untuk menyampaikan surat pemberitahuan
secara elektronik.
Hal ini berdasarkan KEP-173/PJ./2004 tanggal 29 November 2004.sistem ini sangat
bermanfaat bagi semua pihak,baik pihak DJP maupun kepada Wajib Pajak untuk
mendapatkan NPWP kapanpun dan dimanapun.
angkutan.
G. TEMPAT PENDAFTARAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK
Dalam peraturan perundang-undangan Perpajakn tentang pendaftran ditentukan sebagai
berikut :
a) Tempat pendaftran diri Wajib Pajak untuk memperoleh NPWP adalah di Kantor
Direktorat Jendral Pajak (Kantor Pelayanan Pajak) yang wilayah kerjanya
meliputi tempat tinggal (Orang Pribadi), tempat kedudukan (badan) atau tempat
kegiatan usaha Wajib Pajak yang bersangkutan.
b) Dalam hal tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak berada pada dua
atau lebih wilayah kerja kantor Direktorat Jendral Pajak,Direktorat Jendral Pajak
menetapkan tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak.
H. JANGKA WAKTU PENDAFTARAN NOMOR POKOK WAJIB PAJAK
a. Untuk Wajib Pajak Usahawan,jangka waktu pendaftran NPWP adalah paling
lambat satu bulan setelah saat usaha mulai dijalankan.
b. Untuk Wajib Pajak Non Usahawan,jangka waktu pendaftaran NPWP adalah
dalam satu tahun buku memperoleh penghasilan yang melebihi Penghasilan Tidak
Kena Pajak.
Jangka waktu penerbitan NPWP paling lama pada hari kerja berikutnya.
I. PERUBAHAN DATA WAJIB PAJAK
Yang dimaksud dengan perubahan data Wajib Pajak meliputi perubahan identitas wajib
pajak,pemindahan wajib pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak,serta Penghapusan NPWP
dan/atau Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.
Perubahan identitas Wajib Pajak meliputi :
a) Perbaikan data karena kesalahan dalam keluaran (data dalam dokumen
masukan tidak sama dengan data keluaran )
b) Perubahan NPWP karena adanya kesalahan (misalnya kode Wajib Pajak
cabang tidak sama dengan pusat)
c) Perubahan nama wajib pajak karena penggantian nama.
d) Perubahan bentuk badan hokum
e) Perubahan alamat wajib pajak karena perpindahan tempat tinggal atau
tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha dalam wilayah kerja Kantor
Pelayanan Pajak yang sama
f) Perubahan status usaha wajib pajak
g) Perubahan jenis usaha karena ada perubahan kegiatan usaha wajib pajak.
h) Perubahan jenis pajak,karena sesuatu hal yang mengakibatkan kewajiban
jenis pajaknya berubah.
Yang dimaksud dengan penghapusan NPWP adalah suatu tindakan
menghapuskan NPWP dari tata usaha Kantor Pelayanan Pajak yang dilakukan dalam hal :
1. Wajib Pajak orang pribadi yang telah meninggal dunia dan tidak meninggalkan
warisan.
2. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.
3. Warisan yang telah selesai dibagi.
4. Wajib Pajak badan yang telah dibubarkan secara resmi berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Badan Usaha Tetap (BUT) yang karena suatu hal kehilangan stausnya sebagai
Bentuk Usaha Tetap.
6. Wajib Pajak orang pribadi lainnya selain yang dimaksud dalam huruf a dan b
yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai wajib pajak.
K. SANKSI TIDAK MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MEMPEROLEH NPWP
Berdasarkan Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang perubahan ketiga
Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan didalam pasal 39 ayat (1)
disebutkan setiap orang dengan sengaja :
a. Tidak mendaftarkan diri untuk diberikan NPWP atau tidak melaporkan
usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;
b. Menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak NPWP atau pengukuhan
Pengusaha Kena Pajak;
d. Menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya
tidak benar atau tidak lengkap;
e. Sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara dipidana
dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6
(enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang
yang tidak kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak
BAB IV
ANALISIS DAN EVALUASI DATA
A. TATA CARA PENDAFTRAN DAN PEROLEHAN NPWP PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN PETISAH
Berdasarkan KEP-161 tentang Tata Cara Pendaftran dan Pemberian NPWP,maka petugas
pendaftaran wajib mempunyai tugas :
1. Menerima formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak
(KP.PDIP.4.1-00),berfungsi sebagai formulir Permohonan Pendaftran yang telah
ditanda tangani Wajib Pajak atau kuasanya yang sah beserta lampirannya.
2. Memeriksa kelengkapan formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data
Wajib Pajak yang terdiri dari :
a. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan
bebas (non usahawan).
1) Fotocopy Kartu Tanda Penduduk bagi penduduk Indonesia,atau Paspor
ditambah surat keterngan tempat tinggal dari instansi yang berwenang
sekurang-kurangnya dari lurah atau kepala desa bagi orang asing.
b. Untuk Wajib Pajak Orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.
1) Fotocopy Kartu Tanda Penduduk bagi penduduk Indonesia,atau Paspor
ditambah surat keterngan tempat tinggal dari instansi yang berwenang
sekurang-kurangnya dari lurah atau kepala desa bagi orang asing.
2) Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari instansi
Catatan :
a) Bagi pemohon orang pribadi pengusaha tertentu atau wanita kawin tidak
pisah harta harus melampirkan fotocopy Surat Keterangan Terdaftar
(KP.PDIP.4.2-00) Kantor pusat/domisili/suami;
b) Apabila permohonan ditandatangani oleh orang lain,harus dilengkapi surat
khusus;
c) Dalam hal formulir dan persyaratannya belum lengkap,dikembalikan
kepada Wajib Pajak untuk dilengkapi.
3. Mengisi kolom-kolom pada formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan
Data Wajib Pajak (KP.PDIP.4.1-00) yang diisi oleh dinas.
4. Meneliti administrasi KPP untuk mengetahui apakah wajib pajak sudah terdaftar
atau belum.
a. Dalam hal Wajib Pajak tersebut sudah terdaftar,maka kepadanya diberikan
NPWP lagi;
b. Dalam hal wajib pajak pernah terdaftar,maka kepadanya diberikan NPWP
yang sama dengan NPWP semula;
c. Dalam hal wajib pajak pernah terdaftar, maka kepadanya diberikan
NPWP.Khusus Wajib Pajak berstatus cabang,orang pribadi pengusaha tertentu
atau wanita kawin tidak pisah harta diberikan NPWP dengan aturan sebagai
berikut :
1) Kode Wajib Pajak sama dengan Kode Wajib Pajak Pusat, Kode Wajib
2) Kode Administrasi Perpajakan sesuai yang diberikan oleh Kantor
pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak mendaftar.
5. Merekam data Wajib Pajak dari formulir Permohonan dan Perubahan Data Wajib
Pajak sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan.Mencetak Lembar Pengawasan
Arus Dokumen (LPAD) serta menyerahkan Bukti Penerimaan Surat (BPS) kepada
Wajib Pajak,setelah ditandatangani petugas;
6. Dalam hal Wajib Pajak mendaftarkan diri untuk diberikan NPWP :
1) Mencetak Surat Keterangan Terdaftar (KP.PDIP.4.2-00) dan Kartu NPWP
(KP.PDIP.4.4-00). Surat Keterangan Terdaftar diteruskan kepada Kepala
Seksi Pelayanan untuk ditandatangani;
2) Menyampaikan Surat Keterangan Terdaftar (KP.PDIP.4.2-00) dan Kartu
NPWP (KP.PDIP.4.4-00) kepada Wajib Pajak paling lama pada hari kerja
berikutnya setelah permohonan pendaftaran beserta persyaratannya
diterima secara lengkap.
7. Dalam hal Wajib Pajak selain mendaftarkan diri juga melaporkan usahanya untuk
dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP):
a. Mencetak Surat Tugas Pembuktian Alamat (KP.PDIP.4.6-00) PKP,
selanjutnya diteruskan Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani;
Catatan :
Dalam hal tempat/kedudukan/kegiatan usaha PKP yang tidak sekota dengan Kantor
Pelayan Pajak,maka Kepala Kantor Pelayan Pajak menginstruksikan untuk pembuktian
kebenaran alamat PKP kepada Kepala Seksi Pelayanan tersebut.
(KP.PDIP.4.7-00) pada computer.
c. Mencetak Surat Keterangan Terdaftar (KP.PDIP.4.2-00), Surat
Pengukuhan PKP (KP.PDIP.4.3-00). Surat Keterangan Terdaftar dan Surat
Pengukuhan PKP diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk
ditandatangani,dalam hal alamat Wajib Pajak terbukti benar;
d. Mencetak Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan PKP
(KP.PDIP.4.8-00),selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan
untuk ditandatangani dalam hal alamat Wajib Pajak terbukti tidak benar.
e. Menyampaikan Surat Keterangan Terdaftar (KP.PDIP.4.2-00), Surat
Pengukuhan PKP (KP.PDIP.4.3-00) dan Surat Penolakan Pendaftaran
Wajib Pajak dan Pelaporan PKP (KP.PDIP.4.8-00) paling lama tiga hari
kerja berikutnya stelah permohonan pendaftran dan pelaporan pengukuhan
sebagai PKP diterima secara lengkap.
8. Mencantumkan NPWP yang diberikan di formulir Permohonan Pendaftaran dan
Perubahan Data Wajib Pajak (KP.PDIP.4.1-00),selanjutnya membuat berkas
sementara Wajib Pajak yang berisi dokumen pendaftaran dan surat lainnya untuk
diteruskan ke Seksi Pelayanan.
9. Mengirimkan daftar nominative penambahan dan perubahan data wajib pajak suatu
bulan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau
kegiatan usaha Wajib Pajak paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.
Bentuk dan jenis formulir yang digunakan :
1. KP.PDIP.4.1-00 (Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak)
3. KP.PDIP.4.3-00 (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak)
4. KP.PDIP.4.4-00 (Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak)
5. KP.PDIP.4.5-00 (Bukti Pendaftaran Wajib Pajak)
6. KP.PDIP.4.6-00 (Surat Tugas Pembuktian Alamat)
7. KP.PDIP.4.7-00 (Berita Acara Hasil Pembuktian Alamat)
8. KP.PDIP.4.8-00 (Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan PKP)
9. KP.PDIP.4.9-00 (Bukti Pelaporan PKP)
10.KP.PDIP.4.21-00(Bukti Pengawasan Pendaftaran Data Wajib Pajak)
Wajib Pajak yang mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP tidak dikenakan biaya
dalam pengurusannya, dengan kata lain pengurusan NPWP gratis. Surat Keterangan
Terdaftar dan Kartu NPWP akan diterima oleh Wajib Pajak paling lama pada hari kerja
berikutnya setelah permohonan pendaftaran beserta persyaratannya diterima secara
lengkap.
B. HAK DAN KEWAJIBAN SETELAH MEMPEROLEH NPWP
Banyak Wajib Pajak yang sudah memiliki NPWP tetapi tidak memenuhi hak dan
kewajibannya sebagai Wajib Pajak. Dalam hal ini tidak mau atau tidak tahu
menggunakan hak sering dikarenakan wajib pajak menganggap segala yang berhubungan
dengan pajak merepotkan dan peraturan-peraturan yang senantiasa berubah membuat
masyarakat bingung, misalnya wajib pajak tidak menggunakan haknya membuat surat
permohonan penundaan masuknya SPT karena wajib pajak merasa malas dan
menganggap urusannya sulit sehingga ia lebih memilih dikenakan denda daripada
mengetahui apa sebenarnya hak dan kewajibannya sebagai wajib pajak.sehingga wajib
pajak tersebut tidak menjadi wajib pajak yang aktif,hanya sekedar menjadi wajib pajak
saja agar memperoleh NPWP yang digunakan untuk kepentingan pribadinya,padahal
seharusnya setelah menjadi wajib pajak mempunyai kewajiban
menghitung/memperhitungkan,menyetor dan melaporkan pajaknya. Walaupun
NIHIL,wajib pajak tetap mempunyai kewajiban melapor,jika wajib pajak terlambat atau
tidak melaporkan pajaknya maka wajib pajak tersebut akan tetap dikenakan sanksi sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Wajib Pajak yang telah memiliki NPWP mempunyai kewajiban :
1. Menghitung/memperhitungkan sendiri besar pajaknya yang harus dibayar oleh Wajib
Pajak.
2. Menyetorkan pajaknya yang terutang kebank-bank persepsi atau kantor pos.
3. Melaporkan pembayaran pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak yang terutang.
4. Meminta adanya suatu keterangan tertulis yang menjadi dasar pengenaan pajak dalam
SKP.
5. Memungut pajak bagi Wajib Pajak Bendaharawan.
Wajib Pajak mempunyai hak,yaitu :
1. Mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi tertentu atau fiskus.
2. Memperoleh dokumen-dokumen yang dipergunakan untuk pembayaran pajak
terutang.
3. Membuat permohonan penundaan pemasukan SPT,penundaan dan pengangsuran
4. Meminta adanya suatu keterangan tertulis yang menjadi dasar pengenaan pajak dalam
SKP.
5. Melakukan keberatan dan banding.
6. Meminta Kompensasi dan restitusi pajak.
7. Meminta penghapusan dan pengurangan sanksi serta pembetulan SPT yang salah.
8. Memberi kuasa kepada orang lain untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya.
C. UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN FISKUS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN WAJIB PAJAK AKAN PENTINGNYA PAJAK
Upaya-upaya peningkatan Wajib Pajak yang dilakukan Fiskus untuk memiliki NPWP
dapat ditempuh dengan dua cara yaitu :
1. Ekstensifikasi Pajak yaitu tindakan yang dilakukan oleh fiskus dalam menjaring
Wajib Pajak dengan cara survey langsung kelapangan.misalnya para pengusaha yang
membuka usaha disebuah mall, di periksa oleh Fiskus apakah mereka sudah
mempunyai NPWP atau belum,jika belum maka fiskus akan memberi himbauan agar
mendaftarkan sebagai Wajib Pajak,jika dalam waktu tertentu tidak ada tanggapan dari
pihak pengusaha tersebut Fiskus lalu menerbitkan NPWP secara jabatan dan
menyampaikan pemberitahuan bahwa pengusaha tersebut telah terdaftar dan harus
menyelesaikan kewajaiban perpajakannya,jika Surat Pemberitahuan itu tidak di
tanggapi juga maka pihak Fiskus menetapkan sendiri pajak yang harus dibayar oleh
pengusaha dan pengusaha itu juga terkena sanksi menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak baik itu karena adanya kepentingan
pribadi,misalnya untuk mendapatkan pelayanan dari instansi-instansi dimana Wajib
Pajak bisa mendapatkan/mengajukan kredit dan dapat juga membuat izin usaha.
Selain itu Fiskus juga bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan terutama
lembaga pendidikan yang mempunyai Program Studi Perpajakan agar menyebarluaskan
informasi mengenai pajak,ataupun meningkatkan informasi melalui media masa ataupun
media elektronik yang gunanya untuk menyadarkan bahwa pentingnya pajak baik berupa
acara Tanya jawab seputar pajak ataupun slogan-slogan yang ditempatkan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
1. Wajib Pajak wajib mendaftarkan dirinya ke Kantor Pelayanan Pajak yang
wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal Wajib Pajak atau tempat
kedudukan Wajib Pajak.
2. NPWP berguna sebagai identitas Wajib Pajak,sebagai sarana administrasi
perpajakan,untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak,
dicantumkan dalam setiap dokumen perpajakan dan untuk mendapatkan
pelayanan dari instansi-instansi tertentu.
3. Wajib Pajak yang telah mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak akan
diberikan satu NPWP untuk semua jenis usaha.
4. Prosedur Pengurusan NPWP di Kantor Pelayanan Pajak Medan Petisah
telah dilaksankan dengan baik sebagaimana mestinya sesuai dengan
Keputusan Direktur Jendral Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001. Tata cara
tersebut harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan prosedur yang
ada.
5. Banyaknya masyarakat tidak mendaftarkan dirinya sebagai Wajib Pajak
dikarenakan Wajib Pajak menganggap pajak itu merepotkan dan Wajib
B. SARAN
1. Petugas Perpajakan diharapkan dapat memberi pelayanan yang baik bagi
Wajib Pajak serta memberikan pengarahan atas masalah yang dihadapi
oleh Wajib Pajak sehingga menimbulkan ketertarikan bagi masyarakat
untuk mendaftarkan diri memperoleh NPWP dan melaksanakan kewajiban
perpajakannya.
2. Bagi Wajib Pajak yang telah memperoleh NPWP agar melaksanakan
kewajiban perpajakannya dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menghindari adanya
sanksi dan menggunakan segala sesuatu yang menjadi hak dan
DAFTAR PUSTAKA
Haula Rosdiana,Rasin Tarigan,2005, Perpajakan “Teori dan Aplikasi“,PT.Grasindo Persada, Jakarta.
Mardiasmo.2006, Perpajakan, Andi, Yogyakarta.
Waluyo.(2006).Perpajakan Indonesia Edisi Revisi 4.Salemba Empat: Jakarta.
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK.03/2008 tentang Jangka Waktu