• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pusat Perbelanjaan di Simpang Kayu Besar, Kualanamu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pusat Perbelanjaan di Simpang Kayu Besar, Kualanamu"

Copied!
172
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Mahasiswa
    • Fakultas Teknik
    • Universitas Sumatera Utara
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Arsitektur
  • Topik: Pusat Perbelanjaan Deli Serdang
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Medan

I. Metodologi Penelitian (Bab III)

Bab III menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif deskriptif-analitik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perancangan Pusat Perbelanjaan di Simpang Kayu Besar, Kualanamu, dan menghasilkan desain alternatif dengan karakteristik khas. Metode kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali makna di balik data lapangan, memahami interaksi sosial kompleks, dan mengembangkan teori berdasarkan data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, observasi partisipan, studi literatur, dan studi kasus. Penggunaan metode kualitatif ini sangat relevan untuk memahami konteks sosial dan budaya yang mempengaruhi perancangan pusat perbelanjaan.

1.1 Rancangan Penelitian

Bagian ini menjelaskan secara detail pendekatan kualitatif yang digunakan, menekankan peran peneliti sebagai instrumen kunci dan penggunaan triangulasi data. Dijelaskan pula bagaimana analisis data bersifat induktif, berfokus pada makna daripada generalisasi. Ini penting secara akademis karena memaparkan landasan metodologis yang kuat dan transparan, memungkinkan pembaca untuk menilai keabsahan temuan penelitian. Pedagogisnya, ini mengajarkan mahasiswa pentingnya memilih metodologi yang sesuai dengan tujuan penelitian dan menjelaskan proses penelitian secara rinci.

1.2 Populasi dan Sampel

Bagian ini membahas populasi dan teknik pengambilan sampel (purposive sampling). Peneliti memilih sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, seperti taman kota dengan fungsi dan fasilitas serupa di Deli Serdang, serta ruang terbuka hijau di tempat lain. Pemilihan purposive sampling dijelaskan dengan detail, menunjukkan pemahaman teoritis peneliti. Dari segi pendidikan tinggi, ini menunjukkan pentingnya pertimbangan metodologis dalam memilih sampel yang representatif dan relevan secara teoritis, serta menghindari bias subjektivitas dalam penelitian.

1.3 Tahapan Analisis Data

Tahapan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan (verifikasi). Proses ini dijelaskan secara sistematis, mengacu pada teori analisis data kualitatif. Ini relevan secara akademik karena menunjukkan pemahaman mendalam terhadap proses analisis data kualitatif, yang berbeda dengan analisis data kuantitatif. Secara pedagogis, ini memberikan contoh praktis bagaimana menganalisis data kualitatif secara sistematis dan mencapai kesimpulan yang valid.

1.4 Teknik Pengumpulan Data

Bagian ini merinci metode pengumpulan data yang digunakan, meliputi survei lapangan (observasi visual), observasi partisipan, studi literatur, dan studi kasus. Penggunaan berbagai metode ini memperkuat validitas data. Secara akademis, bagian ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam menerapkan berbagai teknik pengumpulan data sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Secara pedagogis, ini memberikan contoh praktis tentang bagaimana menggabungkan beberapa metode untuk memperoleh data yang komprehensif dan terpercaya.

II. Analisis Perancangan (Bab IV)

Bab IV menyajikan analisis perancangan Pusat Perbelanjaan di Simpang Kayu Besar, meliputi analisis fisik tapak dan lingkungan, analisis non-fisik/fungsional, analisis teknologi, dan penerapan tema. Analisis fisik mencakup aspek lokasi, kondisi eksisting, tata guna lahan, sirkulasi, utilitas, vegetasi, view, kebisingan, dan orientasi matahari. Analisis non-fisik meliputi analisis pengguna, kebutuhan ruang, kegiatan, dan program ruang. Analisis teknologi mencakup struktur, konstruksi, dan utilitas bangunan. Penerapan tema metafora dalam arsitektur dibahas secara mendalam.

2.1 Analisis Fisik Tapak dan Lingkungan

Bagian ini memberikan analisis komprehensif terhadap aspek fisik tapak, mulai dari lokasi geografis hingga orientasi matahari. Penggunaan peta dan gambar memberikan gambaran visual yang jelas. Secara akademik, ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam menganalisis aspek-aspek fisik yang relevan dengan perancangan arsitektur. Secara pedagogis, ini memberikan contoh bagaimana melakukan analisis tapak yang detail dan sistematis, mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi desain.

2.2 Analisis Non Fisik / Fungsional

Bagian ini menganalisis aspek fungsional pusat perbelanjaan, meliputi analisis pengguna, kebutuhan ruang, dan kegiatan yang terjadi di dalamnya. Tabel dan diagram digunakan untuk menyajikan informasi dengan jelas. Secara akademik, ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam memahami kebutuhan fungsional suatu bangunan dan menerjemahkannya ke dalam program ruang. Secara pedagogis, ini memberikan contoh bagaimana melakukan analisis kebutuhan ruang dan aktivitas pengguna untuk membentuk program ruang yang efektif dan efisien.

2.3 Analisis Teknologi

Bagian ini membahas aspek teknologi bangunan, termasuk struktur, konstruksi, dan utilitas. Penjelasan sistem utilitas seperti sistem kebakaran, air bersih, limbah, air hujan, AC, dan kelistrikan, memberikan wawasan teknis yang penting. Secara akademik, ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam memahami dan menerapkan teknologi yang tepat dalam perancangan bangunan. Secara pedagogis, ini memberikan contoh bagaimana memilih sistem utilitas yang sesuai dengan kebutuhan bangunan dan memperhatikan aspek keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.

2.4 Analisis dan Penerapan Tema

Bagian ini membahas penerapan tema metafora dalam arsitektur pada desain pusat perbelanjaan. Peneliti menjelaskan bagaimana tema ini diwujudkan dalam bentuk bangunan. Secara akademik, ini menunjukkan kemampuan peneliti dalam mengintegrasikan konsep desain dengan konteks bangunan. Secara pedagogis, ini menunjukkan bagaimana tema dapat memberikan identitas dan nilai estetika pada suatu bangunan.

2.5 Kesimpulan (Bab IV)

Kesimpulan Bab IV merangkum temuan analisis perancangan. Ini menunjukan keberhasilan perancangan pusat perbelanjaan berskala besar di Simpang Kayu Besar, Kualanamu, dengan tema arsitektur metafora. Kesimpulan ini relevan secara akademis karena memberikan ringkasan temuan penelitian dan implikasinya. Secara pedagogis, ini menunjukkan bagaimana menulis kesimpulan yang ringkas, jelas, dan mencerminkan keseluruhan isi bab.

III. Konsep Perancangan (Bab V)

Bab V menjelaskan konsep perancangan pusat perbelanjaan, meliputi penerapan tema pada bangunan, konsep perancangan tapak, dan konsep utilitas. Konsep perancangan tapak mencakup zoning, gubahan massa, entrance, sirkulasi, dan pencapaian site. Konsep utilitas membahas sistem elektrikal, distribusi air, penghawaan, dan pencegahan kebakaran. Gambar dan ilustrasi digunakan untuk memperjelas penjelasan.

3.1 Penerapan Tema Pada Bangunan

Bagian ini menjelaskan secara detail bagaimana tema metafora, khususnya analogi pesawat terbang, diimplementasikan ke dalam desain bangunan. Ilustrasi gambar menunjukkan proses pengembangan bentuk-bentuk elemen bangunan dari bentuk dasar pesawat terbang. Ini relevan secara akademik karena menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif dalam penerapan tema. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan bagaimana menerjemahkan tema ke dalam elemen-elemen desain arsitektur secara visual dan konseptual.

3.2 Konsep Perancangan Tapak

Bagian ini membahas konsep perancangan tapak secara menyeluruh, mulai dari zoning hingga pencapaian site. Gambar-gambar ilustrasi mendukung penjelasan konsep. Secara akademik, bagian ini menunjukkan pemahaman tentang prinsip-prinsip perancangan tapak yang baik. Secara pedagogis, ini memberikan contoh bagaimana merencanakan tata letak bangunan dan fasilitas penunjang secara terintegrasi dan memperhatikan aspek fungsionalitas dan estetika.

3.3 Konsep Utilitas

Bagian ini menjelaskan sistem utilitas yang dirancang untuk bangunan, termasuk sistem elektrikal, distribusi air, penghawaan, dan pencegahan kebakaran. Secara akademik, ini menunjukkan pemahaman tentang sistem utilitas bangunan yang lengkap dan terintegrasi. Secara pedagogis, ini memberikan contoh bagaimana merancang sistem utilitas yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Gambar

Tabel 4.4. Program Ruang Rekreasi
Tabel 4.5. Program Ruang Administrasi
Tabel 4.6. Pogram Ruang Parkir
Tabel 4.7. Kriteria Bentuk Dasar Bangunan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai bagian dari rencana perkotaan yang lebih luas untuk daerah sekitarnya pusat perbelanjaan Part-Dieu, desain oleh MVRDV fokus pada integrasi bangunan menjadi lebih

Bentukan pesawat terbang yang diterapkan pada desain pusat perbelanjaan ini juga mempertegas kehadiran Bandara Internasional Kualanamu sebagai imej dari kawasan tersebut

Aplikasi STORE’D ini dapat dimodifikasi sesuai kondisi pusat perbelanjaan dan digunakan untuk membantu pengunjung sebagai navigator di sebuah pusat perbelanjaan

Adapun proses yang dilakukan ialah penelitian dan analisa terhadap lokasi dan pengguna untuk menghasilkan desain pusat perbelanjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan

Dengan adanya Konsep Aerotropolis di Kualanamu menjadikan kawasan sekitar bandara berpotensi menjadi pusat perdagangan baik domestik maupun mancanegara, yang

Menjawab semua kebutuhan yang diperlukan pada ka wasan Kuala Na mu yang akan menjadi sebuah kota aerotropolis sebagai ka wasan pusat perbelanjaan terpadu mela lui

Berdasarkan hasil penilaian diatas, Lokasi Alternatif 1 memiliki poin yang paling tinggi yaitu 30 Poin, Maka dapat disimpulkan bahwa lokasi perencanaan pembangunan Pusat

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pola distribusi pusat perbelanjaan skala besar di Kota Bekasi; (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi