• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Putusan Pengadilan Negeri Stabat Nomor 1/Pid.Sus.Anak/2015/PN-STB)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Putusan Pengadilan Negeri Stabat Nomor 1/Pid.Sus.Anak/2015/PN-STB)"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Jangka waktu penahan terhadap anak dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana

Referensi

Dokumen terkait

- Bahwa benar kisah terjadinya penganiayaan tersebut adalah, pada hari sabtu tanggal 20 agustus 2011 sekira pukul 10.00 wib, saksi bersama-sama dengan korban RIFKY AZUARDI BATU

Kesesuaian Penilaian Hakim tehadap Alat Bukti Visum Et Repertum Dalam Pembuktian Tindak Pidana Pembunuhan Yang Dilakukan Secara Berencana pada Kasus Putusan

Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang, kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah dan ia memperoleh keyakinan bahwa suatu

Adapun pembelaan/pledoi yang diajukan oleh penasehat hukum para terdakwa yang dijadikan sebagai salah satu pertimbangannya yang dibacakan pada tanggal 25 Mei

terdakwa dengan cara sebagai berikut :Bahwa pada hari Minggu tanggal 17 Januari 2016 sekira pukul 15.30 Wib di Jalan Binjai Km 10 Gang Sama Desa Sidomulyo Kecamatan

Berdasarkan proses pemeriksaan di pengadilan dalam perkara Nomor 07/Pid.Sus-Anak/2017/PN.Pdg dengan memperhatikan ketentuan pasal 184 KUHAP didapat alat bukti yang

1.  Terdakwa  menerangkan  bahwa  benar  awal  mula  kejadiannya  yaitu pada  hari  Kamis  tanggal  17  Pebruari  2011  sekitar  pukul  11.00  Wib  terdakwa 

ATAU KEDUA Bahwa ia Anak pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2021 sekira pukul 04.00 wib atau pada waktu tertentu dalam bulan Januari 2021 atau setidak- tidaknya masih dalam tahun 2021,