• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas dan Stabilitas Superoksida Dismutase dari Ekstrak Escherichia coli Diimobilisasi pada Zeolit Alam sebagai Biosensor Antioksidan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Aktivitas dan Stabilitas Superoksida Dismutase dari Ekstrak Escherichia coli Diimobilisasi pada Zeolit Alam sebagai Biosensor Antioksidan"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2  Mekanisme pengukuran biosensor antioksidan.
Gambar 4  Morfologi Escherichia coli (Marler 2011).
Gambar 7  Zeolit alam jenis klinoptilolit.
Gambar 11 menunjukkan hubungan antara konsentrasi substrat xantina
+2

Referensi

Dokumen terkait

Namun, stabilitas elektrode enzim dengan NPZ masih lebih tinggi dibandingkan penelitian yang dilakukan Gia (2012) yang menggunakan zeolit-glutaraldehida sebagai matriks imobilisasi

(2009) menggunakan nanopartikel berupa zeolit termodifikasi FeCl 3 pada elektroda pasta karbon sebagai biosensor untuk mengukur dopamine dan triptopan yang

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan potensi zeolit alam sebagai antioksidan melalui metode DPPH dan menghasilkan kondisi optimum untuk aktivitas

Keuntungan enzim yang diimobilisasi dibandingkan dengan enzim bebas adalah dapat digunakan kembali, sesuai untuk aplikasi dalam operasi yang berkesinambungan, menghasilkan produk

Elektrode kemudian direndam dalam larutan garam (NaCl fisiologis) pada suhu 5ºC ketika tidak digunakan, untuk memberikan keadaan yang sama dengan lingkungan sebenarnya, atau

Arus yang dihasilkan juga lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Trivadila (2011), SOD terimobilisasi pada elektroda pasta karbon tanpa zeolit

coli yang terimobilisasi taut-silang dengan glutaraldehida pada permukaan elektrode pasta karbon berpotensi sebagai reagen biofungsional untuk menaut-silangkan enzim.. Gambar 5