BAB I
PEN D AH ULUAN
1 .1 . La t a r Be la k a n g Ek sist e n si Pr oye k
Dunia t erus berubah, perubahan ini seiring dengan perkem bangan
kreasi dan inovasi m anusia dalam bidang t eknologi. Teknologi sendiri
seharusnya m erupakan buah dari perpaduan akal budi yang j ernih, hat i
nurani yang benar, kehendak yang bebas dan im aj inasi yang hidup. Teknologi
dikem bangkan unt uk m engat asi kesulit an-kesulit an hidup m anusia. Nam un
sayangnya, t idak sem ua um at m anusia dapat m enikm at i kem aj uan t eknologi
t ersebut , t idak sedikit yang j ust ru m enj adi korban dari perubahan dan
perkem bangan ini, korban ini akan berorient asi pada keunt ungan sem at a dan
m enyingkirkan nilai-nilai kem anusiaan. Globalisasi t eknologi diiringi dengan
globalisasi ekonom i, perpaduan kedua hal it u sering m enggoncang m art abat
m anusia bahkan m engubah kenyat aan hidup m anusia, disadari at au pun
t idak disadari m anusia m enj adi rakus sehingga m udah m engeksploit asi
sesam a dan alam lingkungan dem i keunt ungan pribadi dan kelom poknya.
I t ulah sebabnya globalisasi t eknologi yang dibarengi oleh globalisasi
ekonom i dapat dikat akan m em punyai waj ah ganda, disat u sisi t eknologi
m enolong hidup m anusia, t et api disisi lain t ernyat a j uga m engancam t at a
kehidupan m anusia sebagai cit ra Allah di dunia. Sebagai cont oh dapat disebut
penem uan m esin- m esin indust ri, kehadiran m esin ini am at m engunt ungkan
t et api j uga m em unculkan banyak pengangguran karena t enaga kerj a m anusia
t idak t erpakai lagi. Pant as disyukuri bahwa globalisasi dapat m engant ar um at
kem anusiaan disuat u negara t ert ent u m enggerakkan solidarit as m asyarakat
di negara lain.
Disisi lain, di era globalisasi ini pergerakan hidup m anusia m enj adi
sem akin cepat , kondisi it u m em unculkan rasa was- was karena banyak orang
yang t idak dapat m engikut inya. Mereka yang t idak m am pu m engikut i gerak
perkem bangan it u akan t ersingkir, inilah yang disebut m arginalisasi. Sit uasi
ini m em bangkit kan ket idakadilan di segala bidang, j urang kaya dan m iskin,
kuat dan lem ah, berkuasa dan dit indas sem akin dalam . Dunia m enj adi m edan
bagi kult ur “hom o hom ini lupus” ( m anusia adalah serigala bagi sesam anya) ,
bukan lagi m edan bagi kult ur “hom o hom ini socius” ( m anusia adalah sahabat
bagi sesam anya) .
Dunia t erbagi dalam kelom pok m asyarakat yang t idak adil sepert i yang
t am pak pada m odel piram ida1 pendapat an di bawah ini:
A • 3 % orang yang kaya raya dan pada um um nya
j uga berkuasa
B • 17 % orang kelas m enengah yang hidup lebih
daripada cukup dan pada um um nya j uga dapat disebut
relat if kaya
C • 40 % orang hidup pas- pasan, dapat m em enuhi
kebut uhan- kebut uhan pokok m ereka t et api selalu
t erancam m asuk kelom pok m iskin m ut lak kalau
t ert im pa oleh m usibah ( penyakit , kecelakaan,
pengangguran, dsb.)
1
D • 40 % orang m elarat m ut lak yang t idak dapat
hidup secara layak dan sulit unt uk keluar dari keadaan
ini
Selain m em unculkan t at anan yang t idak adil, globalisasi j uga
m enggoncang dan m engubah budaya suat u bangsa. Era global ini
m em perm udah perj um paan ant ar budaya, m asyarakat sebuah bangsa yang
t idak m em punyai akar t radisi yang kuat akan dengan m udah m engalam i
goncangan kala bert em u dengan dengan budaya bangsa lain dan cenderung
ingin m enggant i budayanya at au m inim al m encont ek budaya lain yang
dianggap lebih m aj u.
Globalisasi berdam pak pada gaya hidup m anusia j uga. Manusia
m enj adi lebih m udah berpindah, perpindahan ini bukan sekedar perpindahan
m anusia, barang at aupun uang, t et api gaya hidup. Gaya hidup m udah sekali
berubah, sit uasi ini m endapat dukungan dari sem akin banyaknya
produk-produk yang cepat usang, produsen dengan kreat if m em buat iklan m engenai
barang baru, m uncul pandangan bahwa keberadaan seseorang diakui bila
selalu “up t o dat e” at au “ harga diriku ada karena aku selalu punya barang paling baru” .
Pada t ingkat kolekt if sit uasi m encipt akan suat u m asyarakat dengan ciri
m udah m em buang (t hrow away societ y) . Yang dibuang t idak hanya
barang-kebendaan t et api j uga nilai- nilai, relasi- relasi, dan ikat an-ikat an t radisional
sepert i nilai perkawinan dan ikat an keluarga. Seseorang m enj adi t idak m udah
unt uk m em buat kom it m en, t erut am a kom it m en dalam j angka yang panj ang.
Sem ent ara it u, pada t at aran pribadi orang cenderung berpusat pada dirinya
kepent ingan orang- orang lain, bahkan seringkali orang t idak perduli t erhadap
apa yang t erj adi pada orang- orang disekit arnya.
Adanya kem erosot an m oral yang sering t erj adi saat ini, dapat dengan
m udah t erj adi dikarenakan kurang adanya pem binaan m ent al sej ak dini. Gaya
hidup konsum erism e yang sem akin m enguat , pencarian j at i diri yang
m enj urus pada hal-hal yang negat if, dapat m engakibat kan suat u resiko yang
m em buat orang m enj adi salah dalam m engenali j at i dirinya. Hal ini t erj adi
t erut am a pada kaum m uda yang m em iliki sifat em osional yang m asih labil.
Pergaulan sert a perkem bangan kaum m uda yang m udah t erpengaruh t eradap
hal-hal yang bersifat negat if, karena kurangnya pem binaan dari segi rohani
dan keluarga. Secara khusus, gerej a m enyapa kaum m uda, yang sedang
m em ulai perj alanan m ereka m enuj u perkawinan dan hidup berkeluarga,
dengan m aksud unt uk m em beberkan dihadapan m ereka cakrawala- cakrawala
baru, unt uk m em bant u m ereka m enem ukan keindahan dan keagungan unt uk
m engasihi dan m enj adi pelayan kehidupan.
Keluarga krist iani adalah “ gerej a dom est ik”2 yang m erupakan
persekut uan pert am a yang dipanggil unt uk m em berit akan inj il kepada pribadi
m anusia selam a pert um buhannya dan m em bawanya kepada kem at angan
sepenuhnya sebagai m anusia dan orang krist iani dengan m em berikan
pendidikan dan kat ekese selangkah dem i selangkah. Sesungguhnya, sebagai
persekut uan yang m endidik, keluarga harus m em bant u m anusia unt uk
m enget ahui panggilannya sendiri dan unt uk m engem ban t anggungj awab
dalam m engupayakan keadilan yang lebih besar, dengan m endidiknya sej ak
perm ulaan dalam hubungan-hubungan ant ar pribadi, yang kaya akan keadilan
dan cint a kasih.
2
Akar gej ala- gej ala yang negat if ini t idak j arang adalah keroposnya
gagasan dan pengalam an kebebasan, yang dipaham i bukan sebagai
kem am puan unt uk m ewuj udkan kebenaran rencana Allah m engenai
perkawinan dan keluarga, m elainkan sebagai kekuasaan yang ot onom unt uk
m engafirm asikan diri, kerap kali dengan m elawan orang lain, dem i
kepent ingan kesenangan hidup yang egois.
Keluarga dalam dunia m odern ini, sam a sepert i at au bahkan lebih
daripada lem baga yang lain m ana pun, t elah banyak dirundung banyak
perubahan yang cepat dan m endalam yang t elah berdam pak pada
m asyarakat dan kebudayaan. Banyak keluarga hidup dalam keadaan ini
dengan t et ap set ia berpegang pada nilai-nilai yang m erupakan dasar landasan
lem baga keluarga. Keluarga-keluarga yang lain t elah m enj adi bim bang dan
bingung m engenai peranan m ereka at au bahkan ragu- ragu dan ham pir t ak
sadar akan m akna dan kebenaran t ert inggi hidup m enikah dan berkeluarga.
Akhirnya, ada keluarga-keluarga lain yang m enghadapi aral m elint ang karena
berbagai keadaan t ak adil dalam m ewuj udkan hak-hak asasi m ereka. Karena
m enget ahui bahwa perkawinan dan keluarga m erupakan salah sat u nilai
m anusiawi yang paling berharga, gerej a ingin berbicara dan m em berikan
bant uannya kepada keluarga- keluarga yang sudah m enyadari nilai
perkawinan keluarga dan berusaha unt uk m enghayat i nilai ini dengan set ia,
kepada keluarga-keluarga yang m erasa bim bang dan ragu, cem as dan gelisah
sert a sedang m encari kebenaran it u, dan kepada keluarga- keluarga yang
dirint angi secara t idak adil unt uk m enghayat i secara bebas hidup berkeluarga
m ereka. Dengan m endukung kelom pok yang pert am a, m enerangi kelom pok
j asa- j asa pelayanannya kepada set iap orang yang bert anya-t anya t ent ang
t uj uan akhir perkawinan dan hidup berkeluarga.3
Allah m encipt akan m anusia m enurut gam bar dan rupa- Nya sendiri ( Kej
1: 26- 27) : dengan m em anggil m anusia m anj adi ada m elalui cint a kasih, ia
sekaligus m em anggil m anusia unt uk cint a kasih. Allah adalah cint a kasih ( 1
Yoh 4: 8) dan didalam diri- Nya ia m enghayat i m ist eri persat uan pribadi yang
penuh kasih. Dengan m encipt akan m anusia m enurut cit ra- Nya sendiri dan
dengan senant iasa m elangsungkan adanya, Allah m enuliskan dalam m anusia
pria dan m anusia wanit a panggilan, dan dengan dem ikian kem am puan dan
t anggung j awab, unt uk m engasihi dan bersat u 4. Maka dari it u, cint a kasih
m erupakan panggilan yang asasi dan ada sej ak lahir pada set iap m anusia.
Sebagai roh yang beraga, yakni j iwa yang m enyat akan dirinya dalam
raga dan raga yang dij iwai oleh roh yang abadi, m anusia secara ut uh
m enyeluruh dipanggil unt uk m engasihi. Cint a kasih m encakup t ubuh m anusia,
dan t ubuh m anusia dicipt akan unt uk ikut m engam bil bagian dalam cint a kasih
rohani. Wahyu krist iani m engakui dua cara khusus unt uk m ewuj udkan
panggilan pribadi m anusia, sebagai keseluruhan unt uk m engasihi: perkawinan
dan keperawanan, at au hidup selibat . Kedua cara ini m asing- m asing, m enurut
bent uk dan rupanya sendiri yang khas, m erupakan perwuj udan kebenaran
m anusia yang paling dalam , yakni keberadaannya yang “ t ercipt a m enurut
cit ra Allah” .
Hal yang pat ut kit a perhat ikan j uga adalah kenyat aan bahwa dalam
dalam negeri-negeri yang disebut Dunia Ket iga keluarga- keluarga kerap kali
t idak m em punyai sarana- sarana yang perlu unt uk kelangsungan hidup,
3
Konsili Ek um inis Vat ik an Kedua, Konst it usi Past or al t ent ang Ger ej a dalam Dunia Moder n
Gaudium et Spes, 52. 4
Konsili Ek um enis Vat ik an Kedua, Konst it usi Past or al t ent ang Ger ej a dalam Dunia Moder n
sepert i m akanan, pekerj aan, perum ahan, dan obat - obat an, m aupun
kebebasan- kebebasan yang paling dasariah. Sebaliknya, di negeri-negeri
yang lebih kaya kem akm uran hidup yang t erlam pau besar dan m ent alit as
konsum t if, yang anehnya diiringi suat u rasa t akut dan bim bang t ent ang m asa
depan, m engakibat kan pasangan- pasangan suam i ist ri kehilangan j iwa besar
dan keberanian yang diperlukan unt uk m engasuh hidup m anusia yang baru:
dem ikianlah hidup kerap kali dipandang bukan sebagi berkah, m elainkan
sebagi bahaya yang harus dilawan unt uk m em bela diri. Maka perlu adanya
suat u pem binaan bagi keluarga krist iani yang biasanya dilakukan dengan
m engadakan bim bingan lewat kegiat an- kegiat an rohani. Pem binaan rohani
um at krist iani salah sat unya adalah ret ret .
Ret ret m erupakan pem binaan dari segi rohani yang m engaj ak individu
unt uk m enyadari kehadiran Tuhan dalam hidup sehari- hari sehingga
kehidupan it u dapat dipaham i m aknanya. Keluarga krist iani diaj ak unt uk
m em aham i m akna hidup yang um um nya sulit dit em ukan dalam kesibukan
hidup sehari- hari. Melangkah secara benar dengan m enyadari bahwa set iap
orang dipanggil unt uk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
Pem binaan keluarga krist iani lewat ret ret dilakukan m elalui kegiat
an-kegiat an doa, renungan/ m edit asi, diskusi, perm ainan dan an-kegiat an lain yang
bisa dij adikan bahan perenungan unt uk m ereka. Kegiat an yang m em erlukan
suasana yang t enang t anpa m erasa j enuh dan bosan sehingga m ereka dapat
m engolah dan m engert i m akna dari m akna hidup yang m ereka cari, sehingga
Ta be l 1 .1 . Jum la h Pe nduduk M e nur ut Ke lom pok Um ur da n Je nis Ke la m in
di D a e r a h I st im e w a Yogya k a r t a t a hun 2 0 0 6 - 2 0 0 7
Klp. Um ur La k i- la k i Pe r e m pu a n Jum la h
( t ahun) 2 0 0 6 2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 7 2 0 0 6 2 0 0 7
0 – 4 120.376 132.548 124.561 124.366 244.937 256.914
5 – 9 125.457 129.632 127.368 127.333 252.825 256.965
1 0 – 1 4 137.899 122.321 141.652 134.687 279.551 257.008
1 5 – 1 9 175.621 174.874 168.354 168.488 343.975 343.362
2 0 – 2 4 179.678 198.624 164.356 194.355 344.034 392.979
2 5 – 2 9 145.624 125.681 134.621 123.245 280.245 248.926
3 0 – 3 4 121.325 115.624 135.987 142.316 257.312 257.94
3 5 – 3 9 198.369 124.354 134.258 124.325 332.627 248.679
4 0 – 4 4 115.548 115.624 122.326 130.108 237.874 245.732
4 5 – 4 9 98.654 97.625 97.644 124.214 196.298 221.839
5 0 – 5 4 76.329 73.242 84.551 94.658 160.88 167.9
5 5 – 5 9 68.964 81.624 76.224 81.234 145.188 162.858
6 0 + 231.465 234.542 302.566 268.549 534.031 503.091
Ju m la h 1 .7 9 5 .3 0 9 1 .7 2 6 .3 1 5 1 .8 1 4 .4 7 1 .8 3 7 .8 7 8 3 .6 0 9 .7 7 7 3 .5 6 4 .1 9 3
Sum ber : BPS Pr opinsi DI Y t ahun 2007
Ta be l 1 .2 . Jum la h Te m pa t I ba da h da n Pe m e luk Aga m a di D I Y t a hun 2 0 0 0 - 2 0 0 5
Ta h u n Pe r t u m bu h a n
N o. Aga m a
2 0 0 0 2 0 0 5 2 0 0 0 - 2 0 0 5
I sla m
Jum lah Masj id 5.435 5.684 4.58%
Jum lah Mushola 1.211 1.547 27.75%
Jum lah Langgar 3.721 4.251 14.24%
1
[image:8.595.88.521.146.775.2] [image:8.595.87.518.167.587.2]Ka t olik
Jum lah Ger ej a 74 88 18.92%
Jum lah Kapel 58 54 - 6.90%
2
Jum lah Pem eluk 162.644 210.457 29.40%
Kr ist e n
Jum lah Ger ej a 190 214 12.63%
Jum lahRum ah Kebak t ian 19 24 26.32%
3
Jum lah Pem eluk 860.654 974.256 13.20%
Bu dh a
Jum lah Wihar a 17 22 29.41%
4
Jum lah Pem eluk 6.384 7.134 11.75%
H in du
Jum lah Pura 27 31 14.81%
5
Jum lah Pem eluk 25.727 31.546 22.62%
Sum ber : Sensus Penduduk t ahun 2005, BPS Pr opinsi DI Y
Pengadaan proyek rum ah ret ret unt uk keluarga krist iani ini
direncanakan di daerah Kaliurang yang m asuk ke wilayah paroki Pakem ,
dim ana perkem bangan j um lah um at Kat olik di paroki ini sem akin m eningkat .
Kondisi sit e yang t erlet ak di lereng gunung Merapi j uga sangat m endukung
unt uk kegiat an ret ret yang m em erlukan suasana yang t enang, hening dan
m asih alam i, karena wilayah ini j auh dari keram aian pusat kot a sehingga
kebisingan kot a t idak begit u m engganggu.
Rum ah ret ret di Yogyakart a dan sekit arnya yang m asih t ergabung
dalam KAS ( Keuskupan Agung Sem arang) berdasarkan fungsinya rum ah
ret ret di bedakan m enj adi 2 ( dua) bagian besar, yait u:5
5 ht t p: / / w w w . r um ah r et r et / [ dat a] Tem pat Ret r et & Hot el di beber apa t em pat ( sebagian besar di
1. Rum ah Ret ret Um um
adalah wadah ret ret yang dapat m enam pung berbagai kegiat an sepert i
ret ret , rekoleksi, pelat ihan, m edit asi, sekolah m inggu, dan sem inar.
Cont oh:
Wism a PTPM di Malioboro ( DI Y) , Wism a Xaverian di Ringroad Ut ara
( DI Y) , Arena Pengem bangan Kaum Muda ( APKM) di Jl. Kaliurang
km .23 ( DI Y) , St udio Alam Audiovisual PUSKAT di Jl. Kaliurang km .10
( DI Y) , Tam an Kom unikasi Kanisius di Jl. Cem paka 9 Deresan ( DI Y) ,
Puri Brat a Desa Kalim undu Srigading Bant ul ( DI Y) , Wism a Theresia
Salam ( Magelang) , Wism a Sangkal Put ung ( Klat en) , Yout h Cent re KAS
di Salam ( Magelang) , sert a Wism a Xaverius ( Munt ilan) .
2. Rum ah Ret ret Khusus
adalah wadah ret ret yang hanya dapat m enam pung kegiat an ret ret
bagi para im am , biarawan dan biarawat i.
Cont oh:
Wism a SCY ( DI Y) , Wism a St . Pet rus ( DI Y) , Wism a Sanj aya ( Munt ilan) ,
dan Wism a Sum ber Ndukun ( Magelang) .
1 .2 . La t a r Be la k a n g Pe r m a sa la h a n
Kat a ret ret berasal dari bahasa I nggris, ret reat. Menurut Kam us I nggris –I ndonesia yang disusun oleh John M. Echols dan Hassan Shadily, salah sat u art i ret reat adalah t em pat pengasingan diri. Sebagai kat a kerj a, ret reat berart i m undur. Kit a m engadakan ret ret berart i kit a m undur dari kesibukan sehari-hari dengan pergi ke t em pat sunyi unt uk m engasingkan diri.
kat a ret ret m engandung pengert ian yang m enunj uk pada t em pat at au gerak yang m enuj u pada kesunyian at au keheningan.6 Tuj uan ut am a ret ret adalah
perubahan hidup, m et onia ( bahasa Yunani) , conversion ( bahasa Lat in) ,
conversion ( bahasa I nggris)7. Dalam ret ret sebagai usaha unt uk m engadakan perubahan hidup it u, proses ret ret kerap dilukiskan sepert i berikut ; ret ret
berm ula dari hal-hal yang t idak baik, deform at a m enuj u ke perbaikan. Hal-hal
yang sudah diperbaiki, reform at a, kem udian diarahkan, t ransform at a, oleh
penerangan dan kekuat an yang diperoleh dalam doa- doa selam a ret ret .
Kegiat an dalam ret ret dilakukan secara t erat ur dan sist em at is m isalnya
dalam kegiat an rohani, sepert i berdoa, renungan, m em buat pem eriksaan
bat in, m engadakan refleksi. Ret ret sebagai kesem pat an unt uk m engundurkan
diri dari akt ivit as dan kej enuhan sehari-hari, seringkali m em bant u orang
unt uk m endapat kan keheningan, karena dalam keheningan it ulah orang bisa
m endapat ket enangan dan kelegaan. Pem binaan dalam ret ret sering kali
dapat m em bant u orang m enem ukan lam bang diri. Lam bang diri diperlukan
oleh kaum m uda yang sedang berkem bang unt uk m enem ukan j at i diri, dan
j uga m em bim bing orang t ua unt uk m endidik anak- anaknya agar dapat
m em aham i m akna hidup yang um um nya sulit dit em ukan dalam kehidupan
hidup sehari-hari.
Dalam kont eks m asyarakat I ndonesia yang sedang berj uang
m engat asi korupsi, kekerasan dan kerusakan lingkungan hidup, um at Allah
KAS t erlibat secara akt if m em bangun habit us8 baru berdasarkan sem angat
inj il (bdk. Mat 5-7) . Habit us baru dibangun bersam a- sam a: dalam keluarga
6Sum ant ri, Y, SJ. Akar dan Say ap, hal.11, Kanisius Yogyakart a, 2002. 7
Mangunhar dj ana, AM, SJ. Mem bim bing r ekoleksi, hal.11, Kanisius Yogyakar t a, 1994.
8 Not a Past oral KWI 2004: Keadaban Publik: Menuj u Habit us Bar u Bangsa, hal. 28. H a b it u s adalah “ Gugus inst ing, baik indiv idual m aupun k olek t if, y ang m em bent uk car a m er asa, car a ber pik ir , car a m em aham i, car a m endek at i, car a ber t indak dan car a ber elasi dengan seseor ang at au k elom pok ” .
dengan m enj adikannya basis hidup berim an; dalam diri anak, rem aj a dan
kaum m uda dengan m elibat kan m ereka unt uk pengem bangan um at ; dalam
diri yang kecil, lem ah, m iskin dan t ersingkir dengan m em berdayakannya.
Sesuai dengan Not a Past oral KAS t ahun 2009 yait u “ Orang Muda
Menggugah Dunia” , dan fokus past oral KAS yait u; m elibat kan orang m uda
unt uk pengem bangan um at. Fokus ini m erupakan rangkaian fokus past oral yang dij abarkan dari Arah Dasar Keuskupan Agung Sem arang ( Ardas KAS)
2006-2010. Oleh karena it u, m elibat kan orang m uda unt uk pengem bangan
um at m erupakan lanj ut an dari pengem bangan keluarga sebagai basis hidup
berim an ( 2007) , sert a m elibat kan anak dan rem aj a unt uk pengem bangan um at ( 2008) .
Keluarga krist iani adalah basis hidup rohani yang m enj adi “ garam ”
m asyarakat dalam ikut m engem bangkan kehidupan bersaudara ant ar
keluarga um at berim an, m aka perlulah upaya t erus m enerus m em bangun
penghayat an im an yang t erbuka m ulai di dalam keluarga. Kesadaran hidup
bersam a dalam keluarga sungguh m enyenangkan dan m encipt akan rasa
am an. Kenangan unt uk selalu m erasakan kehangat an di dalam keluarga
am at lah pent ing, dalam rangka m em bina kesadaran bahwa hidup bersam a
dengan yang lain sebagai sat u keluarga sungguh m enyenangkan.
Sit uasi lingkungan keluarga m enam pilkan segi- segi yang posit if dan
negat if: segi-segi yang posit if m erupakan t anda karya penyelam at an Krist us
yang bekerj a di dalam dunia; segi- segi negat if m erupakan t anda penolakan
m anusia t erhadap cint a kasih Allah. Mem ang, disat u pihak ada kesadaran
yang lebih hidup t ent ang kebebasan pribadi dan perhat ian yang lebih besar
at as m ut u hubungan- hubungan ant ar pribadi dalam perkawinan, at as usaha
at as pendidikan anak- anak. Juga ada kesadaran akan perlunya
pengem bangan hubungan-hubungan ant ar keluarga. Pem berian bant uan
rohani dan j asm ani secara t im bal balik, penem uan kem bali perut usan gerej ani
yang khas bagi keluarga dan t anggung j awabnya unt uk m em bangun
m asyarakat yang lebih adil. Nam un, dilain pihak, t idak sedikit t anda- t anda
kem erosot an beberapa nilai dasar yang sungguh m encem askan: konsep
t eorit is dan prakt is yang salah t ent ang kem andirian suam i dan ist ri dalam
hubungan m ereka sat u sam a lain; konsepsi-konsepsi yang sungguh keliru
m engenai hubungan kewibawaan ant ara orangtua dan anak; kesulit
an-kesulit an konkret yang dialam i oleh keluarga sendiri dalam m ewariskan
nilai-nilai; j um lah perceraian yang m akin banyak; wabah pengguguran;
pem andulan yang sering dilakukan; m uncul m ent alit as yang benar- benar
bersifat kont rasept if.
“ Karena Pencipt a segala sesuat u t elah m enj adikan persekut uan nikah
sebagai awal dan dasar m asyarakat m anusia,” keluarga m erupakan “ sel
m asyarakat yang pert am a dan am at pent ing”9.
Keluarga m em punyai hubungan-hubungan yang am at pent ing dan
organik dengan m asyarakat , karena keluarga m erupakan landasan
m asyarakat dan selalu m enghidupi m asyarakat m elalui peranannya sebagai
pelayan kehidupan; dari keluargalah lahir warga- warga m asyarakat at au
Negara dan didalam keluargalah m ereka m enem ukan sekolah pert am a
keut am aan- keut am aan sosial, yang m erupakan asas yang m enj iwai eksist ensi
dan perkem bangan m asyarakat sendiri. Dengan dem ikian, karena sam a
sekali t idak t ert ut up unt uk diri sendiri; keluarga m enurut kodrat nya dan
9
panggilannya t erbuka pada keluarga- keluarga lain dan pada m asyarakat , dan
m enj alankan peranan sosialnya.
Kegiat an dalam ret ret keluarga krist iani yait u berusaha m erasakan
kehadiran Tuhan dengan m enyadari pengorbanan Yesus Krist us dat ang ke
dunia unt uk m enebus dosa m anusia. Kelahiran Yesus Krist us sam pai wafat
dan diangkat ke surga j uga dapat dirasakan saat ret ret . Akt ivit as pada saat
ret ret j uga diwarnai dengan kegem biraan, ket enangan, dan int ropeksi diri.
Kaum m uda disini m em iliki j iwa yang at rakt if dan dinam is dalam
perkem bangannya, diart ikan sebagai karakt er kaum m uda yang senang
berpet ualang dan m encari hal baru. Melalui t ansform asi karakt er at rakt if dan
dinam is kaum m uda dalam rum ah ret ret keluarga krist iani, sehingga dapat
m erasakan kehadiran Allah t anpa m erasa j enuh, sekaligus berpet ualang
m enyelam i perj alanan hidup Yesus Krist us ke dunia, m erasakan kegem biraan,
ket enangan dan kedekat an dengan Allah, dengan harapan t elah m enem ukan
lam bang diri dan m enem ukan suat u m akna dalam hidup.
Keluarga m enem ukan dalam rencana Allah Pencipt a dan Penebus t idak
hanya j at idirinya, yakni hakikat keluarga, t et api j uga t ugas perut usannya, yakni apa yang dapat dan harus dilakukannya, m aka dari it u, dengan cint a
kasih sebagai t it ik t olaknya dan dengan senant iasa m engacu pada t it ik t olak
t ersebut
1 .3 . Ru m u sa n Pe r m a sa la h a n
Bagaim ana wuj ud rancangan Rum ah Ret ret di Yogyakart a yang sesuai
dengan karakt er kaum m uda yang at rakt if dan dinam is unt uk m enggerakkan
dinam ika kehidupan gerej a yang diwuj udkan m elalui pengolahan kualit as
1 .4 . Tu j u a n da n Sa sa r a n 1 .4 .1 . Tu j ua n
Mewuj udkan rancangan rum ah ret ret dengan pengolahan
kualit as arsit ekt ural yait u dengan m engacu pada aspek budaya dan
arsit ekt ur set em pat yang m am pu m em buat keluarga krist iani
m erasakan kehadiran Allah dengan m ent ransform asikan karakt er
kaum m uda yang at rakt if dan dinam is ke bangunan rum ah ret ret .
1 .4 .2 . Sa sa r a n
• Wuj ud rancangan rum ah ret ret yang sesuai dengan aspek
budaya dan arsit ekt ur set em pat .
• Wuj ud rancangan m ewadahi kegiat an ret ret yang sesuai
dengan karakt er kaum m uda yang at rakt if dan dinam is.
1 .5 . Lin gk u p Pe m ba h a sa n 1 .5 .1 . M a t e r i St u di
• Ret ret keluarga krist iani dan kaum m uda: pengert ian ret ret dan
ciri khas kaum m uda ( perkem bangan em osional dan psikologi)
sebagai ide dasar konsep rum ah ret ret .
• Tat a ruang int erior dan ekst erior sert a bent uk bangunan
sebagai sarana penyam paian ide perancangan.
1 .5 .2 . Pe n de k a t a n St u di
Pendekat an ciri khas kaum m uda yang at rakt if dan dinam is
( berpet ualang dan m encari hal baru) dan pengolahan kualit as
1 .6 . M ETOD E PEM BAH ASAN 1 .6 .1 . St u di Lit e r a t u r
• Mencari buku- buku t ent ang kebut uhan, kegiat an dan fungsi
rum ah ret ret .
• Mencari m aj alah at au buku yang m em uat preseden rum
ah-rum ah ret ret .
• Mencari dat a t ent ang arsit ekt ur dan budaya set em pat .
• Mencari lewat websit e yang berhubungan dengan rum ah ret ret ,
karakt er kaum m uda, dan dat a lainnya yang bersangkut an.
• Mencari buku- buku t ent ang psikologi dan karakt erist ik
perkem bangan kaum m uda.
1 .6 .2 . St u di Obse r va si da n W a w a n ca r a
• Melakukan wawancara pada t okoh agam a.
• Melakukan wawancara pada keluarga krist iani dan kaum m uda
t ent ang apa yang m ereka but uhkan.
• Melakukan wawancara dan kunj ungan pada pengelola beberapa
rum ah ret ret .
1 .6 .3 . St u di Sit e di La pa n ga n
Melakukan pengam at an langsung ke sit e at au lokasi
didirikannya Rum ah Ret ret .
1 .6 .4 . St u di An a lisis
Menganalisis ant ara t eori yang ada dengan dat a yang
I .7 . Sist e m a t ik a Pe m ba h a sa n Bab I : PENDAHULUAN
Berisi t ent ang lat ar belakang eksist ensi proyek, lat ar belakang
m asalah, rum usan m asalah, t uj uan dan sasaran, lingkup pem bahasan,
m et ode pem bahasan, dan sist em at ika pem bahasan.
Bab I I : KAJI AN TEORI
Penj elasan t ent ang sej arah ret ret sert a perkem bangan ret ret dulu
sam pai sekarang, pengert ian ret ret , m acam dan bent uk ret ret , t uj uan
ret ret dan karakt er kaum m uda, pengert ian, m et ode pem binaan
keluarga krist iani dan kaum m uda sert a akt ivit as saat ret ret , sert a
kaj ian t ent ang kualit as ruang.
Bab I I I : RUMAH RETRET DI YOGYAKARTA
Berisi t ent ang perkem bangan keluarga krist iani dan kaum m uda di
Yogyakart a, deskripsi proyek dan spesifikasi proyek yang m eliput i:
program at ik dan lokasi/ sit e.
Bab I V: ANALI SI S
Berisi t ent ang rum usan m asalah dan analisis perm asalahan, karakt er
yang at rakt if dan dinam is, analisis pengolahan t at a ruang dalam dan
t at a ruang luar sesuai dengan perm asalahan, dan konsep desain
rum ah ret ret .
Bab V: KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
Berisi sket sa- sket sa ide at au konsep sebagai perwuj udan analisis dari
bab I V, t erdapat gam bar prarancangan dan aspek- aspek yang
m endukung rancangan rum ah ret ret yang sesuai dengan karakt er