• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai Anak dan Fertilitas pada Masyarakat Batak Toba (Studi Kasus di Kampung Lumban Batu, Desa Aeksiansimun, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Nilai Anak dan Fertilitas pada Masyarakat Batak Toba (Studi Kasus di Kampung Lumban Batu, Desa Aeksiansimun, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara)."

Copied!
121
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Keberadaan anak yang sangat didambakan oleh keluarga suku Batak Toba adalah untuk, pencapaian tujuan hidup yang ideal, pelengkap adat Dalihan Na Tolu, penambah wibawa

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pergeseran tradisi upacara kematian pada masyarakat Batak Toba, karena adanya nilai prestise dan bagaimana masyarakat

bersamaan dan diaplikasikan dalam kepercayaan dan adat istiadatnya. Hasangapon yang sesungguhnya akan terlihat pada saat seseorang mati. Kematian.. dalam budaya suku Batak

Kehidupan adat masyarakat Batak Toba diatur dalam sistem hubungan sosial Dalihan Na Tolu, yang dibuat dalam bentuk norma-norma sehingga terdapat hubungan sosial yang harmonis

Inang-inang yang dijadikan informan dengan karakteristik khusus yaitu: perempuan migran Batak Toba yang lahir di daerah asalnya (Tapanuli Utara) kemudian bermigrasi

RYANDIKA GILANG PUTRA: Analisis Pemasaran Kemenyan (Styrax spp.) (Studi Kasus: Kecamatan Tarutung dan Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara).. Dibimbing Oleh:

Suku Batak, khususnya Batak Toba selain akrab dengan budaya bertani, terkenal juga dengan budaya bertenun yaitu bertenun kain Batak (ulos). Martonun ulos merupakan salah

INTERNALISASI NILAI HADIS DALAM ADAT BUDAYA PERKAWINAN BATAK ANGKOLA TAPANULI SELATAN SUMATERA UTARA DISERTASI Oleh : MUHAMMAD AMIN NIM.4006173006 PROGRAM DOKTOR ILMU HADIS