• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Pengolahan Data Servis Kendaraan Di Bengkel Agung Perkasa Motor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Pengolahan Data Servis Kendaraan Di Bengkel Agung Perkasa Motor"

Copied!
290
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

MINGGUS FREDDY TAMBUNAN

10105117

PROGRAM STUDI S1

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK

(2)

ABSTRAK

SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA SERVIS KENDARAAN DI BENGKEL AGUNG PERKASA MOTOR

Oleh

Minggus Freddy Tambunan 10105117

Perubahan teknologi informasi saat ini sangatlah pesat. Hal yang penting dari perubahan teknologi ini adalah bagaimana mengelola pemanfaatannya untuk kemudahan bagi penggunanya agar dapat menunjang kehidupan sehari-hari dalam berbagai bidang dunia kerja. Salah satunya adalah dalam bidang otomotif.

Bengkel Agung Perkasa Motor adalah sebuah dealer resmi yang bergerak dalam bidang distribusi motor. Dalam proses peng-inputan data servis pelanggan, petugas Bengkel Agung Perkasa Motor masih menggunakan cara yang manual yaitu dengan cara mencatat data servis pelanggan ke dalam faktur servis yang masih kosong.

Selain itu, dapat diketahui juga bahwa persediaan suku cadang di Bengkel Agung Perkasa Motor ini terkadang mengalami out of order/ kehabisan stock. Hal ini dikarenakan proses penentuan persediaan yang masih kurang akurat.

Dalam rangka menghadapi perubahan teknologi yang pesat dan meningkatkan efektifitas pengolahan data, pihak terkait tersebut dituntut untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam merancang strategi pemasaran untuk meningkatkan transaksi servis.

Kebutuhan akan informasi (atau pengetahuan) sebagai pendukung dalam membuat solusi bisnis, dan dukungan infrastruktur di bidang teknologi informasi merupakan cikal- bakal dari lahirnya teknologi sistem informasi.

Sistem Informasi didefinisikan sebagai satu set teknik yang digunakan secara otomatis dalam proses pengolahan data. Salah satu metode yang terdapat dalam sistem informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Forecasting

Regresi Linear, dimana Forecasting Regresi Linear merupakan salah satu teknik

peramalan yang berfungsi dalam menentukan persediaan/ stock suku cadang yang akan datang berdasarkan variabel tahun dan jumlah persediaan/ stock suku cadang.

Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi yang akan meningkatkan efektifitas proses pengolahan data servis kendaraan dan membantu menentukan persediaan/ stock suku cadang dalam setiap periode ke depan.

(3)

VEHICLES IN AGUNG PERKASA MOTOR WORKSHOP

By

Minggus Freddy Tambunan 10105117

Changes in information technology today is very rapid. The important thing from this technological change is how to manage utilization for convenience to the user order to help the everyday life in various areas of the world of work. One of them is in the automotive field.

Agung Perkasa Motor Repair is an authorized dealer who is engaged in the motor distribution. In the process of lawyer-input data customer service, officer Agung Perkasa Motor Repair still use manual way is by way of customer service record data into the service invoices that are still empty.

In addition, it can be seen also that the supply of spare parts in the Great Mighty Motor Repair is sometimes experienced out of order / out of stock. This is because the process of determining which still lack an accurate inventory.

In order to deal with rapid technological change and improve the effectiveness of data processing, these stakeholders are required to take the right decisions in designing marketing strategies to improve service transactions. The need for information (or knowledge) as a supporter in making business solutions, and support infrastructure in the field of information technology is the forerunner of the birth of information systems technology.

Information System is defined as a set of techniques used in automatic data processing. One of the methods contained in the information systems used in this research is Forecasting Linear Regression, where Forecasting Linear regression is one of the forecasting techniques that function in determining the inventory / stock of spare parts that will come under the variable year and the amount of inventory / stock of spare parts.

The results of this research is the application that will improve the effectiveness of the process data processing service vehicles and help determine the inventory / stock of spare parts in each period to the next.

(4)

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah, rahmat, dan karunia-Nyalah saya dapat menyelesaikan laporan tugas akhir (sksipsi) ini. Limpahan karunia yang tidak pernah ada habisnya telah mengangkat segala bentuk kekurangan, keterbatasan dan ketidakmampuan penulis untuk menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Adapun laporan tugas akhir ini saya ajukan untuk memenuhi syarat mata kuliah tugas akhir/skripsi program strata satu, jurusan teknik informatika, fakultas teknik dan ilmu komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Saya menyadari bahwa pembuatan laporan tugas akhir ini masih jauh dari sempurna dan tidak luput dari banyak kesalahan dan kekurangan. Hal ini dikarenakan oleh pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan saya yang terbatas. Tentunya tidak ada sesuatu yang sempurna dalam suatu laporan tugas akhir yang dibuat. Oleh karena itu penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya kiranya terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini, baik dalam tata tulis, isi, dan lain-lain.

Adapun dalam laporan ini penulis akan menjelaskan mengenai hasil penelitian tugas akhir yang telah dilakukan di Bengkel Agung Perkasa Motor. Judul yang diambil dalam membuat laporan tugas akhir ini adalah “SISTEM

INFORMASI PENGOLAHAN DATA SERVIS KENDARAAN DI

(5)

mengucapkan terima kasih kepada :

1. Rektor Universitas Komputer Indonesia Bpk. Dr. Eddy Soeryanto Soegoto

2. Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Dr. Arry Ahmad Arman. 3. Kajur Teknik Informatika sekaligus sebagai dosen wali dan penguji III

saya Ibu Mira Kania Sabariah S.T.,M.T.

4. Ibu Tati Harihayati M., S.T., M.T. selaku pembimbing dan penguji II yang selalu memberikan bimbingan, pengarahan, dan masukannya bagi penulis.

5. Bapak Iskandar Iqbal, S.T. selaku penguji I yang telah memberikan masukan kepada penulis.

6. Seluruh Dosen dan Staff Teknik Informatika Unikom.

7. Ayah dan Ibu terkasih yang selalu memberikan motivasi, dorongan, dan doa kepada penulis.

8. Adik yang senantiasa memberikan dorongan semangat serta doa kepada penulis.

9. Bambang Adrian Sitompul, dkk.

10. Teman - teman kosan dan community error club

(6)

seterusnya.

13. Seluruh rekan, teman, dan sahabat yang tidak tersebutkan namanya yang telah memberikan dorongan dan masukan kepada penulis selama ini.

Dengan rasa syukur dan kerendahan hati, penulis memberikan rasa hormat yang tak terhingga dan mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu terselesaikannya pembuatan hingga terciptanya laporan tugas akhir ini.

Akhir kata, semoga laporan tugas akhir ini dapat dijadikan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan bermanfaat khusunya bagi penulis, dan pembaca pada umumnya.

Bandung, Januari 2011

(7)

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR SIMBOL ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xx

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 2

1.3.1 Maksud ... 2

1.3.2 Tujuan ... 3

1.4 Batasan Masalah ... 3

1.5 Metodologi Penelitian ... 4

1.6 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9

(8)

2.1.1 Identitas Bengkel Agung Perkasa Motor ... 9

2.1.2 Visi dan Misi ... 10

2.1.3 Sejarah Bengkel Agung Perkasa Motor ... 12

2.1.4 Struktur Organisasi Bengkel Agung Perkasa Motor ... 14

2.2Landasan Teori ... 18

2.2.1 Servis Motor ... 18

2.2.2 Sistem Informasi ... 18

2.2.2.1Definisi Sistem ... 18

2.2.2.2Definisi Informasi ... 21

2.2.2.3Definisi Sistem Informasi ... 23

2.2.3 Peramalan/ Forecasting ... 24

2.2.3.1Metode Regresi ... 25

2.2.3.2Metode Regresi Linear Sederhana ... 26

2.2.4 Basis Data... 19

2.2.5 Database Management System (DBMS) ... 24

2.2.6 Jaringan ... 31

2.2.6.1Topologi Jaringan Komputer ... 32

2.2.7 Sistem Client/ Server ... 35

2.2.7.1Cara Kerja Sistem Client/ Server ... 36

2.2.8 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 37

2.2.9 Data Flow Diagram (DFD) ... 39

2.2.10 Kamus Data ... 41

(9)

2.2.12 Delphi ... 44

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 45

3.1 Analisis Sistem ... 45

3.1.1 Analisis Masalah ... 45

3.1.2 Analisis Prosedur pada Sistem Yang Berjalan ... 47

3.1.2.1Prosedur Kegiatan Servis ... 47

3.1.2.2Prosedur Persetujuan Laporan Data Servis ... 48

3.1.2.3Analisis metode Forecasting Regresi Linear Sederhana ... 51

3.1.2.3.1 Contoh Kasus ... 51

3.1.2.3.2 Perhitungan dengan Metode Forecasting Regresi Linear Sederhana ... 54

3.1.2.3.3 Hasil Perhitungan Data Spareparts ... 71

3.1.2.3.4 Klasifikasi Data Spareparts ... 71

3.1.2.3.5 Kesimpulan Hasil Perhitungan Data Spareparts ... 73

3.1.3 Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 74

3.1.3.1Analisis User ... 74

3.1.3.2Analisis Perangkat Keras ... 76

3.1.3.3Analisis Perangkat Lunak ... 77

3.1.3.4Analisis Jaringan ... 78

3.1.3.5Analisis Pengkodean ... 78

3.1.3.6Analisis Basis Data ... 81

3.1.4 Analisis Kebutuhan Fungsional ... 82

(10)

3.1.4.2Data Flow Diagram (DFD) ... 83

3.1.4.3Spesifikasi Proses ... 99

3.1.4.4Kamus Data ... 115

3.1.4.5Skema Relasi ... 117

3.1.4.6Struktur Tabel ... 118

3.2 Perancangan Arsitektur ... 123

3.2.1 Perancangan Struktur Menu ... 123

3.2.2 Perancangan Antar Muka ... 125

3.2.2.1Perancangan Tampilan Program ... 125

3.2.3 Tampilan Pesan ... 136

3.2.4 Jaringan Semantik ... 137

3.2.5 Perancangan Prosedural ... 139

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 143

4.1 Implementasi Sistem ... 143

4.1.1 Implementasi Perangkat Keras ... 143

4.1.2 Implementasi Perangkat Lunak ... 144

4.1.3 Implementasi Form ... 144

4.1.4 Implementasi Basis Data ... 147

4.1.5 Implementasi Antarmuka ... 152

4.2 Pengujian ... 170

4.2.1 Rencana Pengujian ... 170

4.2.2 Kasus dan Hasil Pengujian Alpha ... 173

(11)

4.2.4 Kasus dan Hasil Pegujian Beta ... 195

4.2.5 Kesimpulan dan Hasil Pengujian Beta ... 199

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 200

5.1 Kesimpulan... 200

5.2 Saran ... 200

(12)

Gambar 2.1. Struktur Organisasi ... 14

Gambar 2.2 Garis Regresi ... 26

Gambar 2.3. Topologi Star... 34

Gambar 3.1 Flowmap Kegiatan Servis ... 48

Gambar 3.2 Flowmap Pelaporan Hasil Servis ... 50

Gambar 3.3 Jaringan Komputer Bengkel Agung Perkasa Motor yang diusulkan ... 78

Gambar 3.4 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 81

Gambar 3.5 Diagram Konteks... 82

Gambar 3.6 DFD Level 1 ... 83

Gambar 3.7 DFD Level 2 Untuk Proses Pengolahan Data Master ... 84

Gambar 3.8 DFD Level 2 Untuk Proses Pengolahan Data Transaksi ... 85

Gambar 3.10 DFD Level 2 Untuk Proses Pengolahan User ... 86

Gambar 3.11 DFD Level 3 Untuk Proses Pengolahan Data Pelanggan ... 87

Gambar 3.12 DFD Level 3 Untuk Proses Pengolahan Data Type Kendaraan ... 88

Gambar 3.13 DFD Level 3 Untuk Proses Pengolahan Data Jenis Kendaraan ... 89

Gambar 3.14 DFD Level 3 Untuk Proses Pengolahan Data Kendaraan ... 90

Gambar 3.15 DFD Level 3 Untuk Proses Pengolahan Data Suku Cadang ... 91

Gambar 3.16 DFD Level 3 Untuk Proses Pengolahan Transaksi servis ... 92

Gambar 3.17 DFD Level 3 Untuk Proses Permintaan History Servis ... 93

(13)

Gambar 3.22 DFD Level 3 Untuk Proses Pengolahan Tambah Data Servis ... 98

Gambar 3.23 Skema Relasi ... 117

Gambar 3.24 Struktur Menu Bagian Administrator ... 124

Gambar 3,25 Struktur Menu Bagian Operator ... 124

Gambar 3.26 Perancangan Tampilan Form Menu Login... 125

Gambar 3.27 Perancangan Tampilan Form Menu setelah Login untuk Admin ... 126

Gambar 3.28 Perancangan Tampilan Form Menu setelah Login untuk Operator .... 126

Gambar 3.29 Perancangan Tampilan Form Menu Data Pelanggan ... 127

Gambar 3.30 Perancangan Tampilan Form Menu Data Type Kendaraan ... 127

Gambar 3.31 Perancangan Tampilan Form Menu Data Jenis Kendaraan ... 128

Gambar 3.32 Perancangan Tampilan Form Menu Data Kendaraan ... 128

Gambar 3.33 Perancangan Tampilan Form Menu Tambah Data Kendaraan ... 129

Gambar 3.34 Perancangan Tampilan Form Menu Cari Data Pelanggan ... 129

Gambar 3.35 Perancangan Tampilan Form Menu Data Suku Cadang ... 130

Gambar 3.36 Perancangan Tampilan Form Menu Data Servis ... 130

Gambar 3.37 Perancangan Tampilan Form Menu Cari Kendaraan ... 131

Gambar 3.38 Perancangan Tampilan Form Menu Detail Servis ... 131

Gambar 3.39 Perancangan Tampilan Form Menu Cari Suku Cadang ... 132

Gambar 3.40 Perancangan Tampilan Form Menu Data Penentuan Persediaan ... 132

(14)

Gambar 3.44 Perancangan Tampilan Form Menu Klasifikasi Laporan ... 135

Gambar 3.45 Tampilan Pesan... 136

Gambar 3.46 Jaringan Semantik Admin ... 137

Gambar 3.47 Jaringan Semantik Operator ... 138

Gambar 3.48 Prosedural Login ... 139

Gambar 3.49 Prosedural Tambah Data ... 140

Gambar 3.50 Prosedural Ubah Data ... 140

Gambar 3.51 Prosedural Hapus Data ... 141

Gambar 3.52 Prosedural Cari Data ... 141

Gambar 3.53 Prosedural Penentuan ... 142

Gambar 4.1 Form Login ... 152

Gambar 4.2 Form Menu Utama Admin ... 152

Gambar 4.3 Form Menu Utama Operator ... 153

Gambar 4.4 Form Pelanggan ... 153

Gambar 4.5 Form Type Kendaraan ... 154

Gambar 4.6 Form Jenis Kendaraan ... 154

Gambar 4.7 Form Kendaraan ... 155

Gambar 4.8 Form Tambah Data Kendaraan ... 155

Gambar 4.9 Form Cari Pelanggan ... 156

(15)

Gambar 4.14 Form Cari Suku Cadang ... 158

Gambar 4.15 Form History Servis ... 159

Gambar 4.16 Form Penentuan Persediaan ... 160

Gambar 4.17 Form Data User ... 160

Gambar 4.17 Form Log User ... 161

Gambar 4.18 Form Ganti Password ... 161

Gambar 4.19 Form Klasifikasi Laporan ... 162

Gambar 4.20 Laporan Servis ... 162

Gambar 4.21 Faktur Servis ... 163

Gambar 4.22 Pesan di Form Login ... 163

Gambar 4.23 Pesan di Form Menu Utama ... 164

Gambar 4.24 Pesan di Form Pelanggan ... 164

Gambar 4.25 Pesan di Form Type Kendaraan ... 165

Gambar 4.26 Pesan di Form Jenis Kendaraan ... 165

Gambar 4.27 Pesan di Form Kendaraan ... 166

Gambar 4.28 Pesan di Form Suku Cadang ... 167

Gambar 4.29 Pesan di Form Servis ... 168

Gambar 4.30 Pesan di Form Detail Servis ... 168

Gambar 4.31 Pesan di Form Data User... 169

(16)
(17)

Tabel 3.2 Data Spareparts Bracket Handle Vega R Keluar ... 54

Tabel 3.3 Hasil Perhitungan Data Bracket Handle Vega R ... 57

Tabel 3.4 Data Spareparts Bracket Handle Vixion Keluar ... 58

Tabel 3.5 Hasil Perhitungan Data Bracket Handle Vixion... 60

Tabel 3.6 Data Spareparts Carburetor Jupiter MX Keluar ... 61

Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Data Carburetor Jupiter MX ... 64

Tabel 3.8 Data Spareparts Carburetor Mio Sporty Keluar ... 64

Tabel 3.9 Hasil Perhitungan Data Carburetor Mio Sporty ... 67

Tabel 3.10 Data Spareparts Tune up Scorpio Z Keluar ... 68

Tabel 3.11 Hasil Perhitungan Data Tune up Scorpio Z ... 70

Tabel 3.12 Hasil Perhitungan seluruh Data Spareparts ... 71

Tabel 3.13 Data Spareparts Sub Category Rutin ... 71

Tabel 3.14 Data Spareparts Sub Category Non Rutin... 72

Tabel 3.15 Data Spareparts Type Automatic ... 72

Tabel 3.16 Data Spareparts Type Moped ... 73

Tabel 3.17 Data Spareparts Type Sports ... 73

Tabel 3.18 Karakter Operator (user) ... 75

Tabel 3.19 Karakter Administrator ... 75

Tabel 3.20 Spesifikasi Proses ... 99

(18)

Tabel 3.25 Struktur Tabel Jenis Kendaraan (jenis kendaraan) ... 119

Tabel 3.26 Struktur Tabel Kendaraan ( kendaraan) ... 120

Tabel 3.27 Struktur Tabel Suku Cadang (suku cadang)... 120

Tabel 3.28 Struktur Tabel Servis (servis) ... 121

Tabel 3.29 Struktur Tabel Detail Servis (detail servis) ... 121

Tabel 3.30 Struktur Tabel Penentuan (penentuan) ... 122

Tabel 3.31 Struktur Tabel Log User (log user)... 122

Tabel 4.1 Implementasi Form ... 144

Tabel 4.2 Rencana Pengujian Sistem Informasi Pengolahan Data di Bengkel Agung Perkasa Motor ... 170

Tabel 4.3 Pengujian Verifikasi ID User dan Password ... 173

Tabel 4.4 Pengujian Pengelolaan Data User ... 174

Tabel 4.5 Pengujian Pengelolaan LogUser... 176

Tabel 4.6 Pengujian Ganti Password ... 177

Tabel 4.7 Pengujian Pengelolaan Data Pelanggan ... 178

Tabel 4.8 Pengujian Pengelolaan Data Type kendaraan ... 180

Tabel 4.9 Pengujian Pengelolaan Data Jenis Kendaraan ... 182

Tabel 4.10 Pengujian Pengelolaan Data Kendaraan ... 184

Tabel 4.11 Pengujian Pengelolaan Data Suku Cadang ... 187

(19)

Tabel 4.16 Hasil pengujian kuesioner soal nomor 1 ... 196

Tabel 4.17 Hasil pengujian kuesioner soal nomor 2 ... 196

Tabel 4.18 Hasil pengujian kuesioner soal nomor 3 ... 197

Tabel 4.19 Hasil pengujian kuesioner soal nomor 4 ... 197

Tabel 4.20 Hasil pengujian kuesioner soal nomor 5 ... 198

(20)

Simbol Nama Keterangan

Entity Menunjukkan himpunan entitas

Garis Menunjukkan penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya

Belah ketupat / Relationship

Menunjukkan himpunan relasi

Atribut Menunjukan item data yang menjadi bagian dari suatu entitas

2. Simbol DataFlowDiagram

Simbol Nama Keterangan

Proses Menunjukkan kegiatan / kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer

Terminator Menunnjukkan bagian dari luar

Arus / Aliran data

Menunjukkan arus dari proses

(21)

Garis alir

(flow line)

Arah aliran program

Proses Proses perhitungan/proses

pengolahan data

Input/output data Proses input/output data,

parameter, informasi

Decision Perbandingan pernyataan,

(22)

DAFTAR LAMPIRAN

(23)

Dari : http://maskurmambangblog.wordpress.com/2010/04/06/servis-di-bengkel-resmi/diakses pada tanggal 26 April 2010

[2] Jogiyanto (1990). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta : Andi

[3] Rini. Setyo. (2005) Peramalan (Forecasting) Volume Penjualan Mobil Mitsubishi pada Pt. Sidodadi berlian motors. Universitas Negeri

Semarang

[4] Fikahastarita. (08 Desember 2008). Peramalan Regresi.

Dari : http://fikahastarita.files.wordpress.com/2008/12/8peramalan-regresi.pdfdiakses pada tanggal 26 April 2010

[5] Abdul Kadir (2000). Konsep dan Tuntutan Praktis Basis Data. Yogyakarta : Andi

[6] Budhi Irawan. (2005). Jaringan Komputer. Yogyakarta : Graha Ilmu [7] Martina, Inge. (2002). Database Client/Server Menggunakan DELPHI.

Jakarta : Elex Media Komputindo

[8] Roger, Pressman S. (2002). Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi. Yogyakarta : Andi

[9] Forta, Ben. (2000). Belajar Sendiri SQL. Yogyakarta: Andi

(24)

1. Latar Belakang Masalah

Dalam setiap penggunaan kendaraan bermotor, untuk lebih mengoptimalkan kinerja kendaraan maka dalam prosesnya dibutuhkan suatu jenis perawatan-perawatan dan perbaikan-perbaikan yang diberikan pada kendaraan bermotor tersebut. Secara khusus sistem ini dinamakan dengan layanan/service. Agung Perkasa Motor adalah sebuah dealer resmi yang bergerak dalam bidang distribusi motor. Kegiatan yang dilakukan oleh dealer resmi ini, antara lain adalah penjualan, perawatan, dan suku cadang.

Pengolahan data servis kendaraan di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang telah menggunakan suatu sistem dalam bentuk Microsoft excel. Microsoft excel ini digunakan hanya untuk pelaporan data servis saja, sehingga dalam sistem yang berjalan kini masih terdapat kekurangan antara lain

peng-inputan data servis dan suku cadang ke dalam faktur servis yang dilakukan secara

manual. Hal ini mengakibatkan kurang efektifnya proses pengolahan data servis kendaraan dan proses penambahan data suku cadang, dimana mempersulit bagian administrasi dalam peng-inputan data servis dan suku cadang yang dibutuhkan, terutama ketika melibatkan jumlah servis dalam skala yang besar.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa persediaan/

stock suku cadang di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang ini

(25)

menjelang hari raya. Permintaan yang banyak dari pelanggan menyebabkan suku cadang di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang mengalami out of

order/ kehabisan stock. Suku cadang yang biasa terpakai adalah suku cadang yang

bersifat dalam suku cadang rutin. Suku cadang rutin ini antara lain canvas rem,

tune up dan lain-lain. Masalah tersebut terjadi dikarenakan kurang akuratnya penentuan persediaan terhadap stock suku cadang. Dimana, dalam pengolahan data stock suku cadang di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang ini masih belum tersedia sistem dalam menentukan persediaan stock suku cadang tiap periode ke depan.

Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dibuatlah suatu aplikasi Sistem Informasi Pengolahan Data Servis Kendaraan di Bengkel Agung Perkasa Motor. Aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan yang ada dan membantu meningkatkan kinerja proses pengolahan data servis kendaraan di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang.

2. Rumusan Masalah

Bagaimana cara membangun aplikasi sistem informasi pengolahan data servis kendaraan di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang.

3. Maksud dan Tujuan

(26)

Sedangkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian tugas akhir ini adalah : 1. Meningkatkan efektifitas proses pengolahan data servis kendaraan di

Bengkel Agung Perkasa Motor agar lebih optimal.

2. Membantu menentukan persediaan stock suku cadang di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang dalam setiap periode ke depannya dengan menggunakan Metode Peramalan/ ForecastingRegresi Linear Sederhana.

4. Batasan Masalah

Pada dasarnya permasalahan dalam servis ini cukup luas, tetapi agar sesuai yang telah di rencanakan sebelumnya diperlukan batasan-batasan agar tujuan penelitian dapat tercapai. Adapun batasan-batasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pengambilan data untuk penelitian ini diperoleh langsung dari Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang.

2. Data yang diolah yaitu data user, data pelanggan, data kendaraan, data type kendaraan, data jenis kendaraan, data servis dan data suku cadang.

3. Keluaran dari sistem yang dibangun adalah laporan data servis, faktur servis, informasi history servis dan informasi penentuan persediaan.

4. Aplikasi yang akan dibangun yaitu berbasis Client Server.

5. Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi ini adalah Delphi 7.

(27)

7. Metode perancangan perangkat lunak menggunakan metode aliran data terstruktur, dimana tools yang digunakan adalah Entity Relationship Diagram

(ERD), flowmap, dan Data Flow Diagram (DFD).

8. Digunakan Metode Peramalan/ Forecasting Regresi Linear Sederhana untuk menentukan persediaan/ stock suku cadang dalam suatu periode ke depan.

5. Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah analisis deskriptif dengan perincian sebagai berikut:

1. Tahap pengumpulan data

Tahap pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Studi Literatur.

Studi Literatur adalah pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian.

b. Studi Lapangan

Studi Lapangan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : i. Observasi

(28)

ii. Interview.

Interview adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya

jawab secara langsung ke pihak Bengkel Agung Perkasa Motor.

2. Tahap pembuatan perangkat lunak.

Teknik analisis data dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan paradigma perangkat lunak secara waterfall seperti pada Gambar 1.1 yang meliputi beberapa proses diantaranya:

a. System / Information Engineering

System / Information Engineering merupakan bagian dari sistem yang

terbesar dalam pengerjaan suatu proyek, dimulai dengan menetapkan berbagai kebutuhan dari semua elemen yang diperlukan sistem dan mengalokasikannya kedalam pembentukan perangkat lunak.

b. Analisis

Analisis merupakan tahap menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam

pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak.

c. Design

Design merupakan tahap penerjemahan dari data yang dianalisis kedalam

bentuk yang mudah dimengerti oleh user.

d. Coding

Coding merupakan tahap penerjemahan data atau pemecahan masalah

(29)

e. Pengujian

Pengujian merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun.

f. Maintenance

Maintenance merupakan tahap akhir dimana suatu perangkat lunak yang sudah selesai dapat mengalami perubahan–perubahan atau penambahan sesuai dengan permintaan user.

(30)

6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan proposal penelitian ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi tentang tinjauan umum perusahaan dan pembahasan berbagai konsep dasar mengenai sistem informasi, konsep pengolahan data dan teori-teori pendukung lainnya yang berkaitan dengan topik pembangunan perangkat lunak yang dilakukan.

BAB III. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini menganalisis masalah-masalah apa yang terjadi serta menganalisis masalah baik secara fungsional maupun secara nonfungsional serta membangun suatu rancangan seperti perancangan antarmuka, perancangan struktur menu dan perancangan prosedural.

BAB IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

(31)

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

(32)

2.1 Ruang Lingkup Objek Penelitian

Objek penelitian yang sedang diteliti adalah Bengkel resmi, yaitu bertempat di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang.

2.1.1 Identitas Bengkel Agung Perkasa Motor

Penjelasan tentang identitas Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang.

1. Nama Bengkel : PT. Agung Perkasa Mandiri Motor 2. Jenis Usaha : Yamaha Center Station – YCS 01127 3. Awal Operasional : Agustus 2002

4. Alamat Bengkel : Jl. Raya Industri Jababeka No. 185

Cikarang

Kecamatan : Cikarang Timur

Kota : Bekasi

Propinsi : Jawa Barat

Kode Pos : 17530

Telepon : (021) 89832712

Fax : (021) 89833273

(33)

5. Jam Operasional : a. Senin – Jumat: Jam 09:00 – 17:00

b. Sabtu : Jam 09:00 – 14:00

6. Jenis Layanan :

- Authorized Claim Shop Yamaha (ACS – 00127)

- Penjualan sparepart asli Yamaha - Penjualan oli asli Yamalube

- Penjualan accessories sepeda motor Yamaha

- Perawatan berkala sepeda motor Yamaha

- Perbaikan kerusakan sepeda motor Yamaha

- Penjualan sepeda motor Yamaha - Sertifikasi kondisi sepeda motor

Yamaha

2.1.2 Visi dan Misi

1. Visi Bengkel Agung Perkasa Motor :

(34)

b. PT. Agung Perkasa Mandiri Motor secara konsisten selalu berupaya untuk menjadi Perusahaan modern yang mampu memberikan manfaat lebih bagi para stakeholder ( Pelanggan, Mitra Bisnis, dan Masyarakat).

c. PT. Agung Perkasa Mandiri Motor akan senantiasa menjadi Perusahaan yang terdepan dalam melakukan inovasi sebagai jawaban konkret atas perubahan – perubahan yang terus terjadi.

2. Misi Bengkel Agung Perkasa Motor :

a. Seluruh proses dan sistem kerja di desain untuk selalu adaptable

terhadap perubahan kebutuhan dan minat Pelanggan.

b. Peningkatan kualitas produk dan pelayanan di bidang Sales – Service – Spare parts merupakan komitmen kami kepada semua Pelanggan, dengan didukung oleh SDM yang berkompeten di bidangnya.

c. Produk, pelayanan, dan seluruh system dan aktivitas kerja yang terkait akan kami arahkan untuk dapat mencapai keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.

3. Pedoman kerja Agung Perkasa Motor :

(35)

b. Memegang dan menjaga kepercayaan dari Yamaha, konsumen, vendor dan karyawan

c. Membuat hidup lebih bermanfaat, buat orang lain dan diri sendiri. d. Ikhlas memberikan pelayanan terbaik

e. Berbagi kebaikan

f. Bersyukur atas kebaikan dan bersabar atas cobaan

2.1.3 Sejarah Bengkel Agung Perkasa Motor

Berdiri sejak tahun 1998, sejak awal Agung Perkasa Motor merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi sepeda motor.

Dengan adanya regulasi dari Sole Agent, dealer diadakan pemurnian, hanya boleh menjadi agen 1 merek saja dan Agung Perkasa menjadi dealer Yamaha untuk keagenannya. P.T YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) selaku ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sepeda motor Yamaha di Indonesia. Berdasarkan kesepakatan antara ATPM Yamaha dan Agung Perkasa, maka pada bulan Agustus 2002 kami secara resmi ditunjuk menjadi dealer resmi Yamaha.

(36)

Center Agung Perkasa Motor dan merupakan Yamaha Center pertama di Bekasi. Dan diikuti oleh Yamaha kedua di area Cikarang terletak di Jl. Raya Industri Jababeka N0.185 Cikarang.

Kini Agung Perkasa Motor telah memiliki kantor cabang - cabangtersebar di kota-kota sekitar Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Cikarang. Bahkan diwaktu dekat akan menambah beberapa jaringan di beberapa daerah di Cikampek, Karawang dan Purwakarta.

(37)

2.1.4 Struktur Organisasi Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang Secara umum strukturor organisasi Bengkel Agung Perkasa Motor terdiri dari General Manager, Areal Manager, Kepala Cabang, Supervisor, Marketing, Bagian Promosi, Kepala Admnistrasi, Bagian Penjualan, Adminitrasi Keuangan, BBN, Bagian sparepart, Bagian Inventory , Chief Mekanik, Mekanik dan Trainer. Struktur organisasi memerlukan adanya pengelompokan dari berbagai kegiatan yang perlu dilakukan secara terarah dan terpimpin untuk mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, struktur organisasi di Bengkel Agung Perkasa Motor berorientasikan kepada tujuan dan fungsi organisasi seperti yang dilihat pada Gambar 2.1.

(38)

Badan-badan yang terdapat di Bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang : 1. General Manager

General Manager bertugas memimipin dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan atas nama instansi, baik didalam instansi maupun diluar instansi.

2. Areal Manager

Areal Manager berwenang dalam mengawasi pekerjaan Kepala Cabang atau pengurus lainnya agar pekerjaannya tidak menyimpang dari garis-garis yag telah ditetapkan sehingga tidak merugikan instansi.

3. Kepala Cabang

Kepala Cabang bertugas memimipin dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan atas nama instansi dalam ruang lingkup cabang. 4. Supervisor

Supervisor bertugas memimpin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan/ menjalankan kebijaksanaan yang telah dirumuskan yaitu memasarkan produk - produk instansi kendaraan.

a. Marketing

(39)

5. Promosi

Promosi bertanggung jawab atas kelancaran dan berhasilnya tugas melakukan kegiatan-kegiatan promosi dalam bidang pemasaran produk-produk untuk kemajuan instansi, dengan memperhatikan peraturan-peraturan instansi.

6. Administrasi

Kepala Administrasi bertugas merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan Administrasi dalam instansi.

a. Penjualan

Bagian ini bertugas melaksanakan penjualan produk – produk instansi untuk kepentingan perusahaan.

b. Administrasi keuangan

Bagian ini bertugas membantu Kepala Administrasi dalam menyelenggarakan penyimpanan, penerimaan dan pengeluaran uang/ beserta penyerahanan dan penyimpanan laporan servis.

c. BBN

Bagian ini bertugas membantu Kepala Administrasi dalam hal surat – surat seperti STNK kendaraan.

7. Sparepart

(40)

8. Inventory

Bagian ini bertugas untuk menerima barang-barang yang dipesan atau dibeli dari supplier serta melakukan kegiatan penyimpanan, pemeliharaan, dan menjaga semua barang dalam gudang yang bersangkutan.

9. Chif Mekanik

Kepala mekanik bertugas mengawasi dalam melayani kebutuhan jasa di bidang teknik dalam rangka memperlancar proses servis. a. Trainer

Trainer bertugas membantu mekanik dalam menyelenggarakan perbaikan, perawatan dan pemeliharaan terhadap mesin kendaraan. b. Mekanik

(41)

2.2 Landasan Teori 2.2.1 Servis Motor

Servis motor merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan pemilik kendaraan bermotor agar kendaraannya tersebut selalu terjaga kondisinya. Melakukan servis di bengkel resmi pabrikan memang lebih disarankan. Dengan kelengkapan peralatan yang ada dan didukung mekanik bersertifikat dari pabrikan, membuatnya mengerti seluk beluk dan troubleshooting motor yang ditangani. Selain itu, adanya riwayat catatan servis bisa menjadi nilai tambah bila disertakan sewaktu motor dijual. Apalagi jika kita membeli motor baru di bengkel resmi, maka kita akan mendapatkan fasilitas servis gratis beberapa kali. Servis gratis tersebut merupakan salah satu kebijakan dari pihak bengkel yang diberikan kepada pelanggan. Servis motor pada umumnya dibagi menjadi dua yaitu servis besar dan servis berkala. [1]

2.2.2 Sistem Informasi 2.2.2.1 Definisi Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam pendefinisian sistem, yaitu yang menekankan pada prosedur dan yang menekankan pada komponen atau elemen-elemen. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut :

“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang

saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan

(42)

1. Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem dapat diartikan suatu cara berpikir yang menguraikan suatu sistem sebagai kerangka atau jaringan guna memperhatikan faktor-faktor yang berbeda di dalam dan di luar sistem sebagai suatu kumpulan yang terpadu.

Pendekatan sistem merupakan suatu persepsi tentang struktur yang mengkoordinasikan bagian-bagian dan operasi-operasi dalam suatu organisasi atau sistem dengan cara yang efisien.

2. Ciri-Ciri Utama Suatu Sistem

1. Mengarah pada suatu tujuan tertentu, yaitu etiap elemen sistem melakukan kegiatan masing-masing sesuai dengan fungsinya, tetapi mengarah kepada tujuan sistem yang sama dan secara keseluruhan

2. Bersifat terbuka, artinya sistem berinteraksi dengan lingkungannya

3. Mempunyai mekanisme control, yaitu suatu sistem mempunyai kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri kesuatu posisi yang lebih baik dengan menjalankan kedinamisan dan mempersatukan keharmonisan dalam sistem itu sendiri

(43)

5. Adanya proses transformasi, yatu didalam sistem selalu ada proses transformasi, yang mengubah input menjadi output, atau mengubah suatu masukan menjadi suatu keluaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan 6. Adanya keterkaitan atau hubungan timbal-balik, yaitu adanya hubungan

timbal-balik antara elemen-elemen sistem yang satu dengan yang lainnya ataupun dengan lingkungannya, sehingga apabila terjadi perubahan elemen dari suatu sistem, maka akan berpengaruh terhadap sistem secara keseluruhan

3. Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu antara lain sebagai berikut :

1. Komponen-komponen sistem (Components)

Merupakan salah satu karakteristik sistem yang berupa sub-sistem atau gagasan sistem

2. Batas sistem (Boundary)

Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan lainnya

3. Lingkungan luar sistem (Environment)

(44)

4. Penghubung sistem (Interface)

Merupakan media penghubung antara satu sub-sistem dengan sub-sistem lainnya

5. Masukan sistem (Input)

Masukan sistem adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem yang di proses untuk mendapat satu kesatuan atau informasi

6. Keluaran sistem (Output)

Keluaran dari sistem adalah data yang diolah serta diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna atau menjadi informasi yang dibutuhkan

7. Pengolah sistem (Process)

Suatu sistem yang mempunyai bagian pengolahan data yang akan merubah masukan menjadi keluaran yang berguna

8. Sasaran sistem (Goal)

Merupakan maksud tertentu atau tujuan atas sasaran, dimana yang menentukan masukan serta keluaran sistem yang dibutuhkan pada sasaran atau tujuan yang maksud

2.2.2.2 Definisi Informasi

Berikut ini akan dikemukakan definisi dari informasi :

“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti

(45)

1. Kualitas Informasi

Sumber dari informasi adalah data, kualitas dari suatu informasi tergantung dari empat hal antara lain :

1. Akurat

Akurat berarti suatu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan

2. Tepat

Tepat berarti suatu informasi harus diterima oleh pemakai informasi tepat pada waktunya

3. Lengkap

Lengkap berarti suatu informasi diberikan dengan selengkap-lengkapnya agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemakai informasi

4. Relevan

Relevan berarti suatu informasi tersebut mempunyai manfaat yang sesuai dengan pemakainya

2. Nilai Informasi

(46)

tidak dapat ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai tetapi dapat ditaksir dari nilai keefektifannya.

2.2.2.3 Definisi Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam mengambil keputusan. Berikut ini akan dikemukakan definisi dari sistem informasi :

“Sistem informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi

yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses untuk

mengorganisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan”. [2]

Dalam sebuah sistem informasi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain :

1. Input

Suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyediakan data yang akan di proses

2. Process

Suatu kegiatan yang dibutuhkan untuk memproses suatu data yang akan menghasilkan suatu informasi yang memiliki nilai tambah

3. Output

(47)

2.2.3 Peramalan/ Forecasting 1. Definisi dan Tujuan Peramalan

Forecasting adalah peramalan atau perkiraan mengenai sesuatu yang

belum terjadi ( Pangestu Subagyo, 1986 : 1 ) [3]

Dalam ilmu pengetahuan sosial segala sesuatuu itu serba tidak pasti dan sukar untuk diperkirakan secara tepat. Untuk itu perlu adanya forecast. Ramalan yang dilakukan pada umumnya akan berdasarkan data yang terdapat di masa lampau yang dianalisis dengan menggunakan metode-metode tertentu. Di dalam

forecasting diupayakan agar forecast yang dibuat dapat meminimumkan pengaruh

ketidakpastian tersebut.

Dengan kata lain, forecasting bertujuan mendapatkan forecast yang dapat meminimumkan kesalahan meramal (forecast error) yang biasanya diukur dengan

mean squared error, mean absolute error dan sebagainya.

2. Metode Peramalan

Metode peramalan dapat diklasifikasikan menjadi 2 : a. Metode Kualitatif

Metode ini digunakan dimana tidak ada modal matematik, biasanya dikarenakan data yang ada tidak cukup representative untuk meramalkan masa yang akan datang (long term forecasting).

b. Metode Kuantitatif

(48)

Metode Kuantitatif sangat mengandalkan pada dat historis yang dimilki. Metode Kuantitatif ini di kelompokkan menjadi dua, yaitu teknik peramalan statistik dan teknik peramalan deterministik.

Teknik peramalan statistik menitikberatkan pada pola, perubahan pola, dan factor gangguan yang disebabkan pengaruh random. Termasuk dalam teknik ini adalah teknik smoothing, teknik dekomposisi dan teknik Bob-Jenkins.

Teknik peramalan deterministik mencakup identifikasi dan penentuan hubungan antara variabel yang akan diperkirakan dengan variabel-variabel lain yang akan mempengaruhinnya. Termasuk dalam tekink ini adalah teknik regresi sederhana, regresi berganda, autoregresi, dan model input output

2.2.3.1 Metode Regresi

Metode regresi merupakan salah satu teknik analisis statistika yang digunakan untuk menggambarkan antara satu variabel dengan satu atau lebih variabel penjelas. [4]

Metode Regresi : a. Regresi Linear

- Regresi Linear dengan 1 variabel bebas

(49)

b. Regresi non linear

- Regresi persamaan eksponensial (ln) - Regresi persamaan berpangkat (log)

2.2.3.2 Metode Regresi LinearSederhana

Metode regresi linear sederhana ini merupakan perhitungan regresi linear dengan 1 variabel bebas. Dalam metode ini, ada data yang nantinya akan digunakan sebagai bahan/ sample datadalam peramalan forecasting.

Adapun beberapa langkah dalam menerapkan metode Forecasting Regresi Linear Sederhana ini antara lain :

1. Menentukan Persamaan Garis Regresi

Dalam metode Forecasting Regresi Linear Sederhana ini, ada data yang nantinya akan digunakan sebagai bahan untuk membentuk persamaan regresi seperti yang ditunjukan Gambar 2.2 :

y¢ = a + bx

Keterangan :

y = variabel dependen a = intercept

=a +bx

y

(50)

b = koefisien regresi x = variable independen 2. Menentukan Konstanta a dan b

Nilai x dan y diambil dari data-data sebelumnya yang dijadikan sebagai sampel data.

Konstanta b :

b = nå xiyi _ å xi å yi

nå xi2 _ ( å xi )2

Keterangan :

b = variabel koefisen regresi

nå xiyi = jumlah hasil perkalian antara nilai variabel periode/ tahun dengan variabel jumlah hasil perkalian variabel periode/ tahun

dengan variabel stock/ persediaan

å xi = jumlah hasil dari nilai variabel periode/ tahun

å yi = jumlah hasil dari variabel stock/ persediaan

nå xi2 = jumlah hasil perkalian antara nilai variabel periode/ tahun dengan jumlah hasil kuadrat variabel periode/ tahun

(51)

Konstanta a :

a = ` y _ b` x

Keterangan :

a = variabel intercept

` y = jumlah hasil rata-rata variabel stock/ persediaan b = variabel koefisien regresi

` x = jumlah hasil rata-rata variabel periode/ tahun

3. Menghitung Standart Error of Estimate (Se)

Ketepatan garis regresi dapat dilihat apabila semua sebaran titik mendekati garis regresi. Penyebaran dan penyimpangan titik-titik tersebut dari garis regresi disebut dengan standard error of estimate.

Se = Ö å ( y _ y¢ )2

n _ 2

Keterangan :

Se = standart error N = nilai periode/ tahun

(52)

2.2.4 Basis Data

Basis data (database) terdiri dari dua kata yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang tempat berkumpul. Sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili objek seperti manusia, barang, hewan, peristiwa konsep dsb, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. [5]

Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti berikut ini:

1. Himpunan data atau arsip yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

3. Kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

2.2.5 Database Management System (DBMS)

(53)

dengan secara logika dan memiliki beberapa arti yang saling berpautan. DBMS yang utuh biasanya terdiri dari :

1. Hardware

Hardware merupakan sistem computer actual yang digunakan untuk

menyimpan dan mengakses databse. Dalam sebuah organisasi berskala besar, hardware terdiri : jaringan dengan sebuah server pusat dan beberapa program client yang berjalan di komputer desktop.

2. Software beserta utility Software adalah DBMS yang aktual. DBMS

memungkinkan para user untuk berkomunikasi dengan database. Dengan kata lain DBMS merupakan mediator antara database dengan user. Sebuah

database harus memuat seluruh data yang diperlukan oleh sebuah

organisasi. 3. Prosedur

Bagian integral dari setiap sistem adalah sekumpulan prosedur yang mengontrol jalannya sistem, yaitu praktik-praktik nyata yang harus diikuti user untuk mendapatkan, memasukkan, menjaga, dan mengambil data 4. Data

(54)

5. User (Pengguna)

Ada sejumlah user yang dapat mengakses atau mengambil data sesuai dengan kebutuhan penggunaan aplikasi-aplikasi dan interface yang disediakan oleh DBMS, antara lain adalah

a. Database administrator adalah orang atau group yang

bertanggungjawab mengimplementasikan sistem database di dalam suatu organisasi

b. Enduser adalah orang yang berada di depan workstation dan

berinteraksi secara langsung dengan sistem.

c. Programmer aplikasi, orang yang berinteraksi dengan database

melalui cara yang berbeda.

2.2.6 Jaringan

Jaringan merupakan sistem syaraf dari operasi perusahaan, manajemen jaringan yang ditujukan untuk mengurangi peluang kegagalan jaringan terutama melalui perencanaan dan pengendalian. [6]

a. Perencanaan Jaringan

Perencanaan jaringan terdiri dari semua yang diarahkan untuk mengantisipasi kebutuhan jaringan perusahaan. Tiga komponen utamanya adalah :

(55)

2. Perencanaan staff membantu menentukan jumlah orang yang diperlukan untuk mengelola suatu jaringan dan tingkat keahlian yang diperlukan.

3. Pemantauan kinerja menganalisa waktu respons pada suatu tingkat lalu – lintas tertentu untuk mengantisipasi efek dari kemungkinan perubahan kinerja jaringan.

b. Pengendalian Jaringan

Pengendalian jaringan meliputi pemantauan jaringan setiap hari untuk memastikan bahwa jaringan tetap pada tingkat operasi yang diinginkan. Pengendalian jaringan meliputi prosedur – prosedur seperti deteksi kegagalan, isolasi kegagalan, dan pemulihan jaringan. Sistem pengendalian jaringan yang ideal memberi peringatan kepada operator mengenai kegagalan atau potensi kegagalan jaringan mengidentifikasikan komponen – komponen yang bermasalah, dan membantu memperbaiki masalah.

Untuk mencapai dan memelihara pengandalian jaringan, perusahaan memerlukan standar operasi, strategi rancangan, prosedur pengendalian kegagalan, dan metodologi pemecahan masalah. Elemen ini harus diperbaharui sesuai yang terjadi dalam teknologi komputer, jaringan atau organisasi.

2.2.6.1Topologi Jaringan Komputer

(56)

ketersediaan kabel dan harga menjadi pertimbangan utama untuk membangun sebuah network. Sebenarnya ada banyak topologi jaringan komputer, namun yang sering didengar pada umumnya berkisar pada empat bentuk (topologi) jaringan komputer, yaitu :

1. Topologi STAR

Seperti namanya, topologi star memiliki bentuk seperti bintang, setiap node terhubung secara terpusat pada sebuah perangkat keras Hub atau switch.

(57)

Oleh karena pusat jaringan terletak pada hub / switch maka perangkat tersebut harus dirawat betul-betul, karena kalau sampai rusak maka seluruh jaringan down alias tidak dapat berfungsi.

Topologi star ini disukai karena memiliki kelebihan sebagai berikut : a. Fleksibel.

b. Pengembangan dan pengelolaan jaringan mudah..

c. Kerusakan atau perawatan yang dilakukan pada satu node tidak mempengaruhi node yang lain.

d. Paling fleksibel.

e. Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu f. bagian jaringan lain.

g. Kontrol terpusat.

h. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan. i. Kemudahaan pengelolaan jaringan.

(58)

Walaupun topologi star ini paling disukai, tetap saja topologi star memiliki beberapa kerugian, diantarnya :

a. Boros kabel.

b. Perlu penanganan khusus.

c. Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen.

2.2.7 Sistem Client/ Server

Sistem Client/ Server mempunyai dua komponen utama yaitu

client dan komputer server. Server merupakan komputer induk yang

melakukan pemrosesan terbanyak untuk memenuhi permintaan – permintaan dari komputer client dan bertindak sebagai server database

yang menyimpan data. Client yaitu Komputer / workstation yang melakukan pengiriman dari permintaan – permintaan data pada server, kemudian menampilkan data interface aplikasi yang dimilikinya. Selain itu clientnya mempunyai kemampuan untuk mengubah dan menghapus data tersebut. [7]

Sistem Client/ Server merupakan suatu system computer yang melibatkan proses client yang meminta sesuatu pelayanan data kepada

computer server yang meyediakan layanan data tersebut. Sehingga baik client maupun server sama – sama melakukan pekerjaan. Dan adanya kombinasi client dan server ini maka kumpulan dari program tidak dieksekusi dalam memori yang sama namun terbagi dalam komputer client

(59)

client yang meminta suatu layanan data dan modul yang dipanggil menjadi

server yang menyediakan layanan data.

2.2.7.1Cara Kerja Sistem Client Server

Biasanya sebuah server melayani beberapa komputer client, walaupun ada juga yang hanya melayani satu client saja. Client merupakan sebuah komputer

desktop yang terhubung ke jaringan. Apabila pemakai ingin memakai informasi, bagian aplikasi client mengeluarkan permintaan yang dikirim melalui jaringan kepada server.Server kemudian menjalankan permintaan dan mengirim informasi ke komputer client.

Pada proses server berperan sebagai aplikasi yang mengelola sumber daya milik bersama seperti database, printer, atau jalur komunikasi selain menjalankan tugasnya sebagai back end. Sistem client atau server yaitu pusat pemrosesan data. Sedangkan proses client meliputi program – program untuk mengirimkan pesan permintaan pada server serta melakukan pengaksesan pada data seperti mengedit, menghapus atau menambah data. Karena itu program pada client adalah aplikasi

front end yang digunakan sebagai antar muka interface bagi pemakai untuk berinteraksi dengan server. Selain itu client juga melayani pemakaian sumber data lokal seperti monitor, keyboard, dan perangkat lokal lainnya.

(60)

bahasa pemograman yang dipilih menghubungkan aplikasi tersebut dengan

database jarak jauh pada server.

2.2.8 ERD ( Entity Relationship Diagram)

Basisdata Relasional adalah kumpulan dari relasi-relasi yang mengandung seluruh informasi berkenaan suatu entitas/ objek yang akan disimpan di dalam database[9]. Tiap relasi disimpan sebagai sebuah file tersendiri. Perancangan basisdata merupakan suatu kegiaatan yang setidaknya bertujuan sebagai berikut: a. Menghilangkan redundansi data

b.Meminimumkan jumlah relasi di dalam basis data

c. Membuat relasi berada dalam bentuk normal, sehingga dapat meminimumkan permasalahan berkenaan dengan penambahan, pembaharuan dan penghapusan.

ERD adalah suatu pemodelan dari basisdata relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship. Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya.

Contoh : entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat, dan nim. Diagram E-R terdiri dari:

a. Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entitas b. Elip, menggambarkan atribut-atribut entitas

(61)

E-R Diagram merupakan suatu bahasa pemodelan yang dimana posisinya dapat dianalogikan dengan stroy board dalam industri film, blu print arsitektur suatu bangunan, miniatur, dan lain-lain. Dalam praktiknya, membangun suatu sistem terlebih dahulu dilakukannya suatu perencaan. Pemodelan merupakan suatu sub bagian dari perencanaan secara keseluruhan sebagai salah satu upaya

feedback evaluasi perampungan suatu perencanaan. E-R Diagram sebagai suatu pemodelan setidaknya memiliki beberapa karakteristik dan manfaat sebagai berikut:

a. Memudahkan untuk dilakukannya analisis dan perubahan sistem sejak dini, bersifat murah dan cepat

b. Memberikan gambaran umum akan sistem yang akan di buat sehingga memudahkan developer.

c. Menghasilkan dokumentasi yang baik untuk client sebagai bahan diskusi dengan bentuk E-R Diagram itu sendiri, dan

d. Kamus data bagi bagi para pengembang database. Struktur dari E-R Diagram secara umum ialah terdiri dari:

a. Entitas merupakan objek utama yang informasi akan disimpan, biasanya berupa kata benda, ex; Mahasiswa, Dosen, Nasabah, Mata Kuliah, Ruangan, dan lain-lain. Objek dapat berupa benda nyata maupun abstrak.

b. Atribut merupakan deskripsi dari objek yang bersangkutan

(62)

Kardinalitas Relasi ERD yang mempersentasikan suatu basisdata relasional senantiasa memiliki relasi-relasi dari sejumlah entitas yang dapat ditentukan banyaknya. Banyaknya suatu relasi yang dimiliki oleh suatu relasi entitas disebut derajat relasi. Derajat relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajat minimum disebut dengan modalitas. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misal A dan B) dapat berupa :

a. One to One, satu record dipetakan dengan satu record di entitas lain. Contoh: satu nasabah punya satu account.

b. One to Many, Satu record dapat dipetakan menjadi beberapa record di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat punya lebih dari satu account.

c. Many to Many, Beberapa record dapat dipetakan menjadi beberapa record

di entitas lain. Contoh: satu nasabah dapat memiliki lebih dari satu account. Satu account dapat dimiliki lebih dari satu nasabah (join account).

2.2.9 DFD ( Data Flow Diagram)

DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. [8]

(63)

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau dimana data tersebut akan disimpan.

DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. Kelebihan utama pendekatan aliran data, yaitu :

1. Kebebasan dari menjalankan implementasi teknis sistem.

2. Pemahaman lebih jauh mengenai keterkaitan satu sama lain dalam sistem dan subsistem.

3. Mengkomunikasikan pengetahuan sistem yang ada dengan pengguna melalui diagram aliran data.

4. Menganalisis sistem yang diajukan untuk menentukan apakah data-data dan proses yang diperlukan sudah ditetapkan.

Disamping itu terdapat kelebihan tambahan, yaitu :

1. Dapat digunakan sebagai latihan yang bermanfaat bagi penganalisis, sehingga bisa memahami dengan lebih baik keterkaitan satu sama lain dalam sistem dan subsistem.

2. Membedakan sistem dari lingkungannya dengan menempatkan batas-batasnya.

3. Dapat digunakan sebagai suatu perangkat untuk berinteraksi dengan pengguna.

4. Memungkinkan penganalisis menggambarkan setiap komponen yang digunakan dalam diagram.

(64)

hubungan antara entitas luar, masukan dan keluaran sistem), yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem. DFD levelled menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data, model ini hanya memodelkan sistem dari sudut pandang fungsi.

Dalam DFD levelled akan terjadi penurunan level dimana dalam penurunan level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut ke dalam spesifikasi proses yang jelas. Jadi dalam DFD levelled bisa dimulai dari DFD level 0 kemudian turun ke DFD level 1 dan seterusnya. Setiap penurunan hanya dilakukan bila perlu. Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level x harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level x+1 yang mendefinisikan proses pada level x tersebut. Proses yang tidak dapat diturunkan/dirinci lagi dikatakan primitif secara fungsional dan disebut sebagai proses primitif.

2.2.10 Kamus Data

(65)

Kamus data mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut : 1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam DFD

2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran misalnya alamat diuraikan menjadi kota, negara dan kode pos

3. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data

4. Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran dan

5. Mendeskripsikan hubungan detil antar penyimpanan yang akan menjadi titik perhatian dalam Diagram Keterhubungan Entitas (E-R)

2.2.11 MySQL

SQL ( Structured Query Language ) adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses server database. Semenjak tahun 70-an bahasa ini telah dikembangkan oleh IBM, yang kemudian diikuti dengan adanya Oracle,

Informix dan Sybase. Dengan menggunakan SQL, proses akses database menjadi

lebih user-friendly dibandingkan dengan misalnya dBase ataupun Clipper yang masih menggunakan perintah – perintah pemrograman murni. [9]

(66)

atau programmer masih menggunakan database MySQL sebagai software

database perusahaan atau webnya.

MySQL adalah sebuah server database SQL multiuser dan multi-threaded. SQL sendiri adalah salah satu bahasa database yang paling populer di dunia. Implementasi program server database ini adalah program daemon 'mysqld' dan beberapa program lain serta beberapa pustaka.

MySQL dibuat oleh TcX dan telah dipercaya mengelola sistem dengan 40 buah database berisi 10,000 tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris (kira-kira 100 gigabyte data). Database ini dibuat untuk keperluan sistem database

yang cepat, handal dan mudah digunakan. Walaupun memiliki kemampuan yang cukup baik, MySQL untuk sistem operasi Unix bersifat freeware, dan terdapat versi shareware untuk sistem operasi windows. Menurut pembuatnya, MySQL disebut seperti "my-ess-que-ell" dan bukan my-sequel ! Sebagaimana database sistem yang lain, dalam SQL juga dikenal hierarki server dengan database-database. Tiap-tiap database memiliki tabel-tabel. Tiap-tiap tabel memiliki field-field. Umumnya informasi tersimpan dalam tabel – tabel yang secara logik merupakan struktur 2 dimensi terdiri atas baris dan kolom.Field-field tersebut dapat berupa data seperti int , realm char, date, time dan lainnya. SQL tidak memiliki fasilitas pemrograman yang lengkap, tidak ada looping ataupun percabangan. Sehingga untuk menutupi kelemahan ini perlu digabung dengan bahasa pemrograman semisal Pascal.

(67)

1. Source MySQL dapat diperoleh dengan mudah dan gratis 2. Sintaksnya lebih mudah dipahami dan tidak rumit

3. Pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah

2.2.12 Delphi

Delphi adalah suatu program berbasis bahasa Pascal yang berjalan dalam lingkungan Windows. Delphi telah memanfaatkan suatu teknik pemrograman yang disebut RAD yang telah membuat pemrograman menjadi lebih mudah. Delphi adalah suatu bahasa pemrograman yang telah memanfaatkan metode pemrograman Object Oriented Programming (OOP) [10]. Secara ringkas, object adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk fisik dan biasanya dapat dilihat (visual). Object biasanya dipakai untuk melakukan tugas tertentu dan mempunyai batasan-batasan tertentu. Sedangkan bahasa pemrograman secara singkat dapat disebut sebagai sekumpulan teks yang mempunyai arti tertentu dan disusun dengan aturan tertentu serta untuk menjalankan tugas tertentu.

Khusus untuk pemrograman database, Delphi menyediakan object yang sangat kuat, canggih, dan lengkap, sehingga memudahkan pemrogram dalam merancang, membuat dan menyelesaikan aplikasi database yang diinginkan. Selain itu, Delphi juga dapat menangani data dalam berbagai format database, misalnya format MS-Access, SyBase, Oracle, FoxPro, Informix, DB2, MySQL dan lain-lain. Format database yang dianggap asli dari Delphi adalah Paradox dan

(68)

3.1 Analisis Sistem

Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Hal-hal yang dianalisis pada tahap analisis sistem adalah analisis masalah, analisis fungsional, analisis prosedur sistem yang sedang berjalan, analisis aliran informasi, analisis pengkodean, analisis basis data, dan analisis kebutuhan non-fungsional.

3.1.1 Analisis Masalah

Dari tahap analisis masalah dapat diketahui dengan jelas masalah-masalah apa saja yang sering muncul dalam proses pengolahan data servis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan permasalahan sebagai berikut:

1. Pengolahan data servis kendaraan di bengkel Agung Perkasa Motor cabang Cikarang telah menggunakan sistem dalam bentuk Microsoft excel.

(69)

2. Proses administrasi yang kurang efektif dikarenakan peng-inputan data servis dan data suku cadang ke dalam faktur servis yang masih manual.

3. Terjadi kehabisan stock (out of order) terhadap persediaan suku cadang dikarenakan belum tersedianya sistem komputerisasi dalam menentukan persediaan/stock suku cadang dalam tiap periode ke depan.

3.1.2 Analisis prosedur pada sistem yang berjalan

Analisis prosedur pada sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut, sehingga kelebihan dan kekurangan sistem dapat diketahui. Adapun prosedur pada sistem yang berjalan tersebut terdiri dari prosedur kegiatan servis dan prosedur persetujuan laporan data servis.

3.1.2.1 Prosedur Kegiatan Servis

Prosedur kegiatan servis ini mengenai pelanggan yang akan melakukan servis terhadap kendaraannya, dan prosedur yang berjalan yaitu:

1. Pelanggan menyerahkan buku servis kendaraan dan STNK ke bagian

Service Counter, kemudian bagian Service Counter membuat faktur servis

dalam rangkap dua berdasarkan buku servis kendaraan dan STNK.

(70)

Bagian Service Counter akan mengarsipkan faktur servis pertama yang telah dibuat tersebut.

(71)

Gambar 3.1 Flowmap Kegiatan Servis Keterangan :

A1 : Arsip faktur servis

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi
Gambar 2.3 Topologi Star
Gambar 3.1 Flowmap Kegiatan Servis
Gambar 3.2 Flowmap Pelaporan Hasil Servis
+7

Referensi

Dokumen terkait

1) Merancang dan mengaplikasikan sistem berbasis desktop untuk membantu kegiatan pada bengkel. 2) Merancang sistem yang akan mengirimkan notifikasi jadwal servis

Hasil output dari sistem informasi jual beli kendaraan, dapat membantu dalam melakukan pengelolaan data penjualan dan pembelian kendaraan bermotor yang secara tepat dan dapat

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN SUKU CADANG DAN PELAYANAN JASA SERVIS SEPEDA MOTOR.. PADA SANGHIANG TUNGGAL MOTOR

sistem aplikasi pengolahan data persediaan dalam suatu perusahaan.. distributor barang, yang mana didalamnya mencakup

Metodologi penelitian dalam Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Penjualan Suku Cadang Dan Servis Sepeda Motor Berbasis Web (Studi Kasus Anwar Motor) terdiri

Perancangan sistem informasi booking servis ini dimulai dari Analisa kebutuhan lunak proses ini mengutamakan mengenai proses booking servis pada Jayanti Motor, dan

Permasalahan tersebut diselesaikan dengan membangun sebuah sistem informasi yang dapat mencatat jasa servis sepeda motor beserta penjualan suku cadang, serta visualisasi

Sistem informasi penjualan sparepart dan jasa servis yang dibangun sudah dapat digunakan pada bengkel Bina Motor Antapani dalam mengelola ketersediaan sparepart sepeda motor yang dapat