• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational Advertising) Men’s Biore Cool Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational Advertising) Men’s Biore Cool Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH DAYA TARIK RASIONAL PERIKLANAN (RATIONAL ADVERTISING) MEN’S BIORE COOL TERHADAP KEPUTUSAN

PEMBELIAN PADA MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

OLEH

ROBIN HOTDO MANALU

NIM: 100502174

PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

ABSTRAK

PENGARUH DAYA TARIK RASIONAL PERIKLANAN (RATIONAL ADVERTISING) MEN’S BIORE COOL TERHADAP KEPUTUSAN

PEMBELIAN PADA MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational Advertising)Men’s Biore Cool Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.Penelitian ini dilakukan terhadap Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang melakukan keputusan pembelian dan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 97 responden dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Pengujian Hipotesis dengan menggunakan metode analisis deskritif, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, pengujian signifikan simultan (Uji F), pengujian signifikansi parsial (Uji-t) dan pengujian koefisien determinasi (R2).

Hasil penelitian secara serempak menunjukkan bahwa Atribut, Harga, Endorserberpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan Pembelian Konsumen. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Atribut dan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, Endorser berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keuputusan pembelian konsumen. Nilai Adjusted R Square = 0,317 berarti 31,7% faktor-faktor keputusan pembelian konsumen dapat dijelaskan oleh variabel bebas (Atribut, Harga, Endorser) terhadap keputusan pembelian Men’s Biore Cool pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.Angka R Square sebesar 0,338 menunjukkan bahwa 33,8 % keputusan pembelian konsumen dapat dijelaskan oleh variabel Atribut, Harga, Endorsersedangkan sisanya 66,2 persen di jelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

(3)

ABSTRACT

EFFECT OF RATIONAL ADVERTISING MEN’S BIORE COOL TO PURCHASE DECISION OF STRATA 1 FACULTY OF

ECONOMICS AND BUSINESS UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA

This study aims to identify and analyze the effect of rational advertising men’s biore cool to purchase decision of college students strata 1 faculty of economics and business, university of sumatera utara.This study was conducted on college students strata 1 faculty of economics and business, university of sumatera utara who making purchasing decisions, and the total of sample od 97 respondents and use the purposive sampling method. Hypothesis testing using descriptive analysis, significant simulyaneous(Uji-F), partial significance testing(Uji-t), and testing the coefficient of determination(R2).

The result of the study showed that the attribute, price, and endorser positive and significant effect of purchase decision.The result of the study showed that the attribute and price is partially positive and significant effect on purchase decision , Endorser is partially positive and unsignificant effect on purchasing decision. The value of Adjusted R Square= 0,317 means that 31,7% purchase decision factors can be explained by independent variables (Attribute, Price, Endorser) on purchasing decision men’s biore cool of the college students strata 1 faculty of economics and business, university of sumatera utara. Figures R Square of 0,338 showed that 33,8% of purchasing decision can be explained by the variables (Attribute, Price, Endorser) while the remaining 66,2% explained by other variables beyond the variables used in the study.

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur serta hormat kepada Allah Bapa dan AnakNya Yesus

Kristus yang selalu memberikan rahmat dan kasihNya sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational Advertising) Men’s Biore Cool Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan

Bisnis Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini kupersembahkan kepada kedua

orang tua saya Bapak S. Manalu dan kepada Mama R. Sagala. Dan kepada Abang saya M. Sandoro Manalu dan kepada Kakak Saya Rawati Manalu, Hetty Manalu, Lastry E Manalu, Hotnida T Manalu, Rulinsa Manalu, yang selalu memberikan dukungan, semangat serta motivasi yang luar biasa kepada

penulis sehingga skripsi ini bisa selesai.

Pada kesempatan yang baik ini, penulis juga menyampaikan dan

mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, SE, Mec.,AC selaku Dekan Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE.,ME., selaku Ketua Departemen Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

3. Ibu Dra. Marhayanie Msi., selaku Sekretaris Departemen Manajemen

(5)

4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE., Msi., selaku Ketua Program Studi

Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

5. Ibu Prof. Dr. Rismayani, SE., Msi., selaku Dosen Pembimbing yang telah

membimbing dan memberikan arahan kepada penulis dalam

menyelesaikan skripsi ini

6. Bapak Ami Dilham, SE, Msi., selaku dosen Pembaca Penilai yang telah

memberikan masukan dan bimbingan kepada penulis dalam pengerjaan

skripsi ini.

7. Civitas GMKI Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU yang menjadi keluarga

kedua penulis yang selalu ada dan yang membentuk karakter penulis,

khususnya Bg Agustinov, Bg Arga, Bg Marthin, Samuel Simanjuntak,

Boy Andrio Marbun, Hardo Manik, Baginta Seda, dan yang lainnya.

Terkhusus buat PK m.b 2011-2012 terimakasih buat kalian semua yang

menjadi sahabat penulis terkhusus buat Laura Sitanggang, Valentino

Panjaitan, Headhi Siringo-ringo, Sinta M Tampubolon, Defritua Sianipar,

Lia Simanjuntak, Otni Panjaitan, dan teman-teman yang lain yang selalu

memberikan semangat untuk pengerjaan skripsi penulis.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan tinggi Iman, tinggi

Ilmu dan tinggi Pengabdian. Ut Omnes Unum Sint!

Medan,11 Maret 2015 Penulis,

(6)

DAFTAR ISI

2.1 Teori tentang Periklanan ... 9

2.1.1 Pengertian Periklanan ... 9

2.1.2 Tujuan Periklanan ... 10

2.2 Pengertian Daya Tarik Rasional (Rational Advertising) ... 11

2.2.1 Atribut (Kualitas) ... 12

2.2.2 Harga ... 15

2.2.3 Populeritas (Endorser) ... 16

2.2.3.1 Bintang Iklan(Brand Endorser) ... 16

2.2.3.2 Atribut Endorser ... 17

2.3 Teori tentang Perilaku Konsumen ... 19

2.3.1 Pengertian Perilaku Konsumen ... 19

2.3.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen ... 19

2.4 Teori Tentang Keputusan Pembelian ... 25

2.4.1 Pengertian Keputusan Pembelian Konsumen ... 25

2.4.2 Proses Keputusan Pembelian Konsumen ... 25

2.5 Penelitian Terdahulu ... 29

2.6 Kerangka Konseptual Penelitian ... 29

2.7 Hipotesis ... 32

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 33

3.1 Jenis Penelitian ... 33

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 33

3.3 Batasan Operasional Variabel Penelitian ... 34

3.4 Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 34

3.5 Populasi dan Sampel ... 35

3.5.1 Populasi ... 35

3.5.2 Sampel ... 36

3.6 Metode Pengumpulan Data ... 37

3.7 Jenis Data ... 38

(7)

3.8.1 Uji Validitas ... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 46

4.1 Gambaran Umum perusahaan ... 46

4.1.1 Sejarah berdirinya PT. Kao Indonesia ... 46

4.1.1.1 Visi Dan Misi ... 49

4.1.1.2 Men’s Biore Cool ... 49

4.2 Hasil Penelitian ... 50

4.2.1 Model Analisis Deskriptif ... 50

4.2.1.1 Deskriptif Responden... 50

4.2.1.2 Deskriptif Variabel... 52

4.3 Uji Asumsi Klasik ... 58

4.3.1 Uji Normalitas ... 58

4.3.2 Uji Heterokedastisitas ... 62

4.3.3 Uji Multikolinearitas ... 64

4.4 Analisis Statistik (Analisis Regresi Berganda) ... 64

4.4.1 Persamaan Analisis Statistik ... 64

4.4.2 Uji Determinasi ... 66

4.4.3 Uji Simultan (Uji F) ... 67

4.4.4 Uji Parsial (UJi t) ... 69

4.5 Pembahasan ... 70

BAB VKESIMPULAN DAN SARAN ... 73

5.1 Kesimpulan ... 73

5.2 Saran ... 74

DAFTAR PUSTAKA ... 76

(8)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Halaman

1.1Jenis-jenisMen’s Biore ... 4

1.2Top Brand Award ... 5

2.1 Penelitian Terdahulu ... ..29

3.1 Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 35

3.2 Jumlah Mahasiswa S1 FEB USU 2011-2014 ... 36

3.3 Uji Validitas ... 40

3.4 Uji normalitas melalui uji Reliabilitas ... 41

4.1 Deskriptif responden berdasarkan usia ... 50

4.2 Lama memakai produk ... 51

4.3 Jurusan ... 52

4.4 Jawaban responden atas variabel atribut ... 53

4.5 Jawaban responden atas variabel harga... 54

4.6 Jawaban responden atas variabel endorser ... 55

4.7 Jawaban responden atas variabel keputusan pembelian... 57

4.8 Uji normalitas berdasarkan pendekatan kolmogrov smirnov... 61

4.9 Uji heteroskedastisitas melalui pendekatan glejser ... 63

4.10 Uji Multikolinearitas ... 64

4.11 Analisis Regresi Berganda ... 65

4.12 Hubungan Antar variabel ... 67

4.13 Uji koefisien determinasi ... 67

(9)

DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

2.1 Skema Tahapan Pembelian ... 25

2.2 Kerangka Konseptual ... 32

4.1 Logo PT. Kao Indonesia ... 46

4.2 Men’s Biore Cool ... 49

4.3 Uji Normalitas melalui pendekatan Histogram ... 59

4.4 Uji Normalitas Melalui Pendekatan Normal Probability Plots .. 60

(10)

ABSTRAK

PENGARUH DAYA TARIK RASIONAL PERIKLANAN (RATIONAL ADVERTISING) MEN’S BIORE COOL TERHADAP KEPUTUSAN

PEMBELIAN PADA MAHASISWA S1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational Advertising)Men’s Biore Cool Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.Penelitian ini dilakukan terhadap Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang melakukan keputusan pembelian dan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 97 responden dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Pengujian Hipotesis dengan menggunakan metode analisis deskritif, metode analisis statistik yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, pengujian signifikan simultan (Uji F), pengujian signifikansi parsial (Uji-t) dan pengujian koefisien determinasi (R2).

Hasil penelitian secara serempak menunjukkan bahwa Atribut, Harga, Endorserberpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan Pembelian Konsumen. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Atribut dan Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, Endorser berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keuputusan pembelian konsumen. Nilai Adjusted R Square = 0,317 berarti 31,7% faktor-faktor keputusan pembelian konsumen dapat dijelaskan oleh variabel bebas (Atribut, Harga, Endorser) terhadap keputusan pembelian Men’s Biore Cool pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.Angka R Square sebesar 0,338 menunjukkan bahwa 33,8 % keputusan pembelian konsumen dapat dijelaskan oleh variabel Atribut, Harga, Endorsersedangkan sisanya 66,2 persen di jelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

(11)

ABSTRACT

EFFECT OF RATIONAL ADVERTISING MEN’S BIORE COOL TO PURCHASE DECISION OF STRATA 1 FACULTY OF

ECONOMICS AND BUSINESS UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA

This study aims to identify and analyze the effect of rational advertising men’s biore cool to purchase decision of college students strata 1 faculty of economics and business, university of sumatera utara.This study was conducted on college students strata 1 faculty of economics and business, university of sumatera utara who making purchasing decisions, and the total of sample od 97 respondents and use the purposive sampling method. Hypothesis testing using descriptive analysis, significant simulyaneous(Uji-F), partial significance testing(Uji-t), and testing the coefficient of determination(R2).

The result of the study showed that the attribute, price, and endorser positive and significant effect of purchase decision.The result of the study showed that the attribute and price is partially positive and significant effect on purchase decision , Endorser is partially positive and unsignificant effect on purchasing decision. The value of Adjusted R Square= 0,317 means that 31,7% purchase decision factors can be explained by independent variables (Attribute, Price, Endorser) on purchasing decision men’s biore cool of the college students strata 1 faculty of economics and business, university of sumatera utara. Figures R Square of 0,338 showed that 33,8% of purchasing decision can be explained by the variables (Attribute, Price, Endorser) while the remaining 66,2% explained by other variables beyond the variables used in the study.

(12)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Segala sesuatu yang berkaitan dengan penjualan barang atau jasa identik

dengan persaingan. Dalam dunia bisnis, persaingan akan semakin ketat bahkan

akan semakin kompleks yang mengharuskan perusahaan melakukan strategi

pemasaran yang lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan perusahaan lain.

Strategi pemasaran yang efisien dan efektif berimplikasi pada tercapainya tujuan

perusahaan yaitu mendapatkan pangsa pasar dan penjualan produk yang tinggi.

Saat ini,perilaku konsumen yang semakin kompleks menjadikan proses

keputusan pembelian semakin spesifik. Untuk dapat sampai pada tahap keputusan

pembelian, perusahaan harus mampu memberikan informasi yang lengkap dan

menarik mengenai produk yang dipasarkan sehingga mampu untuk

mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Disisi lain,proses pengambilan

keputusan pembelian konsumen dalam membeli produk dilakukan berdasarkan

adanya rangsangan dari luar. Rangsangan ini dipengaruhi oleh perkembangan arus

informasi yang semakin cepat sejalan dengan perkembangan teknologi yang

membuat konsumen dapat memperoleh informasi dan pengetahuan tentang suatu

produk secara cepat.

Rangsangan yang dipengaruhi perkembangan teknologi dapat dilakukan

oleh perusahaan melalui iklan.Iklan dianggap dapat mempengaruhi konsumen

untuk melakukan pembelian karena iklan merupakan media penyampaian

(13)

potensial walaupun biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Salah satu konsep iklan

yang dilakukan perusahaan adalah dengan menampilkan daya tarik periklanan.

Daya tarik periklanan merupakan pendekatan yang digunakan untuk menarik

perhatian konsumen atau mempengaruhi perasaan mereka terhadap suatu produk.

Daya tarik konsumen menggerakkan orang, berbicara mengenai keinginan atau

kebutuhan mereka, dan membangkitkan ketertarikan mereka. Salah satu daya tarik

dalam periklanan adalah daya tarik rasional atau informatif. Daya tarik Rasional

berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek

praktis,fungsional, dan kegunaan suatu produk dan juga menekankan pada

kualitas yang dimiliki suatu produk, manfaat dan alasan menggunakan merek

produk tertentu. Iklan berbasis rasionalitas cenderung bersifat informatif, dan

pemasangan iklan menggunakan rasionalitas ini bertujuan untuk meyakinkan

konsumen bahwa produk mereka memiliki atribut tertentu atau produk

bersangkutan memberikan kualitas tertentu yang dapat memuaskan kebutuhan.

Perusahaan dalam menampilkan daya tarik rasional untuk mendukung

produknya dengan menampilkan atribut produk, harga produk dan endorser

produk. Karakteristik dari atribut mencakup kualitas produk yang mengacu pada

kemampuan suatu produk dalam memberikan kinerja sesuai dengan

fungsinya.Design produk mengacu pada rancangan bentuk dari suatu produk yang

mempunyai kontribusi terhadap daya tarik produk seperti faktor-faktor estetika.

Merk mengacu pada nama, istilah, tanda, simbol, lambang yang dapat

memberikan identitas terhadap produk pesaing. Karakteristik dari harga

(14)

dimana akan memposisikan tawaran pasarnya. Analisis tawaran pesaing yang

mengacu pada harga ditentukan permintaan pasar dan biaya produksi. Perusahaan

harus memperhitungkan biaya, harga dan kemungkinan harga pesaing. Dan

karakteristik endorser mencakup daya tarik yang mengacu pada kecerdasan,

sifat-sifat kepribadian,gaya hidup, dan daya tarik fisik. Kepercayaan mengacu pada

kejujuran, integritas, dan dapat dipercayai. Keahlian mengacu pada

pengetahuan,pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki oleh endorser yang

berhubungan dengan iklannya

Saat ini, terjadi perubahan trend pola perilaku pria. Lahirnya orientasi

women, dimana kaum pria berperilaku seperti wanita dan jauh lebih mengikuti

hukum wanita. Dimana hukum wanita ini membuat pria semakin tertarik untuk

melakukan perawatan wajah dan tuntutan gaya hidup yang menyebabkan pria

harus tampil menarik setiap saat.

Men’s Biore merupakan salah satu produk PT. KAO INDONESIA yang

memformulasikan sabun pembersih wajah khusus untuk pria. Produk ini mampu

untuk memenuhi kebutuhan pria yang semakin sadar akan pemahaman mendalam

tentang perawatan diri terkhusus perawatan kulit wajah. Tabel 1.1 menunjukkan

(15)

Tabel 1.1

Jenis-jenis Men’s Biore

No. Jenis Produk Kegunaan

1 Men’s biore Black & White menyapu bersih minyak dan kotoran hingga pori serta mengangkat sel kulit mati dan cerahkan kulit.

2 Mens biore White Energy melawan kulit kusam berminyak dan mengangkat kulit sel yang terasa kasar serta mengangkat kulit mati dan cerahkan kulit.

3 Men’s Biore Bright Clear untuk melawan kusam dan memberikan rasa halus pada kulit dan recharge kulit lelahmu dengan kandungan antioksidan .

4 Men’s Biore Cool Oil

Clear

menyerap minyak berlebih penyebab rasa lengket dengan sensasi dingin danmengangkat sel kulit mati dan juga cerahkan kulit.

5 Men’s Biore Acne Defense untuk melawan bakteri penyebab jerawat dan mengurangi minyak berlebih diwajah.

Sumber: www. Kao Indonesia.com

Salah satu produk Men’s biore yang diproduksi PT. KAO INDONESIA

adalah Men’s Biore Cool. Produk pembersih wajah untuk pria ini memberikan

pengaruh lewat iklan kepada pria agar selalu menjaga penampilan. Produk ini

berfungsi memberikan sensasi dingin pada kulit wajah, mengangkat sel kulit

kusam, serta merawat kesehatan kulit wajah sehingga tampak menarik ketika

beraktivitas. Men’s Biore Coolmerupakan salah satu produk yang sangat

disenangi konsumen karena manfaat yang diberikan sesuai dengan interpretasi

konsumen. Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyaknya masyarakat yang

menggunakan sabun pembersih wajah merek Men’s Biore Cool dibandingkan

merek lain. Hal ini dapat dilihat dari survey Top Brand-Award 2011-2013, Top

(16)

Tabel 1.2

Top Brand Award 2011-2013 Kategori Pembersih Wajah Pria Merek

Berdasarkan Tabel 1.2 menunjukkan posisi Biore Men’s pada peringkat

kedua merek terbaik pada kategori sabun pembersih wajah.

Iklan yang ditampilkan pada produk Men’s Biore Coolmerupakan iklan

yang rasional, hal ini dapat dilihat pada konsep iklan yang menggunakan sisi

rasional untuk menyampaikan pesan positif dan keunggulan produk. Sisi rasional

penyampaian pesan tersebut menggunakan alur cerita yang menceritakan bintang

iklan (Al Ghazali) sedang bermain bola pada lokasi kering dan berdebu yang

dapat menimbulkan kekusaman pada kulit wajah dan merusak tampilan.

Pemilihan endorser produk ini mempertegas kembali segmentasi dari Men’s Biore

cool adalah para pria. Al Ghazali merupakan artis Indonesia yang dapat dipercaya

memiliki karakteristik yang mewakili produk. Hal ini terbukti bahwa Al Ghazali

mewakili image yang baik dikalngan para pria, memiliki penampilan yang

menarik, wajah yang tampan, dan menjadi salah satu artis muda yang sangat

populer. Memunculkan rasionalitas penonton dengan menampilkan perubahan

(17)

dan berdebu menjadi tampilan wajah yang segar dan menarik yang disebabkan

keunggulan-keunggulan yang diberikan produk. Sisi rasional yang ditampilkan

iklan senantiasa memberikan efek positif yang ditimbulkan akan berpindah

kepada konsumen. Selain atribut, keunggulan serta populeritas (Endorser) dari

produk ini, harga juga merupakan salah satu bagian yang yang dapat

menimbulkan rasionalitas produk yang ditampilkan di iklan. harga menjadi faktor

dominan dalam pesan iklan karena harga merupakan bagian terpenting dari

strategi pemasaran dalam bentuk promosi.

Salah satu pasar yang dituju oleh PT KAO INDONESIA adalah perguruan

tinggi, terkhusus mahasiswa laki-laki yang semakin sadar terhadap perawatan

wajah dan penampilan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Harga yang

ditawarkan, kualitas produk, serta kemudahan untuk memperoleh menjadikan

banyaknya mahasiswa yang menggunakan Men’s biore cool sebagai solusi dalam

melakukan perawatan pada kulit wajah. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Sumatera Utara sudah tidak asing lagi pada produk Men’s Biore Cool

dan iklan yang ditunjukkan produk ini.

1.2 Perumusan Masalah

Dari uraian pada latar belakang di atas maka dirumuskan masalah sebagai

berikut: bagaimana pengaruh Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational

Advertising) yang terdiri dari: Atribut (X1), Harga (X2),Endorser(X3)Men’s BioreCool terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi

(18)

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis

pengaruh Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational Advertising)yang terdiri

dariAtribut (X1), Harga (X2),Endorser(X3)Men’s Biore Cool Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Sumatera Utara.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagi berikut:

1. Bagi Perusahaan

Sebagai informasi dan masukan mengenai sejauh mana pengaruhRational

advertisingmempengaruhi perilaku pelanggan dalam mengambil keputusan

membeli yang dapat dijadikan landasan dan acuan untuk menciptakan

strategi pemasaran selanjutnya .

2. Bagi Departemen Manajemen

Penelitian ini dapat menambah informasi pembaca untuk referensi tambahan

dalam melakukan penelitiannya, baik untuk penelitian yang akan datang

maupun yang sedang berlangsung.

3. Bagi Peneliti

Dapat menambah atau memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan dalam

penerapan ilmu manajemen pemasaran, dan penerapan teori-teori yang

penulis peroleh selama mengikuti perkuliahan serta pengetahuan penulisa

mengenaiRational Advertising mampu mempengaruhi keputusan pembelian

(19)

4. Peneliti Selanjutnya

Sebagai bahan referensi perbandingan bagi peneliti yang akan melakukan

(20)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori tentang Periklanan 2.1.1 Pengertian Periklanan

MenurutBelch&Belch(2009),iklandapat didefinisikansebagai “any

paidfromofnonpersonalcommunicationaboutanorganization,

product,service,orideaby anidentifiedsponsor”,setiapbentukkomunikasi

non-personalmengenaisuatuorganisasi,produk,jasaatauideyang dibayar oleh satu

sponsoryangdiketahui.

Iklansebagaipengingatsangatpenting bagiprodukkarenaperiklanan

membantu memeliharahubunganpelanggan denganmembuat konsumen terus

memikirkan produk(Kotlerdan Armstrong,2008). Iklan ditujukan

untukmempengaruhiafeksidankognisi,konsumen-evaluasi,perasaan,pengetahuan,makna kepercayaan,sikap,dancitrayang berkaitan

dengan produkdan merek(Peter&Olson, 2000).

Menurut Jefkins (2006), periklanan merupakan pesan-pesan

penjualanyang palingpersuasiveyang diarahkankepada(calon)konsumen

yangpaling potensialatasprodukbarangataujasatertentudenganbiaya yangpaling

ekonomis.

Periklanan sebagai suatu bentuk dari komunikasi massaatau

komunikasidirecttoconsumer yang bersifatnonpersonaldandidanaioleh perusahaan

bisnis,organisasinirlaba, atau individuyang diidentifikasikan

denganberbagaicaradalampesaniklan. Pihakpemberidana tersebut berharap untuk

(21)

melakukan beberapa tindakan, sekarang atau pada masadepan(Shimp, 2010).

2.1.2 Tujuan Periklanan

Iklimpersainganusahayang ketatmengharuskanperusahaan menentukan

tujuan sebelummenjalankan setiap aktivitasnya. Demikian juga untuk tujuan

periklanandibuat sebagai alatkoordinasi, alat untuk membantu pengambilan

keputusan,danalatevaluasikesuksesanserta iklanjuga ditujukan

untukmempengaruhi afeksidan kognisikonsumen-evaluasi,

perasaan,pengetahuan,maknakepercayaan,sikapdancitrayang berkaitan dengan

produk dan merek (Peter&Olson, 2000).

Menurut Kotler danKeller(2006),bahwa tujuanperiklanan dapat

digolongkanmenurut sasarannya,seperti sasaran untuk menginformasikan,

membujuk danmengingatkan atau memperkuat. Penjelasannya adalah sebagai

berikut:

1. Periklanan Untuk MemberiInformasi (Informative)

Iklan informatif dimaksudkanuntukmenciptakankesadarandan

pengetahuantentang produkbaruatauciribaruprodukyang sudahada.

Biasanyaiklandengancarainidilakukansecarabesar-besaranpada tahap awal

peluncuran suatu jenis produk dengan tujuan membentuk permintaan

awal. Dalam hal ini, kebutuhan suatu produk yang

sebelumnya“tersembunyi”atau masihberupapersepsidapatdiperjelas

lewatiklan.Padaumumnya,iklanyang bersifatinformativedigunakan

untukmerek(brand)yang siklushidupnyaberadaditahap perkenalan

(22)

2. Periklanan Untuk Membujuk(Persuasive)

Iklanpersuasif dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan,

preferensi,keyakinan,danpembeliansuatuprodukataujasa.Jenisiklan

inidilakukandalamtahapkompetitif.Tujuannya adalahmembentuk permintaan

selektif produk tertentu. Dalam halini,perusahaanmelakukan persuasisecara

tidaklangsung denganmemberikaninformasitentang kelebihanproduk

yangakanmerubahpikiranoranguntukmelakukan

tindakanpembelian.Padaumumnya,periklananyang bersifatmembujuk

digunakan untuk merek yang siklus kehidupannya pada taraf pertumbuhan

(growth stage).

2.2 Pengertian Daya Tarik Rasional Periklananan (Rational Advertising)

Menurut Morissan (2010), pada dasarnya terdapat berbagai daya tarik yang

dapat digunakan sebagai dasar dalam mempersiapkan suatu pesan iklan. Daya

tarik ini berfokus pada kebutuhan praktis dan fungsional konsumen akan produk

atau jasa dan menekankan ciri-ciri sebuah produk atau jasa akan alasan

menggunakan merek tertentu. Lee, Monle dan Carla Jonhson (2007)

Menurut Morissan (2010) Rasional dalam periklanan menekankan pada

pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek praktis, fungsional, dan kegunaan

produk. Daya tarik iklan dengan berbasis rasionalitas cenderung bersifat

informatif, dan pemasangan iklan menggunakan daya tarik rasionalitas untuk

meyakinkan konsumen bahwa produk mereka memberikan manfaat tertentu yang

dapat memuaskan kebutuhan kebutuhan konsumen.

(23)

(Rational Advertising) adalah Atribut, harga, dan populeritas (Endorser).

2.2.1. Atribut (kualitas)

Menekankan pada kualitas tertentu yang dimiliki suatu barang dan jasa.

Iklan jenis ini cenderung menyajikan banyak informasi dengan menampilkan

sejumlah atribut penting yang dimiliki suatu produk yang diharapkan dapat

menimbulkan sikap positif konsumen sehingga dapat digunakan sebagai dasar bagi

keputusan pembelian yang diambil berdasarkan pertimbangan rasional.

Suatu perusahaan ketika akan memproduksisebuah produk akan

mempertimbangkan atribut produk apa saja yang akan diberikan kepada

konsumen. Menurut Kotler et al (2000), Atributadalahsifat-sifatyang menambah

fungsidasarproduk. Menurut Simamora (2003), Atributproduk adalah faktor-

faktoryang dipertimbangkanoleh pembeli padasaatmembeliproduk,sepertiharga

kualitas, kelengkapan fungsi (fitur), desain, layanan purnajual, dan lain-lain.

Darikedua pengertiandiatas,maka dapat diketahui bahwaAtribut adalah sifat-

sifatyang mendasardarisebuahproduk yang akanmenjadi pertimbangan pembeli

saat akan membeli sebuah produk. Atribut suatu produkakan membedakan

dengan produk pesaingnya.Umumnya, suatu produk meskipun sama bentuk

kemasannya, pastimemilikiperbedaan. Dalam atributproduk terdapat komponen

atributprodukyang menunjukkan karakteristik produk dan pada

umumnyaakanmendapatperhatian konsumen dalam memilihsuatu produk. Dari

komponenatributproduk inilah suatu produk dapat dibedakan dengan produk

sejenis lainnya, dan setiap perusahaan akan berusahamemberikan produkyang

(24)

harga, kualitas, kelengkapanfungsi (fitur), desain, layanan purna jual, dan

lain-lain. Menurut Stanton(1991), Atribut produk meliputiharga, merek,

kemasan,jaminan produk,warna,nama baikpenjual, pelayananpenjual, kualitas

produk, karakteristik fisik barang.

Kotler (2008) menyatakan bahwa atribut produk adalah suatu komponen

yang merupakan sifat-sifat produk yang menjamin agar produk tersebut dapat

memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diterapkan oleh pembeli. Definisi

produk menurut Stanton (2007) sekumpulan atribut yang nyata dan tidak nyata

didalamnya sudah tercakup warna, kemasan, prestise pengecer dan pelayanan dari

pabrik, serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai suatu yang

bisa memuaskan keinginannya.

Fandy Tjiptono (2008) atribut produk meliputi:

1. Merek, merupakan nama, istilah, tanda, simbol atau lambang, desain,

warna, gerak atau kombinasi atribut produk lain yang diharapkan dapat

memberikan identitas dan differensiasi terhadap produk lainnya.

2. Kemasan, merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan

pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu

produk.

3. Pemberian label (labeling) merupakan bagian dari suatu produk yang

menyampaikan informasi mengenai produk dan penjualan, sebuah label

bisa merupakan bagian dari kemasan atau bisa merupakan etiket ( tanda

(25)

4. Layanan Pelengkap (suplementari service) dapat diklasifikasikan:

informasi, konsultasi, ordering, hospiteli, caretaking, billing,

pembayaran.

5. Jaminan (garansi) yaitu janji yang merupakan kewajiban produsen atas

produk pada konsumen, dimana para konsumen akan diberi ganti rugi

bila produk ternyata tidak berfungsi sebagaimana yang dijanjikan.

Dengan adanya atribut yang melekat pada suatu produk yang digunakan

konsumen untuk menilai dan mengukur kesesuaian karakteristik produk dengan

kebutuhan dan keinginan. Bagi perusahaan dengan mengetahui atribut-atribut apa

saja yang bisa mempengaruhi keputusan pembelian maka dapat ditentukan

strategi untuk mengembangkan dan menyempurnakan produk agar lebih

memuaskan konsumen.

Menurut Kotler dan Amstong (2008) mengelompokkan atribut produk

kepada tiga unsur penting, yaitu kualitas produk (product quality), fitur produk

(product features), dan desain produk (Product design)

1. Kualitas produk (Produk quality)

Kualitas produk menurut kotler dan amstrong (2008) “The Ability of a

product to perform its funtions” yang berarti kemampuan suatu produk

dalam memberikan kinerja sesuai dengan fungsinya. Kualitas yang sangat

baik akan membangun kepercayaan konsumen sehingga merupakan

(26)

2. Fitur Produk (Product features)

Fitur produk merupakan sarana kompetitif untuk membedakan produk satu

dengan produk-produk pesaing seperti yang dikemukakan oleh kotler dan

amstrong (2008) bahwa feature are competitive tool for diferentiating the

company’s product from competitor’s product, yang artinya fitur adalah

alat untuk bersaing yang membedakan produk suatu perusahaan dengan

perusahaan lainnya. Fitur produk identik dengan sifat dan sesuatu yang

unik, khas dan istimewa yang tidak dimiliki oleh produk lainnya. Biasanya

karakteristik yang melekat dalam suatu produk merupakan hasil

pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus

3. Desain produk (product design)

Desain memIliki konsep yang lebih luas daripada gaya (style), desain

selain mempertimbangkan faktor penampilan, juga untuk bertujuan

memperbaiki kinerja produk, mengurangi biaya produksi, dan menambah

keunggulan bersaing. Menurut kotler (2008) mengartikan desain atau

rancangan adalah totalitas keistimewaan yang mempengaruhi penampilan

fungsi produk dari segi kebutuhan pelanggan.

2.2.2. Harga

Dalam pesan iklan, harga merupakan faktor dominan. Iklan dengan daya

tarik ini paling sering digunakan oleh perusahaan dalam bentuk pengumuman

promosi penjualan, penawaran khusus, atau penawaran harga murah setiap hari.

Strategi ini dirancang untuk dapat menyampaikan pesan iklan. Harga adalah

(27)

(Simamora,2001) dan harga adalah atribut produk atau jasa yang paling sering

digunakan oleh sebagian besar konsumen untuk mengevaluasi produk

(Suwarman,2004). Banyak faktor yang di pertimbangkan dan banyak pihak yang

terlibat dalam menetapkan harga yang tepat. Bagi perusahaan harga jelas

mempengaruhi keuntungan. Harga tidak boleh lebih rendah dari biaya rata – rata

per produk kalau perusahaan ingin memperoleh keuntungan. Bagi pembeli, harga

memberikan dampak ekonomis. Dampak ekonomisnya adalah pada daya beli,

sebab harga merupakan biaya (cost) bagi pembeli. Semakin tinggi harga semakin

sedikit produk yang bisa mereka beli sebaliknya, semakin rendah harga semakin

banyak produk yang bisa mereka beli (Simamora,2001).Jika ini berlaku untuk

suatu produk maka penurunan harga dapat menciptakan peningkatan permintaan.

Itulah sebabnya penetapan harga yang tepat membutuhkan pemikiran dan sangat

tergantung pada sensitivitas konsumen.

2.2.3. Populeritas(Endorser)

Menekankan ketenaran suatu barang atau jasa dengan menampilkan

sejumlah tokoh atau sejumlah ahli yang menggunakan atau merekomendasikan

produk bersangkutan sebagai pemimpin pasar. Tujuan utama daya tarik ini adalah

menunjukkan pemakaian produk secara luas yang membuktikan kualitasnya yang

baik dan anjuran agar konsumen mempertimbangkan untuk melakukan pembelian

nyata.

2.2.3.1. Bintang Iklan (Brand Endorser)

Royan (2004) menyatakan bahwa seorang selebriti sangat berpengaruh

(28)

dan adanya kesukaan. Shimp (2003) mendefinisikan celebrity endorser adalah

seorang pribadi baik itu aktor, artis maupun atlit yang dikenal masyarakat dan

menjadi pujaan, karena prestasinya di suatu bidang dan digunakan dalam

menyampaikan pesan iklan yang dimaksudkan untuk menarik perhatian sehingga

mempengaruhi konsumen sasaran.

2.2.3.2 Atribut Endorser

Terdapat lima atribut khusus dalam endorser yang dijelaskan dengan nama

TEARS sebagai berikut :

1. Trustworthiness (dapat dipercaya)

Trustworthiness adalah sikap percaya terhadap produk dari pencitraan suatu

pendukung, adapun Shimp dalam Mia (2012) menjelaskan

bahwa trustworthiness (dapat dipercaya) adalah “trustworthiness refers to

the honesty, integrity and believability of a source. Endorser trustworthiness

simply reflects tha fact that prospective endorser of a brand vary in the

degree to which audience members have faith in what they have to say”.

Trustworthiness mengacu pada sejauh mana sumber dipandang memiliki

kejujuran, ketulusan, dan dapat dipercaya.

2. Expertise (keahlian)

Expertise merupakan competitive advantage yang dimiliki pendukung

untuk meyakinkanaudience dalam hal keterampilannya. Shimp dalam Mia

(2012) menjelaskan bahwa Expertise (keahlian) adalah expertise refers to

the knowledge, experience, or skill possessed by an endorser as they relate

(29)

pengalaman, atau keahlian yang dimiliki oleh seorang endorser yang

dihubungkan dengan merek yang didukung. Seorang endorser yang diterima

sebagai seorang yang ahli pada merek yang didukungnya akan

lebih persuasive dalam menarik audience dari pada seorang endorser yang

tidak diterima sebagai seorang yang ahli.

3. Attractiveness (daya tarik)

Shimp dalam Mia (2012) menjelaskan bahwa attractiveness (daya tarik)

adalah Phsycal attractiveness refers to the trait of being regarded as

pleasant to look at in terms of perticular group’s concept of attractiveness.

Attractiveness (daya tarik fisik) mengacu pada diri yang dianggap sebagai

yang menarik untuk dilihat dalam kaitannya dengan konsep kelompok

tertentu dengan daya tarik fisik

4. Respect (kualitas dihargai)

Atribut keempat adalah respect, respect merupakan pemberian penghargaan

dari audience terhadap suatu produk setelah melihat dan mendengar

informasi dari endoerser, Shimp dalam Mia (2012) menjelaskan

bahwa respect (kualitas dihargai) adalah: Respect represents the quality of

being admired or even esteemed due to one’s personal qualities and

accomplishments.Respect (kualitas dihargai) berarti kualitas yang dihargai

atau digemari sebagai akibat dari kualitas pencapaian personal.

5. Similarity (kesamaan dengan audience yang dituju)

Atribut terakhir adalah similarity, Shimp dalam Mia (2012) menjelaskan

(30)

represents the degree to which an endorser matches an audience in terms of

charecteristics pertinent to the ondersement relationship-age, gender,

ethnictly and so on. Kesamaan dengan audience yang dituju (similarity)

mengacu pada kesamaan antar endorser dan audience dalam hal umur,

gender, etnis, status sosial dan sebagainya.

2.3 Teori Tentang Perilaku Konsumen 2.3.1 Pengertian Perilaku Konsumen

Memahami perilaku dan mengenal konsumen bukanlah pekerjaan yang

sederhana karena pada dasarnya bertujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan

serta keinginan konsumen yang dituju atau konsumen sasaran. Perilaku konsumen

adalah tindakan yang langsung terlibat dalam menempatkan, mengkonsumsi, dan

menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan

menyusuli tindakan ini (Setiadi, 2003). Untuk memahami konsumen dan

mengembangkan strategi pemasaran yang tepat kita harus memahami apa yang

pembeli pikirkan (kognisi), mereka rasakan (pengaruh), apa yang mereka lakukan

(perilaku), dan apa serta dimana (kejadian di sekitar) yang mempengaruhi serta

dipengaruhi apa yang dipikirkan, dirasa dan dilakukan konsumen.

2.3.2 Faktor-FaktorMempengaruhi Perilaku Konsumen

Kebanyakanperusahaanbesar menelitikeputusanmembelikonsumen

secararinciuntukmenyatakanpertanyaanmengenaiapayang dibeli

konsumen,bagaimana danberapa banyakmereka membeli,sertamengapa

merekamembeli.Salahsatucara untukmembentukhaltersebutadalah dengan

(31)

Menurut Setiadi (2008), faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan

pembelian adalah:

1. Faktor Budaya

Faktor Budaya mempunyai pengaruh yang terluasdan terdalam dalam

perilaku konsumen. Pemasar harus memahami peranan yang dimainkan oleh

budaya, sub budaya dan kelas sosial pembeli.

a. Budaya

Budaya adalah kumpulan nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku

yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan insituisi

penting lainnya.

b. Sub Budaya

Sub budaya adalah kelompok masyarakat yang berbagi sistem nilai

bedasarkan pengalaman hidup dan situasi yang umum.

c. Kelas Sosial

Kelas sosial adalah pembagian yang relatif permanen dan berjenjang

dalam masyarakat di mana anggotanya bebagi nilai, minat, dan perilaku

yang sama. Kelompok sosial tidak ditentukan hanya oleh satu faktor,

seperti pendapatan, tetapi diukur sebagai kombinasi dari pekerjaan,

pedapatan, pendidikan, kekayaan, dan variabel lain.

2. Faktor Sosial

Perilaku konsumen juga dipengarui oleh faktor- faktor sosial, seperti

(32)

a. Kelompok

Kelompok adalah dua atau lebih orang yang berintraksi untuk mencapai

tujuan pribadi atau tujuan bersama. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh

banyak kelompok (group) kecil. Kelompok yang mempunyai pengaruh

langsung dan tempat dimana seseorang menjadi anggotanya disebut

kelompok keanggotan. Sebaliknya, kelompok referensi bertindak sebagai

titik perbandingan atau titik referensi langsung (berhadapan) atau tidak

langsung dalam membentuk sikap atau perilaku seseorang.

b. Keluarga

Anggota keluarga bisa sangat mempengaruhi perilaku pembeli. Keluarga

adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam

masyarakat, dan telah diteliti secara ekstensif. Para pelaku pasar telah

memeriksa peran dan pengaruh suami, istri dan anak dalam pembelian

produk dan jasa yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan

pengaruh yang besar dalam keputusan keluarga tentang dimana mereka

berlibur dan mobil serta telepon selular apa yang mereka beli.

c. Peran dan status

Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya

seperti keluarga, klub dan organisasi. Posisi seseorang dalam

masing-masing kelompok dapat di definisikan dalam peran dan status. Peran

terdiri dari kegiatan yang diharapkan dilakukan seseorang sesuai dengan

orang-orang di sekitarnya. Masing-masing peran membawa satus yang

(33)

3. Faktor Pribadi

Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti usia

dan tahap siklus hidup pembeli, pekerjaan, situasi, gaya hidup, serta

kepribadian dan konsep diri.

a. Usia dan tahap siklus hidup

Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli sepanjang hidup

mereka. Pembelian juga dibentuk oleh tahap siklus hidup keluarga,

tahap-tahap yang dilalui keluarga ketika mereka menjadi matang dengan

berjalannya waktu.

b. Pekerjaan

Pekerjaan seseorang memengaruhi barang dan jasa yang mereka beli.

Pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang

mempunyai minat di atas rata-rata pada produk dan jasa mereka.

Perusahaan bahkan dapat mengkhususkan diri membuat produk yang

diperlukan oleh kelompok tertentu.

c. Situasi ekonomi

Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk. Pemasar

barang-barang yang sensitif terhadap pendapatan mengamati gejala

pendapatan pribadi, tabungan, dan suku bunga. Jika indikator ekonomi

menunjukan resesi, pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk

merancang ulang, mereposisi, dan menetapkan harga kembali untuk

(34)

d. Gaya hidup

Gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang diekspresikan dalam

kegiatan, minat, dan pendapatnya. Orang-orang yang datang dari

subbudaya, kelas sosial dan pekerjaan yang sama mungkin saja

mempunyai gaya hidup yang berbeda.

e. Kepribadian dan Konsep diri

Kepribadian adalah karakteristik psikologi unik seseorang yang

menyebabakan respons yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap

lingkungan orang itu sendiri. Kepribadian biasanya digambarkan dalam

karakteristik perilaku seperti kepercayaan diri, dominasi, suka

bersosialisasi, otonomi, cara mempertahankan diri, kemampuan

beradaptasi dan sifat agresif.

4. Faktor Psikologis

Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologis

utama: motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan sikap.

a. Motivasi

Motif (dorongan) adalah kebutuhan dengan tekanan kuat yang

mendorong seseorang untuk mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.

Seseorang senantiasa mempunyai banyak kebutuhan. Salah satunya

kebutuhan biologis, timbul dari dorongan tertentu seperti rasa lapar, haus,

dan ketidaknyamanan. Kebutuhan lainnya adalah kebutuhan psikologis,

(35)

Kebutuhan menjadi motif ketika kebutuhan itu mencapai tingkat

intensitas yang kuat.

b. Persepsi

Persepsi adalah proses dimana orang memilih, mengatur, dan

menginterprestasikan informasi untuk membentuk gambaran dunia yang

berarti.

c. Pembelajaran

Ketika orang bertindak, mereka belajar. Pembelajaran adalah perubahan

dalam seseorang yang timbul dari pengalaman. Pembelajaran terjadi

melalui interaksi dorongan, rangsangan, pertanda, respons, dan

penguatan.

d. Keyakinan dan sikap

Keyakinan adalah pikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang

sesuatu. Keyakinan bisa didasarkan pada pengetahuan nyata, pendapat

atau iman, dan bisa membawa muatan emosi atau tidak. Sedangkan sikap

adalah evaluasi, perasaan, dan tendensi yang relatif konsisten dari

seseorang terhadap sebuah objek atau ide. Melalui pelaksanaan dan

pembelajaran, seseorang mendapatkan keyakinan dan sikap. Pada

akhirnya, keyakinan dan sikap ini mempengaruhi perilaku pembelian

(36)

2.4Teori Tentang Keputusan Pembelian 2.4.1PengertianKeputusan Pembelian

Proses pengambilan keputusan melibatkan beberapa alternatif karena

keputusan selalu mensyaratkan pilihan diantara beberapa perilaku yang berbeda.

Semua aspek pengaruh dan kognisi dilibatkan dalam pengambilan keputusan

konsumen termasuk pengetahuan, arti, kepercayaan yang diaktifkan dari ingatan

serta proses pemahaman dari informasi yang didapatkan dari lingkungan.

KeputusanpembelianmenurutKotlerdanAmstrong (2003), keputusanpembelian

adalah tahapdalamprosespengambilan keputusan pembelian dimana

konsumenbenar-benar membeli. Pengambilan keputusan

merupakansuatukegiatanindividuyang secaralangsung terlibatdalam mendapatkan

dan mempergunakan barangyangditawarkan. Pendapat lain juga dikemukakan

Schiffman dan Kanuk (2007) yaitu, Keputusan pembelian konsumen adalah

seleksi terhadap dua pilihan atau lebih.

2.4.2 Proses Keputusan Pembelian

Menurut Kotler dan Armstrong (2008), proses keputusan pembelian

terdiri dari lima tahap: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi

alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.

Proses keputusan pembelian dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 2.1

Skema Tahapan Pembelian

Sumber : Setiadi (2008:16)

(37)

Secara rinci diuraikan sebagai berikut:

1. Pengenalan kebutuhan

Pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan. Kebutuhan dapat dipicu

oleh rangsangan internal ketika salah satu kebutuhan normal seseorang (rasa

lapar, haus, seks) timbul pada tingkat yang cukup tinggi sehingga menjadi

dorongan. Kebutuhan juga bisa dipicu oleh rangsangan eksternal.

Contohnya, suatu iklan atau diskusi dengan teman bisa membuat anda

berpikir untuk membeli mobil baru.

2. Pencarian informasi

Konsumen yang tertarik mungkin mencari lebih banyak informasi atau

mungkin tidak. Jika dorongan konsumen itu kuat dan produk yang

memuaskan ada di dekat konsumen itu, konsumen mungkin akan

membelinya kemudian. Jika tidak konsumen bisa menyimpan kebutuhan itu

dalam ingatannya atau melakukan pencarian informasiyang berhubungan

dengan kebutuhan. Contohnya, setelah anda memutuskan memerlukan

mobil baru, paling tidak mungkin anda lebih banyak memperhatikan iklan

mobil, mobil milik teman, dan percakapan tentang mobil. Jumlah pencarian

yang anda lakukan bergantung pada kekuatan dorongan anda. Jumlah

informasi yang anda mulai, kemudahan memperoleh lebih banyak

informasi, nilai yang anda tempatkan pada informasi tambahan, dan

kepuasan yang anda dapat dari pencarian. Konsumen dapat memperoleh

informasi dari beberapa sumber. Sumber ini meliputi sumber pribadi

(38)

situs web, penyalur, kemasan, tampilan), sumber publik (media massa,

organisasi pemeringkat konsumen, pencarian internet), dan sumber

pengalaman (penanganan, pemeriksanan, pemakaian produk). Ketika

semakin banyak informasi yang diperoleh, kesadaran konsumen dan

pengetahuan akan merek dan fitur yang tersedia meningkat.

3. Evaluasi alternatif

Evaluasi alternatif yaitu bagaimana konsumen memproses informasi untuk

sampai pada pilihan merek.Konsumen sampai pada sikap terhadap merek

yang berbeda melalui beberapa prosedur evaluasi. Bagaimana cara

konsumen mengevaluasi alternatif bergantung pada pribadi kunsumen dan

situasi pembelian tertentu. Dalam beberapa kasus, konsumen mengunakan

kalkulasi yang cermat dan pemikiran logis. Pada waktu yang lain, konsumen

yang sama hanya sedikit melakukan evaluasi atau bahkan tidak

mengevaluasi, sebagai gantinya mereka membeli berdasarkan dorongan dan

bergantung pada intuisi.

4. Keputusan pembelian

Keputusan pembelian konsumen adalah membeli merek yang paling

disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat pembelian dan keputusan

pembelian.

a. Faktor pertama adalah sikap orang lain.

Jika seseorang yang mempunyai arti penting bagi anda berpikir bahwa

anda seharusnya membeli mobil yang paling murah, maka peluang untuk

(39)

b. Faktor kedua adalah faktor situasional yang tidak diharapkan.

Konsumen mungkin membentuk niat pembelian berdasarkan

faktor-faktor seperti pendapatan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan.

Namun kejadian tak terduga bisa mengubah niat pembelian.

5. Perilaku pascapembelian

Perilaku pascapembelian adalah tahap proses keputusan pembeli dimana

konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah pembelian, berdasarkan

kepuasan atau ketidakpuasan mereka. Jika produk tidak memenuhii

ekspektasi, konsumen kecewa; jika produk memenuhi ekspektasi, konsumen

puas; jika produk melebihi ekspektasi, konsumen sangat puas.

Kepuasan pelanggan merupakan kunci untuk membangun hubungan yang

menguntungkan dengan konsumen dan untuk mempertahankan dan

menumbuhkan konsumen serta mengumpulkan nilai seumur hidup

pelanggan. Pelanggan yang puas akan membeli produk lagi, memberitakan

hal-hal yang menyenangkan tentang produk itu kepada orang lain,sedangkan

konsumen yang tidak puas merespon secaraberbeda. Berita dari mulut ke

mulut yang tidak baik sering menyebar lebih cepat dan lebih luas daripada

(40)

2.5 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penalitian Terdahulu

Peneliti Judul Variabel Hasil

Arifiana

Daru hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai Fhitungsebesar 23,144,

sedangkan Ftabel pada taraf signifikan 0,05

menunjukkan nilai sebesar 2,309. Hal tersebut berarti Fhitunglebih besar dari

Ftabelsehingga Ho ditolak dan Ha diterima,

yang berarti variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap struktur keputusan pembelian.

Ningsih

Secara simultan (uji F), nilai F hitung> F tabel. Di jelaskan bahwa secara simultan harga dan kualitas harga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keputusan pembelian tetapi variabel kualitas tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian.

2.6 Kerangka Konseptual Penelitan

Pemasaran merupakan seni menjual produk dimana memahami dan

mengidentifikasi pelanggan sedemikian rupa adalah tugas utama seorang pemasar

untuk mengetahui barang dan jasa apa yang sesuai dengan pelanggannya. Konsep

pemasaran, sebagai seni menjual produk dalam mencapai tujuan pemasaran

tersebut menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan yang di tetapkan adalah

(41)

menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan pada pasar

sasaran yang terpilih (Kotler, 2007).

Pemasar dituntut bukanhanya mampu untukmenyediakanpeluangtetapijuga

menghadapitantangan dariperusahaan-perusahaan

lainsertaselalumendapatkancaraterbaik guna merebut dan mempertahankan pangsa

pasar. Perusahaan mulai menyadari perlunya upaya mengintegrasikan berbagai

kegiatan pemasaran yang selama ini dilakukan. Kegiatan pemasaran itu

mencakup memasang iklan, pemasaran langsung, promosi penjualan, penjualan

personal, pemasaran interaktif, hubungan masyarakat.Menurut Morissan (2010)

Dari berbagai program komunikasi pemasaran yang ada periklanan (advertising)

merupakan salah satu cara yang dipilih pemasar untuk mempromosikan produk.

Menurut Lee, Monle dan Carla Johnson (2007)periklanan adalah

komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan

produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat

massal seperti televisi, radio, koran, majalah, directmail, reklame luar ruang, atau

kendaraan umum. Dalam konsep periklanan terdapat daya tarik yang terkandung

didalam iklan yaitu, daya tarik rasional yang merupakan daya tarik yang terkait

dengan pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek praktis, fungsional, dan

kegunaan suatu produk . Dalam hal ini kebutuhan konsumen dapat digunakan

sebagai dasar daya tarik iklan yang berfungsi mempengaruhi konsumen. Alasan

menggunakan daya tarik rasional adalah untuk mempengaruhi konsumen dalam

hal kenyamanan, ekonomi, kesehatan, rekreasi, dan manfaat sensorik seperti

(42)

Daya tarik rasional dalam iklan (Rational Advertising)terdiri dari variabel

Atribut, variabel harga dan variabel Populeritas (Endorser).Dalam menampilkan

sisi Rasional yang terkandung dalam sebuah iklan, pemasar biasa menggunakan

media iklan yang menampilkan iklan yang menggunakan atribut. Atribut dalam

periklanan menekankan pada sifat atau kualitas tertentu yang dimiliki suatu

barang dan jasa. Iklan jenis ini cenderung menyajikan banyak banyak informasi

yang diharapkan dapat menimbulkan sikap positif konsumen sehingga dapat

digunakan sebagai dasar bagi keputusan pembelian yang diambil melalui

pertimbangan rasional. Harga juga merupakan kategori yang termasuk dalam daya

tarik rasional dalam periklanan yang akan mempengaruhi pembelian konsumen.

Harga merupakan sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu

produk (Simamora,2001) dan harga adalah atribut produk atau jasa yang paling

sering digunakan oleh sebagian besar konsumen untuk mengevaluasi produk

(Suwarman,2004). Selain atribut dan harga, endorser yang merupakan bagian

dari populeritas menekankan ketenaran suatu barang atau jasa dengan

menampilkan sejumlah tokoh yang merekomendasikan produk bersangkutan

digunakan oleh konsumen.dan menjadi pemimpin pasar.

Endorser menjadi salah satu kunci utama dalam periklanan. Untuk

menyampaikan pesan dan mempengaruhi konsumen ketika menyaksikan iklan

sehingga konsumen akan tertarik untuk melakukan pembelian. Endorser yaitu

orang atau karakter yang muncul dalam iklan untuk mengkomunikasikan produk

perusahaan baik itu selebritis, tokoh masyarakat, publik figure atau bahkan orang

(43)

melakukan keputusan pembelian (Engel, Black Well & Miniard, 1990). Ketiga

sub variabel Daya Tarik Rasional Periklanan (Rational Advertising) tersebut dapat

mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dengan demikian pemasar

mampu mengefektifkan dan mengefisienkan promosi yang dilakukan.

Berdasarkan teori tersebut maka kerangka konseptual dapat dibuat secara

sistematis sebagai berikut:

Gambar 2.2

Kerangka Konseptual Penelitian

2.7 Hipotesis

Daya tarik rasional periklanan (Rational Advertising) yang terdiri dari:

Atribut (X1), Harga (X2), Populeritas (Endorser) (X3) Men’s Biore Cool

Berpengaruh terhadap keputusan Pembelian pada Mahasiswa S1 Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Atribut (X1)

KEPUTUSAN PEMBELIAN

(Y) Harga (X2)

(44)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk

menggambarkan kepada pembaca dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan,

peristiwa sebagaimana adanya atau mengungkapkan fakta secara lebih mendalam

mengenai pengaruh Rational AdvertisingMen,s Biore Cool terhadap keputusan

pembelian Pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera utara.

Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian Deskriptif yaitu suatu

metode status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem

pemikiran, dalam meneliti ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang. Tujuan

dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau

lukisansecara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifa-sifat serta

hubungan antar fenomena yang diselidiki (Nazir, 2009).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Sumatera Utara yang berada di Jl. Prof. Dr. T. Hanafiah, SH Padang Bulan,

Medan.

2. Waktu Penelitian

(45)

3.3 Batasan Operasional Variabel Penelitian

Batasan operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Dalam peneltian ini variabel bebasnya adalah Atribut (X1),Harga (X2) dan

Endorser (X3).

2. Variabel terikat penelitian ini adalah keputusan pembelian (Y).

3.4 Definisi Operasional Variabel Penelitian

Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu

variabel dengan cara memberikan arti, atau memberikan suatu operasional yang

diperlukan untuk mengukur konstrak atau variabel tersebut (Nazir, 2009). Definisi

operasional diperlukan untuk menjelaskan bagaimana cara mengukur suatu

variabel. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah Rational Advertising.

Definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah:

Rational Advertisingadalah pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap

aspek praktis, fungsional, dan kegunaan suatu produk dan juga menekankan

kepada atribut yang dimiliki suatu produk atau manfaat menggunakan merek

tersebut. Definisi operasional diperlukan untuk menjelaskan faktor-faktor yang

sudahdiidentifikasi sebagai upaya pemahaman dalam penelitian. Variabel yang

(46)

Tabel 3.1

Definisi Operasional Variabel Penelitian

Variabel Definisi Variabel Indikator Skala

Atribut(X

1)

Atributadalah faktor- faktoryang dipertimbangkanoleh pembeli padasaatmembeliproduk,sepertihar ga kualitas, kelengkapan fungsi (fitur), desain, layanan purnajual, dan lain-lain.

Harga adalah sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk

1. harga murah

2. harga sesuai dengan kualitas

Likert

Endorser (X3)

ketenaran suatu barang atau jasa dengan menampilkan sejumlah tokoh atau sejumlah ahli yang menggunakan atau

merekomendasikan produk bersangkutan sebagai pemimpin pasar

1.Kepopuleran

2. Mewakili image produk 3. Mempengaruhi konsumen

Likert

Keputusan

Pembelian

(Y)

Keputusan Pembelian adalah seleksi terhadap dua pilihan atau lebih. Dengan perkataan lain, pilihan alternatif harus tersedia bagi seorang ketika mengambil keputusan

1. Kesadaran akan kebutuhan. 2.Membeli karena keunggulannya 3.membeli setelah

membandingkan dengan merek lain

4. Melakukan pembelian ulang karena telah merasa puas.

Likert

Sumber: Simamora (2003), Stanton (2007), Ningsih (2014)

3.5 Populasi dan Sampel 3.5.1 Populasi

Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa

xorang, objek, transaksi, atau kejadian di mana kita tertarik untuk

mempelajarinya, atau menjadi objek penelitian (Kuncoro,2009). Populasi dalam

(47)

Universitas Sumatera Utara angkatan 2011-2014 dari 3 Program Studi yang

berjumlah 3011orang mahasiswa, yang dapat di lihat sebagai berikut:

Tabel 3.2

Jumlah Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014

S1 Reguler 2011 2012 2013 2014 Jumlah Ekonomi

Pembangunan 145 227 181 141 694

Akuntansi 336 375 238 203 1152

Manajemen 336 367 250 212 1165

Jumlah Keseluruhan 3011

Sumber: repositoryusu.ac.id

3.5.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti dan yang dianggap dapat

menggambarkan populasinya. Sampel ditentukan dengan menggunakan rumus

Slovin (Umar 2008), yaitu :

Dimana: n = Jumlah sampel

N = Jumlah Populasi

e = Taraf Kesalahan = 10%

Maka jumlah sampel yang diperoleh adalah:

(48)

Besar sampel tiap departemen adalah:

Ekonomi Pembangunan=�1.�= 694

3011× 96,7 = 22

Akuntansi

=�2.�=1152

3011× 96,7 = 37

Manajemen

=�3.�=1165

3011× 96,7 = 38

Melalui perhitungan rumus Slovin maka diperoleh jumlah sampel sebanyak

97 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan

menggunakan metode purposive sampling. Metode purposive sampling adalah

teknik penentuan sampel berdasarkan pada karakteristik tertentu. Kriteria

pemilihan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Mahasiswa S1

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara tahun 2011-2014 yang

menggunakan produk Men’s Biore Cool.

3.6 Metode Pengumpulan Data a.Wawancara (Interview)

Wawancara (Interview)dilakukan kepada pihak yang berwenang di PT.

KAO Indonesia.

b. Daftar Pertanyaan ( Questionaire)

Daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden yang diteliti.

c. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi didapat dengan memperoleh data-data melalui buku,

jurnal, dokumen yang diperoleh dari pihak organisasi, internet dan literatur

(49)

3.7 Jenis Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 jenis sumber data yaitu:

a. Data Primer

Data primer adalah data yang dihimpun secara langsung dari subjek

penelitian.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dan disatukan

oleh studi-studi sebelumnya untuk mendukung data primer.

3.8 Uji Validias dan Realiabilitas

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah

daftar pertanyaan ( Questionaire) layak digunakan sebagai instrument penelitian.

Instrumen penelitian adalah yang sesuai dengan sifat data yang dikumpulkan dan

dapat menjamin bahwa data yang di kumpulkan itu valid dan dapat dipercaya.

Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu dapat

mengukur daftar pertanyaan (Questionaire). Suatu skala pengukur dikatakan valid

apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (

Situmorang, dkk 2012). Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh

mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat

pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil

pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebutt reliabel

(50)

3.8.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengetahui seberapa tepat alat ukur mampu

melakukan fungsi. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan antara

nilai korelasi atau r hitung dari variabel penelitian dengan nilai r tabel. Pengujian

validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan software

SPSS (Statistic Package and Social Science) 17.0 for windows.

Kriteria dalam menentukan validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut:

Jika r hitung >r tabel maka pertanyaan dinyatakan valid.

Jika r hitung <r tabel maka pertanyaan dinyatakan tidak valid

Penyebaran kuesioner khusus dalam uji validitas dan reliabilitas diberikan

kepada 30 orang diluar responden penelitian. Nilai tabel r dengan ketentuan df =

jumlah kasus = 30 dan tingkat signifikansi sebesar 5%, angka yang diperoleh

(51)

Tabel 3.3

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer(Kuesioner, SPSS versi 17.00, 2015)

Pada tabel 3.3 terlihat bahwa selurih butir dinyatakan valid, dapat dilihat

dari rhitung pada corrected item-total correlation yang pada keseluruhan butir

lebih besar dari rtabel (0,361). Berdasarkaan tabel 3.1 dapat juga

disimpulkanbahwa variabel Atribut(X1)terdiri dari 6 buah

pertanyaan,Harga(X2)terdiri dari 3 pertanyaan, Endorsert(X3) terdiri dari 4 buah

(52)

3.8.2Uji Realibilitas

Realibilitas merupakan tingkat kehandalan suatu instrumen penelitian.

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan berulang

kaliuntuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama

(Sugiyono,2007). Uji reliabilitas akan menunjukkan konsistensi dari pertanyaan

jawabanresponden yang terdapat pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah

validitas yangdiuji merupakan pertanyaan yang sudah valid. Uji reabilitas ini

menggunakan ujiCronbach Alpha.

maka akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

Jika r alpha positif atau >dari r tabel maka pertanyaan reliabel.

Jika r alpha negatif atau <dari r tabel maka pertanyaan tidak reliabel.

Tabel 3.4

Uji normalitas melalui uji Reliabilitas

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.888 18

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer(Kuesioner, SPSS versi 17.00, 2015)

Berdasarkan Tabel 3.4 menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,888

Dapat disimpulkan bahwa 0,888 > 0,60 maka pertanyaan reliable.

3.9 Model Analisis Data

3.9.1 Metode Analisis Deskriptif

Metode analisis deskriptif merupakan metode analisis data dimana peneliti

mengumpulkan, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data

(53)

3.9.2 Metode Analisis Statistik (Analisis Regresi Berganda)

Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis statistik regresi linier

berganda.

Persamaan yang digunakan adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 +b3X3+e Keterangan:

Y = Keputusan Pembelian

a = Konstanta

b1, b2, b3 = Koefisien regresi

X1 = Atribut

X2 = Harga

X3 = Populeritas (Endorser)

e = Taraf Kesalahan

3.9.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan sebelum melakukan analisis regresi, agar

didapat perkiraan yang tidak bias dan efisiensi maka dilakukan pengujian asumsi

klasik yang harus dipenuhi, yaitu:

3.9.3.1 Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah

data mengikuti atau mendekati distribusi normal.Uji normalitas dilakukan dengan

menggunakan pendekatan Kolmogrov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat

signifikan 5% maka jika nilai Asymp.sig. (2-tailed) diatas nilai signifikan 5%

artinya variabel residual berdistribusi normal (Ginting dan Situmorang,

Gambar

Tabel 1.1 Jenis-jenis Men’s Biore
Tabel 1.2 Top Brand Award 2011-2013
Gambar 2.1 Skema Tahapan Pembelian
Tabel 2.1 Penalitian Terdahulu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,478 yang berarti 47,8% faktor-faktor keputusan pembelian Citra handbody lotion pada pengunjung Indomaret Jamin Ginting Padang Bulan

Nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,374 yang berarti 37,4% faktor-faktor keputusan pembelian Oli Pelumas Motor Pertamina Enduro 4T pada pelanggan Bengkel Ahass

1) Nilai R square pada penelitian ini, yaitu sebesar 0.453, artinya 45,3% variabel keputusan pembelian handphone Xiaomi dapat dijelaskan oleh variabel kesadaran

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh daya tarik, keahlian, dan kredibilitas celebrity endorser terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda

Dari hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pada tabel 4.13 menunjukkan nilai adjusted sebesar 0,445, hal ini berarti seluruh variabel bebas mempunyai

Nilai R Square sebesar 0,380 berarti 38,0% faktor-faktor keputusan pembelian tiket pada bioskop XXI Hermes Place Medan dapat dijelaskan oleh store environment dan harga,

Nilai adjusted R square = 0,416, berarti 41,6% faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas konsumen dapat dijelaskan oleh variabel bebas, sedangkan sisanya 58,4% dijelaskan

Angka Adjusted R Square adalah 0,526 artinya 52,6% variabel terikat keputusan pembelian konsumen pada Larissa Jember dijelaskan oleh variabel bebas yang