Tempat, tanggal lahir : Bandung, 15 Desember 1994
Jenis Kelamin : Perempuan
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Nama Ayah : Drs. Asep Ruhiyat
Nama Ibu : Dra. Ifa Farida
Alamat Rumah : JL. Oto Iskandardinata N0.580 Bandung
Riwayat Pendidikan
2000-2006 : SDN Lengkong Besar Bandung
2006-2009 : SMPN 21 Bandung
2009-2012 : SMKN 3 Bandung
Tahun 2012-sekarang : Universitas Komputer Indonesia di Bandung.
Demikian Daftar Riwayat Hidup ini penulis buat dengan sebenar-benarnya.
Yang Menyatakan,
Dhilla Aini Rufaidah .AF
DAN
REAL ESTATE
YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011
–
2014
Influence of Dividend Payout Ratio (DPR) and Book Value Per Share (BVS) of The Company’s Share Price on The Property and Real Estate Sector Listed
Indonesia Stock Exchange Period 2011-2014
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh Jenjang S1 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer
Indonesia
Disusun Oleh : Dhilla Aini Rufaidah .AF
21212230
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
vi
kemampuan, kesabaran, dan kesempatan untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengaruh Rasio Pembayaran Dividen (DPR) dan Nilai Buku per Lembar Saham
(BVS) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sektor Property dab Real Estate yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014”.
Penyusunan Skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh
jenjang S1 Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Komputer
Indonesia. Selama penyelesaian Skripsi ini tidak sedikit kendala yang dihadapi
penulis, syukur Alhamdulillah semua dapat diselesaikan dan terlewati sehingga
banyak masukan-masukan, pelajaran dan pengalaman berharga yang diperoleh
penulis selama penyusunan.
Semua ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, baik itu moril maupun
materil. Oleh karenanya, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima
kasih yang tulus dan tak terhingga, kepada :
1. Dr. Ir. H Eddy Soeryanto Soegoto, selaku Rektor di Universitas Komputer
Indonesia, Bandung.
2. Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini, SE., Spec., Lic. selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia, Bandung.
3. Dr. Raeni Dwi Santy, SE., M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen
Universitas Komputer Indonesia, Bandung.
vii
6. Lina Ismawati,SE.,M.Si selaku Dosen Penguji 1 Sidang Akhir.(Skripsi)
7. Lita Wulantika,SE.,M.Si selaku Dosen Penguji 2 Sidang Akhir (Skripsi)
8. Kepada keluarga besar yang saya sayangi terutama kedua orang tua (Mamah Ifa
Farida dan Bapak Asep Ruhiyat), uwa, tante dan om Kins’s Family A Fahmi, A
Fahrie, Ade Fadhly, Asrie Rachmanie, Noviyanti, Aginta, Siti Hardiyanti, Cyntia,
Wildan, Dini Shely, Dhea Amalia, Betri, Ira Siti Sarah, Tiara Rizky, rekan
BPOM, Endra, Nur Fitriyana, Sutresna, Widya, Firda, Novi, Ari, Santi, Rizqi
Sari, Elwa, Iman, Fitria serta kepada teman-teman seperjuangan Jurusan
Manajemen terutama Kelas MN-6 UNIKOM Bandung dan kaka tingkat bang
dance, kang arie firmansyah, kang astan dan semua pihak yang tidak bisa Penulis
sebutkan namanya satu persatu.
Penulis menyadari bahwa Skripsi ini jauh dari sempurna dan banyak
kelemahan yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan
kemampuan penulis.
Namun demikian, penulis telah berusaha agar penulisan Skripsi ini dapat
memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Akhirnya penulis
mengharapkan semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak untuk
kepentingan penelitian atau sebagai literature, terutama bagi penulis.
Bandung, Juli 2016
viii
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN………...………… .. ii
MOTTO ………...………… ... iii
ABSTRAK………...………… ... iv
ABSTRACT………...………… ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR. ... xiii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GRAFIK ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xviii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian. ... 1
1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah. ... 6
1.2.1 Identifikasi Masalah ... 6
1.2.2 Rumusan Masalah ... 6
ix
1.4. Kegunaan Penelitian... 8
1.4.1 Kegunaan Akademis ... 8
1.4.2 Kegunaan Praktis ... 9
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 9
1.5.1 Lokasi Penelitian ... 9
1.5.2 Waktu Penelitian ... 10
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka. ... 11
2.1.1 Rasio Pembayaran Dividen (DPR) ... 11
2.1.2 Nilai Buku per Lembar Saham (BVS) ... 15
2.1.3 Saham ... 16
2.1.3.1 Harga Saham ... 16
2.1.4 Peneliti Terdahulu . ... 22
2.2 Kerangka Pemikiran. ... 30
2.2.1 Teori Penghubung ... 32
x
Saham (BVS) terhadap Harga Saham ... 33
2.3 Hipotesis Penelitian. ... 34
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian. ... 36
3.2 Metode Penelitian... 36
3.2.1 Desain Penelitian. ... 38
3.2.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian. ... 42
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentua Data. ... 44
3.2.3.1 Sumber Data. ... 44
3.2.3.2 Teknik Penentuan Data. ... 44
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data. ... 46
3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis. ... 46
3.2.5.1 Rancangan Analisis. ... 46
3.2.5.2 Pengujian Hipotesis. ... 60
xi
4.2 Analisis Deskriptif. ... 95
4.2.1 Perkembangan Rasio Pembayaran Dividen (DPR). ... 95
4.2.2 Perkembangan Nilai Buku per Lembar Saham (BVS)... 105
4.2.3 Perkembangan Harga Saham. ... 112
4.3 Analisis Verifikatif. ... 121
4.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda ... 121
4.3.2 Uji Asumsi Klasik ... 142
4.3.3 Analisis Korelasi ... 147
4.3.4 Koefisien Determinasi ... 149
4.4 Uji Hipotesis... 152
4.4.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji-t) ... 152
4.4.1.1 Pengujian Hipotesis Rasio Pembayaran Dividen (DPR) Terhadap Harga Saham ... 152
xii BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan. ... 159
5.2 Saran. ... 161
DAFTAR PUSTAKA
Ratio (PER), Net Profit Margin (NPM) dan Book Value Per Share (BVPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2012.
Ang, Robert. 2007. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia (the Intelligent Guide To Indonesian Capital Market). Edisi Pertama. Jakarta: Mediasoft Indonesia.
Anoraga, Pandji dan Puji Pakarti. 2003. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia. Jakarta:Mediasoft Indonesia.
Atika, dkk. Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental dan Risiko Sistematik Terhadap Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efeke Indonesia Periode 2007 – 2009). Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Volume 2 No. 2, Mei 2013 ISSN 2302-0164 pp. 1-15.
Brigham Eugene F. & Joel F. Houston, 2006. Manajemen Keuangan. Jakarta: Erlangga.
Budi Rahardjo. 2007. Keuangan dan Akuntansi. Yogyakarta: Candi Ilmu.
Daniarto Rahardjo dan Dul muid. Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham. Diponegoro Journal of Accounting, Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, halaman 1-11, ISSN: 2337-3806.
Denies Priatinah dan Prabandaru Adhe Kusuma. Pengaruh Return On Investment (ROI), Earning Per Share, dan Dividend Per Share (DPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2010. Jurnal Nominal, Volume 1 Nomor 1 Tahun 2012.
Ellyn Octavianty. Pengaruh Earning Per Share (EPS), Book Value per Share (BVS), Return On Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham Perusahaan BUMN yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Volume Semester II 2014.
Hartono Jogiyanto. 2000. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE-UGM.
Hery. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Herry Sussanto dan Dika Nurliana. Analisis Pengaruh Faktor Fundamnetal dan Risiko Sistematik Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis, No.1, Vol. 14, April 2009.
Husein Umar. 2005. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Cetakan Kedua. Jakarta: Kencana.
Lukman Syamsudin. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan, Pengambilan Keputusan. Edisi Baru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Menike M. G. P. D. & U. S. Prabath. The Impact Of Accounting Variables On Stock Price: Evidence From The Colombo Stock Exchange, Sri Lanka. Internatinal Journal Of Business and Management, Vol. 9, No.5; 2014, ISSN 1833-3850 E-ISSN 1833-8119.
Recyana Putri Hutami. Pengaruh Dividen Per Sahre, Return On Equity dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham Perusahaan Industri Manufaktur yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2010. Jurnal Nominal, Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012.
Sri Zuliarni. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Mining and Mining Service di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Aplikasi Bisnis, Vol. 3 No. 1,oktober 2012.
Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABET.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Tita Deitiana. Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Dividen Terhadap harga Saham. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol.13, No. 1, April 2011, Hlm. 57-66.
Tryfino. 2009. Cara Cerdas Berinvestasi Saham. Jakarta: Transmedia Pustaka.
Umi Narimawati. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif : Teori dan Aplikasi. Bandung.
Umi Narimawati. 2010. Metodologi Penelitian: Dasar Penyusunan Penelitian Ekonomi. Jakarta: Genesis.
Weston, J. Fred & Copeland. 2001. Manajemen Keuangan. Jakarta: Erlangga.
Winarno, Wing Wahyu. 2015. Analisis Ekonometrika dan Statistik dengan Eviews. Edisi 4. Yogyakarta.
www.idx.co.iddiakses tanggal 4 – 12 - 2016 10:47 AM.
www.sahamok.comdiakses tanggal 4 – 12 - 2016 10:47 AM.
11 2.1.1 Rasio Pembayaran Dividen (DPR)
Menurut (Darmadji dan Fakhruddin 2006:178-181) Dividen
merupakan pembagian sisa laba bersih perusahaan yang didistribusikan
kepada pemegang saham atas persetujuan RUPS. Dividen dapat berbentuk
tunai (cash dividend) atau saham (stock dividend). Dividen tunai mengacu
pada dividen yang diberikan emiten kepada pemegang saham dalam bentuk
uang tunai. Misalnya, Emiten X mengumumkan untuk memberikan dividen
sebesar Rp 100 untuk setiap saham, maka pada tanggal yang telah ditentukan
setiap pemegang saham berhak mendapatkan Rp 100 dikalikan dengan jumlah
saham yang dimilikinya. Secara umum, pemegang saham lebih menyukai
dividen yang diberikan dalam bentuk tunai. Dilihat dari bentuk dividen yang
didistribusikan kepada pemegang saham, dividen dapat dibedakan menjadi
beberapa jenis:
a. Dividen tunai (cash dividend): dividen yang dibagikan kepada pemegang
saham dalam bentuk kas (tunai).
b. Dividen saham (stock dividend): dividen yang dibagikan bukan dalam
bentuk tunai melainkan dalam bentuk saham perusahaan tersebut.
c. Dividen property (property dividend): dividen yang dibagikan dalam
bentuk aktiva lain selain kas atau saham, misalnya aktiva tetap dan
d. Dividen likuidasi (liquidating dividend): dividen yang diberikan kepada
pemegang saham sebagai akibat dilikuidasinya perusahaan. Dividen yang
dibagikan adalah selisih nilai realisasi asset perusahaan dikurangi dengan
semua kewajibannya.
Dari beberapa jenis dividen tersebut, jenis dividen yang sering
dibagikan adalah dividen tunai dan dividen saham. Dari keduanya, dividen
tunai merupakan yang lebih sering dibagikan perusahaan dan merupakan
dividen yang lebih disukai oleh kebanyakan pemegang saham. Dividen
merupakan pendapatan investor yang dikenai pajak. Besarnya pajak untuk
investor local adalah 15%, sedangkan untuk investor asing adalah 20%
(sesuai Pasal 23 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak
penghasilan)
Setiap perusahaan selalu menginginkan adanya pertumbuhan bagi
perusahaan tersebut di satu pihak dan juga dapat membayarkan dividen
kepada para pemegang saham di lain pihak. Dividend payout ratio dapat
dijadikan sebagai pertumbahan dari pembayaran dividen. Kebijakan dividen
merupakan bagian integral dari keputusan pembelanjaan perusahaan karena
menyangkut likuiditas perusahaan .
Menurut Robert Ang (2007:623) “Dividend payout ratio merupakan
perbandingan antara dividend per share (DPS) dengan earning per share
(EPS)”.
Menurut Atika, dkk 2013 “Semakin tinggi rasio DPR, semakin tinggi
harga saham perusahaan tersebut, dan semakin banyak investor yang tertarik
DPR merupakan persentase tertentu dari laba perusahaan yang
dibayarkan sebagai deviden kas kepada pemegang saham. DPR merupakan
keputusan mengenai kebijakan deviden, apakah earning dibagi dalam bentuk
deviden atau sebagian diinvestasikan kembali. DPR menunjukkan besarnya
laba yang akan dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden.
Kebanyakan perusahaan enggan untuk menurunkan deviden. Jika
perusahaan memotong deviden, maka akan dianggap sebagai signal yang
buruk karena perusahaan dianggap membutuhkan dana. Oleh karena itu,
perusahaan yang mempunyai risiko tinggi cenderung untuk membayar DPR
lebih kecil supaya nanti tidak di potong deviden jika laba yang diperoleh
turun. Sebaliknya, jika perusahaan mempunyai risiko rendah cenderung untuk
membayar DPR lebih besar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
adanya hubungan negatif antara risiko dengan DPR yang berarti semakin
kecil risiko maka DPR akan semakin tinggi dan mengakibatkan harga saham
akan meningkat. Dan sebaliknya jika risiko tinggi maka DPR akan semakin
rendah dan mengakibatkan harga saham akan ikut menurun.
Kebijakan deviden juga bisa dikaitkan dengan nilai perusahaan.
Dengan DPR yang lebih rendah akan memaksimumkan nilai perusahaan.
Pembayaran deviden sering diikuti dengan harga saham. Deviden tunai dapat
meningkatkan nilai perusahaan karena melalui pengumuman deviden,
manajer dapat mengirim signal kepada publik bahwa perusahaan memiliki
ketersediaan dana untuk membiayai aktivitasnya. Signal ini diterima publik
sebagai kabar baik, sehingga reaksi yang terjadi adalah harga saham
Formula perhitungan Dividend Payout Ratio (Darmadji dan
Fakhruddin 2006:201):
DPR =
� � Saham� � ℎ
Keterangan :
- Dividend per Share : merupakan total semua dividen tunai yang dibagikan
kepada pemegang saham dibandingkan dengan jumlah saham yang
beredar (Weston dan Copeland 2001:325)
� = � � �
� ℎ ℎ �
- Earning per Share merupakan rasio yang menunjukan bagian laba untuk
setiap saham. EPS menggambarkan profitabilitas perusahaan yang
tergambar pada setiap lembar saham. Semakin tinggi nilai EPS tentu saja
menyebabkan semakin besar laba dan kemungkinan peningkatan jumlah
dividen yang diterima pemegang saham (Darmadji dan Fakhruddin
2006: 195). EPS dihitung dengan rumus berikut:
� = � � �ℎ
2.1.2 Nilai Buku per Lembar Saham (BVS)
Book Value (nilai/harga buku per lembar saham) pada dasarnya
mewakili jumlah aset/ekuitas yang dimiliki perusahaan tersebut. Secara
normal, book value suatu perusahaan akan terus naik seiring dengan naiknya
kinerja perusahaan demikian pula sebaliknya, sehingga book value ini penting
untuk mengetahui kapasitas dari harga per lembar suatu saham serta dalam
penentuan wajar atau tidaknya harga saham di pasar.
Secara teoritis, menurut Hartono (2008:120) Nilai Buku per Lembar
Saham (book value per share) menunjukkan aktiva bersih (net assets) yang
dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham. Karena
aktiva bersih adalah sama dengan total ekuitas pemegang saham, maka nilai
buku per lembar saham adalah total ekuitas dibagi dengan jumlah saham yang
beredar.
Menurut (Daniarto dan Dul Muid, 2013) bahwa semakin tinggi nilai
BVS akan semakin semakin besar jaminan pemegang saham yang tentunya
akan meraik minat investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.
Informasi peningkatan BVS akan diterima pasar sebagai sinyal baik yang
akan memberikan masukan positif bagi investor dalam pengambilan
keputusan membeli saham. Hal ini membuat permintaan akan saham
meningkat sehingga harganya pun naik.
Menurut Syamsudin (2009:67) para pemegang saham biasa akan
menerima uang sejumlah nilai buku dari setiap lembar saham. Apabila aktiva
perusahaan dijual setelah terlebih dahulu melunasi semua utang-utangnya.
jumlah lembar saham yang beredar. Semakin tinggi nilainya maka tuntutan
terhadap besarnya harga pasar saham tersebut juga semakin tinggi. Semakin
besar nilai rasio book value, maka saham tersebut akan semakin menarik bagi
investor sehingga harga saham akan semakin meningkat.
Formula perhitungan BVS (Hartono, 2008:120):
BVS =
�� ℎ ℎ �
2.1.3 Saham
Saham (stock atau share) dapat didefinisikan sebagai tanda
penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau
perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan
bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat
berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar
penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan
Fakhruddin 2006:6)
2.1.3.1 Harga Saham
Harga pasar saham adalah harga suatu saham pada pasar yang sedang
berlangsung, jika bursa sudah ditutup maka harga pasar saham tersebut adalah
harga penutupannya (Rusdin, 2006:68).
Harga pasar inilah yang menyatakan naik turunnya suatu saham,
harga pasar merupakan harga dari suatu saham pada pasar yang sedang
berlangsung atau jika pasar sudah ditutup, maka harga pasar adalah harga
Menurut Sunariyah (2004:128) dalam (Rescyana Putri, 2012) harga
saham adalah harga selembar saham yang berlaku dalam pasar saat ini di
bursa efek. Menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuti (2004: 151) dalam
(Rescyana Putri, 2012) harga saham merupakan nilai sekarang (Present
value) dari penghasilan-penghasilan yang akan diterima oleh pemodal dimasa
yang akan dating. Dapat disimpulkan harga saham adalah harga selembar
saham yang terjadi pada saat tertentu yang ditentukan oleh permintaan dan
penawaran di pasar modal (Rescyana Putri, 2012).
Macam-macam Harga Saham :
Menurut Sawidji Widoatmojo (2005: 91) dalam (Rescyana Putri,
2012) harga saham dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Harga Nominal
Harga nominal adalah harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang
ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang
dikeluarkan.
b. Harga Perdana
Harga perdana adalah harga yang didapatkan pada waktu harga saham
tersebut dicatat di bursa efek.
c. Harga Pasar
Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor
yang lain.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham :
Terdapat bebrapa faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga
oleh faktor eksternal dari perusahaan maupun faktor internal perusahaan
(Denies dan Prabandaru, 2012). Menurut Brigham dan Houston (2006:33)
dalam (Denies dan Prabandaru, 2012) harga saham dipengaruhi oleh
beberapa faktor utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.
Faktor-faktor internal perusahaan yang mempengaruhi harga saham yaitu:
1. Seluruh asset keuangan perusahaan, termasuk saham dalam menghasilkan
arus kas.
2. Kapan arus kas terjadi, yang berarti penerimaan uang atau laba untuk
diinvestasikan kembali untuk meningkatkan tambahan laba.
3. Tingkat risiko arus kas yang diterima.
Sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga saham
adalah batasan hokum, tingkat umum aktivitas ekonomi, undang-undang
pajak, tingkat suku vunga dan kondisi bursa saham. Sedangkan menurut
Marzuki Usman dan Robin Wiguna (2008: 133) berpendapat bahwa
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham dapat dibagi menjadi tiga
kategori, yaitu :
a) Faktor yang bersifat fundamental
Merupakan faktor yang memberikan informasi tentang kinerja perusahaan
dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhinya. Faktor-faktor ini
meliputi:
1. Kemampuan manajemen dalam mengelola kegiatan operasionalnya.
2. Prospek bisnis perusahaan di masa datang.
3. Prospek pemasaran dari bisnis yang dilakukan.
5. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
b) Faktor yang bersifat teknis
Faktor yang menyajikan informasi yang menggambarkan pasaran suatu
efek baik secara individu maupun secara kelompok. Dalam menilai harga
saham para analis banyak memperhatikan beberapa hal seperti berikut:
1. Keadaan pasar modal.
2. Perkembangan kurs
3. Volume dan frekuensi transaksi suku bunga.
4. Kekuatan pasar modal dalam mempengaruhi harga saham perusahaan.
c) Faktor politik
Faktor social politik suatu Negara juga turu mempengaruhi harga saham
di bursa sebagai akibat respon dari kondisi eksternal yang dapat
berpengaruh terhadap kondisi perusahaan. Hal-hal tersebut antaralain
sebagai berikut:
1. Tingkat inflasi.
2. Kebijaksanaan moneter yang dilakukan pemerintah.
3. Kondisi perekonomian.
4. Keadaan politik suatu Negara.
Faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham (Arifin : 20014) :
1. Kondisi fundamental emiten
Faktor fundamental adalah faktor yang berkaitan langsung dengan kinerja
emiten itu sendiri. Semakin baik kinerja emiten. Maka semakin besar
Untuk memastikan apakah kondisi emite dala posisi yang baik atau buruk
kita bisa melakukan pendekatan analisis rasio.
2. Hukum permintaan dan penawaran
Fakor hokum permintaan dan penawaran berada diurutan kedua setelah
faktor fundamental karena begitu investor tahu kondisi fundamental
perusahaan tentunya mereka akan melakukan transaksi baik jual maupun
beli. Transaksi-transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga
saham.
3. Tingkat suku bunga
Dengan adanya perubahan suku bunga, tingkat pengembalian hasil
berbagai sarana investasi akan mengalami perubahan. Bunga yang tinggi
akan berdampak pada alokasi dana investasi pada investor. Investor
produk bank seperti deposito atau tabungan jelas lebih kecil resikonya jika
dibandingkan dengan investasi dalam bentuk saham, karena investor akan
menjual saham dan dananya akan ditempatkan dibank. Penjualan saham
secara serentak akan berdampak pada penurunan haga saham secara
signifikan.
4. Valuta Asing
Mata uang Amerika (Dolar) merupakan mata uang terkuat diantara mata
uang yang lainnya. Apabila dolar naik maka investor asing akan menjual
sahamnya dan ditempatkan di bank dalam bentuk dolar, sehingga
5. Dana asing dibursa
Mengamati jumlah dana investasi asing mrupakan hal yang penting,
karena demikian besarnya dana yang ditanamkan, hal ini menandakan
bahwa kondisi investasi di Indonesia telah kondusif yang berarti
pertumbuhan ekonomi tidak lagi negaif, yang tentu saja akan merangsang
kemampuan emiten y=ntuk mencetak laba. Sebaliknya jika investasi asing
berkurang, ada pertimbangan bahwa mereka sedang ragu atas negeri ini,
baik atas keadaan social maupun keamanannya. Jadi besar kecilnya
investasi dana asing di bursa akan berpengaruh pada kenaikan atau
penurunan harga saham.
6. Indeks harga saham
Kenaikan indeks harga saham gabungan sepanjang waktu tertenu,
tentunya mendatangkan kondisi investasi dan perekonomian negara dalam
keadaan baik. Sebaliknya jika turun berarti iklim investasi sedang buruk.
Kondisi demikian akan mempengaruhi naik atau turunny harga saham di
pasar bursa.
7. News dan rumors
Yang dimaksud news dan rumors adalah semua berita yang beredar di
masyarakat yang menyangkut beberapa hal baik itu masalah ekonomi,
sosial, politik keamanan, hingga berita seputar reshuffle cabinet. Dengn
adanya berita tersebut, para investor bisa memprediksi seberapa kondusif
keamanan negeri ini sehingga kegiatan investasi dapat dilaksanakan. Ini
2.1.4 Peneliti Terdahulu
1. Herry dan Dika, 2009
Menurut Herry dan Dika dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis
Pengaruh Faktor Fundamental dan Risiko Sistematik terhadap Harga
Saham pada Perusahaan Perdagangan di BEI”. Hasil penelitiannya
menunjukan bahwa hanya faktor fundamental (nilai buku, laju
pengembalian yang diinginkan, dan risiko sistematik) yang
mempengaruhi harga saham secara parsial, sedangkan faktor fundamental
yang lainnya tidak berpengaruh. Sedangkan secara simultan, semua faktor
fundamental (pengembalian aset, pengembalian ekuitas, nilai buku, rasio
pembagian deviden, rasio hutang terhadap ekuitas, dan laju pengembalian
yang diinginkan) dan risiko sistematik (beta) berpengaruh terhadap harga
saham.
2. Tita Deitiana, 2011
Menurut Tita Deitiana dalam penelitiannya yang berjudul “Pengauh Rasio
Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Dividen terhadap Harga Saham”.
Hasil penelitiannya menunjukan bahwa profitabilitas mempunyai
pengrauh terhadap harga saham. Likuiditas, pertumbuhan dan dividen
tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham.
3. Fillya Arum Pandnsari, 2012
Menurut Fillya Arum Pandansari dalam penelitiannya yang berjudul
“Analisis Faktor Fundamental terhadap Harga Saham”. Hasil
penelitiannya menunjukan bahwa Pengujian hipotesis dilakukan dengan
melakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas data,
multikolonieritas, heteroskedastisitas, dan uji linearitas model. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa ROA, DER, BVS secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil analisis secara parsial
faktor fundamental Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER),
dan Book Value Per Share (BVS) memiliki pengaruh positif terhadap
harga saham perusahaan Manufaktur di BEI tahun 2008-2010.
4. Sri Zuliarni, 2012
Menurut Sri Zuliarni dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh
Kinerja Keuangan terhadap Harga saham pada Perusahaan Mining and
Mining Service di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitiannya
menunjukan bahwa dari model regresi berganda yang digunakan dalam
penelitian ini, hasil pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa
hanya dua variabel yaitu ROA dan PER yang berpengaruh signifikan
positif terhadap harga saham, sedangkan DPR tidak berpengaruh
signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara simultan (uji f)
menunjukkan bahwa ROA, PER dan DPR secara bersama-sama
berpengaruh terhadap harga saham.
5. Michalis Glezakos, 2012 (Asing)
Menurut Michalis Gletakos dalam penelitiannya yang berjudul “Dampak
informasi akuntansi terhadap harga saham, bukti dari bursa Athena
saham”. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa penjelas dari laba nilai
buku dalam perumusan harga meningkat dari waktu ke waktu. Itu juga
peran yang semakin berkurang dalam penafsiran harga saham,
dibandingkan dengan nilai buku dalam upaya untuk menafsirkan ini
temuan diasumsikan bahwa investor berusaha lebih ke arah parameter
fundamental bisnis, dari dara pasar saham.
6. Ana Achiriyantiningsih, 2013
Menurut Ana Achiriyantiningsih, 2013 dalam penelitiannya yang berjudul
““Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), Net
Profit Margin (NPM), dan Book Value Per Share (BVPS) Terhadap Harga
Saham Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Barang Konsumsi yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2012. Hasil
penelitiannya menunjukan bahwa Secara parsial variabel DER, PER,
NPM, dan BVPS berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Secara simultan (bersama-sama) variabel independen DER, PER, NPM,
dan BVPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan
Manufaktur Sub Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI periode
2008-2012.
7. Daniarto Raharjo dan Dul Muid 2013
Menurut Daniarto Raharjo dan Dul Muid dalam penelitiannya yang
berjudul “Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental Rasio Keuangan
Terhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan LQ 45 yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011”. Hasil penelitiannya
menunjukan bahwa pengujian data secara sinuktan dengan menggunakan
semua variabel independen yaitu ROE, ROA, CR, EPS dan BVS
saham. Hasil pengujian secara parsial dengan uji statistik t, menunjukan
bahwa variabel CR berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan
harga saham, sedangkan variabel ROE, DER, EPS dan BVS tidak
berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham
8. Atika, dkk 2013
Menurut Atika,dkk dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Faktor
-faktor fundamental dan Risiko Sistematik terhadap harga saham”. Hasil
penelitiannya menunjukan bahwa (1) Faktor-faktor fundamental (earning
per share, price earning ratio, book value per share, dividend payout
ratio, debt to equity ratio, return on asset, return on equity, net profit
margin), dan risiko sistematik secara bersama-sama berpengaruh terhadap
harga saham. (2) Secara parsial, Faktor-faktor fundamental (earning per
share, price earning ratio, book value per share, dividend payout ratio,
debt to equity ratio, return on asset, return on equity, net profit margin),
dan risiko sistematik berpengaruh positif terhadap harga saham.
9. Ellyn Octavianty, 2014
Menurut Ellyn Octavianty dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh
Earning Per Share (EPS), Book Value Per Share (BVS), Return On Equity
(ROE), dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham
Perusahaan BUMN yang terdaftar Di BEI. Hasil penelitiannya
menunjukan bahwa secara parsial hanya variabel EPS, BVS, dan ROE
yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan
Secara simultan, semua variable independen (EPS, BVS, ROE, dan DER)
memliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
10.Menike, 2014 (Asing)
Menurut Menike dalam penelitiannya yang berjudul “Dampak variabel
akuntansi pada bukti harga saham dari bursa saham colombo”. Hasil
penelitiannya menunjukan bahwa penelitian meneliti hubungan anatara
variabel akuntansi dan harga saham dengan menggunakan analisis regresi
tunggal dan ganda. Penelitian ini dipilih 100 perusahaan untuk periode
tahun 2008-2012. Analisis dilakukan tahun bijaksana. Analisis regresi
berganda menunjukan bahwa dampak yang signifikan dan positif dari
variabel akuntansi pada harga saham dibandingkan dengan hasil ke pasar
maju dan berkembang eps pasar menunjukan dampak kurang untuk harga
di bursa Colombo, dps dan bvps menunjukan dampak yang signifikan
terhadap harga saham. Namun dps menunjukan variabek paling sensitive
dengan harga saham di bursa Colombo.
Tabel 2.1
Matrik Peneliti Terdahulu
No Nama
Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan 1. Herry dan
Faktor fundamental (nilai buku, laju pengembalian yang diinginkan, dan risiko sistematik) yang mempengaruhi harga saham secara parsial,
sedangkan faktor
fundamental yang lainnya tidak berpengaruh.
Sedangkan secara
simultan, semua faktor
fundamental
(pengembalian aset, pengembalian ekuitas, nilai buku, rasio pembagian deviden, rasio hutang terhadap
ekuitas, dan laju pengembalian yang diinginkan) dan risiko sistematik (beta) pengrauh terhadap harga saham. Likuiditas, pertumbuhan dan dividen
tidak mempunyai
pengaruh terhadap harga saham. signifikan terhadap harga saham. Hasil analisis secara parsial faktor fundamental Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan
Book Value Per Share
(BVS) memiliki pengaruh positif terhadap harga
harga saham. waktu. Itu juga menunjuka bahwa pada tahun lalu, laba yang tampaknya memainkan pran yang semakin berkurang dalam penafsiran harga saham, dibandingkan dengan nilai buku dalam upaya untuk menafsirkan ini temuan diasumsikan bahwa investor berusaha lebih k
arah parameter
fundamental bisnis, dari dara pasar saham.
Secara parsial variabel DER, PER, NPM, dan BVPS berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Secara simultan (bersama-sama) variabel independen DER, PER,
NPM, dan BVPS
berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan Manufaktur Sub Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2008-2012.
Sama-sama 45 yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2007-2011”.
perubahan harga saham, sedangkan variabel ROE, DER, EPS dan BVS tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham. per share, dividend payout ratio, debt to equity ratio, return on asset, return on equity, net profit margin),
dan risiko sistematik secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham. (2) Secara parsial, Faktor-faktor fundamental (earning per share, price earning ratio, book value per share, dividend payout ratio, debt to equity ratio, return on asset, return on equity, net profit margin), dan risiko sistematik berpengaruh positif terhadap harga saham.
Secara parsial hanya variabel EPS, BVS, dan
ROE yang memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan untuk variable
DER tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. Secara simultan,
semua variable
independen (EPS, BVS, ROE, dan DER) memliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
Hubungan antara variabel akuntansi dan harga saham dengan menggunakan analisis regresi tunggal dan ganda. Penelitian ini dipilih 100 perusahaan
untuk periode tahun 2008-2012. Analisis dilakukan tahun bijaksana. Analisis
regresi berganda
menunjukan bahwa
dampak yang signifikan dan positif dari variabel akuntansi pada harga saham dibandingkan dengan hasil ke pasar maju dan berkembang eps pasar menunjukan dampak kurang untuk harga di bursa Colombo, dps dan bvps menunjukan dampak yang signifikan terhadap harga saham. Namun dps menunjukan variabek paling sensitive dengan harga saham di bursa Colombo.
2.2 Kerangka Pemikiran
Investasi pada pasar modal merupakan hal yang paling tepat,
akhir-akhir tahun ini perusahaan-perusahaan di Indonesia terutama sektor property
dan real estate banyak dilirik oleh para investor asing maupun lokal.
Perkembangan perusahaan sektor property dan real estae saat ini
memberikan peluang yang sangat besar untuk meraup keuntungan dari bisnis
tersebut. Harga saham pada bursa yang berfluktuasi. Harga saham di Bursa
Efek senantiasa berubah. Kadang naik dan tidak jarang turun. Pergerakannya
kadang ekstrem, mula mula harga saham naik kemudian berapa lama turun,
bahkan pada titik yang sangat rendah. Harga saham yang baik mampu
dijadikan sebagai senjata perusahaan untuk menarik para investor agar
Investor akan melakukan analisis laporan terlebih dahulu sebelum
melakukan investasi salah satu cara yang dapat dilakukan investor dalam
melaukan investasi yaitu dengan cara menganalisa laporan keuangan yaaitu:
neraca, laporan perubahan modal, dan laporan laba rugi yang disajikan oleh
perusahaan yang bersangkutan guna mengetahui kondisi dan perkembangan
suatu perusahaan. Untuk mengukur posisi keuangan suatu perusahaan dapat
dilakukan dengan cara menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio-rasio
keuangan yang ada dalam laporan keuangan mencerminkan kinerja
perusahaan. Kinerja perusahaan mempengaruhi harga saham perusahaan.
Rasio keuangan yang mempengaruhi harga saham antara lain : Return On
Assets, Return On Equity, Net Profit Margin, Cash Ratio, Quick ratio,
Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Debt to Total Assets Ratio, Price
Earning Rati, Dividend Yield, Price to Bokk Value, Dividen Payout Ratio,
Book Value per Share.
Investor akan menanamkan saham dengan harapan akan mendapatkan
earning (pendapatan) berupa dividen. Dividen Payout Ratio menunjukan
besarnya laba yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham. Dengan
adanya pengumuman dividen manajer dapar mengirim signal kepada publik
bahwa perusahaan memiliki ketersediaan dana untuk membiayai aktivitasnya.
Signal ini diterima oleh publik sebagai kabar baik, sehingga reaksi yang
terjadi adalah harga saham meningkat
Selain itu, Book Value per Share mencerminkan besar jaminan yang
akan diperoleh oleh pemegang saham apabila perusahaan dilikuidasi.
tentunya akan menarik minat investor untuk berinvestasi di perusahaan
tersebut. Informasi peningkatan BVS akan diterima pasar sebagai sinyal baik
yang akan memberikan masukan positif bagi investor dalam pengambilan
keputusan membeli saham. Hal ini membuat permintaan akan saham
meningkat sehingga harganya pun akan naik.
2.2.1 Teori Penghubung
2.2.1.1 Hubungan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) dengan Harga Saham
Menurut Atika, dkk 2013: Dividen merupakan aliran kas yang dibayarkan
kepada para pemegang saham “equity investors”. Semakin tinggi rasio DPR,
semakin tinggi harga saham perusahaan tersebut, dan semakin banyak
investor yang tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut.
2.2.1.2 Hubungan Nilai Buku per Lembar Saham (BVS) dengan Harga Saham
Setiap investor tentunya mengharapkan keuntungan dari investasi yang
dilakukannya. Menurut (Syamsudin, 2009:67) para pemegang saham biasa
akan menerima uang sejumlah nilai buku dari setiap lembar saham, apabila
aktiva perusahaan dijual dan setelah terlebih dahulu melunasi semua
utang-utangnya. BV merupakan perbandingan antara nilai buku modal sendiri
dengan jumlah lembar saham yang beredar. Semakin tinggi nilainya maka
tuntutan terhadap besarnya harga pasar saham tersebut juga semakin tinggi.
Nilai BV yang tinggi akan menjamin keamanan investasi pada perusahaan,
jika harga pasar saham lebih tinggi daripada nilai BV, maka hal ini
menunjukkan bahwa pasar percaya bila perusahaan tersebut akan
besar nilai rasio BV, maka saham tersebut akan semakin menarik bagi
investor sehingga harga saham akan semakin meningkat.
Menurut Ana Achiriyantiningsih, 2013 : Book Value Per Share merupakan
perbandingan antara Total Ekuitas dengan Total Jumlah Saham yang beredar
yang digunakan untuk menyatakan besarnya nilai riil suatu saham. Jika Book
Value naik maka kinerja perusahaan juga akan naik sehingga meningkatkan
harga saham karena banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya ke
perusahaan tersebut. Menurut (Daniarto dan Dul Muid, 2013) bahwa
semakin tinggi nilai BVS akan semakin semakin besar jaminan pemegang
saham yang tentunya akan meraik minat investor untuk berinvestasi di
perusahaan tersebut. Informasi peningkatan BVS akan diterima pasar sebagai
sinyal baik yang akan memberikan masukan positif bagi investor dalam
pengambilan keputusan membeli saham. Hal ini membuat membuat
permintaan akan saham meningkat sehingga harganya pun naik.
2.2.1.3 Hubungan Rasio Pembayaran Dividend (DPR) dan Nilai Buku per
Lembar Saham (BVS) dengan Harga Saham
Menurut Atika, dkk 2013 : Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa EPS, PER, BVS, DPR, DER, ROE, ROA,
Atiks, dkk 2013
Atika, dkk 2013
Ana Achiriyantiningsih, 2013 Atika, dkk 2013
Lukman Syamsudin 2009:67
Gambar 2.1
Paradigma Pemikiran
2.3 Hipotesis Penelitian
Hipotesis1 :Rasio Pembayaran Dividen (DPR) secara parsial berpengaruh
terhadap Harga Saham pada Perusahaan Property dan Real
Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indoensia periode
2011-2014.
Hipotesis2 :Nilai Buku per Lembar Saham (BVS) secara parsial
berpengaruh terhadap Harga Saham pada Perusahaan Harga Saham - Closing Price
(Anoraga dan Pakarti, 2003:58)
Nilai Buku per Lembar Saham (BVS)
-Total Ekuitas
-Jumlah Saham beredar
(Hartono, 2008:120 Rasio Pembayaran Dividen
(DPR)
-Dividen per Saham
-Earning per Share
Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek
Indoensia periode 2011-2014.
Hipotesis3 :Rasio Pembayaran Dividen (DPR) dan Nilai Buku per
Lembar Saham (BVS) secara simultan berpengaruh terhadap
Harga Saham pada Perusahaan Property dan Real Estate
36
Menurut Sugiyono (2005:32) Objek Penelitian yaitu :
“ Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan
yang mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan
ditarik kesimpulan.”
Sesuai dengan judul penelitian yang dipilih maka objek yang akan
diteliti oleh penulis adalah :
1. Rasio Pembayaran Dividen (DPR) (X1) sebagai variabel bebas (in
dependent variable)
2. Nilai Buku per Lembar Saham (BV) (X2) sebagai variabel bebas bebas
(in dependent variable)
3. Harga saham (Y) sebagai variabel terikat (dependent variable)
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitan menurut Sugiyono (2008:2), adalah Metode
Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data
yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan
suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk
memahami, memcahkan dan mengantisipasi masalah.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif.
Menurut Sugiyono (2010:14) metode deskriptif yaitu “Metode
cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya.”
Maka tujuan metode deskriptif yang menjadi fokus dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui perkembangan Rasio Pembayaran Dividen (DPR) pada
Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesian periode 2011-2014.
2. Untuk mengetahui perkembangan Nilai Buku per Lembar Saham (BVS)
pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesian periode 2011-2014.
3. Untuk mengetahui perkembangan Harga Saham pada Perusahaan Sektor
Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesian periode
2011-2014.
Sedangkan metode verifikatif menurut Umi Narimawati (2008:21)
”Metode verifikatif yaitu pengujian hipotesis penelitian melalui alat analisis
statistik”.
Adapun tujuan metode verifikatif yang menjadi fokus penelitian ini
adalah untuk mengetahui besarnya Pengaruh Rasio Pembayaran Dividen
(DPR) dan N \ilai Buku per Lembar Saham (BVS) terhadap Harga Saham
pada Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek
3.2.1 Desain Penelitian
Dalam melakukan penelitian, perlu dibuat desain penelitian yang
bertujuan agar data dan informasi yang diperoleh lengkap dan akurat. Selain
itu dalam melakukan suatu penelitian sangat diperlukan perencanaan dan
perancangan penelitian, sehingga penelitian yang dilakukan dapat berjalan
dengan baik dan sistematis sesuai yang diharapkan penulis.
Menurut Husein Umar (2005:30) adalah sebagai berikut :
“Desain penelitian adalah semua proses yang dilakukan dalam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian.”
Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan desain penelitian mencakup
proses-proses berikut ini:
1. Menetapkan Permasalahan dan Judul Penelitian
Permasalahan yang dicari berdasarkan fenomena yang ditemukan, baik itu
berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Setelah itu menetapkan
judul penelitian. Adapun judul dalam penelitian ini adalah “Pengaruh
Rasio Pembayaran Dividen (DPR) dan Nilai Buku per Lembar Saham
(BVS) terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sektor Property dan Real
Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014”.
2. Mengidentifikasi masalah
Dalam penelitian ini permasalahan yang berhasil di idenentifikasi adalah
menurunnya rasio pembayaran dividen perusahaan ketika harga saham
3. Menetapkan Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicari
jawabannya melalui pengumpulan data. Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana perkembangan rasio pembayaran dividen,
nilai buku per lembar saham, dan harga saham serta seberapa besar
pengaruh rasio pembayaran dividen, nilai buku per lembar saham terhadap
harga saham pada perusahaan sektor property dan real estate yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014.
4. Menetapkan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan rasio pembayaran
dividen, nilai buku per lembar saham, dan harga saham serta besarnya
pengaruh rasio pembayaran dividend dan nilai buku per lembar saham
terhadap harga saham baik secara parsial dan simultan pada perusahaan
sktor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2011-2014.
5. Menetapkan Hipotesis Penelitian
Peneliti menetapkan hipotesis dalam penelitian ini adalah rasio
pembayaran dividen (DPR), nilai buku per lembar saham (BVS), dan harga
saham pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014.
6. Menetapkan Konsep dan Pengukuran Variabel Penelitian Yang digunakan
Konsep variable diperoleh dengan cara referensi teoritis yang relevan
dengan setiap variable yang diteliti. Dalam penelitian ini konsep rasio
2006:201), nilai buku per lembar saham (BVS) menurut (Hartono,
2008:120) dan harga saham adalah harga penutupannya/closing price
menurut (Rusdin, 2006:68). Pengukuran variable yang digunakan dalam
penelitian ini adalah skala rasio.
7. Menetapkan Sumber Data, Teknik Penentuan Sampel, dan Teknik
Pengumpulan Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder berupa
laporan keuangan perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Teknik penentuan sampel
yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan menggunakan
sampling purposive.teknik pengumpulan data yaitu melalui dokumentasi.
8. Melakukan Analisis Data
Setelah data terkumpul maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab
rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik
statistic tertentu. Pengujian statiistik yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis regresi berganda dengan data panel, uji asumsi klasik yang
diantaranya yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji
multikolinieritas, koefesien determinasi, uji hipotesis dan juga
menggunakan bantuan program aplikasi Eviews 5.1 for works.
9. Melakukan Pelaporan hasil penelitian
Pelaporan hasil penelitian dilakukan ssecara tertulis yang digunakan untuk
mengkomunikasikan temuan-temuan riset yang sudah dilakukan.
Didalamnya terdapat kesimpulan yang berupa jawaban terhadap rumusan
Gambar 3.1
Tujuan Penelitian Metode yang digunakan
Pembayaran Dividen (DPR)
pada Perusahaan Property dan
Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014
Deskriprtif Data Pool
S
perkembangan Nilai Buku per Lembar Saham (BVS) pada Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
2011-Deskriptif Data Pool X
X
2014
3. Untuk mengetahui
perkembangan Harga Saham pada Perusahaan Property dan
Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014
Deskriptif Data Pool
4. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Rasio Pembayaran Dividend (DPR) dan Nilai Buku per Lembar Saham (BVS)
terhadap Harga Saham pada Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014
Verifikatif Data Pool
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel
Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Sumber
Data Skala
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data
3.2.3.1 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sumber Data
Sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada
pengumpul data.
3.2.3.2 Teknik Penentuan Data
1. Populasi
Adapun Pengertian populasi menurut Umi Narimawati (2010:37),
adalah:
“Objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai
informasiyang ditetapkan oleh peneliti, sebagai unit analisis penelitian.”
Sedangkan Sugiyono (2010:80) mengemukakan bahwa:
“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terjadi atas objek atau
subjek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu yang ditetapkan
oleh penelitiuntuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.”
Berdasarkan penjelasan di atas, populasi merupakan obyek atau
subyekyang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat tertentu yang
berkaitan dengan masalah dalam penelitian maka yang menjadi populasi
sasaran dalam penelitian ini adalah laporan keuangan seluruh Perusahaan
Sektor Property dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia yang
2. Sample
Bila jumlah populasi besar dan tidak mungkin dilakukan penelitian
terhadap seluruh anggota populasi maka dapat menggunakan sampel yang
diambil dari populasi tersebut. Menurut Sugiyono (2013:118) pengeretian
sample sebagai berikut:” Sample adalah sebagian dari jumlah
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.”
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sampel
adalah sebagian atau wakil dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi yang diteliti. Salah satu metode yang dapat dipakai untuk
menentukan jumlah sampel ini adalah metode purposive sampling.
Menurut Sugiyono (2010:85) menjelaskan bahwa:
“Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu”.
Dalam metode ini besarnya sampel ditentukan dengan
mempertimbangkan tujuan penelitian berdasarkan kriteria-kriteria yang
ditentukan terlebih dahulu. Dimana besarnya sampel yang akan digunakan
dihitung dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut :
�
=
�
+
�
(
�
)
Dimana :
- n adalah jumlah sampel
- N adalah jumlah populasi
- e adalah presentase toleransi ketidaktelitian (presesi) karena
Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :
1. Data yang diambil merupakan laporan keuangan keuangan
tahunan 9 perusahaan (cross section) sektor property dan real
estate dan komponen yang telah di audit oleh akuntan publik.
2. Data yang diambil sebanyak 4 tahun yaitu dari tahun 2011-2014
(time series).
3. Jumlah sampel yang diambil 36 data (pool data) sudah dianggap
mewakili untuk dilakukan penelitian
3.2.4 Teknik Pengumpulan Data
1. Dokumentasi
Pengumpulan data dengan cara mencatat data yang berhubungan
dengan masalah yang akan diteliti dari dokumen-dokumen yang
berhubungan dengan perusahaan. Berdasarkan penelitian ini diharapkan
akan memperoleh data mengenai besarnya rasio pembayaran dividen
(DPR), nilai buku per lembar saham (BVS) dan harga saham yang dimiliki
perusahaan, serta informasi-informasi lain yang diperlukan.
2. Penelitian Kepustakaan (library Research)
Penelitian yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku di
perpustakaan, mengkaji teori dari jurnal-jurnal sehingga peneliti dapat
memahami literature yang berkaitan dengan penelitian yang bersangkutan.
3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis
3.2.5.1 Rancangan Analisis
Rancangan analisis adalah proses mencari dan menyusun secara
dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori,
menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola,
memilih mana yang lebih penting dan yang akan dipelajari, dan membuat
kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Peneliti melakukan analisa terhadap data yang telah diuraikan dengan
menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.
a. Analisis Deskriptif (kualitatif)
Sugiyono (2012:35) menyebutkan bahwa penelitian deskriptif adalah
“penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik
satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau
menghubungkan dengan variabel lain.” Analisis deskriptif ini akan
memberikan gambaran tentang suatu data yang akan diteliti sehingga
dapat membantu dalam mengetahui karakterisitik data sampel.
1. Rasio Pembayaran Dividen (DPR) :
DPR =
� � Saham� � ℎ
2. Nilai Buku per Lembar Saham (BVS) :
BVS =
�ℎ ℎ �
3. Harga Saham : Harga Penutupan (closing price) diakhir periode tahun
tersebut yaitu tanggal 31 desember diakhir tahun.
Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan perkembangan
Rasio Pembayaran Dividen (DPR) dan Nilai Buku per Lembar Saham
(BVS) dan Harga Saham perusahaan sektor property dan real estate yang
perkembangan variabel-variabel tersebut dari periode ke periode dapat
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
�
�
=
� −� −1� −1
�
100%
Keterangan :
Pn : Perkembangan tahun yang dianalisa
Pn-1 : Perkembangan sebelumnya
b. Analisis Verifikatif (kuantitatif)
Dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjawab rumusan
masalah nomer 4 yaitu untuk mengetahui besarnya pengaruh Rasio
Pembagian Dividen (DPR) dan Nilai Buku per Lembar Saham (BVS)
terhadap Harga Saham pada perusahaan sektor property dan real estate
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014.
I. Analisis Regresi Linier Berganda (Multiple Regression)
Menurut Umi Narimawati (2008:5) analisis regresi linier
berganda adalah: “Suatu analisis asosiasi yang digunakan secara
bersamaan untuk meneliti pengaruh dua atau lebih variable bebas
terhadap satu variable tergantung dengan skala interval”.
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk meramalkan
bagaimana keadaan (naik turun) variable dependen, bila dua atau
lebih variable independen sebagai indikator. Dalam E-Views juga
dapat digunakan untuk menganalisis dengan satu variable dependen
(Y) dan beberapa variable independen (X1 dan X2). Bentuk umum
persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
= +
�
+
b
�
+
�
Dimana :
= Harga Saham
= Konstanta
b = Koefisien arah garis
� = Rasio Pembayaran Dividen (DPR) � = Nilai Buku per Lembar Saham (BVS)
� = Variabel Pengganggu (faktor-faktor yang tidak diteliti)
Untuk memperoleh hasil lebih akurat pada regresi berganda,
maka perlu dilakukan pengujian asumsi klasik.
II.Uji Asumsi Klasik
Terdapat bebrapa asumsi yang harus dipenuhi dahulu sebelum
menggunakan Multiple Linier Regression sebagai alat untuk
menganalisis pengaruh variabel-variabel yang diteliti, agar terhindar
dari karakteristik-karakteristik BLUE (Best Linier Unbiased Estimate)
Beberapa asumsi ini diantaranya :.
1) Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi
mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Asumsi normalitas
merupakan persyaratan yang sangat penting pada pengujian
kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi. Model regresi yang
baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau
mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara
keputusan bisa dilakukan berdasarkan profitabilitas (Asymtotic
Significance), yaitu :
- Jika profitabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah
normal
- Jika profitabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi
secara normal
Menurut Wing Wahyu Winarno (2011:5.37), untuk
pengujian lebih akurat diperlukan alat analisis dan Eviews
menggunakan dua cara, yaitu dengan histogram dan uji
Jarque-bera.
Jarque-bera adalah uji statistic untuk mengetahui apakah data
berdistribusi normal. Uji ini mengukur perbedaan skewness dan
kurtosis data dan dibandingkan dengan apabila datanya bersifat
normal. Rumus yang digunakan adalah :
− � =� −
6 ²+
( −32)
4
S adalah skewness, K adalah kurtosis, dan k menggambarkan
banyaknya koefisien yang digunakan di dalam persamaan. Dengan
Ho pada data berdistribusi normal, uji Jarque-Bera distribusi
dengan X² dengan derajat bebas (degree of freedom) sebesar 2.
Probability menunjukan kemungkinan nilai Jarque-bera melebihi
(dalam nilai absolut) nilai terobservasi dibawah hipotesis nol. Nilai
Profitabilitas yang kecil cenderung mengarahkan pada penolakan
sebesar 0,8637 (lebih besar daripada 5%), Ho tidak dapat ditolak
bahwa data berdistribusi normal.
Sealin itu uji normalitas digunakan untuk mengetahui bahwa
data yang diambil berasal dari populasi berdistribusi normal. Uji
yang digunakan untuk menguji kenormalan adalah uji
Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan sampel ini akan diuji hipotesis
nol bahwa sampel tersebut berasal dari populasi berdistribusi
normal melawan hipotesis tandingan bahwa populasi berdistribusi
tidak normal. Jika residual tidak normal tetapi dekat dengan nilai
kritis maka dapat dicoba dengan metode lain yang mungkin
memberikan justifikasi normal. Tetapi jika jauh dari nilai normal.
Maka dapat dilakukan trimming data outliers atau menambah data
observasi. Tranformasi dapat dilakukan ke dalam bentuk logaritma
natural, akar kuadrat, inverse atau bentuk yang lain tergantung dari
bentuk kurva normalnya, apakah cendrung ke kiri, ke kana,
mengumpul ditengah atau menyebar kesamping kanan dan kiri.
2) Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinieritas adalah kondisi adanya hubungan linier
antar variable independen. Karena melibatkan bebrapa variable
independen, maka multikolinieritas tidak akan terjadi pada
persamaan regresi sederhana (yang terdiri atas satu variable
dependen dan satu variable independen). Kondisi terjadinya
1. Nilai R² tinggi, tetapi variabel independen banyak yang tidak
signifikan
2. Dengan menghitung koefisien korelasi antar variabel
independen. Apabila koefisiennya rendah, maka tidak terdapat
multikolinieritas. Contoh menghitung koefisien korelasi dapat
dilihat pada contoh dibawah, sebagai berikut ini.
3. Dengan melakukan regresi auxiliary. Regresi jenis ini dapat
digunakan unutk mengetahui hubungan antara dua (atau lebih)
variabel independen yang secara bersama-sama (misalnya X1
dan X2 ) mempengaruhi satu variabel yang lain (misalnya X1)
sebagai varibel dependen dan variabel independen lainnya
tetap diperlukan sebagai varibel independen. Masing-masing
persamaan akan dihitung nilai F-nya dengan rumus sebagai
berikut :
F =
²
( −2) (1− 2)
( − −1)
Dimana n adalah banyaknya observasi, k adalah banyaknya
variebel independen (termasuk konstanta), dan R adalah koefisien
determinasi masing-masing model. Nilai kritis F dhitung dengan
derajat kebebasan k-2 dan n-k-1. Jika nilai F hitung > F kritis pada
α dan derajat kebebasan tertentu, maka model kita mengandung
mulikolinieritas.
Apabila model prediksi kita multikolinieritas, maka akan
a. Estimator masih bias bersifat BLUE, tetapi memiliki varian
dank ovarian yang besar, sehingga sulit dipakai sebagai alat
estimasi.
b. Interval estimasi cenderung lebar dan nilai statistikn uji t akan
kecil, sehingga menyebabkan variabel independen tidak
signifikan secara statistik dalam mempengaruhi variabel
independen.
Ada beberapa alternatrif dalam menghadapi masalah
multikolinieritas. Alternative tersebut sebagai berikut :
a. Biarkan saja model yang mengandung multikolinieritas, karena
estimatornya masih bersifat BLUE. Sifat BLUE tidak
terpengaruh oleh ada tidaknya otokolerasi antarvariabel
independen. Namun harus diketahui bahwa multikolinieritas
akan menyebabkan standard error yang besar.
b. Mengganti atau mengeluarkan variabel yang mempunyai
korelasi tinggi.
c. Menambah jumlah observasi. Apabila datanya tidak dapat
ditambah, teruskan dengan model yang digunakan.
d. Mentranformasikan data ke dalam bentuk lain, misalnya
logaritma natural, akar kuadrat atau bentuk first difference