Makna Kata عذاب/‘Ażāb /Dalamalquran Ditinjau Dari Segi Makna Gramatikal

Teks penuh

(1)

MAKNA KATA ﺏﺍﺬﻋ/‘a

ż

ā

b / DALAMALQURAN DITINJAU

DARI SEGI MAKNA GRAMATIKAL

SKRIPSI SARJANA

O

L

E

H

ANNUR RAJA NAPATOR SIREGAR

090704001

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

PROGRAM STUDI SASTRA ARAB

MEDAN

(2)

MAKNA KATA ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /DALAMALQURAN DITINJAU DARI SEGI

MAKNA GRAMATIKAL

SKRIPSI SARJANA

DISUSUN

O

L

E

H

ANNUR RAJA NAPATOR SIREGAR

NIM. 090704001

Pembimbing I

U

Dra. Pujiati, M.Soc.Sc,Ph.D.

NIP.19621204 198703 2 001

Pembimbing II

U

Drs.Bahrum Saleh,M.Ag.

NIP.196209191990031003

Skripsi ini diajukan kepada panitia ujian

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan

Untuk melengkapi salah satu syarat ujian SARJANA SASTRA

(3)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

PROGRAM STUDI SASTRA ARAB

MEDAN

2015

Disetujui oleh:

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

PROGRAM STUDI SASTRA ARAB

Ketua,

NIP.19621204 198703 2 001 Dra. Pujiati, M.Soc.Sc,Ph.D.

Sekretaris,

(4)

PENGESAHAN:

Diterima oleh:

Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara

Untuk melengkapi salah satu syarat ujian SARJANA SASTRA

dalam Ilmu Bahasa pada Fakultas Ilmu Budaya USU Medan, pada:

Tanggal :

Hari :

Fakultas Ilmu Budaya USU

Dekan,

NIP. 19511013 197603 1001 Dr. Syahron Lubis, M.A

No. Nama Tanda Tangan

Panitia Ujian

1. Dra. Pujiati, M.Soc.Sc, Ph.D. (...)

2. Dra. Fauziah, M.A. (...)

3. Drs. Bahrum Saleh, M.Ag. (...)

4. Drs. Mahmud Khudri, M.Hum. (...)

(5)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini tidak pernah diajukan untuk memperoleh gelar

kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya

atau pendapat yang pernah dituliskan atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang tertulis diacu

dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.

Apabila pernyataan yang saya perbuat tidak benar, saya bersedia menerima sanksi berupa

pembatalan gelar kesarjanaan yang saya peroleh.

Medan, 25 Juni 2015

Annur Raja Napator Siregar

(6)

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi Rabbil’alamin ke hadirat Allah SWT atas segala karunia

dan rahmat-Nya, peneliti dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Shalawat dan

salam juga peneliti sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,

seorang panutan dan suri tauladan, yang telah membawa umat manusia dari

zaman kebodohan menuju zaman yang terang benderang dengan ilmu

pengetahuan.

Salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S) pada

Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara

adalah membuat suatu karya ilmiah yang berupa skripsi. Oleh karena itu untuk

memenuhi syarat tersebut peneliti menyusun sebuah skripsi yang berjudul :

Makna Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / DalamAlquran Ditinjau Dari Segi Makna Gramatikal. Peneliti menyadari bahwa dalam penelitian ini masih banyak terdapat

kesalahan, kekeliruan, dan kekurangan yang disebabkan kurangnya pengalaman

peneliti akan memahami dan menyampaikan sesuatu dan keterbatasan ilmu

pengetahuan. Oleh karena itu peneliti dengan sepenuh hati memohon saran dan

kritik yang membangun dari semua pihak atas tulisan ini.

Peneliti berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi peneliti khususnya

dan bagi pembaca maupun masyarakat pada umumnya yang ingin mendalami

ilmu bahasa Arab.

Medan, 25 Juni 2015

Peneliti

Annur Raja Napator Siregar

(7)

ii

UCAPAN TERIMA KASIH

Syukur Alhamdulillah segala puji hanya tertuju kepada sang Khaliq, Allah

SWT, berkat taufik dan hidayahNya penulisan skripsi ini dapat terselesaikan atas

ijin-Nya. Selawat bermutiarakan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada

nabi Muhammad SAW,pembawa risalah yang membimbing umatnya dari zaman

kegelapan menuju zaman yang terang benderang dengan ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tak

terhingga kepada kedua orang tua penulis, yaitu:Junaidi Siregar dan

Nurbasanah Harahap yang telah rela merawat, membesarkan serta mendidik

penulis dengan penuh kasih sayang tanpa pamrih.Doa yang senantiasa mereka

munajatkan untuk anaknya, mampu menguatkan jiwa dan batin ini dalam

menapaki kerasnya dunia hingga menempah mental baja dalam diri ini. Semoga

Allah Swt senantiasa memberikan kebahagiaan dan keberkatan di dunia dan

akhirat kepada mereka. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Dalam kesempatan ini pula, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada

1. Bapak Dr.Syahron Lubis, M.A. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara beserta Bapak Dr.Husnan Lubis, M.A. selaku

Pembantu Dekan I, Bapak Drs.Samsul Tarigan, Bapak Drs. Yuddi

Adrian,M.A. selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Dra. Pujiati, M.Soc.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Sastra Arab

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara beserta bapak Drs.

Bahrum Saleh, M.Ag. Sekaligus juga sebagai dosen pembimbing dalam

penulisan skripsi ini yang telah rela meluangkan waktunya untuk

membimbing dan dengan sabar mengarahkan dan memberikan buah

pikirnya, tahap demi tahap, proses demi proses dalam penyusunan skripsi

ini. Semoga Allah SWT menambah dan mengabadikan ilmu pengetahuan

mereka.

3. Ibu Dra. Fauziah, M.A. Selaku sekertaris jurusan dan juga Staf pengajar

di Departemen Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera

(8)

iii

bermanfaat, semoga dengan ilmu yang diberikan tersebut dapat penulis

terapkan dalam lingkungan bermasyarakat. Bapak Drs. Mahmud Khudri,

M.Hum selaku dosen Penasehat Akademik yang selalu memotivasi dalam

penyelesaian skripsi, serta bang Andika yang telah banyak membantu

penulis dalam bidang administrasi penyelesaian skripsi.

4. Saudariku tercinta kakakku Sastra Wani Amanah Siregar dan adikku Ira

Malia Sentosa Siregar, Yasser Arafat Siregar, Marzuki Rahman Siregar.

5. Keluarga besar Saya seperti Uak Payung, Bang Hamlan, yang telah

memotivasi serta doa yang tulus kepada penulis untuk mengerjakan dan

menyelesaikan skripsi ini.

6. Sahabat-sahabatku seperjuangan Diah, Budi,Ryan,Walimah,Putri,Ciput,

Halim,Agi, Halimah,Nurul,Ozah, Ali, Nazwa,Ayu dan Wani Terima kasih

atas doa, motivasi, masukan dan bantuannya.

7. Abang Zulfan, abang Haris, abang Zoelfikar, abang Aman ‘abang yang

tampan’, abang Juhri, abang Dedi, serta adinda-dinda yang ok Andi

kolonk, Muin,Wahyu Jumandaer atau Laek terima kasih atas doa dan

bantuannya semoga Allah Swt senantiasa membalas budi baik mereka.

8. Teman-teman di Ikatan Mahasiswa Bahasa Arab (IMBA) Fakultas Ilmu

Budaya Universitas Sumatera Utara, juga Himpunan Mahasiswa Islam

(Hmi) Komisariat Fib USU.

9. Dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada

penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga kebaikan yang

kalian berikan kepada penulis dibalas oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal

‘alamiin.

Medan, 25 juni 2015

Peneliti

Annur Raja Napator Siregar

(9)

iv

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB – LATIN

Pedoman transliterasi yang digunakan adalah Sistem Transliterasi

Arab-Latin Berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

RI No. 158/1987 dan No. 0543 b/U/1987 tertanggal 22 Januari 1988.

A. Konsonan Tunggal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan

Alif - Tidak dilambangkan

ﺏ Ba B Be

ﺕ Ta T Te

Sa es (dengan titik di atas)

ﺝ Jim J Je

Ha Ha (dengan titik di bawah)

ﺥ Kha Kh Ka dan ha

ﺩ Dal D De

ﺫ Zal Ż Zet (dengan titik di atas)

ﺭ Ra R Er

ﺯ Zai Z Zet

ﺱ Sin S Es

ﺵ Syin Sy Es dan ye

Sad ṣ Es (dengan titik di bawah)

ﺽ Dad ḍ de (dengan titik dibawah)

ﻁ Ta ṭ te (dengan titik di bawah)

Za ẓ zet (dengan titik di bawah)

ﻉ `ain ‘ Koma terbalik (di atas)

ﻍ Gain G Ge

ﻑ Fa F Ef

(10)

v

ﻙ Kaf K Ka

ﻝ Lam L El

ﻡ Mim M Em

ﻥ Nun N En

ﻭ Waw W We

ﻩ Ha H Ha

ء Hamzah ` Apostrof

Ya Y Ye

B. Konsonan Rangkap

Konsonan rangkap, termasuk tanda syaddah, ditulis rangkap.

Contoh:ﺔﻤﻠﺴﻣditulis Musallamah.

C. Tā`marbutah di akhir kata

1. Bila dimatikan ditulis h, kecuali untuk kata-kata Arab yang sudah terserap

menjadi bahasa Indonesia, seperti salat, zakat, dan sebagainya.

Contoh :ﺔﻴﻣﻼﺳﺇditulis Islāmiyyah. 2. Bila dihidupkan ditulis t

Contoh :ﺔﻣﺮﻜﻤﻟﺍ ﺔﻜﻣ ditulis Makkatul Mukarrmah.

D. Vokal Pendek

fathah ditulis a, contoh : ﺐﻨﻛ ditulis kataba kasrah ditulis i, contoh : ﺐﺴﺣ ditulis ḥasiba

dammah ditulis u, contoh : ﻦﺴﺣ ditulis ḥasuna

E. Vokal Panjang

a panjang ditulis ā, contoh : ءﺎﺟ ditulis ja ā

i pajang ditulis ī, contoh : ﻢﻴﻠﻋ ditulis ‘al īmun

(11)

vi F. Vokal Rangkap

Vokal rangkap ﻱ (Fathah dan ya) ditulis ai Contoh :ﺔﻠﻴﻟ ditulis lailatun

Vokal rangkap ﻭ (Fathah dan waw) ditulis au Contoh :ﻥﻮﻟ ditulis launun

G. Vokal-vokal pendek yang berurutan dalam satu kata

Dipisah dengan apostrof (`)

ﻢﺘﻧﺃﺃ ditulis a`antum

H. Kata Sandang Alif + Lām

1. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al-

ﺏﺎﺘﻜﻟﺍ ditulis Al-kit ābu

2. Bila diikuti huruf syamsiah, huruf pertama diganti dengan huruf syamsiah yang

mengikutinya.

ﺓﺩﺎﻬﺸﻟﺍ ditulis as-syahādah

I. Huruf Besar

Penulisan huruf besar disesuaikan dengan EYD.

J. Kata dalam Rangkaian Frasa atau Kalimat

1. Ditulis kata per kata, atau ditulis menurut bunyi atau pengucapannya dalam

rangkaian tersebut.

(12)

vii DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

UCAPAN TERIMA KASIH ... ii

PEDOMANTRANSLITERASI... .. v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR SINGKATAN ... viii

ABSTRAK ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

1.5 Metode Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Penelitian Terdahulu ... 8

2.2Pengertian Makna... 10

2.2.1 Makna Gramatikal ... 11

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN... 14

3.1 Proses Gramatikal Afiksasi kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb/ ... 14

3.1.1 Prefiks (as-sābiq) alif (ﺍ) dan lam (ﻝ ), waw (ﻭ ) dan lam (ﻝ) ... 15

3.1.1.1 Prefiks (as-sābiq) alif (ﺍ) dan lam (ﻝ ) ... 18

3.1.1.2 Prefiks (as-sābiq) waw (ﻭ ) dan lam (ﻝ ) ... 19

3.2.1 Infiksasi ( az-ziyādah) zal (ﺫ) ... 20

3.2.1.1 Infiksasi ( az-ziyādah) zal (ﺫ) ... 20

3.3.1 Sufiksasi alif (ﺍ) ... 20

3.3.1.1 Sufiksasi alif (ﺍ) ... 22

3.4.1 Konfiksasi (as-sābiq wa al- lāhiq) Alif, nun (ﻥ - ﺍ) Lam dan Ha (ﻝ – ﻩ) ... 22

3.2.1.2 Konfiksasi (as-sābiq wa al- lāhiq) Alif dan nun (ﻥ - ﺍ) ... 23

3.2.1.3 Konfiksasi (as-sābiq wa al- lāhiq) Lam dan Ha (ﻝ – ﻩ) ... 23

3.4.1.2 Transfiksasi alif (ﺍ), ba (ﺏ), ha (ﻩ), mim (ﻡ), lam (ﻝ) ... 23

3.4.1.3 Transfiksasi alif (ﺍ), ba (ﺏ), ha (ﻩ), mim (ﻡ), lam (ﻝ) ... 23

3.2 Makna Gramatikal Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / ... 23

3.2.1 Kata ﺏﺍﺬﻋ /‘ażāb / Dalam Alquran ... 32

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 4.1 Kesimpulan ... 82

4.2 Saran ... 82

(13)

viii

DAFTAR SINGKATAN

1. CD : Compact Disc

2. IMBA : Ikatan Mahasiswa Bahasa Arab

3. FIB : Fakultas Ilmu Budaya

4. Mendikbud : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

5. No. : Nomor

6. Qs. : Quran surat

7. RI : Republik Indonesia

8. SAW. : Sallallahu ̒ Alaihi Wasallam 9. SKB : Surat Keputusan Bersama

10.SWT. : Subahana Wa Ta ̒ ala

11.USU : Universitas Sumatera Utara

(14)

ix ABSTRAK

Annur Raja Napator Siregar 090704001. Makna Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /Dalam Alquran Ditinjau Dari Segi Makna Gramatikal

Penelitian ini membahas tentang makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran. Pemasalahan yang diteliti pada skripsi ini adalah berapa jumlah kata

ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalam gramatikal, Apa saja makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami proses gramatikal, dan bagaimana penggunaan kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami gramatikal.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa jumlah kata

ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami proses garamatikal, untuk mengetahui makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami proses komposisi dan afiksasi dan untuk mengetahui penggunaan kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb

/dalam Alquran yang mengalami proses Komposisi dan Afiksasi.Adapun peneliti

menggunakan pendapat Chaer sebagai landasan teori. Penelitian ini berdasarkan teori kepustakaan (library research) dengan metodelogi kualitatif dengan analisis deskriptif.Hasil penelitian yaitu: kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mengalami proses Gramatikalberjumlah 294 (dua ratus sembilan puluh empat) kata dengan klasifikasi proses Komposisi sebanyak 161 (seratus tujuh puluh tiga) serta proses Afiksasi sebanyak 133 (seratus tiga puluh tiga). Makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb

/ dalam Alquran yang mengalami proses gramatikal yaitu: ada yang menunjukkan

pelaku, menunjukkan perintah, Menunjukkan jamak, Menunjukkan kata kerja pasif, menunjukkan pelaku jamak, , makna ‘paling’, makna yang menunjukkan dua, makna “lebih”. Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mengalami proses gramatikal mengalami perobahan makna di dalam penggunaan Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / yaitu makna kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / “azab,siksa” dalam satu kata berobah menjadi : ‘rontokkan,hukuman,diperangi,bencana,cemeti, dan neraka.

(15)
(16)

ix ABSTRAK

Annur Raja Napator Siregar 090704001. Makna Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /Dalam Alquran Ditinjau Dari Segi Makna Gramatikal

Penelitian ini membahas tentang makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran. Pemasalahan yang diteliti pada skripsi ini adalah berapa jumlah kata

ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalam gramatikal, Apa saja makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami proses gramatikal, dan bagaimana penggunaan kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami gramatikal.Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa jumlah kata

ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami proses garamatikal, untuk mengetahui makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /dalam Alquran yang mengalami proses komposisi dan afiksasi dan untuk mengetahui penggunaan kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb

/dalam Alquran yang mengalami proses Komposisi dan Afiksasi.Adapun peneliti

menggunakan pendapat Chaer sebagai landasan teori. Penelitian ini berdasarkan teori kepustakaan (library research) dengan metodelogi kualitatif dengan analisis deskriptif.Hasil penelitian yaitu: kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mengalami proses Gramatikalberjumlah 294 (dua ratus sembilan puluh empat) kata dengan klasifikasi proses Komposisi sebanyak 161 (seratus tujuh puluh tiga) serta proses Afiksasi sebanyak 133 (seratus tiga puluh tiga). Makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb

/ dalam Alquran yang mengalami proses gramatikal yaitu: ada yang menunjukkan

pelaku, menunjukkan perintah, Menunjukkan jamak, Menunjukkan kata kerja pasif, menunjukkan pelaku jamak, , makna ‘paling’, makna yang menunjukkan dua, makna “lebih”. Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mengalami proses gramatikal mengalami perobahan makna di dalam penggunaan Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / yaitu makna kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / “azab,siksa” dalam satu kata berobah menjadi : ‘rontokkan,hukuman,diperangi,bencana,cemeti, dan neraka.

(17)

11 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa ialah sebuah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh masyarakat

untuk tujuan komunikasi (Sudaryat, 2008:2). Bahasa sebagai alat komunikasi berperan penting

dalam kehidupan manusia. Dari segi perkembangan budaya, bahasa yang digunakan manusia

sangat beragam dan banyak jumlahnya sesuai dengan berkembangnya kebudayaan suatu bangsa

dalam menggunakan bahasa.

Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / adalah merupakan isim muystaq yang berasal dari kata “ ‘azaba” –

“‘yu’azzibu” . isim muytaq itu adalah isim yang berasal dari kata lain dan memiliki makna yang

berbeda dari kata pembentuknya, yang biasanya terbentuk dari 6 (enam) isim, yaitu isimpail,

sifat musyabbahah,isim maf’ul,isim tafdil,isim zaman /makan dan isim alat. (

http//permalinka.php?story_fbid)

Salah satu bahasa yang digunakan itu adalah Bahasa Arab sebagai alat kumunikasi dan

juga berfungsi sebagai bahasa ibadah. Bahasa Arab sebagai bahasa ibadah salah satunya

terwujud dalam bentuk kitab suci Alquran yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup umat

manusia.

ﺓﺩﺮﻔﻤﻟﺍ ﻰﻧﺎﻌﻣ : ﻦﻣ ﺔﻟﻻﺪﻟﺍ ﻥﻮﻜﺘﺗ ﻭ ﺔﻟﻻﺪﻟﺍ ﻭ ﺕﻮﺼﻟﺍ : ﻦﻳﺮﻣﺍ ﻰﻟﺍ ﺔﻐﻠﻟﺍ ﺔﻳﺍ ﺮﺻﺎﻨﻋ ﻊﺟﺮﺗ

Lexicologi ) ﺪﻋﺍﻮﻗﻭ (

) ﻢﻴﻈﻨﺘﻟﺍ (

ﻮﺤﻨﻟﺍ

( Syntaxe ) ( ﻑﺮﺼﻟﺍ) ﺔﻴﻨﺒﻟﺍ ﺪﻋﺍﻮﻗﻭ

(Morfology)

ﺏﻮﻠﺳﻻﺍ ﺪﻋﺍﻮﻗ ﻭ Stylistique )

ﺔﻏﻼﺒﻟﺍ) (

.(

/tarjiʽu ʽanāșiru āyati al-lugatu ilā amraini : al-ṣautu wa al-dilālatu wa tatakawwanu al-dilālata min : maʽānī al-mufradati ( lexicologi ) wa qawāʽidi al - tanzīmi ( syntaxe ) ( al-naḥwu ) wa

qawāʽidi al-banīyyati ( Morfologic ) ( al-ṣarfu ) wa qawāʽidi al -uslūbi ( stylistique ) ( al

-balāgatu )/

‘bahasa itu terdiri dari dua unsur, yaitu : bunyi dan makna, yang termasuk dalam ilmu makna

adalah leksikal ,sintaksis, morfologi dan stilistika (Ulam dkk, 2004: 24 ).

Dalam Kamus Linguistik, disebutkan semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang

berhubungan dengan makna dari ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara

(18)

12

makna, dan membagi jenis makna semantik menjadi dua, yaitu : makna leksikal dan makna

gramatikal (Verhaar, 2001: 385 ). Makna Leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada

leksem meski tanpa konteks apapun (Chaer,1994: 289).

Verhaar (2001: 9) menambahkan bahwa satu kamus merupakan contoh yang tepat dari

semantik leksikal. Makna Gramatikal adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses

gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi (Chaer, 1994: 290). Dengan pengertian bahwa

setiap kata mempunyai makna asli menurut kamus dan makna gramatikal sesuai dengan konteks

kalimat.

Menurut Ramlan (1983:47) afiksasi adalah suatu satuan gramatik terikat yang didalam

suatu kata merupakan unsur yang bukan kata dan bukan pokok kata, yang memiliki kesanggupan

melekat pada satuan-satuan untuk membentuk kata atau pokok kata baru

Komposisi adalah hasil dan proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar,

baik yang bebas maupun yang terikat , sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki

identitas leksikal yang berbeda atau yang baru ( Chaer, 2012 : 185).

Alquran adalah firman Allah SWT, yang diturunkan kepada nabi Muhammad yang

ditujukan kepada umat manusia dengan bahasa Arab. Sebagai kitab suci umat Islam,

selayaknyalah bagi umatnya untuk mempelajari bahasa Arab dan mengetahui makna serta ajaran

yang terkandung di dalamnya.

Dalam firman-Nya :

َﻥﻮُﻠِﻘْﻌَﺗ ْﻢُﻜﱠﻠَﻌﱠﻟ ًﺎّﻴِﺑَﺮَﻋ ًﺎﻧﺁْﺮُﻗ ُﻩﺎَﻨْﻟَﺰﻧَﺃ ﺎﱠﻧِﺇ

-۲ -

/innā anzalnāhu qur’ānan 'ārabiyyan la’allakum ta’qilūna/.

’Sesungguhnya Kami Menurunkannya berupa Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu

memahaminya.’ (QS; Yusuf : 2)

Allah menyuruh manusia menghayati kandungan ayat Alquran, sebagaimana yang

disebutkan dalam Alquran pada surah An-Nisa ayat : 82

ًﺍﺮﻴِﺜَﻛ ًﺎﻓَﻼِﺘْﺧﺍ ِﻪﻴِﻓ ْﺍﻭُﺪَﺟَﻮَﻟ ِ ّﷲ ِﺮْﻴَﻏ ِﺪﻨِﻋ ْﻦِﻣ َﻥﺎَﻛ ْﻮَﻟَﻭ َﻥﺁْﺮُﻘْﻟﺍ َﻥﻭُﺮﱠﺑَﺪَﺘَﻳ َﻼَﻓَﺃ

-۸۲ -

/afalā yatadabbarūnal-qurāna walau kāna min ‘indi gairillahi lawajadū fihi ikhtilāfān kaśīran/. ’Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran bukan dari sisi

Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya’. (An-Nisa’ : 82)

(19)

13

gramatikal adalah suatu kajian linguistik yang mengkaji sebuah kata dengan menggunakan

afiksasi dan komposisi yang mempengaruhi makna suatu kata melalui proses gramatikal kata

ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / menghasilkan makna yang berpareasi.

(2)Peneliti memilih judul ialah dalam kehidupan sehari-hari kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb/sering didengar dan sudah tidak asing lagi di telinga , yang mana telah mengetahui arti dari kata

tersebut adalah “siksa/ azab ”. Juga selalu mengartikan kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb tersebut dengan “siksa”, apakah memang hanya siksa makna kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb didalam Alquran untuk mengetahuinya perlu penelitian makna kata tersebut. Padahal didalam Alquran selain “siksa” kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb juga maknanya menjadi “bencana”, “diperangi”, “rontokkan”.

Apakah dalam penggunaan kata tersebut selalu sama, atau apakah setiap menggunakan

salah satu suku kata tersebut selalu dapat digantikan dengan kata yang lain?. Ternyata tidak.

Misalnya : ketika seorang menanyakan peristiwa kejadian, “ apa yang terjadi ?” ﻞﻤﻌﺗ ﺍﺫﺎﻣ؟/maża ta’mal /, dan akan dijawab “bencana”, / almaskhu / “ﺦﺴﻤﻟﺍ “. Dan jarang kita mendengar orang menjawab pertanyaan seperti di atas dengan kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb/ “siksa”. Alquran adalah sumber daripada ilmu, termasuk ilmu tatabahasa arab. Kemudian di dalam Alquran juga banyak terdapat

kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb/.

Dari penjabaran di atas dapat di peroyeksikan bahwa gramatikal lebih cocok sebagai

pembedah permasalahan yang muncul diatas, selain itu juga gramatikal adalah tata bahasa yang

membahas mengenai seluk beluk penambahan dan perobahan perkata dalam suatu bahasa yang

membuat peneliti menjadi semakin tertarik untuk menggunakan pisau analisa gramatikal.

Misalnya didalam Alquran (QS-Ala’raf : 165)

………U

U……….

“/Wa Akhażnā Al-Lażīna ẓalamū Bi`ażabin Ba'īsin/”

“ Kami timpakan kepada orang-orang musryik UbencanaU yang memusnahkan”

‘’/dan kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras,/”

Ayat di atas adalah makna kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / yang di artikan dengan “bencana” sedangkan kata

ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / yang di artikan dengan “diperangi” adalah Alquran (QS-Alhasyr : 3)

…………....UU



(20)

14

“dan jika tidaklah karena Allah telah menetapkan penundaan kepada mereka,niscaya mereka

diperangi

‘’/dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka/’’ di dunia ini.”

untuk makna kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / maknanya “ dirontokan” adalah (QS- Annaml : 21)

………..

U

/La'u`ażżibannahu-'Aw syadīdāan`ażābāan La'ażbaannahu/

“Sungguh kami akan Urontokkan Usayapnya sehabis-habisnya”

‘’/pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia/’’

Pernyataan dan contoh di atas memunculkan rasa ingin tahu peneliti untuk mengetahui

lebih lanjut makna kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb /. Terlebih lagi belum ada yang meneliti kata-kata tersebut di Departemen Sastra Arab FIB USU ini, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti apa saja

sebenarnya arti / makna kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb /.Dalam penelitian ini peneliti membatasi penelitian hanya dalam makna gramatikal afiksasi dan komposisi menurut Chaer ,Alwi dan buku yang

baerkaitan saja dengan mengambil contoh-contoh di dalam Alquran. Maka dari itu peneliti

mengambil judul “Analisis kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb /dalam Alquran Ditinjau Dari Segi Makna Gramatikal. Penelitian ini belum ada dikaji oleh mahasiswa Departemen Sastra bahasa Arab

USU.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka untuk mengarahkan

penelitian kepada sasaran yang ingin dicapai disini peneliti merumuskan masalah sebagai

berikut:

1. Bagaimana prosesgramatikal kataﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / dalam Alquran ?

2. Bagaimana makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb/ dalam Alquran ?

1.3. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah:.

1. Untuk mengetahui proses gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / dalam Alquran 2. Untuk mengetahui makna gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb /dalam Alquran

(21)

15

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk:

1. Memberikan pemahaman kepada pembaca tentangproses gramatikal dan makna

gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb /dalam Alquran

2. Untuk menambah bahan refrensi di program studi bahasa Arab Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Sumatera Utara.

3. Untuk menambah wawasan ilmiah bagi peminat l inguistik khususnya dalam bidang

semantik

1.5 Metode Penelitian

Metode berasal dari bahasa Yunani, methods- secara sederhana adalah suatu cara kerja

untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran yang bersangkutan (Suyanto dan

sutinah:2007)

Menurut Suyanto dan Sutinah (2007) penelitian (research) sosial pada hakikatnya adalah

kegiatan spionase untuk mencari, menata-menati dan menemukan pengetahuan dari “lapangan”

yang dipertanggungjawabkan menurut kaidah ilmiah tertentu-bukan mencari

kebenaran-kebenaran normatif yang semata-mata hanya dituntun oleh cara berfikir dedukatif.

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan ( Library Research ). Metode yang

digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Deskripsi kualitatif merupakan

gambaran ciri-ciri data yang akurat sesuai sifatnya alamiah itu sendiri, data disini berupa

kata-kata atau gambaran sesuatu. (Djajasudarma:1993)

Penerjemahan kata dalam Alquran menggunakan terjemahan yang di keluarkan oleh

Departemen Agama Republik Indonesia dan Terjemahnya. 2001. Al-`aliyy, Bandung: CV

Diponegoro. Untuk melihat pareasi makna menggunakan buku Muhammad Thalib. 2008. Kamus

kosa kata Alquran.Uswah : Yogyakarta.

Data yang akan dijadikan bahan penelitian ini adalah data yang bersumber dari Alquran yang

berupa kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb/ dari sofwer Alquran AL-Kalam.Adapun tahap-tahap pengumpulan data penganalisaan data dilakukan adalah:

1. Mengumpulkan bahan rujukan atau buku referensi yang berkaitan dengan pembahasan

(22)

16

2. Mengumpulkan data yang akan dijadikan bahan penelitian dengan menggunakan kitab

Almu’jamul Mufarras Li’alfazil Qur’an,Kamus kosa kata Alquran danAl-Kalam Digital

Versi 1.0 ©2009 Penerbit Diponegoro dan tetap berpedoman pada Alquran

3. Membaca, mempelajari, dan mencatat data-data yang telah terkumpul.

4. Mengklasifikasikan data-data yang telah terkumpul

5. Menganalisis data yang terkumpul dan menyusunnya secara sistematis dalam bentuk

laporan ilmiah berupa skripsi

Untuk memindahkan tulisan Arab ke dalam tulisan latin,peneliti menggunakan Sistem

Transliterasi Arab Latin berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan RI No. 158/1987 dan No. 0543 b/U/1987 tertanggal 22 Januari 1988.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Adapun kajian tentang semantik yang telah diteliti oleh mahasiswa Prodi bahasa Arab

yaitu : (1) Analisis Makna Kata Wajhun Dalam Alquran. Oleh Rukiyah NIM 07070400

penelitian ini menunjukkan bahwasanya jumlah Kata ﻪﺟﻭ/wajhun/ dan ﻩﻮﺟﻭ/wujūhun/ dalam Al- Qur’an terdapat 57 kata pada 35 surat. Kata ﻪﺟﻭ/wajhun/ dan ﻩﻮﺟﻭ /wujūhun/ dalam Al- Qur’an yang mengandung makna leksikal berjumlah 41 kata dari 29 surat yang bermakna wajah atau

muka. Adapun Kata ﻪﺟﻭ/Wajhun/ dan ﻩﻮﺟﻭ /wujūhun/ dalam Al- Qur’an yang mengalami proses komposisi berjumlah 15 kata dan afiksasi 1 kata pada 13 surat. Sedangkan bagian gramatikal

yang paling dominan itu merupakan komposisi yang ditemukan sebanyak 15 kata, dan afiksasi 1

kata yang terdapat pada 13 surat.

(2) Analisis Makna Kata Ruh Dalam Alquran, oleh Uswatun Hasanah NIM 990704023

penelitian mengkaji tentang makna kata ﺡﻭﺭ/ruh/ yang artinya ‘ruh’ atau ‘nyawa’ secara

(23)

17

ruh disebabkan oleh konteks ajaran, perjuangan dan Malaikat. (3) Terjemahan Kata Rabb Dan

Illah Dalam Alquran Ditinjau- Dari Segi Semantik. oleh Ishaq Daulay NIM 930704010

penelitian ini menjelaskan makna ﺏﺭ /rabb/ adalah pengatur,pendidik, pengasuh pemilik, pembimbing,pemelihara, pemimpin, dan ﻪﻟﺍ/ilah/ adalah sembahan pelindung penjamin tempat mengabdikan diri dan memperhambakan diri jumlah kata ﺏﺭ /rabb/ 972 kata sedangkan kata

ﻪﻟﺍ/ilah/ 147 kata. Analisis Semantik Kata Farada, Kataba, Dan Kutiba Dalam Alquran. oleh Halomoan Noor Lubis NIM 940704020 memaparkan mengenai ﺽﺮﻓ /faraḍa/ ﺐﺘﻛ/kataba/

ﺐﺘﻛ/kutiba/ ditinjau dengan semantik dari sudut leksikal dan gramatikal dalam Alquran.

Sudaryat ( 2008: 3 ) kata semantik berasal dari bahasa Yunani sema (nomina) ‘tanda’

atau ‘lambang’ yang verbanya semaino ‘menandai’ atau ‘melambangkan’. Tanda atau lambang

ini dimaksudkan tanda linguistik (Perancis: signe linguistique).

Dalam Kamus Linguistik, disebutkan semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang

berhubungan dengan makna dari ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara

(Kridalaksana, 1993: 174 ). Semantik adalah cabang linguistik yang meneliti tentang arti atau

makna, dan membagi jenis makna semantik menjadi dua, yaitu : makna leksikal dan makna

gramatikal (Verhaar, 2001: 385 ). Makna Leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada

leksem meski tanpa konteks apapun (Chaer,1994: 289).

Verhaar (2001: 9) menambahkan bahwa satu kamus merupakan contoh yang tepat dari

semantik leksikal. Makna Gramatikal adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses

gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi (Chaer, 1994: 290). Dengan pengertian bahwa

setiap kata mempunyai makna asli menurut kamus dan makna gramatikal sesuai dengan konteks

kalimat.

Semantik adalah cabang ilmu linguistik yang meneliti tentang arti atau makna (Verhaar,

2001 : 328). Komaruddin (1993) Semantik berasal dari bahasa Yunani yaitu Semantikos yaitu

berkaitan dengan arti kata.Ilmu Semantik adalah ilmu yang berkenaan dengan arti kata, ilmu

yang mempelajari makna kata-kata umum.Maka, dari beberapa defenisi diatas, dapat

disimpulkan bahwa semantik adalah cabang ilmu linguistik yang menelaah tentang makna atau

arti kata setelah dirangkai menjadi kalimat.

Semantik adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda dalam bahasa.Dalam bahasa Arab

disebut `ilm ad-dalalah.`ilm-ad-dalalah ini terdiri atas dua kata: `ilm yang berarti ilmu

(24)

18

bahasa adalah ilmu pengetahuan yang mengetahui tentang makna. Secara terminologis, ilm-

ad-dalalah sebagai salah satu cabang linguistik (`ilm al-lughoh) yang telah berdiri sendiri yaitu ilmu

yang mempelajari tentang makna suatu bahasa, baik pada tataran makna mufrodat (kosa kata)

maupun pada makna dalam tataran tarokib (struktur atau gramatikal

bahasa)(http://www.falaahisme.blogspot.com/2013/04/pengertian-ilmu-semantik-atau-ilmu-ad.html).

Menurut Umar, (1998:11)‘ilm ad-dilalah adalah sebagai berikut:

ﻰَﻨْﻌَﻤﻟﺍ َﺔَﻳِﺮْﻈَﻧ ُﻝَﻭﺎَﻨَﺘَﻳ ْﻱِﺬّﻟﺍ ﺔَﻐّﻠﻟﺍ ِﻢْﻠِﻋ ْﻦِﻣ ُﻉْﺮَﻔﻟﺍ َﻚِﻟَﺫ ْﻭَﺍ ﻰَﻨْﻌَﻤْﻟﺍ ُﺱُﺭْﺪَﻳ ْﻱِﺬّﻟﺍ ُﻢْﻠِﻌْﻟَﺍ ْﻭَﺍ ﻰَﻨْﻌَﻤْﻟﺍ ُﺔَﺳﺍَﺭِﺩ ُﻪﱠﻧَﺎِﺑ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ ُﻪُﻓﱠﺮَﻌًﻳ /yuʻarrifuhu baʻḍuhum bi`annahu dirāsatu al-maʻnā au al-ʻilmu al-lażī yadrusu al-ma`nā au

żalika al-farʻu min ʻilmi al-lugati al-lażī yatanāwalu naẓriyata almaʻnā/

didefenisikan sebagian mereka dengan studi tentang makna atau ilmu yang memepelajari tentang

makna, atau merupakan cabang linguistik yang mengkaji tentang teori makna.

2.1 Pengertian Makna

Menurut Aristoteles dalam Chaer (1989, 13) Kata adalah satuan terkecil yang

mengandung makna. Malah dijelaskannya juga bahwa kata itu memiliki dua macam makna,

yaitu (1) makna yang hadir dari kata itu sendiri secara otonom, dan (2) makna yang hadir sebagai

akibat terjadinya proses gramatikal.

Makna merupakan persoalan yang paling inti dalam semantik. Makna adalah segi yang

menimbulkan reaksi dalam pikiran pendengar atau pembaca karena rancangan aspek bentuk

(Keraf, 1987 : 25). Makna adalah hakikat yang dimaksudkan, (Cahyono, 2002 : 199). Menurut

Verhaar (2001 : 124), persoalan makna merupakan tataran besar dalam tataran linguistik. Oleh

karena itu, beliau membagi makna dalam dua jenis, yaitu : makna leksikal dan makna

gramatikal. Dalam bahasa Arab disebut dengan ﻲﺗﺩﺮﻔﻣ ﻰﻨﻌﻣ /ma’nā mufradatiyyi /, (Khulli, 1982

: 153) dan makna gramatikal disebut dengan ﻱﺪﻋﺍﻮﻗ ﻰﻨﻌﻣ /ma’nā qawā’idiyyi/, (Khulli : 1982

:111). Adapun makna menurutKBBI ( 2010- 2011 ) : (1) arti: ia memperhatikan setiap kata yg

terdapat dalam tulisan kuno itu; (2) maksud pembicara atau peneliti; pengertian yang diberikan

kepada suatu bentuk kebahasaan.

Makna adalah segi yang menimbulkan reaksi dalam fikiran pendengar atau pembaca

karena rancangan aspek bentuk ( Gorys Keraf, 1987 : 25 ). Makna adalah hakikat yang

dimaksudkan, (Cahyono, 2002 : 199). Menurut Verhaar (2001 : 124), persoalan makna

(25)

19

dua jenis, yaitu : makna leksikal dan makna gramatikal. Dalam bahasa Arab disebut dengan ﻰﻨﻌﻣ

ﻲﺗﺩﺮﻔﻣ /ma’nā mufradatiyyun /, (Khuli, 1982 : 153) dan makna gramatikal disebut dengan ﻰﻨﻌﻣ ﻱﺪﻋﺍﻮﻗ /ma’nā qawā’idiyyun/, (Khuli : 1982 :111).

Pateda (2001:79) :“Istilah makna (meaning) merupakan kata dan istilah yang

membingungkan. Bentuk makna diperhitungkan sebagai istilah sebab bentuk ini mempunyai

konsep dalam bidang ilmu tertentu yakni dalam bidang linguistik. Ada tiga hal yang coba

dijelaskan oleh para filsuf dan linguis sehubungan dengan usaha menjelaskan istilah makna.

Ketiga hal itu, yakni (i)menjelaskan kata secara alamiah,(ii) mendeskripsikan kalimat secara

alamiah dan (iii) menjelaskan makna dalam proses komunikasi(Kempson,1977:11). Dalam

hubungan ini kempson berpendapat untuk menjelaskan istilah makna harus dilihat dari segi: (i)

kata; (ii) kalimat; dan (iii) apa yang dibutuhkan oleh pembicara untuk berkomunikasi”.

2.2.1 Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatikal

seperti proses afiksasi, proses reduplikasi, dan proses komposisi (Chaer,2009:62) makna

gramatikal baru ada kalau terjadi proses gramatikal seperti afiksasi,reduplikasi,komposisi atau

kalimatisasi (Chaer,2012:290). Ramlan (1983:47) afiksasi adalah suatu satuan gramatik terikat

yang didalam suatu kata merupakan unsur yang bukan kata dan bukan pokok kata, yang

memiliki kesanggupan melekat pada satuan-satuan untuk membentuk kata atau pokok kata baru

. Komposisi adalah hasil dan proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar, baik

yang bebas maupun yang terikat , sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki identitas

leksikal yang berbeda atau yang baru ( Chaer, 2012 : 185).

Berikut adalah contoh makna gramatikal komposisi dan afiksasi yang masih penulis

temukan adalah Alquran (QS-Albaqarah : 7 ,284.)

………………….

//Wa Lahum `Ażābun `Aẓīmun//

“Dan bagi mereka siksa yang amat berat”

(26)

20

kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / dengan morfem dasar kata ﻢﻴﻈﻋ /aẓīmun / yang secara komposisi menyatakan bentuk frasa nomina yaitu ﻢﻴﻈﻋ ﺏﺍﺬﻋ/’ażāb ‘aẓīmun/.

…………………. …../Wa Yu`ażżibu Man Yasyā'u/……

“Dan menyiksa siapa yang di kehendakinya" dari contoh diatas makna gramatikal yang

terjadi adalah proses afiksasi ya dan zal ini belaku juga pada ism (nomina) yang menunjukkan

mušannā dalam status nasab dan kasrah (posisi tempat ‘irab yang mewajibkan baris kasrah atau fathah. Selain pada mušannā , konfiks ya dan zal juga berlaku pada ﻢﻟﺎﺳ ﺮﻛﺬﻣ ﻊﻤﺟ /jamak

mużakkar sālim/ yang berada dalam status nasab dan kasrah seperti pada mušannā. Namun bedanya kalau pada mušannā sebelum huruf ya’ berbaris fathah sedangkan pada ﻢﻟﺎﺳ ﺮﻛﺬﻣ ﻊﻤﺟ

/jamak mużakkar sālim/ sebelum huruf ya’ berbaris kasrah. (Yāsīn, 1996 : 50) //ﺏﺍﺬﻋ//’ siksa’ + konfiks ya dan zal = ﺏﺬﻌﻳ // yu’ażżibu // “menyiksa’ Penambahan morfem ya’dan zal pada kata

ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb // “siksa’ menjadi yang mengandung makna sedang melakukan penyisaan dan akan melakukan penyiksaan.

Dalam bahasa Arab afiks dapat diistilahkan dengan ﺓﺩﺎﻳﺰﻟﺍ ﻑﺮﺣ /harf-l-ziyādah/, Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah bentuk dasar. Dalam proses ini terlibat unsur-unsur

(1) bentuk dasar, (2) afiks, dan (3) makna gramatikal yang dihasilkan. Afiks adalah sebuah

bentuk, biasanya berupa morfem terikat, yang diimbuhkan pada sebuah dasar dalam proses

pembentukan kata. Dilihat dari posisi melekatnya pada bentuk dasar dibedakan adanya prefiks,

infiks, konfiks, interfiks, dan transfiks (Caher,2003:94). Huruf-huruf tambahan yang masuk

dalam sebuah kalimat bahasa Arab sehingga dari penambahan tersebut akan muncul berbagai

makna yang berbeda. (Nāşif, 1994 : 8). Kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / dilihat dari kelas kata merupakan kata sifat (adjektiva), berikut ini jenis-jenis afiksasi dari bentuk dasar adjektiva.

1. Prefiks

Prefiks : afiks yang diimbuhkan di muka bentuk dasar : me- pada

kata menghibur (Chaer,2003:94). Prefiks disebut juga awalan. Prefiks adalah afiks yang

ditempatkan di bagian muka suatu kata dasar (Alwi dll, 1998: 31).Contoh:Bahasa Arab: Kata

ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / ‘azab’ + ‘s,w,`’ /su`al‘ażāb/ siksaan yang seberat-beratnya. 2. Sufiks

Sufiks : afiks yang diimbuhkan di belakang bentuk dasar : -an pada

(27)

21

belakang kata (Alwi dll, 1998:31). Istilah ini juga berasal dari bahasa Latin suffixus yang berarti

melekat (fixus, figere) di bawah (sub) . Ketiga bahasa yang dianalisis di sini semuanya memiliki

sufiks.Contoh:Bahasa Arab: ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / ‘azab’ + -an/‘ażāban/ ‘rontokkan’ 3. Konfiks

Konfiks : afiks yang berupa morfem terbagi yang berposisi di muka dan belakang bentuk dasar :

ke-/-an pada kata keterangan (Chaer,2003,94). Konfiks disebut juga ambifiks atau

sirkumfix.Secara etimologis dari bahasa Latin, ketiga istilah ini memiliki kesamaan arti.Kon-

berasal dari kata confero yang berarti secara bersamaan (bring together), ambi- berasal dari kata

ambo yang berarti kedua-duanya (both), dan sirkum- berasal dari kata circumdo yang berarti

ditaruh disekeliling (put around) (Gummere dan Horn, 1955). Menurut Alwi dll (1198:32)

konfiks adalah gabungan prefiks dan sufiks yang membentuk suatu kesatuan dan secara serentak

diimbuhkan.Bahasa Arab memiliki kata yang dibentuk dengan prefiks dan sufiks.Contoh: Bahasa

Arab: ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / ‘azab’ + bi- dan -i/bil‘ażābi/‘bencana kelaparan’

Peneliti menggunakan buku Chaer, Alwi dan yang ada kaitannya dengan pembahasan

untuk meneliti makna gramatikal komposisi dan afiksasi yaitu makna yang setelah adanya proses

komposisi dan afiksasi pada bentuk dasarnya, sehingga maknanya akan berobah dengan makna

sebenarnya diakibatkan adanya proses gramatikal berupa komposisi dan afiksasi.

Untuk memudahkan pembaca peneliti membuat tabel sementara terkait makna dalam kata

ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / mengalami proses gramatikal komposisi dan afiksasi dalam Alquran. Data sementara kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb /dalam Alquran

1. Kata ﺏﺍﺬﻋ/ ‘ażāb / didalam Alquran

SURAT AYA

T KATA MAKNA

Al Anam

65 /‘ażāban/ Siksa dunia

atau azab

Al Anam

93 /‘ażāba/ Siksa kubur

Al A’raf 165  /bi‘ażāb/ Bencana

An Nur

(28)

22

Al Qalam

33 /każalikal‘ ażābu/

Kemusnaha

n harta

Al Hashr

3 /la‘ażżabahum/ Diperangi

SURAT AYA

T KATA MAKNA

Al

Mukminu

n

64

/bil‘ażābi/

Bencana

kelaparan

An Naml 21 /‘ażāban/ Rontokkan

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Proses Gramatikal Afiksasi kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /

Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb/yang terdapat dalam Alquran yang mengalami proses afiksasi. Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah bentuk dasar. Dalam proses ini terlibat unsur-unsur (1)

bentuk dasar, (2) afiks, dan (3) makna gramatikal yang dihasilkan. Afiks adalah sebuah bentuk,

biasanya berupa morfem terikat, yang diimbuhkan pada sebuah dasar dalam proses pembentukan

kata. Afiksasi, yaitu yang mengalami proses Prefiks (as-sābiq) alif (ﺍ) dan lam (ﻝ ), waw (ﻭ ) dan lam (ﻝ ). Infiksasi ( az-ziyādah) zal (ﺫ). Sufiksasi alif (ﺍ). Konfiksasi (as-sābiq wa al- lāhiq) mim (ﻡ ) dan waw, ha, alif(ﺍ, ﻩ,ﻭ ).

Bentuk gramatikal kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb /ada beberapa analisisnya:

No

.

SURAT AYA

T KATA

PROSES

GRAMATIKA

L

1. Al Anam

(29)

23

2.

Al-Baqarah 49 /‘alażāba/

Prefiks

3. Fussilat 16  /wala‘ażāb/ Prefiks

4. An-Naml

21 la’u‘ażżibannahu

/

Konfiksasi

5. As-Saffat

76 /apabi‘ażā

bina /

Konfiksasi

6. Al Anam 65 /‘ażābahā/ Transfiksasi

7. Al

Mukminu

n

64

/bil‘ażābi/ Transfiksasi

8. An Naml 21 /‘ażāban/ Infiksasi

3.1.1Prefiks (as-sābiq) alif (ﺍ) dan lam (ﻝ ), waw (ﻭ ) dan lam (ﻝ )

Prefiks adalah afiks yang diimbuhkan di muka bentuk kata dasar.Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mendapat prefiks (as-sābiq) alif (ﺍ) dan lam (ﻝ ), ditemukan sebanyak 81 (delapan puluh satu), waw (ﻭ ) dan lam (ﻝ ) ditemukan sebanyak 4 (empat).prefiks (as-sābiq) alif (ﺍ) dan lam (ﻝ ), ditemukan sebanyak 81 (delapan puluh satu)

No. No. Surat Nama Surat Ayat

1. 2 Al-Baqarah 49

2. 2 Al-Baqarah 85

3. 2 Al-Baqarah 86

4. 2 Al-Baqarah 96

5. 2 Al-Baqarah 166

6. 2 Al-Baqarah 175

7. 3 Ali-Imran 88

8. 3 Ali-Imran 106

(30)

24

10. 4 An-Nisa 25

11. 4 An-Nisa 56

12. 5 Al-Maidah 80

13. 6 Al-An’am 30

14. 6 Al-An’am 49

15. 6 Al-An’am 157

16. 7 Al-‘Araf 39

17. 7 Al-‘Araf 141

18. 7 Al-Araf 167

19. 8 Al-Anfal 35

20. 10 Yunus 54

21. 10 Yunus 70

22. 10 Yunus 88

23. 10 Yunus 97

24. 11 Hud 8

25. 11 Hud 20

26. 14 Ibrahim 6

27. 14 Ibrahim 44

28. 16 An-Nahl 26

29. 16 An-Nahl 45

30. 16 An-Nahl 85

31. 16 An-Nahl 88

32. 16 An-Nahl 113

33. 18 Kahfi 55

34. 18 Kahfi 58

35. 19 Maryam 75

36. 19 Maryam 79

37. 20 Thaha 48

38. 22 Al-Hajj 18

(31)

25

40. 25 Furqan 42

41. 25 Furqan 69

42. 26 Asy-Syu’ara 158

43. 26 Asy-Syu’ara 201

44. 27 An-Naml 5

45. 28 Qashash 64

46. 29 Al-Ankabut 53

47. 29 Al-Ankabut 55

48. 30 Ar-Rum 16

49. 32 As-Sajadah 21

50. 33 Al-Ahzab 30

51. 33 Al-Ahzab 68

52. 34 Saba’ 8

53. 34 Saba’ 14

54. 34 Saba’ 33

55. 34 Saba’ 38

56. 36 As-Shaffat 33

57. 36 As-Shaffat 38

58. 39 Az-Zumar 19

59. 39 Az-Zumar 24

60. 39 Az-Zumar 25

61. 39 Az-Zumar 26

62. 39 Az-Zumar 47

63. 39 Az-Zumar 54

64. 39 Az-Zumar 55

65. 39 Az-Zumar 58

66. 39 Az-Zumar 71

67. 40 Al-Mukmin 45

68. 40 Al-Mukmin 46

(32)

26

70. 41 Fussilat 17

71. 42 As-Syura 44

72. 43 Az-Zkuhruf 39

73. 43 Az-Zkuhruf 50

74. 44 Ad-Dukhan 12

75. 44 Ad-Dukhan 15

76. 44 Ad-Dukhan 30

77. 46 Al-Ahqab 34

78. 50 Qaf 26

79. 51 Az-Zariyat 37

80. 57 Hadiid 13

81. 88 Al-Gahasiyah 24

prefiks (as-sābiq)waw (ﻭ ) dan lam (ﻝ )ditemukan sebanyak 4 (empat)

No. No. Surat Nama Surat Ayat

1. 13 Ar-Ra’du 34

2. 20 Thaha 127

3. 41 Fussilat 16

4. 68 Al-Qalam 33

3.1.1.1 Prefiks (as-sābiq) alif (ﺍ) dan lam (ﻝ )

   UU



/wa latajidannahum 'aḥraşa an-nāsi `aláḥayāatin wa mina al-laīna 'aUshUrakū yawaddu

'aĥaduhum law yu`ammaru 'alfa sanatin wa mā huwa bimuzaḥziḥiḥi mina al-`ażābi 'an yu`ammara wa allāhu başīrun bimā ya`malūna/

“dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di

dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar

diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya

(33)

27

contoh ayat diatas kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dimasuki dengan Prefiks alif (ﺍ)dan lam (ﻝ ) menjadi

U

U/al‘ażāb / yang yang artinya adalah siksa.

 UU

 

/'Ūlā'ika al-laŻīna asytaraw ađ-đalālata bil-hudá wa al-`aŻāba bil-maghfirati famā 'aşbarahum `alá an-nāri/

“mereka Itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan UsiksaU dengan

ampunan. Maka Alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (QS- Albaqarah : 175 ).

Pada contoh ayat diatas kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dimasuki dengan Prefiks alif (ﺍ)dan lam (ﻝ ) menjadi

U

U/al‘ażāb / yang yang artinya adalah siksa juga. 3.1.1.2 Prefiks (as-sābiq) waw (ﻭ ) dan lam (ﻝ )

UUU

U



/lahum `ażābun fī al- ayāati ad-dunyāwa la`ażābu al-'ākhirati 'asyaqquwa mā lahum mina allāhi min wāqin/

“ bagi mereka UazabU dalam kehidupan dunia dan Sesungguhnya Uazab akhiratU adalah lebih keras

dan tak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah (QS-Ara’du : 34 ). Pada contoh

ayat diatas kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dimasuki dengan Prefiks waw (ﻭ) dan lam (ﻝ )menjadi

U

U/wala‘ażāb / yang yang artinya adalah dan siksa.

  U

U /fa'arsalnā `alayhim rīāanşarşarāan fī 'ayyāmin naisātin linużīqahum `ażāba al-khizyi fī a

l-ayāati ad-dunyā wa la`ażābu al-'ākhirati 'akhzāwa hum lā yunşarūna/

“Maka Kami meniupkan angin yang Amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang

sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam

kehidupan dunia. dan Sesungguhnya Usiksa akhiratU lebih menghinakan sedang mereka tidak

(34)

28

Prefiks waw (ﻭ) dan lam (ﻝ )menjadi UU/wala‘ażāb / yang yang artinya

adalah dan siksa.

3.2.1 Infiksasi ( az-ziyādah) zal (ﺫ)

Infiksasi adalah afiks yang diimbuhkan di tengah bentuk kata dasar. Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mendapat Infiksasi (az-ziyādah) zal (ﺫ) ditemukan sebanyak 1 (satu).

3.2.1.1 Infiksasi ( az-ziyādah) zal (ﺫ)

UUUU

  /la'u`ażżibannahu `ażābāan syadīdāan 'aw la'ażbaḥannahu~ 'aw laya'tiyannī bisulṭānin mubīnin/

“sungguh aku benar-benar akan UmengazabnyaU dengan Uazab yang kerasU atau benar-benar

menyembelihnya kecuali jika benar-benar Dia datang kepadaku dengan alasan yang

terang"(QS-An-Naml:21). Pada contoh ayat diatas kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dimasuki dengan Prefiks waw (ﻭ) dan lam (ﻝ )menjadi UU/la’‘ażżibannahu / yang yang artinya adalah mengazabnya.

3.3.1Sufiksasi alif (ﺍ)

Sufiksasi adalah afiks yang diimbuhkan di belakang bentuk kata dasar. Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mendapat Sufiksasi alif (ﺍ) ditemukan sebanyak 36 (tiga puluh enam).Sufiksasi alif (ﺍ) ditemukan sebanyak 36 (tiga puluh enam)

No. No. Surat Nama Surat Ayat

1. 3 Ali-Imran 56

2. 4 An-Nisa 18

3. 4 An-Nisa 37

4. 4 An-Nisa 93

5. 4 An-Nisa 102

6. 4 An-Nisa 138

7. 4 An-Nisa 151

(35)

29

9. 4 An-Nisa 173

10. 5 Al-Maidah 115

11. 6 Al-Anam 65

12. 7 Al-Araf 38

13. 7 Al-Araf 164

14. 9 At-Taubah 39

15. 9 At-Taubah 74

16. 17 Al-Israk 10

17. 18 Kahfi 87

18. 20 Thaha 71

19. 25 Al-Furqan 19

20. 25 Al-Furqan 37

21. 33 Al-Ahzab 8

22. 33 Al-Ahzab 57

23. 38 Shaad 61

24. 41 Fussilat 27

25. 48 Al-Fath 16

26. 48 Al-Fath 17

27. 48 Al-Fath 25

28. 52 At-Thur 47

29. 58 Al-Mujadilah 15

30. 65 At-Thalaq 8

31. 65 At-Thalaq 10

32. 72 Al-Jin 17

33. 73 Al-Muzammil 13

34. 76 Al-Insan 31

35. 78 An-Naba 30

36. 78 An-Naba 40

(36)

30

      

/Yalifūna billāhi mā qālū wa laqadqālū kalimata al-kufri wa kafarū ba`da 'islāmihim wa hammū bimā lam yanālū wa mā naqamū 'illā 'an 'agnāhumu allāhu wa rasūluhu min faḍlihifa'in

yatūbū yaku khayrāan lahumwa 'in yatawallaw yu`ażżibuhumu allāhu `ażābāan 'alīmāan fī a d-dunyā wa al-'ākhirati wa mā lahum fī al-'arḍi min wa līyyin wa lā naşīrin/

  

“mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak

mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan Perkataan

kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat

mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Nya), kecuali karena Allah dan

Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Rasul-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah

lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan UmengazabU mereka

dengan Uazab yang pedihU di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai

pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi (QS-Attaubah : 74). Pada contoh ayat diatas

kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dimasuki Sufiksasi alif (ﺍ)menjadi UU/‘ażāban / yang

artinya adalah azab.

3.4.1 Konfiksasi (as-sābiq wa al- lāhiq) Alif dan nun (ﻥ - ﺍ) Lam dan Ha (ﻝ – ﻩ)

Konfiksasi adalah afiks yang berupa morfem terbagi yang berposisi di muka dan belakang

bentuk kata dasar.Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mendapat Konfiksasi (as-sābiq wa al

-lāhiq) ditemukan sebanyak 2 (dua) .

3.4.1.2 Konfiksasi (as-sābiq wa al- lāhiq) Alif dan nun (ﻥ - ﺍ)

U

U

(37)

31

Maka Apakah mereka meminta supaya UsiksaU Kami disegerakan? (QS-Assaffat:176).Pada contoh

ayat diatas kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dimasuki konfiksasi (as-sābiq wa al- lāhiq) Alif dan nun ( - ﺍ

ﻥ)UU/afabi‘ażābinā / yang artinya adalah siksa kami.

3.4.1.3 Transfiksasialif (ﺍ), ba (ﺏ), ha (ﻩ), mim (ﻡ), lam (ﻝ)

Transfiksasi adalah afiks yang berwujud vokal yang diimbuhkan pada keseluruhan kata

dasar.Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / dalam Alquran yang mendapatTransfiksasi alif (ﺍ), ba (ﺏ), ha (ﻩ),mim (ﻡ), lam (ﻝ) ditemukan sebanyak 8 (delapan).

No. No. Surat Nama Surat Ayat

Berdasarkan penelitian menggunakan kitab Alquran Sofwer AL-Kalam dan Al-ALIYY :2003

Kata ﺏﺍﺬﻋ/‘ażāb / terdapat 294 (dua ratus Sembilan puluh empat) pada 69 surah.

N

o

Bentuk Nama Surat Nomor Ayat Jumlah Makna Gramatikal

1

7 siksa yang amat berat(7,114)

siksa yang

pedih(10,104,174,178) siksa

yang menghinakan (90)

2 Ali-Imran 4

10 Siksa yang berat(4,105) siksa

yang pedih(16,91,177,188)

azab yang pedih(77)azab

(38)

32

azab yang pedih(70)siksa

yang menghinakan(93)siksa

yang keras(124)

6 Al-A’raf 59 73 2 Azab hari yang

besar(59)siksaan yang

pedih(73)

7 Al-Anfal 14 50 68 3 Azab neraka(14) siksa neraka

yang membakar(50)

Siksaan yang besar(68)

8 At-Taubah 61

101

68 79 90 5 Azab yang pedih(61) azab

yang kekal(68) azab yang

pedih(79,90)

Azab yang besar(101)

9 Yunus 4 15 52 98 4 azab yang pedih(4) siksa hari

yang besar(15) siksaan yang

kekal(52) azab yang

menghinakan(98)

10 Siksa hari kiamat(3) azab

pada hari yang sangat

menyedihkan(26) azab yang

kekal(39) azab yang

pedih(48) azab yang berat(58)

(39)

33

yang tidak dapat ditolak(76)

azab hari yang

membinasakan(84)azab

azab yang berat(17) azab

Allah(21) siksaan yang

pedih(22)

pedih(63,104,117) azab yang

besar(94,106)

azab yang membakar(9,22)

siksa yang pedih(25) azab

hari kiamat(55) azab yang

menghinakan(57)

(40)

34

siksa api yang

menyala-nyala(21)

azab yang pedih(5) azab

neraka yang apinya

menyala-nyala(12) azab neraka(42)

azab yang keras(46)

2

berat(26) siksaan(41)

3

1

Az-Zumar 13 40 2 Siksaan hari yang besar(13)

azab yang kekal(40)

3

(41)

35

pedih(21,42) azab yang

kekal(45)

3

4

Az-Zkuhruf 65 74 2 Siksaan hari yang pedih(65)

azab neraka jahannam(7

3

5

Ad-Dukhan 11 48 56 3 Azab yang pedih(11) siksaan

dari air yang amat panas(48)

azab neraka(56)

3

6

Al-Jaatsiyah 9 10 11 3 Azab yang menghinakan(9)

azab yang besar(10) siksaan

yang sangat pedih(11)

3

7

Al-Ahqab 20

31

21 24 4 Azab yang menghinakan(20)

azab hari yang besar(21) azab

yang pedih(24,31)

3

(42)

36

siksa yang pedih(28)

4

beratnya(49)siksa yang sangat

berat(85)siksa

6 Al-A’raf 39 141 167 3 Siksaan(39)azab(141)siksaNy

a(167)

45 85 88 5 Azab(26)azab(45)azab(85)sik

saan(88)azab(113)

(43)
(44)
(45)

39

8 Siksa pedih(18,161)siksa

menghinakan(37)azab

Al-Fath 16 17 25 3 Mengazab(16)diazabNya(17)

(46)
(47)

41

4 Az-Zkuhruf 48 1 Azab(48)

1 

 

An-Nur 2 1 Hukuman(2)

1 

 

Al-Fur’qan 65 1 Azabnya(65)

2 Fatir 36 1 Azabnya(36)

1 

 

An-Naml 21 1 Mengazabnya(21)

1 

 

Al-Ankabut 10 1 Azab Allah(10)

1 

 



As-Shaffat 176 1 Siksa(176)

Jumlah 294 294

3.2.1Kata ﺏﺍﺬﻋ /‘ażāb / Dalam Alquran

1. Siksa yang Amat Berat

  UU

Khatama allāhu `alá qulūbihim wa `alá sam`ihim wa `al á 'abşārihim gisyāwatun wa lahum `ażābun `aīmun

, “

Allah telah mengunci-mati hati dan

pendengaran

mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka Usiksa yang Amat beratU. (QS. Al-Baqarah : 7)

(48)

42

 

/Wa man 'alamu mimman mana`a masājida allāhi 'an yuŻkara fīhā asmuhu wa sa`á fī kharābihā'ūlā'ika mā kāna lahum 'an yadkhulūhā 'illā khā'ifīna lahum fī ad-dunyā khizyun wa

lahum fī al-'ākhirati `aŻābun `aīmun / ,

 

dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. (QS. Al-Baqarah : 114)

 

/Wa 'iŻnajjaynākum min 'āli fir`awna yasūmūnakum sū'a al-`aŻābi yuŻabbiūna 'abnā'akum wa yastayūna nisā'akumwa fī zālikum balā'un min rabbikum `aīmun/

,

  

“dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka

menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya

2. Azab / Siksa yang pedih

, mereka menyembelih anak-anakmu

yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian

itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. (QS. Al-Baqarah : 49)

 

/Fī qulūbihim maraḍun fazādahumu allāhu maraḍāanwa lahum `aŻābun 'alīmun bimā kānū yakŻibūna

, /

 

dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang

pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. Al-Baqarah : 10)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...