• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PEMILIHAN KOSMETIK DENGAN HASIL RIAS WAJAH KARAKTER TOKOH SISWA SMK NEGERI 1 BERINGIN T.A 2015-2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN PEMILIHAN KOSMETIK DENGAN HASIL RIAS WAJAH KARAKTER TOKOH SISWA SMK NEGERI 1 BERINGIN T.A 2015-2016."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PEMILIHAN KOSMETIK DENGAN HASIL RIAS WAJAH KARAKTER TOKOH

SISWA SMK NEGERI 1 BERINGIN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

RENNY REZEKI HARTANTI 5113344024

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA RIAS JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Renny Rezeki Hartanti, Nim: 5113344024. Hubungan Pemilihan Kosmetik Dengan Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh Siswa SMK Negeri 1 Beringin T.A 2015-2016. Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pemilihan warna kosmetik Siswa SMK Negeri 1 Beringin 2) mengetahui bentuk wajah yang digunakan Siswa SMK Negeri 1 Beringin 3) mengetahui hasil rias wajah karakter tokoh Siswa SMK Negeri 1 Beringin 4) mengetahui hubungan antara pemilihan kosmetik dengan hasil rias wajah karakter tokoh siswa SMK Negeri 1 Beringin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII jurusan tata kecantikan SMK Negeri 1 Beringin sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel penelitian adalah 30 orang. Metode pengumpulan data menggunakan angket pemilihan kosmetik dan praktek hasil rias wajah karakter tokoh penyihir. Analisis data menggunakan teknik deskriptif korelasional dan persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji linieritas. Sedangkan uji hipotesis dengan korelasi product moment. Sebelum penelitian dilakukan, terlebih dahulu dilakukan observasi awal. Dimana observasi awal ini bertujuan untuk melihat sejauh mana tingkat pengetahuan tentang pemilihan kosemtika siswa SMK Negeri 1 Beringin.

Untuk mendapatkan hasil dari pertanyaan-pertanyaan digunakan pengumpulan data dengan tes angket dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan kosmetik yang diperoleh siswa cenderung cukup dengan persentase sebesar 80 % dan hasil rias wajah karakter tokoh penyihir juga masih cenderung cukup sebesar 86,7%. Uji linieritas untuk persamaan regresi Y

atas X diperoleh persamaan Ŷ = 43,715 + 0,369 X dan memiliki hubungan yang

linier pada taraf signifikansi 5% karena Fhitung < Ftabel (1,320 < 2,42) dan koefisien

arah regresi Y atas X adalah berarti karena Fhitung > Ftabel (26,010 > 4,20). Dari hasil

perhitungan korelasi diperoleh rxy sebesar 0,694 sedangkan nilai rtabel pada taraf

signifikan 5% dengan harga thitung > ttabel (5,100 > 2,048) sehingga hipotesis yang

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt atas rahmat dan karunia yang

dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam penulisan skripsi

ini penulis tidaklah lepas dari perjuangan, doa serta kesabaran yang senantiasa

mendampingi penulis demi terselesainya skripsi yang berjudul “Hubungan Pemilihan

Kosmetik Dengan Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh Siswa SMK Negeri 1 Beringin”

ini yang baik dan bermanfaat bagi seluruh pembacanya.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari bantuan, bimbingan

dan arahan dari berbagai pihak. Maka dalam kesempatan ini penulis ingin

menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd, selaku Dekan Fakultas Teknik

Universitas Negeri Medan.

2. Bapak/Ibu Wakil Dekan I,II,III Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

3. Ibu Dra. Dina Ampera, M.Si, selaku Ketua Jurusan PKK Universitas Negeri

Medan.

4. Ibu Dra. Fatma Tresno Ingtyas, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan PKK

Universitas Negeri Medan.

5. Ibu Dra. Siti Wahidah, M,Si, selaku Ketua Prodi Pendidikan Tata Rias

Universitas Negeri Medan dan selaku pembimbing skripsi yang teramat sangat

banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(7)

7. Ibu Dra. Yuspa Hanum, MS, selaku dosen penguji skripsi penulis.

8. Ibu Dra. Nila Handayani, M.Pd, selaku dosen penguji skripsi penulis.

9. Bapak kepala sekolah, Ibu bidang studi, serta Bapak pengurus tata usaha SMK

Negeri 1 Beringin yang telah memberi izin waktu dan tempat untuk

mengadakan penelitian.

10.Yang sangat teristimewa kedua orang tua tercinta, Bapak dan Ibu Suharto yang

selalu mengiringi penulis dengan doa, kasih sayang, menguatkan hati penulis,

memotivasi dan memberi dukungan dari segi moril maupun materil.

11.Saudara-saudari penulis, Kakak Pramita Harmayanti, Abangda Dedi

Dermawan, Abangda Zulpan Hardianto, Kakak Deifi Wiandayani serta Adinda

Mira Ismilia Hartini dan Fairuuz Akhtar Hardiawan yang selalu memberi

motivasi, semangat, dukungan dan mendoakan penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

12.Muhammad Teisar Pranata yang selalu memotivasi, memberi dukungan dan

mendoakan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

13.Saudari seperjuangan penulis, Dwi Mentari Arya, Nining Widya Astuti,

Purnama Sari, Putri Chairina, Ririn Hardianti, Yetti Shintia dan keluarga besar

posko heboh yang selalu setia memberi semangat kepada penulis, memberi doa

dan memarahi penulis ketika bermalas-malasan serta seluruh teman-teman

seperjuangan stambuk 2011 Jurusan Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri

(8)

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, dan masih

terdapat banyak kekurangan didalamnya, oleh sebab itu penulis berharap pembaca mau

memberikan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan memperbaiki isi dari

skripsi ini dan dapat mendukung dalam penyempurnaan skripsi ini.

Medan, April 2016

Penulis,

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Identifikasi Masalah ... 6

C. Pembatasan Masalah ... 6

D. Rumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS ... 9

A. Deskripsi Teori Pemilihan Kosmetik ... 9

B. Penelitian yang Relevan ... 49

C. Kerangka Berfikir ... 50

D. Hipotesis Penelitian ... 52

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 53

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 53

B. Populasi dan Sampel Penelitian ... 53

C. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ... 54

D. Instrument Penelitian ... 55

E. Instrument Angket Pemilihan Kosmetika ... 62

(10)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 69

A. Deskriptif Data Penelitian ... 69

B. Uji Persyaratan Analisis ... 74

C. Pengujian Hipotesis ... 76

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 77

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 80

A. Kesimpulan ... 80

B. Saran ... 80

(11)
[image:11.595.71.535.105.751.2]

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Wajah panjang ... 19

2. Hidung batang panjang ... 20

3. Alis untuk rias karakter penyihir ... 21

4. Bentuk bibir ... 22

5. Palet make-up ... 26

6. Bedak tabur (powder) ... 27

7. Milk cleanser ... 27

8. Face toner ... 28

9. Eye make up remover... 28

10.Pelembab ... 29

11.Eye liner ... 29

12.Mascara ... 30

13.Lipstick ... 30

14.Pinsil Alis ... 31

15.Finishing touch ... 31

16.Kuas make-up... 32

17.Kuas make-up... 33

18.Kuas make-up... 34

19.Kuas make-up... 35

20.Kuas make-up... 36

21.Kuas make-up... 36

22.Spons Foundation ... 37

23.Spons powder ... 37

24.Spons compact ... 38

25.cottonbuds ... 38

26.Kapas wajah ... 39

(12)

28.Handuk Kecil ... 40

29.Hair bando ... 40

30.Bulu mata ... 41

31.Soft lens ... 41

32.Pengaplikasian foundation ... 42

33.Pengaplikasian bedak tabur ... 42

34.Pengaplikasian bedak padat ... 43

35.Pembuatan shading pada garis senyum ... 43

36.Pengaplikasian eyeshadow, eyeliner dan maskara ... 44

37.Pemeberian garis pada kelopak mata ... 44

38.Pengaplikasian tint pada bagian atas bibir ... 45

39.Pemberian garis dibagian bawah bibir ... 45

40.Pembuatan alis ... 46

41.Pembuatan tint dan shade pada bagian hidung ... 46

42.Pengaplikasian lipstick gelap ... 47

43.Hasil akhir ... 47

44.Sebelum dan sesudah ... 48

45.Histogram Data Pemilihan Kosmetik (X) ... 71

46.Histogram Data Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh (Y) ... 73

(13)
[image:13.612.78.548.70.681.2]

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Bobot nilai angket pemilihan kosmetik... 55

2. Kisi-kisi angket pemilihan kosmetik ... 56

3. Kisi-kisi pengamatan hasil rias wajah karakter tokoh penyihir ... 57

4. Rubrik pengamatan hasil rias wajah karakter tokoh penyihir ... 57

5. Deskripsi data hasil penelitian ... 69

6. Distribusi Frekuensi Data Pemilihan Kosmetik Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Beringin (X) ... 70

7. Tingkat Kecenderungan Data Pemilihan Kosmetik (X) ... 71

8. Distribusi Frekuensi Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Beringin (Y) ... 72

9. Tingkat Kecenderungan Data Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh (Y) ... 73

10.Ringkasan Hasil Perhitungan Uji Normalitas Distribusi Data Pemilihan Kosmetik (X) ... 74

11.Ringkasan Hasil Perhitungan Uji Normalitas Distribusi Data Hasil rias wajah karakter tokoh (Y) ... 75

12.Ringkasan Hasil Perhitungan Uji Linieritas Persamaan Regresi Y Atas X ... 76

13.Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis ... 77

14.Distribusi Variabel Pemilihan kosmetik (X) ... 118

15.Distribusi Variabel Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh (X) ... 120

16.Tingkat Kecenderungan Variabel Penelitian ... 121

17.Tingkat Kecenderungan Variabel Data Pemilihan kosmetik (X) ... 123

18.Tingkat Kecenderungan Data Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh ... 124

(14)

20.Ringkasan Hasil Perhitungan Uji Normalitas Distribusi Data

Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh (Y) ... 126

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Silabus ... 84

2. RPP ... 88

3. Angket ... 92

4. Lembar validator ... 96

5. Uji validitas angket pemilihan kosmetik ... 103

6. Uji reliabilitas angket pemilihan kosmetik ... 104

7. Perhitungan validitas dan reliabilitas angket pemilihan kosmetik ... 105

8. Distribusi jawaban angket pemilihan kosmetik ... 110

9. Hasil pengamatan rias wajah karakter tokoh ... 111

10.Rekapitulasi data hasil pengamatan ... 112

11.Uji kesepakatan pengamat hasil rias wajah karakter tokoh ... 113

12.Data hasil penelitian ... 116

13.Deskripsi data penelitian ... 117

14.Identifikasi tingkat kecenderungan variable penelitian ... 121

15.Uji normalitas sebaran data masing-masing variabel penelitian ... 125

16.Perhitungan persamaan regresi sederhana, uji kelinieran dan Keberartian persamaan regresi ... 128

17.Perhitungan korelasi antara variable X dengan Y ... 134

(16)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Wanita dan kosmetik adalah ‘sahabat sejati’, keduanya saling melengkapi

satu sama lain. Plautus, Filsuf dari Roma mengatakan wanita tanpa kosmetik

bagaikan sayur tanpa garam. Untuk bisa tampil cantik dan menarik tampaknya

merupakan bagian yang sangat penting bagi kodrat seorang perempuan. Itu

sebabnya sejarah kosmetik telah digunakan sejak berabad-abad lampau, meski

bentuk kosmetik kuno berbeda dengan masa sekarang. Kosmetika menjadi berguna

karena adanya wanita, sementara wanita dapat menonjolkan kelebihan wajah serta

menutupi kekurangannya dengan kosmetik. Namun setiap wanita harus lebih

berhati-hati dan teliti dalam memilih kosmetik, dan harus mengenal bahan-bahan

dasar yang terkandung di dalamnya. Sebab tidak semua bahan menimbulkan

gangguan atau efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu harus

mengetahui tujuan kosmetik serta sifat dari bahan-bahan yang terdapat dalam

kosmetik tersebut (Pangaribuan, 2010).

Tampil cantik dan menarik merupakan dambaan bagi setiap wanita,

karenanya wanita sering menyisihkan anggaran untuk perawatan wajah dan tubuh

dengan menggunakan kosmetik tradisional maupun kosmetik modern. Hasil

pengamatan yang dilakukan di Amerika Serikat menggambarkan bahwa lebih dari

85% gadis remaja menggunakan kosmetik karena merasa bahwa kosmetik tersebut

(17)

2

sadar telah dibentuk oleh media massa di dalam benak remaja melalui iklan

kosmetik. Promosi kosmetik melalui iklan di televisi yang sering diperankan

seorang model bintang iklan dengan identitas fisik yaitu berkulit putih, berambut

panjang dan lurus, tubuh tinggi dan langsing, manja, dan lembut telah menjadi

stereotype pemisah antara perempuan yang cantik dan tidak cantik. Iklan kosmetik

mengubah konsep cantik pada remaja putri yang mengakibatkan dampak negatif

bagi remaja putri menjadi lebih konsumtif terhadap kosmetik. Sifat konsumtif dari

remaja putri juga tidak terlepas dari pengaruh pandangan laki-laki tentang

paradigma cantik yang tidak lain adalah penampilan fisik. Kulit yang sehat dapat

mencerminkan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Selain itu, kulit juga

menjadi ukuran kecantikan. Namun, orang tidak sadar bahwa pola hidup dan

lingkungan turut mempengaruhi kesehatan kulit. Pola hidup dan lingkungan yang

tidak sehat pada gilirannya menimbulkan banyak masalah kulit antara lain: jerawat,

kulit kering, kasar, berkerut, berminyak, dan flek di wajah. Masalah kulit cukup

penting karena setidaknya sekitar 40% perempuan Asia mempunyai masalah flek

pada kulit wajah (Tringani, 2011).

Menurut peraturan menteri kesehatan RI No. 220/ Menkes/ Per/XI/76,

tanggal 6 September 1976 menyatakan bahwa: “Kosmetik adalah bahan atau

campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan pada,

dimasukkan ke dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia dengan

maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah

(18)

3

Seiring dengan perkembangan dengan teknologi kosmetik yang tersedia di

pasaran diproduksi dalam jenis beragam. Setiap tahun, kemasan serta teksturnya

mengalami kemajuan yang pada dasarnya diciptakan untuk mempermudah

penggunaannya. Selain juga untuk memberikan hasil yang lebih baik bagi tata rias

wajah, tentunya (Andiyanto, 2015). Menurut Puspita, (2012) Rias selaras bukan

semata karena pulasan yang prima. Tetapi juga karena adanya harmonisasi warna

kulit. Maka dari itu terlebih dahulu perlu mengenal warna kulit sebelum merias. Hal

ini juga berlaku sebagai panduan untuk memilih warna busana yang serasi dengan

penampilan.

Menurut Gusnaldi, (2013) Warna kuning keemasan selalu dapat

menampilkan kesan mahal. Hanya dengan menyanding eyeshadow warna

keemasan dan cokelat, gradasi warna yang sempurna dengan mudah tercipta.riasan

ini sangat inspiratif untuk mengubah seseorang menjadi pribadi yang mewah.

Merah selalu memberikan energi yang terus mengalir, memudahkan siapa saja

tampil cantik penuh kekuatan tanpa harus membuat kombinasi warna yang rumit.

Teknik make-up secanggih apapun tidak dapat mengalahkan sentuhan merah pada

riasan. Warna tembaga adalah pasangan sejati untuk disandingkan. Simplisitas dari

warna ini sudah cukup untuk mengakui kecantikan. Tuntutan perhatian, mulai dari

warna monokrom pada mata, pengaplikasian merah di pipi dan akhiri dengan

blokade warna terang pada bibir dan mood akan terangkat sepanjang hari.

Pengaplikasian warna jingga selalu hadir menyegarkan mata, konsep

(19)

4

setia dengan konsep diri yang tidak berlebih. Jingga merupakan warna netral setelah

cokelat yang dapat digunakan untuk berbagai tigkatan jenis kulit. Jingga tidak lagi

mengerikan seperti yang dibayangkan, cukup sapukan warna ini dengan lembut

untuk memberi rona pada pipi dan areal mata untuk mengemas kemewahannya.

Beri permainan bias hijau di bawah mata, dua warna ini dapat bersinergi untuk

menghapus kesan monoton (Gusnaldi, 2013).

Bauran peach kecokelatan pada pipi memang menjanjikan shading yang

kuat. Rona warna ini memang paling pas menjadi pilihan karena dengan otomatis

memberikan efek menakjubkan pada wajah. Untuk menambah kehangatan, berikan

pemulas bibir berwarna merah kecokelatan untuk menghias bentuk bibir penuh.

Shading yang kuat menjadi kunci kematangan riasan, baurkan perona pipi jingga

kecoklatan untuk menghasilkan bentuk pipi sempurna (Gusnaldi, 2013).

Rias wajah karakter merupakan rias wajah yang dilakukan di atas panggung,

rias wajah karakter memerlukan riasan wajah yang dapat dilihat dari jarak yang

tidak dekat, maka dari itu rias wajah yang di perlukan dalam rias wajah karakter

adalah rias wajah yang tebal tapi tetap halus. Meskipun dilihat dari jarak yang jauh,

rias wajah karakter akan terlihat semakin menonjolkan sosok karakter apa yang

diperankannya, sebab dengan kosmetik yang telah diaplikasikan kepada seorang

pemeran tersebut akan mendukung karakter tokoh itu sendiri. Dengan pemilihan

kosmetik yang tepat seorang pemeran karakter tokoh walaupun hanya diam saja di

atas panggung, penonton sudah bisa menggambarkan karakter tokoh apakah yang

(20)

5

Siswa SMK Negeri 1 Beringin merupakan siswa-siswa berprestasi di bidang

rias wajah dan sempat mendapatkan juara di beberapa perlombaan merias antar

sekolah. Merias berbagai model atau bentuk bukanlah hal yang mengejutkan lagi

bagi siswa yang mengambil jurusan tata kecantikan kulit, melainkan hal yang biasa

dilakukan para siswa setiap kali masuk pada pelajaran tata rias.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis pada bulan agustus 2015,

dengan guru mata pelajaran rias wajah karakter menyebutkan bahwa pengetahuan

siswa tentang pemilihan kosmetik dalam rias wajah cukup baik, sebab tidak

membutuhkan waktu yang lama untuk mengajarkannya. Pemilihan kosmetika telah

dipelajari siswa pada semester 1, maka pada pelajaran selanjutnya siswa hanya

perlu mengulang kembali pelajaran yang telah lewat namun, pada saat merias wajah

karakter, hasil rias siswa masih kurang sempurna sebab garis-garis pada wajah,

pembauran shading pada bagian tulang pipi, pembuatan kantung mata dalam rias

wajah karakter tokoh masih terlihat kaku sehingga hasil tokoh penyihir yang

ditampilkan tidak terlihat jelas sehingga membuat tokoh karakter penyihir tidak

hidup.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka

penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Pemilihan

Kosmetik dengan Hasil Rias Wajah Karakter Tokoh Siswa SMK Negeri 1

(21)

6

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diidentifikasikan beberapa

permasalahan sebagai berikut :

1. Apakah siswa SMK Negeri 1 Beringin dapat memilih warna kosmetik yang

tepat dalam setiap merias wajah?

2. Apakah siswa SMK Negeri 1 Beringin dapat memilih kosmetik sesuai

dengan fungsinya dalam merias wajah karakter tokoh?

3. Bagaimana hasil rias wajah karakter tokoh siswa SMK Negeri 1 Beringin

dengan pemilihan kosmetik yang tepat?

4. Bagaimana hubungan pemilihan kosmetik dengan hasil rias wajah karakter

tokoh siswa SMK Negeri 1 Beringin?

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan Identifikasi masalah yang telah diuraikan, mengingat

keterbatasan waktu dan kemampuan peneliti untuk meneliti keseluruhan masalah

pada identifikasi masalah diatas, maka masalah pada penelitian ini di batasi pada:

1. Pemilihan warna kosmetik lebih dipilih warna gelap satu hingga dua

tingkat dari warna kulit pada seluruh bagian wajah Siswa SMK Negeri 1

Beringin.

2. Bentuk wajah yang digunakan adalah bentuk wajah panjang pada Siswa

SMK Negeri 1 Beringin.

3. Hasil rias wajah karakter tokoh penyihir pada Siswa SMK Negeri 1

Beringin dilakukan dengan pengamatan.

(22)

7

D. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimanakah pemilihan warna kosmetik Siswa SMK Negeri 1 Beringin?

2. Bangaimana bentuk wajah yang digunakan Siswa SMK Negeri 1 Beringin.

3. Bagaimana hasil rias wajah karakter tokoh penyihir Siswa SMK Negeri 1

Beringin?

4. Bagaimanakah hubungan pemilihan kosmetik dengan hasil rias wajah

karakter tokoh penyihir Siswa SMK Negeri 1 Beringin?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pemilihan warna kosemetik Siswa SMK Negeri 1

Beringin.

2. Untuk mengetahui bentuk wajah yang digunakan Siswa SMK Negeri 1

Beringin.

3. Untuk mengetahui hasil rias wajah karakter tokoh Siswa SMK Negeri 1

Beringin.

4. Untuk mengetahui hubungan pemilihan kosmetik dengan hasil rias wajah

(23)

8

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai

pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berkaitan dengan masalah

penelitian ini, secara lebih khusus penelitian ini diharapkan dapat memberikan

manfaat kepada :

1. Penulis

Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan, wawasan dan

pengalaman penulis tentang hubungan pemilihan kosmetik dengan hasil rias

wajah karakter tokoh siswa SMK Negeri 1 Beringin.

2. Siswa

Penelitian ini diharapkan dapat membantu peserta didik Program Keahlian

Tata Kecantikan dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang Hasil

Rias Wajah Karakter Tokoh.

3. Guru

Sebagai bahan masukkan bagi guru SMK Negeri 1 Beringin untuk

menyampaikan materi dan demontrasi lebih baik lagi.

4. Sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar

(24)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut :

1. Pemilihan warna kosmetik pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Beringin

cenderung cukup dengan persentase 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa

pemilihan kosmetik yang dimiliki siswa masih tergolong cukup.

2. Hasil rias wajah karakter tokoh pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Beringin

juga masih tergolong cukup yaitu sebesar 86,7%. Hal ini berarti, hasil rias

wajah karakter tokoh sangat bergantung pada pamilihan kosmetik.

3. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemilihan kosmetik dengan hasil

rias wajah karakter tokoh siswa kelas XII SMK Negeri 1 Beringin. Hal ini

berarti, jika pengetahuan siswa tentang pemilihan kosmetik baik, maka hasil

rias wajah karakter tokoh yang dilakukan siswa akan semakin baik.

B. Saran

Berdasarkan uraian kesimpulan di atas maka saran yang dapat diajukan

adalah sebagai berikut:

1. Bagi guru, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan kosmetik dan hasil

rias wajah karakter tokoh tergolong cukup, maka diharapkan para guru Tata

Kecantikan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pemilihan

kosmetik karena pemilihan kosmetik sangat berpengaruh dengan hasil rias

(25)

81

2. Bagi pihak sekolah, dalam upaya untuk meningkatkan hasil rias wajah karakter

tokoh yang baik, seorang siswa harus menguasai pemilihan kosmetik, baik

secara teori maupun praktek sehingga diharapkan para guru Tata Kecantikan

dapat meningkatkan strategi pembelajaran yang baik untuk meningkatkan

kompetensi siswa tentang praktek rias wajah karakter tokoh penyihir.

3. Bagi peneliti selanjutnya, agar penelitian ini dapat menjadi referensi dalam

upaya meningkatkan pengetahuan dasar pemilihan kosmetik dalam merias

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Aprilia, Ade. Every Day Make-up, Jl.Palmerah Barat 29-37. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Andiyanto. 2015, The make over : PT. Gramedia Pustaka Utama

Anasamirudin. 2014, Tokoh, (http://www.brainly.co.id)

Anna, Lusia kus. 2013, Rias Karakter, (www.googleweblight.com)

Anonim. 2002, Pemilihan Kosmetik, (www.googleweblight.com)

Arikunto, Suharsimi. 2008, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta

Bloom. 2010, Taxonomi of Education Objective, Hand Book Cognitive Domain. New York, MCKey

Darsono. 2000, Pemilihan Kosmetik, (https://www.scribd.com)

Gavinda. 2013, Rias Wajah, (https://www.scribd.com)

Gusnaldi. 2013, The Masterpiece Make-Up Of Gusnaldi, Jl.Palmerah Barat 29-37. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Kustanti, Herni. 2008, Tata Kecantikan Kulit. Jakarta

(https://www.scribd.com/doc/59232232/20/S-Rias-Wajah-Karakter)

Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2013 (www.pustaka.madani.com)

Lestari. 2001, Pemilihan Kosmetik, (www.blogspot.com)

Lusia. 2013, Rias Wajah Karakter, (www.blogspot.com)

Martha, Puspita. Make-up 101 Basic Personal Make-up, Jl.Palmerah Barat 29-37. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Monica. 2015, Rias Wajah Karakter (www.googleweblight.com)

Pangaribuan, Lina. 2010, Bahan Ajar Kosmetika. Medan.

Pipin. 2010, Kosmetik, (http://pdfmODUL_1_Dasar_Rias)

(27)

124

Rias Wajah Karakter. 2013 (http://defenisiPusatIndonesia.blogspot.com)

Sugiono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan, Jl. Gegerkalong Hilir No. 84. Bandung : ALFABETA, cv.

Sudjana. 2005, Metode Statistika. Bandung : Remaja Rosda Karya

Sutara. 2009, Pemilihan Kosmetik, (Wordpress.com)

Thowok, Didik Nini. 2012. Stage Make-up. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Tata Rias Karakter. 2013 (http://googleweblight.com/?lite_url= http://www.Slide sharenet/melowiwan/pertemuan-9-tata-riaskarakter)

Tringani. 2011, Kosmetik, (http://pdfpemilihankosmetik.01.Bidan.Tri.p65)

Warda, wandari. Makeup karakter, (blogspot.com)

Gambar

Gambar                                                                                                        Halaman
Tabel     Halaman

Referensi

Dokumen terkait

Hasil praktek merias wajah geriatri pada mata pelajaran dasar kecantikan kulit siswa kelas XI Tata Kecantikan SMK Negeri 1 Beringin rata-rata mendapatkan hasil praktek yang cukup

Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman penulis tentang hubungan penguasaan teori koreksi wajah dengan hasil praktek rias wajah geriatri

menarik untuk dijadikan suatu pene litian yang berjudul “ Hubungan Penguasaan Teori Koreksi Wajah Dengan Hasil Praktek Rias Wajah Pada Siswa Kelas XI Tata Kecantikan

Sylvia Marcellina; Nim 509144037,” Hubungan Kemandirian Belajar Dengan Hasil Belajar Rias Wajah Panggung Pada Siswa Kelas XI SMK Pembangunan Daerah Lubuk Pakam;

Kemampuan siswa dalam melakukan rias wajah tidak terlepas dari pengetahuan tentang kosmetik dekoratif, karena dalam merias wajah panggung banyak menggunakan kosmetik

Berdasarkan wawancara dengan guru bidang studi pada tanggal 2 februari tahun 2016 hasil praktek rias mata pada mata pelajaran rias wajah panggung penari sebahagian dari

Dari hasil data keseluruhan dan dihitung dengan rata-rata maka hasil validasi terhadap kelayakan media video pada tata rias wajah fantasi jurusan tata kecantikan di SMK

Berdasarkan uraian diatas, diharapkan terdapat alternatif kosmetik yang dapat digunakan untuk merias wajah karakter perempuan tua dengan hasil yang lebih baik