Informasi Dokumen
- Penulis:
- Marliza Wandi
- Pengajar:
- Bapak M. Hendra. S. Ginting, ST, MT
- Bapak Amir Husin, ST, MT
- Bapak Dr. Eng. Ir. Irvan, Msi
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Teknik Kimia
- Topik: Pra-Rancangan Pabrik Pembuatan Acrylonitrile dari Propena dengan Proses Ammoksidasi, Kapasitas 7.000 ton/jam
- Tipe: tugas akhir
- Tahun: 2009
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian pendahuluan membahas latar belakang pentingnya pembuatan Acrylonitrile di Indonesia, di mana permintaan terus meningkat. Penulis menguraikan kebutuhan industri dalam negeri dan potensi Acrylonitrile sebagai bahan baku polimer yang diimpor. Penekanan pada ketersediaan bahan baku propena di Indonesia memberikan gambaran tentang peluang industri, yang relevan untuk tujuan pendidikan dalam memahami dinamika pasar dan industri kimia.
1.1 Latar Belakang
Latar belakang menjelaskan tentang tanggung jawab Indonesia dalam pembangunan ekonomi, dengan fokus pada industri. Peningkatan permintaan Acrylonitrile yang diimpor menunjukkan kebutuhan untuk mengembangkan industri dalam negeri. Ini memberikan konteks bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kemandirian industri dan penguasaan teknologi.
1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah berfokus pada tantangan pemenuhan kebutuhan bahan baku plastik dan polimer. Hal ini mengajak mahasiswa untuk menganalisis bagaimana industri dapat beradaptasi dan berinovasi untuk memenuhi permintaan pasar domestik, yang merupakan keterampilan penting dalam teknik kimia.
1.3 Tujuan Pra Rancangan Pabrik
Tujuan dari pra-rancangan pabrik adalah untuk memenuhi syarat ujian sarjana dan memberikan gambaran kelayakan pabrik. Ini mengajarkan mahasiswa pentingnya perancangan industri dan penerapan teori dalam praktik, serta bagaimana hal ini dapat berkontribusi pada perekonomian.
1.4 Manfaat Pra Rancangan Pabrik
Manfaat pra-rancangan termasuk penyediaan informasi untuk pengembangan industri dan penciptaan lapangan kerja. Ini menekankan pada dampak sosial dan ekonomi dari proyek industri, yang penting untuk pemahaman mahasiswa tentang tanggung jawab sosial dalam teknik.
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN DESKRIPSI PROSES
Bagian ini mengulas berbagai aspek teknis dan teoritis terkait Acrylonitrile, termasuk sifat-sifat bahan baku dan proses pembuatannya. Ini memberikan mahasiswa pemahaman mendalam tentang reaksi kimia dan proses industri, yang penting dalam pendidikan teknik kimia.
2.1 Acrylonitrile
Acrylonitrile adalah senyawa penting dalam industri, digunakan sebagai monomer untuk berbagai produk. Pemahaman tentang sifat dan aplikasi Acrylonitrile memberikan mahasiswa wawasan tentang bagaimana bahan kimia digunakan dalam berbagai industri, serta pentingnya penelitian dan pengembangan dalam bidang ini.
2.2 Asam Sianida
Asam sianida merupakan produk samping dalam proses pembuatan Acrylonitrile. Memahami sifat dan bahaya dari senyawa ini sangat penting untuk keselamatan kerja dan pengelolaan limbah, yang merupakan bagian integral dari pendidikan teknik kimia.
2.3 Sifat Bahan Baku
Sifat-sifat bahan baku seperti propena dan ammonia dijelaskan secara rinci. Mahasiswa belajar tentang pentingnya karakteristik bahan dalam proses produksi, yang dapat diterapkan dalam perancangan dan pengembangan proses industri.
2.4 Proses Pembuatan Acrylonitrile
Deskripsi proses pembuatan Acrylonitrile memberikan gambaran tentang reaksi kimia dan kondisi operasi. Ini membantu mahasiswa memahami bagaimana teori kimia diterapkan dalam praktek industri, serta pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam proses produksi.
2.5 Kriteria Pemilihan Proses
Kriteria pemilihan proses membandingkan berbagai metode produksi. Mahasiswa diajak untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan setiap proses, yang mengembangkan kemampuan analitis dan pengambilan keputusan dalam konteks teknik kimia.
2.6 Deskripsi Proses
Deskripsi rinci tentang tahapan produksi Acrylonitrile mengajarkan mahasiswa tentang alur proses industri. Ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana teori diterapkan dalam situasi nyata, yang penting untuk kesiapan kerja mereka.
III. NERACA MASSA
Bagian ini membahas perhitungan neraca massa untuk proses pembuatan Acrylonitrile. Hal ini penting untuk memahami aliran material dalam proses industri, yang merupakan keterampilan dasar dalam teknik kimia.
3.1 Reaktor (R-201)
Analisis neraca massa pada reaktor memberikan wawasan tentang konversi dan selektivitas reaksi. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya optimasi proses untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi.
3.2 Kolom Absorpsi (T-301)
Neraca massa kolom absorpsi membantu mahasiswa memahami pemisahan komponen dalam campuran gas. Ini penting untuk desain sistem pemisahan yang efektif dalam industri.
3.3 Reaktor (R-301)
Pembahasan tentang neraca massa di reaktor kedua melanjutkan pemahaman mahasiswa tentang reaksi berkelanjutan dan pentingnya kontrol proses dalam produksi kimia.
3.4 Kolom Distilasi (T-311)
Neraca massa kolom distilasi memberikan pemahaman tentang teknik pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih. Ini adalah keterampilan penting dalam desain proses untuk pemisahan komponen kimia.
3.5 Kondensor (E-102)
Analisis neraca massa pada kondensor membantu mahasiswa memahami pengendalian suhu dan fase dalam proses distilasi, yang merupakan aspek penting dalam rekayasa proses.
3.6 Reboiler (E-215)
Pembahasan neraca massa pada reboiler menyoroti pentingnya pengendalian energi dalam proses distilasi. Ini mengajarkan mahasiswa tentang efisiensi energi dalam desain pabrik.
Referensi Dokumen
- Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000
- Bank Mandiri ( 2009 )
- Waluyo ( 2000 )
- Rusdji ( 2004 )
- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia-AAJI ( 2007 )
- PT. Prudential Life Assurance ( 2007 )
- Timmerhaus ( 2004 )