• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah prinsip prinsip pengembangan kur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Makalah prinsip prinsip pengembangan kur"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM

Enrico Benito K.B (1503479)

Fajar Satria P (1503692)

Regina Nur Fajriati (1504602)

Fakultas Pendidikan Seni dan Desain / Pendidikan Seni Musik

[email protected]

Dr. H. Dadang Sukirman., M.Pd , Ence Surahman, S.Pd., M.Pd

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

(2)

juga harus menganut beberapa prinsip dan melakukan pendekatan terlebih dahulu, sehingga di dalam penerapannya sebuah kurikulum dapat mencapai sebuah tujuan seperti yang di harapkan. Dan mengenai prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum akan kami jelaskan selengkapnya dalam pembahasan.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apakah pengertian dari pengembangan kurikulum?

1.2.2 Hal apa saja yang termasuk dalam prinsip-prinsip pengembangan kurikulum?

1.2.3 Apa saja prinsip-prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum?

1.2.4 Tipe apa saja prinsip dalam pengembangan kurikulum?

1.2.5 Sumber-sumber apa saja yang terdapat pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum?

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui makna dari pengertian pengembangan kurikulum.

1.3.2 Dapat menyebutkan apa saja yang termasuk dalam prinsip-prinsip pengembangan

kurikulum.

1.3.3 Agar mengetahui prinsip-prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum. 1.3.4 Untuk mengetahui tipe dalam prinsip pengembangan kurikulum.

1.3.5 Dapat mengetahui sumber-sumber yang terdapat pada pengembangan kurikulum.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum

(3)

dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang.

Secara gramatical, prinsip berarti sas, dasar, keyakinan dan pendirian. Dari pengertian ini tersirat makna bahwa kata prinsip menunjuk pada suatu hal yang sangat penting, mendasar, harus diperhatikan, memiliki sifat mengatur dan mengarahkan, serta sesuatu yang biasanya selalu ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa.Pengertian dan fungsi prinsip di atas bisa dijadikan dasar untuk menjelaskan arti dan fungsi prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukkan pada suatu pengertian tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan kurikulum, terutama dalam fase perencanaan (curriculum planning). Esensi dari pengembangan kurikulum adalah prosesidentifikasi, analisis, sintetis, evaluasi, pengambilan keputusan dan kreasi elemen-elemen kurikulum.

2.2 Prinsip-Prinsip Dalam Pengembangan Kurikulum

(4)

efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dasar dalam pengembangan kurikulum, yaitu :

1. Prinsip relevansi; kurikulum merupakan rel-nya pendidikan untuk membawa siswa dapat hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat serta membekali siswa baik dalam pengetahuan,sikap maupun keterampilan sesuai dengan tuntunan dan harapan masyarakat.oleh sebab itu,pengalaman-pengalaman belajar yang disusun dalam kurikulum harus relevan dengan kebutuhan masyarakat.inilah yang dimaksud prinsip relevansi.ada dua macam relevansi,yaitu relevansi internal dan relevansi eksternal.relevansi internal adalah bahwa setiap kurikulum harus memiliki keserasian antara komponen-komponennya,yaitu serasi antara tujuan yang harus dicapai,isi,materi atau pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa,strategi atau metode yang digunakan serta alat penilain untuk melihat ketercapain tujuan.relevansi internal ini menunjukan keutuhan suatu kurikulum. 2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang

dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar belakang peserta didik Prinsip fleksibilitas memiliki dua sisi: Flexible dalam memilih program pendidikan serta fleksibilitas dalam mengembangkan program pengajaran.

3. Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungan antara berbagai tingkat sekolah,dan antara berbagai tingkat bidang studi dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.

(5)

kurikulum dikatakan memiliki tingkat efesiensi yang tinggi apabila dengan sarana,biaya yang minimal dan waktu yang terbatas dapat memperoleh hasil yang maksimal.betapa pun bagus dan idealnya suatu kurikulum,manakala menuntut peralatan,sarana dan prasarana yang khusus serta mahal harganya,maka kurikulum itu tidak praktis dan sukar untuk dilaksanakan.kurikulum harus dirancang untuk dapat digunakan dalam segala keterbatasan.

5. Prinsip efektivitas; prinsip efektivitas berkenaan dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan dan dapat dilaksanakan dan dapat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar.terdapat dua sisi efektivitas dalam suatu pengembangan kurikulum.pertama,efektivitas berhubungan dengan kegiatan guru dalam melaksanakan tugas mengimplementasikan kurikulum di dalam kelas.kedua,efektivitas kegiatan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar.

2.3 Prinsip yang dianut dalam Pengembangan Kurikulum

Ada sejumlah prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum,diantaranya:

1. Prinsip relevansi, Kurikulum dan pengajaran harus disusun sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan kehidupan peserta didik

2. Prinsip efektifitas, Berkaitan dengantingkat pencapaian hasil pelaksanaan kurikulum

3. Prinsip efisiensi, Berkaitan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, dana, dan sarana yang dipakai dengan hasil yang diperoleh

4. Prinsip kontinuinitas, Kurikulum berbagai tingkat kelas dan jenjang pendidikan disusun secara berkesinambungan

5. Prinsip Fleksibilitas,disamping program yang berlakuuntuk semua anak terdapat pula kesempatan bagi amak mengambil program-program pilihan

6. Prinsip integritas, kurikulum hendaknya memperhatiakn hubungan antara berbagai program pendidikan dalam rangka pembentukan kepribadian yang terpadu

(6)

Tipe-tipe prinsip pengembangan kurikulum yaitu tingkat validitas dan reabilitas prinsip yang digunakan. Hal ini kaitannya dengan sumber-sumber dari pengembangan kurikulum itu sendiri. Ada fakta, konsep dan prinsip yang tingkat kepercayaannya tidak diragukan lagi karena sudah terbukti melalui riset yang berulang-ulang, ada juga data yang sudah terbukti tetapi masih terbatas dalam kasus-kasus tertentu belum bisa di generalisasikan dan terdapat pula data yang belum dibuktikan oleh riset tapi sudah terbuti dalam kehidupan dan menurut pertimbangan akal sehat dipandang logis, baik dan berguna.

Merujuk hal diatas, maka prinsip-prinsip pengembangan kurikulum itu bisa diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu antara lain :

a. Anggapan kebenaran utuh atau menyeluruh (Whole Truth)

Fakta, konsep dan prinsip yang diperoleh serta telah diuji dalam penelitian yang ketat dan berulang, sehingga bisa dibuat generalisasi dan bisa diberlakukan di tempat yang berbeda. Tipe ini tidak akan mendapat tentangan atau kritik karena sudah diyakini oleh orang-orang yang terlibat dalam pengembangan kurikulum.

b. Anggapan Kebenaran Parsial ( Partial Truth)

Fakta, konsep dan prinsip yang sudah terbukti efektif dalam banyak kasus tapi sifatnya masih belum bisa digeneralisasikan. Karena dianggap baik dan bermanfaat tipe prinsip ini bisa digunakan, namun dalam penggunaannya biasanya masih mengundang pro dan kontra.

c. Anggapan kebenaran yang masih memerlukan Pembuktian (Hypotesis) Asumsi kerja atau prinsip yang sifatnya tentatif. Prinsip ini muncul dari hasil deliberasi, judgment dan akal sehat. Sebagaimana halnya dengan prinsip kebenaran parsial, prinsip tipe hipotesis pun masih memungkinkan adanya pro dan kontra.

(7)

digunakan. Namun hanyabada perbedaan pada istilah saja. Oliva 1992:30 dalam (Komaruddin dan Kurniawan 2011:66) memakai istilah axioms untuk menggambarkan berbagai karakteristik tersebut.

2.5 Macam-macam Sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum

Menurut Oliva 1992:28 dalam (Komaruddin dan Kurniawan 2011:65) mengemukakan setidaknya ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu :

a. Data Empiris (Empirical data) b. Data Eksperimen (Exsperiment data)

c. Cerita/Legenda yang hidup di masyarakat (Folklore of Curriculum) d. Akal Sehat (Common Sense)

Data Empiris merujuk pada pengalaman yang terdokumentasi dan terbukti efektif, Data eksperimen menunjuk pada temuan-temuan hasil penelitian. Data hasil temuan penelitian merupakan data yang dipandang valid dan reliable, sehingga tingkat kebenaran lebih meyakinkan untuk dijadikan prinsip dalam pengembangan kurikulum. Namun demikian fakta kehidupan, data hasil penelitian (hard data) itu sifatnya sangat terbatas.

Disamping itu banyak data-data lainnya yang diperoleh bukan dari hasil penelitian yang digunakan juga terbukti efektif untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan yang kompleks diantaranya yaitu adat kebiasaan yang hidup di masyarakat dan hasil pertimbangandan penilaian akal pikiran . Bahkan data yang diperoleh dari penelitian sendiri digunakan setelah melalui proses pertimbangan dan penilaian akal sehat terlebih dahulu.

BAB III PENUTUP

(8)

Dalam usaha untuk mengembangkan kurikulum ada beberapa prinsip dasar yang harus kita perhatikan; adapun prinsip-prinsip didalam pengembangan kurikulum menjadi dua kelompok yaitu prinsip-prinsip umum Pertama relevansi, fleksibilitas,kontinuitas,praktis,efektivitas. Kedua prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, c. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian.serta adanya prinsip-prinsip dasar

pengembangan kurikulum yang terkait dengan kurikulum satuan pendidikan.

3.2 Saran

Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan didalam pembuatan makalah ini. oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran baik dari dosen pemimbing maupun dari pembaca budiman. atas kritik dan saran nantinya kamis ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.m-edukasi.web.id/2013/04/prinsip-pengembangan-kurikulum. https://scolar.lib.vt.edu/ejournals/JITE/v32n2/hansem.html

Tim MKDK.(2012).Kurikulum dan Pembelajaran.Jakarta.Rajawali Press Rajagrafindo Persada.Edisi Kedua Cetakan keempat

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian prinsip dasar pendidikan Islam bermakna pandangan yang mendasar terhadap sesuatu yang menjadi sumber pokok sehingga menjadi konsep, nilai dan asas

Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menunjukan pada suatu pengertian tentang berbagai hal yang harus dijadikan patokan dalam menentukan berbagai hal yang

Agar pengembangan kurikulum yang dilakukan tidak keluar dari arah dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, maka pengembangan kurikulum harus berpijak

kata prinsip sendiri secara etimologi adalah dasar, permulaan atau aturan pokok, menurut Ahmad Jauhar Tauhid, prinsip adalah pandangan atau pendapat yang menjadi panduan perilaku

1. Mengangkat diri; memegahkan diri. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa di dalam makna kata “meningkatkan” tersirat adanya unsur proses yang

Prinsip pengembangan karier bidan dipengaruhi oleh beberapa hal yakni pendidikan berkelanjutan,jabatan fungsional.sebagai pelayan masyarakat kita harus

b). Pengertian Sain adalah pengetahuan yang sistematis yang berasal dari observasi, kajian, dan percobaan-percobaan yang dilakukan untuk mengetahui sifat dasar atau prinsip

Kohesi merujuk pada perpaduan bentuk sedangkan koherensi pada perpautan makna. Kalimat atau kata yang dipakai bertautan, pengertian yang satu menyambung pengertian yang