Sistem informasi penjualan suku cadang dan pelayanan jasa servis sepeda motoer pada MJM Ciparay

131  Download (0)

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nim : 10508655

Nama : Mohamad Agil Kurniawan

Judul Skripsi : ... ... ... Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa Penulisan LAPORAN TA/SKRIPSI berdasarkan penelitian, pemikiran dan pemaparan asli dari penulis sendiri, baik untuk naskah laporan maupun kegiatan yang tercantum sebagai bagian dari LAPORAN TA/SKRIPSI ini. Jika terdapat karya orang lain, penulis akan mencantumkan sumber secara jelas. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa PENCABUTAN GELAR yang telah diperoleh karena karya tulis ini dan sanksi lain sesuai dengan norma yang berlaku di Universitas Komputer Indonesia.

Bandung, Agustus 2011 Yang membuat pernyataan,

(4)

Nim : 10508655

Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 29 September 1990

Jenis kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat lengkap : Jl. Raya Pacet No. 176 Desa Maruyung Kecamatan

Pacet Kabupaten Bandung 40385

No. Telp/ HP : 089-890-60517

Email : agiloctane@gmail.com

PENDIDIKAN

1996-2002 : SD Negeri 1 Maruyung

2002-2005 : SMPN 1 Ciparay

2005-2008 : SMAN 1 Ciparay

(5)

SKRIPSI

DiajukanSebagaiSalahSatuSyarat

KelulusanPadaProgram Strata 1 (S1)Program StudiSistem Informasi

Oleh :

MohamadAgilKurniawan NIM. 1.05.08.655

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(6)

iii

Dengan memanjatkan puji serta syukur kehadirat illahi robbi serta

shalawat dan salam penulis curahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad

SAW yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya serta hidayah-Nya,

sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “SISTEM

INFORMASI PENJUALAN SUKU CADANG DAN PELAYANAN JASA

SERVIS SEPEDA MOTOR PADA MJM MOTOR CIPARAY”. Adapun

tujuan dari penulisan tugas akhir ini untuk memenuhi syarat kelulusan pada

program Strata Satu Program Studi Sistem Informasi di Universitas Komputer

Indonesia.

Dalam penulisan skripsi ini penulis mengucapkan banyak terimakasih

yang sebesar-besarnya kepada Bapak. Herwan Suwandi selaku pembimbing.

Terimakasih atas semua bantunnya, pengarahannya dan waktu yang selama ini

telah diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan Skripsi ini. Penulis juga

mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Bapak Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc. selaku Rektor UNIKOM.

2. Bapak Prof. Dr. H. Denny Kurniadie, Ir., M.Sc., selaku Dekan Fakultas

Teknik dan Ilmu Komputer UNIKOM.

3. Bapak Syahrul Mauluddin, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem

Informasi UNIKOM.

4. Bapak Herwan Suwandi, S.Pd., M.Si., M.Kom. selaku Pembimbing.

(7)

iv

7. Yang tercinta Ayah dan Ibu serta kakak dan adik yang telah mendukung saya

dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini baik dari segi moril maupun materil

dan segala kasih sayangnya.

8. Terimakasih banyak kepada teman-teman kelas SI-14, SI-11 dan SI-12

angkatan 2008 atas kebersamaannya dan segala kerjasamanya.

Terimakasih atas segala bantuannya semoga amal baiknya mendapatkan

balasan yang setimpal dari Allah SWT. Akhir kata penulis mengucapkan semoga

Skripsi ini dapat berguna dan bermafaat bagi mahasiswa/i Universitas Komputer

Indonesia Khususnya program studi Sistem Informasi dan semua yang

memerlukannya. Amiin.

Bandung, Desember 2012

(8)

v

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR SIMBOL ... xvi

BAB I PENDHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah ... 2

1.2.1. Identifikasi Masalah ... 2

1.2.2. Rumusan Masalah ... 3

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian ... 3

1.3.1. Maksud Penelitian ... 3

1.3.2. Tujuan Penelitian ... 4

1.4. Kegunaan Penelitian ... 4

1.4.1. Kegunaan Praktis ... 4

1.4.2. Kegunaan Akademik ... 4

1.5. Batasan Masalah ... 5

(9)

vi

2.1.2. Klasifikasi Sistem ... 9

2.2. Konsep Dasar Informasi ... 11

2.2.1. Siklus Informasi ... 11

2.2.2. Kualitas Informasi ... 12

2.2.3. Nilai Informasi ... 13

2.3. Pengertian Sistem Informasi ... 13

2.4. Perancangan Sistem ... 14

2.5. Pengertian Penjualan ... 14

2.6. Pengertian Jasa Servis ... 15

2.7. Pengertian Sparepart ... 15

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 16

3.1.1 Sejarah Perusahaan ... 16

3.1.2 Visi ... 16

3.1.3 Misi ... 16

3.1.4 Struktur Organisasi ... 17

3.1.5 Deskripsi Tugas ... 17

3.2Metodologi Penelitian ... 18

(10)

vii

3.2.3 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem ... 20

3.2.3.1Metode Pendekatan Sistem ... 20

3.2.3.2Metode Pengembangan Sistem ... 22

3.2.4 Pengujian Software ... 24

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan ... 26

4.2. Analsis Prosedur Yang Sedang Berjalan ... 25

4.2.1. Use Case Diagram ... 25

4.2.1.1. Skenario Use Case ... 27

4.2.2. Activity Diagram ... 28

4.2.3. Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan ... 23

4.3. Perancangan Sistem ... 30

4.3.1. Tujuan Perancangan Sistem ... 30

4.3.2. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan ... 30

4.3.3. Perancangan Prosedur Yang Diusulkan ... 31

4.3.3.1Use Case Diagram ... 31

4.3.3.1.1. Skenario Use Case ... 33

4.3.3.2Activity Diagram ... 43

(11)

viii

4.3.3.7Component Diagram ... 78

4.3.4 Perancangan Antar Muka ... 78

4.3.4.1Struktur Menu ... 79

4.3.4.2Perancangan Input ... 80

4.3.4.3Perancangan Output ... 90

4.3.5 Perancangan Jaringan ... 94

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 5.1. Implementasi ... 96

5.1.1. Batasan Implementasi ... 96

5.1.2. Implementasi Perangkat Lunak ... 96

5.1.3. Implementasi Perangkat Keras ... 97

5.1.4. Implementasi Basis Data ... 98

5.1.5. Implementasi Antarmuka ...101

5.1.6. Implementasi Instalasi Program ...107

5.1.7. Penggunaan Program ...110

5.2. Pengujian ...111

5.2.1. Rencana Pengujian ...111

5.2.2. Kasus dan Hasil Pengujian ...112

(12)

ix

6.1. Kesimpulan ...117

6.2. Saran ...118

DAFTAR PUSTAKA ...119

(13)

DAFTAR PUSTAKA

AdiNugroho (2009), RekayasaPerangkatLunakMenggunakan UML dan JAVA,

Andi. Yogyakarta.

AdiNugroho(2008),PerancanganSistemInformasidanAplikasi, Andi.Yogyakarta.

http://www.geocities.com/fadelku/network/ jaringan.html/01 september 2012

Http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_sistem01 september 2012

Jogiyanto H.M. (2005), AnalisisdanDesainInformasi, Andi. Yogyakarta.

(14)

1

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi telah mengalami kemajuan yang signifikan.

Teknologi bertambah canggih dan kompleks, seiring dengan hal tersebut manusia

sebagai pengguna teknologi tanpa lelah terus mengembangkan teknologi agar

sesuai dengan kebutuhan untuk mempercepat kinerjanya. Teknologi memang

sangat membantu hampir disemua aspek kegiatan, baik itu dalam bidang ekonomi,

sosial, budaya, pendidikan dan kesehatan. Karena teknologi informasi ini telah

menjadi kebutuhan bagi kelangsungan hidup perusahaan, organisasi atau

perorangan, salah satunya untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja

perusahaan.

MJM Motor merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang

bergerak dalam bidang penjualan suku cadang untuk berbagai merek dan jenis

sepeda motor dan pelayanan jasa servisnya. Suku cadang yang terdapat di MJM

motor cukup banyak dan komplit untuk berbagai sepeda motor seperti suku

cadang mesin, bodi, kelistrikan, pengereman, kaki-kaki. Serta pelayanan jasa

servis yang diberikan sudah bagus, kurang lebih 20 sepeda motor/hari yang

diperbaiki oleh mekanik, sehingga MJM Motor menjadi salah satu bengkel yang

dipercaya oleh para konsumen. Dalam proses bisnisnya, MJM Motor belum

menggunakan teknologi informasi, sehingga terdapat beberapa kendala yang

(15)

cukup lama karena data ditulis kedalam buku besar. Dalam penginputan data

penjualannya pun seringkali terdapat kesalahan sehingga data penjualan suku

cadang tidak lagi akurat. Kemudian untuk pengecekan, update dan pencarian stok

suku cadang membutuhkan waktu yang lama, karena tidak adanya laporan stok

suku cadang yang akan segera habis atau sudah habis untuk mempercepat proses

transaksi, sehingga apabila terdapat konsumen yang membutuhkan suku cadang

seringkali konsumen menunggu cukup lama karena perusahaan mengecek secara

manual di dalam buku besar atau bahkan mengecek secara langsung ke gudang.

Konsumen pelayanan jasa servis pada MJM Motor cukup banyak, tetapi belum

ada pencatatan data layanan jasa servis, sehingga tidak ada laporan tertulis

mengenai jasa servis yang telah diberikan.

Permasalahan tersebut menjadi gagasan bagi penulis untuk menuangkannya

kedalam penelitian dengan judul “SISTEM INFORMASI PENJUALAN SUKU

CADANG DAN PELAYANAN JASA SERVIS SEPEDA MOTOR PADA

MJM MOTOR CIPARAY”.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis mengidentifikasi

beberapa permasalahan sebagai berikut :

1. Proses transaksi penjualan suku cadang membutuhkan waktu yang cukup lama

karena pencarian data suku cadang yang dibutuhkan dicari dalam buku besar

(16)

2. Belum adanya bukti transaksi untuk konsumen.

3. Masih terjadi kesulitan dalam pembuatan laporan suku cadang, laporan penjualan

suku cadang dan laporan pelayanan jasa servis.

1.2.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai

berikut :

1. Bagaimana penjualan suku cadang dan pelayanan jasa servis sepeda motor

yang berjalan di MJM Motor.

2. Bagaimana perancangan sistem informasi penjualan suku cadang dan

pelayanan jasa servis sepeda motor pada MJM Motor.

3. Bagaimana menguji sistem informasi penjualan suku cadang dan pelayanan

jasa servis sepeda motor yang akan di buat sehingga dapat di terapkan untuk

jangka panjang oleh pihak MJM Motor.

4. Bagaimana implementasi sistem informasi penjualan suku cadang dan

pelayanan jasa servis sepeda motor yang akan di buat agar dapat menigkatkan

kinerja perusahaan.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Maksud dari penelitian yang dilakukan ini adalah untuk membangun sistem

informasi penjualan suku cadang dan pelayanan jasa servis sepeda motor di MJM

(17)

1.3.2 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui bagaimana penjualan suku cadang dan pelayanan jasa servis

sepeda motor pada MJM Motor.

2. Untuk merancang sistem informasi penjualan suku cadang dan pelayanan jasa

servis sepeda motor pada MJM Motor.

3. Untuk menguji sistem informasi penjualan suku cadang dan pelayanan jasa

servis sepeda motor pada MJM Motor.

4. Untuk mengimplementasikan sistem informasi penjualan suku cadang dan

pelayanan jasa servis sepeda motor pada MJM Motor.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

Dengan adanya sistem yang dibuat ini diharapkan dapat dipergunakan

secara optimal dan berguna bagi kelangsungan perusahaan, sehingga dapat

meningkatkan kepuasan konsumen terhadap pelayanannya serta mengefisiensikan

waktu dalam proses penjualan suku cadang dan pelayanan jasa servis sepeda

motor pada MJM Motor.

1.4.2 Kegunaan Akademik

Dapat memahami dan menambah pengetahuan serta wawasan di bidang

teknologi khususnya yang berhubungan dengan sistem informasi penjualan suku

(18)

1.5 Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka pokok permasalahan

penelitian ini dibatasi dalam hal-hal berikut:

1. Dalam pembuatan laporan penjualan barang atau jasa, yang akan dibuat hanya

untuk pembayaran secara tunai/cash.

2. Sistem yang di bangun ini di gunakan oleh bagian Pemilik Perusahaan

(Owner), Kasir dan Gudang yang dimana bertugas untuk mengelola atau

mengolah data transaksi jasa servis, data transaksi penjualan, data suku cadang,

data jasa servis serta pembuatan laporan transaksi dan laporan suku cadang.

3. Sistem informasi ini hanya untuk pelayanan jasa servis dan penjualan suku

cadang.

4. Sistem informasi ini hanya digunakan oleh MJM Motor.

5. Sistem informasi ini tidak mendukung fungsi pemesanan.

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi yang digunakan penulis untuk penelitian ini bertempat di Bengkel

MJM Motor yang beralamat di Jalan Raya Laswi No. 704 Ciparay Bandung

40381. Untuk memperoleh data yang diperlukan sesuai dengan objek yang akan

(19)

Tabel 1.1. Jadwal penelitian

No Kegiatan

2012

Oktober Nopember Desember

1 Interaksi dengan pengguna

2 Membuat sistem

3 Menguji sistem

4 Evaluasi sistem

(20)

7

2.1 Konsep Dasar Sistem

Sebuah sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen atau

komponen-komponen atau subsistem-subsistem, dalam kenyataannya suatu sistem dapat

terdiri dari beberapa subsistem atau sistem-sistem bagian.

“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling

berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu“. (Sumber : Jogianto : “Analisis dan

Desain”, 2005 hal. 1)

2.1.1 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu

mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary),

lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input),

keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).

1. Komponen (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi

dan bekerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau

elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian bagian dari

(21)

2. Batas Sistem (Boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem

dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini

memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu

sistem menunjukan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Lingkungan luar adalah segala sesuatu yang berada diluar batas dari

sistem yang mempengaruhi operasi sistem baik itu yang bersifat merugikan

ataupun menguntungkan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan

energi dari sistem dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara.

Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan,

kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung merupakan media penghubung antar subsistem yang

memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke

subsistem lain. Keluaran dari satu sistem akan menjadi masukan untuk

subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu

subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem lainnya membentuk satu

kesatuan.

5. Masukan (Input)

Masukan adalah energi yang dimasukan kedalam sistem, yang dapat

berupa masukan perawatan (Maintenance Input) dan masukan sinyal (Signal

(22)

tersebut dapat beroperasi. Masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk

mendapatkan keluaran.

6. Keluaran (Output)

Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi

keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan

masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolah (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan

mengubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah

masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran

berupa bahan jadi.

8. Sasaran (Objective) atau Tujuan (Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal), jika suatu sistem tidak

mempunyai tujuan yang jelas, maka semua operasi sistem tidak ada gunanya.

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem

dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.1.2 Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya

adalah sebagai berikut :

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem

fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran

atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik adalah

(23)

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem

buatan manusia (human made system).

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat

manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia

dengan mesin disebut dengan man-machine system. Sistem informasi

merupakan contoh man-machine system, karena menyangkut penggunaan

komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (determinic system) dan sistem

tak tentu (probabilistic system).

Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.

Interaksi diantara bagian bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga

keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang

kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena dapat mengandung unsur

probabilitas.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (close system) dan sistem

terbuka (open system).

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak

terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis

tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Sistem terbuka adalah

sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem

ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau

(24)

2.2 Konsep Dasar Informasi

Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi,

sehingga informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem

yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya

berakhir.

Sumber dari informasi adalah data, data merupakan bentuk jamak dari

bentuk tunggal datum atau data-item. Data adalah kenyataan yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian

(event) adalah kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai

uang disebut dengan transaksi.

2.2.1 Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita

banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk

menghasilkan informasi.

Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model

proses yang tertentu. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi,

penerima kemudian menerima informasi tersebut membuat suatu keputusan dan

melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang

akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input,

(25)

(Sumber : Jogiyanto : “Analisis dan Desain”, Tahun 2005 hal. 9)

2.2.2 Kualitas Informasi

Kualitas informasi tergantung dari tiga hal yaitu:

1. Akurat

Informasi harus terbebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau

menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan

maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke

penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat

merubah atau merusak informasi tersebut.

2. Tepat pada waktunya

Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang

sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan

landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan

(26)

terlambat, maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. Saat ini mahalnya nilai

informasi disebabkan harus cepatnya inforamsi tersebut didapat, sehingga

diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan

mengirimkannya.

3. Relevan

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi

informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

2.2.3 Nilai Informasi

Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu

manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila

manfaatnya lebih efektif dibandingakan dengan biaya mendapatkannya. Akan

tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan dalam suatu sistem

informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak

memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada

suatu masalah tertentu dengan biaya untuk memperolehnya.

2.3 Pengertian Sistem Informasi

Setelah diketahui bahwa informasi merupakan sangat penting bagi suatu

organisasi atau manajemen untuk mengambil keputusan, maka dapat didefinisikan

sebagai berikut:

a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen

(27)

b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan

memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk

mengendalikan informasi

c. Suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan

transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari

suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan

yang diperlukan.

2.4 Perancangan Sistem

Analisis sistem adalah ”Sebuah teknik pemecahan masalah yang saling

melengkapi (dengan analisis sistem) yang merangkai kembali bagian-bagian

komponen menjadi sistem yang lengkap, harapannya sebuah sistem yang diperbaiki”.

Hal ini melibatkan penambahan, penghapusan, dan perubahan-perubahan

bagian relatif pada sistem awal. Pada desain model proses dan model data, untuk

mewujudkan kebutuhan sistem didefinisikan dan kerangka kerja untuk coding

juga ditentukan. Dokumentasi dari tahapan desain ini sangat berguna untuk

pengembangan sistem di masa depan, jika ada perubahan dari kebutuhan

pengguna. (Sumber : Http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_sistem).

2.5 Pengertian Penjualan

Penjualan merupakan bagian dari kegiatan pemasaran, penjualan sangat

(28)

produk tersebut dan apabila penjualan tidak dapat dilaksanakan maka

fungsi-fungsi lain dari pemasaran tidak akan berjalan dengan lancar. Kegiatan penjualan

terbagi dalam dua hal :

1. Penjualan kredit yaitu penjualan barang yang dilakukan dengan cara mengirim

barang sesuai dengan pesanan dari pembeli dan tidak ada pembayaran

langsung yang terjadi dalam jangka waktu tertentu dan took mempunyai

tagihan pada pembeli tersebut.

2. Penjualan tunai yaitu apabila took tersebut menjual produknya secara langsung

pada pembeli dan di bayar pada saat itu juga oleh pembelinya.

Sistem penjualan adalah pola hubungan antara bagian-bagian yang berkaitan

untuk melakukan kegiatan yaitu memproses data penjualan sehingga

menghasilkan informasi yang cepat, tepat, dan akurat sehingga memuaskan

kedua belah pihak.

2.6 Pengertian Jasa Servis

Kata servis dalam bahasa inggris adalah memperbaiki, dan kesimpulannya

membuat barang yang tadinya rusak atau ada salah satu bagian yang tidak

berfungsi menjadi baik atau berfungi kembali.

2.7 Pengertian Sparepart

Sparepart diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yaitu suku cadang dapat

disimpulkan dari kata tersebut yaitu komponen-komponen yang ada pada alat atau

(29)

16

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian merupakan suatu permasalahan yang dijadikan topik

penulis dalam rangka menyusun laporan penelitian. Hal ini dilakukan untuk

mendapatkan data-data yang berkaitan dengan objek penelitian tersebut. Dalam

penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah penjualan suku cadang dan

pelayanan jasa servis di MJM Motor.

3.1.1 Sejarah Perusahaan

MJM Motor merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif,

khususnya dalam penjualan suku cadang sepeda motor dan pelayanan jasa servis.

Perusahaan ini berdiri pada 29 September 2007, didirikan oleh Bapak Tyar

Gustyarakhman. MJM motor terletak di Jl. Raya Laswi No. 704 Ciparay Bandung

40381.

3.1.2 Visi

Memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan jaminan kepada para

konsumen atas kinerja MJM motor.

3.1.3 Misi

Memberikan kepercayaan dan kepuasan kepada konsumen atas pelayanan

MJM motor agar MJM motor menjadi bengkel yang dapat bertahan untuk waktu

(30)

3.1.4 Struktur Organisasi

Struktur organisasi yang sedang berjalan di MJM Motor yaitu :

Gambar 3.1 Struktur organisasi MJM Motor

Sumber : MJM Motor

3.1.5 Deskripsi Tugas

Deskripsi Jabatan di MJM Motor adalah sebagai berikut :

a. Pimpinan Bengkel

1. Mengawasi seluruh kegiatan sehari-hari di bengkel.

2. Mengecek setiap penghasilan bengkel tiap satu bulan.

b. Mekanik

1. Melaksanakan kerja sesuai dengan ketentuan.

2. Menjelaskan kepada konsumen mengenai penggantian suku cadang di luar

ketentuan

3. Melaksanakan penyelesaian pekerjaan sesuai prosedur, standar ukuran dan

kualitas, dan waktu yang di janjikan.

Pimpinan Bengkel

(31)

c. Kasir

1. Menerima pembayaran dari konsumen sehubungan dengan transaksi

penjualan suku cadang maupun servis.

2. Membuat laporan penjualan suku cadang dan laporan pelayanan jasa servis

d. Gudang

1. Mengontrol suku cadang

2. Mengubah data suku cadang apabila terdapat suku cadang baru atau

menambah jumlah stok suku cadang sesuai dengan suku cadang yang

terdapat di gudang.

3.2 Metodologi Penelitian

3.2.1 Desain Penelitian

Untuk mendapatkan suatu proses yang teratur dan terarah dalam suatu

penelitian sehingga penelitian dapat berjalan dengan baik dan lancar, diperlukan

metode pendekatan untuk menyelesaikan suatu penelitian. Penelitian ini termasuk

kedalam penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu metode dengan mengumpulkan,

menjelaskan, menganalisis data yang diperoleh dan menggali permasalahan yang

mungkin ditemukan dengan harapan memperoleh pengetahuan baru. Dimana

dalam penelitian ini dapat memperoleh gambaran kinerja program yang

(32)

3.2.2 Jenis Dan Metode Pengumpulan Data

Didalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode yang

digunakan sebagai alat untuk memperoleh data-data, adapun metode yang

dilakukan adalah sebagai berikut :

3.2.2.1 Jenis Data Yang dikumpulkan

1. Data primer

Data primer yaitu data yang diperoleh dengan cara wawancara langsung

terhadap pelaku sistem mengenai proses bisnis yang sedang atau dengan cara

observasi secara langsung terhadap proses bisnis yang sedang berjalan.

2. Data sekunder

Data sekunder yaitu data yang diperoleh dengan cara menganalisis dan

mempelajari dokumen atau catatan yang ada pada bengkel tersebut. Seperti

daftar transaksi suku cadang yang terdapat pada buku besar serta

dokumen-dokumen suku cadang.

3.2.2.2 Metode Pengumpulan Data

a. Wawancara

Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan mengajukan

pertanyaan-pertanyaan tentang sistem yang sedang berjalan dengan segala

kekurangan sebagai kajian dalam pembuatan program aplikasi yang akan

diajukan sebagai sistem yang baru. Seperti melakukan wawancara terhadap

pengelola bengkel, pemilik bengkel, serta para mekanik dengan harapan dapat

(33)

b. Observasi

Metode ini merupakan pengamatan langsung dilapangan yang dapat

mempermudah dalam proses pengumpulan data, sehingga data–data yang

didapat terjamin keaslian dan keakuratannya, melakukan pengamatan langsung

pada Bengkel MJM Motor dengan mengadakan pencatatan terhadap

dokumen-dokumen yang ada serta cara kerja berdasarkan sistem yang sedang berjalan.

3.2.3 Metode Pendekatan Dan Pengembangan Sistem

Metode pendekatan dan pengembangan sistem yang penulis gunakan adalah

sebagai berikut :

3.2.3.1 Metode Pendekatan Sistem

Metode pendekatan yang digunakan penulis dalam melakukan penelitian ini

adalah dengan menggunakan metode UML (Unified Modeling Language).

UMLAadalahsbahasayuntukdmenspesifikasi, memvisualisasi, membangun dan

mendokumentasikan artifacts (bagian dari informasi yang digunakan atau

dihasilkan oleh proses pembuatan perangkat lunak. artifacts tersebut dapat berupa

model, deskripsi atau perangkat lunak) dari sistem perangkat lunak, seperti pada

pemodelan bisnis dan sistem non-perangkat lunak lainnya.

Adapun beberapa alat bantu yang dapat digunakan dalam analisis dan

perancangan sistem dalam metode pendekatan sistem berorientasi objek yaitu :

1. Use Case Diagram, yaitu menunjukan bagaimana prosedur yang terdapat

dalam suatu sistem.

2. Activity diagram, yaitu menggambarkan rangkaian aliran dari aktifitas,

(34)

operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas seperti use case atau

interaksi.

3. Sequence diagram, Yaitu menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah

object. kegunaanya untuk menunjukan rangkaian pesan yang dikirim antara

object juga interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu

dalam eksekusi sistem.

4. Collaboration Diagram, Yaitu diagram yang memperlihatkan/menampilkan

pengorganisasian interaksi yang terdapat disekitar objek (seperti halnya

sequence diagram) dan hubungan terhadap yang lainnya. Collaboration

Diagram lebih menekankan kepada peran setiap objek dan bukan pada waktu

penyampaian pesan.

5. Class Diagram, Yaitu menggambarkan struktur statis class dalam sistem,

class merepresentasikan sesuatu yang ditangani oleh sistem class, dapat

berhubungan dengan cara lain melalui berbagai cara sociatea (terhubung satu

sama lain), dependen (satu class tergantung/menggunakan class yang lain),

atau package (group bersama sebagai satu unit).

6. Component Diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen

piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) di antaranya. Komponen

piranti lunak adalah modul berisi kode, baik berisi source code maupun binary

code, baik library maupun executable, baik yang muncul pada compile time,

link time, maupun run time. Umumnya komponen terbentuk dari beberapa

(35)

kecil. Komponen dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang

disediakan sebuah komponen untuk komponen lain.

7. Deployment Diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy

dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (Pada mesin,

server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi

tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fiskal. Sebuah node

adalah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk

men-deploy komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node

(Misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram

ini.

3.2.3.2 Metode Pengembangan Sistem

Metode yang digunakan dalam perancangan sistem informasi ini adalah

Metode Prototype. Metode Prototype merupakan suatu metode dalam

pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat suatu

program dengan cepat dan bertahap sehingga dapat segera dievaluasi oleh

pemakai (user), prototype membuat proses pengembangan sistem informasi

menjadi lebih cepat dan lebih mudah, terutama pada keadaan kebutuhan pemakai

yang sulit untuk diidentifikasi.

Adapun tahapan-tahapan dari metode prototype adalah sebagai berikut :

1. Interaksi Dengan Pengguna

Pada tahapan ini penyusun menganalisis apa yang ingin pengguna dapatkan

dari sistem/perangkat lunak itu. Sehingga aplikasi yang dihasilkan sesuai

(36)

2. Membuat Prototype

Pada tahapan ini akan dibuat sebuah prototype aplikasi berbasis Java

berdasarkan atas kebutuhan pengguna dan sistem pada tahap interaksi dengan

pengguna.

3. Menguji Prototype

Tahapan ini adalah proses penilaian terhadap prototype yang telah dibuat

apakah sesuai dengan kebutuhan atau tidak. jika tidak, maka prototype akan

diperbaiki.

4. Memperbaiki Prototype

Setelah ditemukan letak kesalahan dari prototype yang dirancang pada tahapan

ini penyusun akan membuat atau memperbaiki prototype yang ada setelah itu

akan di uji kembali sehingga prototype sesuai dengan keinginan pengguna.

5. Mengembangkan Prototype

Setelah aplikasi ini dapat berjalan dan memenuhi kebutuhan sistem maka

aplikasi ini siap dipakai.

Metode prototype dapat digambarkan sebagai berikut :

Interaksi Dengan

Gambar 3.2. Metode Prototype

(37)

3.2.4 Pengujian Software

Pengujian adalah proses pemeriksaan atau evaluasi sistem atau komponen

sistem secara manual atau otomatis untuk memverifikasi apakah sistem memenuhi

kebutuhan-kebutuhan yang dispesifikasikan atau mengidentifikasi

perbedaan-perbedaan antara hasil yang diharapkan dengan yang terjadi. Pengujian ditujukan

untuk menghasilkan perangkat lunak (software) yang bebas kesalahan.

Pengujian black-box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa

memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan

untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian

black-box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada

spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat

lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai

dengan yang diharapkan.

Pengujian black-box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak,

untuk mendapatkan serangkaian kondisi input yang sesuai dengan fungsional

suatu program.

Adapun faktor-faktor pengujian black-box adalah :

1. Methodology, yaitu menekankan bahwa aplikasi dirancang sesuai dengan

strategi organisasi, kebijaksanaan, prosedur dan standar. Permintaan tersebut,

harus diidentifikasikan, diimplementasikan dan dipelihara, sesuai dengan

(38)

2. Correctness, yaitu menjamin data yang dihasilkan dari aplikasi harus akurat

dan lengkap. Kelengkapan dan akurasi akan dicapai melalui control transaksi

dan elemen data.

3. Reliability, yaitu menekankan bahwa aplikasi akan dilaksanakan dalam fungsi

sesuai yang diminta dalam periode waktu tertentu. Pembetulan proses

tersangkut kemampuan sistem untuk memvalidasi proses secara benar.

4. Authorization, yaitu menjamin data diproses sesuai dengan ketentuan

manajemen. Authorisasi menyangkut proses transaksi secara umum dan

(39)

26

4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan

Analisis merupakan langkah awal yang dilakukan dalam perancangan

sistem sebagai acuan agar perancangan sistem lebih terarah dan sistem dapat

terselesaikan sesuai dengan kebutuhan.

4.2 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan

Dalam kegiatan sehari-harinya, MJM Motor memiliki prosedur-prosedur

dalam pelaksanaannya. Maka, untuk pengembangan sistem informasi yang akan

dibuat, diperlukan analisis mengenai prosedur-prosedur yang sedang berjalan

sebagai gambaran untuk sistem yang akan dikembangkan. Adapun alat bantu

analisis yang digunakan adalah sebagai berikut :

4.2.1 Use Case Diagram

Use case diagram merupakan hal yang sangat penting dilakukan pada tahap

analisis. Dengan menggunakan use case diagram kita akan mendapatkan banyak

informasi yang sangat penting yang berkaitan dengan aturan-aturan bisnis yang

coba kita tangkap. Dalam hal ini, setiap objek yang berinteraksi dengan sistem

merupakan aktor untuk sistem, sementara use case merupakan deskripsi lengkap

tentang interaksi yang terjadi antara para aktor dengan sistem yang sedang kita

kembangkan. Adapun use case diagram proses bisnis yang sedang berjalan di

(40)

Konsumen

Proses bisnis MJM Motor

Kasir

Suku cadang itdak tersedia

Jasa servis tidak tersedia

Transaksi

Gambar 4.1. Use case diagram proses bisnis yang sedang berjalan

padaMJM Motor

4.2.1.1 Skenario Use Case

Setiap use case diagram harus kita deskripsikan skenarionya untuk lebih

memperinci lagi perilaku sistem untuk masing-masing use case yang ada.

1. Nama use case : Daftar servis

Aktor : Konsumen dan kasir

Tujuan : Memenuhi kebutuhan suku cadang dan servis yang

diperlukan konsumen

a. Konsumen membeli suku cadang atau daftar servis

b. Kasir mencari suku cadang yang dibutuhkan di dalam buku besar/proses

jasa servis

(41)

2. Nama use case : Transaksi

Aktor : Konsumen dan kasir

Tujuan : Membayar pembelian suku cadang dan jasa servis

a. Konsumen telah menerima suku cadang atau jasa servis

b. Kasir menghitung total yang harus dibayar konsumen

c. Konsumen melakukan pembayaran

3. Nama use case : Suku cadang tidak tersedia

Aktor : Konsumen dan kasir

Tujuan : Verifikasi ketersediaan suku cadang

a. Suku cadang yang dibutuhkan konsumen tidak tersedia

4. Nama use case : Jasa servis tidak tersedia

Aktor : Konsumen dan kasir

Tujuan : Verifikasi ketersediaan jasa servis

d. Jasa servis yang dibutuhkan konsumen tidak tersedia

4.2.2 Activity Diagram

Untuk lebih memperinci use case diagram proses bisnis yang berjalan,

maka perlu dibuat activity diagram sebagai berikut :

(42)

Konsumen Kasir

Membeli suku cadang atau jasa servis

Mencari suku cadang/ memproses jasa servis

Transaksi F

T

Suku cadang/jasa servis tersedia

Gambar 4.2. Activity diagram pembelian suku cadang dan daftar servis

yang sedang berjalan

2. Activity diagram transaksi

Konsumen MJM Motor

Suku cadang/jasa servis

Kasir

Bayar

(43)

4.2.3 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan

Setelah melakukan analisis terhadap proses bisnis yang sedang berjalan,

penulis menemukan beberapa masalah yang dapat mengakibatkan penurunan

pelayanan terhadap konsumen. Adapun masalah-masalahnya adalah sebagai

berikut:

1. Proses pencatatan data transaksi dicatat dalam buku besar.

2. Kurangnya informasi untuk memantau dan mengelola stok barang.

3. Belum efektifnya kegiatan transaksi karena belum mempunyai bukti transaksi

untuk konsumen serta dalam penghitungan transaksinya masih menggunakan

kalkulator.

4. Belum adanya laporan transaksi jasa servis.

4.3 Perancangan Sistem

Sebelum memulai perancangan, terlebih dahulu dilakukan perencanaan

untuk melakukan pengembangan sistem. Perencanaan sistem ini menyangkut

estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk

mendukung pengembangan sistem. Perancangan sistem dapat diartikan sebagai :

1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.

2. Pendefinisian atas kebutuhan-kebutuhan fungsional.

3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi.

4. Menggambarkan sistem yang akan dibentuk.

(44)

4.3.1 Tujuan Perancangan Sistem

Perancangan sistem ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara

umum dan terperinci kepada pengguna tentang sistem yang akan dibangun dan

mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan dirancang

secara detail. Tujuan perancangan sistem informasi penjualan suku cadang dan

pelayanan jasa servis ini akan diuraikan sebagai berikut :

1. Merubah proses-proses pencatatan kedalam buku besar yang menyangkut

pengolahan data menjadi terkomputerisasi.

2. Meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan memberikan kemudahan

dalam proses pengolahan data.

4.3.2 Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan

Perancangan sistem informasi ini di rancang dengan tujuan sebagai alat

untuk membantu perusahaan untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen

dan mempercepat proses bisnis yang berjalan pada MJM Motor. Sistem ini

mempunyai fungsi untuk mengelola data suku cadang, transaksi suku cadang dan

transaksi jasa servis.

Untuk fungsi-fungsi yang terdapat di dalam sistem informasi ini dibagi

kedalam 2 bagian. Pada bagian kasir, tidak perlu buang-buang waktu untuk

menghitung jumlah transaksi dengan kalkulator dan menuliskan data transaksi ke

dalam buku besar, karena sistem ini mempunyai fungsi pelayanan transaksi

penjualan dan menyimpan data transaksi secara otomatis ke dalam database. Serta

bagian gudang tidak perlu buang-buang waktu untuk memeriksa stok barang yang

(45)

secara otomatis suku cadang yang masuk dan keluar serta menampilkan data suku

cadang yang mempunyai stok <= 2 sebagai peringatan bahwa suku cadang akan

segera habis. Sistem informasi ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah

yang ada.

4.3.3 Perancangan Prosedur Yang Diusulkan

Perancangan ini menggunakan alat bantu berupa use case diagram, activity

diagram, sequence diagram, collaboration diagram, class diagram, object

diagram dan component diagram untuk menghasilkan sistem yang baik dan sesuai

kebutuhan.

4.3.3.1 Use Case Diagram

Berikut adalah use case diagram perancangan sistem yang diusulkan pada

(46)

<<include>>

Kasir

Perancangan sistem yang diusulkan

Konsumen

servis Edit suku cadang

Data user

Edit data pegawai Tambah data user

Edit data user Ganti username/

password

Gambar 4.4. Use case diagramsistem yang diusulkan

(47)

4.3.3.1.1 Skenario Use case

Berikut skenario use case yang diusulkan :

1. Nama use case : Login

Aktor : User

Tujuan : Otentifikasi user

a. Bagian gudang atau kasir menjalankan aplikasi

b. Bagian gudang atau kasir mengisi username dan password

c. Sistem melakukan verifikasi username dan password

d. Apabila username dan password terdaftar, maka bagian gudang atau kasir

dapat mengakses menu sesuai dengan hak akses setiap user.

2. Nama use case : Transaksi

Aktor : Kasir dan konsumen

Tujuan : melakukan pembelian suku cadang atau jasa servis

a. Konsumen membeli suku cadang atau jasa servis

3. Nama use case : Transaksi suku cadang

Aktor : Konsumen, kasir dan sistem

Tujuan : Memenuhi kebutuhan suku cadang yang konsumen

butuhkan

a. Konsumen menanyakan ketersediaan suku cadang yang diperlukan.

b. Bagian kasir membuka menu transaksi suku cadang dan menginputkan

nama data suku cadang yang diperlukan konsumen untuk dicari.

c. Sistem secara otomatis akan menampilkan kode suku cadang, harga suku

(48)

d. Apabila stok suku cadang = 0, maka sistem secara otomatis berhenti dan

transaksi tidak dapat dilanjutkan.

e. Kasir menginputkan jumlah suku cadang yang akan dibeli oleh konsumen.

f. Kasir menambah biaya pemasangan apabila suku cadang dipasang di

tempat.

g. Kasir menambahkan data suku cadang yang sudah diisi ke dalam daftar beli.

h. Kasir memproses transaksi.

i. Sistem akan menghitung total harga suku cadang dan menampilkan “Transaksi berhasil”. Serta menampilkan struk pembelian suku cadang

untuk dicetak dan diberikan kepada konsumen sebagai bukti transaksi.

j. Konsumen menerima suku cadang dan bukti transaksi.

4. Nama use case : Transaksi jasa servis

Aktor : Mekanik, konsumen, kasir dan sistem

Tujuan : Memenuhi kebutuhan jasa servis sepeda motor konsumen

a. Konsumen memberikan permintaan jasa servis

b. Kasir meminta data konsumen dan data kendaraan

c. Kasir membuka menu data konsumen jasa servis dan menginputkan data

konsumen dan kendaraannya.

d. Kasir memberikan surat perintah kepada mekanik dan tanda terima jasa

servis sementara untuk konsumen.

e. Mekanik memperbaiki kendaraan

f. Apabila terdapat suku cadang yang harus diganti, mekanik

(49)

atau tidak. Apabila diganti, mekanik akan mengambil suku cadang dan

bagian kasir akan menambahkan harga suku cadang yang diganti dengan

biaya jasa servis.

g. Apabila proses servis sudah selesai, mekanik memkonfirmasikan kepada

konsumen dan konsumen mengembalikan tanda terima jasa servis

sementara kepada kasir.

h. Kasir masuk ke menu transaksi jasa servis dan menginputkan kode transaksi

yang terdapat di tanda terima jasa servis sementara.

i. Sistem akan menampilkan data konsumen jasa servis secara otomatis.

j. Kasir menambahkan data pembelian jasa servis ke dalam daftar beli dan

memproses transaksi.

k. Sistem akan menghitung total harga jasa servis dan harga suku cadang yang

diganti apabila terdapat penggantian suku cadang serta menampilkan

pemberitahuan “Transaksi berhasil”.

l. Sistem menampilkan struk pembelian suku cadang untuk dicetak dan

diberikan kepada konsumen sebagai bukti transaksi.

m.Konsumen menerima bukti transaksi.

5. Nama use case : Data suku cadang

Aktor : Bagian gudang

Tujuan : Mengelola data suku cadang

a. Bagian gudang masuk ke menu data suku cadang.

(50)

c. Bagian gudang mengelola data suku cadang dan mengecek stok suku

cadang yang habis dan akan segera habis.

d. Sistem menampilkan seluruh data suku cadang yang jumlahnya <= 2.

e. Bagian gudang mencetak data suku cadang.

6. Nama use case : Edit suku cadang

Aktor : Bagian Gudang

Tujuan : Memperbaharui data suku cadang

a. Bagian gudang memilih data suku cadang untuk diperbaharui

b. Bagian gudang menekan tombol Edit.

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk memperbaharui data suku

cadang yang sudah dipilih.

d. Bagian gudang menyimpan data yang sudah diperbaharui.

e. Sistem akan menampilkan pemberitahuan “Update berhasil” dan

menyimpan data ke dalam database.

7. Nama use case : Tambah suku cadang

Aktor : Bagian gudang

Tujuan : Menambah data suku cadang

a. Bagian gudang menekan tombol tambah suku cadang

b. Sistem akan menampilkan tampilan untuk mengisi data suku cadang yang

baru.

c. Bagian gudang menginputkan data suku cadang yang baru dan

(51)

d. Sistem akan menampilkan pemberitahuan “Input berhasil” dan

menyimpan data kedalam database.

8. Nama use case : Tambah stok

Aktor : Bagian gudang

Tujuan : Menambah jumlah stok suku cadang yang telah habis atau

hampir habis

a. Bagian gudang memilih data suku cadang yang akan ditambah jumlah

stoknya.

b. Bagian gudang menekan tombol tambah stok.

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk menambah jumlah stok suku

cadang yang telah dipilih.

d. Bagian gudang menyimpan perubahan jumlah stok.

e. Sistem akan menampilkan pemberitahuan “Tambah stok berhasil” dan

menyimpan data kedalam database.

9. Nama use case : Laporan

Aktor : Owner, kasir dan gudang

Tujuan : Membuat laporan atau mengecek data suku cadang, data

transaksi suku cadang dan data transaksi jasa servis

a. Bagian gudang, kasir dan owner mesuk ke menu laporan yang tersedia

pada masing-masing tampilan user.

b. Bagian gudang, kasir dan owner menginput tanggal laporan yang akan

dicetak atau dicek.

(52)

10. Nama use case : Data jasa servis

Aktor : Owner

Tujuan : Mengelola jasa servis

a. Owner masuk ke menu laporan

b. Sistem akan menampilkan semua laporan yang dibutuhkan

c. Owner mengecek semua laporan mengenai penjualan, jasa servis dan stok

suku cadang

d. Owner mencetak laporan apabila dibutuhkan

11. Nama use case : Edit jasa servis

Aktor : Owner

Tujuan : Memperbaharui data jasa servis

a. Owner masuk masuk ke menu data jasa servis

b. Owner menekan tombol edit untuk memperbaharui data jasa servis yang

akan diperbaharui

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk memperbaharui data jasa servis

d. Owner menyimpan data yang telah diperbaharui

12. Nama use case : Tambah jasa servis

Aktor : Owner

Tujuan : Menambah jasa servis yang akan dijual kepada konsumen

a. Owner masuk ke menu data jasa servis

b. Owner menekan tombol tambah untuk menambah data jasa servis

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk menginputkan data jasa servis

(53)

d. Owner menginputkan data jasa servis

e. Owner menyimpan data jasa servis

13. Nama use case : Ganti username/password

Aktor : Owner, kasir dan bagian gudang

Tujuan : Mengganti username dan password user

a. User masuk ke menu pengaturan

b. Sistem akan menampilkan tampilan untuk mengubah username dan

password.

c. User menginputkan username atau password lama

d. User menginputkan username atau password baru.

e. User menyimpan perubahan.

f. Sistem akan menampilkan pemberitahuan “Perubahan username/password berhasil”.

14. Nama use case : Data pegawai

Aktor : Owner

Tujuan : Mengelola data pegawai

a. Owner masuk ke menu pengaturan

b. Sistem akan menampilkan tampilan seluruh data pegawai

c. Owner mengelola data pegawai

15. Nama use case : Edit data pegawai

Aktor : Owner

Tujuan : Memperbaharui data pegawai

(54)

b. Owner menekan tombol edit untuk memperbaharui data pegawai

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk memperbaharui data pegawai

d. Owner menyimpan data yang telah diperbaharui

e. Sistem akan menampilkan pemberitahuan edit berhasil

16. Nama use case : Tambah data pegawai

Aktor : Owner

Tujuan : Menambah data pegawai

a. Owner masuk ke menu data pegawai

b. Owner menekan tombol tambah untuk menambah data pegawai

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk menginputkan data pegawai

baru

d. Owner menginputkan data pegawai

e. Owner menyimpan data pegawai

f. Sistem akan menampilkan pemberitahuan tambah data berhasil

17. Nama use case : Data user

Aktor : Owner

Tujuan : Mengelola data user

a. Owner masuk ke menu pengaturan

b. Sistem akan menampilkan tampilan seluruh data user

c. Owner mengelola data user

18. Nama use case : Edit data user

Aktor : Owner

(55)

a. Owner masuk masuk ke menu data user

b. Owner menekan tombol edit untuk memperbaharui data user

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk memperbaharui data user

d. Owner menyimpan data yang telah diperbaharui

e. Sistem akan menampilkan pemberitahuan edit berhasil

19. Nama use case : Tambah data user

Aktor : Owner

Tujuan : Menambah data user

a. Owner masuk ke menu data user

b. Owner menekan tombol tambah untuk menambah data user

c. Sistem akan menampilkan tampilan untuk menginputkan data user baru

d. Owner menginputkan data user

e. Owner menyimpan data user

(56)

4.3.3.2 Activity Diagram

Activity Diagrammenggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan

untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi, sehingga

dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use case atau interaksi.

1. Activity diagram login

User Sistem

Menjalankan aplikasi

Mengisi username dan password

Verifikasi username dan password

Akses tampilan utama F

T

(57)

2. Activity diagram transaksi suku cadang

Konsumen Kasir

Pembelian suku cadang

Membuka menu transaksi dan mencari data suku

cadang

Menampilkan data suku cadang

Sistem

Mencari data suku cadang

Stok = 0

Stok > 0

Input jumlah beli

Tambah biaya pasang

Tambah biaya pasang T

Tambah ke daftar beli dan proses F

Bukti transaksi untuk dicetak

Cetak bukti transaksi

Bukti transaksi

Bukti transaksi

(58)

3. Activity diagram transaksi jasa servis

Konsumen Kasir

Pembelian jasa servis

Terima kebutuhan jasa servis

Data konsumen

Mekanik

Membuka menu data konsumen jasa servis dan

menginputkan data konsumen Menapilkan tanda terima

jasa servis sementara dan surat tugas untuk dicetak

Tanda terima jasa servis sementara

Cetak tanda terima jasa servis sementara dan

surat tugas

Tanda terima jasa servis sementara dan surat

tugas

Perbaikan selesai

Ganti suku cadang T

F

Tanda terima jasa servis sementara sementara

Input kode transaksi jasa servis Data konsumen jasa

servis

Tambah ke daftar beli dan lanjutkan proses

transaksi

Bukti transaksi untuk dicetak

Cetak bukti transaksi

Bukti transaksi

Bukti transaksi

(59)

4. Activity diagram data suku cadang

Gudang Sistem

Mengakses menu data suku cadang

Cek stok suku cadang

Menampilkan data suku cadang

Cetak data stok suku cadang minimum

Menampilkan stok suku cadang yang <= 2

Data stok suku cadang minimum

Gambar 4.8. Activity diagram data suku cadang yang diusulkan

5. Activity diagram edit suku cadang

Gudang Sistem

Memilih data suku cadang yang akan di perbaharui

Tampilan untuk memperbaharui data Edit data suku cadang

Pemberitahuan “Update berhasil”

Simpan data yang sudah diperbaharui

(60)

6. Activity diagram tambah suku cadang

Gudang Sistem

Tampilan untuk menambah data Tambah suku cadang

Pemberitahuan “Input berhasil”

Input data suku cadang baru dan simpan data

Gambar 4.10. Activity diagram tambah suku cadang

7. Activity diagram tambah stok

Gudang Sistem

Tekan tombol tambah Pilih data suku cadang

yang akan ditambah stoknya

Pemberitahuan “Tambah stok berhasil”

Simpan penambahan stok

Tampilan untuk menambah stok suku

cadang

(61)

8. Activity diagram laporan

User Sistem

Masuk ke menu laporan dan input tanggal

Cetak Laporan

Menampilkan laporan sesuai tanggal yang telah

ditentukan

Gambar 4.12. Activity diagram laporan

9. Activity diagram data jasa servis

Owner Sistem

Masuk ke menu data jasa servis

Mengelola data jasa servis

Menampilkan data jasa servis

(62)

10. Activity diagram edit jasa servis

Owner Sistem

Masuk ke menu data jasa servis

Menampilkan tampilan untuk Memperbaharui data Tekan tombol edit untuk

perbaharui data

Menampilkan seluruh data jasa servis

Perbaharui dan simpan perubahan data

Pemberitahuan

“Edit berhasil”

Gambar 4.14. Activity diagram edit jasa servis

11. Activity diagram tambah jasa servis

Owner Sistem

Masuk ke menu data jasa servis

Input dan simpan data jasa servis baru

Pemberitahuan

“Input berhasil”

(63)

12. Activity diagram ganti username/password

User Sistem

Masuk ke menu pengaturan

Input username/password baru dan simpan Tekan tombol proses

Pilih perubahan username/password

Simpan perubahan

Pemberitahuan

“Update berhasil”

Gambar 4.16. Activity diagram ganti username/password

13. Activity diagram data pegawai

Owner Sistem

Masuk ke menu data pegawai

Mengelola data pegawai

Menampilkan data pegawai

(64)

14. Activity diagram edit pegawai

Owner Sistem

Masuk ke menu data pegawai

Menampilkan tampilan untuk Memperbaharui data Tekan tombol edit untuk

perbaharui data

Menampilkan seluruh data pegawai

Perbaharui dan simpan perubahan data

Pemberitahuan

“Edit berhasil”

Gambar 4.18. Activity diagram edit data pegawai

15. Activity diagram tambah pegawai

Owner Sistem

Masuk ke menu data pegawai

Input dan simpan data pegawai baru

Pemberitahuan

“Input berhasil”

(65)

16. Activity diagram data user

Owner Sistem

Masuk ke menu data user

Mengelola data user

Menampilkan data user

Gambar 4.20. Activity diagram data user

17. Activity diagram edit user

Owner Sistem

Masuk ke menu data user

Menampilkan tampilan untuk Memperbaharui data Tekan tombol edit untuk

perbaharui data

Menampilkan seluruh data user

Perbaharui dan simpan perubahan data

Pemberitahuan

“Edit berhasil”

(66)

18. Activity diagram tambah user

Owner Sistem

Masuk ke menu data user

Menampilkan tampilan untuk menginput data baru Tekan tombol tambah

Menampilkan seluruh data user

Input dan simpan data user baru

Pemberitahuan

“Input berhasil”

(67)

4.3.3.3 Sequence Diagram

Sequence diagram, Yaitu menggambarkan kolaborasi dinamis antara

sejumlah object. kegunaanya untuk menunjukan rangkaian pesan yang dikirim

antara object juga interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu

dalam eksekusi sistem. Adapun sequence diagram sistem yang diusulkan adalah

sebagai berikut :

1. Sequence diagram login

User Form login Verifikasi Sistem

1. Input username & password

2. Validasi username & password

3. Cek hak akses user

4. Menu utama user

(68)

2. Sequence diagram transaksi suku cadang

Konsumen Kasir Form transaksi suku cadang Sistem

1. Pembelian suku cadang

2. Mencari data suku cadang

3. mencari data suku cadang

4. Suku cadang tersedia

5. Input jumlah beli

6. Input biaya pasang

7. Tambah ke daftar beli

8. Proses pembayaran

9. Simpan data transaksi

10. Pemberitahuan input berhasil

11. Bukti transaksi untuk dicetak

12. Cetak bukti transaksi

13. Cetak bukti transaksi

14. Bukti transaksi

14. Bukti transaksi

(69)

3. Sequence diagram transaksi jasa servis

Konsumen Kasir Form transaksi jasa

servis Meknik

1. Pembelian jasa servis

2. Akses menu transaksi

5. Input data konsumen jasa servis

6. Simpan data konsumen jasa servis

11. Tanda terima servis sementara

12. Surat tugas perbaikan kendaraan

15. Input no transaksi servis

dan proses dengan “Bayar”

18. Bukti transaksi

Sistem

3.Permintaan data konsumen

4. Data konsumen

7. Tanda terima servis sementara dan surat tugas untuk dicetak

9. cetak tanda terima servis sementara dan surat tugas 8. Cetak tanda terima

sementaran dan surat tugas

10. Tanda terima servis sementara dan surat tugas

13. Perbaikan selesai

14. Tanda terima servi sementara

16. Simpan data transaksi jasa servis

17. Bukti transaksi

(70)

4. Sequence diagram data suku cadang

Bagian gudang Form data suku cadang Sistem

1. Cek stok suku cadang

2. Tampilkan stok suku cadang <= 2

5. Cetak data stok suku cadang minimum 3. Data stok suku cadang <= 2

4. Cetak data stok suku cadang minimum

6. Data stok suku cadang minimum

Gambar 4.26. Sequence diagram data suku cadang

5. Sequence diagram edit suku cadang

Bagian gudang Form data suku cadang Sistem

1. Pilih data untuk diedit

4. Update data 2. Tampilan untuk

memperbaharui data

3. Perbaharui data

5. Pemberitahuan “Update Berhasil”

(71)

6. Sequence diagram tambah suku cadang

Bagian gudang Form data suku cadang Sistem

1. Tambah suku cadang

Simpan data 2. Tampilan untuk menambah

data

3. Input data baru

5. Pemberitahuan “Input Berhasil”

Gambar 4.28. Sequence diagram tambah suku cadang

7. Sequence diagram tambah stok

Bagian gudang Form data suku cadang Sistem

1. Pilih data suku cadang

Simpan data 2. Tampilan untuk menambah

stok data

3. Input jumlah stok

5. Pemberitahuan “Tambah Stok Berhasil”

(72)

8. Sequence diagram laporan

User Form Laporan Sistem

1. Input tanggal laporan

4. Cetak laporan 2. Tampilan laporan sesuai

tanggal yang ditentukan

3. Cetak laporan

5. Laporan

Gambar 4.30. Sequence diagram laporan

9. Sequence diagram data jasa servis

Owner Form Data Jasa Servis Sistem

1. Masuk ke menu jasa servis

4. Menampilkan data jasa servis

5. Kelola data jasa servis

2. Tampilkan data jasa servis

3. Tampilkan data jasa servis

(73)

10. Sequence diagram edit jasa servis

Owner Form Data Jasa Servis Sistem

2. Tampilan untuk memperbaharui data 1. Pilih data jasa servis

3. Perbaharui data dan simpan dengan “Update”

4. Update data

5. Pemberitahuan “Update Berhasil”

Gambar 4.32. Sequence diagram edit jasa servis

11. Sequence diagram tambah jasa servis

Owner Form data Jasa Servis Sistem

1. Tambah jasa servis

Simpan data 2. Tampilan untuk menambah

data

3. Input data baru

5. Pemberitahuan “Input Berhasil”

(74)

12. Sequence diagram ganti username/password

User Form pengaturan Sistem

1. Pilih penggantian kemudian proses

Simpan data 2. Tampilan untuk mengubah

data

3. Perbaharui username/ password

5. Pemberitahuan “Update

Berhasil”

(75)

13. Sequence diagram data pegawai

Owner Form Data Pegawai Sistem

1. Masuk ke menu pegawai

4. Menampilkan data pegawai

5. Kelola data pegawai

2. Tampilkan data pegawai

3. Tampilkan data pegawai

Gambar 4.35. Sequence diagram data pegawai

14. Sequence diagram edit data pagawai

Owner Form Data Pegawai Sistem

2. Tampilan untuk memperbaharui data 1. Pilih data pegawai

3. Perbaharui data dan simpan dengan “Update”

4. Update data

5. Pemberitahuan “Update Berhasil”

Figur

Gambar 4.30. Sequence diagram laporan

Gambar 4.30.

Sequence diagram laporan p.72
Gambar 4.32. Sequence diagram edit jasa servis

Gambar 4.32.

Sequence diagram edit jasa servis p.73
Gambar 4.33. Sequence diagram tambah jasa servis

Gambar 4.33.

Sequence diagram tambah jasa servis p.73
Gambar 4.34. Sequence diagram ganti username/password

Gambar 4.34.

Sequence diagram ganti username/password p.74
Gambar 4.36. Sequence diagram edit data pegawai

Gambar 4.36.

Sequence diagram edit data pegawai p.75
Gambar 4.35. Sequence diagram data pegawai

Gambar 4.35.

Sequence diagram data pegawai p.75
Gambar 4.38. Sequence diagram data user

Gambar 4.38.

Sequence diagram data user p.76
Gambar 4.37. Sequence diagram tambah data pegawai

Gambar 4.37.

Sequence diagram tambah data pegawai p.76
Gambar 4.40. Sequence diagram tambah data user

Gambar 4.40.

Sequence diagram tambah data user p.77
Gambar 4.39. Sequence diagram edit datauser

Gambar 4.39.

Sequence diagram edit datauser p.77
Gambar 4.44. Collaboration diagram data suku cadang

Gambar 4.44.

Collaboration diagram data suku cadang p.79
Gambar 4.48. Collaboration diagram laporan

Gambar 4.48.

Collaboration diagram laporan p.81
Gambar 4.47. Collaboration diagram tambah stok

Gambar 4.47.

Collaboration diagram tambah stok p.81
Gambar 4.50. Collaboration diagram edit jasa servis

Gambar 4.50.

Collaboration diagram edit jasa servis p.82
Gambar 4.49. Collaboration diagram data jasa servis

Gambar 4.49.

Collaboration diagram data jasa servis p.82
Gambar 4.52. Collaboration diagram ganti username/password

Gambar 4.52.

Collaboration diagram ganti username/password p.83
Gambar 4.53. Collaboration diagram data pegawai

Gambar 4.53.

Collaboration diagram data pegawai p.84
Gambar 4.54. Collaboration diagram edit data pegawai

Gambar 4.54.

Collaboration diagram edit data pegawai p.84
Gambar 4.55. Collaboration diagram tambah data pegawai

Gambar 4.55.

Collaboration diagram tambah data pegawai p.85
Gambar 4.56. Collaboration diagram data pegawai

Gambar 4.56.

Collaboration diagram data pegawai p.86
Gambar 4.57. Collaboration diagram edit data pegawai

Gambar 4.57.

Collaboration diagram edit data pegawai p.86
Gambar 4.59. Collaboration diagram data user

Gambar 4.59.

Collaboration diagram data user p.87
Gambar 4.58. Collaboration diagram tambah data pegawai

Gambar 4.58.

Collaboration diagram tambah data pegawai p.87
Gambar 4.60. Collaboration diagram edit data user

Gambar 4.60.

Collaboration diagram edit data user p.88
Gambar 4.61. Collaboration diagram tambah data user

Gambar 4.61.

Collaboration diagram tambah data user p.88
Gambar 4.63. Deployment diagram sistem informasi yang diusulkan

Gambar 4.63.

Deployment diagram sistem informasi yang diusulkan p.90
Gambar 4.64. Deployment diagram sistem informasi yang diusulkan

Gambar 4.64.

Deployment diagram sistem informasi yang diusulkan p.91
Gambar 4.65. Struktur menu

Gambar 4.65.

Struktur menu p.92
Gambar 4.67. Menu Utama

Gambar 4.67.

Menu Utama p.94
Gambar 4.70. Form tambah suku cadang

Gambar 4.70.

Form tambah suku cadang p.95

Referensi

Memperbarui...

Outline : Sequence Diagram