• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Antikoagulan Bromadiolon pada Tikus Sawah (Rattus argentiventer Rob. & Klo.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengujian Antikoagulan Bromadiolon pada Tikus Sawah (Rattus argentiventer Rob. & Klo.)"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1  Laboratorium Vertebrata Hama, Departemen Proteksi Tanaman,
Gambar 2  Tikus sawah (R. argentiventer)
Gambar 4  Rodentisida kronis bromadiolon: (A) Bromadiolon A 0.005%,
Gambar 5  Kandang percobaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

dewasa pada dosis 300.000 sporocyst dan penurunan tingkat kematian tikus jantan kelas umur anak pada dosis yang sama menunjukkan bahwa mulai dosis 200.000

Skripsi berjudul “Uji Efikasi Rodentisida Nabati Daun Ruku-ruku ( Ocimum sanctum L.) Terhadap Mortalitas Tikus Sawah ( Rattus rattus argentiventer Robb & Kloss. )

Pemanfaatan bagian daun dan biji tumbuhan kacang babi (Tephrosia sp.) sebagai bahan rodentisida nabati untuk mengendalikan tikus sawah (Rattus argentiventer) dan tikus rumah (Rattus

Pada saat persemaian populasi tikus masih tidak terlalu tinggi, tetapi pada fase tanaman tua populasi tikus sudah mulai meningkat sampai pada fase pematangan bulir populasi

Tikus sawah Subang memiliki tingkat kejeraan lebih tinggi dari pada tikus sawah Pati karena berdasarkan hasil wawancara terhadap petani melalui kuesioner didapatkan hasil bahwa

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan serangan tikus sawah pada lahan persawahan yang menggunakan dan tidak menggunakan burung hantu dalam mengendalikan tikus sawah Di

Apabila dalam satu hamparan terjadi tanam tidak serempak maka terdapat keterlambatan panen lebih dari dua minggu, atau terdapat ratun padi pada periode sawah bera, sehingga

Tikus sawah yang memakan umpan beracun petrokum dengan umpan pendahuluan mie instan rebus adalah jenis yang paling banyak dimakan tikus dan berbeda nyata dibandingkan dengan umpan racun