Perancangan sistem informasi diklat di Pusdiklat PT.Pindad : laporan kerja praktek

73  22  Download (0)

Teks penuh

(1)

1 1.1. Latar Belakang Masalah

Sistem komputer memegang peranan penting dalam mendukung ketersediaan informasi dan berjalannya komunikasi, selain itu dapat juga menyediakan suatu sistem solusi berupa perangkat lunak untuk menyelesaikan suatu masalah di berbagai sektor sehingga mendorong setiap instansi baik swasta maupun pemerintah untuk dapat menggunakan dan memanfaatkannya secara optimal.

PUSDIKLAT PT. PINDAD tidak lepas dari penggunaan sistem komputer sebagai alat bantu dalam kegiatan operasionalnya sehari – hari. Dengan hadirnya sistem komputer maka dapat menunjang pelaksanaan tugas-tugas pokok PUSDIKLAT, terutama di DITRENBANG yang mempunyai fungsi sebagai penyedia informasi berbasis teknologi yang berkualitas untuk mendukung operasional perusahaan demi lancarnya rencana strategis pengembangan teknologi PUSDIKLAT, maka dari itu penulis melaksanakan kerja praktek di PUSAT KOMPUTER di PT. PINDAD untuk mengetahui, mempelajari dan mengaplikasikan sistem yang digunakan di Divisi Program, meliputi perancangan dari sistem yang akan digunakan. sistem pendataannya telah menggunakan sistem yang terkomputerisasi namun belum maksimal. Selama ini untuk meminta data - data peserta dari Balai Diklat PT. PINDAD hanya melalui media elektronik yaitu fax. Untuk tujuan memaksimalkan kinerja sistem tersebut maka dibuat suatu Aplikasi Diklat.

(2)

1.2. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang masalah di atas, masalah yang akan dibahas dalam penulisan laporan kerja praktek ini adalah bagaimana merancang perangkat lunak aplikasi diklat di PT. PINDAD.

Dari identifikasi masalah yang telahjelaskandiatas, maka rumusan masalah adalah bagaimana implementasi pengembangan sistemi nformasi Diklat ke dalam sebuah program aplikasi.

1.3. Maksud dan Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang ada, maka maksud dari penulisan laporan kerja praktek ini adalah untuk membuat Aplikasi Diklat.

Sedangkan tujuan yang akan dicapai adalah :

1. Membantu bagian pendataan dalam mengolah data peserta diklat yang telah mengikuti pendidikan dan latihan di PUSDIKLAT PT. PINDAD ini. 2. Mempercepat dan mempermudah pihak-pihak yang bersangkutan dalam

mendapatkan informasi mengenai para peserta diklat.

1.4. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini dapat dibedakan menjadi kegunaan praktis dan kegunaan akademis yang akan dijelaskan sebagai berikut ini.

1.4.1. Kegunaan Praktis

Dapat dimanfaatkan oleh PT. PINDAD itu sendiri sehingga user akan lebih mudah dalam melakukan pengelolaan data dan serta sebagai bahan masukan untuk meneliti sejauh mana system informasi diklat yang berbasis computer dapat dilakukan secara efektif.

1.4.2.KegunaanAkademis

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka didapat suatu kegunaan penelitian, yaitu sebagai berikut :

(3)

a. Diharapkan dapat mengerti dan mengetahui bagaimana mengembangkan system informasi manajemen diklat.

b. Diharapkan dapat mengetahui pengaturan dan pelaksanaan jadwal diklat dengan menggunakan system informasi yang akan dibangun. 2. Bagi Peneliti Lain

Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat untuk dijadikan referensi sebagai sumber untuk dikembangkan lebih lanjut kedepannya.

1.5. Batasan Masalah

Penelitian yang telah dilakukan mengenai perancangan aplikasi diklat maka dari itu penulis membatasi masalah sebagai berikut :

1. Membantu untuk merancang dan membangun aplikasi yang dibutuhkan dan belum ada di Pusdkilat PT. PINDAD.

2. Aplikasi ini berhubungan dengan proses pengolahan pemasukan dan pencarian para peserta yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusdiklat PT. PINDAD.

3. Program aplikasi yang akan dibangun yaitu hanya bersifat jaringan lokal/ Local Area Network (LAN).

4. Dalam membuat program aplikasi perangkat lunak yang digunakan yaitu

NetBeans 6.8 dan database yang digunakan adalah Microsoft Office Access 2007.

5. Metode yang digunakan adalah metode aliran data terstruktur, dimana tools yang digunakan adalah Entity Relationship Diagram (ERD),

flowmap , Diagram Konteks, Kamus Data, dan Data Flow Diagram

(DFD).

1.5.1Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam laporan kerja praktek ini terdiri dari : 1. Metode Pengumpulan Data

(4)

a. Wawancara/ Interview yaitu Penulis mengadakan kegiatan pengumpulan suatu laporan melalui wawancara atau memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada pembimbing teknis dilapangan.

b. Studi Literatur yaitu melakukan perncarian pustaka-pustaka yang menunjang. Pustaka tersebut dapat berupa buku-buku atau mencari penjelasan yang berhubungan untuk pemecahan masalah melalui internet. Mempelajari sumber-sumber yang harus penulis pergunakan dalam penyusunan laporan kerja praktek yang berhubungan dengan bidang program di Pusdiklat PT. PINDAD.

2. Metode Pengembangan Perangkat Lunak.

Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah metode

Sekuensial Linier atau Waterfall. Adapun tahap-tahap dalam metode tersebut adalah sebagai berikut :

a. System Engineering (Rekayasa Sistem)

Karena system merupakan bagian dari sebuah sistem yang lebih besar, kerja dimulai dengan membangun syarat dari semua elemen system dan mengalokasikan beberapa bagian dari kebutuhan ke software

tersebut. Pandangan system ini penting ketika software harus berhubungan dengan elemen-elemen yang lain seperti software, manusia dan database.

b. Analysis (Analisis)

Penguraian dari system informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponen dengan maksud mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Tahap analisis merupakan tahap yang sangat penting, karena jika terjadi kesalahan pada tahap ini maka akan menyebabkan kesalahan juga pada tahap selanjutnya.

c. Design (Perancangan)

(5)

dibangun sesuai dengan kebutuhan user yang telah di analisis sebelumnya. Kegiatan perancangan sistem ini nantinya akan menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan yang melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem yang mendasar.

d. Coding (Pengkodean)

Pada tahap ini proses penterjemahan dari keperluan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang kedalam bahasa pemrograman computer menggunakan perangkat lunak bantu yaitu

NetBeans 6.8 dan database yang digunakan adalah Microsoft Office Access 2007.

e. Testing (UjiCoba)

Melakukan pengujian dari system untuk menemukan kesalahan yang mengkin terjadi selama pengembangan, sehingga sistem yang baru dapat berjalan dengan baik. Ini dilakukan dengan cara mendengarkan keluhan pembimbing dan memperbaiki perangkat yang tidak sesuai dengan keinginan pembimbing.

f. Maintenance (Pemeliharaan)

Tahap ini merupakan tahap akhir dimana perangkat lunak yang telah selesai diimplementasikan dapat terjadi perubahan-perubahan atau penambahan-penambahan yang disesuaikan dengan keinginan user.

System Engineering

Testing Coding

Analysis

Design

Maintenance

(6)

1.6 Sistematika Penulisan

Pada sistematika penulisan bertujuan untuk menjelaskan bab-bab yang akan dibuat pada pembuatan laporan kerja praktek secara garis besar adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini mengemukakan tentang Latar Belakang Masalah, Maksud dan Tujuan Kerja Praktek, Batasan Masalah, dan Sistematika Penulisan Laporan.

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini mengemukakan sejarah Pusdiklat PT. PINDAD, logo instansi, tempat dan kedudukan perusahaan, bentuk dan badan hukum perusahaan, bidang pekerjaan perusahaan, bidang pekerjaan divisi/departemen tempat kerja praktek, dan struktur organisasi perusahaan, landasan teori, software, konsep dasar sistem, konsep dasar informasi, dan teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan berdasarkan studi pustaka yang dilakukan.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Dalam bab ini membahas mengenai jadwal kerja praktek, cara/teknis kerja praktek, data kerja praktek, dan hasil kerja praktek,

BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

Perancangansistem, Diagram konteks, Flowmap, DFD (Data Flow Diagram),ERD (Entity Relational Diagram), kamus data, dan desain interface.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(7)

7

2.1. Pengertian Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak memiliki pengertian menunjuk pada program dan alat bantu lain yang bersifat menambah kemampuan komputer sebagai alat untuk melaksanakan tugas atau operasi tertentu. Program aplikasi dapat dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan khusus pula (tailor-made) atau berupa paket yang mempunyai aplikasi umum.

Disebut juga dengan perangkat lunak, merupakan kumpulan beberapa perintah yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaannya. perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya.

Merupakan data elektronik yang disimpan sedemikian rupa oleh komputer itu sendiri, data yang disimpan ini dapat berupa program atau instruksi yang akan dijalankan oleh perintah, maupun catatan-catatan yang diperlukan oleh komputer untuk menjalankan perintah yang dijalankannya. Untuk mencapai keinginannya tersebut dirancanglah suatu susunan logika, logika yang disusun ini diolah melalui perangkat lunak, yang disebut juga dengan program beserta data-data yang diolahnya. Pengeloahan pada software ini melibatkan beberapa hal, diantaranya adalah sistem operasi, program, dan data. Software ini mengatur sedemikian rupa sehingga logika yang ada dapat dimengerti oleh mesin komputer.

2.2. Konsep Dasar Sistem

Pengertian sistem menurut Jogiyanto H.M yang dalam bukunya menyatakan :

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan“

(8)

yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa didalam sistem terdiri dari sistem-sistem bagian (subsistem). Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem yang lebih kecil lagi. Subsistem ini saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan (terintegrasi) sehingga tujuan sistem tersebut dapat tercapai.

2.2.1. Pengertian Dasar Sistem

Suatu sistem pada dasarnya merupakan suatu susunan yang teratur dari kegiatan yang berhubungan satu sama lain dan prosedur-prosedur yang berkaitan yang melaksanakan dan mempermudah pelaksanaan kegiatan utama dari suatu organisasi. Menurut Jogiyanto “Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, nerkumpul, bersama-sama untuk melakukan

suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

Sistem itu sendiri mempunyai tujuan yang sama untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat ada yang menyebut mencapai suatu tujuan (goal)

dan ada yang menyebutkan untuk mencapai sasaran (object). Jadi dapat disimpulkan pengertian sistem adalah kumpulan dari berbagai macam elemen yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai sasaran atau objek.

Beberapa ciri dari sistem yaitu sebagai berikut : 1. Mengarah Pada Tujuan

Cara kerja sistem ini adalah merangkai dan mengkoordinasikan fakta-fakta untuk mencapai tujuan dengan menggunakan aturan-aturan tertentu.

2. Merupakan Suatu Keseluruhan

(9)

dilakukan dengan mengabaikan pencapaian tujuan dengan bagian yang lainnya.

3. Adanya Keterbatasan

Sistem memiliki sifat yang terbuka, dimana suatu sistem dapat berinteraksi dengan sistem lainnya yang lebih besar.

4. Adanya Proses Transformasi

Suatu sistem mempunyai atau melakukan proses transformasi kegiatan yang mengubah suatu input atau masukan menjadi suatu output untuk mencapai suatu tujuan.

5. Saling Berkaitan

Sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berkaitan satu elemen dengan elemen yang lain.

2.2.2. Bentuk Umum Sistem

Bentuk umum dari suatu sistem terdiri atas masukan (input), proses dan keluaran (output), dalam bentuk umum sistem ini bisa melakukan satu atau lebih masukan yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

Gambar 2.1 Bentuk Umum Sistem

2.2.3. Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai sebagai berikut :

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama untuk membentuk satu kesatuan.

(10)

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batas Sistem (Boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. 3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan meupakan energi dari sistem dan harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

5. Masukan (input)

Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

(11)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolahan (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran (Objective) atau Tujuan (Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.2.4. Analisis Sistem

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai “penguraian dari suatu sistem

informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk

mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan,

kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan

kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.”

Analisis dan Desain : Jogiyanto

2.3. Konsep Dasar Informasi

Definisi umum informasi dalam pemakaian sistem informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang memakai di dalam mengambil keputusan. Jadi sistem pengolahan informasi pengolahan data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.

2.3.1. Pengertian Sumber Informasi

(12)

Sumber dari Informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan saat tertentu.

Informasi adalah data yang telah diproses kedalam suatu bentuk yang lebih berarti bagi penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang.

Informasi yang bersumber dari proses data harus merupakan informasi yang terstruktur. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

2.3.2. Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah sehingga perlu diolah untuk proses lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi. Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses tetentu agar dapat lebih berguna dalam bentuk informasi.

Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kamudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan dan menghasilkan suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali melalui suatu model sampai mmbentuk suatu siklus informasi.

(13)

Proses

Kualitas dari suatu informasi yang diharapkan tergantung tiga hal pokok, yaitu :

1. Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi dan selain itu harus jelas maksud dan tujuannya sehingga

output/keluaran biasa dipertanggung jawabkan. 2. Tepat Waktu

Informasi yang dihasilkan atau dibuthkan tidajk boleh terlambat (usang) informasi yang usang tidak akan mempunyai nilai yang baik, sehingga jika digunakan sebagai dasar dari pengambilan keputusan akan bersifat fatal atau mengalami kesalahan dalam pengambilan keputusan dan tindakan. 3. Relevan

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat dan informasi yang diterima si pemakai dan pemakai lainya bisa berbeda-beda.

Gambar 2.2Siklus Informasi

(14)

2.3.4. Nilai Informasi

Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan didalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah tertentu dengan biaya untuk memperolehnya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis Cost Effectiveness atau Cost Benefit.

2.3.5 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan stategis dari suatu organisasi dan menyediakan informasi untuk pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan. Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suau organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi yang mendukung operasi

bersifat manajerial dan kegiatan stategi-stategis dari suatu organisasi dan

menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”.

2.3.6 Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi mempunyai beberapa komponen yaitu :

1. Perangkat keras (Hardware) yaitu semua alat komputeryang secara fisik dapat diliah dan diraba dengn jelas, seperti: keyboard, harddisk, monitor, alat printer, mouse, dan lain-lain.

(15)

2.4 Alat-alat Pemodelan Sistem

Pemodelan sistem merupakan hal yang penting bagi kelangsungan sistem itu sendiri. Pemodelan sistem adalah suatu upaya untuk menjaga efektifitas sistem dalam memenuhi kebutuhan pengguna sistem.Pemodelan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang sudah ada.

Alat-alat yang digunakan dalam pemodelan sistem antara lain adalah: 1. Diagram Konteks.

2. Flowmap

3. Entity Relationship Diagram (ERD)

4. Data Flow Diagram (DFD).

5. Kamus Data (Data Dictionary).

2.5 Pendekatan Analisis Sistem

Untuk melangkah ke tahap berikutnya yaitu tahap desain, maka sebelumnya akan melakukan tahap-tahap sebagai berikut :

1. Diagram Konteks

Diagram konteks menggambarkan aplikasi dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Dimana lingkaran tersebut menggambarkan keseluruhan proses dalam aplikasi. Dalam penggambaran ini, sistem dianggap sebagai sebuah objek yang tidak dijelaskan secara rinci, karena yang ditekankan adalah interaksi sistem dengan lingkungan yang mengaksesnya.

2. Flow Map

Bagan alir atau flow map adalah bagan yang menunjukan alir didalam program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan dokumentasi.

(16)

3. ERD (Entity Relationship Diagram)

Entity Relationship Diagram adalah salah satu model atau teknik

pendekatan yang dapat menyatakan atau mengambarkan hubungan antara entity di dalam sebuah sistem di mana sebuah hubungan tersebut dinyatakan sebagai one to one, one to many, many to one dan many to many.

Entity Relationship Diagram memiliki komponen-komponen utama, yaitu:

1. Entitas (Entity)

Entitas adalah sebuah barang atau objek yang dapat dibedakan dari objek lain. Entitas direpresentasikan dengan empat persegi panjang.

2. Atribut (Attribute)

Atribut adalah properti deskriptif yang dimiliki oleh setiap anggota dari himpunan entitas. Atribut direpresentasikan dengan bentuk elips.

3. Relasi (Relationship)

Relasi adalah hubungan antara suatu himpunan entitas dengan himpunan entitas yang lainnya. Relasi direpresentasikan dengan jajaran genjang. Relasi antar tabel dikategorikan menjadi tiga macam, yaitu :

4. Kardinalitas (Cardinality)

Kardinalitas adalah angka yang menunjukkan banyaknya kemunculan suatu objek terkait dengan kemunculan objek lainnya pada suatu relasi.

Jenis-jenis kardinalitas yaitu sebagai berikut :

a. One to One

Hubungan one to one adalah antara file pertama dengan file kedua adalah satu banding satu.

b. One to Many

Hubungan one to many adalah sebuah relasi merupakan tahap dimana hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu banding banyak.

c. Many to One

Hubungan many to one adalah sebuah relasi merupakan tahap dimana hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah banyak banding satu.

(17)

Hubungan many to many adalah sebuah relasi antara suatu file satu dengan file

yang kedua memepunyai relasi banyak berbanding banyak.

4. DFD (Data Flow Diagram)

Data Flow Diagram adalah diagram sistem yang menggambarkan cara kerja aplikasi secara logic. Mulai dari tingkat paling tinggi sampai dengan tingkat paling rendah. Pada perancangan ini terdiri dari perancangan awal (preliminary design) dan perancangan rinci (detailed design) sesuai dengan tahap-tahap rekayasa perangkat lunak. Adapun penjelasan dari perancangan awal adalah perancangan sistem yang menggambarkan tentang hubungan antara sistem dengan lingkungan luar sistem.

Hubungan ini dapat digambarkan dengan menggunakan diagram konteks. Sedangkan perancangan rinci adalah perancangan sistem yang menggambarkan tentang proses yang terjadi pada sistem serta arus data yang mengalir antar proses. DFD merupakan alat yang digunakan pada metode pengembangan sistem yang terstruktur, DFD ini menggambarkan arus data di dalam sistem yang terstruktur dan jelas serta merupakan dokumentasi sistem yang baik.

5. Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dapat mendefinisikan data yang mengalir pada sistem dengan lengkap. Kamus data dapat digunakan pada tahap analisa dan perancangan sistem. Pada tahap perancangan sistem, kamus data digunakan untuk merancang masukan, merancang laporan-laporan dan database.

(18)

2.6 Basis Data 2.6.1 Pengertian Data

Data merupakan ”fakta atau keterangan yang belum mempunyai arti atau

nilai, serta data dapat dijadikan kajian analisis atau kesimpulan. Data biasanya terdiri dari beberapa elemen data (data item). Elemen data adalah unit terkecil dari data yang ada artinya bagi pengguna (user).

2.6.2 Pengolahan Data

Pengolahan data dengan komputer terkenal dengan nama pengolahan data elektronik. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau gabungan darinya. Pengolahan data adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti, berupa suatu informasi.

2.6.3 Siklus Pengolahan Data

Suatu proses pengolahan data terdiri dari tiga tahapan dasar yang disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycle) yaitu input, processing dan

output.

1. Input, tahap ini merupakan proses memasukkan data ke dalam proses

komputer lewat alat input (input device).

2. Process, tahap ini merupakan proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh alat pemroses (processing data), yang dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.

3. Output, tahp ini merupakan proses menghasilkan output dari hasil pengolahan data ke alat output (output device), yaitu berupa informasi.

2.6.4 Konsep Dasar Basis Data

(19)

dalam suatu lingkungan perusahaan atau instansi-instansi. Penerapan basis data dalam sistem informasi disebut sistem basis data (database system).

2.6.5 Pengertian Basis Data

Basis data terdiri dari kata basis dan data. Basis dapat diartikan gudang atau tempat bersarang dan data yang berarti representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, hewan, peristiwa, konsep dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

2.6.6 Tujuan Basis Data

Basis Data (Database) pada prinsipnya ditujukan untuk pengaturan data agar terdapat kemudahan dalam pengambilan kembali data tersebut. Berikut ini terdapat beberapa tujuan dari Basis Data diantaranya yaitu :

1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)

2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)

3. Keakuratan (Accuracy)

4. Ketersediaan (Avaibility)

5. Kelengkapan (Completeness)

6. Keamanan (Security) 7. Kebersamaan (Sharability)

2.6.7 Pengguna Basis Data

Pengguna basis data yang dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem diantaranya yaitu :

1. Programmer Aplikasi (Application Programmer)

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data dengan menggunakan Data

Manipulation Language (DML) untuk membuat aplikasi dengan

(20)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa membuat modul program. 3. User Umum (Naïve User)

Pemakai berinteraksi dengan aplikasi basis data yang telah dibuat atau disediakan oleh sistem.

4. User Khusus (Specialized User)

Pemakai yang membuat program aplikasi basis data untuk keperluan tertentu atau khusus.

2.6.8 Database Management System (DBMS)

Diperlukan suatu sistem untuk diintegrasikan data file ke dalam suatu file sehingga bisa melayani berbagai user yang berbeda. Perangkat keras dan lunak serta prosedur yang mengelola database manajemen sistem.

DBMS memungkinkan untuk membentuk dan meremajakan file-file, memilih, mendatakan dan menyortir data, dan untuk menghasilkan laporan-laporan.

Fungsi yang penting dari DBMS adalah sebagai berikut : 1. Menyediakan sistem akses cepat.

2. Mengurangi kerangkapan data atau redundancy data. 3. Memungkinkan adanya updating secara bersamaan.

4. Menyediakan sistem yang memungkinkan dilakukannya pengembangan

database.

5. Memberikan perlindungan dari pihak pemakai tidak berhak.

2.6.9 NetBeans IDE 6.8

(21)

NetBeans IDE ditulis dalam Java dan dapat dijalankan di mana saja sebuah JVM diinstal, termasuk Windows, Mac OS, Linux, dan Solaris. Sebuah JDK dibutuhkan untuk fungsi pengembangan Java, tetapi tidak diperlukan untuk pembangunan di bahasa pemrograman lain.

Platform NetBeans memungkinkan aplikasi untuk dikembangkan dari serangkaian modular komponen perangkat lunak yang disebut modul. Aplikasi berbasis pada platform NetBeans (termasuk NetBeans IDE) dapat diperpanjang dengan pengembang pihak ketiga .

NetBeans dimulai pada tahun 1996 sebagai Xelfi (kata bermain di Delphi

), Java IDE proyek mahasiswa di bawah bimbingan Fakultas Matematika dan Fisika di Universitas Charles di Praha . Pada tahun 1997 membentuk perusahaan

Staněk Romawi di sekitar proyek dan menghasilkan versi komersial NetBeans

IDE hingga dibeli oleh Sun Microsystems pada tahun 1999. Sun open-source IDE NetBeans pada bulan Juni tahun berikutnya. Sejak itu, komunitas NetBeans terus berkembang.

NetBeans IDE 6.0 memperkenalkan dukungan untuk mengembangkan modul IDE dan aplikasi-aplikasi client kaya berdasarkan platform NetBeans, Swing Java GUI builder (sebelumnya dikenal sebagai "Project Matisse"), meningkatkan CVS dukungan, WebLogic 9 dan JBoss 4 dukungan, dan perangkat tambahan banyak redaksi. NetBeans 6 tersedia dalam repositori resmi distribusi Linux utama.

(22)

untuk pengembangan aplikasi web dengan PHP 5.3 dan kerangka Symfony, dan code completion ditingkatkan, layout, petunjuk dan navigasi dalam proyek-proyek JavaFX.

NetBeans IDE 6.9, dirilis pada bulan Juni 2010, menambahkan dukungan untuk OSGi , Spring Framework 3.0, Java EE ketergantungan injeksi (JSR-299), Zend Framework untuk PHP , dan lebih mudah navigasi kode (seperti "ditimpa / Diimplementasikan" penjelasan), format , petunjuk, dan refactoring di beberapa bahasa. NetBeans IDE 7.0 dirilis pada April 2011.

2.6.10 Database Microsoft Access 2007

Microsoft Office Access adalah sebuah program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan kecil hingga menengah. Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga memudahkan pengguna. Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

(23)

aplikasi Web dasar yang disimpan di dalam server yang menjalankan Microsoft Internet Information Services (IIS) dan menggunakan Microsoft Active Server Pages (ASP). Meskipun demikian, penggunaan Access kurang disarankan, mengingat telah ada Microsoft SQL Server yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi.

Beberapa pengembang aplikasi profesional menggunakan Microsoft Access untuk mengembangkan aplikasi secara cepat (digunakan sebagai Rapid Application Development/RAD tool), khususnya untuk pembuatan purwarupa untuk sebuah program yang lebih besar dan aplikasi yang berdiri sendiri untuk para salesman. Microsoft Access kurang begitu bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat klien/server. Meskipun demikian, tampilan muka Access (form, report, query, dan kode Visual Basic) yang dimilikinya dapat digunakan untuk menangani basis data yang sebenarnya diproses oleh sistem manajemen basis data lainnya, seperti halnya Microsoft Jet Database Engine (yang secara default digunakan oleh Microsoft Access), Microsoft SQL Server, Oracle Database, dan beberapa produk lainnya yang mendukung ODBC.

Salah satu keunggulan Microsoft Access dilihat dari perspektif

programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemrograman Structured Query Language (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemen SQL, dan statemen-statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro dan VBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access. Para pengguna dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.

(24)

Tidak seperti sebuah sistem manajemen basis data relasional yang komplit, Microsoft JET Database Engine tidak memiliki fitur trigger dan stored procedure. Dimulai dari Microsoft Access 2000 yang menggunakan Microsoft Jet Database Engine versi 4.0, ada sebuah sintaksis yang mengizinkan pembuatan kueri dengan beberapa parameter, dengan sebuah cara seperi halnya sebuah stored procedure, meskipun prosesur tersebut dibatasi hanya untuk sebuah pernyataan tiap prosedurnya. Access juga mengizinkan form untuk mengandung kode yang dapat dieksekusi ketika terjadi sebuah perubahan terhadap tabel basis data, seperti halnya trigger, selama modifikasi dilakukan hanya dengan menggunakan form tersebut, dan merupakan sesuatu hal yang umum untuk menggunakan kueri yang akan diteruskan (pass-through dan teknik lainnya di dalam Access untuk menjalankan stored procedure di dalam RDBMS yang mendukungnya.

Dalam berkas Access Database Project (ADP) yang didukung oleh Microsoft Access 2000 dan yang selanjutnya, fitur-fitur yang berkaitan dengan basis data berbeda dari versi format/struktur data yang digunakan Access (*.MDB), karena jenis berkas ini dapat membuat koneksi ke sebuah basis data MSDE atau Microsoft SQL Server, ketimbang menggunakan Microsoft JET Database Engine. Sehingga, dengan menggunakan ADP, adalah mungkin untuk membuat hampur semua objek di dalam server yang menjalankan mesin basis data tersebut (tabel basis data dengan constraints dan trigger, view, stored procedure, dan UDF). Meskipun demikian, yang disimpan di dalam berkas ADP hanyalah form, report,

macro, dan modul, sementara untuk tabel dan objek lainnya disimpan di dalam server basis data yang membelakangi program tersebut.

(25)

cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan.

Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya dalam beberapa aplikasi Microsoft Office. Dua buah pustaka komponen Component Object Model (COM) untuk mengakses basis data pun disediakan, yakni Data Access Object (DAO), yang hanya terdapat di dalam Access 97, dan ActiveX Data Objects (ADO) yang tersedia dalam versi-versi Access terbaru.

Koneksi Java NetBeans Ke Microsoft Access

Untuk menggabungkan bahasa pemograman Java NetBeans dan Microsoft Accsess dibutuhkanbeberapa perintah khusus, disini penulis mempunyai contoh coding untuk mengkoneksikan program tersebut, yaitu :

private Object[][] getData(){ Object [][]data1=null;

Connection conn; try{

//Memanggil Driver

Class.forName("sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver"); //Membuat variabel bertipe Connection

//Kelas Connection berfungsi menyimpan sebuah koneksi yang sudah dilakukan oleh DriverManger

conn=DriverManager.getConnection("jdbc:odbc:perpustakaan"); //Membuat Variabel bertipe Statement

//Kelas Statement berfungsi mengirimkan statement Query Ke Database Statement

st=conn.createStatement(ResultSet.TYPE_SCROLL_SENSITIVE,Result Set.CONCUR_UPDATABLE);

(26)

//Kelas Resultset Berfungsi Menyimpan Dataset(Sekumpulan Data) hasil statement Query

ResultSet rs=st.executeQuery("Select * from Anggota"); rs.last();

int rowcount=rs.getRow(); rs.beforeFirst();

data1=new Object[rowcount][3]; int no=-1;

// Menyimpan Data dari Tabel Ke Variabel Array while(rs.next()){

}catch (ClassNotFoundException cnfe) { // Ketika Gagal Memanggil Driver

System.out.println("Class Driver tidak ditemukan.. : " + cnfe); System.exit(0);

}catch (SQLException sqle) { // Ketika Gagal Sql

System.out.println("Proses Query Gagal = " + sqle); System.exit(0);

}catch(Exception e){

System.out.println("Koneksi Access Gagal " +e.getMessage()); System.exit(0);

}

(27)

}

3. Buat Method tampilTabel();

Source Code Lengkap Sebagai Berikut :

4 . Tambahkan perintah-perintah berikut pada FAnggota. private void tampilTabel(){

String [] JudulKolom={"No Anggota","Nama Anggota","Alamat"}; tabel=new JTable();

tabMode = new DefaultTableModel(getData(), JudulKolom){ boolean[] canEdit = new boolean [] { false, false, false }; @Override

public boolean isCellEditable(int rowIndex, int columnIndex) { return canEdit [columnIndex];

}

P astikan Import nya seperti ini Tambahkan variable

table dan tabMode P anggil method tampilTabel();

5 . Buat Event actionPerformed pada Tombol Simpan

(28)

Statement

st=conn.createStatement(ResultSet.TYPE_SCROLL_SENSITIVE,Result Set.CONCUR_UPDATABLE);

int rs=st.executeUpdate("insert into Anggota

values("+"'"+txtNoAnggota.getText()+

"','"+txtNama.getText()+"','"+txtAlamat.getText()+"')"); String

Data[]={txtNoAnggota.getText(),txtNama.getText(),txtAlamat.getText()}; if(rs>0){

JOptionPane.showMessageDialog(this,"Input Berhasil"); // Menambah data ke jTable

tabMode.addRow(Data); }st.close();

conn.close();

}catch (ClassNotFoundException cnfe) { // Ketika Gagal Memanggil Driver

System.out.println("Class Driver tidak ditemukan.. : " + cnfe); System.exit(0);

}catch (SQLException sqle) {

System.out.println("Input Gagal = " + sqle); System.exit(0);

}catch(Exception e){

System.out.println("Koneksi Gagal " +e.getMessage()); System.exit(0);

(29)

40 4.1 Analisis Sistem

Analisis sistem adalah merupakan tahap mengidentifikasi permasalahan yang ada pada perusahaan yang berkaitan dengan apa yang akan dikerjakan dalam hal ini adalah pembuatan halaman diklat. Tahap-tahap yang dilakukan dalam pembuatan database tersebut meliputi :

a. Studi literature, yaitu pengumpulan bahan-bahan yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas.

b. Analisis permasalahan secara global untuk gambaran pembuatan aplikasi. Untuk lebih jelasnya analisis permasalahan tersebut akan diuraikan sebagai berikut :

4.1.1 Deskripsi Aplikasi

Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT. PINDAD merupakan salah satu unit organisasi pada PT. PINDAD yang memiliki tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan diklat. Pada bidang sertifikasi, sistem pendataannya telah menggunakan sistem yang terkomputerisasi namun belum maksimal. Selama ini untuk meminta data - data peserta dari Diklat PT. PINDAD hanya melalui media elektronik yaitu fax. Untuk tujuan memaksimalkan kinerja sistem tersebut maka dibuat suatu program aplikasi Aplikasi Diklat menggunakan NetBeans 6.8 dengan databasenya menggunakan Microsoft Office Access 2007. Program aplikasi ini dibuat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh bagian ORSIS.

4.1.2 Kebutuhan Proses Eksternal

Kebutuhan proses eksternal admin dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.1 Kebutuhan Proses Eksternal Pegawai

No Nama Kebutuhan Fungsi

(30)

4.1.3 Kebutuhan Perangkat Lunak

Kebutuhan perangkat lunak yang akan dibangun serta fungsi dapat dilihat pada Tabel 4.2 pada halaman berikutnya :

Tabel 4.2 Kebutuhan Perangkat Lunak

Nama Perangkat Lunak Fungsi

Microsoft Office Access 2007

Untuk mengatur pengolahan database

Untuk menyimpan data Instruktur dan peserta

NetBeans 6.8 Untuk implementasi perancangan design

4.1.4 Analisis Kebutuhan Perangkat Keras

Perangkat komputer yang digunakan adalah perangkat keras yang dapat mendukung perangkat lunak yang memiliki kemampuan atau tampilan grafis yang cukup baik untuk menjalankan perangkat lunak yang akan dibangun. Implementasi perangkat lunak yang akan dibangun ada pada halaman berikutnya:

Tabel 4.3 Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Keras

4.1.5 Analisis Prosedur

Setelah melakukan pengamatan dan wawancara dengan pegawai Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT.PINDAD, maka dapat dilakukan analisis bagaimana system yang ada saat ini masih bersifat manual.

Spesifikasi 1. Processor minimal Pentium 4 2. Memori minimal 512 Mb 3. Harddisk minimal 80 Gb 4. VGA minimal 64 Mb 5. Monitor 15”

(31)

Prosedur pendaftaran peserta diklat adalah proses pendaftaran peserta diklat yang ada Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT.PINDAD saat ini terdiri dari beberapa urutan proses (Gambar 4.1), sebagai berikut :

1. Petugas memberikan formulir kosong kepada calon peserta

2. Calon peserta melakukan pengisian formulir pendaftaran yang kosong, kemudian calon peserta melakukan pengembalian formulir yang telah terisi.

3. Kemudian administrasi mengecek persyaratan dari formuliran pendaftaran yang sudah terisi apabila syaratnya tidak lengkap maka formulir pendaftaran yang telah terisi di kembalikan kepada calon peserta untuk di lengkapi kembali.

4. Dan apabila sudah lengkap, petugas membuat kartu peserta setelah selesai pembuatan kartu peserta maka kartu peserta diberikan kepada calon peserta.

5. Formulir yang sudah dibuatkan kartu peserta maka petugas menginputkan data peserta yang sudah lengkap

Untuk mengetahui aliran proses pendaftaran peserta maka akan digambarkan flowmap seperti Gambar 4.2

a. Diagram konteks

(32)

Pegawai Data dan Informasi Aplikasi Diklat Data Peserta

Info perserta Data Instruktur

Info Instruktur Data Diklat

Info diklat

Gambar 4.1 Diagram konteks Aplikasi Diklat PUSDIKLAT PT. PINDAD

(33)

Prosedur Pendaftaran Peserta Diklat

Calon Peserta Pegawai data dan informasi Pimpinan

P

(34)

c. Data Flow Diagram (DFD)

Merupakan tindak lanjut dari diagram konteks yang menjelaskan lebih rinci lagi dari proses-proses yang terjadi dalam diagram konteks. Data Flow Diagram (DFD) dibuat jika pada diagram konteks masih ada suatu proses yang mesti harus dipecah lagi. Berikut ini Data Flow Diagram (DFD) level 0 dari aplikasi diklat PUSDIKLAT PT. PINDAD.

1.0 Pengolahan Data Pegawai Data dan

Informasi

Peserta

Diklat Data Peserta

Data Instruktur Data Diklat

Info Data Peserta Info Data Instruktur

Info Data Diklat

Info Data Peserta Data Peserta

Info Data Diklat Data Diklat Instruktur

Info Data Instruktur Data Instruktur

(35)

1.1 Pengolahan Data

Peserta

Pegawai Data dan Informasi

1.2 Pengolahan Data

Instruktur Data Peserta

Info Data Peserta

Info Data Instruktur

1.3 Pengolahan Data

Diklat Ino Data Diklat

Data Diklat

Data Instruktur

Instruktur Data Instruktur

Info Data Instruktur

Diklat Info Data Diklat

Data Diklat

Peserta Data Peserta

Info Data Peserta

(36)

1.1.0

Data peserta yang di hapus

1.1.2 Edit Data peserta yang di edit

1.1.3

Data peserta yang di tambah

Data peserta

(37)

1.2.0

Data Instruktur yang di hapus

1.2.2 Edit Data Instruktur yang di edit

1.2.3

Data Instruktur yang di tambah

Data Instruktur

(38)

1.2.0

Data Diklat yang di hapus

1.2.2 Edit Data Diklat yang di edit

1.2.3

Data Diklat yang di tambah

Data Diklat

Gambar 4.7 DFD level 1.3 proses pengolahan data diklat

d. Entity Relationship Diagram (ERD)

(39)

Pegawai Data dan

Gambar 4.8 ERD aplikasi diklat

e. Kamus Data

Kamus data merupakan catalog fakta tentang data dan kebutuhan kebutuhan informasi dari suatu info yang digunakan untuk mendefinisikan data yang mengalir dalam system secara lengkap.

Berikut ini merupakan kamus data yang dibuat berdasarkan arus data yang ada pada DFD :

Tabel 4.4 Struktur Data Peserta Nama Arus Data Data Peserta

Bentuk Field

No. Nama Elemen Data Keterangan

(40)

2 KdJenDik Kode Jenis Diklat

3 NoRegPer No. Register Personil

4 KdStaPer Kode Status Personil

5 TgSprin Tanggal Surat Perintah

6 TgLakDik Tanggal Pelaksanaan Diklat

7 NmPer Nama Personil

8 KdUni Kode Unit

9 NoAktDik Ket. Angkatan Diklat

10 JmJOPDik Jumlah Jam Orang Pelatiahan

Tabel 4.5 Struktur Data Instruktur Nama Arus Data Data Instruktur

Bentuk Field

Arus Data Admin – proses 1.2.0 Admin – proses 1. 2.1 Admin – proses 1. 2.2 File instruktur– proses 1. 2.0 File instruktur – proses 1.2.1 File instruktur – proses 1.2.2 Struktur Data

No. Nama Elemen Data Keterangan

1 NoSprin Nomor Surat Perintah

2 KdJenDik Kode Jenis Diklat

3 NoRegPer No. Register Personil

4 KdStaPer Kode Status Personil

(41)

4.2 Perancangan Sistem

Pada pembuatan database ini, penulis melakukan tahap perancangan sistem dengan menentukan elemen-elemen yang terlibat dalam pembuatan database sertifikat diklat. Tahap ini dilakukan untuk mendukung pembuatan database agar lebih terstruktur dan mudah pada saat pengimplementasiannya 4.2.1 Deskripsi tabel yang terlibat

Perancangan sistem secara global untuk gambaran pembuatan database. Salah satunya adalah menentukan jenis entitas dan field-field yang terlibat dalam pembuatan database tersebut. Entitas dan field-field yang terlibat diantaranya akan dijelaskan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Tabel IJENDIK A. IJENDIK (INDUK JENIS DIKLAT)

No. Nama Elemen Data Jenis Panjang Keterangan 1 KdJenDik Char 8 Kode Jenis Diklat

2 NmJenDik Char 60 Nama Jenis Diklat

3 UrJenDik Text - Uraian Jenis Diklat

4 UrMakTujDik Text - Uraian Maksud dan Tujuan Diklat

5 UrSasDik Text - Uraian Sasaran Diklat

6 UrRuaLinDik Text - Uraian Ruang Lingkup Diklat 7 KtSyaPstDik Char 60 Ket. Syarat Peserta Diklat 8 DuStdDik Number 4 Durasi Standar Diklat

Tabel 4.7 Tabel IMATDIK B. IMATDIK (INDUK MATERI DIKLAT)

No. Nama Elemen Data Jenis Panjang Keterangan 1 KdMatDik Char 19 Kode Materi Berbasis

Kompetensi

(42)

Kompetensi

3 UrTiMatDik Text - Uraian Tujuan Instruksional Materi Berbasis Kompetensi 4 UrSasMatdik Text - Uraian Sasaran Materi

Berbasis Kompetensi 5 UrBhsMatDik Text - Uraian Bahasan Materi

Berbasis Kompetensi 6 DuMatDik Number 4 Durasi Materi Berbasis

Kompetensi

7 KtInsDik Char 30 Ket. Instruktrur Materi Diklat

Tabel 4.8 Tabel TRENLAKDIK

C. TRENLAKDIK (TRANSAKSI RENCANA PELAKSANAAN DIKLAT) No. Nama Elemen Data Jenis Panjang Keterangan

1 KdJenDik Char 8 Kode Jenis Diklat

2 ThLakDik Year - Tahun Pelaksanaan Diklat 3 NoTrwLakDik Char 1 No Triwulan Pelaksanaan

Diklat

4 JmTarTrwDik Number 6 Jumlah Target Jam Triwulan Diklat

5 JmTarPstDik Number 4 Jumlah Target Peserta Triwulan Diklat

6 TgRenMul Date - Tanggal Rencana Mulai

7 TgRenSel Date - Tanggal Rencana Selesai

Tabel 4.9 Tabel TMATLAKDIK

(43)

1 KdJenDik Char 8 Kode Jenis Diklat

2 ThLakDik Year - Tahun Pelaksanaan Diklat

3 KdMatDik Char 19 Kode Materi Berbasis

Kompetensi

Tabel 4.10 Tabel TRENPSTDIK

E. TRENPSTDIK (TRANSAKSI RENCANA PESERTA DIKLAT) No. Nama Elemen Data Jenis Panjang Keterangan 1 KdJenDik Char 8 Kode Jenis Diklat

2 ThLakDik Year - Tahun Pelaksanaan Diklat 3 NoRegPer Char 9 No. Register Personel 4 KdStaPer Char 1 Kode Status Personil

5 NmPer Char 60 Nama Personil

6 KdUni Char 5 Kode Unit

Tabel 4.11 Tabel TRENINSMAT

F. TRENINSMAT (TRANSAKSI RENCANA INSTRUKTUR MATERI) No. Nama Elemen Data Jenis Panjang Keterangan

1 KdJenDik Char 8 Kode Jenis Diklat

2 ThLakDik Year - Tahun Pelaksanaan Diklat 3 NoRegPer Char 9 No. Register Personil 4 KdStaPer Char 1 Kode Status Personil 5 KdMatDik Char 19 Kode Materi Diklat

Tabel 4.12 Tabel TPSTLAKDIK

(44)

1 NoSprin Char 24 Nomor Surat Perintah 2 KdJenDik Char 8 Kode Jenis Diklat 3 NoRegPer Char 9 No. Register Personil 4 KdStaPer Char 1 Kode Status Personil

5 TgSprin Date - Tanggal Surat Perintah

6 TgLakDik Date - Tanggal Pelaksanaan Diklat

7 NmPer Char 60 Nama Personil

8 KdUni Char 5 Kode Unit

9 NoAktDik Char 3 Ket. Angkatan Diklat

10 JmJOPDik Number 6 Jumlah Jam Orang Pelatiahan

Tabel 4.13 Tabel TINSMATDIK H. TINSMATDIK (TRANSAKSI INSTRUKTUR DIKLAT) No. Nama Elemen Data Jenis Panjang Keterangan

1 NoSprin Char 24 Nomor Surat Perintah 2 KdJenDik Char 8 Kode Jenis Diklat 3 NoRegPer Char 9 No. Register Personil 4 KdStaPer Char 1 Kode Status Personil 5 KdMatDik Char 20 Kode Materi Diklat

Tabel 4.14 Tabel AUNI I. AUNI (ACUAN UNIT)

No. Nama Elemen Data Jenis Panjang Keterangan

1 KdUni Char 5 Kode Unit

(45)

4.3 Perancangan Antarmuka

Merupakan bagian yang menggambarkan bentuk rancangan dari sistem yang akan dibuat. Fungsi dari perancangan antarmuka ini adalah untuk mempermudah kita dalam proses pembuatan program aplikasi serta agar sistem yang akan dibuat lebih efektif sesuai dengan harapan. Bentuk dari rancangan antarmuka tersebut ada pada halaman berikutnya :

Menu Utama

Gambar 4.9 Rancangan Menu Utama Pelatihan dan Peserta Keterangan :

1. Menu Input Data Pelatihan 2. Menu Pelatihan Dan Peserta Input Data Pelatihan

Pelatihan Dan Peserta 1

(46)

Input Jenis Diklat Input Materi Diklat Rencana Pelaksanaan Diklat

Gambar 4.10 Rancangan Input Data Bangunan/Jenis Diklat Keterangan :

1. Menu Input Jenis Diklat 2. Menu Input Materi Diklat

3. Menu Rencana Pelaksanaan Diklat

4. Text untuk pengisian Kode Bangunan Diklat 5. Text untuk pengisian Nama Bangunan Diklat

(47)

6. Text untuk pengisian Nama Jenis Diklat 7. Text untuk pengisian Basis Diklat 8. Text untuk pengisian Jam Pelatihan 9. Text untuk pengisian Uraian

10.Text untuk pengisian Sasaran

11.Text untuk pengisian Persyaratan Peserta 12.Text untuk pengisian Maksud dan Tujuan 13.Text untuk pengisian Ruang Lingkup 14.Tombol untuk Tampilkan

15.Tombol untuk Penyimpanan

Input Jenis Diklat Input Materi Diklat Rencana Pelaksanaan Diklat

Input

Sasaran Bahasan Instruktur Durasi

(48)

Gambar 4.11 Rancangan Input Materi Diklat Keterangan :

1. Menu Input Jenis Diklat 2. Menu Input Materi Diklat

3. Menu Rencana Pelaksanaan Diklat 4. Text untuk pengisian Kode Materi 5. Text untuk pengisian Tujuan Instrusional 6. Text untuk pengisian Bahasan

7. Text untuk pengisian Durasi 8. Text untuk pengisian Nama Materi 9. Text untuk pengisian Sasaran 10.Text untuk pengisian Instruktur 11.Tombol untuk Penyimpanan 12.Tombol untuk Reset

13.Tombol untuk Edit 14.Tombol untuk Hapus 15.Nomor Daftar Inputan 16.Tampilan Kode Materi 17.Tampilan Nama Materi

18.Tampilan Tujuan Instruksional 19.Tampilan Sasaran

(49)

Input Jenis Diklat Input Materi Diklat Rencana Pelaksanaan Diklat

Gambar 4.12 Rancangan Input Data Rencana Pelaksanaan Diklat Keterangan :

1. Menu Input Jenis Diklat

1 2 3

4

5

6

7

Pelaksanaan Materi Diklat Instruktur dan Materi Peserta

(50)

2. Menu Input Materi Diklat

3. Menu Rencana Pelaksanaan Diklat 4. Text untuk pengisian Kode Diklat 5. Text untuk pengisian Nama Diklat 6. Text untuk pengisian Tahun Pelaksanaan 7. Text untuk pengisian Bangunan Diklat 8. Tombol Menu Pelaksanaan

9. Tombol Menu Materi Diklat

10.Tombol Menu Instruktur dan Materi 11.Tombol Menu Peserta

12.Text untuk pengisian No. Triwulan 13.Text untuk pengisian Target Jam 14.Text untuk pengisian Target Peserta

15.Text untuk pengisian Tanggal Rencana Mulai 16.Text untuk pengisian Tanggal Rencana Selesai 17.Text untuk pengisian Target Jam RKAP 18.Kalender

19.Kalender

20.Tombol untuk Penyimpanan 21.Tombol untuk Reset

22.Tombol untuk Edit 23.Tombol untuk Hapus

24.Text untuk pengisian Nomor Rencana Pelaksanaan Diklat 25.Text untuk pengisian Kode Jenis Diklat

26.Text untuk pengisian Tahun Pelaksanaan Diklat 27.Text untuk pengisian Triwulan

28.Text untuk pengisian Target Jam 29.Text untuk pengisian Target Peserta

(51)

Input Jenis Diklat Input Materi Diklat Rencana Pelaksanaan Diklat

Jenis Bangunan Diklat

Kode Diklat Tahun Pelaksnaan Nama Diklat Bangunan Diklat

Materi Diklat

Kode Materi

Gambar 4.13 Rancangan Input Data Rencana Materi Diklat Keterangan :

1. Menu Input Jenis Diklat 2. Menu Input Materi Diklat

3. Menu Rencana Pelaksanaan Diklat 4. Text untuk pengisian Kode Diklat 5. Text untuk pengisian Nama Diklat 6. Text untuk pengisian Tahun Pelaksanaan 7. Text untuk pengisian Bangunan Diklat 8. Tombol Menu Pelaksanaan

9. Tombol Menu Materi Diklat

10.Tombol Menu Instruktur dan Materi

1 2 3

4

5

6

7

Pelaksanaan Materi Diklat Instruktur dan Materi Peserta

8 9 10 11

Tampilkan

(52)

11.Tombol Menu Peserta

12.Text untuk pengisian Bangunan Kode Materi 13.Tombol untuk Tampilkan

Input Jenis Diklat Input Materi Diklat Rencana Pelaksanaan Diklat

Jenis Bangunan Diklat

NIP Nama Personil Status Unit Angkatan Jam Pelatihan

Materi Diklat

Kode Materi Nama Materi Jam Pelatihan

Kode Materi Nama Materi Durasi

1 2 3

4

5

6

7

Pelaksanaan Materi Diklat Instruktur dan Materi Peserta

(53)

Gambar 4.14 Rancangan Rencana Instruktur-Materi Diklat Keterangan :

1. Menu Input Jenis Diklat 2. Menu Input Materi Diklat

3. Menu Rencana Pelaksanaan Diklat 4. Text untuk pengisian Kode Diklat 5. Text untuk pengisian Nama Diklat 6. Text untuk pengisian Tahun Pelaksanaan 7. Text untuk pengisian Bangunan Diklat 8. Tombol Menu Pelaksanaan

9. Tombol Menu Materi Diklat

10.Tombol Menu Instruktur dan Materi 11.Tombol Menu Peserta

12.Text untuk pengisian NIP 13.Text untuk pengisian Status 14.Text untuk pengisian Nama 15.Text untuk pengisian Unit 16.Text untuk pengisian Angkatan

17.Text untuk pengisian Jam Orang Pelatihan 18.Tampilan NIP

19.Tampilan Nama Personil 20.Tampilan Status

21.Tampilan Unit 22.Tampilan Angkatan 23.Tampilan Jam Pelatihan

(54)

27.Tampilan Kode Materi 28.Tampilan Nama Materi 29.Tampilan Durasi Materi

Input Jenis Diklat Input Materi Diklat Rencana Pelaksanaan Diklat

Jenis Bangunan Diklat

Gambar 4.15 Rancangan Input Data Rencana Peserta Diklat Keterangan :

1. Menu Input Jenis Diklat 2. Menu Input Materi Diklat

3. Menu Rencana Pelaksanaan Diklat 4. Text untuk pengisian Kode Diklat 5. Text untuk pengisian Nama Diklat

1 2 3

4

5

6

7

Pelaksanaan Materi Diklat Instruktur dan Materi Peserta

(55)

6. Text untuk pengisian Tahun Pelaksanaan 7. Text untuk pengisian Bangunan Diklat 8. Tombol Menu Pelaksanaan

9. Tombol Menu Materi Diklat

10.Tombol Menu Instruktur dan Materi 11.Tombol Menu Peserta

12.Text untuk pengisian NIP 13.Text untuk pengisian Status 14.Text untuk pengisian Nama 15.Text untuk pengisian Unit 16.Tampilan NIP

17.Tampilan Nama Personil 18.Tampilan Status

19.Tampilan Unit

4.4 Implementasi Sistem 4.4.1 Tinjauan Umum

Tahapan usulan penerapan sistem merupakan tindak lanjut dari tahapan perancangan dan desain sistem. Dimana pada tahap ini akan dilakukan persiapan penerapan sistem yang dibangun.

Pada bab ini akan membahas langkah-langkah implementasi seperti pembentukan program aplikasi, penyajian data awal, pengujian sistem, dan sebagainya.

4.4.2 Langkah-langkah pengimplementasian

Dalam membangun sebuah sistem diperlukan langkah-langkah yang konkrit agar sistem yang dibuat dapat berjalan semestinya. Beberapa langkah yang diperlukan pada tahap implementasi diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Pemilihan bahasa pemrograman

2. Proses persiapan sistem (Hardware dan software). 3. Pembuatan program aplikasi.

(56)

5. Mempersiapkan sumber daya manusia. 6. Pengalihan sistem.

Berikut ini akan dibahas satu persatu dari setiap proses implementasi di atas :

a. Pemilihan bahasa pemrograman

Dalam membuat program aplikasi diklat menggunakan Netbeans 6.8, Alasan kenapa menggunakan Netbeans 6.8 karena software ini memiliki kelebihan mempermudah dalam membuat interface dan dalam pengkodean.

b. Proses persiapan sistem

Proses persiapan sistem merupakan proses-proses yang meliputi perisapan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta perangkat-perangkat lain yang mendukung dalam pembuatan sistem aplikasi ini. Berikut akan diuraikan beberapa komponen perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan sistem :

1. Kebutuhan perangkat keras (hardware)

a. Prosesor : intel® Pentuim Dual CPU T2390 @ 1.86GHz b. Hard disk : 120 GB.

c. VGA : Intel T2390 d. Memory : 1G DDR2

e. DVD-R : ASUS Speed 16X. Laptop :

f. Monitor : LCD 12.1” WXGA, resolusi 1280 x 800 g. Keyboard : VISTA keyboard

h. Mouse : touch pad

2. Kebutuhan perangkat lunak (software)

(57)

a. Microsoft Visio 2007 digunakan untuk merancang, diagram konteks, dan DFD.

b. Sistem operasi yang digunakan adalah Windows XP SP2. untuk sistem operasi minimal dapat pula digunakan windows XP dan lain sebagainya yang mendukung aplikasi Netbeans 6.8.

c. Netbeans 6.8 yang digunakan untuk membuat program aplikasi. d. Microsoft Office Access 2007 digunakan untuk membuat database. c. Pembuatan program aplikasi

Kegiatan pembentukan program aplikasi terdiri dari pembentukan program-program dan bentuk modul-modul program. Penjelasan tentang rancangan modul-modulnya telah dijelaskan sebelumnya. Tujuan dari pembentukan dari modul-modul program terutama untuk mempermudah modifikasi program.

d. Memperbaiki dan menguji sistem

Untuk mendapatkan program aplikasi yang baik, maka program tersebut harus diuji dengan data-data yang telah disiapkan sebelumnya. Tahap ini jelas sekali berkaitan dengan tahap pelatihan sumber daya manusia dimana didalam termasuk pengoperasian sistem, sehingga ketika terjadi ketidaksesuaian dengan

kebutuhan, kesalahan sintaks, kesalahan logika dan kesalahan pada saat “ run-time” dapat diketahui secara dini dan dapat memperbaikinya dengan solusi yang

tepat.

Proses pengujian dan memperbaiki program ini meliputi 2 modul yang dilakukan secara bertahap, yaitu :

1. Pengetesan modul secara terpisah

Pengetesan terhadap setiap modul program dimaksudkan apabila ada kesalahan akan lebih mudah dan cepat untk memperbaikinya.

2. Pengetesan modul program yang telah terintegrasi

(58)

e. Mempersiapkan sumber daya manusia

Setelah program aplikasi selesai dikerjakan, maka pada tahap selanjutnya akan disebutkan beberapa pendidikan dan latihan untuk sumber daya manusia atau user yang menggunakan atau mengoperasikan sistem yang baru ini, diantaranya adalah meliputi :

a. Melaksanakan dan mengoperasikan sistem yang baru secara bersama-sama.

b. Penyiapan data untuk dimasukan kedalam sistem. c. Pemanfaatan informasi yang dihasilkan.

d. Pelaksanaan pengolahan data.

e. Pengendalian terhadap semua komponen sistem.

Ada beberapa alasan mengapa harus dilaksanakan pendidikan dan latihan, yaitu :

1. Pendidikan dan latihan akan terus mendekati keadaan sebenarnya yang akan dihadapi oleh personil (meliputi : tempat, suasana, prosedur yang dilakukan, kesulitan yang ditimbulkan dan lain sebagainya) sehingga akan mempermudah personil dalam menyesuaikan diri dengan sistem yang baru.

2. Materi yang diberikan dalam pendidikan dan latihan dapat lebih disesuaikan dengan pengetahuan orang yang akan mengoperasikannya serta program aplikasinya pun dapat disesuaikan dengan usernya juga. Dalam pelaksanaan mempersiapkan sumber daya manusia ini, hanya memerlukan satu orang yang akan mengoperasikan sistem ini, karena hanya petugas pengolahan data saja yang menggunakan sistem ini.

4.4.3 Jadwal Kegiatan Implementasi Sistem

(59)

Tabel 4.15 Jadwal pembuatan program aplikasi

No Bentuk Kegiatan Waktu kegiatan per-minggu

Juli Agustus

1 Pembuatan program aplikasi

2 Pemilihan bahasa pemrograman

3 Proses persiapan sistem

4 Mempersiapkan SDM

5 Memperbaiki dan menguji program

Setiap menu dan modul diatas akan dibuat dalam menu utama yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan user.

4.4.4 Tampilan implementasi 1. Halaman Menu Utama (f01)

(60)

2. Halaman Input Data Bangunan/Jenis Diklat (f02)

Gambar 4.17 Halaman Input Data Bangunan/Jenis Diklat

3. Halaman Tampilkan Input Data Bangunan/Jenis Diklat (f03)

(61)

4. Halaman Edit Input Data Bangunan/Jenis Diklat (f04)

Gambar 4.19 Halaman Tampilkan Input Data Bangunan/Jenis Diklat

5. Halaman Input Data Materi Diklat (f05)

(62)

6. Halaman Input Data Rencana Pelaksanaan(M01)

Gambar 4.21 Halaman Input Data Rencana Pelaksanaan

7. Halaman Input Data Rencana Materi Diklat (f06)

(63)

8. Halaman Rencana Instruktur-Materi Diklat(f07)

Gambar 4.23 Halaman Rencana Instruktur-Materi Diklat

9. Halaman Input Data Rencana Peserta Diklat (f08)

(64)

75 5.1 Kesimpulan

Dari semua pembahasan yang telah dibahas pada bab sebelumnya dan aplikasi program yang telah berhasil dibuat, baik yang berjalan sempurna maupun yang belum sempurna. ada beberapa hal yang dapat disimpulkan oleh penulis, yaitu :

1. Dengan melaksanakan kerja praktek mahasiswa dapat mengamalkan ilmunya yang didapatkan dari bangku perkuliahan ke dalam bentuk dunia kerja yang nyata.

2. Pemilihan dan penggunaan program aplikasi yang tepat dan benar akan lebih membantu dalam penyajian informasi secara lengkap dan tepat.

3. Database memberi kemudahan dalam hal pengolahan data yang sangat

banyak, sehingga dapat menggantikan tumpukan-tumpukan berupa berkas-berkas yang berisi file atau data yang penting sehingga dapat diolah dan di akses dengan mudah, efektif dan efisien.

4. Sistem pemrosesan basis data dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem pemrosesan berkas. Sehingga kita tidak melihat lagi berkas-berkas yang bertebaran dimana-mana, dan bercampur dengan file-file yang bukan jenisnya.

5.2 Saran

Saran dari penulis untuk pihak yang terkait dengan pelaksanaan kerja praktek yang penulis lakukan, adalah sebagai berikut :

1. Hendaknya suatu instansi yang cukup besar peranannya terhadap pelayanan masyarakat, sudah saatnya menggunakan sistem komputer yang berkualitas. 2. Penggunaan aplikasi yang benar dan sesuai dengan ketentuan berarti secara

(65)

3. Untuk pengembang aplikasi ini berikutnya agar lebih dulu mengetahui proses pendataan terhadap para peserta yang sesuai aturan dari perusahaan, agar dalam pemrosesan data dapat berjalan secara konsisten.

(66)

LAPORAN KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk memenuhi syarat tugas mata kuliah Kerja Praktek Program Strata Satu Jurusan Sistem Informasi

Oleh:

IMAM ARIPIN

10508257

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

Figur

Tabel 4.2 Kebutuhan Perangkat Lunak

Tabel 4.2

Kebutuhan Perangkat Lunak p.30
Tabel 4.3 Spesifikasi  Kebutuhan Perangkat Keras

Tabel 4.3

Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Keras p.30
Gambar 4.1  Diagram konteks Aplikasi Diklat PUSDIKLAT PT.

Gambar 4.1

Diagram konteks Aplikasi Diklat PUSDIKLAT PT. p.32
Gambar 4.2  Flowmap Aplikasi Diklat PUSDIKLAT PT. PINDAD

Gambar 4.2

Flowmap Aplikasi Diklat PUSDIKLAT PT. PINDAD p.33
Gambar 4.3  DFD Level 0 aplikasi diklat

Gambar 4.3

DFD Level 0 aplikasi diklat p.34
Gambar 4.5 DFD level 1.1 proses pengolahan data peserta

Gambar 4.5

DFD level 1.1 proses pengolahan data peserta p.36
Gambar 4.6 DFD level 1.2 proses pengolahan data instruktur

Gambar 4.6

DFD level 1.2 proses pengolahan data instruktur p.37
Gambar 4.8  ERD aplikasi diklat

Gambar 4.8

ERD aplikasi diklat p.39
Tabel 4.4 Struktur Data Peserta

Tabel 4.4

Struktur Data Peserta p.39
Tabel 4.5 Struktur Data Instruktur

Tabel 4.5

Struktur Data Instruktur p.40
Tabel 4.6  Tabel IJENDIK

Tabel 4.6

Tabel IJENDIK p.41
Tabel 4.8 Tabel TRENLAKDIK

Tabel 4.8

Tabel TRENLAKDIK p.42
Tabel 4.9 Tabel TMATLAKDIK

Tabel 4.9

Tabel TMATLAKDIK p.42
Tabel 4.12 Tabel TPSTLAKDIK

Tabel 4.12

Tabel TPSTLAKDIK p.43
Tabel 4.14 Tabel AUNI

Tabel 4.14

Tabel AUNI p.44
Gambar 4.9 Rancangan Menu Utama Pelatihan dan Peserta

Gambar 4.9

Rancangan Menu Utama Pelatihan dan Peserta p.45
Gambar 4.10 Rancangan Input Data Bangunan/Jenis Diklat

Gambar 4.10

Rancangan Input Data Bangunan/Jenis Diklat p.46
Gambar 4.12 Rancangan Input Data Rencana Pelaksanaan Diklat

Gambar 4.12

Rancangan Input Data Rencana Pelaksanaan Diklat p.49
Gambar 4.13 Rancangan Input Data Rencana Materi Diklat

Gambar 4.13

Rancangan Input Data Rencana Materi Diklat p.51
Gambar 4.15 Rancangan Input Data Rencana Peserta Diklat

Gambar 4.15

Rancangan Input Data Rencana Peserta Diklat p.54
Gambar 4.16 Halaman Menu Utama Input Data Pelatihan

Gambar 4.16

Halaman Menu Utama Input Data Pelatihan p.59
Tabel 4.15 Jadwal pembuatan program aplikasi

Tabel 4.15

Jadwal pembuatan program aplikasi p.59
Gambar 4.18 Halaman Tampilan Input Data Bangunan/Jenis Diklat

Gambar 4.18

Halaman Tampilan Input Data Bangunan/Jenis Diklat p.60
Gambar 4.17 Halaman Input Data Bangunan/Jenis Diklat

Gambar 4.17

Halaman Input Data Bangunan/Jenis Diklat p.60
Gambar 4.19 Halaman Tampilkan Input Data Bangunan/Jenis Diklat

Gambar 4.19

Halaman Tampilkan Input Data Bangunan/Jenis Diklat p.61
Gambar 4.20 Halaman Input Data Materi Diklat

Gambar 4.20

Halaman Input Data Materi Diklat p.61
Gambar 4.22 Halaman Input Data Rencana Materi Diklat

Gambar 4.22

Halaman Input Data Rencana Materi Diklat p.62
Gambar 4.21 Halaman Input Data Rencana Pelaksanaan

Gambar 4.21

Halaman Input Data Rencana Pelaksanaan p.62
Gambar 4.23 Halaman Rencana Instruktur-Materi Diklat

Gambar 4.23

Halaman Rencana Instruktur-Materi Diklat p.63
Gambar 4.24 Halaman Input Data Rencana Peserta Diklat

Gambar 4.24

Halaman Input Data Rencana Peserta Diklat p.63

Referensi

Memperbarui...

Outline : Analisis Prosedur