BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perlemakan hati non alkoholik adalah keadaan dimana kandungan lemak di
hati (sebagian besar terdiri dari trigliserida) melebihi 5% dari seluruh berat hati,
diagnosis dibuat berdasarkan analisis biopsi jaringan hati, yaitu ditemukan minimal
5-10% sel lemak dari keseluruhan hepatosit (Hasan, 2009). Perlemakan hati non
alkoholik mencakup spektrum luas tingkatan histopatologis mulai dari Simple
steatosis sampai Non alcoholic steatohepatitis (NASH) yang kemungkinan berakhir
menjadi Sirosis hati (Yu, 2002). Penumpukan trigliserida merupakan karakteristik
dari penyakit ini, hal ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara uptake, sintesis,
pelepasan, serta oksidasi asam lemak (Oosterveer, 2009).
Perlemakan hati non-alkoholik mengenai 10-24% populasi di negara maju
(Angulo, 2002). Prevalensi perlemakan hati non-alkoholik berkisar antara 15-20%
pada populasi dewasa di Amerika Serikat, Jepang, dan Italia (Hasan, 2009). Di
Indonesia penelitian mengenai perlemakan hati non-alkoholik masih belum banyak.
Lesmana melaporkan 17 pasien steatohepatitis non alkoholik, rata-rata berumur 42
tahun dengan 29% gambaran histologi hati menunjukkan steatohepatitis disertai
2
Sampai sekarang modalitas pengobatan yang terbukti masih terbatas. Belum
ada terapi yang secara universal terbukti efektif (Hasan, 2009). Beberapa obat yang
menghambat Fatty acid synthase (FAS) seperti cerulenin dan C75 telah diteliti dalam
upaya menurunkan perlemakan hati, namun penerapannya terbatas oleh adanya
beberapa efek samping (Lin, 2007).
Pada masa kini kecenderungan masyarakat untuk back to nature terus
meningkat, obat-obatan herbal lebih dipilih masyarakat karena lebih murah, mudah
didapat, serta minimal efek samping (Juliana, 2008). Penggunaan bahan alam sebagai
obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia
sejak dahulu. World Health Organization (WHO) juga mendukung upaya-upaya
untuk meningkatkan keamanan dan khasiat dari obat herbal (Lusia, 2006).
Teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi nomor dua di dunia
setelah air putih. Teh hitam adalah jenis teh yang paling sering dikonsumsi. Indonesia
termasuk salah satu negara pengkonsumsi teh hitam terbesar di dunia. Rata–rata orang Indonesia mengkonsumsi 0,4 kilogram teh hitam per tahunnya (Beresniak,
2012). Teh hitam adalah teh yang telah difermentasi terlebih dahulu sebelum
diproses, sedangkan teh hijau sedikit difermentasi sebelum diolah (Ruxton, 2008).
Komponen utama teh hitam, yakni teaflavin dinilai dapat memberi efek penurunan
lemak pada hati pada kondisi terlalu banyak asam lemak dalam tubuh (Lin, 2007).
Teaflavin adalah komponen polifenol dalam teh hitam yang terbentuk dari
polimerisasi katekin saat proses fermentasi teh hijau menjadi teh hitam (Maron,
3
antara katekin dengan teaflavin, bahkan potensi teaflavin dalam teh hitam sedikit
lebih tinggi dibandingkan katekin dalam teh hijau (Leung, 2001).
Teaflavin telah diteliti mempunyai efek yang menghambat sintesis asam
lemak di hati serta meningkatkan oksidasi asam lemak dengan cara meningkatkan
aktivitas AMP-activated protein kinase (AMPK) yaitu suatu regulator metabolisme
yang ada di tubuh, yang juga merupakan target terapi dari metformin (Lian, 2011;
Lin, 2007; Suharti, 2009). Mekanisme AMPK dalam menurunkan perlemakan hati
adalah dengan menghambat aktivitas Acetyl-COA Carboxilase (ACC) dan Sterol
Regulatory Element Binding Protein-1 (SREBP-1) sehingga akumulasi lemak dalam
hati bisa berkurang (Gaochao, 2001).
Dari fenomena di atas peneliti tertarik untuk mencari dan mengetahui lebih
lanjut tentang pengaruh pemberian seduhan teh hitam (Camellia Sinensis) terhadap
penurunan perlemakan hati non alkoholik pada tikus putih jantan (Rattus novergicus
strain winstar) yang diberi diet tinggi lemak.
1.2 Rumusan masalah
Adakah pengaruh pemberian seduhan teh hitam (Camellia Sinensis)
terhadap penurunan perlemakan hati non alkoholik pada tikus putih jantan (Rattus
novergicus strain winstar) yang diberi diet tinggi lemak?
1.3 Tujuan penelitian
4
1.3.2 Tujuan khusus
1. Melihat gambaran histopatologis sel hepar akibat diet tinggi lemak.
2. Mencari dosis efektif seduhan teh hitam dalam menurunkan infiltrasi
serta akumulasi lemak di dalam sel hepar.
1.4 Manfaat penelitian
1.4.1 Manfaat akademik
1. Sebagai pengetahuan tentang manfaat seduhan teh hitam dalam
menurunkan perlemakan hati non alkoholik.
2. Memberi kontribusi pada praktisi kesehatan dalam upaya pengobatan
herbal perlemakan hati non alkoholik.
3. Digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.
1.4.2 Manfaat klinis
Sebagai bukti ilmiah yang menjelaskan tentang pengaruh seduhan teh
hitam dalam menurunkan perlemakan hati non alkoholik akibat diet tinggi
lemak.
1.4.3 Manfaat bagi masyarakat
1. Sebagai pengetahuan bagi masyarakat terhadap khasiat dari seduhan teh
hitam dalam menurunkan perlemakan hati non alkoholik.
KARYA
TULIS AKHIR
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN TEH HITAM (Camelia Sinensis) TERHADAP PENURUNAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain winstar) YANG DIBERI
DIET TINGGI LEMAK
Oleh:
NUR PRASETYO NUGROHO
LEMBAR PENGESAHAN KARYA TULIS AKHIR
Telah disetujui sebagai Karya Tulis Akhir
Untuk memenuhi persyaratan
Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang
Tanggal 11 Februari 2013
Pembimbing I
dr. Meddy Setiawan, Sp.PD
Pembimbing II
dr. Rahmiyah Fadilah
Mengetahui,
Fakultas Kedokteran
Dekan,
LEMBAR PENGUJIAN
Karya Tulis Akhir oleh Nur Prasetyo Nugroho ini
telah diuji dan dipertahankan di depan Tim Penguji
pada tanggal 11 Februari 2013
Tim Penguji
dr. Meddy Setiawan, Sp.PD ,Ketua
dr. Rahmiyah Fadilah ,Anggota
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahhirabil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis akhir
ini dengan bantuan dari berbagai pihak. Shalawat dan salam senantiasa
tercurahkan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW yang telah
membimbing umat manusia dari zaman gelap menuju jalan yang terang benderang
yakni agama Islam.
Karya Tulis Akhir dengan judul “PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN TEH HITAM (Camelia Sinensis) TERHADAP PENURUNAN PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOLIK TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain winstar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK” ini dilaksanakan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan
program sarjana Fakultas Kedokteran.
Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis ingin mengucapkan
terimakasih yang tak terhingga kepada:
1. dr. Irma Suswati, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Kedokteran
2. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD selaku Pembantu Dekan I Fakultas
Kedokteran dan Pembimbing 1 yang telah meluangkan banyak waktu
untuk membimbing dan mengoreksi demi kesempurnaan penelitian ini.
3. dr. Fathiyah Safitri, M.Kes, selaku Pembantu Dekan II Fakultas
Kedokteran.
4. dr. Iwan Sys Indrawanto, Sp.KJ, selaku Pembantu Dekan III Fakultas
Kedokteran.
5. dr. Rahmiyah Fadilah, selaku Pembimbing 2 yang telah meluangkan
waktunya untuk memberi informasi dalam berbagai hal serta memberi
6. dr. Diah Hermayanti, Sp.PK, selaku Penguji yang telah memberi
tambahan ilmu, kritik, serta saran demi kesempurnaan penelitian ini.
7. dr. Soebarkah Basuki, Sp.PA, selaku pembaca hasil penelitian yang
telah memberikan ilmu dan bimbingan dalam pengamatan hasil
penelitian.
8. dr. Desy Andari yang telah memberikan ilmu dan masukan dalam
penelitian ini.
9. dr. Sari Yunita yang telah memberikan pencerahan dalam proses
penyusunan karya tulis ini.
10. dr. Chanty Puji Astuti, yang telah memberikan semangat serta motivasi
pada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ini.
11. Seluruh staf Tata Usaha dan laboratorium Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah memberi bantuan
demi selesainya karya tulis ini
12. Teman-teman angkatan 2009, yang telah memberi bantuan dan
semangat baik saat kuliah maupun saat penyusunan karya tulis ini.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna. Dengan
segala kerendahan hati penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kritik dan
saran juga penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Semoga karya
tulis ini dapat berguna bagi kita semua, serta bermanfaat bagi semua pihak.
Malang, 31 Januari 2013
UCAPAN TERIMA KASIH
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga
kepada:
1. Allah SWT, dengan rahmat dan hidayahMu karya tulis akhir ini dapat
terselesaikan
2. Ibunda Dwi Murwani, Amd.Kep dan ayahanda Didik Trismijadi, SE.MM yang
selalu mendoakan, memberi motivasi, dan cinta yang teramat besar kepadaku,
semoga suatu hari nanti anakmu ini bisa membalas kasih sayang kalian.
3. Adikku satu-satunya Andy Prasetya Wardana yang telah memberikan semangat
serta dukungan untuk terus belajar.
4. Budhe Eny, Om Heru, Mbak Liya, Om Heri, Mbak Lis dan seluruh keluarga
besar yang selalu memberi semangat, doa, dan nasehat
5. H. Teguh Suratman, SH.MS sekeluarga, terimakasih banyak atas bantuan, doa,
dan dukungannya selama ini.
6. Septika Purnastuti Hapsari, orang terdekat penulis. Seorang wanita yang lembut
dan penuh kasih sayang, yang selalu menemani, memberi dukungan, doa, dan
semangat pada penulis selama ini. Semoga kita bisa terus bersama dan segera
mewujudkan semua impian kita bersama nantinya.
7. Mas Miftah, Pak Joko, Pak Kusnan, Mbak Fat, Mas Nyono, Mbak Emi, Mbak
Dila dan seluruh staf laboratorium terpadu FK UMM terima kasih banyak atas
bantuan senyum, serta perhatian sehingga saya menjadi semangat.
8. Pak Aris Sandy beserta staf Lab. Kimia UMM, terima kasih atas bantuan dan
ilmu yang diberikan.
9. Seluruh Staf Tata Usaha FK UMM (Pak Yono, Bu Rom, Mas Didit, dan Mas
Faisol) terima kasih banyak atas bantuannya
10. Teman-teman belajarku Resha, Galuh, Heru, Didi, Fridong, Linong, Dephong,
dan Tiko terimakasih untuk persahabatan dan kerja samanya selama ini
12. Keluarga besar asisten Lab. Skill FK-UMM angkatan 2009 (Winda, Resha,
Irfan, Mbak Vihara, Rini, Leni, Yayan, & Filzah), Terima kasih untuk ilmu dan
11. Teman-teman di C-Team, Afif, Fadil, Agung, Nizar, dan seluruh anggota yang
tidak bisa saya sebutkan satu per satu, terima kasih banyak atas kekompakannya selama ini. “Udan gak udan tetep budhal”
12. Sahabat-sahabat SMP ku yang tetep kompak hingga sekarang, Adit, Febri,
Agie, Tito, Astika, Yogi, dll. terima kasih semuanya
13. Mas Erik, Mas Pudji, Pak Samsul, Pak Novi, dan seluruh keluarga besar
lingkungan Blok M Puncak Permata Sengkaling terima kasih semuanya
14. Teman-Teman angkatan 2009 Fakultas Kedokteran UMM, terima kasih atas
bantuan, dukungan, dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir
ini.
15. Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan semua, terima kasih atas
bantuannya selama ini
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih belum sempurna, kritik dan
saran kami harapkan demi kesempurnaan serta kami mengharapkan agar karya
tulis akhir ini dapat berguna bagi kita semua.
Malang, 31 Januari 2013
ABSTRAK
Nugroho, Nur Prasetyo. 2013. Pengaruh Pemberian Seduhan Teh Hitam (Camelia Sinensis) Terhadap Penurunan Perlemakan Hati Non Alkoholik Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus strain winstar) Yang Diberi Diet Tinggi Lemak. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing: (1) dr.Meddy Setiawan,Sp.PD*), (2) dr.Rahmiyah Fadilah*).
Latar Belakang: Perlemakan hati non alkoholik merupakan kondisi dimana kandungan lemak di hati melebihi 5% dari seluruh berat hati. Teh hitam mengandung teaflavin dapat menurunkan sintesis asam lemak dan meningkatkan oksidasi asam lemak yang merupakan bahan utama pembentuk sel lemak di hati.
Tujuan: Membuktikan bahwa seduhan teh hitam (Camelia sinensis) mempengaruhi penurunan perlemakan hati non alkoholik tikus putih.
Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental murni, dengan rancangan The Post Test Only Control Group Design. Sampel dibagi 5 kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif, kelompok kedua sebagai kontrol positif, dan tiga kelompok lainnya diberikan seduhan teh hitam berbagai dosis: 4 ml/200gram BB tikus/hari, 8 ml/200gram BB tikus/hari, dan 16 ml/200gram BB tikus/hari.
Hasil penelitian: Uji oneway ANOVA sig 0,00 < p (0,01) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada masingmasing perlakuan. Analisis korelasi (r = -0,506) (p = 0,054). Analisis regresi, pemberian seduhan teh hitam berpengaruh lemah terhadap penurunan sel lemak dan kurang bermakna secara statistik (r² = 0,257) (p = 0,054).
Diskusi: Teaflavin dalam teh hitam menurunkan jumlah sel lemak dengan menurunkan sintesis asam lemak dan meningkatkan oksidasi asam lemak dalam hati.
Kesimpulan: Seduhan teh hitam dapat menurunkan perlemakan hati non alkoholik pada tikus putih yang diberi diet tinggi lemak.
Kata kunci: Teh hitam, sel lemak
ABSTRACT
Nugroho, Nur Prasetyo. 2013. Effect of Black Tea Steeping (Camelia Sinensis) Lowering Non Alcoholic Fatty Liver In Males White Rat (Rattus novergicus strain winstar) Fed a High-Fat Diet. Medical Faculty, University of Muhammadiyah Malang. Supervisor: (1) dr.Meddy Setiawan,Sp.PD *), (2) dr. Rahmiyah Fadilah *).
Background: Non-alcoholic fatty liver is condition which fat content in liver exceeding 5% of the liver weight. Black tea contains theaflavin can decrease fatty acid synthesis and increase fatty acid oxidation that main ingredient forming fat cell in the liver.
Objective: Prove that black tea steeping (Camelia sinensis) affect the reduction of mice non alcoholic fatty liver.
Methods: This study purely experimental, with the Post Test Only Control Group Design. Sample divided 5 groups. The first group as negative control, the second group as positive control, and the other three groups given black tea steeping with various doses: 4ml/200gram rat weight/day, 8ml/200gram rat weight/day, and 16ml/200gram rat weight/day.
Results: Oneway ANOVA test sig 0.00 < p (0.01) means there is significant difference in each treatment. Correlation analysis (r = -0.506) (p = 0.054). Regression analysis, effect of giving an black tea steeping against fat cell reduction is weak and less statistically significant (r ² = 0.257) (p = 0.054).
Discussion: Theaflavin in black tea lowering fat cell by decreasing fatty acid synthesis and increased fatty acid oxidation in liver.
Conclusion: The infusion of black tea can lowering non-alcoholic fatty liver in mice fed a high-fat diet.
Keywords: Black tea, fat cell
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……… i
LEMBAR PENGESAHAN………. ii
LEMBAR PENGUJIAN……….. iii
KATA PENGANTAR……….. iv
UCAPAN TERIMAKASIH………. vi
ABSTRAK………... viii
ABSTRACT………... ix
DAFTAR ISI... x
DAFTAR TABEL... xiii
DAFTAR GAMBAR... xiv
DAFTAR SINGKATAN….………..…... xv
DAFTAR LAMPIRAN………. xvi
BAB I. PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar belakang... 1
1.2 Rumusan masalah………...……... 3
1.3 Tujuan penelitian... 3
1.3.1 Tujuan umum……….. 3
1.3.2 Tujuan khusus………. 4
1.4 Manfaat penelitian……….…... 4
1.4.1 Manfaat Akademik………. 4
1.4.2 Manfaat Klinis………. 4
1.4.3 Manfaat bagi Masyarakat………. 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA... 5
2.1 Teh... 5
2.1.1 Taksonomi……… 5
2.1.2 Morfologi tanaman teh………..………… 6
2.1.3 Teh hitam……….………. 6
2.1.3.1 Definisi………..….. 6
2.2 Hepar…………...…………... 10
2.2.1 Anatomi dan fisiologi hepar………..…….. 10
2.2.2 Histologi hepar………...……. 12
2.3 Metabolisme lemak...…………...……….…...…. 14
2.3.1 Metabolisme asam lemak……… 16
2.3.2 Metabolisme lipoprotein……….…..… 19
2.4 Perlemakan hati non alkoholik………...………...…..…... 23
2.4.1 Definisi………..…… 23
2.4.2 Patogenesis……….. 24
2.4.3 Gambaran histopatologis……….. 27
2.4.4 Faktor resiko………...……….. 28
2.4.5 Tanda dan gejala……….……….. 28
2.4.6 Terapi ……… 28
2.5 Dislipidemia... 29
2.5.1 Definisi dislipidemia………. 29
2.5.2 Klasifikasi kadar lipid plasma……….. 29
2.6 Mekanisme teh hitam dalam menurunkan perlemakan hati non alkoholik……….………. 32
BAB III. KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS…... 37
3.1 Kerangka konsep…... 37
3.2 Hipotesis penelitian... 39
BAB IV. METODE PENELITIAN ... 40
4.1 Rancangan penelitian... 40
4.2 Tempat dan waktu Penelitian…....……….……... 40
4.3 Populasi dan sampel... 40
4.3.1 Populasi………. 40
4.3.2 Sampel….………... 40
4.3.3 Teknik sampling….……… 40
4.4.2 Definisi operasional variabel……… 43
4.5 Alat dan Bahan penelitian... 44
4.5.1 Instrumen……… 44
4.5.2 Bahan……….. 45
4.6 Alur Penelitian... 47
4.7 Prosedur penelitian….………...…….……… 48
4.7.1 Dasar penentuan dosis teh hitam………. 48
4.7.2 Pembagian kelompok tikus………. 49
4.7.3 Adaptasi……….. 49
4.7.4 Pemberian diet tinggi lemak……… 50
4.7.5 Pemberian seduhan teh hitam……….. 50
4.7.6 Proses anastesi dan pembedahan hewan coba………. 51
4.7.7 Pembuatan sediaan histologi……… 51
4.7.8 Pengamatan hasil……….. 53
4.7.9 Analisis data………. 53
BAB V. HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA……… 55
5.1 Pengaruh seduhan teh hitam terhadap jumlah sel lemak hati……. 55
5.2 Analisis data………... 59
5.2.1 Analisis data jumlah sel lemak dengan uji ANOVA……… 59
5.2.2 Hasil uji lanjut HSD Tukey 5%... 60
5.2.3 Hasil uji korelasi……….... 61
5.2.4 Hasil uji regresi……….. 61
BAB VI. PEMBAHASAN……… 63
BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN………... 68
7.1 Kesimpulan………. 68
7.2 Saran………... 68
DAFTAR PUSTAKA………...………. 69
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
2.1 Kandungan polifenol teh hitam dan teh hijau... 8
2.2 Klasifikasi kadar lipid plasma... 30
5.1 Jumlah sel lemak pada organ hati tikus putih………... 56
5.2 Hasil analisis data jumlah sel lemak dengan uji ANOVA………... 58
5.3 Uji Honesty Significant Differences 5% Tukey sel lemak hati………….. 58
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
2.1 Tanaman teh ………... 5
2.2 Komponen polifenol daun teh... 8
2.3 Struktur teaflavin…... 9
2.4 Struktur katekin………... 9
2.5 Anatomi hepar... 11
2.6 Histologi hepar………. 13
2.7 Metabolisme lemak…... 14
2.8 Oksidasi β asam lemak………. 18
2.9 Jalur metabolisme eksogen……….. 20
2.10 Jalur metabolisme endogen……… 21
2.11 Jalur Reverse Cholesterol Transport……….. 23
2.12 Patogenesis perlemakan hati non alkoholik……… 26
2.13 Karakteristik histopatologis Non Alcoholic Fatty Liver Disease……… 27
2.14 Aktivasi AMPK sebagai enzim regulator tubuh………. 33
2.15 Peran AMPK dalam jalur oksidasi asam lemak di dalam sel….……… 34
2.16 Mekanisme AMPK dalam metabolisme lemak dan glukosa………….. 35
3.1 Skema Kerangka konsep... 37
4.6 Bagan Alur penelitian... 47
5.1 Tomografik hasil penelitian sel lemak hati………... 56
5.2 Gambaran mikroskopis organ hati tikus putih dengan perbesaran 400 kali Kelompok 1……….. 57
5.3 Gambaran mikroskopis organ hati tikus putih dengan perbesaran 400 kali Kelompok 2……….. 57
5.4 Gambaran mikroskopis organ hati tikus putih dengan perbesaran 400 kali Kelompok 3……….. 58
5.5 Gambaran mikroskopis organ hati tikus putih dengan perbesaran 400 kali Kelompok 4……….. 58
DAFTAR SINGKATAN
ABC-1 = Adenosine Triphospate-binding Cassette Transporter-1
ACC = Acetyl-COA Carboxilase
AMPK = AMP-activated protein kinase
CAT = Carnitine Translocase
CPT1 = Carnitine Palmitoyltransferase 1
CPT2 = Carnitine Palmitoyltransferase 2
FACS = Fatty acyl-COA synthase
FAS = Fatty Acid Synthase
FFA/NEFA = Free Fatty Acid/Non-Esterified Fatty Acid
HDL = High Density Lipoprotein
IDL = Intermediate Density Lipoprotein
LDL = Low Density Lipoprotein
LPL = Lipoprotein Lipase
NAFLD = Non Alcoholic Fatty Liver Disease
NASH = Non Alcoholic Steatohepatitis
SR-A = Scavenger reseptor-A
SREBP-1 = Sterol Regulatory Element Binding Protein-1
TG = Trigliserida
UCP2 = Uncoupling protein C-2
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1 Hasil analisis jumlah sel lemak hati……… 74
2 Hasil penghitungan jumlah sel lemak hati………. 77
3 Dokumentasi penelitian………... 83
4 Surat keterangan pemeriksaan histopatologi……… 86
5 Surat keterangan penelitian………. 87
DAFTAR PUSTAKA
Adam.JF, 2009, Dislipidemia, In: Ilmu Penyakit Dalam, 2th edn, Editor: Aru W, Bambang, Idrus dkk, Jakarta, Pp 1984-1992
Adams L, 2005, Nonalcoholic Fatty Liver Disease, CMAJ 2005;172(7):889-905, viewed 18 Oktober 2011, http://www.cmaj.ca/cgi/reprint/172/7/889
Angulo, 2002, Non Alcoholic Fatty Liver Disease, N Engl J Med, Vol 346, Viewed 17 Oktober 2011
Bayard Max, 2006, Non Alcoholic Fatty Liver Disease, viewed 4 Januari 2012,
www.aafp.org/afp/2006/0601/p1961.html
Beresniak Ariel, 2012, Relationships between black tea consumption and key health indicators in the world: an ecological study, BMJ Open 2012.
Davies MJ, Joseph Tudd, David JB et all, 2003, Black Tea Consumption Reduces Total and LDL Cholesterol in Mildly Hypercholesterolemic Adults. The Journal of Nutrition.
Day Chris P, 2004, Non-alcoholic fatty liver disease, viewed 6 Maret 2012,
www.gastrohep.com/ebooks/Gastro-26.pdf
Delavar AM, Lye Mun san, Khor Geo Lik et all. 2008. Black Tea Consumption and Risk of Metabolic Syndrome in Middle Age Women. Research Journal of International Studies.
Dorland WA, Ivewman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland.Ed 2.Jakarta.EGC
Duffy SJ, John F. Keany, Monika Holbrook et all, 2001, Short and Long Term Black Tea Consumption Reverses Endothelial Dysfunction in Patients With Coronary Artery Disease. American Heart asociation
Fadlina C.S. 2007. Dalam Thesis : Efek Ekstrak Bulbus Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica V.) Terhadap Profil Lipoprotein dan Glukosa Model Hewan Hiperkolesterolemi-Diabetes). Institut Teknologi Bandung.
Flock R. Michael , 2011, Effects of Adiposity on Plasma Lipid Response to Reductions in Dietary Saturated Fatty Acids and Cholesterol, viewed 10 November 2012, http://advances.nutrition.org/
Guyton Arthur C, Hall John E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Dalam: Metabolisme Lemak. Jakarta. EGC. Pp 1077-1088
Gray’s Henry, 2010, Textbook Anatomy of the Human Body 2010. Page. 350-354 Hasan Irsan, 2009, Perlemakan Hati Nonalkoholik, In: Ilmu Penyakit Dalam, 2th
edn, Editor: Aru W, Bambang, Idrus dkk, , Jakarta, Pp 462-466
Hartono Evelyn, 2011, Dalam Thesis: Pemberian ekstrak Teh Hijau menurunkan perlemakan hati Tikus putih jantan yang diberi minyak jelantah. Universitas Udayana Bali.
Hilal Y., 2007, Characterisation of white tea – Comparison to green and black tea, viewed on 27 November 2012, https://www.tu-braunschweig.de/Medien-DB/ilc/w_t.pdf
Hiroyuki Motoshima, 2006, AMPK and cell proliferation – AMPK as a therapeutic target for atherosclerosis and cancer, J Physiol 574.1 (2006) pp 63-71, viewed 3 Maret 2012, http://jp.physoc.org
Hubscher SG, 2006, Histological assessment of non-alcoholic fatty liver disease, viewed 29 Maret 2012, www.prevencaoediagnose.com.br/pdf/art5.pdf Hurst W Jeffrey, 2011, Impact of fermentation, drying, roasting, and Dutch
processing on flavan-3-ol stereochemistry in cacao beans and cocoa ingendrients. Journal of chemistry, viewed 13 Februari 2013,
http://journal.chemistrycentral.com/content/5/1/53
Isabelle Leclercq, 2004, Antioxidant defence mechanism: new players in the pathogenesis of non-alcoholic steatohepatitis?, 2004, Clinical Science (2004), viwed 20 Mei 2012, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/14604432 Ishikawa T, 1997, Effect of tea flavonoid supplementation on the susceptibility of
low-density lipoprotein to oxidative modification, American Society for Clinical Nutrition
Jing-Tong Wang , 2003, Non-alcoholic fatty liver disease: the problem we are facing, Hepatobiliary & Pancreatic Disease International, Vol 2, No 3, 334-337 viewed 3 Maret 2012, www.ukpmc.ac.uk/abstract/MED/14599934
Jonathan M.H, 2010, Tea Flavonoids and Cardiovascular Health, Pp.495-502. Viewed 12 Desember 2011, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20837049 Juliana K Dewi, 2008, Karya Tulis Akhir, Uji efek antipieretik infusa daun asam
jawa (Tamarindus indica.L) pada kelinci putih jantan galur New Zealand. Fakultas Farmasi UMS.
Juncqueira L C & Carneiro J. H M Djauhari (eds). 2003. Basic Histology Text and
Karmarkar S, 2011, Black Tea Prevents High Fat Diet-Induced Non-alcoholic
Steatohepatitis viewed 13 Mei 2012,
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21452373
Kumalaningsih, Sri, 2007, Antioksidan Alami Penangkal Radikal Bebas, PT. Trubus Swadaya, Depok.
Kusumawati Diah, 2003, Buku Ajar Tentang Hewan Coba, Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR
Kwiterovich PO, Jr. 2000. The Metabolic pathways of high-density lipoprotein, low-density lipoprotein, and triglycerides: A current review. Am J Cardiol 2000; 86: 5L-10L
Lambert, J.D, Yang, C.S. 2003. “Mechanism of cancer prevention by tea constituents”. Journal Nutrition, Vol. 133, pp. 3262S-7S. viewed 14 Februari 2012, www.jn.nutrition.org/content/133/10/3262S.full
Lanthier Nicolas, 2009, Kupffer cell activation is a causal factor for hepatic
insulin resistance. Viewed 15 Mei 2012,
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19875703
Leung Kwok Lai, Yalun su, Ruoyun Chen et all, 2001, Theaflavins in Black Tea and Cathecins in Green Tea Are Equaly Effective Antioxidants, American Society of Nutritional Sciences, viewed 15 Desember 2011,
http://jn.nutrition.org/content/131/9/2248
Lin Chih-Li, 2007, Theaflavin attenuate hepatic lipid accumulation through activating AMPK in human HepG2 cells, viewed 9 Agustus 2011,
http://www.jlr.org
Lian Zeqin, 2011, A novel AMPK activator, WS070117, improves lipid metabolism discords in hamster and HepG2 cells, viewed on 16 Maret 2012, www.lipidworld.com/content/10/1/67
Liwang, F. 2010. Manfaat Konsumsi Teh Hitam sebagai Upaya Preventif Penyakit Jantung Koroner akibat Aterosklerosis di Indonesia. Jurnal UI Untuk Bangsa Seri Kesehatan, Sains, dan Teknologi. Jakarta. Hal 32.
Lopaschuk Gary D , 2011, Fatty Acid β-Oxidation, Animal lipid biochemistry 2011, viewed 3 Maret 2012, http://lipidlibrary.aocs.org/animbio/fa-oxid/index.htm
Research, viewed 14 Februari 2013,
http://www.jlr.org/content/42/12/2039.long
Maron DJ, 2003, Cholesterol-lowering effect of a theaflavin-enriched green tea extract: a randomized controlled trial. Division of Cardiovascular Medicine, Vanderbilt University Medical Center, viewed 16 November 2011, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12824094
Murray Robert K. 2003. Biokimia Harper. Dalam : Pengangkutan dan Penyimpanan Lipid. Ed 25. Jakarta. EGC. Pp 254-269
NCEP ATP III, 2001, Executive summary of the third report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) ATP III. JAMA 2001; 285: 2486-2497
Oosterveer Maaike H, 2009, High Fat Feeding Induces Hepatic Fatty Acid Elongation in Mice, viewed 6 April 2012, www.plosone.org
Park Taesun, 2011, Phytochemicals as Potential Agents for Prevention and Treatment of Obesity and Metabolic disease, Anti-Obesity Drug Discovery and Development, 2011, Vol.1, viewed 26 Februari 2012
Peters U, Poole C, Arab L et all. 2001, Does tea affect cardiovascular disease. A meta analysis, American Journal of Epidemiology, Vol. 154, pp. 495-503. Viewed 13 Mei 2012, www.aje.oxfordjournals.org/content/154/6/495.short Priyanka Prima Dewi, Hidayat Rina, Permatasari Reni, 2008. Pengukuran
kapasitas Antioksidan pada Teh Komersial Serta Korelasinya dengan kandungan Total Fenol, Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Reedy Rao, 2006, Lipid Metabolism and Liver Inflammation, AJP-Gastrointest Liver Physiol , Vol 290, Viewed 7 November 2011, www.ajpgi.org
Reid E. Andrea, 2001, Non-alcoholic Steatohepatitis. Gastrointestinal Units. Massachusetts General Hospital, Boston
Rifai Amirudin, 2009, Fisiologi dan biokimia hati, In: Aru W, Bambang, Idrus dkk, Ilmu Penyakit Dalam, 2th edn, Jakarta,Pp 627-629
Rusdiana, 2004, Metabolisme Asam Lemak, Jurnal USU Repository,
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1919/1/D0400165.pdf Rutger W. 2008. Effects of Short-Term High-Fat, High-Energy Diet on Hepatic
and Myocardial Triglyceride Content in Healthy Men. J Clin Endocrinol Metab, July 2008, 93(7):2702–2708, viewed 12 Maret 2012
Ruxton C.H.S, 2008. Black Tea and Health, British Nutrition Foundation Nutrion Bulletin, 33, 91-101 viewed 13 September 2011,
Setyamidjaja, Djohana, 2007, Teh Budi Daya dan Pengolahan Pascapanen, Kanisius, Yogyakarta.
Shaw J.Reuben, 2010, LKB1 and AMPK control of mTOR signaling and growth, viewed 5 Mei 2012, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19245654
Shepperd J, 2001, The role of the exogenous pathways in hypercholesterolemia, Eur heart J suppl (2001) 3 (suppl E): E2-E5, viewed 3 Maret 2012,
www.eurheartjsupp.oxfordjournals.org/content/3/suppl_E/E2.full.pdf
Suharti K , 2009, Buku Farmakologi dan Terapi, Jakarta: Balai penerbit FKUI
Supranto, J, 2007, Teknik Sampling Survey dan Eksperimen, Rineka Cipta, Jakarta
Stangl V, Lorenz M, Stangl K et all, 2006, The role of tea and tea flavonoids in cardiovascular health. Molecular Nutritional and Food Research 50: 218– 28. Viewed 13 September 2011, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16404706
Suyono, Slamet, 2004, Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam Edisi 3.Jakarta : Balai penerbit FKUI
Tanja C. Adam. Elisa E. Epel, 2007, Stress, eating, and the reward system. Journal of physiology and behavior. University of California, Departement Physiology
Widlansky, 2005, Effects of black tea consumption on plasma catechins and markers of oxidative stress and inflammation in patients with coronary artery disease, Free Radic Biol Med 38: 499-506, viewed 13 Februari 2012,
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15649652
Wiseman SA, Balentine DA, Frei B et all, 1997, Antioxidants in tea. Critical Reviews in Food Science and Nutrition 37: 705–18. Viewed 13 Oktober 2011, www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10408399709527798