Peran Serta Masyarakat Dalam Program Medan Green And Clean (Study Deskriptif: Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan)

108 

Teks penuh

(1)

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PROGRAM MEDAN GREEN AND CLEAN

(Study Deskriptif: Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana sosial

DISUSUN OLEH BELMAN SIAGIAN

080901056

DEPARTEMEN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

i ABSTRAKSI

Penelitian ini berjudul Peran Serta Masyarakat dalam Program Medan Green and Clean di Gang Ama lingkungan IV, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Dalam penelitian ini Peran serta yang dimaksud adalah menjelaskan mengenai tindakan masyarakat dalam mengelola lingkungan yang disponsori oleh Medan Green and Clean sebagai pihak Utama. Peran serta merupakan suatu terobosan baru dalam suatu kebijakan yang diimplemantasikan dalam masyarakat, dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses peran serta yang dilakukan oleh masyarakat melalui program Unilever dalam menjaga lingkungan hidup, dan menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk menjaga lingkunga yang berkelanjutan, sehingga masyarakat ikut serta dalam progam Medan Green and Clean.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan melakukan wawancara responden sebanyak 9 orang. Ke 19 orang responden ini merupakan anggota yang ikut serta dalam program Medan Green and Clean dan peneliti menggali informasi mengenai keterlibatan lingkungan dalam program Green and Clean, dan dengan siapa saja mereka ikut berhubungan dan bagaimana proses mereka untuk bertindak dalam menjaga lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Minggu pertama Desember 2012.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa dari 9 responden anggota yang aktif adalah 50%, karena masyarakat sebelum datangnya program Medan Green and Clean masyarakat sudah melaksanakan kegiatan bergotong royong untuk tetap menjaga lingkungan. Program Medan Green and Clean sendiri hanya melengkapi kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat dengan membuat kompetisi untuk memperebutkan kategori sebagai lingkungan terbaik dikota Medan. Program Green and Clean di prakarsai oleh Pihak Unilever sebagai sponsor utama dan bermitra dengan LSM lokal, Surat kabar, dan Pemerintah kota Medan. Peran serta yang dilaksanakan oleh perusahaan Unilever ini sebagai alat untuk mempublikasikan bahwa pihaknya sudah sudah ikut serta dalam menjaga lingkungannya, dengan strategi menggaet media massa sebagai alat komunikasi dengan menerbitkan bahwa pihak unilver sudah melaksanakan kegiatan menjaga lingkungan, dan melakukan kaderisasi terhadap setiap lingkungan yang terlibat, sebagai Hubungan Masyarakat mereka. Pada awal kegiatan dilakukan masyarakat cukup antusias tetapi lama kelamaan masyarakat tidak tertarik lagi. Masyarakat tidak mendapatkan informasi yang cukup, masyarakat hanya ingin menjaga lingkungan mereka, tanpa ada pengetahuan cukup mengenai tujuan dan maksud dari program Unilever.

Secara umum Peran serta masyarakat hanya dilakukan untuk menarik perhatian publik sesuai dengan program kerja pihak Sponsor, bahwa dengan melakukan peran serta masyarakat mereka telah sukses melakukan aktivitas menjaga lingkungan, tanpa adanya sosialisasi untuk melanjutkan ketahap pembangunan berkelanjutan. Sehingga masyarakat menjadi apatis terhadap keadaan lingkungan.

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebab karena rahmat-Nyalah, penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Penulis juga banyak dibantu oleh berbagai pihak yang turut mendukung penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini sebagaimana mestinya.

Dengan penuh hormat dan kasih penulis ucapkan terima kasih kepada Ibunda tercinta yang selalu mendukung penulis baik doa maupun dalam setiap hal yang penulis lakukan.

Melalui lembaran ini juga penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, selaku Dekan fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Drs. Lina Sudarwati, M.Si, selaku Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dra. Linda Elida, M.Si, sebagai Dosen Pembimbing yang telah banyak memberikan masukan, dorongan, dan nasehat dan bimbingan kepada Penulis. 4. Ibu Dra. Hardiana Marhaeni Munthe, M.Si, selaku dosen wali yang telah

banyak membantu penulis selama perkuliahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

5. Seluruh staf pengajar FISIP USU yang telah banyak memberikan ilmu dan membagi pengetahuan kepada penulis.

6. Seluruh Staf pengajar Sosiologi FISIP USU yang telah banyak membantu penulis sebagai Seorang Mahasiswa Sosiologi.

7. Bapak Alex, sebagai kepala lingkungan IV Kelurahan Sei Kera Hilir I dan kepada kak Fitri yang telah banyak membantu menyelesaikan wawancara, dan kepada Iin yang membantu penulis selama di Lapangan.

8. Kak Emsi, Kak Rony, Pak Mentari, Kak Miar, bg Herbin, dan bg Martin yang telah banyak membantu baik moral dan materi.

9. Kak Feny, Kak Betty, Pak Manan, dan seluruh staf Pegawai FISIP USU yang telah banyak membantu dalam penyelesaian Administrasi.

(4)

iii

Eninta, Ayu, Burhan, Rudy lun, Reza, diky, Diki eko, Vanny, Santy, Roby, Rikcy, Radja, Judika, Vera, Anggre, Putra, Poibe, dan yang lainnya. Terima kasih atas kebersamaan yang telah kita lalui bersama.

11.Buat Teman-teman “Six Summit” Amos, Berlin, Arman, Moses, Polin”siulat”, yang telah mencapai puncak tertinggi di Sumatera Utara. Tidak terlupakan. 12.Buat kawan seperjuangan di bahagia 18 Polin yang meminjamkan acernya

sehingga skripsi selesai, Hendra, Amos terima kasih terhadap pengalamannya untuk Belajar dewasa.

13.Kawan-kawan di GMKI Komisariat FISIP USU, Hendrix, Riama, bang petrus, bang gunawan, bang Melki, dodo, dan lainnnya terima kasih telah berbagi pengalaman.

14.Buat seluruh semua keluarga terima kasih semuanya.

15.Buat teman-teman leo pedro, Jaitun, Mesakh, bang Anda, bg sandy semoga cepat S2nya, dan kawan2 yang tidak bisa aq sebutkan satu persatu, sekali lagi terima kasih banyak.

Penulis Menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan Skripsi ini. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang berguna untuk penyempurnaan skripsi yang lebih baik lagi dihari-hari yang akan datang. Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Medan, Januari 2013 Penulis

(5)

iv

2.1 Peran Serta Masyarakat dalam Mengelola Lingkungan ... 13

2.2 Teori Tindakan ... 16

2.3 Peran Serta Masyarakat ... 20

2.3.1 Peran Serta Masyarakat Sebagai Suatu Kebijakan ... 21

2.3.4 Peran Serta Masyarakat sebagai Suatu Strategi ... 21

2.3.5 Peran Serta Masyarakat sebagai Alat Komunikasi ... 21

2.3.6 Peran Serta Masyarakat sebagai Alat Penyelesaian Sengketa ... 21

2.3.7 Peran Serta Masyarakat sebagai Alat Terapi ... 22

2.4 Simulakra ... 22

BAB V DESKRIPSI LOKASI DAN PROFIL INFORMAN ... 30

4.1 Deskripsi Lokasi ... 30

5.1 Awal Keberadaan Program Medan Green and Clean ... 57

5.2 Latar Belakang Peran Serta Masyarakat dalam ... 59

5.3 Nilai-nilai Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan ... 60

(6)

v

5.5 Peran Masyarakat dalam Pembangunan Berkelanjutan ... 64

5.6 Tindakan Sosial dalam Program Medan Green and Clean ... 66

5.6.1 Tindakan Sosial Murni ... 67

5.6.2 Tindakan tidak Sepenuhnya Murni ... 68

5.6.3 Tindakan yang dibuat-buat ... 71

5.6.4 Tindakan atas Kebiasaan ... 73

5.6.5 Peran Serta Masyarakat dalam Program Medan Green and Clean ... 75

5.6.6 Peran Serta Sebagai Kebijakan Unilever ... 76

5.6.7 Peran Serta sebagai Strategi ... 80

5.6.8 Peran serta sebagai Alat Komunikasi ... 84

5.6.9 Peran Serta sebagai alat Penyelesaian dan Terapi ... 86

BAB VI PENUTUP ... 89

6.1 Kesimpulan ... 89

6.2 Saran .. ... 90

DAFTAR PUSTAKA ... 92

(7)

vi

DAFTAR TABEL

NOMOR JUDUL HALAMAN

Tabel 1. Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin ... 31

Tabel 2. Agama dan Kepercayaan ... 31

Tabel 3. Tingkat Kesejahteraan Masyarakat ... 33

Tabel 4. Mata Pencaharian Masyarakat ... 34

(8)

i ABSTRAKSI

Penelitian ini berjudul Peran Serta Masyarakat dalam Program Medan Green and Clean di Gang Ama lingkungan IV, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Dalam penelitian ini Peran serta yang dimaksud adalah menjelaskan mengenai tindakan masyarakat dalam mengelola lingkungan yang disponsori oleh Medan Green and Clean sebagai pihak Utama. Peran serta merupakan suatu terobosan baru dalam suatu kebijakan yang diimplemantasikan dalam masyarakat, dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses peran serta yang dilakukan oleh masyarakat melalui program Unilever dalam menjaga lingkungan hidup, dan menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk menjaga lingkunga yang berkelanjutan, sehingga masyarakat ikut serta dalam progam Medan Green and Clean.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu dengan melakukan wawancara responden sebanyak 9 orang. Ke 19 orang responden ini merupakan anggota yang ikut serta dalam program Medan Green and Clean dan peneliti menggali informasi mengenai keterlibatan lingkungan dalam program Green and Clean, dan dengan siapa saja mereka ikut berhubungan dan bagaimana proses mereka untuk bertindak dalam menjaga lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Minggu pertama Desember 2012.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa dari 9 responden anggota yang aktif adalah 50%, karena masyarakat sebelum datangnya program Medan Green and Clean masyarakat sudah melaksanakan kegiatan bergotong royong untuk tetap menjaga lingkungan. Program Medan Green and Clean sendiri hanya melengkapi kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat dengan membuat kompetisi untuk memperebutkan kategori sebagai lingkungan terbaik dikota Medan. Program Green and Clean di prakarsai oleh Pihak Unilever sebagai sponsor utama dan bermitra dengan LSM lokal, Surat kabar, dan Pemerintah kota Medan. Peran serta yang dilaksanakan oleh perusahaan Unilever ini sebagai alat untuk mempublikasikan bahwa pihaknya sudah sudah ikut serta dalam menjaga lingkungannya, dengan strategi menggaet media massa sebagai alat komunikasi dengan menerbitkan bahwa pihak unilver sudah melaksanakan kegiatan menjaga lingkungan, dan melakukan kaderisasi terhadap setiap lingkungan yang terlibat, sebagai Hubungan Masyarakat mereka. Pada awal kegiatan dilakukan masyarakat cukup antusias tetapi lama kelamaan masyarakat tidak tertarik lagi. Masyarakat tidak mendapatkan informasi yang cukup, masyarakat hanya ingin menjaga lingkungan mereka, tanpa ada pengetahuan cukup mengenai tujuan dan maksud dari program Unilever.

Secara umum Peran serta masyarakat hanya dilakukan untuk menarik perhatian publik sesuai dengan program kerja pihak Sponsor, bahwa dengan melakukan peran serta masyarakat mereka telah sukses melakukan aktivitas menjaga lingkungan, tanpa adanya sosialisasi untuk melanjutkan ketahap pembangunan berkelanjutan. Sehingga masyarakat menjadi apatis terhadap keadaan lingkungan.

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dalam beberapa dekade terakhir pemanasan global dan perubahan iklim merupakan salah satu perhatian dunia. Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan suatu penambahan gas efek rumah kaca.Terutama karbon dioksida dan gas metana yang menumpuk di atmosfir yang terakumulasi dari banyaknya hasil proses pembakaran dan kegiatan industri maupun kegiatan sehari-hari yang menghasilkan CO2 dan clorofluocarbon. Karbon dioksida dan gas metana serta clorofluocarbon yang menumpuk di atmosfir menyebabkan panas matahari tidak lagi dipantulkan kembali keluar dari bumi, melainkan berhenti diatmosfir, sehingga berdampak terhadap naiknya suhu bumi, serta iklim yang tidak lagi sejalan dengan siklusnya.

(10)

2

ketempat yang lebih sejuk seperti pegunungan, menyebabkan terdesaknya hutan dan terancamnya kehidupan hutan serta suplai air.

Negara berkembang seperti Indonesia dalam pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan, masih perlu banyak yang dibenahi dan diperbaiki. Seperti mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Untuk menghadapi tantangan tersebut perlu ada perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan tidak anti pembangunan, yaitu perlu strategi antara pemerintah, perusahaan (swasta), masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi perubahan iklim.

Pembangunan yang dilakukan manusia juga harus mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan yang di pakai atau digunakan. Masalah lingkungan, yang terjadi dari waktu ke waktu telah menyita perhatian dunia internasional, termasuk bangsa Indonesia, masalah lingkungan hidup mulai dibahas pada tahun 1960-an. Permasalahan lingkungan hidup yang kompleks dan rumit, mendesak para pemegang kepentingan untuk ikut serta terlibat dalam menjaga lingkungannya, agar pembangunan sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Namun tingkat permasalahan yang kompleks karena kepentingan yang berbeda-beda. Seperti banyak perusahaan yang tidak mau kehilangan keuntungan, menghemat biaya produksi menjadikan banyak perusahaan tidak ambil resiko dan memilih mengambil tindakan yang lebih praktis saja. Dalam Jed Greer dan Kenny bruno (1999 : 5) perusahaan tidak dapat lagi memungkiri peran mereka dalam merusak mutu lingkungan, mereka lalu merangkul lingkungan sebagai alat perjuangan dan menerapkannya dalam iklan dan kebijakan perusahaannya. Lahirlah kamuflase hijau sebagai strategi tandingan dalam kaitannya dengan lingkungan, walaupun dalam implementasinya tidak mengalami perubahan.

(11)

3

hidup, PBB kemudian membentuk konferensi internasional tentang lingkungan. Konferensi berlangsung pada tahun 1972 di Stockholm, Swedia, dan membuat Stockholm Decleration, yang didalamnya termasuk peran serta masyarakat, perusahaan, dan pemerintah.

Pengelolaan lingkungan yang hidup yang tercantum di azas yang ke-19 yaitu: pendidikan dalam masalah lingkungan hidup, untuk generasi muda dan juga orang dewasa, memberikan pertimbangan kepada kaum miskin, untuk memperluas basis untuk pencerahan pendapat dan bertanggung jawab secara individu. Perusahaan dan masyarakat akan melindungi dan meningkatkan mutu lingkungan dalam dimensi penuh kesadaran. Hal ini juga penting dalam penyebaran informasi, bahwa komunikasi media massa berkontribusi untuk menghindari kerusakan lingkungan, sebaliknya menyebarkan informasi dari alam pendidikan pada kebutuhan untuk proyek dan meningkatkan lingkungan dalam rangka untuk memungkinkan masyarakat untuk berkembang dalam semua hal termasuk dalam mengelola lingkungannya.

(Atmakusumah, 1996) Salah satu peran masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup adalah dengan program adaptasi dan mitigasi. Program adaptasi dan mitigasi, mitigasi dalam kamus John M. Echols dan Hassan Shadily atinya pengurangan. Sedangkan adaptation atau adaptasi artinya penyesuaian diri. Kedua istilah ini menjadi pentingkarena menyangkut strategi menghadapi perubahan alam. Melalui mitigasi, usaha yang dapat dilakukan adalah mengurangi sebab pemanasan global dari sumbernya. Gunanya agar laju pemanasan itu melambat. Pada saat bersamaan, dapat dilakukan persiapan diri untuk beradaptasi dengan perubahan yang ada. Sehingga diharapkan akan ditemukan suatu titik temu yang menjamin kelangsungan hidup manusia.

(12)

4

kunci untuk menjaga lingkungan terus terjaga dan berkelanjutan. Kebijakan dari pemerintah dan perusahaan sebagai penyeimbang dan perancang pembangunan perlu membantu masyarakat sebagai penanggung jawab lingkungan, dengan cara membuat sosialisasi yaitu melalui program-program yang mendukung terwujudnya keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan, tanggung jawab tidak hanya pada pemerintah. Masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian karena memilik yang peranan sentral dalam menjaga lingkungan dan juga sebagai penakluk lingkungan, mengingat bahwa masyarakat juga memiliki kebutuhan dari waktu ke waktu. Banyak kebutuhan dan keperluan rumah tangga yang tidak ramah lingkungan dan mencemarkan lingkungan, seperti banyaknya sampah yang tidak bisa hancur dalam waktu jangka waktu yang pendek bahkan butuh beratus tahun.

Dalam beberapa dekade belakangan ini masyarakat dunia semakin resah dengan efek pemanasan global. Dan di awal tahun 1990-an PBB telah mengonsep United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC), yang diberlakukan pada 1994. Di dalam kerangka ini mereka mengajukan dua strategi utama: mitigasi dan adaptasi, mitigasi meliputi pencarian cara-cara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca atau menahannya, atau menyerapnya ke hutan atau “penyerap” karbon lainnya. Sementara itu adaptasi, mencakup cara-cara menghadapi perubahan iklim dengan melakukan penyesuaian yang tepat – bertindak untuk mengurangi berbagai pengaruh negatifnya, atau memanfaatkan efek-efek positifnya.

(13)

5

pembangunan masyarakat yang aktif dan partisipatif dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan atau potensi yang ada didalam masyarakat tersebut, memberdayakan masyarakat dengan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup sekitar seperti pengelolaan sampah dan daur ulang sesuai dengan prinsip recyle, reduce, and reuse. Dengan berdasarkan pembangunan berkelanjutan, masyarakat dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Pembangunan berkelanjutan pada dasarnya adalah pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhannya hari ini dan hari kedepan tanpa merusak keseimbangan lingkungan atau dapat mengurangi resiko ketimpangan antara kebutuhan dan sumber daya alam agar tercipta keseimbangan dan bersinergi dengan keselarasan antara kehidupan manusia dan lingkungannya. Pembangunan berkelanjutan muncul terlebih dahulu menjelaskan pandangan-pandangan tentang lingkungan yang dimiliki masyarakat, yang meliputi tiga tahapan, yakni: lingkungan adalah untuk pembangunan ekonomi (eco-developmentalism), lingkungan untuk keperluan manusia humanism), dan yang terakhir adalah lingkungan untuk lingkungan (eco-environmentalism). Kelemahan pandangan pertama dan kedua telah dievaluasi karena terbukti menghasilkan kondisi lingkungan yang bisa dikatakan menghawatirkan (Rachmad K. Dwi Soesilo, 2008).

(14)

6

Kesadaran terhadap lingkungan juga membentuk masyarakat kokoh dengan lingkungannya, bahwa proses pembangunan tidak hanya melihat pembangunan yang dilakukannya, masyarakat tidak gelap mata dalam melihat kedepan persoalan lingkungan hidup. Manusia tidak hanya mendominasi lingkungannya tetapi juga harus menjaga agar tercipta hubungan harmonis. Masyarakat tidak akan nyaman dengan keadaan lingkungan seperti banyaknya sampah, polusi udara atau zat-zat kimia berbahaya lainnya yang mengancam kelangsungan hidup manusia tersebut. Pemahaman tentang peranan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup, terlebih di daerah perkotaan perlu mendapat perhatian dari semua pihak yang berkepentingan dalam menjalankan proses pembangunan.

Peran serta masyarakat dalam mengelola lingkungan sering diabaikan dan dianggap hanya sebagai konsumen yang pasif, padahal sebagai makhluk yang berakal dan berbudaya. Manusia perlu rasa penguasaan dan pengawasan terhadap habitat atau lingkungannya. Rasa tersebut merupakan faktor mendasar dalam menumbuhkan rasa memiliki untuk kemudian mempertahankan atau melestarikan lingkungan (Eko Budiharjo & Djoko Sujarto, 2005).

(15)

7

Masyarakat bisa menjadi acuan dalam bertindak dan bertingkah laku, baik yang bisa digunakan maupun yang tidak diperbolehkan. Beberapa masyarakat memiliki karakteristik tersendiri dan masih banyak ditemukan di masyarakat pedesaan dan sebaliknya di masyarakat perkotaaan, masyarakat kota telah meninggalkan karakteristik yang dulu diterapkan didesa karena dianggap irasional. Padahal masyarakat terdahulunya sudah mempunyai berbagai macam-macam penanggulangan perubahan iklim atau bencana alam seperti bencana banjir, mereka membuat rumah panggung yang tahan terhadap banjir-banjir karena Indonesia memang mempunyai curah hujan yang lebat. Salah satu contoh bagaimana masyarakat mempunyai sebuah visi dalam menghadapi perubahan bencana banjir, tetapi dalam masyarakat perkotaan sekarang, terancam menjadi kota yang tinggal rupa, serba sama, lepas dari alam dan sering tidak terkendali, dan tidak manusiawi. Air udaranya kotor dan membuat berbagai penyakit, jalan-jalan dipenuhi kendaraan bermotor, papan rekalame dimana-mana, sampah-sampah tampak ramai dijalanan tak terkendali lagi karena tingkat konsumsi masyarakat sangat tinggi dan tidak terkontrol. Papan reklame mengganggu pandangan dan lebih parah lagi masyarakat menjadi pecah menjadi masyarakat matematis dan kaku hanya dilandasi dengan perhitungan kalkulatif dan kepekaan moral menjadi kabur dan terjadi anomi didalam struktur masyarakat kota itu sendiri.

(16)

8

adanya keengganan untuk membagi wewenang dan sumber daya yang berada dipihak pemerintah dan swasta kepada masyarakat.

Medan sebagai salah satu kota besar di Indonesia mempunyai masalah lingkungan yang hampir sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia yaitu masalah pemecahan masalah lingkungan hidupnya. Lembaga, organisasi, dan lembaga civil society, tidak cukup menjawab kompleksnya permasalahan lingkungan hidup. Sehingga mendorong pemerintah dan pihak swasta untuk ikut terlibat dalam persoalan lingkungan hidupnya, sebagai salah satu bentuk tanggungjawab mereka terhadap lingkungan hidup dan peran serta mereka untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Salah satu peran pihak swasta dalam melaksanakan tugas lingkungan hidupnya dikota medan adalah program medan green and clean yang dilaksanakan oleh pihak Unilever. Salah satu perusahaan besar yang banyak menggunakan hasil alam untuk produknya dan merupakan salah satu penyumbang sampah berupa kertas dan plastik berupa bekas barang kosmetik yang dihasilkannya. Dan mendorong mereka untuk melakukan pembinaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengolah lingkungan hidupnya. Seperti yang dilakukannya pada warga masyarakat di Kecamatan Medan Perjuangan, Kelurahan Sei Kera Hilir I tepatnya di Jalan Gurilla, Gang Ama.

(17)

9

Kemitraan dan Replikasi. Tujuan dilaksanakannya program ini adalah untuk menggugah kepedulian dan mendidik masyarakat dalam penanganan sampah melalui kampanye dan kompetisi, dan juga sebagai bagian dari perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Program ini dilakukan untuk mengurangi perubahan iklim dengan cara reuse, recycle, dan reduce sampah. Program ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah kota Medan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup.

Program yang dilaksanakan mulai tahun 2009 Telah memiliki 75 Biopori hasil kerja warga dan program penghijauan TOBA (Trotoar Berbunga) dengan Kader Inti sebanyak 20 orang dan membuat terobosan program penghijauan dengan menggunakan pot yang digantung di dinding rumah atau rak kayu yang dirancang sedemikian rupa untuk mengatasi sempitnya lahan mereka, juga membuat tempat sampah untuk yang kering dan basah di dapur mereka.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan paparan dan penjelasan dalam latar belakang diatas, maka yang menjadi pokok permasalahan yang diteliti adalah :

1. Mengapa masyarakat Sei Kera Hilir I ikut berperan serta dalam mengelola lingkungan hidup?

2. Bagaimanakah peran serta masyarakat kelurahan Sei Kera Hilir I dalam program Medan green and Clean dalam mengelola lingkungan hidup mereka? 1.3Tujuan Penelitian

Adapun Tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

(18)

10

2. Untuk mengetahui alasan dan bentuk strategi peran serta masyarakat dalam mengelola lingkungan hidupnya.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah : 1. Manfaat Teoritis

a. Diharapkan dapat menambah wawasan ilmiah bagi Mahasiswa khususnya Sosiologi lingkungan maupun bagi akademis umumnya, yang melakukan penelitian mengenai peran serta masyarakat atau yang berhubungan dengan penelitian masalah lingkungan lainnya.

b. Untuk menambah referensi hasil penelitian yang juga dapat dijadikan sebagai bahan rujukan untuk penelitian bagi mahasiswa sosiologi selanjutnya, serta diharapkan dapat diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan memperluas cakrawala pengetahuan.

2. Manfaat Praktis

a. Penelitian dapat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penulis penelitian serta menambah pengetahuan penulis.

b. Dapat menjadi acuan dalam program pemberdayaan masyarakat yang ingin dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan.

2.1Defnisi Konsep

(19)

11 1. Peran Serta Masyarakat

Peran serta masyarakat adalah proses dimana individu ,keluarga ,lembaga, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha dan masyarakat luas pada umumnya:

1. Mengambil tanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat.

2. Mengembangkan kemampuan untuk berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan mereka sendiri dan masyarakat sehingga termotivasi untuk memecahkan berbagai masalah yang di hadapinya. 3. Menjadi perintis pembangunan kesehatan dan memimpin dalam perkembangan kegiatan masayarakat dibidang kesehatan yang dilandasi dengan semangat gotong-royang.

2. Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, bisnis, tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan" (menurut Brundtland Report dari adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, sustainable development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan

adalah bagaimana memperbaiki kehancuran

mengorbankan kebutuhan pembangunan 3. Lingkungan hidup, sering disebut sebagai

(20)

12

komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti

4. Pemberdayaan masyarakat

di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

(21)

13 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.2Peran serta Masyarakat dalam mengelola Lingkungan hidup

Pembangunan pada dasarnya adalah merupakan suatu proses perubahan, dan salah satunya adalah perubahan sikap dan perilaku. Peran serta masyarakat yang meningkat dan berkembang adalah salah satu perwujudan dari perubahan sikap dan perilaku terhadap objek yang harus dijaga dan dilindungi untuk kepentingan semua mahkluk di bumi ini. Dalam hal ini adalah aktivitas lokal merupakan media dan dan sarana bagi masyarakat untuk ikut berperan serta. Agar proses pembangunan dapat terus berjalan berkelanjutan, maka perlu diusahakan agar ada kesinambungan dan peningkatan kumulatif dalam masyarakat dari peran serta masyarakat melalui tindakan bersama diantara masyarakat, pemerintah dan perusahaan.

Secara sosiologis peran serta masyarakat tergantung antara Individu yang satu dengan individu lainnya, sesuai dengan sifat manusia sebagai mahkluk sosial. Peran serta inilah yang mendorong individu untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya, dan akan menempatkannya dalam kehidupan kelompok sosial. Termasuk didalam pengelolaan lingkungan hidup semua individu mempunyai kesempatan yang sama dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan sekitarnya. Pada prakteknya seringkali berlawanan dengan kenyataan yang sebenarnya. Masyarakat tidak diikut sertakan dalam proses pengambilan kebijakan yang menimbulkan ketidakpercayaan diantara masyarakat dan pemerintah.

(22)

14

pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.” Maret 2012 Pukul 11: 53)

Sehingga terciptanya pemerataan tanggung jawab dari pihak pemerintah, masyarakat, dan perusahaan. Dan mengubah paradigma yang berkembang sekarang ini menjadi lebih jelas untuk terciptanya kerjasama yang baik antara pihak pemerintah. Mengurangi distorsi antara kepentingan elit pemerintah dan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang terkadang sering berseberangan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Dalam konteks hak-hak masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelenggarakan suatu konvensi di Denmark pada 25 Juni 1998 yang kemudian menghasilkan 3 pilar yang menjamin hak-hak rakyatdalam kerangka pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan (to sustainable and environmentally sound development), yakni:

1. Akses terhadap Informasi

2. Peran serta dalam pengambilan Keputusan 3. Akses terhadap Keadilan

Dari ketiga pilar tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa hakikat dari peran serta masyarakat itu dapat terwujud dalam bentuk:

1. Turut memikirkan dan memperjuangkan nasib sendiri dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada di masyarakat sebagai alternatif saluran aspirasinya;

(23)

15

pemimpin dan tokoh masyarakat yang ada, baik yang sifatnya formal maupun informal;

3. Senantiasa merespon dan menyikapi secara kritis terhadap sesuatu masalah yang dihadapi sebagai buah dari suatu kebijakan publik dengan berbagai konsekuensinya;

4. Keberhasilan peran serta itu sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas informasi yang diperoleh. Memanfaatkan informasi itu sebagai dasar bagi penguatan posisi daya tawar, dan menjadikannya sebagai pedoman dan arah bagi penentuan peran strategis dalam proses pembangunan.

“Dalam konteks Indonesia, secara hukum peran serta masyarakat telah diadopsi dalam konstitusi negara maupun peraturan perundang-undangan dibawahnya. Dalam UUD 1945 Pasal 1 (2) menyatakan bahwa adanya kedaulatan rakyat yang berarti rakyat mempunyai hak penuh untuk menentukan arah bangsa dan negar ini. Dalam konteks hukum lingkungan, hak dan kewajiban peran serta dinyatakan dalam UU No 23/ 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 5 ayat (3), Pasal 34 PP No. 27 / 1999 tentangAnalisis Dampak Lingkungan yang semakin mempertegas posisi masyarakat dalam mengelola hidup.’’

Potensi masyarakat untuk mengembangkan kelembagaan keswadayaan ternyata telah meningkat akibat kemajuan sosial ekonomi masyarakat. Pada masa depan perlu dikembangkan lebih lanjut potensi keswadayaan masyarakat, terutama keterlibatan masyarakat pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan sosial, dan kepedulian mayarakat luas dalam memecahkan masalah kemasyarakatan termasuk didalamnya masalah lingkungan, seperti lingkungan tempat tinggal mereka, apakah itu di kawasan hutan, bantaran sungai, kawasan konservasi, dan lain sebagainya. Poin yang perlu ditumbuhkan dalam pemberdayaan masyarakat adalah timbulnya kesadaran bahwa, mereka paham akan haknya atas lingkungan hidup yang

(24)

16

baik dan sehat serta sanggup menjalankan kewajiban dan tanggung jawab untuk tercapainya kualitas lingkungan hidup yang dituntutnya. Kemudian, berdaya yaitu mampu melakukan tuntutan mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Selanjutnya, mandiri dalam kemampuan berkehendak menjalankan inisiatif lokal untuk menghadapi masalah lingkungan di sekitarnya. Secara aktif tidak saja memperjuangkan aspirasi dan tuntutan kebutuhan lingkungan yang baik dan sehat secara terus menerus, tetapi juga melakukan inisiatif lokal. Partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan tidak dapat dianggap sebagai hanya sebagai masyarakat sebagai pemakai yang pasif saja tetapi masyarakat dapat berdiri dan membuat terobosan baru dalam pengelolaan lingkungannya.

2.3Teori Tindakan Sosial

Tindakan sosial adalah tindakan individu sepanjang tindakannya itu mempunyai makna atau arti subyektif bagi dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Sedangkan tindakan individu yang diarahkan kepada benda mati atau obyek fisik semata tanpa dihubungkannya dengan tindakan orang lain bukan termasuk dalam tindakan sosial.

(25)

17

merupakan tindakan perulangan dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa bisa juga berupa persetujuan secara pasif dalam situasi tertentu.

Weber mengemukakan lima ciri pokok analisinya. Pertama, tindakan manusia, yang menurut si aktor mengandung makna yang subyektif. Ini meliputi berbagai tindakan nyata. Kedua, tindakan nyata dan yang bersifat membatin (kesadaran) sepenuhnya dan bersifat subyektif. Ketiga, tindakan yang meliputi pengaruh positif dari suatu situasi, tindakan yang sengaja diulang serta tindakan dalam bentuk persetujuan secara diam-diam. Keempat, tindakan itu diarahkan kepada seseorang atau kepada beberapa individu. Kelima, tindakan itu memperhatikan tindakan orang lain dan terarah kepada orang lain itu.

Tindakan sosial memiliki ciri-ciri lain. Tindakan sosial dapat dibedakan dari sudut waktu sehingga ada tindakan yang diarahkan kepada waktu sekarang, waktu lalu atau waktu yang akan datang. Dilihat dari segi sasarannya maka objek yang menjadi sasaran tindakan sosial si aktor dapat berupa seorang individu atau sekumpulan orang. Tindakan nyata tidak termasuk sebagai tindakan sosial kalau secara khusus diarahkan kepada obyek mati. Sebabnya ialah karena reaksi yang timbul itu tanpa sesuatu arti yang diarahkan kepada orang lain.

(26)

18

serta mencoba memahami barang sesuatu seperti yang dipahami oleh aktor. Atas dasar rasionalitas tindakan sosial, Weber membedakannya ke dalam empat tipe. semakin rasional tindakan sosial itu semakin mudah difahami. Terdiri dari Zwerk rational, Werkrational artion, Affectual action, dan Traditional action.

Zwerk rational yakni tindakan sosial murni. Dalam tindakan ini aktor tidak hanya sekedar menilai cara yang terbaik untukmencapai tujuannya tapi juga menentukan nilai dari tujuan itu sendiri. Tujuan dalam Zwerk rational tidak absolut. Akan mudah memahami tindakan ini jika aktor berkelakuan dengan cara yang paling rasional. werktrational, dalam tipe ini aktor tidak dapat menilai apakah cara yang dipilhnya itu merupakan yang paling tepat ataukah lebih tepat jika menggunakan cara yang lain. Dalam tindakan ini antara tujuan dengan cara-cara mencapainya cenderung sulit untuk dibedakan. Tetapi tindakan ini rasional, karena pilihan cara-cara kiranya sudah menentukan tujuan yang diinginkan. Tindakan werktrational artion masih rasional meski tidal serasional zwerk rational. Karena itu dapat dipertanggungjawabkan untuk dipahami.

Affectual action merupakan tindakan yang dibuat-buat. Dipengaruhi oleh perasaan emosi dan kepura-puraan si aktor. Tindakan ini sukar dipahami dan kurang akurat untuk dipahami secara rasional. traditional action merupakan tindakan yang didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam mengerjakan sesuatu di masa lalu saja. Kedua tipe tindakan ini merupakan tanggapan secara otomatis terhadap rangsangan dari luar. Sehingga tidak termasuk ke dalam tindakan yang penuh arti.

(27)

19

diarahkan kepada tindakan orang lain, dan dijelaskan di dalam teori aksi yaitu bahwa masyarakat adalah kreatif dan aktif. Masyarakat sebagai subjektif yang membuat konstruksi untuk dirinya sendiri dan masalah sendiri dan memecahkan masalah yang dibuatnya, yaitu tindakan aktor di respon karena adanya stimulus dari luar. Parson dalam George Ritzer (2007:48) membuat skema dari tindakan-tindakan dengan karakteristik sebagai berikut:

1. Adanya Individu selaku aktor.

2. Aktor dipandang sebagai pemburu tujuan tujuan-tujuan tertentu.

3. Aktor mempunyai alternatif cara, alat serta teknik untuk mencapai tujuannya.

4. Aktor berhadapan dengan sejumlah kondisi situasionalnya yang dapat membatasi tindakannya dalam mencapai tujuan. Kendala tersebut berupa situasi dan kondisi, sebagian ada yang tidak dapat dikendalikan oleh individu.

5. Aktor berada dibawah kendali nilai-nilai, norma- norma dan berbagai ide abstrak yang mempengaruhinya dalam memilih dan menentukan tujuan serta tindakan alternatif untuk mencapai tujuan.

(28)

20 2.4Peran Serta Masyarakat

Peran serta merupakan proses yang melibatkan masyarakat umum dengan melakukan komunikasi dua arah yang berlangsung terus menerus untuk meningkatkan kerjasama dalam mengelola permasalahan baik itu yang bersifat kebijakan, strategi dan teknis, dan berbagai permasalahan dibidang lingkungan. Secara terminologi peran serta masyarakat dapat diartikan sebagai suatu cara melakukan interaksi antara dua kelompok. Kelompok yang selama ini tidak diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan (non-elite) dan kelompok yang selama ini melakukan pengambilan keputusan (elite). Banyak yang memandang peran serta masyarakat semata - mata sebagai penyampaian informasi (public information), penyuluhan, bahkan sekedar alat komersialisai agar kegiatan tersebut dapat berjalan tanpa hambatan dan mendapat dukungan dari masyarakat. Karenanya, peran serta masyarakat tidak saja digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, tetapi juga digunakan sebagai tujuan.

Menurut Sudharto P. Hadi dalam Absori (2001 : 74) merinci peran serta masyarakat sebagai berikut :

2.4.1 Peran Serta Masyarakat sebagai suatu Kebijakan

(29)

21

2.4.2 Peran Serta Masyarakat sebagai Strategi

Penganut paham ini mendalilkan bahwa peran serta masyarakat merupakan strategi untuk mendapatkan dukungan masyarakat (public support). Pendapat ini didasarkan kepada suatu paham bahwa bila masyarakat merasa memiliki akses terhadap pengambilan keputusan dan kepedulian masyarakat kepada tiap tingkatan pengambilan keputusan didokumentasikan dengan baik, maka keputusan tersebut akan memiliki kredibilitas. Didasarkan kepentingan bersifat praktis hanya untuk digunakan apabila diperlukan agar mendapat kepercayaan dari masyarakat, seolah-olah mereka juga ikut ambil bagian dalam proses pemecahan masalah yang dihadapi.

2.4.3 Peran Serta Masyarakat sebagai Alat Komunikasi

Peran serta masyarakat didayagunakan sebagai alat untuk mendapatkan masukan berupa informasi dalam proses pengambilan keputusan. Persepsi ini dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa pemerintah dirancang untuk melayani masyarakat, sehingga pandangan dan preferensi dari masyarakat tersebut adalah masukan yang bernilai guna mewujudkan keputusan yang responsif. Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan informasi apa saja yang penting dilakukan oleh para pemegang kekuasaan. Pemerintah menyadari bahwa dan informasi yang dimiliki tidak sepenuhnya bisa digunakan lagi sehingga butuh bantuan informasi yang akurat dan lebih matang untuk mengurangi distorsi antara strategi dan kebijakan yang diambil.

2.4.4 Peran Serta Masyarakat sebagai Alat Penyelesaian Sengketa

(30)

22

rasa ketidakpercayaan (misstrust) dan kerancuan (biasess). Dengan semakin meningkatnya derajat konflik atau masalh yang dihadapi maka perluu melakukan terobosan baru untuk mengurangi permasalahan yang ada. Perlu melibatkan seluruh elemen struktur sosial dalam memecahkan masalah ini dan diikuti oleh kesadaran penuh dari masyarakat dalam melakukan kegiatannya.

2.4.5 Peran Serta Masyarakat sebagai Terapi

Menurut persepsi ini, peran serta masyarakat dilakukan sebagai upaya untuk "mengobati" masalah-masalah psikologis masyarakat seperti halnya perasaan ketidak berdayaan (sense of powerlessness), tidak percaya diri dan perasaan bahwa diri mereka bukan komponen penting dalam masyarakat. Peran serta yang dilakukan pada masyarakat semata-mata hanya sebagai karena tuntutan untuk menghibur masyarakat dengan kesadaran palsu dari pihak elit dalam hal ini adalah perusahaan dan pemerintah.

2.5 Simulakra

(31)

23

sering terlihat ditelivisi atau media. Dan simulasi total menjadi manipulasi mutlak yang menjadi bagian masyarakat. Ketika tidak ada lagi kebenaran atau realitas, maka tanda tidak lagi dapat di percaya. Simulasi adalah sesuatu yang nyata menjadi sangat nyata (hiperrealitas). Dalam dunia simulasi yang cantik lebih cantik, yang lebih benar dari benar.

(32)

24 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dipakai adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kualitatif memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip gejala yang ada dalam kehidupan sosial (Bambang Rudito dan Melia Femiola, 2008:78). Dengan menggunakan penelitian kualitatif, peneliti akan memperoleh infomasi atau data yang lebih mendalam mengenai peran serta masyarakat dalam program Medan Green and Clean dalam mengelola lingkungan hidupnya di Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan perjuangan. Dalam pendekatan penelitian kualitatif yang menjadi sasaran kajian atau penelitian adalah kehidupan sosial adalah satu kesatuan atau sebuah kesatuan yang menyeluruh.

Penelitian deskriptif adalah menggambarkan secara terperinci karakeristik suatu individu atau kelompok, gejala, fenomena,aksi dan reaksi dan lain-lain yang berhubungan dengan dunia sosial yang merupakan objek penelitian. Penelitian dilakukan tidak semata-mata melihat dan mengobservasi tetapi juga menganalisa, mengkategorikan, memperbandingkan, menafsirkan, dan lain sebagainya. Sehingga ditarik kesimpulan yang bersifat deduktif.

3.2 Lokasi penelitian

(33)

25

dkunjungi oleh pihak unilever dengan jumlah kader inti sebagai 40 orang. Sebagai masyarakat yang ikut berperan serta dalam program yang dilakukan adalah sebagai pembangunan yang berkelanjutan yang secara langsung masyarakat ikut terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan.

3.3 Unit Analisis dan Informan 3.3.1 Unit Analisis

Unit analisis adalah sasaran dari penelitian. Seperti apakah peran serta yang dilakukan masyarakat dalam mendukung program kemitraan yang dilakukan oleh masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab sosial pihak perusahaan dalam hali ini adalah PT. Unilever, tbk. Adapun unit analisis dalam penelitian peran serta masyarakat dalam program Medan Green and Clean dalam mengelola lingkungan hidup yaitu masyarakat Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan.

3.3.2 Informan

Adapun yang menjadi orang-orang yang menjadi sumber penelitian ini adalah orang memiliki syarat tertentu dalam penelitian ini yaitu masyarakat Kelurahan Sei Kera Hilir I yang berpartisipasi mulai tahun 2009 sampai penelitian dilakukan terutama warga Gang amal di Jalan gurilla.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Data sebuah penelitian dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu data primer dan studi dokumentasi.

3.4.1 Data Primer

(34)

26

1. Observasi atau pengamatan, adalah menggunakan indera sebagai alat untuk melihat keseharian manusia dalam melakukan aktivitasnya. Dengan menggunakan metode observasi, peneliti dapat mengindentifikasi dan mengkategorikan dan melihat sejauh mana tingkat gejala yang harus diamati dan perlu untuk diteliti. Kemudian mendapatkan data yang lengkap bekenaan dengan masalah sosial dan kaitannya dengan yang lainnya yang mempunyai nilai bagi kehidupan masyarakat atau kelompok yang diteliti.

2. Wawancara mendalam, merupakan proses Tanya jawab yang dilakukan peneliti kepada orang yang menjadi objek penelitian atau informan secara langsung yang berhubungan suatu masalah khusus dengan teknik bertanya bebas dan berpedoman. Bertujuan untuk memperoleh data dan informasi secara lengkap tentang kehidupan sosial atau objek masalah yang akan diteliti yaitu peran serta masyarakat. Wawancara dilakukan berkali-kali dengan membutuhkan waktu yang lama bersama informan dilokasi penelitian. Untuk memudahkan pewawancara dalam melakukan tanggung jawab menggunakan alat bantu perekam atau tape recorder untuk memudahkan peneliti menangkap seluruh informasi yang diberikan informan.

3.4.2 Studi Dokumentasi

(35)

27

yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain.

3.5 Interpretasi Data

(36)

28 3.6 Jadwal Kegiatan

NO Kegiatan Bulan ke

1 2 3 4 5 6 7 8 9

1. Pra Observasi v

2. ACC Judul v

3. Penyusunan Proposal Penelitian v

4. Seminar Proposal Penelitian v

5. Revisi Proposan Penelitian v

6. Penelitian Ke Lapangan v

7. Pengumpulan Data dan Analisis Data v

8. Bimbingan v

9. Penulisan Laporan akhir v

3.7 Keterbatasan Penelitian

(37)

29

(38)

30 BAB IV

DESKRIPSI LOKASI DAN PROFIL INFORMAN 4.1 Deskripsi Lokasi

Letak Geografis Kelurahan Sei Kera Hilir I tepatnya berada di Kecamatan Medan Perjuangan. Kecamatan Perjuangan merupakan salah satu kecamatan dengan tingkatan kepadatan yang tinggi. Ada pun yang menjadi batas- batas wilayah Kelurahan Sei Kera Hilir I adalah :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Sei Kera Hilir II dan Kelurahan Pahlawan Kecamatan Medan Perjuangan

3. Sebelah Timur Berbatasan dengan Kelurahan Sidorejo dan Medan Estate 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan

Medan Perjuangan. 4.2 Potensi Kelurahan

4.2.1 Jumlah Penduduk

(39)

31

Tabel 1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Jumlah Jenis Kelamin

Laki – Laki Perempuan

Jumlah Penduduk 2011 7489 7592

Jumlah Penduduk 2010 7487 7574

(Sumber: Data Kelurahan Sei Kera Hilir I 2011) 4.2.2 Agama dan Kepercayaan

Penempatan agama dan kepercayaan dalam membentuk sautu kelompok dalam membentuk suatu kelompok mempunyai faktor yang penting, karena dalam agama merupakan salah satu identitas yang mempunyai kedudukan yang tinggi dalam suatu masyarakat. Dari data yang didapat masyarakat yang terlibat merupakan satu agama, dari 20 keluarga yang terlibat semuanya adalah agama yang sama yaitu Islam. Berikut komposisi Penduduk berdasarkan Agama yang Dianut penduduk Sei Kera Hilir I.

Tabel 2. Agama dan Kepercayaan

Agama Laki- laki Perempuan

Islam 5661 5735

Kristen Protestan 1138 1150

Khatolik 593 613

Hindu 31 34

Budha 62 55

Konghucu 4 5

Kepercayaan - -

(40)

32

(Sumber : Data Kelurahan Sei Kera Hilir I 2011) 4.2.3 Kewarganegaraan

Kewarganegaraan adalah merupakan salah yang penentu kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, kewarganegaraan juga menentukan proses pengambilan keputusan dalam masyarakat. Warga negara yang baik juga melandasi kebersamaan dalam pembentukan solidaritas masyarakat. Berdasarkan dari data Kelurahan Sei Kera Hilir I kewarganegaraan penduduk disini semaunya adalah warga Negara Indonesia asli. Warga Negara Indonesia menurut jenis kelamin Laki-laki adalah 7489, sedangkan Perempuan berjumlah 7592. Jumlah total adalah 15. 081 orang.

(Sumber : Data Kelurahan Sei Kera I tahun 2011) 4.2.4 Jumlah Keluarga

Jumlah keluarga dari data Kelurahan tahun 2011 adalah 3806. Sebanyak 20 Keluarga tinggal di Lingkungan IV Gang Ama. Perbandingan kepala keluarga laki masih mendominasi dari pada kepala keluarga perempuan. Jumlah keluarga yang terlibat dalam peran serta masyarakat dalam program Medan Green and Clean adalah 20 Kepala Keluarga, 20 Kepala Keluarga tersebut bertempat tinggal di Gang Ama. Dengan perkiraan jumlah Kepala Keluarga masih didominasi oleh Laki-laki dengan Jumlah 3468 Kepala Keluarga sedangkan Kepala Keluarga perempuan 338 Kepala Keluaraga. Jumlah total 3806 Kepala Keluarga.

(41)

33 4.3. Ekonomi Masyarakat

Salah satu Indikator dalam yang mempengaruhi masyarakat untuk terlibat aktif dalam peran serta masyarakat adalah sektor ekonomi. Sektor ekonomi di kelurahan ini masih didominasi ekonomi kelas menengah kebawah. Dari data kelurahan tahun 2011. Berikut komposisi kesejahteraan keluarga Sei Kera Hilir I.

4.3.1 Kesejahteraan Keluarga

Tabel 3. Jumlah Tingkat Kesejahteraan Keluarga

Jumlah Keluraga Prasejahtera -Keluarga

Jumlah keluarga Sejahtera 1 408 Keluarga

Jumlah Keluarga Sejahtera 2 991 Keluarga

Jumlah Keluarga Sejahtera 3 2142 Keluarga

Jumlah Keluarga Sejahtera 3 Plus 265

Total Jumlah Kepala Keluarga 3806

(Sumber: Data Kelurahan Sei Kera Hilir I 2011) 4.3.2 Struktur Mata Pencaharian

(42)

34 Tabel 4. Mata Pencaharian Masyarakat

Pemilik usaha jasa transportasi dan perhubungan 1 Orang

Buruh usaha jasa transportasi dan perhubungan 24 Orang

Pemilik usaha informasi dan komunikasi 2 Orang

Buruh usaha jasa onformasi dan komunikasi 30 Orang

Kontarktor 12 Orang

Pemilik usaha jasa hiburan dan pariwisata - Orang

Pemilik usaha hotel dan penginapan - Orang

Buruh usaha jasa hiburan dan pariwisata 15 Orang

Buruh usaha hotel dan penginapan 18 Orang

Pemilik usaha warung, rumah makan dan restoran 16 Orang

Petani 3 Orang

Buruh tani - Orang

Buruh migran perempuan - Orang

Buruh migran laki- laki - Orang

Pegawai negeri sipil 512 orang

Pengerajin industri rumah tangga 6 orang

Pedagang keliling 41 orang

Peternak - Orang

Nelayan - Orang

Montir 1 Orang

Dokter swasta 4 Orang

Bidan swasta 4 Orang

Perawat swasta 2 orang

Pembantu rumah tangga 42 orang

(43)

35

POLRI 6 orang

Pensiunan PNS/TNI/POLRI 322 orang

Pengusaha kecil dan menengah 169 orang

Pengacara 2 orang

Notaris 1 orang

Dosen swasta 45 orang

Karyawan swasta 4345

Sopir 2 orang

Wiraswasta 978 orang

Tidak mempunyai mata pencaharian tetap 1126 orang

Jasa penyewaan peralatan pesta 2 orang

(Sumber : Data kelurahan Sei kera Hilir I 2011) 4.3.3 Perkembangan Sarana dan Prasarana

Perkembangan saran dan prasarana dalam menunjang aktivas warga akan mempengaruhi masyarakat untuk ambil bagian dalam proses kegiatan-kegiatan baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta. Sarana dan prasaran yang lengkap atau yang kurang akan menentukan warga untuk berpartisispasi dalam menjaga lingkungannya. Sarana dan prasarana merupakan salah satu hal yang penting dalam menunjang kegiatan atau aktivitas masyarakat adalah sebagai berikut:

Tabel 5. Jumlah Sarana dan Prasaran

Jumlah MCK Umum - Unit

Jumlah Posyandu 8 unit

Jumlah Kader Posyandu aktif 45 orang

Jumlah pembina posyandu 8 orang

Jumlah dasawisma 13 dasa wisma

(44)

36

Jumlah kader bina keluarga balita aktif 6 orang

Jumlah petugas lapangan KB aktif 13 orang

Jumlah kader kesehatan lainnya 8 orang

Buku rencana kegiatan posyandu Diisi

Buku data pengunjung posyandu Diisi

Buku Kegiatan pelayanan posyandu Diisi

Buku administrasi posyandu lainnya 10 jenis

Jumlah kegiatan pembersihan lingkungan 3 jenis

Jumlah kegiatan pengobatan gratis 2 jenis

Jumlah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk 2 jenis

(45)

37 4.4 Profil Informan

4.4.1 Informan Pertama Nama : Vani Umur : 17 Pendidikan : SMA

Vani merupakan salah satu Pemudi yang ikut menyelenggarakan kegiatan ini. Sampai saat ini vani merupakan salah anggota yang cukup aktif dalam program ini. Vani juga merupakan salah satu anggota yang masih ikut dan tinggal bersama pemuda lainnya untuk berperan serta. Vani sudah Aktif sejak tahun 2009 sampai sekarang (2012).

Menurut Vani bahwa program Medan Green and Clean ini telah banyak mendapat apresiasi penghargaan dari kota Medan sendiri maupun dari Jakarta (pihak Unilever), dalam kompetisi yang dilakukan Keplingnya mendapat penghargaan kepling terbaik yaitu dengan mendapatkan Juara I sekota Medan, sedangkan Untuk kategori lingkungan mendapatkan juara II. Dia juga menambahkan bahwa untuk penghargaan ini belumlah mencukupi karena belum ada kepuasaan, karena hanya mendapatkan Juara II untuk lingkungan. Mendapatkan penghargaan sebagai terbaik sekota Medan merupakan bukan hal mudah bagi mereka karena semua Lingkungan yang mengikuti saling bersaing antara lingkungan, strategi untuk mencapai target pun mereka lakukan.

(46)

38

dari lembaga pertanian dan penyuluhan. Sedangkan untuk pembuat pot- pot bunga adalah kreativitas bapak keplingnya sendiri, Vani saling bantu dengan pemuda lainnya dalam menjaga lingkungan karena selain indah, lingkungan mereka menjadi sehat. Dan merasa nyaman dengan keadaan lingkungan yang nyaman ini. Vani mengakui sebelum diadakannya kegiatan ini mereka sudah aktif menjaga lingkungan seperti dengan membuat pot- pot bungan dan menjaga kelestarian lingkungan seperti tidak membuang sampah pada tempatnya. Jadi ketika program medan green ini dilakukan pemerintah hanya memfasilitasi memberi pengarahan mereka yang menjalankannya. Vani sendiri cukup menjalankan kegiatan ini sendiri tanpa ada pihak luar yang untuk mengurusinya lagi. Karena warga sendiri yang saling bantu, karena ada juga Gang yang lain ikut dalam program ini dan itu kita saling bantu, kadang mereka kesini dan kami pun pergi kesana untuk membantu orang itu. Selain itu mobilisasi cukup baik karena disetiap ada kegiatan selalu siap dan sedia untuk terlibat tak terkecuali dengan program Medan Green dan Clean ini.

Ada juga dari pemerintah yang ikut dalam kegiatan ini baik dari pemerintah daerah kota Medan sendiri maupun dari tingkat pusat mereka datang memberi bantuan baik berupa penyuluhan, penyuluhan yang mereka lakukan adalah seperti pelatihan ketrampilan dalam mengelola sampah plastik menjadi berguna, tetapi menurut Vani mereka tidak pernah berjumpa dengan para penyuluh itu, mereka hanya mengetahuinya dari bapak kepling, karena Pak Kepling mereka yang mengurusnya. Sedangkan mereka hanya melakukan sesuai dengan permintaan bapak kepling. Kalau dari pihak Unilever sendiri saya tidak tahu apakah mereka datang kesini, yang hanya bapak kepling mereka yang tahu.

(47)

39

keberlanjutan hanya sebatas pada program ini saja. Sepengetahuan Vani Pihak Unilever tidak pernah tahu lagi mereka datang kemari. Selain itu mereka juga terkendala jika hanya mengurusi lingkungan saja, padahal mereka juga butuh waktu dengan kegiatan bekerja sehari- hari.

Menurut Vani pengetahuan mengenai Pemanasan global diketahuinya dari media, teman, dan juga komunitas mereka. Peran serta yang dilakukan ini sudah cukup buat mereka. Dia mengatakan tidak pernah ada paksaan dari pihak yang lain, dengan adanya program ini masyarakat sudah senang dan merasa ada perhatian terhadap lingkungan mereka. Sejak dari dulu sudah ada pengetahuan warga Gang Gurilla untuk merawat dan menjaga lingkungan jauh sebelum datang program Medan Green and Clean.

4.4.2 Informan Kedua Nama :Fitri Umur :28 Tahun Pekerjaan :Guru TK Pendidikan :Strata 1

(48)

40

bunga-bunga dan membuat souvenir dari plastik yang diprakarsai salah satu pekerja sosial yang ikut serta dalam kegiatan ini, (Dewi Budiarti ketua dan pendiri Komunitas Peduli Lingkungan). Daur ulang sperti pemisahan sampah organic dan non organic merupakan salah satu kegiataan kami, yang mereka fokuskan dalam urusan rumah tangga masing-masing. Membuat seperti Bank sampah yang belakangan ini tidak begitu ditanggapi masyarakat karena kurangnya perhatian masyarakat. Kendala- kendala yang mereka hadapi, menurut Fitri, mereka tidak fokus lagi pada dalam menjaga program ini karena kita terbentur waktu untuk kegiatan mereka sehari-hari. Tetapi mereka usahakan mengadakan pertemuan sekali dalam satu minggu untuk melanjutkan program Green and Clean, walupun belakangan ini sudah tidak ada lagi. Dan sebenarnya kegiatan ini sudah dilakukan sejak atau sebelum datangnya program Medan Green and Clean kita sudah menjaga lingkungan mereka tetapi belum serentak melakukannya.

Bantuan yang diberikan oleh pemerintah melalui dinas pertamanan adalah bantuan-bantuan tanaman. Bantuan yang disumbangkan Unilever adalah mendesain cara membuat pot-pot bunga dari barang bekas seperti dari bekas air mineral. Dan memberikan motivasi, juga membuat luang serapan air. Warga lingkungan Gang Ama ini semua ikut terlibat, tetapi yang terutama adalah para pemudanya yang ikut dalam kegiatan ini. Masyarakat juga berhak mendidik pemuda-pemudi kita untuk ikut melestarikan lingkungan.

(49)

41

beberapa bantuan yang diberikan oleh para donator kami hanya melaksanakan kegiatan ini.

4.4.3 Informan Ketiga Nama :Surati Umur :46 Tahun

Pekerjaan :Pedagang Keliling Pendidikan :SMP

Menurut Surati sudah lama dia tahu dengan program Medan Green and Clean, dia banyak memberikan saran dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan ini. Karena selain memberikan kesempatan pada pemuda-pemudinya juga karena masalah waktu untuk tetap berdagang. Pemuda lebih banyak memegang peranan dari pada orang tua seperti mereka. Surati yang berprofesi sebagai pedagang keliling ini juga menambahkan bahwa dia hanya mempunyai sedikit waktu dalam melakukan program ini karena terbentur waktu, tetapi dia juga mengatakan bahwa waktu yang sedikit mereka luangkan untuk tetap memotivasi para pemudanya.

(50)

42

program ini,seperti mengumpulkan barang bekas, pembuatan tong sampah dari ban-ban bekas, pot-pot bunga dari bekas minuman mineral.

Menurut Surati juga peran pemerintah belum mencukupi dengan hanya menyumbang sejumlah mesin-mesin pengolah sampah organic menjadi pupuk dan pencacah barang-barang bekas. Pihak Unilever sendiri pasca di gelarnya program ini sudah jarang datang ke lingkungan mereka. padahal sebelumnya mereka sering datang ke lingkungan Gang Ama ini.

Dalam melaksanakan kegiatan ini terus berlanjut, dia menambahkan bahwa sesama warga akan berkontribusi agar nantinya tidak hanya sebatas kompetisi dilakukan. Para warga dilingkungan VI sering berkumpul untuk melakukan tugas masing-masing. Dengan adanya pemanasan global yang sudah semakin dirasakan sekarang ini paling tidak mereka sudah berkontribusi untuk mengolah lingkungan menjadi lebih segar, bersih dan indah. Walaupun masyarakat Sei Kera Hilir I juara dalam perlombaan ini bukan berarti mereka yang lain tidak baik karena kalau cepat berpuas diri, tidak adalagi persaingan dalam mengolah lingkungan.

Dampak dari kegiatan ini sudah banyak mempengaruhi saya dalam menjaga lingkungan, tidak lagi buang sampah sembarangan, walaupun itu bukan tempat tinggal kita. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam mengolah lingkunagan sudah ada kita tanamkan pada generasi yang lebih muda walaupun sifatnya masih mengolah lingkungan rumah tangga. Sebenarnya kami khususnya lingkungan IV Gang Ama ini sudah sejak dulu kami mengolah lingkungan, sebelum datangnya pihak-pihak yang memanfaatkan lingkungan ini untuk kompetisi, tetapi karena tercium oleh pihak media atau perusahaan. Mereka datang dan membuat program ini.

(51)

43

pengetahuan tentang menjaga lingkungan mereka sendiri dimasa yang akan datang. Peran serta sudah cukup melibatkan masyarakat tetapi belum dimaksimalkan dengan membuat pengarahan dan motivasi dari para penyokong kegiatan ini.

4.4.4 Informan Keempat Nama :Alex

Umur :45 Tahun

Pekerjaan :Kepala Lingkungan IV/ Humas Unilever wilayah Medan Pendidikan :SMA

Pak Alex merupakan salah satu kader fasilitator yang ikut pelatihan oleh pihak Unilever. Pelatihan yang mereka dapatkan adalah seperti pembuatan kompos dari sampah organik dan daur ulang sampah serta pelatihan kepemimpinan. Saat ini Pak Alek juga masih menjabat sebagai Kepala Lingkungan di lingkungan IV Gang Ama. Selain itu setelah mengikuti pelatihan dari Pihak Unilever sendiri sudah menjabat sebagai Humas (Hubungan masyarakat) Unilever wilayah kota Medan. Pak Alex juga menerima Juara Kepala Lingkungan terbaik sekota Medan dalam Program Medan Green and Clean ini. Lingkungan mereka sendiri mendapat Lingkungan terbaik kedua sekota Medan.

(52)

44

Nilai-nilai yang masih kita pertahankan sudah cukup minim, memang jika satu suku lebih muda untuk mengkoordinirnya, istilahnya kita sudah mempunyai satu hubungan yang membuat kita kompak dalam melakasanakan kegiatan ini. Menurutnya jika masyarakat satu suku tidak bisa ditawar lagi itu dasar kekompakan untuk menjalankan suatu kegiatan , tidak ada iri, atau dengki. Untuk peran serta lebih banyak memilih lingkungan dalam lingkungannya itu satu suku, karena lebih mudah komunikasi, dan lebih sukses.

Peran masyarakat di kota Medan ini sendiri sebenarnya mereka mau tetapi mereka terkendala biaya dan waktu. Untuk mengolah lingkungan atau daur ulang sampah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi masyarakat diwalayah mereka masih didominasi ekonomi menengah kebawah, jadi susah menerapkannya. Tetapi kalau masyarakatnya lumayan kegiatan menolah lingkungan sukses juga tetapi hanya sebatas pada kompetisi berlangsung.

Lingkungan Gang Ama ini harapkan akan terus berkelanjutan, kuncinya masyarakat yang menjadi penentu dari program ini, berlanjut atau tidaknya program ini. Masyarakat harus sama-sama bekerja, tidak hanya bertumpu pada satu orang. Jika kejadiannya seperti ini, kegiatan itu lambat laun akan mengalami kemandegan. Menurutnya masyarakat sebelum di lakukannya program medan green and clean ini. Masyarakat tidak peduli lingkungannya hanya sebatas mengurangi saja.

(53)

45

ini yaitu Rp. 11.000.000.-. Unilever selaku dominan tidak bisa memberikan dana yang banyak karena sekali memberikan bantaun pada setiap kota, hampir mencapai puluhan lingkungan binaan.

Masyarakat disini yang aktif berperan serta tidak lebih dari 20 orang dari sekitar 40 orang penduduk di Gang ama ini. Makanya kita juga mendapatkan penghargaan dari Badan Lingkungan Hidup, kita terbaik kedua dikota Medan. Penghargaan di berikan pada tahun 2010. Saya sendiri mendapat kepala lingkungan terbaik sekota Medan. Alasan mereka memilih lingkungan kita karena gangnya kecil, masyarakatnya peduli lingkungan. Kemauan masyarakatlah yang menjadi poin utama, kalau kemauan masyarakat rendah, susah juga kita untuk menjaga lingkungan kita.

Program ini sebenarnya belum mencukupi harusnya setiap gang dikota medan ini mempunyai kegiatan yang sama dengan mereka. Kalau hanya berharap dari pemerintah, tidak bisa mengolah lingkungan sendiri. Mengolah lingkungan seperti ini tidak dengan biaya yang rendah. Untuk lingkungan ini mereka butuh dana belasan juta untuk mengolah lingkungan menjadi lingkungan percontohan. Warga yang membuat dan mengolah lingkungani, karena warga mulainya pelan-pelan maka biaya yang dikeluarjan tidak begitu besar.

Strategi yang warga lakukan untuk tetap bisa melanjutkan program ini adalah dengan menyempatkan diri dan berbagi waktu antara pekerjaan kepala lingkungan. Untuk menjaga lingkungan tetap lebih hidup dan hijau adalah keinginan masyarakat, kita tidak dipaksa. Pihak Unilever sendiri datang kesini untuk melihat bagaimana lingkungan kami karena saya juga bagian dari pihak Unilver sendiri.

(54)

46

yang tidak mau, kita tinggalkan. Kalau masyarakat sudah dominan ikut serta dalam kegiatan ini, sosialisasi kita lebih mudah, dan pekerjaan kita lebih mudah. Masyarakatlah yang menjadi penentu kita jalan atau tidak. Dan menurutnya lagi, juga tidak boleh paksakan masyarakat untuk ikut bagian dari program ini, karena kalau ada paksakan, mereka juga tidak maksimal. Seperti dalam program ini yang aktif itu hanya sekitar 20 orang saja, itu saja sudah cukup untuk menjaga lingkungan mereka, khusunya Gang Ama.

4.4.5 Informan Kelima Nama :Poniman Umur :50 Tahun Pendidikan :SMP

Pekerjaan :Pedagang keliling

Pak Poniman merupakan salah satu warga yang sudah cukup lama tinggal di lingkungan IV. Pak poniman merantau dari Kisaran pada tahun 1978 untuk mengadu nasib ke Kota Medan. Sampai sekarang Pak Poniman merupakan salah satu warga yang mempunyai pengalaman hidup termasuk dalam pengelolaan Lingkungan Hidup. Sebagai masyarakat yang cukup lama tinggal didaerah ini Pak Poniman memotivasi anak muda termasuk anaknya untuk ikut dalam kegiatan ini.

(55)

47

mereka. Setelah datangnya kegiatan ini mereka lebih peduli dan lebih memahami cara mengolah lingkungannya.

Program Medan Green and Clean ini sendiri dilakukan para pemuda-pemudinya yang lebih aktif karena mempunyai waktu yang cukup. Dibantu oleh Kepala lingkungan setempat. Baginya pemudalah yang menentukan bagaimana kegiatan ini berlanjut atau tidaknya, karena pemudalah yang menjadi generasi yang akan datang. Tetapi belakangan ini para pemuda disini tidak seantusias sepertai tahun pertama kegiatan ini dilakukan. Karena pemuda yang sebelumnya aktif di lingkungan mereka sudah banyak yang pindah. Hanya tinggal beberapa pemuda saja yang tinggal di lingkungan ini, jadi untuk tetap melanjutkan kegiatan ini sudah agak sulit untuk keadaan sekarang ini. Jika dulu pemuda berkumpul setiap 2 kali seminggu untuk mengikuti kompetisi ini tetapi setelah diadakannya Program medan green and clean ini. Mereka berkumpul kalau ada saja kegiatan, kalau tidak ada kita tidak kumpul. Banyak yang sudah tidak punya waktu lagi mengurus ini. Pak Poniman sudah tidak lagi aktif lagi kegiatan ini, karena dia sendiri tidak punya waktu banyak karena berjualan.

(56)

48

Pak Poniman menyumbangkan tenaga dan pikiran kami untuk program ini tetapi belakangan ini warga lingkungan kita tidak begitu peduli lagi. Harapan selanjutnya kita tidak lagi hanya sebagai pelengkap dari kegiatan tetapi kita juga yang berkreatif untuk kita sendiri. Pak Poniman melakukan kegiatan ini karena memang terdorong dan sejak dulu sudah mengolah lingkungan Gang Ama. Walaupun seperti mengolah sampah dan mendaur ulang sampah tidak begitu mereka tahu pengolahannya. Mereka mengharapkan program ini menjadi percontohan. Menurutnya hutan kota terbentuk dari Gang dulu yang menjadi penghasil oksigen dan kita bisa mengurangi pengunaan AC atau kipas pada malam hari, dengan banyaknya pohon atau tumbuhan di lingkungan semakin menambah kadar oksigen yang dapat membuat udara disekitar menjadi lebih sejuk.

Bapak poniman sendiri sudah tinggal Gang ama kelurahan Sei Kera hilir I satu sudah lebih dari 34 tahun. Mereka dari dulu sudah membuat pot bunga didepan rumah. Nilai pengelolaan lingkunagan mereka memang minim, kalau mereka diajak untuk bekerja untuk mengolah lingkungan hidup mereka siap tetapi dengan aturan dan konsep yang lebih berkelanjutan serta transparan.

4.4.6 Informan Keenam Nama : Pak Ucok Umur :34 Tahun Pekerjaan :Pedagang Pendidikan :SMA

(57)

49

tetapi dengan pemberdayaan masyarakat. Tetapi masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas dan tepat.

Menurut Pak Ucok Kegiatan ini sendiri yang lebih tahu adalah Kepala lingkungan, dia adalah salah satu fasilitator yang di kaderisasi oleh pihak Unilever. Sehingga informasi mengenai cara dan konsep Medan Green and Clean kepala lingkungan mereka yang menjadi penanggung jawab. Bantuan yang diberikan kepada mereka yang Pak Ucok tahu adalah pemberian bibit bunga, alat pencacah kompos, pencacah sampah. Bantuan diberikan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH). Tim Kreativitas dipelopori oleh ketua Komunitas Peduli Lingkungan( Kopling) Ibu Dewi Budiarti yang juga merupakan salah satu pemilik Harian Waspada. Ibu budiarti sendiri yang memuat segala berita mengenai program mereka.

Dalam menjalankan program ini para warga disini saling membantu, ada juga warga dari lingkungan yang lain untuk membantu kita dalam melancarkan program ini, sebaliknya kalau mereka ada kegiatan kita juga ikut membantu mereka. Bantuan yang mereka adalah membuat resapan air anti banjir juga membuat pot-pot bunga dari botol plastik. Nilai yang masih kita pertahankan seperti menanam pohon dan tidak membuang sampah secara sembarangan. Setelah dilakukannya kegiatan ini perilaku masyarakat menjadi lebih terkoodinir dalam mengelola sampah masing-masing seperti tidak lagi membuag sampah secara sembarangan, mandiri mengelola sampah masing-masing, lebih menghargai lingkungan. Anggota yang aktif sampai sekarang sudah tidak banyak lagi. Kita tidak lagi bergerak secara kolektif lagi tetapi lebih kepada pengelolaan tempat tinggal mereka.

(58)

50

lingkungan mereka merupakan Gang buntu dan sempit. Mereka memilih pilihan yang seperti karena membuktikan kalau gang kecil seperti apapun itu bisa tetap ramah lingkungan. Saya akan terus berkontribusi dalam mengelola lingkungan ini walaupun secara per rumah tangga saja. Masyarakat lingkungan ini cukup solid dalam melaksanakan kegiatan apapun itu, begitu juga pertama dilakukannya kegiatan jarang yang tidak setuju atau pro – kontra diantara mereka.

Strategi yang yang dilakukan mereka untuk ikut serta dalam kegiatan ini cukup beragam ada yang memberikan ban bekas untuk pembuatan tempat sampah, memeberikan lahan mereka yang sempit untuk bisa ditanami bunga-bungaan. Mereka juga pandai membagi waktu. Karena program ini adalah kegiatan yang tidak harus di dilakukan setiap waktu jadi bisa membagi waktu. Mereka berbagi tugas seperti para pemudanya yang berkumpul dan bekerja dilapangan untuk menyiapkan persiapan pemebuatan resapan air atau pemgolahaan sampah organik menjadi kompos. Kemudian mereka menjual kompos. Uang hasil penjaulan kompos itu mereka gunakan kembali membenahi kekurangan program ini.

4.4.7 Informan Ketujuh Nama : Iin Umur :22 Tahun Pekerjaan :Mahasiswa

Pendidikan :Mahasiswa Semester III

Figur

Tabel 1. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin . View in document p.39
Tabel 2. Agama dan Kepercayaan
Tabel 2 Agama dan Kepercayaan . View in document p.39
Tabel 3. Jumlah Tingkat Kesejahteraan Keluarga
Tabel 3 Jumlah Tingkat Kesejahteraan Keluarga . View in document p.41
Tabel 4. Mata Pencaharian Masyarakat
Tabel 4 Mata Pencaharian Masyarakat . View in document p.42
Tabel 5. Jumlah Sarana dan Prasaran
Tabel 5 Jumlah Sarana dan Prasaran . View in document p.43

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : Peran Serta Masyarakat Dalam Program Medan Green And Clean (Study Deskriptif: Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kelurahan Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan) Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Defnisi Konsep Peran serta Masyarakat dalam mengelola Lingkungan hidup Teori Tindakan Sosial KAJIAN PUSTAKA Peran Serta Masyarakat sebagai suatu Kebijakan Peran Serta Masyarakat sebagai Strategi Peran Serta Masyarakat sebagai Alat Komunikasi Data Primer Studi Dokumentasi Jenis Penelitian Lokasi penelitian Interpretasi Data Jadwal Kegiatan Keterbatasan Penelitian Jumlah Penduduk Agama dan Kepercayaan Kewarganegaraan Kesejahteraan Keluarga Tabel 3. Jumlah Tingkat Kesejahteraan Keluarga Struktur Mata Pencaharian Informan Pertama Profil Informan Informan Kedua Profil Informan Informan Ketiga Profil Informan Informan Keempat Profil Informan Informan Kelima Profil Informan Informan Keenam Profil Informan Informan Ketujuh Profil Informan Informan Kedelapan Profil Informan Informan Kesembilan Profil Informan Awal Keberadaan Program Medan Green and Clean Latar Belakang Peran Serta Masyarakat dalam Program Medan Green and Clean Nilai-nilai Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan Peran Serta Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan Berkelanjutan dalam Program Medan Green and Clean Tindakan Sosial Murni Tindakan Sosial dalam Program Medan Green and Clean Tindakan Tidak Sepenuhnya Murni Tindakan yang dibuat-Buat afeksi Tindakan Atas Kebiasaan Tindakan Sosial dalam Program Medan Green and Clean Peran Serta Sebagai Kebijakan dari Unilever Peran Serta Masyarakat sebagai Strategi