Strategi Pengembangan Usaha Pada Jasa Warung Internet GINPI Perumnas Simalingkar Medan

76  58  Download (0)

Teks penuh

(1)

point is necessary to have a strategy to remain competitive and to further expand its business even compared with its competitors.

Tocreateabusiness developmentstrategyis neededSWOT analysis, wheretheuse ofSWOTanalyzes, will bethe stagegroupingof internal and externalfactorsof business, thenstageEFASIFAS, Cartesiandiagrams, andSWOT Matrix. After that, findingbusiness development strategiesthatcan be applied.

The results showedthatGINPIInternet pointis locatedinquadrantI. InCartesiandiagramwheregreaterstrengththanWeakness,

OpportunityandThreatgreaterthan. Based ontheSWOTanalysis ofthestrategies thatcanbe appliedGINPIInternet pointisa strategythatwillsupportaggressive.

Strategies that supportan aggressivepolicyonInternet pointisGINPIDiversificationandMarket PenetrationStrategies, as well asfouralternativestrategiesSO(Strength Opportunity).

Keywords: informationtechnology, internet, SWOTAnalysis, EFASIFAS,Cartesiandiagram,SWOTmatrix, DiversificationStrategy, andMarket PenetrationStrategiesSO(Strength Opportunity).

(2)

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PADA JASA WARUNG INTERNET GINPI PERUMNAS SIMALINGKAR MEDAN

Nama : EQY GUSTI I S K

NIM : 090907052

Prodi : Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Pembimbing : Kariono, M.Si

ABSTRAK

Teknologi informasi (TI) kini berkembang amat pesat. Saat ini, dunia telah

mengenal suatu teknologi yang dinamakan internet. Melalui internet, semua orang dapat

berkomunikasi dengan orang lain yang berada di berbagai belahan dunia. Indonesia yang

merupakan negara berkembang, memiliki kebutuhan informasi yang sangat tinggi, dan

salah satu alat untuk memperoleh informasi tersebut yang dirasakan paling sesuai adalah

Internet. Pemenuhan akan akses Internet yang murah dan cepat saat ini hanya bisa

diberikan oleh warung internet (warnet). Beberapa teknologi akses internet yang sekarang

diberitakan memberikan biaya yang murah pun, jika diperhatikan, ternyata tetap mahal.

Harga perangkat komputer, baik perangkat keras maupun lunak, masih tidak terjangkau

oleh sebagian besar masyarakat kita sehingga kebutuhan akan warung internet (warnet)

akan selalu ada. Khususnya dibidang game online. Semakin majunya perkembangan

jaman, para pelanggan internet mencoba suatu situs yang dimana situs itu merupakan

situs permainan yang menghubungkan jaringan internet keseluruh dunia. Jadi dapat

bermain permainan dalam dunia maya. Oleh sebab itu, kesempatan itu tidak disia-siakan

oleh Warung internet GINPI. Dengan membuka warung internet khusus game online. Di

(3)

ini perlu memiliki strategi untuk dapat tetap bersaing dan bahkan dapat lebih

mengembangkan usahanya dibanding dengan para kompetitornya.

Untuk menciptakan suatu strategi pengembangan usaha diperlukan analisis

SWOT, dimana dalam menganalisis menggunakan SWOT, akan dilakukan tahap

pengelompokkan faktor internal dan eksternal usaha, kemudian tahap EFAS IFAS,

diagram Cartesius, dan Matriks SWOT. Setelah itu, maka didapatlah strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung internet GINPI berada di kuadran

I. Pada diagram Cartesius dimana Strength lebih besar daripada Weakness, dan Opportunity lebih besar daripada Threat. Berdasarkan Analisis SWOT tersebut pada strategi yang dapat diterapkan Warung internet GINPI adalah strategi yang mendukung

akan agresif. Strategi yang mendukung kebijakan agresif pada Warung internet GINPI

adalah Strategi Diversifikasi dan Penetrasi Pasar, serta empat alternatif strategi SO

(Strength Opportunity).

Kata Kunci : Teknologi informasi, Internet, Analisis SWOT, EFAS IFAS,

Diagram Cartesius, Matriks SWOT, Strategi Diversifikasi, Penetrasi Pasar

(4)

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PADA JASA WARUNG INTERNET GINPI PERUMNAS SIMALINGKAR MEDAN

Name : EQY GUSTI I S K

NIM : 090907052

Dept : Science Business Administration

Faculty : Social Science and Political Science

Advisor : Kariono, M.Si

ABSTRACT

(5)

point is necessary to have a strategy to remain competitive and to further expand its business even compared with its competitors.

Tocreateabusiness developmentstrategyis neededSWOT analysis, wheretheuse ofSWOTanalyzes, will bethe stagegroupingof internal and externalfactorsof business, thenstageEFASIFAS, Cartesiandiagrams, andSWOT Matrix. After that, findingbusiness development strategiesthatcan be applied.

The results showedthatGINPIInternet pointis locatedinquadrantI. InCartesiandiagramwheregreaterstrengththanWeakness,

OpportunityandThreatgreaterthan. Based ontheSWOTanalysis ofthestrategies thatcanbe appliedGINPIInternet pointisa strategythatwillsupportaggressive.

Strategies that supportan aggressivepolicyonInternet pointisGINPIDiversificationandMarket PenetrationStrategies, as well asfouralternativestrategiesSO(Strength Opportunity).

Keywords: informationtechnology, internet, SWOTAnalysis, EFASIFAS,Cartesiandiagram,SWOTmatrix, DiversificationStrategy, andMarket PenetrationStrategiesSO(Strength Opportunity).

(6)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era globalisasi saat ini, teknologi informasi (TI) kini berkembang amat pesat. Saat ini, dunia telah mengenal suatu teknologi yang dinamakan internet. Melalui internet, semua orang dapat berkomunikasi dengan orang lain yang berada di berbagai belahan dunia. Melalui media ini pula mereka dapat memperoleh dan menyampaikan berbagai informasi yang dibutuhkan kapan dan dimana saja. selain itu melalui internet setiap orang dapat mengakses informasi-informasi yang dibutuhkan dengan mudah, cepat dan murah. Dengan adanya jaringan global, internet dapat diakses 24 jam sehari. Begitu memerlukan informasi tertentu, dalam hitungan detik kita dapat memperolehnya hanya dengan cara mengakses internet. Dapat dibayangkan betapa besarnya peranan media internet dalam kehidupan kita.

Peranan internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan informasi global. Indonesia yang merupakan negara berkembang, memiliki kebutuhan informasi yang sangat tinggi, dan salah satu alat untuk memperoleh informasi tersebut yang dirasakan paling sesuai adalah Internet. Internet merupakan seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global transmission control protocol/internet protocol suite (TCP/IP) atau suatu protokol

(7)

komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon

Sekarang komunitas internet Indonesia meyakini bahwa internet dapat menjadi obat mujarab untuk menjembatani kesenjangan informasi di Indonesia menurut Donny B.U (Saputra 2012:1). Semakin berkembangnya dunia komunikasi dan komputer, teknologi internet menjadi relatif murah dan terjangkau bagi konsumen. Tetapi penggunaan internet oleh sebagian besar masyarakat Indonesia masih dianggap sebagai kegiatan yang mahal. Selain itu mahalnya biaya pulsa telepon menjadikan masyarakat masih enggan untuk memasang internet sendiri dirumah. Sehingga tidak mengherankan bahwa sebagian besar pengguna internet lebih memanfaatkan jasa internet melalui fasilitas komputer di tempat umum. Warung internet merupakan sebuah tempat dimana seseorang bisa mengakses internet. Tempat tersebut biasanya dialokasikan sebagai tempat umum mirip dengan sebuah restoran, sementara biaya sewanya

biasanya dipatok perjam

(8)

banyak pula yang akhirnya gagal dan menutup usahanya. Pada saat tahun 2000-2005 statistik perkembangan usaha warung internet naik menjadi 30% para pengusaha warung internet pada saat itu kebanyakan bisa mendapatkan hasil dan untung yang sangat besar dari usaha warnetnya pada saat itu harga sewa perjam diwarung internet masih di atas 500/jamnya. Bisnis yang cepat balik modal. Sedangkan statistik dari tahun 2005-2010 mulailah peningkatan persentase dari 30% sampai 100% dan menjamurnya para pengusaha yang ingin berpatisipasi

meraup keuntungan besar juga

Di kota Medan, usaha warung internet bisa dikatakan sangat laris, hal ini dapat dilihat dari banyaknya warung internet yang tersedia bahkan di sudut-sudut kota. Para pebisnis mengambil keuntungan dari usaha tersebut. Dengan memiliki peminat tetap sebagai pengguna internet.Akan tetapi dari data yang diperoleh pada tahun 2011 saja, jumlah warung internet di Kota Medan lebih kurang sebanyak 826, namun dari jumlah itu sebanyak 180 unit yang memiliki izin. Pada tahun 2012, angka tersebut bertambahsebanyak 15 persen atau 646 warnet di Medan tidak mengantongi izin dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Medan

(9)

sekolah, mahasiswa bahkan orang dewasa. Warung internet merupakan salah satu peluang bisnis di sektor jasa dengan pasar potensial yang terus berkembang. Kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh satu penyedia jasa warung internet yang terletak di Jalan Tembakau Raya No.69 Perumnas Simalingkar Medan, yaitu Warung Internet GINPI.

Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak warung internet lain yang bermunculan, sehingga menyebabkan persaingan dibisnis ini semakin ketat. Fasilitas yang ditawarkan setiap warung internet adalah sama, hampir tak ditemukan perbedaan yang signifikan, hal ini dapat menyebabkan kurangnya loyalitas pengunjung terhadap sebuah warung internet, maka dari itu menurut saya sebuah warung internet perlu membuat suatu perbedaan dengan cara mengembangkan usaha warung internet tersebut. Pengembangan usaha warung internet diciptakan dengan maksud menambah jumlah pengunjung dan menciptakan loyalitas pengunjung tersebut untuk menambah jumlah pemasukan pemilik usaha warung internet.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Strategi Pengembangan Usaha Pada Jasa Warung Internet GINPI Perumnas Simalingkar Medan”.

1.2Batasan Masalah

Pembatasan masalah merupakan hal yang penting untuk menghindari kesimpangsiuran dalam pembahasan pada penelitian ini. Adapun yang menjadi batasan masalah yang ditelti adalah :

(10)

2. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan strategi dalam mengembangkan usaha warung internet GINPI agar dapat meningkatkan pendapatan bagi pemilik usaha.

3. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan data 3 tahun terakhir pada usaha warung internet GINPI.

1.3Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Faktor-faktor apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam menentukan strategi bisnis yang diterapkan di perusahaan jasa warung internet GINPI Perumnas Simalingkar Medan?

2. Bagaimana strategi bisnis yang tepat dalam pengembangan usaha bisnis jasa warung internet GINPI Perumnas Simalingkar Medan untuk menghadapi persaingan?

1.4Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini, adalah :

1. Mengetahui dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menjadikekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sebagai strategi bisnis yang di terapkan di perusahaan jasa warung internet GINPI Perumnas Simalingkar Medan. 2. Menentukan strategi bisnis yang tepat dalam pengembangan usaha bisnis

jasa warung internet GINPI Perumnas Simalingkar Medan untuk menghadapi persaingan.

1.5Manfaat Penelitian

(11)

1. Bagi warung internet GINPI

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan informasi akan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada para konsumen. Selain itu, sebagai masukan dan informasi akan strategi yang tepat dan dapat menerapkannya dalam kegiatan operasional sehari-hari untuk meningkatkan pelayanannya kepada para konsumen.

2. Bagi penulis

Penelitian ini menambah pengetahuan penulis tentang bagaimana menjalankan suatu bisnis warung internet sekaligus pengaplikasian ilmu-ilmu tentang bisnis yang selama ini dipelajari selama perkuliahan.

3. Bagi peneliti lain

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan ataupun referensi bagi peneliti lain bila ingin melakukan penelitian dengan judul yang sama.

1.6Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini memuat tentang Latar Belakang Penelitian, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan.

BAB II : KERANGKA TEORI

Bab ini terdiri dari Penelitian Terdahulu dan Teori. BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini terdiri dari Bentuk Penelitian, Lokasi Penelitian, Informan Penelitian, Defenisi Konsep, Teknik Pengumpulan Data, dan Teknik Analisis Data.

BAB IV : HASIL PENELITIAN

Bab ini berisi Deskripsi Lokasi Penelitian, Penyajian Data, dan Analisis Data.

BAB V : PENUTUP

(12)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1Penelitian Terdahulu

Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini akan dicantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang pernah penulis baca diantaranya :

Mangiwa (2009) dengan judul Analisis Strategi Bisnis Jasa Warung Internet (Warnet) Studi Kasus Pada Warnet “Global Internet” Kota Depok, pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan diagram SWOT, hasil penelitian menunjukan Faktor Internal dan Eksternal Global Internet berada pada kuadran IV, yaitu Strategi Diversifikasi Konsentrik diantaranya merancang sebuah Situs Portal Informasi, Diversifikasi Horisontal diantaranya menambah usaha foto copy, dan Usaha Patungan.

Lubis (2011), dengan judul Perencanaan Bisnis Warung Internet ”RR Net”, pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan Semakin maraknya penggunaan Internet membuat para pebisnis atau investor melirik peluang ini sebagai usaha yang menjanjikan. Tak hanya konsultan atau pebisnis spesialis, pengusaha tanggung yang hanya memiliki modal pas-pasan pun dapat membangun bisnis ini dengan segenap usaha penekanan terhadap biaya. Seperti yang kita ketahui bahwa investasi awal pada proyek yang berhubungan dengan IT (Information Technology) adalah investasi yang sangat besar. Investasi awal yang ditanam pada

(13)

perangkat keras dan perangkat lunak. Tidak ketinggalan izin usaha yang merupakan hal yang penting.

Saputra (2012), dengan judul Analisis Strategi Bisnis Jasa Warung Internet D-Zen Net Sidoarjo, pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan. Pertama, hasil analisis usaha jasa warung internet D-Zen Net pada diagram Cartesius SWOT, berada pada kuadran IV maka strategi yang dapat diterapkan: melakukan strategi Diversifikasi Konsentrik, melakukan strategi Diversifikasi Horisontal, melakukan strategi Usaha Patungan.

Maulansyah (2012), dengan judul Analisis Faktor Internal Dan Eksternal Melalui Pendekatan SWOT Dalam Upaya Penentuan Strategi Pengembangan Bisnis Di Rumah Makan Khas Sunda Pak H.Ihin Jl. Raya Puncak Km 92 Cipanas Cianjur, menyimpulkan bahwa strategi yang perlu diterapkan adalah dengan strategi agresif, yaitu menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.

(14)

2.2 Strategi

2.2.1 Konsep Strategi

Strategi (Solihin 2012:24) didefenisikan sebagai berbagai cara untuk mencapai tujuan. Sejalan dengan perkembangan konsep manajemen strategik, strategi tidak hanya didefenisikan sebagai cara untuk mencapai tujuan karena strategi dalam konsep manajemen strategik mencakup juga penetapan berbagai tujuan itu sendiri yang diharapkan akan menjamin terpeliharanya keunggulan kompetitif perusahaannya. Menurut Porter dalam Solihin (2012:25) tujuan utama pembuatan strategi oleh perusahaan adalah agar perusahaan mampu menghadapi perubahan lingkungan yang terjadi.

2.2.2 Strategi Bisnis

Strategi bisnis (business strategy) merupakan strategi yang dibuat pada level unit bisnis dan strateginya lebih ditekankan untuk meningkatkan posisi bersaing produk atau jasa perusahaan di dalam suatu industri atau segmen pasar tertentu (Solihin 2012:196). Strategi bisnis sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen, seperti strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional, strategi distribusi, strategi organisasi, dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan.

Pengembangan perencanaan pada level bisnis mencakup hal-hal berikut, yakni:

a. Tujuan unit bisnis.

(15)

2.2.3 Tipe Strategi

Strategi pada tingkat bisnis bertujuan untuk mengembangkan suatu bisnis yang akan memungkinkan perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif atas persaingnya dalam suatu pasar atau industri. David (2006:224) menyatakan ada dua belas tipe strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan yang dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu:

1. Strategi Intergrasi

Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal. Strategi ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk mendapatkan kontrol atas distributor, pemasok, atau pesaing.

a. Integrasi ke depan, yaitu memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali pada distributor atau pengecer. Strategi ini dipilih jika distributor organisasi sangat mahal, mutu distributor terbatas, organisasi bersaing dalam industri sedang bertumbuh, organisasi mempunyai modal dan skeunggulan produk stabil sangat tinggi, distributor memperoleh laba yang besar.

b. Integrasi ke belakang, yaitu merujuk pada strategi mencari kepemilikan dari atau kendali besar pada perusahaan pemasok. Strategi ini terutama tepat bila perusahaan pemasok saat ini tidak dapat diandalkan, terlalu mahal atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

(16)

meningkatnya skala ekonomis memberikan keunggulan bersaing yang besar, organisasi mempunyai modal dan sumber daya manusia yang berbakat yang diperlukan untuk perluasan perusahaan, pesaing ragu-ragu karena tidak memiliki kemampuan manajerial.

2. Strategi Intensif

Kelompok strategi ini disebut sebagai strategi intensif karena mensyaratkan berbagai upaya yang intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan produk yang ada. Kelompok strategi ini meliputi tiga strategi, yaitu:

a. Penetrasi pasar, yaitu berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang sudah ada di pasar lewat usaha pemasaran yang lebih gencar. Strategi ini banyak digunakan sendiri atau dengan kombinasi strategi lain.

b. Pengembangan pasar, yaitu memperkenalkan produk atau jasa yang sudah ada ke wilayah geografi baru.

c. Pengembangan produk, yaitu mencari kenaikan penjualan dengan memperbaiki produk atau jasa yang sudah ada atau mengembangkan produk atau jasa yang baru.

3. Strategi Diversifikasi

(17)

a. Diversifikasi konsentrik, yaitu menambah produk atau jasa baru tetapi berkaitan. Hal ini dilakukan jika penambahan produk baru tetapi berkaitan secara signifikan akan memperkuat penjualan produk yang sudah ada. b. Diversifikasi konglomerat, yaitu menambah produk atau jasa baru tetapi

tidak berkaitan. Strategi ini tepat untuk dilakukan jika penjualan dan laba menurun.

c. Diversifikasi horizontal, menambah produk atau jasa baru tetapi tidak berkaitan dengan pelanggan yang sudah ada. Strategi ini digunakan untuk meningkatkan pendapatan.

4. Strategi Defensif

Strategi defensif adalah strategi yang bertujuan untuk bertahan. Adapun jenis dari strategi ini adalah sebagai berikut:

a. Retrechment (Penciutan), yaitu mengubah pengelompokkan lewat penghematan biaya dan aset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun.

b. Divestasi, yaitu menjual suatu divisi atau bagian dari suatu organisasi. Strategi ini dilakukan apabila organisasi telah melakukan strategi penciutan dan gagal menghasilkan perbaikan yang diperlukan.

(18)

2.2.4 Formulasi Strategi Melalui Pendekatan SWOT

Formulasi strategi merupakan perencanaan jangka panjang perusahaan. Formulasi strategi dimulai dengan kegiatan analisis situasi. Alat analisis situasional yang banyak dilakukan dalam melakukan formulasi strategi adalah analisis SWOT.

Analisis SWOT adalah keseluruhan evaluasi tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman perusahaan (Kotler 2009:51). Analisis situasi ini mengharuskan para manager strategis untuk menemukan kesesuaian strategis antara peluang-peluang eksternal dan kekuatan-kekuatan internal, di samping memperhatikan ancaman-ancaman eksternal dan kelemahan-kelemahan internal. Dari hasil analisis SWOT akan diperoleh strategi alternatif perusahaan untuk membantu manajer strategis memutuskan ke arah mana perusahaan dapat tumbuh dan berkembang.

Setiap perusahaan harus melakukan analisis SWOT agar mampu memenangkan persaingan bisnis. Tanpa memiliki strategi yang baik, maka usaha tersebut akan mengalami kemerosotan.

Dalam menggunakan SWOT, setelah pengklasifikasian faktor internal dan faktor eksternal diidentifikasi, maka selanjutnya dilakukan tahap penyusunan Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan Matriks Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS). Berikut ini adalah tahap-tahap penentuan Faktor

Strategi Internal (IFAS) :

1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1.

2) Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0(paling penting) sampai 0,0 tidak penting, berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategi perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00).

(19)

kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik). Sedangkan varibel yang bersifat negatif, kebalikannya. Contohnya, jika kelemahan perusahaan besar sekali, maka nilainya adalah 1, sedangkan jika kelemahan dibawah rata-rata, nilainya adalah 4.

4) Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-maing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).

(20)

Tabel 2.2.4.1Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) Faktor-faktor Strategis Internal Bobot Rating

Bobot x Rating Kekuatan (Strength)

Sub Total

Kelemahan (Weakness)

Sub Total

Total 1.00

Selisih Skor Kekuatan dengan Skor Kelemahan

Sumber : Rangkuti (2009:25)

Tahap-tahap penentuan Faktor Strategi Eksternal (EFAS) :

1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi peluang serta ancaman perusahaan dalam kolom 1.

2) Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 tidak penting, berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategi perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00).

(21)

kategori peluang) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik). Sedangkan varibel yang bersifat negatif, kebalikannya. Contohnya, jika ancaman perusahaan besar sekali, maka nilainya adalah 1, sedangkan jika ancaman dibawah rata-rata, nilainya adalah 4.

4) Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-maing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).

5) Jumlahkan seluruh hasil perkalian dari bobot dan rating, dan letakkan pada sub total. Setelah mendapatkan sub total pada peluang dan ancaman, maka selanjutnya dicari selisih diantara keduanya untuk kemudian angka tersebut diaplikasikan pada kuadran analisis SWOT.

Tabel 2.2.4.2Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS) Faktor-faktor Strategis Eksternal Bobot Rating

Bobot x Rating Peluang(Opportunity)

Sub Total

Ancaman(Threat)

Sub Total

Total 1.00

Selisih Skor Peluang dengan Skor Ancaman

(22)

Setelah mendapatkan selisih skor dari kekuatan dengan kelemahan, dan peluang dengan ancaman, selanjutnya hasil dari selisih skor tersebut diaplikasikan ke Diagram Cartesius Analisis SWOT, agar diketahui berdasarkan skor tersebut, perusahaan/organisasi lebih cocok pada kuadran berapa.Diagram Cartesius Analisis SWOTdapat dilihat sebagai berikut.

Gambar 2.2.4.3 Diagram Cartesius Analisis SWOT

3.Mendukung Strategi Turn-Around

1.Mendukung Strategi Agresif

4. Mendukung Strategi Defensif

2.Mendukung Strategi Diversifikasi

Sumber : Rangkuti (2009:19)

Dari Gambar 2.2.4.3 DiagramCartesius Analisis SWOT, dapat diterangkan hal sebagai berikut :

Kuadaran 1: Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan

Berbagai l

Kekuatan Internal Kelemahan

Internal

(23)

dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy).

Kuadran 2 : meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar). Kuadran 3 : perusahaan menghadapi peluang pasar yang besar, tetapi di lain

pihak, ia menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadaran 3 ini mirip dengan Question Mark pada BCG matrik. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran 4 : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Pada dasarnya alternatif strategi yang diambil harus diarahkan pada usaha-usaha untuk menggunakan kekuatan dan memperbaiki kelemahan, memanfaatkan peluang-peluang bisnis serta mengantisipasi ancaman. Sehingga dari matriks SWOT tersebut akan diperoleh empat kelompok alternatif strategi yang disebut dengan strategi SO, strategi WO, strategi ST, dan strategi WT (Kuncoro 2006:51).

Adapun matriks dari analisis SWOT dapat dilihat seperti berikut. Tabel 2.2.4.4 Matriks Analisis SWOT

IFAS

Daftar semua peluang yang

(24)

ancaman. ancaman.

Sumber : Kuncoro (2006) (diolah penulis)

IFAS : Internal Strategic Factors Analysis Summary EFAS : External Strategic Factors Analysis Summary

2.2.4.5Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman)

Analisis lingkungan eksternal perusahaan terutama bertujuan untuk mengidentifikasi sejumlah peluang dan ancaman yang berada di lingkungan eksternal perusahaan. Peluang (oppotunities) merupakan tren positif yang berada di lingkungan eksternal perusahaan dan apabila peluang tersebut dieksploitasi oleh perusahaan maka peluang usaha tersebut berpotensi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan secara berkelanjutan.

Adapun yang dimaksud dengan ancaman (threats) adalah berbagai tren negatif yang terdapat di lingkungan eksternal perusahaan dan apabila ancaman ini tidak diantisipasi dengan baik oleh perusahaan maka ancaman tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Perusahaan harus melakukan analisis lingkungan eksternal perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh potensi keuntungan dari peluang usaha dan meminimalkan terjadinya risiko kerugian yang ditimbulkan oleh ancaman (Solihin 2012:128).

2.2.4.6Analisis Lingkungan Internal (Kekuatan dan Kelemahan)

(25)

kekuatan dan kelemahan mereka sendiri dengan menggunakan Analisis Kekuatan dan Kelemahan (Kotler & Keller 2009:55).

Analisis terhadap lingkungan internal perusahaan bertujuan untuk mengidentifikasi sejumlah kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada sumber daya dan proses bisnis internal yang dimiliki perusahaan. Sumber daya dan proses bisnis yang bisnis internal dikatakan memiliki kekuatan apabila sumber daya dan proses bisnis internal tersebut memiliki kemampuan yang akan menciptakan distinctive competencies sehingga perusahaan akan memperoleh keunggulan

kompetitif. Sedangkan bila sumber daya dan proses bisnis internal perusahaan tidak mampu menciptakan distinctive competencies sehingga perusahaan kalah bersaing dibandingkan perusahaan pesaing, maka sumber daya dan proses bisnis internal perusahaan dikatakan memiliki berbagai kelemahan.

Perusahaan melakukan analisis kekuatan dan kelemahan sumber daya dan proses bisnis internal dengan membandingkan sumber daya dan proses bisnis internal yang dimiliki perusahaan dengan sumber daya dan proses bisnis internal yang dimiliki oleh perusahaan pesaing, baik yang menghasilkan produk yang sejenis maupun perusahaan yang menghasilkan produk subtitusi (Solihin 2012:147).

2.3 Jasa

Menurut Nasution (2004:6), jasa merupakan semua aktifitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan atau kesehatan) atau pemecahan atas masalah yang dihadapi konsumen.

(26)

mana pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik), konsumen terlibat secara aktif dalam proses produksi dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu.

Menurut Tjiptono (2005:18) ada lima karakteristik utama jasa bagi pembeli utamanya, yaitu :

1. Intangibility (tidak berwujud)

Jasa berbeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, ataubenda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses,kinerja(performance), atau usaha. Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat,dirasa, dicium, didengar,atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagipara pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karenaterbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasipembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa danbagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahuisebelum jasa bersangkutan dikonsumsi.

2. Inseparability (tidak dapat dipisahkan)

Barang bisa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasaumumnyadijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dandikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.

3. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah)

(27)

Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yangkosong, kamarhotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yangtidak dimanfaatkan akan berlaluatau hilang begitu saja karena tidak bisadisimpan.

5. Lack of Ownership

Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk jangka waktu. 2.4 Pengertian Warung Internet (Warnet)

Menurut Ahmadjayadi (Mangiwa 2009 : 5), warung internet (warnet) adalah sebuah tempat yang menyediakan akses infrastruktur internet dengan berbagai koneksi dan komputer sebagai perangkat akses sehingga pengguna bisa mengakses internet dengan biaya yang lebih murah.

Warung Internet (disingkat: warnet) adalah salah satu jeni menyewakan j dimanfaatkan ole

Warung internet digunakan untuk bermacam-macam tujuan, bagi pelajar, dan mahasiswa warung internet banyak digunakan untuk :

1. Mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah 2. Melakukan riset

3. Menuli

4. Bermai

Bagi masyarakat umum warung internet digunakan untuk:

(28)

2. Melamar pekerjaan

3. Bersosialisasi dan berkomunikasi (chatting) 4. Sarana menikmati hiburan dan lain sebagainya.

Biaya akses internet umumnya dipatok per di patok sekali main (biasanya di area bersinyal berbayar). Di warung internet adalah tempat kebanyakan orang mengakses internet. Di negara-negara atau daerah-daerah maju yang akses internetnya sudah ada pada hampir setiap rumah, warung internet jarang didapatkan dan mahal tarifnya. Di daerah perkotaan (urban) sebuah warnet memiliki nama-nama umum panggilan lain

seperti;

sambungan internetnya dikhususkan untuk melakukan permainan komputer dalam jaringan. Sementara di daerah atau pinggir kota umumnya dikenal sebagai

Umumnya warung internet paling banyak terdapat/tersebar terutama di kota-kota besar (ibukota-kota jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah tersebut dalam mengakses informasi. Kebanyakan warnet tersebar di dekat tempat pendidikan seperti umum dimana orang bersosialisasi seperti

Ada beberapa masuk dan berapa lama dia memakai komputer.

(29)

apakah konsumen harus membayar lebih atau tidak. Karena beberapa masalah seperti konsumen gagal memakai komputer tapi tagihan bayaran tetap jalan.

2. Aplikasi Berbasis Jaringan adalah aplikasi otomatis dalam jaringan dimana perhitungan dilakukan saat pengguna memasukkan identitas. Aplikasi ini lebih memudahkan penjaga karena terdapat fungsi-fungsi lainnya selain mencatat waktu seperti memberi dari jarak jauh.

Dalam menjalankan suatu usaha jasa warung internet, tidak terlepas dari masalah. Masalah yang kerap dialami suatu warnet adalah :

1. Pornografi. Banyak negara memandang internet adalah salah satu media dimana mengontrol hal ini dengan ketat dan dianggap efektif dikarenakan medianya yang visual dan kemudahan untuk mengunduh berkas seperti film yang mengandung fotografi dalam bentuk AVI (terbesar) hingga 3gp untuk kapasitas telepon genggam.

2. Pengunduhan program-program komputer ilegal atau program-program komputer yang sudah di kodenya sudah dipecahkan ulang, atau dikenal juga sebagai Cracker APP/WAREZ.

3. Penyebaran

dokumen yang di unduh dari surat-e 4. Perjudian dalam jaringan.

(30)

menggunakan perangkat lunak sah baik dengan membeli izin proprietary maupun menggunakan perangkat lunak bersumber bebas (Open Source) seperti Linux. Software Linux yang populer diwarung internet seperti Ubuntu, IGOS, SimplyMepis, Suse dan lain-lain.

6. Kejahatan melalui jaringan seperti penipuan, scam, penyedia layanan game online seperti Real-Money trans, botti

karakter seperti penipua

2.4 Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Usaha jasa warung internet yang baik, harus menerapkan beberapa kebijakan dan program yang menghasilkan keuntungan bagi usaha jasanya. Yang salah satunya, Bauran Pemasaran (Marketing Mix). Menurut Philip Kotler (dalam journal.unnes.ac.id) mendifinisikan marketing mix atau bauran pemasaran sebagai: serangkaian variabel yang dapat dikontrol dan tingkat variabel yang digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi pasaran yang menjadi sasaran. Kebijakan dan program pemasaran dikemas dalam suatu bauran pemasaran (marketing mix) yang ternyata untuk industri jasa akan lebih luas dari pada bauran produk barang.

Untuk bauran produk barang, umumnya terdiri dari empat elemen (4P), yaitu elemen price, promotion, place, dan product. Untuk produk jasa, baurannya diperluas dengan menambah tiga elemen, yaitu elemen orang (people), bukti fisik (physical evidence), dan poses jasa itu sendiri (process) (Umar 2003:7).

(31)

1) Harga (Price) adalah satuan moneter atau ukuran lainnya termasuk barang dan jasa lainnya yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau pengguna barang dan jasa (tjiptono, 2000 dalam journal.unnes.ac.id). 2) Promosi (Promotion) merupakan aktivitas yang dilakukan dan dipikirkan

pemasar dengan tujuan agar dikenal banyak orang.

3) Tempat (Place) merupakan nilai investasi yang paling mahal, sebab lokasi bisa dikatakan menentukan ramai atau tidaknya pengunjung (journal.unnes.ac.id). Dimana tempat yang strategis yang dapat menarik banyak konsumen.

4) Produk (Product) adalah keseluruhan konsep objek atau proses yang dapat memberikan sejumlah nilai manfaat kepada para konsumen (journal.unnes.ac.id). Produk dapat berupa barang atau jasa.

5) Orang (People) adalah semua partisipan yang memainkan sebagian penyajian jasa, yaitu peran selama proses dan konsumsi jasa berlangsung dalam waktu ril jasa, oleh karenanya dapat mempengaruhi persepsi pembeli.

6) Bukti fisik (physical evidence). Maksudnya adalah suatu lingkungan fisik dimana jasa disampaikan dan dimana perusahaan dan konsumennya berinteraksi, dan setiap komponen tangible memfasilitasi penampilan atau komunikasi jasa tersebut.

(32)
(33)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif merupakan cara mengumpulkan data berdasarkan masalah-masalah atau fenomena yang terjadi pada saat penelitian dilakukan (bersifat aktual), untuk kemudian mencari jalan keluar dari masalah-masalah yang dijumpai tersebut. Oleh karena itu, penulis akan berusaha untuk menggambarkan kondisi yang berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh objek penelitian dalam hal ini warung internet GINPI, sehingga memberikan gambaran yang jelas dan menemukan suatu strategi pengembangan usaha untuk warung internet GINPI.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di warung internet GINPI, Jalan Tembakau Raya No. 69 Perumnas Simalingkar, Medan.

3.3 Informan Penelitian

(34)

Situasi sosial dalam penelitian ini adalah warung internet GINPI, dan yang menjadi informan dalam penelitian ini ditetapkan menjadi dua, yaitu informan kunci dan informan utama. Informan kunci adalah mereka yang memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian, dimana dalam penelitian ini yang dimaksudkan adalah pemilik dan penjaga warung internet GINPI, dan informan utama adalah mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, dalam hal ini para pengunjung di warung internet GINPI.

3.4 Defenisi Konsep

Defenisi konsep dalam penelitian ini adalah :

1. Strategi (Solihin 2012:24) didefenisikan sebagai berbagai cara untuk mencapai tujuan.

2. Jasa (Nasution 2004:6) merupakan semua aktifitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan atau kesehatan) atau pemecahan atas masalah yang dihadapi konsumen.

(35)

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang ditetapkan (Sugiyono 2008:401). Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder.Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono 2008:402).

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara, seperti :

a) Wawancara

Pada penelitian ini, peneliti akan melakukan jenis wawancara semiterstruktur yaitu,proses wawancara yang menggunakan panduan wawancara yang berasal dari pengembangan topik. Sistem yang digunakan dalam menggajukan pertanyaan dan penggunaan terminology lebih fleksibel daripada wawancara terstruktur.Jenis wawancara ini dalam pelaksanaannya lebih bebas dan memiliki tujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya.

Wawancara (tanya-jawab) akan dilakukan langsung dengan informan-informan yang dianggap tahu tentang permasalahan yang akan diteliti seperti pemilik dan penjaga warung internet GINPI, serta beberapa pengunjung dari warnet ini.

b) Observasi (Pengamatan)

(36)

c) Dokumen

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Pada penelitian ini digunakan tulisan, jurnal dan karya tulis akademik sebagai bahan refrensi bagi peneliti.

3.6 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, yakni menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat penelitian dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu (Umar 2003:22).

(37)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Profil Warung Internet

(38)

ini, pemilik dibantu oleh satu orang pegawai yang bertugas menjadi operator siang, karena pada malam hari, warung internet dijaga oleh Edi Suranta. Ruko warung internet 2 lantai. Untuk lantai 1, dipakai untuk usaha jasa warung internet. Sedangkan dilantai 2, dipakai untuk kamar tidur dan dapur. Lebar ruko 5 m, tetapi yang digunakan untuk warung internet hanyalah 4 m dan panjang warung internet 16 m. Terdapat 17 komputer yang dapat digunakan oleh pelanggan yang ingin bermain.

Warung internet ini buka mulai pukul 07.30 WIB s/d 03.00 WIB menurut pemilik warung internet pangsa pasar yang mereka tuju adalah mencakup semua umur, tidak ada segmentasi dari segi umur, siapa saja ingin bermain game online, dipersilahkan datang ke warung internet GINPI. Warung internet ini khusus hanya untuk game online, dan tidak menyediakan fasilitas seperti rental komputer. Game online yang ada di warnet ini cukup beragam seperti, Age of wushu, Atlantica online, AVA, Battle of toys, Class of gods, Cross fire, CS online, Dragonest, Fifa

online3, Kart rider, Lost saga, Modoo marble, Need for speed world, Point Blank,

Special Force2, Warcraft3.Akses internet pada warung internet ini dijamin cepat

oleh pemilik warung internet karena telah memakai internet dari Dota (provaider jaringan internet untuk game).Di warung internet Ginpi juga menyediakan paket bermain seperti:

- Paket 3 Jam : Rp 5.000 - Paket 5 Jam : Rp 10.000

(39)

4.1.2 Biaya operasional Bulanan Warung internet GINPI

Omset penerimaan usaha sebulan Rp11.000.000

Biaya kuantitas

1.700.000 *asumsi data pemilik

operator Warung internet

1 org 600.000 600.000 Biaya tetap bulanan

Listrik 2.200 watt 2.000.000 *Berdasarkan data pemilik Operasional Lain

16.500 *Berdasarkan data pemilik

Total pengeluaran Rp 7.016.500

Total pendapatan Rp 3.983.500

(40)

Fasilitas lain yang disediakan oleh warung internet ini selain kamar mandi adalah menyediakan dagangan makanan dan minuman ringan,pulsa, dan rokok. Selain dekat dengan rumah-rumah tangga, lokasi tempat berdirinya usaha ini juga merupakan suatu lokasi yang banyak digunakan untuk menjalankan bisnis, seperti salon,toko makanan ternak, laundry kiloan, rumah makan, bahkan sesama usaha jasa warung internet. Warung internet GINPI memiliki pesaing, dimana letak warung internet ada yang dekat dan ada yang jauh tetapi cukup berdampak terhadap ramainya pengunjung warung internet GINPI. Jarak pesaing terdekat warung internet GINPI adalah warung internet Fortune, warung internet Baho, warung internet Ocean Glory, warung internet Caros yang berada tidak lebih dari 100m².

4.1.3 Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Dari Gambar 4.1 Struktur Organisasi, dapat dijelaskan bahwa struktur organisasi tersebut merupakan struktur organisasi lini atau jalur. Struktur

Pemilik Warung

Internet GINPI

(41)

organisasi lini atau jalur ini diciptakan oleh Henry Fayol, bentuk organisasi ini merupakan bentuk yang paling sederhana dan paling tua dalam organisasi. Struktur organisasi lini ini tepat dipakai dalam organisasi kecil seperti usaha dagang, karena pemilik warung internet berhubungan langsung dengan pekerja tanpa harus ada perantara. Pada saat pemilik warung internet (atasan dalam organisasi ini), ingin memberikan tugas kepada pekerja, maka pemilik warung internet langsung saja memberikan tugas ataupun perintah kepada pekerja.

Pemilik dan pekerja memiliki tugas yang berbeda dalam usaha ini, dimana pemilik juga berperan sebagai pimpinan/ atasan di warung internet ini. Tugas dari pemilik warung internet adalah memanage/mengelola warung internet ini, yang diuraikan sebagai berikut :

1) Melayani pengunjung dan pelanggan dengan ramah dan sabar, karena pengunjung dan pelanggan adalah orang-orang yang akan mendatangkan pendapatan serta keuntungan kepada warung internet GINPI

2) Mencatat pengeluaran dan pemasukan biaya setiap hari

3) Mengatur keuangan seperti membeli barang-barang kebutuhan warung internet dari makanan dan minuman ringan, rokok, pulsa, dan biaya perangkat keras komputer yang rusak.

4) Mengatur pekerja / operator warung internet sesuai tanggung jawab yang diberikan.

5) Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan warung internet. 6) Menjaga Keamanan Secara Sistem

(42)

Tugas dari pekerja / operator pada warung internet GINPI adalah membantu pemilik warung internet dalam mengelola warung internet ini. Adapun tugas-tugas dari pekerja / operator di warung internet GINPI adalah :

1) Melayani pengunjung dan pelanggan dengan ramah dan sabar, seperti pemilik warung internet.

2) Menjaga kebersihan warung internet.

3) Menjual barang-barang yang telah disediakan oleh warung internet seperti, makanan dan minuman ringan, rokok dan pulsa.

4) Menerima komplain dari para pelanggan internet 5) Menjaga Keamanan Secara Sistem

6) Menjaga warung internet dari sisi kenyamanan dan keamanan. 7) Mencatat billing pemakaian paket dari para pelanggan

8) Membatasi Waktu Penggunaan Internet Serta Jam Buka Tutup

4.2 Penyajian Data

Berdasarkan pengamatan pada situasi sosial dan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh penulis kepada para informan, maka ditemukan data-data yang diperlukan oleh penulis, berupa faktor internal warung internet GINPI yaitu kekuatan (strength), kele mahan (weakness), dan faktor eksternal warung internet GINPI yaitu peluang (opportunity), ancaman (threat). Data-data tersebut dapat dilihat pada tabel, sebagai berikut:

Tabel 4.2 Faktor Internal dan Faktor Eksternal Warung internet GINPI Faktor Internal

(43)

a. Lokasi yang strategis.

b. Bangunan warung internet milik pribadi

c. Kecepatan jaringan internet yang baik (anti lelet)

d. Tarif Jasa warung internet yang bersaing

e. Menyediakan makanan dan minuman ringan, pulsa dan rokok f. Menawarkan pelayanan yang

ramah

g. Tersedianya genset warung internet

a. Penerangan ruangan kurang terang b. Tidak menyediakan fasilitas

mengeprint

c. Penataan warung internet yang kurang rapi dan terlihat kurang bersih

d. Jumlah tenaga kerja yang kurang (operator warung internet)

e. Kenyamanan warung internet yang kurang memuaskan

Faktor Eksternal

Peluang (Opportunity) Ancaman (Threat)

a. Semakin berkembangnya dunia game online

b. Banyaknya Bank yang

menawarkan kredit dengan suku bunga bersaing dapat menjadi opportunity untuk mengembangkan usaha.

c. Pelanggan merasa sudah seperti keluarga karena sering bertemu langsung dengan pemilik warung

a. Adanya kompetitor dengan usaha jasa sejenis

b. Hadirnya kompetitor baru dengan konsep warung internet + fotocopy dan mengeprint

(44)

internet

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2014

Faktor Internal Warung internet GINPI

1. Kekuatan (Strength)

Merupakan faktor-faktor internal positif yang berperan terhadap kemampuan usaha warung internet GINPI untuk mencapai tujuannya.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

a) Lokasi yang strategis, dimana Warung internet GINPI berada dekat dengan jalan raya dan berada pada daerah padat penduduk. Lokasi yang strategis merupakan suatu kekuatan karena dapat mendatangkan para pengunjung dan pelanggan. Lokasi yang strategis membuat warung internet GINPI menjadi ramai dikunjungi oleh pelanggan pengguna internet.

b) Bangunan warung internet milik pribadi, dimana bangunan memiliki hak penuh dari pemilik warung internet yang mengakibatkan tidak adanya pungutan biaya dari pemerintah/ pajak bahkan pungutan liar. c) Kecepatan jaringan internet yang baik (anti lelet), menjadi salah satu

(45)

d) Tarif Jasa warung internet yang bersaing, dimana pemilik warnet mematok harga paket warung internet sesuai dengan harga warung internet lain tetapi sebanding dengan kualitas internet yang disediakan. e) Menyediakan makanan dan minuman ringan, pulsa dan rokok, dimana

warung internet GINPI mengerti akan kebutuhan dari pelanggan internetnya. Jadi para pelanggan tidak perlu repot-repot mencari makanan dan minuman ringan, pulsa dan rokok diluar warung internet. Dan itu menjadi pendapatan tambahan bagi warung internet GINPI. f) Menawarkan pelayanan yang ramah, menjadi salah satu kesuksesan

dalam mencari keuntungan. Karena, pelayanan yang ramah terhadap pelanggan, dapat meninggalkan kesan yang baik dan mendongkrak nama warung internet menjadi lebih terkenal dengan pelayanannya. g) Tersedianya genset warung internet, dimana warung internet GINPI

tetap menjaga kenyamanan dari pelanggan. Dan antisipasi jika terjadi pemadaman listrik di wilayah warung internet tersebut.

2. Kelemahan (Weakness)

Merupakan faktor-faktor internal negatif yang merintangi usaha Warung internet GINPI untuk mencapai tujuannya.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

(46)

b) Tidak menyediakan fasilitas mengeprint, dimana warung internet GINPI hanya berfokus kepada fasilitas game online saja. Jadi jika para pelanggan ingin mengprint suatu file,kemungkinan pelanggan pindah ke warung internet yang menyediakan fasilitas print.

c) Penataan warung internet yang kurang rapi dan terlihat kurang bersih, menjadi pemicu kenyamanan para pelanggan. Sebenarnya, para pelanggan dan para penanggung jawab warung internet dapat saling menjaga kebersihan warung internet demi kenyamanan bersama. d) Jumlah tenaga kerja yang kurang (operator warung internet), dimana

pengelola warung internet GINPI hanya di jaga oleh pemilik dan pekerja / operator warung internet. Mereka membagi tugas untuk berjaga dan melayani pelanggan warung internet GINPI setiap hari. Yang sebenarnya kurang efektif karena dapat memicu kesehatan. e) Kenyamanan warung internet yang kurang memuaskan, selain dari

kebersihan warung internet, kenyamanan dapat dipicu dari para pelanggan yang terkadang menggunakan kata-kata kasar / tidak senonoh yang dapat menggangu para pelanggan yang sedang bermain. Seharusnya, para pelanggan dapat saling menghormati dan menghargai antar sesame pelanggan internet.

3. Peluang (Opportunity)

Merupakan faktor-faktor eksternal positif yang dapat dimanfaatkan oleh Warung internet GINPI untuk mencapai tujuannya.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

(47)

internet untuk menginstall game dan menawarkannya kepada pelanggan internet khususnya kepada pecinta game online.

b) Banyaknya Bank yang menawarkan kredit dengan suku bunga bersaing dapat menjadi opportunity untuk mengembangkan usaha, dimana pemilik dapat meminjam modal untuk menambah pc komputer atau dapat menambah fasilitas komputer menjadi lebih lengkap.

c) Pelanggan merasa sudah seperti keluarga karena sering bertemu langsung dengan pemilik warung internet, dimana terjalin suatu hubungan yang baik. Dan kemungkinan besar, para pelanggan menjadi pelanggan tetap di warung internet tersebut.

4. Ancaman (Threat)

Merupakan faktro-faktor eksternal negatif yang dapat merintangi kemampuan warung internet GINPI untuk mencapai tujuannya.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

a) Adanya kompetitor dengan usaha jasa sejenis, sehingga pendapatan warung internet GINPI sendiri dapat berkurang.

b) Hadirnya kompetitor baru dengan konsep warung internet + fotocopy dan mengeprint, dimana para pelanggaan yang membutuhkan jasa fotocopy dan mengeprint lebih memilih ke warung internet yang menyediakan fasilitas tersebut. Dapat mengurangi pendapatan warung internet khusus game online.

(48)

4.3 Analisis Data

Berdasarkan hasil dari penyajian data di atas, untuk mengolah data tersebut melalui Analisis SWOT, maka dilakukan terlebih dahulu tahap-tahap seperti menyusun tabel Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) dengan menentukan faktor-faktor yang menjadi Strength dan Weakness Warung internet GINPI, selanjutnya memberikan bobot masing-masing faktor dari skala mulai dai 0,0 (tidak penting) sampai dengan 1,00 (sangat penting) dimana semua bobot tersebut jumlahnya tidak lebih dari skor total 1,00. Menghitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 1 (dibawah rata-rata) sampai dengan 4 (sangat baik). Nilai rating Strength dan Weakness selalu bertolak belakang, begitu juga dengan Opportunity dan Threat. Hasil analisis dari IFAS dan EFAS dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3Matriks Internal Factor Analysis Summary Warung Internet GINPI

Faktor-faktor Strategis Internal Bobot Rating

Bobot x Rating Kekuatan (Strength)

1. Lokasi yang strategis 0,12 4 0,48 2. Bangunan warung internet milik

pribadi

0,11 4 0,44

3. Kecepatan jaringan internet yang baik (anti lelet)

0,12 3 0,66

4. Tarif Jasa warung internet yang bersaing

0,05 2 0,10

5. Menyediakan makanan dan minuman ringan, pulsa dan rokok

0,11 4 0,44

6. Menawarkan pelayanan yang ramah

0,08 2 0,16

7. Tersedianya genset warung internet

(49)

Sub Total 0,7 2,61 Kelemahan (Weakness)

1. Penerangan ruangan kurang terang

0,07 2 0,14

2. Tidak menyediakan fasilitas mengeprint

0,10 3 0,30

3. Penataan warung internet yang kurang rapi dan terlihat kurang bersih

0,12 3 0,66

4. Jumlah tenaga kerja yang kurang (operator warung internet)

0,07 3 0,21

5. Kenyamanan warung internet yang kurang memuaskan

0,11 3 0,33

Sub Total 0,47 1,64

Total 1,17

Selisih Skor Kekuatan dengan Skor Kelemahan

0,97

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2014

(50)

Jumlah faktor yang dianalisa pada kekuatan dibatasi menjadi tujuh faktor dan kelemahan menjadi lima faktor, dimana faktor-faktor tersebut dianggap sebagai faktor-faktor dominan yang terjadi di tempat tersebut.

Tabel 4.4 Matriks External Factor Analysis Summary Warung internet GINPI

Faktor-faktor Strategis Eksternal Bobot Rating

Bobot x Rating

Peluang (Opportunity)

1. Semakin berkembangnya dunia

game online 0,2 4 0,8

2. Banyaknya Bank yang

menawarkan kredit dengan suku bunga bersaing dapat menjadi opportunity untuk

mengembangkan usaha.

0.09 2 0.18

3. Pelanggan merasa sudah seperti keluarga karena sering bertemu langsung dengan pemilik warung internet

0.05 3 0.15

(51)

Ancaman (Threat)

1. Adanya kompetitor dengan usaha jasa sejenis

0.1 2 0.2

2. Hadirnya kompetitor baru dengan konsep warung internet + fotocopy dan mengeprint

0.2 1 0.2

3. Pelanggan yang suka mengutang di

warung internet 0.08 2 0.16

Sub Total 1,1 0.56

Total 1,44

Selisih Skor Peluang dengan Skor Ancaman

0,57

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2014

Tabel 4.4 Matriks ExternalFactor Analysis SummaryWarung internet GINPI, menunjukkan bahwa peluang yang dimiliki Warung internet GINPI lebih besar daripada ancaman. Peluang memiliki sub total 1,13 dan Ancaman memiliki sub total 0.56, dimana hasil dari keduanya diselisihkan dan didapat hasil 1,13– 0,56= 0,57

(52)

Kumpulan dari faktor-faktor tersebut di atas disusun oleh penulis berdasarkan analisa internal dan eksternal pada Warung internet GINPI dengan melihat situasi yang terjadi saat ini, analisa tersebut dilakukan bersama-sama dengan pemilik Warung internet GINPI dan pekerjawarung internet tersebut.

Hasil analisis pada tabel Matriks Internal Factor Analysis Summary(IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary(EFAS) dipetakan pada Matriks Posisi Organisasi dengan cara sebagai berikut :

a. Sumbu horisontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman.

b. Posisi organisasi ditentukan dengan hasil analisa sebagai berikut.m

c. Kalau peluang lebih besar daripada ancaman, maka nilai y>0 dan sebaliknya ancaman lebih besar daripada peluang maka nilai y<0

d. Kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan maka nilai x>0 dan sebaliknya kelemahan lebih besar daripada kekuatan maka nilai x<0.

Berikut merupakan posisi kuadran Warung internet GINPI

Gambar 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT Warung internet GINPI Peluang (+1.13)

Kuadaran III Kuadran I

Mendukung Strategi Turn-Around Mendukung Strategi Agresif

(+)0.57

(+)0.97

Kelemahan (-1.64) Kekuatan (+2.61)

(53)

Mendukung Strategi Defensif Mendukung Strategi Diversifikasi

Ancaman (-0.56) Sumber : Data yang diolah peneliti, 2014

d. Dari Gambar 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT Warung internet GINPI, dapat dilihat bahwa Warung internet GINPI berada pada posisi Kuadran I yang mendukung strategi agresif. Posisi kuadran I ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan.Warung internet GINPI memiliki kekuatan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan pada warung internet ini adalah yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Strategi ini didukung dengan melakukan usaha peningkatan hasil produksi dengan penganekaragaman faktor produksi. Usaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara menambah jenis produksi (Strategi Diversifikasi) dan penetrasi pasar.

Matriks SWOT

(54)

Tabel 4.5 Matriks Strategi SO Warung internet GINPI

IFAS

EFAS

STRENGTH (KEKUATAN)

1. Lokasi yang strategis.

2. Bangunan warung internet milik pribadi.

3. Kecepatan jaringan internet yang baik (anti lager).

4. Tarif Jasa warung internet yang bersaing.

5. Menyediakan makanan dan minuman ringan, pulsa dan rokok.

6. Menawarkan pelayanan yang ramah

7. Tersedianya genset warung internet

OPPORTUNITY (PELUANG)

1. Semakin berkembangnya dunia game online

2. Banyaknya Bank yang menawarkan kredit dengan suku bunga bersaing dapat

STRATEGI SO

1. Memanfaatkan kredit dari bank sebagai tambahan modal usaha. 2. Menjaga hubungan baik dengan

para pelanggan.

(55)

menjadi opportunity untuk mengembangkan usaha. 3. Pelanggan merasa sudah

seperti keluarga karena sering bertemu langsung dengan pemilik warung internet

bermain bagi para pelanggan warung internet.

4. Melengkapi fasilitas komputer untuk kebutuhan pelanggan internet.

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2014

Dari Tabel 4.5 Matriks Strategi SO dapat dilihat alternatif strategi pengembangan usaha yang tepat bagi Warung internet GINPI, Jl. Tembakau Raya Nomor 69, Perumnas Simalingkar Medan untuk menentukan strategi pengembangan usaha jasa warung internet tersebut adalah:

1. Memanfaatkan kredit dari bank sebagai tambahan modal usaha.

Tambahan modal usaha digunakan untuk membeli barang-barang sesuai kebutuhan warung internet GINPI. Dapat berupa, perlengkapan perangkat keras komputer dimulai dari pc komputer, mouse, mousepad, monitor komputer dan kebutuhan lain seperti makanan dan minuman ringan, rokok dan pulsa. Agar pelanggan tetap dapat menikmati bermain di warung internet tersebut.

2. Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan.

Pelanggan merupakan kunci dari kesuksesan dan keuntungan bagi warung internet GINPI. Warung internet GINPI berupaya memenuhi setiap

kebutuhan pelanggan internet. Hal itu bisa berdampak positif bagi kelancaran usaha warung internet tersebut.

3. Meningkatkan kenyamanan bermain bagi para pelanggan warung internet. Kenyamanan merupakan aspek penting dalam usaha jasa warung internet. Jika hal ini dapat dikendalikan dengan baik oleh warung internet GINPI, maka tidak perlu diragukan kualitas warung internet tersebut.

Kenyamanan itu dapat dilihat dari, ruangan yang bersih. Adanya kesadaran antara pelanggan dan pengelola warung internet yang dapat menjaga kebersihan ruangan, pengelola juga harus tanggap

melihat jika ada kerusakan yang terjadi di perangkat lunak maupun keras pada komputer.

(56)

menyediakan fasilitas fotocopy, fasilitas print untuk pelanggan yang ingin mengeprint.. Dilihat dari lokasi warung internet GINPI yang berada dilokasi padat penduduk, yang pasti sudah termasuk anak sekolah, mahasiswa dan orang kantoran. Hal ini dapat dipastikan dapat menarik perhatian pengunjung dan pelanggan internet untuk berkunjung di warung internet GINPI.

4.4Pembahasan

Warung internet GINPI merupakan suatu jenis usaha jasa yang berwujud. Menurut Nasution (2004:6), jasa merupakan semua aktifitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi, yang biasanya dikonsumsi pada saat yang sama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti misalnya kenyamanan, hiburan, kesenangan atau kesehatan) atau pemecahan atas masalah yang dihadapi konsumen. Dan dikutip dari Sembiring (2001) merupakan perusahaan perseorangan yang biasanya dijalankan oleh satu orang, modal milik pribadi (perorangan), sangat sederhana karena tidak memerlukan persyaratan khusus.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap faktor internal dan faktor eksternal pada Toko Kaban, ditemukan hasil analisis pada Tabel 4.3 Matriks Internal Factor Analysis SummaryWarung internet GINPI, faktor kekuatan

(strength) mempunyai sub total 2.61, sedangkan faktor kelemahan (weakness) mempunyai sub total 1.64. Sementara hasil analisis pada Tabel 4.4 Matriks External Factor Analysis SummaryWarung internet GINPI, faktor peluang

(opportunity) mempunyai sub total 1.13 sedangkan faktor ancaman (threat) mempunyai sub total 0.56. Dari hasil sub total tersebut menunjukkan bahwa posisi Toko Kaban, Jl. Tembakau Raya Nomor 69 Perumnas Simalingkar, Medan pada diagram SWOT, yang dapat dilihat pada Gambar 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT, berada pada kuadran I, maka strategi yang sebaiknya diterapkan adalah strategi agresif yang mendukung pertumbuhan usaha.

(57)

keunggulan kompetitif atas persaingnya dalam suatu pasar atau industri. Strategi DiversifikasiKonsentrik menambah produk atau jasa baru tetapi berkaitan. Hal ini dilakukan jika penambahan produk baru tetapi berkaitan secara signifikan akan memperkuat penjualan produk yang sudah ada. Strategi ini dapat digunakan oleh Warung internet GINPI, dengan menampah produk barang dengan melihat kebutuhan pasar yang dibutuhkan oleh pelanggan.

(58)

pelanggan internet untuk berkunjung di warung internet GINPI. Penyebarkan informasi ini dapat dilakukan dengan membuat brosur yang diletakkan di tempat-tempat yang strategis di sekitar daerah Perumnas Simalingkar.

(59)

BAB V PENUTUP

5.1Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan dari hasil analisis dari warung internet GINPI 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT Toko Kaban, dapat dilihat bahwa posisi warung internet GINPI ada di kuadran I yang berarti strategi yang tepat untuk digunakan oleh warung internet GINPI agar dapat bersaing adalah strategi agresif. Strategi agresif yang dapat diterapkan, adalah :

1. StrategiDiversifikasi

Usaha peningkatan hasil produksi dengan penganekaragaman faktorproduksiusaha untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi dengan cara menambah jenis produksi. Dengan begitu, Warung internet GINPI dapat mengembangkan usaha dan dapat bersaing dalam bisnis yang dikeluti.

2. Strategi Penetrasi Pasar

(60)

penduduk, yang pasti sudah termasuk anak sekolah, mahasiswa dan orang kantoran. Hal ini dapat dipastikan dapat menarik perhatian pengunjung dan pelanggan internet untuk berkunjung di warung internet GINPI. Penyebarkan informasi ini dapat dilakukan dengan membuat brosur yang diletakkan di tempat-tempat yang strategis di sekitar daerah Perumnas Simalingkar.

5.2 Saran

(61)

1. Memanfaatkan kredit dari bank sebagai tambahan modal usaha untuk mengembangkan usaha.

2. Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan.

3. Meningkatkan kenyamanan bermain bagi para pelanggan warung internet.

4. Melengkapi fasilitas komputer untuk kebutuhan pelanggan internet.

(62)

DAFTAR PUSTAKA

David, Fred. 2006. Manajemen Strategi Konsep. Jakarta: Salemba 4 Jasfar, Farida. 2009. Manajemen Jasa. Bogor: Ghalia Indonesia

Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi Ketiga belas. Jakarta: Erlangga

Kuncoro, Mudrajad. 2006. Strategi: Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif. Jakarta: Erlangga

Nasution, Nur.2004. Manajemen Jasa Terpadu (Total Service Management). Bogor: Ghalia Indonesia

Rangkuti, Freddy. 2009. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV Alfabeta Solihin, Ismail. 2012. Manajemen Strategik. Jakarta: Erlangga Tjiptono, Fandy. 2005.Pemasaran jasa,Yogyakarta: Andi

Umar, H. 2003. Strategic Management in Action. Cetakan Ketiga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sumber Internet :

2013. Pukul 15:27 WIB)

2013. Pukul 15:37 WIB)

2013. Pukul 15:44 WIB)

WIB)

(63)

Pukul 17:13 WIB)

Sumber Skripsi :

Mangiwa, Simbong, 2009. Analisis Strategi Bisnis Jasa Warung Internet

(WARNET).

(Diakses pada tanggal 24 Oktober 2013. Pukul 15:45 WIB)

Lubis, Rosi Febriana 2011. Perencanaan Bisnis Warung Internet ”RR Net”

(Diakses pada tanggal 25 Oktober 2013. Pukul 16:12WIB)

Saputra, Sigit Dwi, 2012. Analisis Strategi Bisnis Jasa Warung Internet D-Zen Net Sidoarjo. Skripsi Program Sarjana Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur. Maulansyah, Puji, 2012. Analisis Faktor Internal Dan Eksternal Melalui

Pendekatan SWOT Dalam Upaya Penentuan Strategi Pengembangan Bisnis Di Rumah Makan Khas Sunda Pak H.Ihin Jl. Raya Puncak Km 92 Cipanas Cianjur. Skripsi Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia, Bandung.

Abdillah, Yarsyud Fikri, 2013. Upaya Pengembangan Usaha Rumah Kost Melalui Pendekatan Analisis SWOT. Skripsi Program Sarjana FISIP Universitas Sumatera Utara, Medan.

(64)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul

Lampiran 1 : Hasil Wawancara

Lampiran 2 : Gambar Tempat Penelitian

Lampiran 3 : Pengajuan Judul Skripsi

Lampiran 4 : Surat Permohonan Pengajuan Judul Skripsi

Lampiran 5 : Kartu Kendali Bimbingan Skripsi

Lampiran 6 : Kartu Seminar

Lampiran 7 : Surat Undangan Seminar Proposal Skripsi

Lampiran 8 : Daftar Hasil Peserta Seminar Proposal

Lampiran 9 : Surat Izin Penelitian

(65)

Lampiran 1

Lampiran Hasil Wawancara

Informasi ataupun data yang diperoleh penulis didapat melalui pengamatan langsung dan wawancara semi terstruktur kepada informan. Wawancara dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui data informan yaitu pemilik Warung internet GINPI. Selain pemilik Warung internet GINPI, karakteristik informan lain seperti beberapa pengunjung dan pelanggan juga diwawancarai terkait dengan kebutuhan penelitian, karena mengingat pengunjung dan pelanggan tersebut lebih dari satu orang, maka dalam lampiran ini akan dilampirkan data tiga orang saja dimana jawaban dari ketiga orang itu dianggap mewakili beberapa informan lain.

Karakteristik Responden

1. Nama : Bapak Taufik Ginting Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 42 Tahun Status : Wiraswasta

Alamat : Jl. Tembakau Raya No.69 Perumnas Simalingkar Medan

(66)

Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 31 Tahun Status : Wiraswasta

Alamat : Jl. Jemadi, Lorong IV No. 10F Brayan

3. Nama : Roy Silaban Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 19 Tahun Status :Mahasiswa

Alamat :Jl. Nilam 2 No. 32 Perumnas Simalingkar Medan

4. Nama : Jeffri Siagian Jenis Kelamin : Laki-Laki Umur : 27 Tahun Status :Pegawai Kantor

Alamat :Jl. Tembakau Raya, Gg. Keluarga No. 19 Perumnas Simalingkar Medan

5. Nama : Rizky Permana Tarigan Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 17 Tahun Status : Pelajar

(67)

Pemilik Warung internet GINPI

Pertanyaan Jawaban

1. Pada tanggal berapakah warung internet GINPI didirikan ?

Warung internet GINPI berdiri 3 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 19 Mei 2010.

2. Berapakan modal awal dan melatarbelakangi membuka warung internet ini ?

Figur

Tabel 2.2.4.1Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS)

Tabel 2.2.4.1Matriks

Internal Factor Analysis Summary (IFAS) p.20
Tabel 2.2.4.2Matriks External Factor Analysis Summary (EFAS)

Tabel 2.2.4.2Matriks

External Factor Analysis Summary (EFAS) p.21
Gambar 2.2.4.3 Diagram Cartesius Analisis SWOT

Gambar 2.2.4.3

Diagram Cartesius Analisis SWOT p.22
Tabel 2.2.4.4 Matriks Analisis SWOT

Tabel 2.2.4.4

Matriks Analisis SWOT p.23
Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Gambar 4.1

Struktur Organisasi p.40
Tabel 4.3Matriks Internal Factor Analysis Summary Warung Internet

Tabel 4.3Matriks

Internal Factor Analysis Summary Warung Internet p.48
Tabel 4.3 Matriks Internal Factor Analysis Summary warung internet

Tabel 4.3

Matriks Internal Factor Analysis Summary warung internet p.49
Tabel 4.4 Matriks External Factor Analysis Summary Warung internet

Tabel 4.4

Matriks External Factor Analysis Summary Warung internet p.50
Tabel 4.4 Matriks ExternalFactor Analysis SummaryWarung internet

Tabel 4.4

Matriks ExternalFactor Analysis SummaryWarung internet p.51
Gambar 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT Warung internet GINPI

Gambar 4.2

Diagram Cartesius Analisis SWOT Warung internet GINPI p.52
Tabel 4.5 Matriks Strategi SO Warung internet GINPI

Tabel 4.5

Matriks Strategi SO Warung internet GINPI p.54
Gambar 1 : Lokasi Penelitian. Dilihat dari Jalan Raya Perumnas

Gambar 1 :

Lokasi Penelitian. Dilihat dari Jalan Raya Perumnas p.74
GAMBAR TEMPAT PENELITIAN

GAMBAR TEMPAT

PENELITIAN p.74
Gambar 2 : Lokasi Penelitian. Dilihat dari Depan

Gambar 2 :

Lokasi Penelitian. Dilihat dari Depan p.75
Gambar 3 : Lokasi Penelitian. Dilihat Dari Depan

Gambar 3 :

Lokasi Penelitian. Dilihat Dari Depan p.75

Referensi

Memperbarui...