MATRIKS
Departemen Matematika FMIPA-IPB
Bogor, 2012
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 1 / 66
Topik Bahasan
1 Matriks
2 Operasi Matriks
3 Determinan matriks
4 Matriks Invers
5 Operasi Baris Dasar (OBD) dan Pangkat Matriks
6 Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
7 Solusi
Matriks
Definisi matriks
Definisi (Matriks)
Matriks adalah kumpulan bilangan yang disusun dalam bentuk persegi panjang atau persegi. Ukuran atau ordo dari suatu matriks ditentukan oleh banyaknya baris dan kolom yang membentuknya.
Notasi: huruf kapital A, B, C, D, . . .
Catatan: Secara umum matriks dapat ditulis sbb.
Am n= aij m n= 0 BB
@
a11 a12 . . . a1n a21 a22 . . . a2n ... ... . .. ... am1 am2 . . . amn
1 CC A
aij= elemen matriks A yang terletak pada baris ke-i, kolom ke-j.
i=1, 2, . . . , m; j=1, 2, . . . , n.
m n = ukuran atau ordo matriks A.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 3 / 66
Mendefinisikan matriks
Cara mendefinisikan matriks:
dituliskan seluruh elemennya didefinisikan elemennya Soal
Tentukan matriks A yang elemennya didefinisikan sebagai berikut:
1 A= aij 3 3, aij= 1, i=j i, i6=j
2 A= aij 4 5, aij= 1+i, i<j i j, i j
SOLUSI
Matriks
Submatriks
Definisi (Submatriks)
Submatriks dari matriks A adalah suatu matriks baru yang diperoleh dari matriks A dengan menghilangkan beberapa baris atau kolomnya.
Catatan: A adalah submatriks A sendiri.
Soal
Tentukan submatriks dari matriks
A=
1 0 1 2 1 2 3 1 5
!
a. yang diperoleh dengan menghilangkan baris 2 dan kolom 1.
b. yang diperoleh dengan menghilangkan baris 1, 3 dan kolom 2.
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 5 / 66
Matriks khusus
1 Matriks segi: Matriks yang banyaknya baris sama dengan banyaknya kolom.
Catatan:
1 Khusus untuk matriks segi, ordo n n, biasa ditulis ordo n.
2 Jika A= (aij)n nmaka elemen a11, a22, . . . , anndisebut elemen diagonal utama matriks A.
2 Matriks segitiga atas: Matriks segi yang semua elemen di bawah diagonal utamanya nol.
3 Matriks segitiga bawah: Matriks segi yang semua elemen di atas diagonal utamanya nol.
4 Matriks identitas: Matriks yang semua elemen diagonal utamanya bernilai satu dan elemen lainnya bernilai nol.
Catatan: Matriks identitas berordo n dilambangkan In.
Operasi Matriks
Penjumlahan, pengurangan, dan perkalian skalar
Definisi (Penjumlahan dan pengurangan)
Misalkan A dan B adalah dua matriks yang berukuran m n dan
A= 0 BB
@
a11 a12 . . . a1n a21 a22 . . . a2n ... ... . .. ... am1 am2 . . . amn
1 CC
A , B= 0 BB
@
b11 b12 . . . b1n b21 b22 . . . b2n ... ... . .. ... bm1 bm2 . . . bmn
1 CC A .
Penjumlahan/pengurangan matriks A dan B ditulis A B didefinisikan sebagai berikut:
A B= 0 BB
@
a11 b11 a12 b12 . . . a1n b1n
a21 b21 a22 b22 . . . a2n b2n ... ... . .. ... am1 bm1 am2 bm2 . . . amn bmn
1 CC A .
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 7 / 66
Definisi (Perkalian skalar)
Perkalian skalar k dengan matriks A, ditulis kA, didefinisikan sebagai berikut:
kA= 0 BB
@
ka11 ka12 . . . ka1n ka21 ka22 . . . ka2n
... ... . .. ... kam1 kam2 . . . kamn
1 CC A .
Catatan:
A= ( 1)A
Operasi Matriks
Hukum penjumlahan dan perkalian skalar
Misalkan A, B, dan C adalah matriks-matriks yang berukuran sama dan k adalah skalar, maka
1 (A+B) +C=A+ (B+C)
2 A+ ( A) =A A=O
3 A+B=B+A
4 k(A+B) =kA+kB
5 0A=O
dengan O adalah matriks nol, yaitu matriks yang semua elemennya nol.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 9 / 66
Definisi (Perkalian matriks)
Misalkan A= aij m pdan B= bij p nadalah dua matriks yang berturut-turut berukuran m p dan p n. Perkalian matriks A dan B, ditulis AB, didefinisikan sebagai berikut:
dengan cij=ai1b1j+ai2b2j+. . .+aipbpj =
∑
p k=1aikbkj. i=1, 2, ..., m, j=1, 2, ..., n.
Operasi Matriks
Hukum perkalian matriks
Misalkan A, B, dan C adalah matriks-matriks yang ukurannya sesuai sehingga perkalian matriks di bawah ini terdefinisi dan k adalah skalar, maka
1 Hukum asosiatif (AB)C=A(BC)
2 Hukum distributif kiri A(B+C) =AB+AC
3 Hukum distributif kanan (B+C)A=BA+CA
4 k(AB) = (kA)B=A(kB) Catatan: secara umum AB6=BA.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 11 / 66
Putaran (transpos) matriks
Definisi (Putaran (transpos) suatu matriks)
Misalkan A= (aij)adalah matriks berukuran m n. Putaran atau transpos dari matriks A, ditulis AT, adalah matriks berukuran n m yang didefinisikan sebagai berikut:
Operasi Matriks
Sifat matriks putaran
1 (A B)T =AT BT
2 (AT)T =A
3 (kA)T =k AT ,dengan k skalar
4 (AB)T =BTAT
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 13 / 66
Soal operasi matriks
Soal
Diketahui matriks A, B, C, dan D sebagai berikut:
A = 1 1 2
0 3 4 B= 4 0 3
1 2 3
C =
2 3
5 1
1 0
!
D= 2
1 3
!
Tentukan operasi berikut bila terdefinisi, bila tidak, berikan alasannya.
a. 2A+B b.(2A+B)C c. CTD
d.(AC)T e. AAT f. 3A+BD
SOLUSI
Determinan matriks
Definisi (Determinan matriks berukuran 1 x 1) Diberikan matriks A berukuran 1 x 1, yaitu
A= (a11).
Didefinisikan determinan matriks A, yaitu det(A) = jAj =a11. Catatan: Determinan matriks A, biasa juga ditulisjAj
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 15 / 66
Definisi (Determinan matriks berukuran n x n)
Misalkan A= (aij)n ndan Aijadalah submatriks A yang diperoleh dengan menghilangkan baris ke-i dan kolom ke-j. Minor elemen aij, notasi Mij, didefinisikan sebagai
Mij=det(Aij),
dan kofaktor elemen aij, notasi αijdidefinisikan
αij = ( 1)i+jMij. Maka
1 det(A) =
∑
n j=1aijαij, untuk sebarang i, i=1, 2, . . . , n
2 det(A) =
∑
n i=1aijαij, untuk sebarang j, j=1, 2, . . . , n .
Determinan matriks
Metode ini dikenal dengan nama metode minor-kofaktor.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 17 / 66
Contoh (Determinan matriks ukuran 2 x 2)
Dengan menggunakan metode minor kofaktor, matriks A berukuran 2 x 2
A= a bc d ,
maka tunjukkan det(A) =ad bc.
Determinan matriks
Contoh (Determinan matriks ukuran 3 x 3) Jika matriks A berukuran 3 x 3
A=
a11 a12 a13 a21 a22 a23 a31 a32 a33
! ,
maka det(A) =
(a11a22a33+a12a23a31+a13a21a32) (a13a22a31+a12a21a33+a11a23a32).
Metode ini dikenal dengan nama metode Sarrus.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 18 / 66
Soal determinan matriks
Soal
Tentukan determinan matriks berikut:
1 A= 13 21
2 B=
3 2 1
1 3 2
0 3 1
!
3 C= 0 B@
0 0 1 1
1 0 0 1
0 1 1 1
1 1 1 1
1 CA
SOLUSI
Determinan matriks
Sifat-sifat Determinan
1 Jika matriks A memiliki baris/kolom yang semua elemennya nol, maka det(A) =0.
2 Jika A merupakan matriks segitiga atas atau matriks segitiga bawah, maka determinan matriks A adalah perkalian
elemen-elemen diagonal utamanya.
3 Jika matriks A memiliki baris/kolom yang merupakan kelipatan dari baris/kolom yang lain, maka det(A) =0.
Soal
Tentukan determinan matriks-matriks berikut:
A=
3 0 0 4 2 0 5 1 0
! , B=
2 5 3 0 3 7
0 0 1
!
, dan C = 0 B@
3 2 4 8
0 3 3 6
0 2 2 4
0 5 5 10
1 CA .
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 20 / 66
Matriks invers
Definisi (Matriks invers)
Misalkan A matriks segi berordo n. Matriks A dikatakan memiliki invers, jika terdapat matriks B sedemikian sehingga AB=BA=In. Matriks B disebut invers matriks A.
Notasi: B=A 1(dibaca: invers matriks A) Sifat matriks invers:
1 Invers suatu matriks bersifat tunggal.
2 Jika matriks A dan B memiliki invers, maka (A 1) 1=A
(AB) 1=B 1A 1 (AT) 1= (A 1)T
Matriks Invers
Metode matriks adjoin
Teorema (Metode matriks adjoin)
Misalkan A= (aij)adalah matriks segi berordo n. Jika det(A) 6=0 dan matriks C= (αij), dengan αijadalah kofaktor elemen aij, maka invers matriks A adalah
A 1= 1 det(A)C
T
CT disebut matriks adjoin dari matriks A.
Catatan:
Jika det(A) =0, A tidak memiliki invers dan disebut singular.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 22 / 66
Contoh
Dengan menggunakan metode matriks adjoin, dapat ditunjukkan jika matriks A berukuran 2 x 2
A= a bc d , det(A)6=0, ad bc6=0
maka
A 1= 1 ad bc
d b
c a .
Matriks Invers
Soal
Dengan menggunakan metode matriks adjoin, tentukan invers matriks-matriks berikut
A= 3 1
2 1 , B=
2 1 3 0 2 1 1 1 2
!
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 24 / 66
Operasi baris dasar (OBD)
1 Tukarkan baris ke-i dan ke-j Notasi: Eij
2 Kalikan baris ke-i dengan suatu konstanta k6=0 Notasi: Ei(k)
3 Tambahkan baris ke-i dengan k kali baris ke-j, k6=0, i6=j Notasi: Eij(k)
Catatan: Serangkaian operasi baris dasar dengan urutan E1, E2, . . . , En yang dikenakan pada matriks A ditulis
En. . . E2E1(A).
Operasi Baris Dasar (OBD) dan Pangkat Matriks
Soal operasi baris dasar
Soal
Jika diketahui
A=
1 2 3 2 1 2 1 1 4
! .
Tentukan matriks B=E2( 1)E13(2)E12(A).
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 26 / 66
Ekuivalen baris
Definisi
Matriks A dikatakan ekuivalen baris dengan matriks B, notasi A B, apabila terdapat serangkaian operasi baris dasar E1, E2, . . . , En, sehingga
B = En. . . E2E1(A). A˜E1˜A1˜E2˜...˜En˜B
Operasi Baris Dasar (OBD) dan Pangkat Matriks
Soal
Tentukan serangkaian operasi baris dasar terhadap matriks A,
A=
1 2 3
2 6 10
1 2 9
!
sehingga A ekuivalen baris dengan matriks segitiga atas kemudian tentukan determinan dari matriks segitiga atas tersebut.
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 28 / 66
Pangkat matriks
Definisi (Pangkat matriks)
Misalkan A matriks berordo m n. Pangkat atau rank matriks A, notasi: p(A)(dibaca: pangkat matriks A), didefinisikan sebagai ordo terbesar submatriks segi A yang determinannya tidak nol.
Operasi Baris Dasar (OBD) dan Pangkat Matriks
Soal
Tentukan pangkat matriks berikut.
1 A= 1 0 1 21 1 0 0
2 B=
1 1 0
0 1 1
0 2 2
!
3 C=
5 1 0
0 2 1
0 0 1
!
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 30 / 66
Menentukan pangkat matriks menggunakan OBD
Teorema (Menentukan pangkat matriks)
Pangkat matriks hasil serangkaian operasi baris dasar sama dengan pangkat matriks asal.
Catatan: Jika A B, maka p(A) =p(B). Prosedur:
1 Lakukan operasi baris dasar terhadap matriks sehingga berbentuk matriks mirip segitiga atas aij=0, i>j .
2 Pangkat matriks adalah banyaknya baris matriks hasil OBD yang tidak semua elemennya nol.
Operasi Baris Dasar (OBD) dan Pangkat Matriks
Soal
Dengan menggunakan operasi baris dasar, tentukan pangkat matriks berikut.
1 A=
1 1 2
3 1 0
4 2 2
!
2 B=
1 1 2 1
3 1 0 1
4 2 2 1
!
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 32 / 66
Persamaan Linear
Definisi (Persamaan linear)
Suatu persamaan dalam n variabel x1, x2, . . . , xndikatakan linear bila dapat dituliskan dalam bentuk
c1x1+c2x2+. . .+cnxn=k
di mana c1, c2, . . . , cndan k adalah konstanta real.
Contoh:
1 2x=5 adalah persamaan linear.
2 3x+6y+2z=10 adalah persamaan linear.
3 4xy+6z=7 bukan persamaan linear.
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Sistem Persamaan Linear
Definisi (Sistem persamaan linear)
Sistem persamaan linear (SPL) yang terdiri dari m persamaan dan n variabel adalah suatu sistem persamaan yang dapat ditulis dalam bentuk
a11x1+a12x2+. . .+a1nxn = b1 a21x1+a22x2+. . .+a2nxn = b2 ... am1x1+am2x2+. . .+amnxn = bm.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 34 / 66
SPL di atas dapat ditulis dalam bentuk matriks AX=B
di mana
A= 0 BB
@
a11 a12 . . . a1n a21 a22 . . . a2n ... ... . .. ... am1 am2 . . . amn
1 CC
A X=
0 BB
@ x1 x2 ... xn
1 CC
A B=
0 BB
@ b1 b2 ... bn
1 CC A
Catatan:
1 A disebut matriks koefisien
2 (AjB)disebut matriks yang diperbesar atau matriks gandeng
3 Jika B=O, SPL disebut SPL homogen
4 Jika B6=O, SPL disebut SPL takhomogen
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Soal
1 Periksa apakah persamaan di bawah ini linear atau tidak.
1 2x1+x2 x3=0
2 x1+x2x3+x4=0
3 sin x1+x2+3x3=2
4 x1+x2 2x3=x4+1
2 Tuliskan SPL berikut ke dalam bentuk perkalian matriks AX=B dan matriks yang diperbesar AjB.
2x 3y+2z = 0 2x y z = 1 3x 2y+z = 1
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 36 / 66
Soal
Tuliskan SPL yang menghasilkan matriks yang diperbesar berikut.
0 B@
1 1 2
5 4 9
2 0 3
0 1 4
1 2 1 7
1 CA
SOLUSI
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Penyelesaian SPL
Definisi (Penyelesaian SPL)
Penyelesaian atau solusi SPL AX=B yang terdiri dari m persamaan dan n variabel adalah pasangan n bilangan(s1, s2, . . . , sn)yang memenuhi semua persamaan dalam SPL tersebut. (s1, s2, . . . , sn) berkorespondensi secara berurutan dengan(x1, x2, . . . , xn). Penyelesaian SPL:
tidak ada tunggal
banyaknya takhingga
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 38 / 66
Ilustrasi: Kemungkinan solusi SPL berikut l1 : a1x+b1y=c1 l2 : a2x+b2y=c2
ada tiga, yaitu:
Tidak ada Penyelesaian tunggal Banyak penyelesaian
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Kekonsistenan SPL
Definisi (Kekonsistenan SPL)
Suatu SPL dikatakan konsisten bila sekurang-kurangnya memiliki satu penyelesaian dan dikatakan takkonsisten bila tidak memiliki penyelesaian.
Teorema (Kekonsistenan SPL)
Sistem persamaan linear AX=B, dengan A matriks berordo m n, konsisten jika dan hanya jika p(A) =p(AjB). Jika SPL konsisten dan
1 p(A) =n, maka SPL tersebut memiliki penyelesaian tunggal.
2 p(A) <n, maka SPL tersebut memiliki banyak penyelesaian.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 40 / 66
Soal
1 Tentukan kekonsistenan SPL berikut.
2x+y 2z+3w=1 3x+2y z+2w=4 3x+2y+3z 3w=5
2 Tentukan α agar SPL berikut: a. konsisten b. takkonsisten x 3y+2z = 4
2x+y z = 1 3x 2y+z = α
SOLUSI
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Masalah: Menentukan penyelesaian SPLAX=BdenganAberordo m n.
Konsep dasar:
1 Jika(AjB) (CjD), maka penyelesaian SPL dengan matriks yang diperbesar(AjB)dan penyelesaian SPL dengan matriks yang diperbesar(CjD)adalah sama.
2 Jika C berbentuk matriks segitiga atas atau mirip matriks segitiga atas, sehingga matriks(CjD)seperti pada gambar:
(1) (2)
C matriks segitiga atas C mirip matriks segitiga atas maka SPL AX=B konsisten.
3 Jika C berbentuk mirip matriks segitiga atas, sehingga matriks (CjD)seperti pada gambar:
(3)
maka SPL AX=B takkonsisten.
Catatan: Bagian yang tidak diarsir semua elemennya nol.
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 42 / 66
Prosedur Penyelesaian SPL
Prosedur:
1 Tulis SPL dalam bentuk matriks yang diperbesar(AjB).
2 Lakukan serangkaian operasi baris dasar sehingga
(AjB) (CjD), dengan(CjD)merupakan matriks seperti pada gambar (1),(2), atau (3).
3 Jika(CjD)merupakan matriks seperti pada (3), maka SPL takkonsisten.
4 Jika(CjD)merupakan matriks seperti pada (1) atau (2), lakukan substitusi mundur pada SPL CX=D.
5 Penyelesaian pada langkah 4 merupakan penyelesaian SPL AX=B.
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Soal
Tentukan penyelesaian SPL berikut.
1 x1+2x2+x3=5 2x1+2x2+x3=6 x1+2x2+3x3=9
2 x1+x2+2x3=15 x1+x3=10 2x1+x2+3x3=25
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 44 / 66
Penerapan SPL
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Soal
Seorang petani yang sukses memiliki 3 buah kebun, yaitu kebun A, B dan C, yang masing-masing ditanami pohon kelapa. Untuk memanen 1 hektar kebun A diperlukan 8 orang kuli, 2 orang mandor dan 1 mobil pengangkut. Untuk memanen 1 hektar kebun B diperlukan 5 orang kuli, 3 orang mandor dan 2 mobil pengangkut. Sedangkan untuk memanen 1 hektar kebun C diperlukan 10 orang kuli dan 3 mobil pengangkut. Jika petani tersebut memiliki 74 orang kuli, 18 orang mandor dan 20 buah mobil pengangkut, tentukan luas
masing-masing kebun (dalam hektar) agar aset yang dimiliki petani tersebut termanfaatkan seluruhnya.
SOLUSI
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 46 / 66
Soal
Sebuah perusahaan distributor barang akan mendistribusikan barang dari 2 gudang yang terletak di kota A yang memuat 40 satuan barang, sedangkan gudang yang kedua terletak di kota B yang memuat 30 satuan barang.
Barang-barang tersebut akan didistribusikan ke kota C dan D yang masing-masing membutuhkan 20 dan 50 satuan barang. Ongkos
pengangkutan dari kota A ke kota C sebesar Rp 2.000,00; dari kota A ke kota D sebesar Rp 1.000,00; dari kota B ke kota C sebesar Rp 3.000,00 dan dari kota B ke kota D sebesar Rp 1.000,00. Biaya minimum pengangkutan barang-barang tersebut sebesar Rp 90.000,00. Tentukan banyaknya barang yang diangkut dari kedua gudang ke kota C dan D agar biaya pengangkutan minimum terpenuhi.
SOLUSI
Terapan Matriks (Sistem Persamaan Linear, SPL)
Tentang Slide
Penyusun: Dosen Dep. Matematika FMIPA IPB Versi: 2012 (sejak 2009)
Media Presentasi: LATEX - BEAMER (PDFLATEX)
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 48 / 66
SolusiMatriks A dengan elemen yang didefinisikan tersebut:
1 A=
1 1 1 2 1 2 3 3 1
!
2 A= 0 B@
0 2 2 2 2 1 0 3 3 3 2 1 0 4 4 3 2 1 0 5
1 CA
Soal
Solusi
SolusiSubmatriks dari matriks A adalah:
a. Aa= 0 11 5 b. Ab= ( 2 2 )
Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 50 / 66
SolusiOperasi matriks
a. 6 2 1
1 4 11
b. 1 20
7 7
c. 4
7
d. 6 5
5 25
e. 5 11
4 3
f. Tidak terdefinisi karena ukuran A adalah 2 x 3 sedangkan ukuran BD adalah 2 x 1.
Soal
Solusi
Solusi
jCj = 0 0+1
1 0 1
0 1 1
1 1 1 1
1 0 0
0 1 1
1 1 1
= ((1+0+0) (1+1+0)) (( 1+0+0) (0+1+0))
= 1+2=1
, determinant
1 Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 52 / 66
SolusijAj =0 jBj = 6 jCj =0
Soal
Solusi
Solusi
A 1= 12 13 B 1=
3 1 5
1 1 2
2 1 4
!
Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 54 / 66
Solusi
B=
4 3 10
1 2 3
1 1 4
!
Soal
Solusi
Solusi A=
1 2 3
2 6 10
1 2 9
! 1 2 3
0 2 4
0 4 12
! 1 2 3
0 2 4
0 0 4
!
=B
dan determinan matriks B adalah 8.
Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 56 / 66
Solusi
1 Pangkat = 2
2 Pangkat = 2
3 Pangkat = 3
Soal
Solusi
SolusiPenentuan pangkat matriks dengan operasi baris dasar.
1 A=
1 1 2
3 1 0
4 2 2
! 1 1 2
0 2 6
0 0 0
!
. Pangkat = 2
2 B=
1 1 2 1
3 1 0 1
4 2 2 1
! 1 1 2 1
0 2 6 2
0 0 0 1
!
. Pangkat = 3
Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 58 / 66
Solusi
1 Persamaan sebelumnya adalah:
1 Linear.
2 Tidak linear, karena terdapat perkalian x2x3.
3 Tidak linear, karena terdapat fungsi trigonometri.
4 Linear.
2 SPL dalam bentuk perkalian matriks yang diperbesar:
2 3 2
2 1 1
3 2 1
0 1 1
!
Soal
Solusi
SolusiSPL yang menghasilkan matriks yang diperbesar tersebut adalah:
x+y+2z = 1 5x+4y+9z = 2
2x 3z = 1
y 4z = 7
Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 60 / 66
Solusi
1
0
@ 2 1 2 3
0 12 2 52
0 0 4 5
1
5
12
1
A. Konsisten dan memiliki banyak penyelesaian.
2 Penentuan nilai α
1 3 2
0 7 5
0 0 0
4 7 α 5
!
Agar SPL tersebut konsisten, haruslah α=5. Jika α6=5, maka SPL tersebut tak konsisten.
Soal
Solusi
Solusi
1 Penyelesaian SPL
1 2 1
0 2 1
0 0 2
5 4 4
!
Dari hasil penyederhanaan tersebut, didapatkan penyelesaian tunggal dengan nilai x3=2, x2 =1, x1=1.
2 Penyelesaian SPL
1 1 2
0 1 1
0 0 0
15 5 0
!
Dari hasil penyederhanaan tersebut, didapatkan banyak penyelesaian. Misal x3=s, maka x2 =5 s dan x1 =10 s
Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 62 / 66
SolusiMisal x, y, z adalah luas kebun A, B dan C. Setiap baris merepresentasikan kuli, mandor dan mobil pengangkut.
x y z Ketersediaan
Kuli 8 5 10 74
Mandor 2 3 - 18
Mobil 1 2 3 20
8x+5y+10z=74 2x+3y=18 x+2y+3z=20 x, y, z 0
Diubah ke dalam bentuk matriks yang diperbesar adalah:
8 5 10 2 3 0 1 2 3
74 18 20
! E13
˜
1 2 3 2 3 0 8 5 10
20 18 74
!
E21( 2)E31( 8)
˜
1 2 3
0 1 6
0 11 14
20 22 86
!
E32( 11)
˜
1 2 3
0 1 6
0 0 52
20 22 156
!
Solusi
Dari hasil penyederhanaan tersebut, didapatkan 52z = 156=)z=3
y 6z = 22 =) y 18= 22=)y=4 x+2y+3z = 20=)x+8+9=20=)x=3
solusi z=3, y=4, x=3.
SolusiJadi, agar aset petani tersebut dapat termanfaatkan seluruhnya, luas kebun A adalah 3 hektar, luas kebun B adalah 4 hektar, dan luas kebun C adalah 3 hektar. Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 64 / 66
SolusiMisal diberikan variabel sebagai berikut:
w adalah banyaknya barang yang diangkut dari gudang A ke C.
x adalah banyaknya barang yang diangkut dari gudang A ke D.
y adalah banyaknya barang yang diangkut dari gudang B ke C.
z adalah banyaknya barang yang diangkut dari gudang B ke D.
0 BB B@
1 1 0 0
1 0 1 0
0 0 1 1
0 1 0 1
2000 1000 3000 1000
40 20 30 50 90000
1 CC CA
Solusi
Dari hasil penyederhanaan tersebut, banyaknya distribusi barang agar biaya pengangkutan minimum terpenuhi adalah sebagai berikut:
Solusi
Banyaknya barang dari gudang A ke C adalah 20 barang.
Banyaknya barang dari gudang A ke D adalah 20 barang.
Tidak ada barang dari gudang B ke C.
Banyaknya barang dari gudang B ke D adalah 30 barang.
Soal
(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, 2012 66 / 66