• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
139
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 1

PUTUSAN

Nomor: 10/G/2020/PTUN.YK.

”DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta yang memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara pada tingkat pertama dengan acara biasa yang diselenggarakan secara elektronik, melalui Sistem Informaasi Pengadilan/E-Court, telah memutuskan sengketa antara:

PT KREASICIPTA BUKITASRI, beralamat di Perumahan Villa Payung Indah Blok B Nomor 323, Pudakpayung, Semarang Jawa Tengah.

Berdasarkan akta pendirian PT tertanggal 12-04-1995 No. 53 dihadapan Elly Ninaningsih, S.H. Notaris di Semarang, dengan AD Perseroan Terbatas berdasarkan SK Menteri Kehakiman RI No. C2- 16940.HT.01.01.TH’95, tertanggal 22-12-1995 dengan beberapa kali perubahan terakhir dengan Akta No. 47 tanggal 30-04-2020 dihadapan Kurniawan Budisantoso, S.H., SP.N, M.H.,. Notaris di Kabupaten Semarang dengan Keputusan MENKUMHAM Republik Indonesia Nomor: AHU-0033810.AH.01.02 TAHUN 2020, tertanggal 04 Mei 2020.

Dalam hal ini diwakili oleh : DJIJONO HUSODO, Kewarganegaraan Indonesia, Selaku Direktur PT KREASICIPTA BUKITASRI beralamat: Jl.

Karangrejo Raya No. 61, RT.012/RW.007, Kel. Srondol Wetan, Kec.

Banyumanik, Kota Semarang bertindak untuk dan atas nama PT KREASICIPTA BUKITASRI dalam hal ini telah memberikan kuasa, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 30 April 2020 kepada : 1. Wisnu Harto, S.H..;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 2

2. M. Zaki Sierrad, S.H.. CN. M.H..Cand. Dr.;

3. Yuwono Riyagung S, S.H..;

4. FL. Agus Teguh S., S.H..;

Kesemuanya Warganegara Indonesia, Advokat / Penasihat Hukum pada Kantor Advokat & Konsultan Hukum “WISNU HARTO, SH &

PARTNERS” beralamat di Jl. Buhu CT.VIII No 135 G, Caturtunggal, Depok, Sleman (55281), E-mail: [email protected].;

Selanjutnya disebut sebagai--- PENGGUGAT;

Melawan

I. KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, berkedudukan di Jalan Brigjend.

Katamso, Yogyakarta;

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 1411/SKU-34.MP./VII/2020, tertanggal 3 Juli 2020 telah memberikan kuasa kepada:

1. Nama : Munsyarief, A. Ptnh, M.Si.;

Jabatan : Kepala Bidang Penanggulangan Masalah dan Pengendalian Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

2. Nama : Sujoko, A. Ptnh., S.H.., M.H..;

Jabatan : Kepala Seksi Penanganan Perkara, Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

3. Nama : Rachmad Nugroho, S.H..;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 3

Jabatan : Kepala Seksi Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

4. Nama : Irwahjudi Desembiharso, A. Ptnh.;

Jabatan : Analis Hukum Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

5. Nama : Dewi Astutiningsih, S. ST.;

Jabatan : Analis Hukum Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

6. Nama : Tusti Sri Wahyuni, S. STH.;

Jabatan : Analis Hukum Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

7. Nama : Budi Rahayu, S. SiT, MH.;

Jabatan : Analis Hukum Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

8. Nama : Winarno, S.H..;

Jabatan : Analis Hukum Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

Semuanya Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, beralamat pada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta Jalan Brigjend.

Katamso, Yogyakarta;

Selanjutnya disebut sebagai --- TERGUGAT;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 4

II. PT FAJARTIMUR BARAYATAMA, beralamat di Jl.. Muh. Kahfi 2 Nomor 38, Ruko. D-08, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.Dalam hal ini diwakili oleh RUDY ADI SURYONO, kewarganegaraan Indonesia, beralamat di Jalan Tebet Timur Dalam 18/1, RT./RW. 007/004, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selaku Direktur PT Fajartimur Barayatama, berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Fajartimur Barayatama, Nomor 70, tertanggal 10 Desember 1990, dan perubahan Akta terakhir Nomor 17, Tanggal 20 Mei 2015, yang dalam hal ini memberikan kuasanya, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 3 Juli 2020, kepada:

1. Romi Habie, S.H..;

2. Khrisna Kuncahyo Winardi, S.H..;

3. Novi Feniyati, SH., M.Hum.;

4. Tri Andika Nur Wicaksana, S.H..;

5. Dika Pratama, SH., M.H..;

Semuanya Kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat, berkantor di Law Firm Romi Habie & Partner beralamat di Ruko Panda RR Square Kav. F, Jalan Ringroad Utara, Condongcatur, Depok-Sleman-55284, Yogyakarta;

Selanjutnya disebut sebagai---TERGUGAT II INTERVENSI;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 5

Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut:

1. Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor : 10/PEN-DIS/2020/PTUN.YK. tanggal 18 Juni 2020 Tentang Lolos Dismissal;

2. Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor : 10/PEN-MH/2020/PTUN.YK. tanggal 18 Juni 2020 Tentang Penunjukan Majelis Hakim untuk memeriksa dan memutus perkara gugatan ini;

3. Telah membaca Penetapan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor : 10/PEN-PPJS/2020/PTUN.YK. tanggal 18 Juni 2020, Tentang Penunjukan Panitera Pengganti dan Juru Sita Pengganti;

4. Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Nomor : 10/PEN- PP/2020/PTUN.YK. tanggal 18 Juni 2020 Tentang Hari dan Tanggal Pemeriksaan Persiapan;

5. Telah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Nomor : 10/PEN- HS/2020/PTUN.YK. tanggal 28 Juli 2020 Tentang Hari dan Tanggal Persidangan;

6. Telah membaca berkas perkara Nomor: 10/G/2020/PTUN.YK. beserta seluruh lampiran yang terdapat didalamnya;

7. Telah membaca Surat Permohonan tertanggal 28 Juli 2017 yang diajukan PT Fajar Timur Barayatama melalui Kuasa Hukumnya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 6

TENTANG DUDUK SENGKETA

Bahwa Penggugat telah mengajukan Gugatannya tertanggal 17 Juni 2020 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta tanggal 18 Juni 2020 di bawah Register Perkara Nomor : 20/G/2020/PTUN.YK. dan Gugatan tersebut telah diperbaiki pada tanggal 28 Juli 2020 yang pada pokoknya mendalilkan bahwa objek sengketa in casu yang dikeluarkan Tergugat telah bertentangan dengan peraturan perundang- undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AAUPB);

Bahwa yang menjadi objek sengketa dalam perkara ini untuk dinyatakan batal atau tidak sah dan diwajibkan kepada Tergugat untuk mencabutnya adalah:

Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Nomor 01/Pbt/BPN.34/2020, Tentang Pembatalan Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul Nomor 09/HGB/BPN-13.01/2018 Tanggal 19 Januari 2018 Tentang Pemberian Hak Guna Bangunan Atas Nama PT. Kreasicipta Bukitasri Berkedudukan di Kota Semarang Atas Tanah Terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Hak Atas Tanah Hak Guna Bangunan Nomor 02878/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03075/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03076/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03077/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03078/Bangunjiwo, Seluruhnya Tercatat Atas Nama PT. Kreasicipta Bukitasri Berkedudukan di Semarang, Terletak di Desa Bangunjiwo

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 7

Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, tertanggal 30 Maret 2020;

Bahwa dasar dan alasan Gugatan Penggugat pada pokoknya adalah sebagai berikut :

I. OBYEK GUGATAN:

Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Nomor 01/Pbt/BPN.34/2020, Tentang Pembatalan Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul Nomor 09/HGB/BPN-13.01/2018 Tanggal 19 Januari 2018 Tentang Pemberian Hak Guna Bangunan Atas Nama PT. Kreasicipta Bukitasri Berkedudukan di Kota Semarang Atas Tanah Terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Hak Atas Tanah Hak Guna Bangunan Nomor 02878/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03075/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03076/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03077/Bangunjiwo, Hak Guna Bangunan Nomor 03078/Bangunjiwo, Seluruhnya Tercatat Atas Nama PT. Kreasicipta Bukitasri Berkedudukan di Semarang, Terletak di Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, tertanggal 30 Maret 2020;

II. KEWENANGAN.

Bahwa sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara (TUN) antara orang atau Badan Hukum Perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 8

dikeluarkannya Keputusan Tata Usaha Negara (beschikking) OBYEK GUGATAN. Sebagaimana Pasal 1 angka 9 dalam Undang-Undang No.

51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara menegaskan bahwa yang dimaksudkan Keputusan Tata Usaha Negara (beschikking) adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, final serta menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau Badan Hukum Perdata.

Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, merumuskan pengertian Sengketa Tata Usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau Badan Hukum perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara, baik di pusat maupun di daerah, sebagai akibat dikeluarkannya keputusan TUN.

Keputusan Tata Usaha Negara merupakan penetapan tertulis yang dilakukan oleh Negara atau pejabat yang berwenang, berisi tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan bersifat konkrit, individual dan final. Adapun yang menjadi penyebab sengketa dapat dikemukakan sebagai berikut

Uraian tentang Sifat Obyek Gugatan:

1. Bersifat konkret, artinya bahwa objek yang diputuskan dalam keputusan tersebut tidak abstrak, tetapi berwujud, tertentu atau dapat ditentukan. Dengan kata lain, wujud dari keputusan tersebut

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 9

dapat dilihat dengan kasat mata. Namun, terhadap ketentuan ini ada pengecualian, yaitu :

a. Apabila Badan atau Pejabat TUN tidak mengeluarkan keputusan, sedangkan hal itu menjadi kewajibannya, maka hal tersebut disamakan dengan Keputusan TUN;

b. Jika suatu Badan atau Pejabat TUN tidak mengeluarkan keputusan yang dimohon, sedangkan jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dimaksud telah lewat, maka Badan atau Pejabat TUN tersebut dianggap telah menolak mengeluarkan keputusan yang dimaksud;

c. Dalam hal peraturan perundang-undangan yang bersangkutan tidak menentukan jangka waktu, maka setelah lewat waktu 4 (empat) bulan sejak diterimanya permohonan, Badan atau Pejabat TUN yang bersangkutan dianggap telah mengeluarkan keputusan penolakan;

Bahwa objek sengketa mengandung unsur bersifat konkret, karena objek yang diputuskan dalam objek sengketa tersebut tidak abstrak, berwujud dan dapat ditentukan, yaitu telah ada hak keperdataan yang telah diterbitkan oleh Badan atau Pejabat TUN ; Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul yang telah dicabut atau dibatalkan oleh Kantor Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 10

Bahwa Hak keperdataan yang dicabut adalah: Hak Guna Bangunan atas nama PT. KREASICIPTA BUKITASRI (PENGGUGAT), atas tanah yang Terletak di Gedongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten, Bantul, DIY. Yang merupakan tanah dan lokasi pembangunan milik (Pengembang)PENGGUGAT dengan PT.Karya Sehati Utama dalam perjanjian Obyek Kerjasama Operasional disebut “KSO Kreasi Sehati”. Yang dikenal dengan Perum “Villa Gardenia”, yaitu:

1) HGB nomor 02878/Bangunjiwo, atas nama PT.

KREASICIPTA BUKITASRI;

2) HGB nomor 03075/Bangunjiwo,atas nama PT.

KREASICIPTA BUKITASRI;

3) HGB nomor 03076/Bangunjiwo, atas nama PT.

KREASICIPTA BUKITASRI;

4) HGB nomor 03077/Bangunjiwo, atas nama PT.

KREASICIPTA BUKITASRI;

5) HGB nomor 03078/Bangunjiwo.atas nama PT. KREASICIPTA BUKITASRI;

2. Bersifat individual, artinya tidak ditujukan untuk umum, tetapi tertentu, baik subyek hukum, alamat maupun hal yang dituju. Jika yang ditujukan adalah hak keperdataan atas Badan Hukum pemegang hak (HGB) , yaitu Hak Guna Bangunan atas nama PT.

KREASICIPTA BUKITASRI.( PENGGUGAT);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 11

Bahwa objek sengketa mengandung unsur bersifat individual, karena subjek dalam objek sengketa tidak ditujukan untuk umum, melainkan khusus memutuskan hak keperdataan yang ditujukan kepada pemegang hak yaitu badan hukum PT. KREASICIPTA BUKITASRI (PENGGUGAT) yang berkedudukan di Semarang berdasarkan akta pendirian PT tertanggal 12-04-1995 no. 53 dihadapan Elly Ninaningsih Notaris di Semarang, dengan Anggaran Dasar Perseroan berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman no.

C2-16940.HT.01.01.TH’95, tertanggal 22-12-1995 dengan beberapa kali perubahan terakhir akta no. 47 tanggal 30-04-2020 dihadapan Kurniawan Budisantoso, SH, SP.N, MH. Notaris di Semarang. dan telah mendapatkan KeputusanMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI AHU-0033810.AH.01.02. TAHUN 2020 tanggal 04 Mei 2020;

3. Bersifat final, artinya bahwa Keputusan TUN tersebut sudah definitif atau tidak lagi memerlukan persetujuan dari instansi atasan atau instansi lain, dan karenanya keputusan ini dapat menimbulkan akibat hukum;

Definisi “menimbulkan akibat hukum” adalah menimbulkan akibat hukum Tata Usaha Negara, karena penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha tersebut berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara. Akibat hukum Tata Usaha Negara tersebut dapat berupa :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 12

a) Menguatkan suatu hubungan hukum atau keadaan hukum yang telah ada (declaratoir);

b) Menimbulkan suatu hubungan hukum atau keadaan hukum yang baru (constitutief);

c) Menolak untuk menguatkan hubungan hukum atau keadaan hukum yang telah ada;

d) Menolak untuk menimbulkan hubungan hukum atau keadaan hukum yang baru;

Bahwa objek sengketa mengandung unsur bersifat final, karena objek sengketa tidak lagi memerlukan persetujuan dari instansi atasan atau instansi lain, dan objek sengketa menimbulkan akibat hukum bagi PENGGUGAT sebagai pemilik sah yang akan kehilangan hak keperdataan berupa HGB:

1) HGB nomor 02878/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

2) HGB nomor 03075/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

3) HGB nomor 03076/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

4) HGB nomor 03077/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

5) HGB nomor 03078/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

Dengan berdasarkan uraian di atas, maka OBYEK GUGATAN berupa Keputusan Tata Usaha Negara (beschikking) dalam perkara a quo yang diterbitkan oleh TERGUGAT termasuk sebagai Sengketa PTUN yang merupakan obyek gugatan yang merupakan Surat Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara (beschikking) yang secara hukum telah bersifat konkret, individual, final serta

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 13

menimbulkan akibat hukum bagi PENGGUGAT yaitu Hilangnya hak keperdataan atas tanah, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1 angka 9 Undang-Undang No. 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN);

III. UPAYA ADMINISTRATIF.

Upaya Administratif adalah proses penyelesaian sengketa yang dilakukan dalam lingkungan Administrasi Pemerintahan sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan Administrasi Pemerintahan dan/ atau Tindakan Administrasi Pemerintahan yang merugikan. Dalam menempuh upaya administrasi, PENGGUGAT berpedoman pada Bab X tentang Upaya Administrasi pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (UU AP). Upaya administratif sebagaimana ketentuan diatas dalam UU Nomor 5 Tahun 2014.

Mengadung maksud:

a. menciptakan tertib penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan;

b. menciptakan kepastian hukum;

c. mencegah terjadinya penyalahgunaan Wewenang;

d. menjamin akuntabilitas Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan;

e. memberikan pelindungan hukum kepada Warga Masyarakat dan aparatur pemerintahan; f. melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menerapkan AUPB; dan

g. memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada Warga Masyarakat;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 14

Dalam pasal 75 UU tersebut menegaskan bahwa warga masyarakat yang dirugikan terhadap keputusan dan atau tindakan dapat mengajukan bantahan/keberatan melalui upaya administratif kepada pejabat pemerintahan atau atasan pejabat yang menetapkan. Sebelum melangkah upaya hukum melalui PTUN. Selajutnya berdasarkan PERMA nomor 6 tahun 2018 Pasal 2 ayat (1); Pengadilan berwenang menerima, memeriksa, mumutus dan menyelesaikan sengketa administrative pemerintahan setelah menempuh upaya administrasi;

Upaya Administratif yang telah dilakukan PENGGUGAT terkait pencabutan hak keperdataan Sertifikat HGB oleh TERGUGAT (ASN) yang mengakibatkan hilangnya hak keperdataan yang telah dimiliki oleh PENGGUGAT dapat diterangkan sebagai berikut:

1. Bahwa PENGGUGAT sebagai pemegang Hak yang sah atas HGB yang dicabut adalah badan hukum PT. KREASICIPTA BUKITASRI (PENGGUGAT) yang berkedudukan di Semarang berdasarkan akta pendirian PT tertanggal 12-04-1995 no. 53 dihadapan Elly Ninaningsih Notaris di Semarang, dengan AD Perseroan berdasarkan SK Menteri Kehakiman no. C2-16940.HT.01.01.TH’95.

tertanggal 22-12-1995, dengan beberpa kali perubahan terakhir akta no. 47 tanggal 30-04-2020 dihadapan Kurniawan Budisantoso, SH, SP.N, MH. Notaris di Semarang, dan telah mendapatkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI AHU- 0033810.AH.01.02. TAHUN 2020 tanggal 04 Mei 2020;

Sebagai pemilik dan pemegang hak yang sah atas Sertifikat HGB:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 15

1) HGB nomor 02878/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

2) HGB nomor 03075/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

3) HGB nomor 03076/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

4) HGB nomor 03077/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

5) HGB nomor 03078/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

PENGGUGAT telah mendapatkan Hak atas tanah tersebut sesuai prosedur yang benar sebagaimana pasal 23 jo. 24 jo. 25 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 40 tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai Atas Tanah, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no. 24 tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah;

2. Bahwa dengan munculnya OBYEK GUGATAN (beschikking) dari TERGUGAT, PENGGUGAT sebagai pemilik sah HGB telah menyampaikan SURAT BANTAHAN nomor 03/IV/KCB/2020 tertanggal 24 April 2020 kepada TERGUGAT. Baru ditanggapi tanggal 20 Mei 2020 dengan surat nomor MP 01/III2-34/V/2020 . TERGUGAT tetap berpendirian telah benar dan merasa tidak bertindak sewenang-wenang, tanpa PENGGUGAT mendapat kesempatan memberikan penjelasan atau pembelaan, atas atas dicabutnya Hak Keperdataannya secara semena-mena oleh TERGUGAT;

3. Bahkan TERGUGAT melalui Pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul bersama Aparat Kepolisian berusaha untuk melakukan penyitaan terhadap semua Sertifikat HGB tersebut sebagaimana

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 16

surat MP.01/901-34-02/IV/2020 tertanggal 14 April 2020 dengan menarik semuan Sertifikat HGB obyek Pembatalan. Atas tindakan tersebut PENGGUGAT menyampaikan surat nomor 04/IV/KCB/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Keberatan atau Penolakan upaya penarikan Sertifikat HGB atas nama PT. Kreasi Cipta Bukit Asri, atas tanah yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, Hak atas tanah HGB nomor 02878/Bangunjiwo, HGB nomor 03075/Bangunjiwo, HGB nomor 03076/Bangunjiwo, HGB nomor 03077/Bangunjiwo, dan HGB nomor 03078/Bangunjiwo atas Seritifikat Hak Milik No. 1844 Bangunjiwo;

4. Bahwa tindakan TERGUGAT yang sewenang-wenang terhadap PENGGUGAT tanpa didasari putusan dari lembaga peradilan, telah dilakukan upaya adminstratif perlawanan dari PENGGUGAT melalui surat nomor 04/IV/KCB/2020 tertanggal 20 Mei 2020 Namun TERGUGAT tetap melanjukan tindakan Pembatalan HGB PENGGUGAT dengan Pengumuman Pembatalan Sertifikat HBG tersebut tertanggal 05 Juni 2020, melalui Surat kabar Harian Kedaulatan Rakyat tanggal 10 Juni 2020;

5. Bahwa OBYEK GUGATAN (beschikking) dari TERGUGAT yang diterbitkan atas dasar Permohonan PT. FAJAR TIMUR BARAYATAMA yang tidak memiliki legal standing (alas hak) tentu sangat bertentangan dengan Hukum positif yang berlaku yaitu PP no. 9 tahun 1999 pasal 32 ,pasal 33 dan pasal 34 ayat 1 huruf b, harusnya DITOLAK oleh TERGUGAT;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 17

6. Bahwa beschikking (Surat Keputusan Pejabat TUN) yang menjadi obyek gugatan sengketa TUN dalam perkara ini terbukti melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana yang diatur dalam Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-Undang No. 9 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 tentang PTUN, sehingga Surat Keputusan tersebut mengandung cacat hukum dan haruslah dinyatakan batal atau tidak sah;

7. Bahwa penyelesaian sengketa melalui UPAYA ADMINISTRATIF dalam perkara a quo tentu harus tetap menjaga dan melindungi hak masyarakat yang menjadi korban adanya putusan tersebut karena terkait Hak-Hak dalam lapangan hukum KEPERDATAAN. Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggara pemerintahan serta mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi maka UU AP Nomor 30 tahun 2014 telah menjamin untuk menciptakan hukum, mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang, menjamin akuntabilitas badan dan/atau Pejabat Pemerintah, memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat dan aparatur pemerintah serta menerapkan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Namun sebagaimana Peraturan Pemerintah NOMOR 40 TAHUN 1996 TENTANG HAK GUNA USAHA, HAK GUNA BANGUNAN DAN HAK PAKAI ATAS TANAH dan PERATURAN METERI NEGARA AGRARIA/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 9 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PEMBATALAN HAK ATAS TANAH NEGARA DAN HAK

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 18

PENGELOLAAN. Dalam menyikapi hal tersebut SEHARUSNYA TERGUGAT melakukan proses Identifikasi para pihak, Konfirmasi dan mediasi dari Para Pihak (Pemohon dan Termohon), namun jika tidak berhasil maka upaya hukum sebagaimana ketentuan Undang- Undang Nomor 5 Tahun 1986 jo Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dilakukan. Mengingat ada aspek asas-asas umum pemerintahan yang baik yang tidak pernah dilalui sebelum TERGUGAT menerbitkan OBYEK GUGATAN (beschikking);

Karena UPAYA ADMINISTRATIF dari PENGGUGAT telah diabaikan oleh TERGUGAT atas pertimbangan hukum dan keadilan PENGGUGAT akhirnya mengajukan Gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta agar OBYEK GUGATAN (beschikking) yang telah diterbitkan oleh TERGUGAT dibatalkan mengingat upaya administarif yang dilakukan PENGGUGAT tidak mendapat tanggapan yang baik atau yang semestinya. Karena Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik;

IV. KEPENTINGAN PENGGUGAT.

1. Bahwa PENGGUGAT sebagai pemegang Hak keperdataan (HGB) atas lahan yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Saat ini sebagai lahan Perumahan dahulu bernama Perum VILLA BUKIT ASRI sekarang bernama VILLA GARDENIA yang terletak di Gedongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten, Bantul, DIY. Yang merupakan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 19

tanah dan lokasi pembangunan perumahan milik Pengembang PT.

KREASI CIPTA BUKITASRI dengan PT. KARYA SEHATI UTAMA dalam perjanjian Obyek Kerjasama Operasional disebut “KSO Kreasi Sehati”. melalui PROSES PERMOHONAN HAK HGB (Pelepasan hak dengan para pemilik sebelumnya sampai proses terbitnya HGB melalui Permohonan dan pendaftaran tanah)

1. HGB 01397/Bangunjiwo seluas 63.506 M2, atas nama PENGGUGAT;

2. HGB 02878/Bangunjiwo seluas 1880 M2, atas nama PENGGUGAT;

3. HGB 02881/Bangunjiwo seluas 910 M2 , atas nama PENGGUGAT;

4. HGB 03075/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

5. HGB 03076/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

6. HGB 03077/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

7. HGB 03078/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

2. Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara (beschikking) tersebut sangat merugikan PENGGUGAT karena OBYEK GUGATAN yang diterbitkan oleh TERGUGAT telah menghilangkan hak keperdataan PENGGUGAT secara sewenang-wenang tanpa memberikan kesempatan secara administratif untuk dilakukan konfirmasi langsung kepada Pemegang Hak sebelumnya (PENGGUGAT). Yang saat ini hak keperdataan dari PENGGUGAT telah dibatalkan yaitu:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 20

1) HGB nomor 02878/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

2) HGB nomor 03075/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

3) HGB nomor 03076/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

4) HGB nomor 03077/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

5) HGB nomor 03078/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

3. Bahwa tindakan TERGUGAT telah bertentangan dengan ketentuan Perundang- undangan sebagaimana dimaksud pada berdasarkan UU PTUN Pasal 53 . Ayat (2) bahwa PTUN berwenang mengadili Sengketa Tata Usaha Negara untuk :

a. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

b. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik;

V. TENGANG WAKTU

1. Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara (beschikking) “OBYEK GUGATAN” diterbitkan Tergugat tanggal 30 Maret 2020;

2. Bahwa OBYEK GUGATAN tersebut diterima /diketahui Penggugat pada tanggal 13 April 2020;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 21

3. Bahwa atas terbitnya OBYEK GUGATAN tersebut PENGGUGAT telah melakukan upaya administratif sebagai upaya pembelaan untuk mempertahankan Hak Atasa Tanah yang merasa telah diperoleh dengan prosedur yang benar. Melalui SURAT BANTAHAN nomor 03/IV/KCB/2020 tertanggal 24 April 2020 kepada TERGUGAT;

4. Bahwa Gugatan a quo diajukan pada tanggal 17 Juni 2020. Ketika TERGUGAT tetap menjalankan OBYEK GUGATAN terhadap Hak Keperdataan dari PENGGUGAT;

5. Bahwa Berdasarkan Pasal 55 Undang Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengatur:

 Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara;

 Bahwa Penggugat mengajukan gugatan a quo pada Hari Rabu, 17 Juni 2020 di PTUN Yogyakarta dan jika Objek Sengketa diterbitkan Tergugat tanggal 30 Maret 2020, dan baru diketahui oleh Penggugat tanggal 17 April 2020dengan demikian Gugatan a quo diajukan masih dalam tenggang waktu 90 Hari sebagaimana ketentuan pasal 55 Undang Undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan oleh karenanya haruslah dinyatakan diterima;

6. Bahwa karena upaya Administrasi sudah dilakukan Penggugat dan berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 5 ayat (1) PERMA nomor 6 tahun 2018; Pengadilan berwenang menerima, memeriksa, memutus

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 22

dan menyelesaikan sengketa administratif pemerintahan setelah menempuh upaya administrasi setelah 90 hari sejak keputusan atas upaya administrasi diterima oleh PENGGUGAT yaitu dihitung sejak jawaban Tergugat atas Upaya Administrasi tertanggal 20 Mei 2020 dengan surat nomor MP 01/III2-34/V/2020 diterima Tergugat;

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka Pengadilan Tata Usaha Yogyakarta berwenang untuk memeriksa, mengadili, dan memutus gugatan a quo dari PENGGUGAT;

VI. POSSITA.

1. Bahwa PENGGUGAT sebagai pemegang Hak keperdataan (HGB) atas lahan yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Saat ini sebagai lahan Perumahan dahulu bernama Perum VILLA BUKIT ASRI sekarang bernama VILLA GARDENIA yang terletak di Gedongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten, Bantul, DIY. Yang merupakan tanah dan lokasi pembangunan milik Pengembang PT. Kreasi Cipta Bukit Asri dengan PT.Karya Sehati Utama dalam perjanjian Obyek Kerjasama Operasional disebut “KSO Kreasi Sehati”. Dan sampai saat ini diatas Obyek HGB masih secara de facto masih dikuasai dan dibangun oleh PENGGUGAT sebagai pengembang sesuai dengan peruntukannya;

2. Bahwa PENGGUGAT mendapatkan HGB melalui PROSES PERMOHONAN HAK di Kantor Pertanahan Kabupaten BANTUL dengan didahului PELEPASAN HAK oleh para pemilik sebelumnya.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 23

Dengan berdasarkan adanya legal standing pemilik tanah asal yang sah berdasarkan putusan Pengadilan yang inchracht yaitu:

 PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANTUL REG.

no.33/Pdt.G/PN.Btl yang telah memiliki kuatan hukum tetap 25 Desember 2003;

 PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANTUL REG.

67/Pdt.G/2010/PN.Btl. jo. 71/PDT/2011/PTY. PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap 2012;

 PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI di MAHKAMAH AGUNG RI Reg nomor 8 PK/PDT/2020 tertanggal 5 Februari 2020 Mahkamah Agung RI;

Sehingga diterbitkan Hak atas tanah HGB kepada PENGGUGAT sesuai dan benar menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 40 tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah. yang dahulu tahun 1997 merupakan tanah Hak Milik warga:

Dahulu tanah di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY terletak sebelah selatan Pusdilat Gunung Sempu. Yang saat ini telah menjadi lahan peumahan Villa Gardedia dan Perum Bukit Asri milik PENGGUGAT:

1) Ny.Atmodimejo Sebagai pemilik dari tanah persil No. 539 Letter C, Psl. 63 , Kls.P VI, Luas, 0,0520 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 24

2) Ny. Nitipawiro Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1308 Letter C, Psl. 63 , Kls. P.VI, Luas 0.1440 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

3) Ny. Arjosemito Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1309 Letter C, Psl.63 , Kls. P.VI, Luas 0.1414 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

4) Joyosuparto Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1310 Letter C, Psl.63 , Kls. P.VI, Luas 0,1550 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

5) Atmowijoyo Sebagai pemilik dari tanah persil No.69 Letter C, Psl.63, Kls. P.VI, Luas 0,9460 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

6) Ny. Sartilah Sebagai pemilik dari tanah persil No.1315 Letter C, Psl. 63, Kls. P.VI, Luas 0,1052 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

7) Ny. Widi Utomo Sebagai pemilik dari tanah persil No.1321 Letter C, Psl. 63, Kls. P.VI, Luas 0,0200 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

8) Nrimorejo Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1310 Letter C, Psl.63 , Kls.P.VI, Luas 0,0300 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

9) Pawiro Karyo, Sebagai pemilik dari tanah persil No. 243

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24

(25)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 25

Letter C, Psl.63 , Kls. P.VI, Luas 1,9545 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

10) Ny. Solah Suwito Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1267 Letter C, Psl. 63, Kls. P.VI, Luas 2,0110 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

11) Budi Wiyono, Sebagai pemilik dari tanah persil No. 666 Letter C, Psl.63 , Kls.P.VI, Luas 0,2268 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

12) Karsosetiko,Sebagai pemilik dari tanah persil No. 665 Letter C, Psl. 63, Kls.P.VI, Luas 0,1370 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

13) Atmowiyono Sebagai pemilik dari tanah persil No. 852 Letter C, Psl. 63 , Kls. P.VI, Luas 0,1840 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

14) Warno Sumarto, Sebagai pemilik dari tanah persil No. 851 Letter C, Psl. 63 , Kls. P.VI, Luas 0,1840 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

15) Ny. Karyo Utomo Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1319 Letter C, Psl. 63 , Kls.P VI, Luas, 0,0635 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

16) Ny Sardi Utomo Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1318 Letter C, Psl. 63 , Kls. P.VI, Luas 0,0635 Ha, yang terletak di

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25

(26)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 26

Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

17) Ny Parjo Utomo Sebagai pemilik dari tanah persil No. 1317 Letter C, Psl.63 , Kls. P.VI, Luas 0,0635 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

18) Supriyadi Widodo al Sadat Sebagai pemilik dari tanah persil No. 243 Letter C, Psl.63 , Kls. P.VI, Luas 2,4000 Ha, yang terletak di Desa Bangunjiwo, Kec. Kasihan, Kab. Bantul, DIY;

3. Bahwa lahan yang dialihkan oleh pemilik asal kepada PENGGUGAT adalah sah dengan adanya PERIKATAN JUAL BELI Notariil dan dikuatkan adanya Putusan Pengadilan: yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (incracht) karena tanah tidak dalam sengketa, selanjutnya perdasarkan putusan pengadilan tanah tersebut dilakukan pelepasan hak oleh pemilik asal kepada PENGGUGAT (PT. KCBA /PT. KREASICIPTA BUKITASRI);

4. Selanjutnya PENGGUGAT ketika menjalankan proses permohonan hak (HGB) didasarkan atas proses hukum formil yang benar sesuai Ketentuan hukum yang berlaku serta proses yang teliti dan bertahap oleh Kantor Pertanahan Kab. Bantul sehingga telah diterbitkan Hak Guna Bangunan atas nama PENGGUGAT (PT. KCBA /PT.

KREASICIPTA BUKITASRI). Dan selanjutnya di atas obyek lahan tersebut oleh Kantor Pertanahan Kab. Bantul telah terbit HGB sebagai berikut:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26

(27)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 27

1) HGB 01397/Bangunjiwo seluas 63.506 M2, atas nama PENGGUGAT;

2) HGB 02878/Bangunjiwo seluas 1880 M2, atas nama PENGGUGAT;

3) HGB 02881/Bangunjiwo seluas 910 M2 , atas nama PENGGUGAT;

4) HGB 03075/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

5) HGB 03076/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

6) HGB 03077/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

7) HGB 03078/Bangunjiwo atas nama PENGGUGAT;

5. Bahwa OBYEK GUGATAN (beschikking), telah diterbitkan atas dasar adanya Permohonan dari Kuasa Hukum PT. Fajartimur Barayatama, tertanggal 4 Juli 2019 telah salah dan keliru, dimana Pemohon tidak memiliki alas hak yang kuat sebagai Legal standing (bukan sebagai pemilik yang sah atas OBYEK tersebut). Karena hak keperdataan PT.

Fajartimur Barayatama telah BATAL DEMI HUKUM berdasarkan kaidah hukum yang ada baik hukum adat maupun hukum perdata dikaitkan dengan adanya PUTUSAN PENGADILAN yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (incraht) yaitu PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANTUL REG. no.33/Pdt.G/PN.Btl dan PUTUSAN REG. 67/Pdt.G/2010/PN.Btl. jo. 71/PDT/2011/PTY;

6. Bahwa sebelum PEMOHON (PT. FAJAR TIMUR BARAYATAMA ) melakukan permohonan ke pihak TERGUGAT sampai terbitnya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27

(28)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Putusan Nomor 10/G/2020/PTUN.YK. Halaman 28

OBYEK GUGATAN (beschikking), telah terjadi fakta hukum sebagai berikut:

6.1. Bahwa GAGALNYA PT. FAJAR TIMUR BARAYATAMA untuk merampas lahan yang dulu pernah merasa dibeli dari warga pemilik asal. Namun berdasarkan PUTUSAN PERDATA (sebagaimana angka 4 diatas) telah batal demi hukum karena PT. FAJAR TIMUR BARAYATAMA dinyatakan WANPRESTASI terhadap para pemilik asal dan telah menterlantarkan lahan sejak 1998 karena tidak pernah diajukan upaya pendataran tanah untuk permohonan baru atas nama PT. FAJAR TIMUR BARAYATAMA.Yang telah dikuatkan dengan adaya Putusan Peradilan tentang status tanah berdasarkan PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANTUL REG.

no.33/Pdt.G/PN.Btl dan PUTUSAN REG.

67/Pdt.G/2010/PN.Btl. jo. 71/PDT/2011/PTY;

6.2. Tahun 2018 di Pengadilan Negeri Bantul PT. FAJAR TIMUR BARAYATAMA baru melakukan upaya hukum perdata dengan menggugat PENGGUGAT (PT.

KREASICIPTA BUKITASRI), PT. Karya Sehati Utama (KSU) dan para ahli waris pemilik asal, Dalam Perkara:

1) Perkara Perdata Reg. 67/Pdt.G/2018/PN.Btl. di Pengadilan Negeri Bantul;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah