NEWS HEADLINES
JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART
Sinyal secara teknikal terkonfirmasi IHSG potensial koreksi dalam pekan ini, terutama sinyal dari leading indikator baik MACD dan Stochastic terkonfrimasi negatif bagi indeks. Selain itu, dari lagging indikator yang terkonfirmasi negatif bagi IHSG tercermin dari MA5, dimana IHSG break out dibawah garis tersebut.
JAKARTA INDICES STATISTICS
CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)
IHSG 5342.516 +62.621 6,636.19 7,574.28
LQ-45 923.886 +12.947 1,797.83 5,926.47
MARKET REVIEW
MARKET VIEW
Pada perdagangan pekan lalu IHSG bergerak mixed dengan penguatan terbatas dipengaruhi oleh sentimen dari Eropa dan rilis data domestik yang bervariasi. Dari dalam negeri, sentimen datang dari rilis data defisit neraca perdagangan Indonesia yang turun menjadi US$1,88 miliar di tahun 2014 dari defisit sebesar US$4,08 miliar di tahun 2013. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2014 mengalami surplus sebesar US$190 juta dari defisit sebesar US$425,7 juta bulan sebelumnya. Selain neraca perdagangan, BPS juga merilis data inflasi. BPS melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada Januari 2015 turun 0,24% MoM. Indeks pengeluaran transportasi anjlok 5,99% selama Januari, sedangkan indeks pengeluaran komunikasi/logistik turun 0,03%. Selain itu, BPS juga merilis data PDB Indonesia. PDB Indonesia pada 2014 hanya tumbuh sebesar 5,01% YoY, lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2013 sebesar 5,8% YoY. Tingkat laju pertumbuhan pada 2014 merupakan yang terendah sejak 5 tahun terakhir. Selanjutnya, BI melaporkan tingkat keyakinan konsumen menguat dari level 116,5 di bulan Desember 2014 ke level 120,2 di bulan Januari 2015. Penguatan tersebut didorong oleh optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan mendatang dibandingkan kondisi ekonomi saat ini, terutama pada aspek kegiatan usaha dan penghasilan. Dari pasar global, sentimen datang dari keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk tidak lagi menerima obligasi pemerintah Yunani sebagai jaminan pinjaman. Dengan demikian, bank sentral Yunani kini harus mengucurkan dana pinjaman melalui fasilitas “Bantuan Likuiditas Darurat” (ELA) untuk menjaga likuiditas di negara tersebut. Selain itu, defisit neraca perdagangan AS melebar menjadi US$46,6 miliar di bulan Desember 2014 dari US$39,8 miliar di bulan November 2014, dipengaruhi oleh penguatan Dollar AS serta naiknya permintaan barang impor. Ini merupakan defisit terbesar dalam dua tahun terakhir. Dari pasar regional, data manufaktur PMI China turun dari 50,1 pada Desember 2014 menjadi 49,8 di Januari 2015. Selain itu, pemerintah Tiongkok memangkas rasio cadangan minimum bank sebesar 50 bps menjadi 19,5% untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Dari Eropa, proses renegosiasi hutang Yunani masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Pada akhir perdagangan pekan lalu IHSG ditutup pada level 5.342,51.
Sejumlah faktor yang diperkirakan dapat mewarnai bagi pergerakan indeks global dan regional Asia termasuk dampaknya bagi pergerakan IHSG dalam pekan ini, yakni pelaku pasar akan menyikapi dan memperhatikan negoisasi yang dilakukan pemerintahan Yunani terhadap Troika. Kabar teranyar, pemerintah Yunani tengah menenangkan masyarakat menyusul langkah yang diambil oleh ECB membatalkan penerimaan obligasi Yunani sebagai imbal balik bailout. Yunani pada pekan lalu mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengalami pemerasan oleh mitranya di Uni Eropa namun pihaknya ingin mencari solusi gabungan atas hutangnya dan krisis pengetatan. Yunani mengatakan sistem keuangan aman sejak bank-bank memiliki akses terhadap pendanaan darurat dari bank sentral. Bank-bank di Yunani dapat mendapatkan tambahan dana sebanyak 10 milyar euro dari batas saat ini untuk pendanaan. Langkah yang tengah dilakukan pemerintah Yunani ini, telah memicu friksi dengan Jerman. Perdana Menteri Yunani berselisih secara terbuka dengan mitranya di Jerman. Pasca diskusi di Berlin, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan Jerman menghargai pilihan yang diambil oleh rakyat Yunani, namun penting bagi pemerintah yang baru untuk tetap mematuhi kesepakatan yang telah tercapai dengan Uni Eropa yang bekerjasama dengan IMF, ECB, dan Komisi Eropa. Pemerintahan Perdana Menteri Alexis Tsipras telah mengatakan tidak akan memperpanjang program bailout yang akan berakhir pada akhir bulan Februari ini dan telah menolak untuk bekerjasama dengan troika. Faktor lain yang tidak kalah penting, bagi pasar global, trend pergerakan harga minyak dunia. Harga mintah Dunia memberikan pengaruh yang besar bagi pergerakan indeks saham di AS. Indeks Wall Street akan menanggapi positif apabila harga minyak menunjukan trend kenaikan, seperti ini yang terjadi. Membaiknya harga minyak tersebut berkorelasi kuat terhadap harga saham sektor energi yang mampu mengangkat kenaikan indeks bursa AS. Positifnya indeks bursa AS, biasanya akan memberikan pengaruh cukup besar bagi pergerakan indeks bursa saham di Indonesia. Korelasi positif indeks Dow Jones terhadap IHSG terbilang kuat. Sementara itu, faktor dari dalam negeri pelaku pasar menantikan penengahan yang akan di lalakukan presidien dalam menangani polemik KPK dan polri. Bauran dari sentimen terebut di atas akan membuat IHSG bergerak mixed dengan peluang melemah dalam pekan ini..
WEEKLY REPORT
09 Februari 2015
• ENRG mulai eksplorasi blok migas di Mozambik Afrika • ANTM kaji opsi global bond
• DSNG akan terbitkan saham baru
• Anak usaha TLKM kembangkan e-payment • Pendapatan EXCL meningkat 10,3%
• EXCL suntik modal USD12.1 juta kepada PT XL Planet • EXCL targetkan pendapatan 2015 Rp25.1 triliun
• Utang dan pinjaman valas SUPR per Januari 2015 USD 553,4 juta • JSMR rencana right issue Rp 7 triliun pada tahun 2015
• 4 proyek rual tol JSMR mencapai 80%
• JSMR targetkan pendapatan tahun 2 015 naik 4,9% • JSMR bukukan laba tahun 2014 Rp 1,4 triliun • JSMR siapkan Rp1,5 triliun
• ADHI galang dana Rp 9,9 triliun • WSKT siap melakukan rights issue
• SMBR targetkan pendapatan 2015 naik 40.5% YoY
• LPKR private placement 92,8 juta saham SILO di harga Rp 12.250 • KIJA percepat proyek Tanjung Lesung
• BBRI usulkan setoran dividen hanya 20% dari laba • BBTN jajaki pinjaman bank dunia
• BBTN proyeksikan penyaluran kredit tumbuh 18-19% tahun ini • BBTN targetkan penyaluran kredit tumbuh 18-19%
• PNBN bukukan laba Rp 1,5 triliun
• WOMF terbitkan harga rights issue Rp 135 per saham • WOMF bukukan pembiayaan Rp 6,1 triliun
9 February 2015
9 February 2015
Energi Mega Persada (ENRG) mulai melakukan eksplorasi blok migas di Mozambik Afrika Tenggara. Meski ENRG belum mendapatkan partner dalam proyek itu, namun perseroan mengklaim telah mendapatkan beberapa tawaran dari perusahaan migas global untuk menggarap blok tersebut. Perseroan menargetkan blok tersebut dapat mulai berproduksi pada 2017. Saat ini ENRG menguasai 75% saham pada blok tersebut.
Aneka Tambang (ANTM) mengkaji opsi penerbitan obligasi global (global bond) pada tahun ini. Rencana tersebut akan menjadi alternatif pendanaan ekspansi 3 megaproyek perseroan. ANTM menggarap 3 megaproyek senilai total USD 3,8 miliar. Pertama, proyek pengolahan bauksit menjadi grade alumina Mempawah dengan kebutuhan dana USD 1,7-1,8 miliar. Kedua, proyek pengolahan bijih nikel menjadi feronikel di Halmahera Timur dengan kebutuhan investasi sebesar USD 1,6 miliar. Ketiga, proyek pengolahan anoda slime yang diproyeksikan akan selesai dalam 2 tahap.
Dharma Satya Nusantara (DSNG) berencana untuk menambah modal melalui penerbitan saham baru sebanyak 7,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Penambahan modal tanpa HMETD tersebut akan meminta persetujuan RUPSLB pada 18 Maret 2015. Perseroan akan menerbitkan 168 juta lembar saham baru dengan perkiraan harga saham baru mencapai Rp 4.055 per lembar saham. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan pelunasan utang perseroan. Telekomunikasi Indonesia (TLKM) melalui anak usaha tidak langsungnya, yaitu PT Finnet Indonesia, mengembangkan layanan e-payment yang merupakan salah satu layanan dari portofolio bisnis informasi. Telkom memiliki layanan dengan brand bernama Delima yang salah satu layanannya adalah remitansi atau jasa pengiriman uang baik global maupun domestik. Pada layanan ini para pengirim maupun penerima dana tidak harus memiliki rekening di bank melainkan cukup menggunakan perangkat seluler. Layanan remitansi Telkom tahun 2014 sudah hadir di Malaysia, Taiwan, Hong Kong dan Jepang. Di tahun 2015 layanan tersebut akan diluaskan hingga Amerika Serikat, Arab Saudi dan Timor Leste. Selama tahun 2014, nilai transaksi uang yang dikirim ke Indonesia mencapai Rp 333 miliar.
XL Axiata (EXCL) membukukan pendapatan kotor sebesar Rp23,56 triliun sepanjang 2014 atau meningkat 10,3% YoY. Peningkatan tersebut dipicu pertumbuhan pendapatan layanan data dan value added services (VAS) sebesar 43% menjadi Rp6,27 triliun pada 2014 dari Rp4,4 triliun pada 2013. Layanan data berkontribusi 29% terhadap total pendapatan perseroan tahun 2014, meningkat dari kontribusi tahun 2013 sebesar 23%. Sementara layanan percakapan dan pesan singkat masing-masing tumbuh 3% menjadi Rp7,93 triliun dan Rp4,69 triliun sepanjang tahun 2014.
XL Axiata (EXCL) menyuntik modal sebesar USD12.1 juta kepada PT XL Planet yaitu perusahaan patungan perseroan dalam bidang e-commerce Elevania.co.id. Pada perusahaan patungan ini EXCL memiliki kepemilikan sebesar 50% sementara sisanya dimiliki oleh SK Planet Global Holding Pte Ltd.
XL Axiata (EXCL) menargetkan pertumbuhan pendapatan 2015 dapat menembus Rp25.1 triliun atau naik 7% YoY. Target pendapatan ini sama seperti tahun 2014 atau sama dengan
pertumbuhan industri jasa telekomunikasi. Pada tahun 2014 pendapatan perseroan mencapai Rp23.46 triliun.
Jumlah utang dalam pinjaman valuta asing Solusi Tunas Pratama (SUPR) per Januari 2015 mencapai USD 553,4 juta.Utang tersebut berupa utang bank luar negeri dan jatuh tempo pada tahun 2015. Perseroan tidak memiliki utang dalam bentuk valas lain yang jatuh tempo lebih dari tahun 2015.
Jasa Marga (JSMR) berencana melakukan penerbitan saham baru atau rights issue pada tahun 2015 dengan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 7 triliun. Rencananya sebanyak 70% dari Rp 7 triliun atau sekitar Rp 4,9 triliun diserap pemerintah dan 30% saham sisa perseroan dikuasai publik sebesar Rp 2,1 triliun di serap publik. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bentuk upaya perseroan dalam memperoleh suntikan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) 2016. Perseroan mengajukan PMN untuk berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol.
Proses penyelesaian 4 proyek ruas jalan tol yang tengah digarap Jasa Marga (JSMR) sudah mencapai 80%. Pada awal Maret 2015, dua ruas jalan tol di Jawa Timur sudah bisa dioperasikan. Perseroan akan mengoperasikan sebagian ruas tol Porong-Gempol dan Porong-Gempol-Pandaan (12 kilometer) yang pernah rusak akibat musibah lumpur Lapindo dengan panjang kurang lebih 3 km. Sementara ruas tol ketiga yang rencananya akan dioperasikan JSMR adalah Mojokerto-Krian dengan panjang sekitar 18 km. Ruas tol tersebut merupakan bagian dari proyek tol Mojokerto- Surabaya yang direncanakan rampung pertengahan tahun 2015. Secara fisik sudah di atas 75% dan diharapkan bisa mulai beroperasi antara Juli-Agustus. Sedangkan ruas tol Gempol-Rembang sepanjang 14 km akan dijadwalkan beroperasi mulai bulan November 2015.
Jasa Marga (JSMR) menargetkan pendapatan tahun 2015 mencapai Rp 8 triliun, meningkat 4,9% YoY. Pada 2015, target pendapatan usaha JSMR di luar konstruksi sebesar Rp 7,95 triliun. Sedangkan volume traffic akan mencapai 1,345 miliar kendaraan. Pada tahun 2014 perseroan membukukan laba bersih Rp 1,4 triliun yang didukung pendapatan usaha di luar konstruksi sebesar Rp 7,23 triliun atau meningkat 14,6% dibanding 2013. Pada 2014 Jasa Marga melayani lalu lintas transaksi sebanyak 1,32 miliar kendaraan atau meningkat 4,4% dibanding setahun sebelumnya. Pada 2014 pendapatan tol meningkat 14,5% menjadi Rp 6,65 triliun. Sedangkan, pendapatan usaha non tol meningkat 14,7% menjadi Rp 583 miliar. Pendapatan konstruksi di 2014 menurun 50,9% menjadi Rp 1,95 triliun atau lebih rendah dari perolehan di tahun 2013 yang mencapai Rp 3,96 triliun. Penurunan ini seiring dengan menurunnya aktivitas konstruksi dengan telah dioperasikannya tiga ruas tol baru, yaitu tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen, Tol Bogor Ring Road ruas Kedunghalang-Kedungbadak dan Tol JORR W2 Utara.
Jasa Marga (JSMR) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada tahun 2014. Pendapatan Usaha (di luar Pendapatan Konstruksi) sebesar Rp 7,23 triliun atau meningkat sebesar 14,6% YoY dari Rp 6,31 triliun di tahun 2013. Pendapatan tol meningkat 14,5% dari Rp 5,80 triliun menjadi Rp 6,65 triliun, pendapatan usaha lainnya meningkat 14,7% menjadi Rp 583 miliar dari tahun 2013 sebesar Rp 508 miliar. Pendapatan konstruksi turun 50,9% dari Rp 3,96 triliun pada 2013 menjadi Rp 1,95 triliun pada 2014 seiring dengan menurunnya aktivitas konstruksi dengan telah dioperasikannya tiga Ruas Jalan Tol Baru, yaitu Jalan Tol Semarang-Solo Ruas Ungaran Bawen, Jalan Tol Bogor Ring Road
9 February 2015
9 February 2015
Ruas Kedung Halang-Kedung Badak, dan Jalan Tol JORR W2 Utara.
Jasa Marga (JSMR) akan menyiapkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun tol Solo-Ngawi-Kertosono sepanjang 180 kilometer (km) bila perseroan berhasil mengambil alih tol milik PT Thiess Contractors Indonesia. Perseroan saat ini telah melakukan due diligence terhadap dua badan usaha jalan tol (BUJT) tersebut. Adhi Karya (ADHI) akan menggalang dana hingga sebesar Rp 9,9 triliun tahun ini. Selain melakukan rights issue senilai Rp 2,74 triliun, perseroan akan mencari pinjaman bank sebesar Rp 7,16 triliun. ADHI akan menggunakan dana tersebut untuk membangun monorel sepanjang 65 km. Perseroan berencana mengembangkan 3 jalur monorel yaitu Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Cawang-Kota dan Palmerah-Pluit. Proyek monorel diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp 10 triliun.
Waskita Karya (WSKT) siap menggelar rights issue sebelum Juni 2015 bila DPR menyetujui usulan PMN. Perseroan akan menghimpun dana senilai total Rp 15,3 triliun tahun ini. Selain menggelar rights issue senilai Rp 5,3 triliun, perseroan akan mencari pinjaman bank sebesar Rp 10 triliun.
Semen Baturaja (SMBR) menargetkan pendapatan 2015 naik 40.5% YoY menjadi Rp1.7 triliun dengan volume penjualan capai 1.75 juta ton atau naik dari 2014 yang sebesar 1.26 juta ton. Dikatakan bahwa target penjualan 2014 yang sebesar 1.31 juta ton tidak tercapai hal tersebut dikarenakan melambatnya permintaan semen nasional. Sementara target pendapatan 2014 yang sebesar Rp1.25 triliun hanya tercapai Rp1.21 triliun atau hanya naik 4.3%YoY.
Lippo Karawaci (LPKR) menempatkan saham (private placement) Siloam International Hospitals (SILO) sebanyak 92,8 juta saham yang ditempatkan dengan harga Rp 12.250 per saham. Harga tersebut merupakan diskon sebesar 8,2% dari harga penutupan saham pada Kamis, 5 Februari 2015 yaitu Rp 13.350 per saham. Penempatan tersebut menghasilkan dana sejumlah Rp 1,14 triliun. Penempatan saham ini merupakan 8% dari total saham beredar Siloam. Di mana sebelumnya perseroan secara efektif memiliki 78,8% saham Siloam melalui berbagai anak perusahaan. Setelah penempatan, perseroan secara efektif memiliki 70,8% saham Siloam yang dijual oleh PT Kalimaya Pundi Bumi dan PT Safira Prima Utara, kedua anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh LPKR. LPKR bermaksud untuk tetap menjadi pemegang saham mayoritas Siloam.
Kawasan Industri Jababeka (KIJA) melalui anak usahanya, Banten West Java Tourism Development (BWJ), akan menyelesaikan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung pada 2022 atau lebih cepat dari rencana semula tahun 2025. Total investasi proyek tersebut mencapai Rp 4,83 triliun. Sesuai rencana, BWJ selaku pengelola kawasan pariwisata Tanjung Lesung akan mengeluarkan dana sebesar Rp 1,4 triliun. Tahun ini, dana yang akan dikeluarkan sebesar Rp 361,25 miliar. Dana tersebut untuk pengembangan lahan seluas 104 ha.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengusulkan setoran dividen untuk tahun buku 2014 hanya sebesar 20% dari laba atau hanya sebesar Rp4.84 triliun. Pada tahun sebelumnya besaran porsi dividen sebesar 30% dari laba atau sebesar Rp6.3 triliun. Dikatakan bahwa hal tersebut guna menjaga pertumbuhan CAR perseroan yang saat ini dipertahankan diatas level 19%. Penurunan porsi dividen ini masih menunggu persetujuan
pemerintah pada RUPST perseroan.
Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana mencari pinjaman dari Bank Dunia untuk mencukupi kebutuhan ekspansi bisnis. Kebutuhan rumah mencapai 13,6 juta rumah dan meningkat 400.000 unit setiap tahun, BBTN berencana untuk menyalurkan kredit rumah di kisaran Rp125 triliun pada tahun ini.
Bank Tabungan Negara (BBTN) memproyeksikan penyaluran kredit dapat tumbuh sekitar 18-19% pada tahun ini. Sementara itu, pertumbuhan kredit pada tahun 2014 berada di kisaran 15-16%. Pada tahun 2014, tingkat NPL berada di bawah 4% dan NPL pada tahun 2015 diproyeksikan akan di bawah 3%.
Bank Tabungan Negara (BBTN) akan memacu pertumbuhan margin bunga bersih (NIM) hingga capai kisaran 5% pada tahun ini dari tahun 2014 yang berada pada kisaran 4%. Perseroan akan menyiapkan berbagai strategi bisnis, salah satunya dengan memberikan kemudahan dalam menyimpan dana serta pengajuan kredit KPR menggunakan e-Loan. Untuk pertumbuhan kredit tahun ini ditargetkan mencapai 17%-18%. Perseroan juga akan menekan NPL, pada tahun 2014 perseroan berhasil menekan NPL dari 4% menjadi 3.35%.
Bank Panin (PNBN) membukukan laba komprehensif (bank only) sebesar Rp 2,15 triliun pada 2014, meningkat 12,2% dibandingkan tahun 2013 yang sebesar Rp 1,91 triliun. Peningkatan laba terutama berasal dari pendapatan operasional lain yang mencapai Rp 2,02 triliun, meningkat 17% dibandingkan tahun 2013 dan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 6,17 triliun atau meningkat 1,8%. Total kredit meningkat 8,74% mencapai Rp 120,44 triliun.
Bank OCBC NISP (NISP) akan melunasi obligasi yang diterbitkan pada 2013 sebesar Rp529 miliar. Sementara tahun ini, perseroan berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap II sebesar Rp3 triliun, yang akan diterbitkan dalam tiga tahap. Dana yang diperoleh dari emisi obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan usaha dalam bentuk penyaluran kredit. Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) menyetujui rencana perseroan mengeluarkan saham baru bernilai nominal Rp 100 per saham melalui penawaran umum terbatas. Jumlah total saham yang dikeluarkan sebanyak 1.481.481.480 saham dengan harga penawaran sebesar Rp 135 per saham. Penambahan modal tersebut merupakan fokus perseroan untuk memperkuat modal inti. Langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan usaha dengan meningkatkan produk-produk pembiayaan.
Wahana Ottomitra Multiartha (WOMF) membukukan total pembiayaan 2014 mencapai Rp 6,1 triliun, tumbuh 11% dibandingkan periode sama 2013. Tahun ini, perseroan menargetkan pembiayaan mencapai Rp 6,5 triliun dan berencana menambah lini pembiayaan multiguna.
Intan Baruprana Finance (IBFN) membukukan total penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp 1,08 triliun pada 2014. Sedangkan untuk pembiayaan tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan 38,89% mencapai Rp 1,5 triliun. Saat ini, IBFN masih fokus pada pembiayaan sewa guna usaha.
Matahari Putra Prima (MPPA) membuka gerai Hypermart ke-109 di Borneo City Mall Ketapang, Kalimantan Barat. Gerai dengan luas kurang lebih 4.500 meter persegi dengan jumlah SKU 30.000 ini menjadi gerai ketiga di Kalimantan Barat, setelah Kota Pontianak
9 February 2015
9 February 2015
dan Kabupaten Singkawang yang baru saja diresmikan Januari 2015.
Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) akan terus melakukan ekspansi di Indonesia Timur pada 2015. Indonesia Timur khususnya Sulawesi Utara memiliki potensi cukup baik, apalagi animo masyarakat belanja ke ritel modern sangat tinggi.
Garuda Indonesia (GIAA) memastikan terus melanjutkan program efisiensi besar-besaran tahun ini. Strategi tersebut menyusul hasil pemeringkatan Fitch Ratings Indonesia yang menurunkan rating nasional jangka panjang Garuda menjadi BBB+ dari A-. Outlook perseroan juga direvisi dari stabil menjadi negatif. GIAA juga berupaya memaksimalkan revenue generator untuk meningkatkan pendapatan di atas pertumbuhan kapasitas.
Impack Pratama Industri (IMPC) memberikan pinjaman kepada anak perseroan yakni Impack Vietnam Company Ltd dengan kepemilikan 100% senilai USD 850.000. Pertimbangan pemberian pinjaman kepada Impack Vietnam Company adalah karena perusahaan tersebut membutuhkan modal kerja.
BEI meminta manajemen Unitex (UNTX) menyampaikan surat penjelasan terkait rencananya menjadi perusahaan tertutup dan penghapusan saham atau delisting. Menurut BEI, perseroan ada permasalahan di internal sehingga kinerjanya kurang baik. Saat ini manajemen UNTX baru menyampaikan alasannya secara lisan, sehingga BEI melakukan penghentian sementara perdagangan efek suspensi terhadap saham UNTX di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan efek tanggal 5 Februari 2015. Salah satu tahapan untuk menjadi go private, yakni perseroan harus melaksanakan RUPS dan membeli kembali saham yang beredar di publik. BEI meminta penjelasan manajemen Sekawan Intipratama (SIAP) terkait dengan kinerja dan kegiatan operasional konsesi tambang yang baru diakuisisi. BEI juga memutuskan melakukan suspensi efek SIAP di seluruh pasar sesi I perdagangan hari Jumat (06/02/2015) hingga pengumuman lebih lanjut.
Sekawan Intipratama (SIAP) membukukan rugi usaha sepanjang 9 bulan pertama tahun lalu senilai Rp 3,37 miliar. Kinerja tersebut menurun bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya dengan laba usaha Rp 8,03 miliar. Penjualan perseroan tercatat turun 16,78% menjadi Rp 147,18 miliar dari Rp 176,86 miliar. Sementara itu beban pokok pendapatan turun 11,48% menjadi Rp 129,36 miliar dari Rp 146,02 miliar.Adapun beban usaha turun tipis yakni 7,06% menjadi Rp 21,19 miliar dari Rp 22,8 miliar. Namun, per September 2014, laba bersih periode berjalan perseroan meningkat menjadi Rp 1,37 triliun dari sebelumnya Rp 212,88 miliar. Laba bersih tersebut terjadi seiring perseroan memperoleh pendapatan di luar usaha sebesar Rp 1,38 triliun dari sebelumnya menderita beban di luar usaha Rp 7,64 miliar.
Menteri BUMN, Rini Soemarno, mencabut surat yang sudah disampaikan kepada Komisi VI DPR terkait pengajuan penyertaan modal negara (PMN). Penarikan kembali surat tersebut karena dianggap tidak sesuai prosedur UU MD3.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Ahmadi Noorsupit, mengesahkan persetujuan postur sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2015. Masih ada kelanjutan pembahasan panitia kerja (Panja) B dan C, sehingga dimungkinkan masih ada perubahan. Asumsi yang telah disepakati sementara adalah pertumbuhan ekonomi di level 5,7%,
inflasi 5%, dan SPN 3 bulan di level 6,2%, nilai tukar menjadi Rp 12.500 per USD, harga minyak menjadi USD 60 per barel dari asumsi sebelumnya USD 70 per barel,liftingminyak menjadi 825 barel per hari (bph) dan gas menjadi 1.221 bph. Selain itu penerimaan pajak menjadi Rp 1.489,3 triliun dengan besarantaxsebesar 13,69%, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 269,1 triliun. Belanja pemerintah yang dianggarkan sebesar Rp 1.985,7 triliun yang meliputi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 772,3 triliun dan non K/L sebesar Rp 551,9 triliun, serta pembayaran bunga utang pemerintah sebesaar Rp 155,7 triliun.
9 February 2015
COMMODITIES DUAL LISTING
Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change
(IDR)
Crude Oil (US$)/Barrel 52,71 1,02 TLKM (US) 44 13.936 -148
Natural Gas (US$)/mmBtu 2,65 0,07 ANTM (GR) 0,06 900 0
Gold (US$)/Ounce 1237,14 3,21
Nickel (US$)/MT 15235,00 60,00
Tin (US$)/MT 18500,00 -460,00
Coal (NEWC) (US$)/MT* 61,80 --
Coal (RB) (US$)/MT* 61,00 --
CPO (ROTH) (US$)/MT 687,50 7,50
CPO (MYR)/MT 2238,50 46,50
Rubber (MYR/Kg) 606,50 1,00
Pulp (BHKP) (US$)/per ton 745,93 1,47
*weekly
GLOBAL INDICES VALUATION
Change PER (X) PBV (X)
Country Indices Price
%Day %YTD 2014E 2015F 2014E 2015F
Market Cap (USD Bn)
USA DOW JONES INDUS. 17824,29 -0,34 0,01 16,49 14,83 2,94 2,76 4.948,0
USA NASDAQ COMPOSITE 4744,40 -0,43 0,18 20,17 17,37 3,37 3,06 7.551,4
ENGLAND FTSE 100 INDEX 6853,44 -0,18 4,38 15,56 13,68 1,76 1,73 1.656,1
CHINA SHANGHAI SE A SH 3222,52 -1,94 -4,92 11,77 10,30 1,55 1,38 3.734,4
CHINA SHENZHEN SE A SH 1562,26 -2,03 5,67 22,12 17,24 2,80 2,45 2.025,7
HONG KONG HANG SENG INDEX 24679,39 -0,35 4,55 11,46 10,30 1,29 1,19 1.983,8
INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 5342,52 1,19 2,21 15,52 13,28 2,66 2,33 399,6
JAPAN NIKKEI 225 17648,50 0,82 1,13 19,00 16,80 1,69 1,57 2.737,1
MALAYSIA KLCI 1813,25 0,56 2,95 16,02 14,73 1,98 1,86 291,4
SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3431,36 0,73 1,97 13,99 12,72 1,28 1,21 418,0
FOREIGN EXCHANGE FOREIGN EXCHANGE
Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change
USD/IDR 12.620,50 -14,50 1000 IDR/ USD 0,08 0,0001
EUR/IDR 14.286,28 -160,76 EUR / USD 1,13 0,0004
JPY/IDR 106,08 -1,47 JPY / USD 0,01 0,0000
SGD/IDR 9.327,03 -47,91 SGD / USD 0,74 -0,0001
AUD/IDR 9.809,41 -79,36 AUD / USD 0,78 -0,0023
GBP/IDR 19.240,08 -89,48 GBP / USD 1,52 0,0002
CNY/IDR 2.021,03 0,00 CNY / USD 0,16 0,0002
MYR/IDR 3.545,58 -12,50 MYR / USD 0,28 -0,0010
KRW/IDR 11,49 -0,09 100 KRW / USD 0,09 -0,0007
CENTRAL BANK RATE INTERBANK LENDING RATE
Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)
FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 6.54
BI Rate (%) Indonesia 7.75 LIBOR (GBP) England 0.50
ECB Rate (%) Euro 0.05 SIBOR (USD) Singapore 0.17
BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.13
BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.13
9 February 2015
INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS SBI
Description Dec’14 Nov’14 Description Rate (%)
Inflation YTD % 8.36 5.75 SBI (9M) 6,93347
Inflation YOY % 8.36 6.23 SBIS (9M) 6,93347
Inflation MOM % 2.46 1.50
Foreign Reserve (USD) 111.86 Mn 111.97 Mn
GDP (IDR Bn) 2,619,869.70 2,619,869.70
BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR
Date Agenda Expectation
10 Feb US Wholesale Inventories MoM Turun menjadi 0.1% dari 0.8%
10 Feb US Wholesale Trade Sales MoM --
12 Feb US Monthly Budget Statement Sekitar -$2.1 Bn
12 Feb US Retail Sales Advance MoM Naik menjadi -0.3% dari -0.9%
12 Feb US Initial Jobless Claims --
12 Feb US Continuing Claims --
12 Feb US Business Inventories Tetap 0.2%
13 Feb US Import Price Index MoM Turun menjadi -3.2% dari -2.5%
13 Feb US Import Price Index YoY --
Ket: (*) US Time (^) Tentative
LEADING MOVERS LAGGING MOVERS
Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt
UNVR IJ 36650 3.97 11.38 BBRI IJ 11650 -0.43 -1.30 BBNI IJ 6675 3.49 4.42 SILO IJ 12550 -5.99 -0.99 GGRM IJ 58500 3.54 4.10 SMAR IJ 6600 -2.94 -0.61 AALI IJ 26400 7.98 3.27 MPPA IJ 3800 -2.06 -0.46 BMRI IJ 11350 0.89 2.46 GIAA IJ 560 -1.75 -0.28 LPPF IJ 15600 5.05 2.33 BRMS IJ 253 -2.69 -0.19 ASII IJ 7600 0.66 2.16 JSMR IJ 7150 -0.35 -0.18 EMTK IJ 9400 3.87 2.10 MLBI IJ 11700 -0.64 -0.17 ICBP IJ 14400 2.31 2.02 CMNP IJ 3100 -1.74 -0.13 UNTR IJ 18500 2.78 1.99 TRAM IJ 105 -9.48 -0.11 UPCOMING IPO'S
Company Business IPO Price
(IDR)
Issued
Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter
PT Archi Indonesia Mining 1895-2445 1,600.00 TBA TBA CIMB Niaga, Danareksa,
Mandiri Sekuritas, Valbury PT Karisma Aksara
Mediatama
Books Store Trade & Service
175-240 535.82 TBA TBA BCA Sekuritas
9 February 2015
9 February 2015 DIVIDEND
Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment
CMNP 3:1 Stock Bonus
20 Feb-15 23 Feb-15 25 Feb-15 --
CMNP 3:1 Stock Bonus
20 Feb-15 23 Feb-15 25 Feb-15 --
CORPORATE ACTIONS
Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period
WOMF Rights Issue 27:20 135.00 13-Feb-15 16-Feb-15
23 Feb – 02 Mar’15
AKKU Rights Issue 20:132 100.00 TBA TBA TBA
BULL Reverse Stock 8:1 -- -- 09 Mar-15 --
SIPD Reverse Stock 10:1 -- -- 05 Feb-15 --
ACST Tender Offer -- TBA -- -- TBA
GENERAL MEETING
Emiten AGM/EGM Date Agenda
ACST RUPSLB 09-Feb-15
MAGP RUPSLB 12-Feb-15
ROTI RUPSLB 12-Feb-15
DNET RUPSLB 17-Feb-15
BULL RUPSLB 20-Feb-15
AKKU RUPSLB 20-Feb-15
RMBA RUPSLB 24-Feb-15
ASRI RUPSLB 25-Feb-15
ITMA RUPSLB 25-Feb-15
BDMN RUPSLB 27-Feb-15
MYOH RUPST 27-Feb-15
BKSW RUPSLB 27-Feb-15
MREI RUPSLB 03-Mar-15
WSKT RUPST 10-Mar-15
9 February 2015
9 February 2015
GGRM
TRADING BUYS1 57100 R1 59900 Trend Grafik Major Up Minor Down
S2 55500 R2 61500
Closing
Price 58500
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area netral
•Harga berada dalam area netral
Prediksi •Trading range Rp 57100-Rp 59900
•Entry Rp 58500, take Profit Rp 59900
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 71.79 Positif
MACD 10.07 Positif
True Strength Index (TSI) 3.51 Positif
Bollinger Band (Mid) 17704 Positif
MA5 56625 Positif 52,000 56,000 60,000 64,000 68,000
September October November December 2015 February
GGRM Downward Sloping Channel Bullish Breakout 56,850 56,771.4 56,771.4 56,625 55,150 49,063.6 49,063.6 57,687.5 57,950 58,500 58,500 58,500 61,386.7 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 GGRM - Stochastic %D(6,3,3) = 29.12, Stochastic %K = 52.98, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
29.124 29.124 20 52.9762 52.9762 80 -800 -400 0 400 800 1,200 0 GGRM - MACD (5,3) = -280.10, Signal() = -38.15 -280.101 -38.1541 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 GGRM - TSI(3,5,3) = 3.51 0.00000 -6.86193 3.51081 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 GGRM - William's % R(14) = -17.50, Volume() = 1,219,800.00 -17.5 1,219,800
Created with AmiBroker - advanced charting and technical analysis software. http://www.amibroker.com
INCO
TRADING BUYS1 3500 R1 3605 Trend Grafik Major Down Minor Up
S2 3380 R2 3725
Closing
Price 3540
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi negatif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area oversold
•Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 3455-Rp 3605
•Entry Rp 3500, take Profit Rp 3605
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 8.75 Positif
MACD -7.99 Negatif
True Strength Index (TSI) -2.92 Positif
Bollinger Band (Mid) 1173 Positif
MA5 3418 Positif 3,000 3,200 3,400 3,600 3,800 4,000 4,200 4,400 4,600
September October November December 2015 February
INCO Downward Sloping Channel
Bullish Breakout 3,493.82 3,459.25 3,449.38 3,418 3,355 3,022.5 3,022.5 3,493.82 3,540 3,540 3,540 3,605 3,821.83 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 INCO - Stochastic %D(6,3,3) = 19.57, Stochastic %K = 41.06, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
20 19.5672 19.5672 41.058 41.058 80 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0 INCO - MACD (5,3) = -14.60, Signal() = 1.37
-14.596 1.36694 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 INCO - TSI(3,5,3) = -2.92 -2.92404 -20.023 0.00000 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 INCO - William's % R(14) = -26.00, Volume() = 13,004,600.00
-26 13,004,600
9 February 2015
9 February 2015
SGRO
TRADING BUYS1 2005 R1 2125 Trend Grafik Major Up Minor Down
S2 1925 R2 2205
Closing
Price 2050
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area overbought
•Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 2005-Rp 2125
•Entry Rp 2050, take Profit Rp 2125
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 27.95 Positif
MACD 11.40 Positif
True Strength Index (TSI) 46.03 Positif
Bollinger Band (Mid) 1925 Positif
MA5 1918 Positif 1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400
September October November December 2015 February
SGRO Downward Sloping Channel
1,918 1,911.88 1,830 1,810 1,810 1,809.6 1,809.6 1,924.5 1,970 2,050 2,050 2,050 2,157.47 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 SGRO - Stochastic %D(6,3,3) = 50.05, Stochastic %K = 77.08, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
50.0463 50.0463 20 77.0833 77.0833 80 -40.0 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 SGRO - MACD (5,3) = -30.10, Signal() = -15.51
-30.1006 -15.5141 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 SGRO - TSI(3,5,3) = 46.03 13.0755 0.00000 46.0252 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0
SGRO - William's % R(14) = 0.00, Volume() = 2,902,600.00 0.00000
2,902,600
Created with AmiBroker - advanced charting and technical analysis software. http://www.amibroker.com
BWPT
TRADING BUYS1 375 R1 400 Trend Grafik Major Down Minor Down
S2 350 R2 425
Closing
Price 387
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi potensi rebound
• RSI berada dalam area netral
•Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 375-Rp 400
•Entry Rp 387, take Profit Rp 400
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 39.36 Positif
MACD 1.60 Positif
True Strength Index (TSI) 31.45 Positif
Bollinger Band (Mid) 364 Positif
MA5 359.6 Positif 400 600 800 1,000 1,200
September October November December 2015 February
BW PT Wedge Bullish Breakout 362.895 362.895 359.6 358.75 345 345 343 364.4 379 387 387 387 509.132 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 BW PT - Stochastic %D(6,3,3) = 37.11, Stochastic %K = 65.35, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
37.1065 37.1065 20 65.3549 65.3549 80 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 0.0 BW PT - MACD (5,3) = -5.60, Signal() = -2.40 -5.59631 -2.39639 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 BW PT - TSI(3,5,3) = 31.45 3.33127 0.00000 31.4467 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 BW PT - William's % R(14) = -5.36, Volume() = 226,365,696.00 -5.35714 226,365,69
9 February 2015
9 February 2015
ASRI
TRADING BUYS1 605 R1 640 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 570 R2 675
Closing
Price 625
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area netral
• Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 605-Rp 640
•Entry Rp 625, take Profit Rp 640
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 61.05 Positif
MACD 3.48 Positif
True Strength Index (TSI) 29.98 Positif
Bollinger Band (Mid) 593 Positif
MA5 602 Positif 440.0 480.0 520.0 560.0 600.0 640.0
September October November December 2015 February
ASRI Upward Sloping Channel
602 599.375 594.364 594.364 592.75 560 539.378 620 625 625 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 ASRI - Stochastic %D(6,3,3) = 43.74, Stochastic %K = 53.44, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
43.739 43.739 20 53.4392 53.4392 80 -10.0 -5.0 0.0 5.0 10.0 0.0 ASRI - MACD (5,3) = -5.11, Signal() = -2.91
-5.10535 -2.90739 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 ASRI - TSI(3,5,3) = 29.98 18.6445 0.00000 29.977 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0
ASRI - William's % R(14) = -7.14, Volume() = 229,893,296.00 -7.14286
229,893,29
Created with AmiBroker - advanced charting and technical analysis software. http://www.amibroker.com
KIJA
TRADING BUYS1 305 R1 320 Trend Grafik Major Up Minor Up
S2 295 R2 330
Closing
Price 313
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif
• Stochastics fast line & slow indikasi positif
• Candle chart indikasi sinyal positif
• RSI berada dalam area netral
• Harga berada dalam area upper band
Prediksi •Trading range Rp 305-Rp 320
•Entry Rp 313, take Profit Rp 320
Indikator Posisi Sinyal
Stochastics 56.66 Positif
MACD 0.95 Positif
True Strength Index (TSI) 25.01 Positif
Bollinger Band (Mid) 302 Positif
MA5 305 Positif 230.0 240.0 250.0 260.0 270.0 280.0 290.0 300.0 310.0 320.0
September October November December 2015 February
KIJA 305 304.875 302.45 298 292.827 289 289 313 313 313 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 KIJA - Stochastic %D(6,3,3) = 37.65, Stochastic %K = 48.15, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00
37.6543 37.6543 20 48.1481 48.1481 80 -5.0 -4.0 -3.0 -2.0 -1.0 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 0.0 KIJA - MACD (5,3) = -1.54, Signal() = -0.75
-1.54097 -0.752884 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 KIJA - TSI(3,5,3) = 25.01 12.7696 0.00000 25.0066 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0
KIJA - William's % R(14) = -11.11, Volume() = 108,352,304.00 -11.1111108,352,30
9 February 2015
9 February 2015
THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING
Price Support Resistance Indicators 1 Month
Ticker Rec
06-02-15 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low
Agriculture
AALI Trading Buy 26400 26400 26900 23950 25425 26900 28375 Positif Positif Positif 26150 22950 LSIP Trading Buy 1950 1950 1975 1855 1915 1975 2035 Positif Positif Positif 2070 1775
SGRO Trading Buy 2050 2050 2125 1925 2005 2125 2205 Positif Positif Positif 2130 1830
Mining
BUMI Trading Sell 100 100 95 90 95 105 110 Negatif Negatif Negatif 117 69
PTBA Trading Buy 11600 11600 11725 11200 11475 11725 12000 Positif Negatif Positif 13200 10100
ADRO Trading Sell 995 995 980 955 980 1005 1025 Negatif Negatif Negatif 1075 925
MEDC Trading Buy 3200 3200 3280 3020 3100 3280 3360 Positif Positif Positif 3800 2625
INCO Trading Buy 3540 3540 3605 3380 3500 3605 3725 Positif Positif Positif 3715 3285
ANTM Trading Sell 1040 1050 1020 1000 1020 1050 1070 Negatif Negatif Negatif 1135 970
TINS Trading Sell 1130 1140 1115 1090 1115 1140 1165 Negatif Positif Negatif 1240 1110
Basic Industry and Chemicals
SMGR Trading Buy 14775 14775 14825 14475 14650 14825 15000 Positif Positif Positif 16475 13950 INTP Trading Buy 23450 23450 23575 22925 23250 23575 23900 Positif Positif Positif 25500 21325
SMCB Trading Buy 1955 1955 1965 1915 1940 1965 1990 Positif Positif Positif 2230 1880
Miscellaneous Industry
ASII Trading Buy 7600 7500 7750 7350 7500 7750 7900 Negatif Positif Negatif 8100 7000
GJTL Trading Buy 1480 1480 1510 1340 1425 1510 1595 Negatif Positif Positif 1520 1225 Consumer Goods Industry
INDF Trading Buy 7500 7500 7600 7300 7400 7600 7700 Negatif Positif Positif 7725 6500
GGRM Trading Buy 58500 58500 59900 55500 57100 59900 61500 Positif Positif Positif 64000 51900 UNVR Trading Buy 36650 36650 37425 33425 35425 37425 39425 Negatif Positif Positif 36675 31500 KLBF Trading Buy 1835 1820 1850 1790 1820 1850 1880 Negatif Negatif Positif 1880 1775 Property, Real Estate and Building Construction
BSDE Trading Buy 2070 2070 2100 1950 2025 2100 2175 Positif Positif Positif 2185 1775
PTPP Trading Sell 3995 4020 3970 3920 3970 4020 4070 Negatif Negatif Negatif 4245 3430 WIKA Trading Sell 3635 3675 3615 3555 3615 3675 3735 Negatif Negatif Negatif 3895 3310 ADHI Trading Sell 3520 3570 3495 3420 3495 3570 3645 Negatif Positif Negatif 3870 2990 Infrastructure, Utilities and Transportation
PGAS Trading Buy 5250 5225 5300 5150 5225 5300 5375 Positif Negatif Positif 6050 4995
JSMR Trading Sell 7150 7200 7075 6950 7075 7200 7325 Negatif Negatif Positif 7250 6875
ISAT Trading Buy 4030 4030 4045 3965 4005 4045 4085 Positif Positif Positif 4500 3900
TLKM Trading Buy 2830 2810 2850 2770 2810 2850 2890 Positif Negatif Positif 2930 2780 CMNP Trading Sell 3100 3120 3085 3050 3085 3120 3155 Negatif Negatif Negatif 3500 2600 Finance
BMRI Trading Buy 11350 11350 11450 11100 11275 11450 11625 Positif Negatif Positif 11450 10600 BBRI Trading Buy 11650 11600 11750 11450 11600 11750 11900 Negatif Negatif Negatif 12100 11325
BBNI Trading Buy 6675 6675 6775 6325 6550 6775 7000 Positif Positif Positif 6825 5725
BBCA Trading Buy 13700 13700 13775 13475 13625 13775 13925 Positif Negatif Positif 14000 12800
BBTN Trading Buy 1080 1080 1110 930 1020 1110 1200 Positif Positif Positif 1230 980
Trade, Services and Investment
UNTR Trading Buy 18500 18500 18650 17750 18200 18650 19100 Positif Positif Positif 18275 16850 MPPA Trading Sell 3800 3885 3695 3505 3695 3885 4075 Negatif Negatif Positif 3985 2825