• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 387/PERPUS/UG/2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE SURAT KETERANGAN. Nomor: 387/PERPUS/UG/2020"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE

BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Nomor Pengunggahan

SURAT KETERANGAN

Nomor: 387/PERPUS/UG/2020

Surat ini menerangkan bahwa:

Nama Penulis : DESSY DWIYANTI

Nomor Penulis : 110966

Email Penulis : [email protected]

Alamat Penulis : DEPOK

Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :

Nomor Induk : FEUG/EA/PENELITIAN/387/2020

Judul Penelitian : Dampak Negatif Bekerja Dari Rumah Selama Pandemi Covid-19 Pada Karyawan Perusahaan Minyak dan Gas PT.XYZ

Tanggal Penyerahan : 05 / 08 / 2020

Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.

(2)

Dampak Negatif Bekerja Dari Rumah Selama Pandemi Covid-19 Pada Karyawan Perusahaan Minyak dan Gas PT.XYZ

The Negative Impact of Working from Home During the Covid-19 Pandemic on Oil and Gas Company Employees of PT. XYZ

Dessy Dwiyanti

Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

Jl. Akses Kelapa Dua Cimanggis Depok ([email protected])

ABSTRAK

Bekerja dari rumah merupakan salah satu penyesuaian baru yang diterapkan PT. XYZ sebuah perusahaan minyak dan gas bumi sebagai salah satu cara pencegahan resiko penularan infeksi Covid-19. Selain memberikan dampak positif, tentunya bekerja dari rumah juga dapat memberikan dampak negatif. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui dampak negatif dan tantangan yang dihadapi karyawan PT.XYZ dalam melakukan kegiatan bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19 ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan oleh peneliti sebagai pewawancara serta beberapa karyawan bagian perencanaan dan manajer PT. XYZ sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan dampak negatif yang diperoleh yaitu dari segi adanya penambahan waktu kerja diluar jam kerja/overtime yang dialami karyawan serta terjadinya miskomunikasi dengan atasan dan sesama karyawan. Karyawan merasa butuh tambahan waktu kerja akibat banyaknya gangguan kerja terutama yang berasal dari dalam rumah serta adanya masalah jaringan dan teknis perangkat teknologi informasi dan telekomunikasi. Sementara miskomunikasi disebabkan karena adanya perbedaan persepsi antara pengirim informasi dan penerima informasi. Untuk menanggulangi dampak negatif bekerja dari rumah yang dialami oleh karyawan PT. XYZ maka kedua belah pihak baik karyawan maupun pihak perusahaan harus segera melakukan evaluasi terkait kenyamanan dan keefektifan bekerja dari rumah.

(3)

ABSTRACT

Working from home is one of the new adjustments implemented by PT. XYZ an oil and gas company as a way to prevent the risk of transmission of Covid-19 infections. Besides having positive impacts, of course working from home can also have a negative impact. This study aims to find out the negative impacts and challenges faced by PT. XYZ employees in working from home during the Covid-19 pandemic. The research method used in this study is field research through interviews and observations. Interviews were conducted by researcher as interviewer as well as several employees of the planning division and manager of PT. XYZ as a respondent. The results showed a negative impact obtained in terms of overtime (the addition of working time outside of working hours ) experienced by employees and the occurrence of miscommunication with superiors and fellow employees. Employees feel they need additional work time due to many work interruptions, especially from domestic as well as the technical problems of information technology and telecommunications equipment and network. While miscommunication is caused by differences in perception between the sender of information and the recipient of information. To overcome the negative effects of working from home experienced by employees of PT. XYZ, both the employees and the company must immediately evaluate the comfort and effectiveness of working from home.

Key words: work from home, negative impact, Covid-19, oil and gas company

PENDAHULUAN

COVID-19 saat ini telah menjadi pandemi global. Perubahan pun terjadi hampir pada segala aspek kehidupan manusia, termasuk salah satunya adalah cara bekerja. Presiden Joko Widodo mengeluarkan himbauan tanggal 15 Maret 2020 agar masyarakat dapat meminimalisasi penyebaran virus Covid-19 dengan cara beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah. Sehingga bekerja dari rumah atau work from home banyak diterapkan perusahaan saat ini sebagai tindak lanjut atas imbauan presiden tersebut. Hasil survei online mengenai dampak darurat pandemi Covid-19 terhadap karyawan menunjukkan bahwa sebesar 51% karyawan tetap bekerja namun hanya dari rumah (P2 Kependudukan dan LD-UI,2020).

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang minyak dan gas bumi dengan proses penyediaan energi mulai dari hulu migas, kilang, distribusi, hingga

(4)

pemasaran. Keseluruhannya harus dipastikan tetap berjalan baik, sehingga ketersediaan energi dan penyalurannya tetap lancar selama pandemi Covid-19. PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang sejak bulan Maret 2020 mengadopsi pola bekerja dari rumah. Adanya penyesuaian cara kerja dari rumah yang diberlakukan oleh perusahaan tersebut selama masa pendemi ini tentunya menimbulkan beberapa efek terhadap kinerja karyawan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari segi perusahaan dan karyawan, bekerja dari rumah memiliki berbagai macam dampak positif diantaranya mulai dari pengurangan biaya operasional dan transportasi, memperkuat kualitas kerja, meningkatkan keseimbangan bekerja dan berkehidupan (work-life balance), memperbesar kemandirian, dan meningkatkan kualitas semangat juang (Half, 2019), meningkatkan produktivitas dan kinerja (Dodd dan Ganster, 1996; Hackman dan Oldham, 1976). Akan tetapi selain berbagai kelebihan yang diperoleh sebagai dampak bekerja dari rumah, tentunya bekerja dari rumah juga memiliki beberapa kekurangan dan tantangan tersendiri yang harus diteliti lebih dalam lagi. Sehingga pada penelitian ini penulis ingin mengetahui dampak negatif dan tantangan yang dihadapi karyawan PT.XYZ dalam melakukan kegiatan bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19 ini.

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif . Penelitian kualitatif pada umumnya dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dan menangkap makna sebagaimana yang tercipta di lapangan penelitian melalui interaksi langsung antara peneliti dan yang diteliti (Putu Laksman Pendit, 2003: 195). Peneliti mendengarkan pendapat manajer PT. XYZ sebagai pihak yang melakukan penilaian kinerja karyawan dan yang mengamati langsung dampak dari kinerja para karyawan selama bekerja dari rumah dibandingkan dengan saat bekerja di kantor. Agar data yang diperoleh seimbang dari kedua belah pihak, maka peneliti juga melakukan wawancara dengan karyawan PT. XYZ sebagai pihak yang terkena dampak penerapan kebijakan bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19 ini.

Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari kumpulan arsip data milik manajer PT. XYZ berupa rekap data jam kerja lembur yang diisi karyawan bagian perencanaan melalui sistem komputer

(5)

perusahaan, data kondisi jaringan internet di PT. XYZ periode Maret-Juni 2020, dan data dampak jaringan yang lambat selama bekerja dari rumah. Kemudian data primer yang diperoleh dari karyawan tersebut adalah berupa opini mengenai apa yang mereka rasakan sebagai dampak dari penerapan bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19. Opini adalah menanyakan apa yang mereka pikir tentang satu isu atau kejadian. Jadi, opini merupakan ekspresi verbal. Sementara data sekunder bersumber dari buku, jurnal, literatur dan dokumen lain yang berhubungan dengan isu bekerja dari rumah.

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah satu proses mendapatkan data empiris melalui responden dengan menggunakan metode tertentu ( Silalahi, 2009). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan wawancara dan observasi. Wawancara adalah proses memperoleh informasi terkait tujuan penelitian dengan metode tatap muka dan tanya jawab antara responden dan pewawancara dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara) (Nazir, 1999). Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah beberapa karyawan PT. XYZ bagian perencanaan yang merasakan dampak dari kebijakan bekerja dirumah dan manajer PT. XYZ yang secara langsung menilai kinerja karyawan dan dapat merasakan langsung dampak kinerja karyawan yang bekerja dari rumah, sementara yang menjadi pewawancara adalah peneliti. Sementara metode observasi merupakan metode yang dilakukan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian dalam hal ini untuk memperoleh informasi mengenai data over time karyawan , perilaku karyawan selama bekerja dari rumah, dan pencapaian karyawan secara keseluruhan.

Teknik Analisa Data

Jenis penelitian ini adalah kualitatif, sehingga teknik analisa datanya terdiri dari reduksi data, dimana setelah peneliti memperoleh data, harus lebih dulu dikaji kelayakannya dengan memilih data mana yang benar-benar dibutuhkan dalam penelitian ini. Kemudian Penyajian data dibatasi sebagai sekumpulan informasi tersusun yang disesuaikan dan diklarifikasi untuk mempermudah peneliti. Terakhir adalah proses menarik verifikasi atau mengambil kesimpulan (Miles dan Huberman, 1992).

(6)

Gambaran umum obyek penelitian

PT. XYZ merupakan perusahaan minyak dan gas multi nasional dengan fokus utama bisnisnya adalah eksplorasi dan pengolahan minyak bumi, distribusi, pemasaran, dan pengilangan. Faktor yang diperhatikan perusahaan ini dalam mendukung kinerja karyawannya adalah keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan dalam bekerja. Aspek pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja, keamanan, dan lindungan lingkungan (K3LL) merupakan prasyarat mutlak untuk mempertahankan visi sebagai perusahaan energi nasional kelas dunia.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bekerja dari rumah atau work from home dapat menjadi solusi ketika suatu pekerjaan tidak memungkinkan untuk dilakukan di tempat kerja atau kantor. Bekerja dari rumah juga dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan bagi pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya dimana saja dan kapan saja, dibantu dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi modern. Selain memiliki kelebihan, bekerja dari rumah juga memiliki kekurangan atau dampak negatif yang tidak didapatkan bila bekerja dilaksanakan di kantor. Keleluasaan kerja tidak selalu memperkuat produktifitas dan kepuasan kerja (Fransman 2015). Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui dampak negatif dan tantangan yang dihadapi karyawan PT.XYZ dalam melakukan kegiatan bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19 ini salah satunya dengan cara menganalisis peningkatan overtime / waktu kerja diluar jam kerja dan masalah Miskomunikasi

Peningkatan Overtime

(7)

Tabel 1 diatas menunjukkan data overtime atau waktu tambahan kerja beberapa karyawan bagian perencanaan yang bekerja di lapangan dengan sistem shift yaitu periode 14 hari bekerja dan 14 hari libur. Untuk keadaan normal, karyawan tersebut harus bekerja selama 7 jam per hari atau sebanyak 98 jam selama 14 hari kerja. Kemudian saat bekerja dari rumah, ternyata mereka membutuhkan waktu kerja tambahan untuk menyelsaikan tugasnya. Masing-masing waktu tambahan dari setiap pekerja tidak sama berkisar antara 40-127 jam dalam 14 hari. Dari Tabel 1. diperoleh rata-rata waktu tambahan yang dibutuhkan karyawan adalah sebanyak 76,6 jam pada bulan Maret, 81 jam untuk bulan April, kemudian mengalami peningkatan lagi menjadi 87,2 jam untuk bulan Mei, dan 94,9 jam untuk bulan Juni. Berdasarkan hasil wawancara peneliti terhadap karyawan tersebut alasan mereka membutuhkan waktu kerja tambahan diantaranya:

a. Banyaknya gangguan kerja

Rata-rata karyawan mengalami gangguan yang berasal dari anggota keluarga seperti pasangan atau anak. Adanya persepsi bahwa bekerja dari rumah itu bisa santai sehingga membuat karyawan memiliki beban tambahan seperti diminta mengerjakan pekerjaan domestik disela-sela jam kerja, atau anak mereka meminta waktu untuk bermain ketika sedang bekerja. Suasana yang tidak mendukung tersebut akhirnya menjadikan waktu kerja lebih lama agar target kerja dapat tercapai. Terutama untuk karyawan wanita yang sudah berkeluarga tentunya bekerja dari rumah merupakan beban ganda, mereka selain harus mengerjakan pekerjaan rumah juga harus tetap mengurus anak dan mendampingi anak dalam pembelajaran online jarak jauh sekolahnya sekaligus harus menyelsaikan pekerjaan rumah tangga. Tentunya masalah dimensi gender ini menjadi penting. Hartman, Stoner and Arora (1991) melaporkan bahwa gangguan keluarga memengaruhi produktifitas bekerja jarak jauh. Sebagai jalan keluarnya adalah menciptakan jadwal kerja ketika bekerja di rumah, yang disampaikan ke anggota keluarga untuk mengurangi gangguan.

McGuire and Liro (1986) menyimpulkan dalam penelitiannya bahwa keleluasaan waktu kerja berdampak terbatas terhadap produktifitas kerja. Bekerja dari rumah merupakan salah satu perwujudan dari inisiatif jam kerja fleksibel yang memberikan banyak pilihan kepada pegawai, tetapi harus ada proses, pedoman, dan kebijakan yang mengatur kegiatan ini, sehingga bekerja dari rumah bisa memberikan manfaat yang lebih bagi karyawan juga perusahaan (Crosbie dan Moore, 2004).

b. Masalah Jaringan dan Teknis Perangkat Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Gambar 1 dibawah merupakan data yang diperoleh dari arsip PT.XYZ yang menunjukkan kondisi jaringan internet pada bulan Maret – Juni 2020. Data diambil oleh PT. XYZ melalui

(8)

kuesioner kepada karyawan yang bekerja dari rumah. Hasilnya sebanyak 62% karyawan mengalami gangguan jaringan internet sementara sebanyak 38% karyawan merasa tidak terganggu dengan jaringan internet selama mereka bekerja dari rumah.

Gambar 1. Kondisi Jaringan Internet Di PT. XYZ Periode Maret-Juni 2020

Gambar 2. Dampak Jaringan Yang Lambat Selama Bekerja Dari Rumah

Setelah dianalisis lagi dari 62% karyawan yang mengalami gangguan jaringan, mengakibatkan hal-hal seperti yang dijelaskan pada gambar 2 diatas yaitu sebanyak 31% karyawan mengalami kesulitan ketika mereka harus berkomunikasi melalui video call atau aplikasi tele conference sehingga membuat mereka menunda pekerjaan sampai masalah teknis tersebut dapat diselesaikan. Kemudian sebanyak 25% karyawan mengalami kesulitan memasukan data pada sistem ERP (Enterprise Resource Planning) akibatnya proses pengintegrasian data-data untuk merencanakan dan mengelola sumber daya menjadi terhambat. Jaringan yang lambat pun berdampak pada 23% karyawan dalam proses download data yang harus diambil lewat server perusahaan, mereka tidak bisa mendapatkannya dengan cepat seperti ketika bekerja di kantor, kemungkinan hal ini karena banyaknya karyawan yang juga akan mengakses data sehingga pada akhirnya karyawan belum bisa lanjut ke pekerjaan

62% 38%

KONDISI JARINGAN DI PT.XYZ

MARET-JUNI 2020

Have Internet problem Do not have internet problem Teleconfer ence Meeting 31% ERP Data input 25% Download Data 23% Email Problem 16% File Sharing 5%

DAMPAK JARINGAN YANG

LAMBAT

(9)

selanjutnya karena data yang dibutuhkan masih belum diperoleh. Dampak jaringan yang lambat pun membuat 16% karyawan mengalami gangguan dalam mengirim email ataupun membuka email kantor, serta sebanyak 5% karyawan mengalami masalah dalam file sharing akibat jaringan yang lambat. Informasi dan teknologi berperan penting didalam implementasi bekerja dari rumah, persoalan infrastruktur masih menjadi kendala pemerataan jaringan internet di Indonesia, kecepatan internet Indonesia rata-rata hanya 20,1 Mbps atau jauh di bawah rata-rata dunia yang mencapai 73,6 Mbps. Negara lain seperti Singapura tercatat memiliki kecepatan jaringan tertinggi mencapai 200,1 Mbps. Menurut Agung Harsoyo ( dalam Selfie, 2020) akses internet yang lambat di kawasan pemukiman seperti yang banyak dirasakan karyawan PT.XYZ kemungkinan karena provider berlomba-lomba berebut pasar di kawasan yang ramai pengguna. Pola bisnis ini mendorong para provider banyak mengengambangkan infrastruktur jaringan internetnya pada wilayah-wilayah dengan konsentrasi pengguna yang tinggi seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. Pengembangan jaringan internet di kawasan residensial atau pemukian kurang mendapat perhatian lantaran secara bisnis, skala ekonominya memang rendah.

Miskomunikasi

Komunikasi adalah kegiatan penyampaian dan penerimaan pesan atau ide dari satu pihak ke pihak lain, dengan tujuan untuk mencapai kesamaan pandangan atas ide yang dipertukarkan tersebut (Ruben dkk, 2005; Gorden, 1978). Miskomunikasi adalah terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi sehingga menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Dari hasil wawancara dengan Karyawan PT. XYZ, miskomunikasi biasanya disebabkan karena perbedaan persepsi antara pengirim informasi dan penerima informasi. Pengirim informasi misalnya dalam hal ini bisa pemberi tugas, atasan, atau rekan kerja tidak menyusun kata dengan baik dan benar sehingga terjadi kesalahan dalam penyampaian informasi. Misalnya ketika tugas disampaikan melalui email atau tertulis, komunikasi yang terjalin sangat terbatas, sementara untuk menkonfirmasi terkait tugas tersebut kadang pemberi tugas sedang tidak bisa dihubungi. Sementara dari sisi penerima informasi, mereka dalam keadaan sedang tidak fokus, tidak berkonsentrasi atau kurang pengetahuan tentang informasi yang disampaikan pengirim. Kemudian berdasarkan wawancara dari manajer PT. XYZ miskomunikasi biasanya terjadi ketika ada karyawan yang menyampaikan sebuah informasi melalui tele conference tidak secara sistematis dan mengalami gangguan teknis berupa jaringan seperti yang sudah dibahas diatas sehingga menghambat pertukaran informasi, selain itu ada

(10)

pula beberapa karyawan yang saat diskusi melalui tele conference telat bergabung dengan

berbagai alasan sehingga ketinggalan informasi.

Bekerja jarak jauh terlalu lama dapat mempengaruhi kinerja. Bekerja jarak jauh dalam waktu singkat tidak berpengaruh pada hubungan sesama pekerja, akan tetapi bekerja jarak jauh dalam waktu lama mempunyai pengaruh negatif. Semakin kurang hubungan sesama pekerja, semakin sedikit informasi yang diperoleh. Hubungan kuat dengan sesama pekerja sangat penting sebab komunikasi yang sering memudahkan pertukaran informasi. Komunikasi tatap muka menawarkan perpindahan pengetahuan maksimal karena menggunakan saluran komunikasi yang paling mudah menyerap informasi dalam waktu singkat (Wu, Waber, Aral, Brynjolfsson, dan Pentland, 2008).

Selain masalah-masalah diatas, bekerja dari rumah pun dapat memberikan dampak negatif lain dari sisi karyawan diantaranya terbatasnya pengayaan belajar langsung (on-the-job) dan berkurangnya transfer pengetahuan secara langsung, biaya operasional rumah tangga meningkat seperti listrik, pulsa, dan logistik, hilangnya motivasi kerja, interaksi terbatas dengan pimpinan yang dapat berdampak pada karir. Sementara dari segi perusahaan, dampak negatif lain dapat berupa kesulitan memantau produktivitas dan kinerja pekerja, serta kesulitan mendorong sinergitas tim (Oswar, 2020).

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Kebijakan bekerja dari rumah yang diberlakukan oleh PT. XYZ selama masa pendemi Covid-19 memiliki beberapa kekurangan dan tantangan tersendiri, selain tentunya bekerja dari rumah pun memberikan dampak positif . Dampak negatif tersebut dilihat dari segi adanya penambahan waktu kerja diluar jam kerja/overtime yang dialami karyawan serta terjadinya miskomunikasi dengan atasan dan sesama karyawan. Karyawan merasa butuh tambahan waktu kerja akibat banyaknya gangguan kerja terutama yang berasal dari dalam rumah serta adanya masalah teknis perangkat teknologi informasi dan telekomunikasi. Sementara miskomunikasi disebabkan karena adanya perbedaan persepsi antara pengirim informasi dan penerima informasi. Untuk mewujudkan bekerja dari rumah yang produktif, diperlukan komunikasi dan kerjasama yang baik dari seluruh pihak, khususnya atasan dan bawahan, agar dapat meminimalisir faktor-faktor kendala yang mungkin terjadi.

(11)

Saran

1. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan metode kuantitatif dalam mengetahui dampak negatif bekerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19.

2. Untuk menanggulangi dampak negatif bekerja dari rumah yang dialami oleh karyawan PT. XYZ maka kedua pihak baik karyawan maupun pihak perusahaan harus segera melakukan evaluasi terkait kenyamanan dan keefektifan bekerja dari rumah. Yang dapat dilakukan oleh pihak karyawan diantaranya membuat suasana rumah seperti layaknya di kantor misalnya dengan menyiapkan ruang kerja yang mendukung dan memberi pengertian kepada anggota keluarga bahwa meskipun berada dirumah bukan berarti bisa santai melainkan harus tetap bekerja pada jam kerja. Terkait dengan masalah komunikasi, karyawan harus selalu online dan mudah dihubungi saat jam kerja, sehingga saat ada diskusi atau koordinasi dengan tim tidak akan ketinggalan info. Frekuensi komunikasi juga harus dilakukan sesering mungkin untuk menjaga komunikasi antar tim bisa berjalan dengan baik dan tidak terjadi miskomunikasi. Sementara yang dapat dilakukan pihak perusahaan adalah dengan memberikan dukungan moril untuk terus menyemangati karyawan dalam menghadapi berbagai kendala selama bekerja dari rumah. Selain itu dukungan berupa penyediaan IT Support yang memadai agar kendala teknis saat bekerja dari rumah bisa diminimalisir.

DAFTAR PUSTAKA

Crosbie, Tracey and Moore, Jeanne. 2004. Work–life balance and working from home. Social Policy & Society, 3(3), 223–233. Psychology Section, School of Social Sciences, University of Teesside, Middlesbrough, UK.

Dodd, N.G., & Ganster, D.C., 1996, ‘The interactive effects of variety, autonomy, and feedback on attitudes and performance’, Journal of Organizational Behavior 17, 329–347.

https://doi.org/10.1002/(SICI)1099-1379(199607)17:43.0.CO;2-B

Fransman, E.I. 2015. ‘Determining the impact of flexible work hours on women employed in a higher education institution’. Unpublished MBA dissertation. North-West University, Potchefstroom

(12)

Gorden, W I. 1978. Communication: Personal and Public. diunduh tanggal 18 Desember 2009

Hackman, J.R. & Oldham, G.R., 1976, ‘Motivation through the design of work: Test of a theory’, Organizational Behavior and Human Performance 16, 250–279.

Half, Robert, 2019. Flexible working hours: 7 benefits your business is missing out on https://www.roberthalf.com.sg/ blog/employers/flexible-working-hours-7- benefits-your-business-missing-out diakses pada 8 Januari 2020.

Hartman, R.I., Stoner, C.A. & Arora, R., 1991, ‘An investigation of selected variables affecting telecommuting productivity and satisfaction’, Journal of Business and Psychology 6(2), 207– 225. https://doi.org/10.1007/BF01126709

McGuire, J. B., & Liro, J. R. 1986. Flexible work schedules, work attitudes, and perceptions of productivity. Public Personnel Management, 15(1), 65–

73. https://doi.org/10.1177/009102608601500106

Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.

Mungkasa, Oswar. 2020. Bekerja Jarak Jauh (Telecommuting): Konsep, Penerapan dan Pembelajaran. Bappenas Working Papers Volume III No. 1.

Nazir. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Pendit, Putu Laksman dkk. 2003. Penelitian Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Sebuah

Pengantar Diskusi Epistomologi dan Metodologi.

Jakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

P2 Kependudukan dan LD FEB-UI. 2020. Survei Online: Dampak Darurat Virus Corona Terhadap Buruh/Karyawan

(13)

Ruben., Brent D., Stewart., Lea P. 2005. Communication and Human Behaviour,USA:Alyn and Bacon

Selfie. 2020. "Di Balik Keluhan Konsumen soal Lemotnya Internet Selama WFH", https://tirto.id/forA

Ulber, Silalahi. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama

Wu, Waber, Aral, Brynjolfsson & Pentland. 2008. "Mining Face to Face Interaction

Networks Using Sociometric Badges: Evidence Predicting Productivity in IT Configuration. International Conference on Information Systems, Paris, France December.

Gambar

Tabel 1. Rekap Data Overtime Karyawan Bagian Perencanaan Maret-Juni 2020
Gambar 1. Kondisi Jaringan Internet Di PT. XYZ Periode Maret-Juni 2020

Referensi

Dokumen terkait

Dari tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa penutup kotak berhias akan terbuka secara otomatis jika objek yang terdeteksi oleh sensor berada pada jarak kurang dari sama

Dari tahapan pengujian konsep di atas didapatkan hasil berdasarkan survei yang dilakukan pada situs internet google form yaitu konsep yang dipilih pelanggan adalah

Pada Arduino Mega2560, Sensor tcs230 terhubung pada pin2 = s0 , pin3= s1 , pin4 = s2 , pin5 = s3, pin6 = out, Sinar led yang dipantulkan objek berwarna berfungsi untuk

metode penggorengan biasa/tradisional memerlukan tepung terigu sebagai bahan untuk melapisi potongan jamur tiram yang hendak digoreng sehingga hal ini dapat mengurangi cita

yaitu : 0,548 × 0,390 = 0,214 yang berarti bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih besar dibandingkan dengan nilai pengaruh langsung, hasil ini menunjukkan

Pembuatan prototipe alat penyiram tanaman otomatis dan pengujian menggunakan 3 jenis media tanam yaitu pupuk kandang, kompos, dan sekam padi.. Pengujian dilakukan

Tujuan dari paper ini adalah melakukan deskripsi terhadap hasil survei penelitian computer vision pada studi kasus pendeteksi kematangan buah agar menjadi inspirasi

Perhitungan matematis ini digunakan untuk mencari arus nominal (In), arus pengaturan rele (IsetOCR) dan tripping time (waktu dimana PMT beroprasi) tiap