• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. PERANCANGAN BANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. PERANCANGAN BANGUNAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Fasilitas Bangunan

Fasilitas-fasilitas yang tersedia dalam "Wahana wisata laut di Surabaya" ini antara lain:

> Fasilitas utama yang terdiri dari museum, microworld, coralarium, galeri air tawar, galeri pamer, oceanarium raksasa, action pool, dan touch pool.

> Fasilitas penunjang utama yang terdiri dari r. karantina, r. filtrasi, r. reservoir, laboratorium, dan workshop.

> Fasilitas umum yang terdiri atas lobby, information, car call, loket, dan toilet.

> Fasilitas penunjang umum yang terdiri dari ATM, public phone, restoran, kafetaria, pujasera, perpustakaan, theater, dan gift shop.

> Fasilitas pengelola, terdiri dari : ruang tunggu, kantor-kantor manager, kantor general manager, serta r. kerja. Terdapat pula r. rapat dan r. arsip di dalamnya.

> Fasilitas servis, terdiri dari ruang-ruang pompa, mekanikal elektrikal, gudang- gudang, dan loading dock.

Pada perancangan akhir ini terdapat beberapa perubahan dari program ruang yang dicantumkan di proposal (dapat dilihat di lampiran) yang dilakukan oleh perancang, antara lain:

> Peniadaan R. Breeding dengan pertimbangan bahwa pemberian makan pada ikan dilakukan di akuarium, selain itu untum memberikan kesempatan pada pengunjung dapat memberi makan langsung di akurium-akuarium tertentu.

> Perubahan sifat R. Theater dari fasilitas utama menjadi fasilitas penunjang. Ini dimaksudkan supaya pengunjung yang bermaksud untuk mengunjungi theater tidak harus masuk ke fasilitas utama.

Dengan perubahan ini maka luasan dari besaran ruang tanpa fasilitas parkir berubah dari 9.540 m2 menjadi 9.140 m2.

15

(2)

3.2 Poia penataan massa bangunan

Massa bangunan tunggal dengan pola radial yang dengan memperhatikan beberapa faktor seperti bentukan yang lebih dinamis, kernudahan pencapaian, serta orientasi massa pada pusat lingkaran tersebut yaitu fasilitas utama.

Pertimbangan penggunaan satu massa saja didasarkan atas konsep air dimana air tidak dapat dipisah-pisahkan dan selalu menyatu. Pertimbangan lain dengan adanya satu massa dapat mempennudah sirkulasi dalam bangunan dan hubungan antar massa yang menerus serta memaksimalkan view laut yang merupakan potensi terbesar dari "Wahana Wisata Laut" itu sendiri. Pemanfaatan view ini khusus untuk ruang-ruang tertentu seperti cafetaria, pujasera, restaurant, lobby, serta action pool.

Orientasi bangunan yang menghadap ke laut dimaksudkan untuk memberikan kesan laut yang kuat dimana dengan mengonentasikan massa bangunan ke arah laut dapat menghasilkan satu interaksi yang kuat antara laut dan bangunan.

Gb. 3.1. Sketsa Bentukan Massa

(3)

3.3 Bentuk dan tampilan bangunan

Bentuk dasar diambil bentuk lingkaran yang merupakan bentuk paling dinamis sehingga dapat memberikan kesan menonjol. Pertimbangan lain adalah bahwa bangunan menampung sebagian besar air dimana bentuk lingkaran ini merupakan bentuk yang paling stabil dalam menahan gay a ke semua arah.

Bentukan massa yang lain merupakan perbesaran dari bentuk lingkaran pusat yang mana diatur berdasar fungsi ruang masing.

Bangunan dirancang untuk menjadi Landmark yang mana belum terdapat satu bangunan di Kenjeran yang dapat menjadi Landmark, sehingga bentuk yang diambil adalah bentukan-bentukan yang menarik perhatian orang. Pengaturan tinggi rendah bangunan pada tiap-tiap massa dimaksudkan untuk menunjukkan pergerakan pada bangunan itu, yang mana hal ini didukung dengan tampilan fagade dengan unsur-unsur lengkung serta menggunakan cladding yang miring

untuk menampilkan kesan kapal diatas air.

Untuk lebih menarik perhatian penggunaan elemen rangka-rangka yang ditonjolkan yang menerus dari dinding ke atap. Ditambah pula dengan permainan maju mundur dinding untuk memperkuat kesan pergerakan atau aliran dari bangunan itu sendiri.

Konsep transparan dapat terlihat dari permainan tinggi rendah bangunan serta pembagian massa (dapat dilihat pada Gb 3.1). Dari luar tapak sudali dapat dilihat pembagian ruang yang jelas dimana ditambah kesan aliran tadi pengunjung serasa diarahkan menuju ke main entrance.

c

\

• . s

I '

1 ' 1

, 1 r~

~~\

i i n

i 1

i — T

~l

1_

!

Sons 9r^&

7 1 t 1

/

Gb. 3.2. Sketsa Skyline

(4)

3.4 Pola Hubungan antar Fasilitas dan Sirkulasi

Penataan ruang dalam bangunan mengikuti pola bentukan massa yang radial. Ruang-ruang yang terdapat dalam bangunan utama dibuat transparan tanpa pintu untuk memberi kesan menyatu antar satu ruang dengan ruang lain. Ruang- ruang servis dan kantor dipisahkan oleh dinding sehingga tidak dapat diakses dari bangunan utama. Ini dimaksudkan pula untuk tidak mengganggu jalur sirkulasi pengunjung. Sirkulasi pengunjung dirancang untuk terus mengalir secara radial (dapat dilihat pada Gb 3.2), sehingga para pengunjung dibawa ke lantai 3 melalui lift dulu baru terus mengalir turun melalui ruang-ruang di bangunan utama.

Dalam hal ini digunakan ram sehingga pengunjung tidak merasa capek karena harus menggunakan tangga. Pada transisi perubahan fungsi ruang disediakan ruang duduk untuk istirahat, juga ada kafetaria., serta toilet supaya dalam masa transisi ini pengunjung dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk istirahat dan ke toilet

Gb. 3.3. Sketsa Sistem Sirkulasi

(5)

3.5 Sistem Struktur

Sistem struktur dalam bangunan menggunakan sistem kolom balok dengan jarak antar kolom kurang lebih 10 meter untuk menyesuaikan dengan grid kolom yang telah ada pada bangunan-bangunan di kawasan "Kenjeran Park". Besaran kolom yang digunakan berdiameter 80 cm, dan untuk balok berdimensi 60 x 80 cm dimana ukuran kolom dan balok inilah yang paling ideal untuk bentang 10 meter dengan ketinggian antar lain 4 meter. Untuk menahan beban air pada ruang-ruang khusus seperti Oceanarium, R. Filtrasi, R. Reservoir, serta R.

Breeding diberikan shear wall. Dilatasi bangunan diletakkan antara bangunan utama dengan massa-massa lain. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya torsi karena massa bangunan yang terlalu panjang dan perbedaan ketinggian serta jarak antar lantai antara bangunan utama dengan bangunan sekitar. Sistem perletakkan kolom dan balok dapat dilihat pada Lampiran 16.

3.6 Pemilihan bahan bangunan

Pemilihan bahan bangunan didasarkan atas kriteria yang sesuai dengan bangunan yang berhubungan dengan air khususnya air laut yang memiliki tingkat kadar garam yang tinggi.

Untuk struktur utama maupun pendukung digunakan beton dengan pertimbangan tahan terhadap air laut. Untuk ruang-ruang yang tidak butuh kedap air, seperti : museum, galeri, coralarium digunakan batu-bata untuk dinding dengan finsihing cat. Penggunaan kaca untuk menampilkan kesan transparan.

Penggunaan bahan baja untuk space frame di main entrance (dapat dilihat di Lampiran 9)tidak lebih untuk menarik perhatian pengunjung yang berada di kawasan "Kenjeran Park".

3.7 Perlengkapan pelayanan dan utilitas bangunan

Perlengkapan pelayanan dan utilitas yang dipakai dalam bangunan ini antara lain :

3.7.1 Sistem tata udara {A C)

Sistem AC yang ada dalam bangunan menggunakan 2 sistem yaitu sistem central dan split dengan pertimbangan perbedaan penggunaan ruang. Untuk

(6)

bangunan utama digunakan AC central dengan sistem air-water system. Outdoor unit untuk AC central ini di letakkan di area servis sedangkan untuk indoor unit yang berada di dalam bangunan utama disuplai dengan pipa-pipa PVC dari outdoor unitnya. Untuk sistem AC central ini dibagi 4 wilayah. Untuk wilayah utara, seluas kurang lebih antara 750-1000 meter persegi dilayani oleh indoor unit yang ada di R. AHU 4. Untuk wilayah barat dan timur yang luasnya masing- masing berkisar sekitar 600-800 meter persegi dilayani oleh R. AHU 2 & 3.

Untuk wilayah selatan dengan luasan antara 600-700 meter persegi dilayani oleh R. AHU 1. Besar ducting yang digunakan ke setiap zona kurang lebih 40 x 70 cm.

Untuk bangunan penunjang seperti perpustakaan, kantor, laboratorium dan ruang-ruang yang mempunyai jam kerja berbeda digunakan sistem AC split untuk menghemat biaya karena kebutuhan AC lebih sedikit ketimbang bangunan utama.

Perletakkan ducting dan jalur AC dapat dilihat pada Lampiran 15

3.7.2 Sistem Air Bersih

Persediaan air bersih didapat dari PDAM. Penggunaan distribusi air bersih menggunakan sistem upfeed dengan pompa melalui tandon bawah. Tandon bawah yang melayani toilet pengunjung disediakan 3 buah dengan ukuran masing-masing 7x5x1 m3 diletakkan di dekat toilet yang terdapat di fasilitas utama It 1, untuk memperpendek jarak capai dan untuk pompa nya diletakkan di bawah tanah dekat tandon yang dilayani. Tandon bawah yang lain dengan ukuran 2x2x1 m3 disediakan 2 buah untuk melayani toilet karyawan serta toilet umum di lobby dan restaurant dengan pompa di bawah tanah dekat dengan

e

tandon tersebut. Perletakkan tandon dapat dilihat pada Lampiran 14

3.7.3 Sistem Air Laut

Kebutuhan air laut didapat dari Selat Madura yang melalui beberapa proses sebelum siap untuk distribusi. Pertama-tama air laut dipompa melalui R.

pompa yang ada di WTP atau Water Treatment Plan dimana di sini air laut difilter atau disaring untuk menghilangkan kotoran dan endapan yang ada, setelah itu dibawa ke R.filtrasi untuk melalui proses ozonisasi untuk membuat air laut

(7)

tersebut steril. Air lalu ditampung di R. Reservoir, dan sebelum digunakan akan difilter ulang yang kemudian didistribusikan ke akuarium-akuarium dengan menggunakan pompa pada It 1 dan 2.

Pergantian air dilakukan setiap hari dengan jumlah pergantian mencapai 20% dari jumlah pemakaian air laut seluruhnya. Sisa air laut dikembalikan ke WTP dimana nantinya akan difilter ulang. Jalur air laut dari Selat Madura sampai ke akuarium-akuarium di dalam "Wahana Wisata Laut" dapat dilihat pada Lampiran 14

3.7.4 Sistem Air Kotor

Pembuangan air kotor dari tiap-tiap toilet diarahkan melalui shaft menuju ke 2 buah septic tank dengan ukuran 7x4x1 m3 yang diletakkan dekat dengan fasilitas utama serta 1 buah septic tank dengan ukuran 1,2x1x1 m3 yang diletakkn dekat dengan toilet lobby. Jalur air kotor dapat dilihat pada Lampiran 14.

Referensi

Dokumen terkait

Fasilitas toilet/wc di sebuah taman rekreasi dan bertema harus memiliki toilet minimal 3 buah untuk laki-laki dan perempuan. Dan juga, toilet tidak boleh hanya ada di hall atau di

Tujuannya untuk mempermudah pengunjung dalam menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Taman Satwa Taru Jurug.. Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual

Selain itu ada juga masalah fasilitas toilet yang sering tidak dimiliki oleh pusat perbelanjaan sehingga para pengunjung harus keluar dari area belanja dan pergi

Fasilitas toilet/wc di sebuah taman rekreasi dan bertema harus memiliki toilet minimal 3 buah untuk laki-laki dan perempuan. Dan juga, toilet tidak boleh hanya ada di hall atau di

Tempat sampah ini diletakkan sepanjang sirkulasi utama pada Pasar Klewer dalam jarak 5-7 meter, pada kios-kios yang menjual makanan atau minuman, toilet, serta

Pendalaman ini merupakan bentuk usaha menterjemahkan dan menerapkan berbagai kebutuhan dari rekreasi dan alur pengunjung menjadi berbagai kebutuhan ruang yang dinamis sesuai

Pada gubahan massa bangunan Masjid Al Safar terdapat dua buah massa yang terdistorsi dari bentuk asalnya, yaitu bangunan utama dan bangunan toilet. Untuk bangunan

Merupakan tempat membaca yang dirancang untuk dapat menikmati ruang luar secara bebas, agar pengunjung perpustakaan tidak hanya dapat menikmati tenangnya membaca di dalam