TEORI POLITIK TEORI POLITIK
Teori adalah sebuah konsep yang lahir dalam pikiran manusia Teori adalah sebuah konsep yang lahir dalam pikiran manusia yang menjelaskan fakta dari
yang menjelaskan fakta dari kejadian-kejadian tertentu.kejadian-kejadian tertentu.
Po
Polilititik k yayang ng arartitinynya a adadalalah ah susuatatu u rarangngkakaiaian n azazasas/p/pririnsnsipip,, kea
keadaadaan n serserta ta jaljalan, an, carcara a dan dan alalat at yanyang g akaakan n didigungunakaakan n untuntukuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan walaupun dengan jalan yang mencapai keadaan yang kita inginkan walaupun dengan jalan yang tidak sehat sehingga terkadang politik memiliki sifat ambigu atau tidak sehat sehingga terkadang politik memiliki sifat ambigu atau munafik.
munafik.
Te
Teorori i polpolititik ik adaadalah lah bahbahasaasan n dan dan renrenungungan an ataatas s tujtujuan uan dardarii kegiatan politik, cara-cara untuk mencapai tujan itu, kegiatan politik, cara-cara untuk mencapai tujan itu, kemungkinan-kemungkinan yang ditimbulkan oleh situasi politik, dan kemungkinan yang ditimbulkan oleh situasi politik, dan kewajiban-kewajiban yang diakibatkan oleh tujuan politik itu.
kewajiban yang diakibatkan oleh tujuan politik itu.
2 macam teori politik menurut Thomas P. Jenkin 2 macam teori politik menurut Thomas P. Jenkin ::
1. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan menentukan norma 1. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan menentukan norma politik. Fungsi dari teori politik ini terutama menentukan pedoman politik. Fungsi dari teori politik ini terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral. Yang termasuk golongan ini
norma moral. Yang termasuk golongan ini antara lain:antara lain: •
• filsafat politikfilsafat politik
filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan rasio. Ia filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan rasio. Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini.
kehidupan politik di dunia fana ini.
•
• teori politik teori politik sistematissistematis
te
teorori i popolilititik k inini i mmenendadasasarkrkan an didiri ri didiri ri atatas as papandndanangagan- n-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu.
pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu.
•
• IdeologyIdeology
Id
Ideoeolology gy popolilititik k adadalalah ah hihimpmpununan an ninilalai-i-ninilalai, i, idide, e, nonormrma- a-nor
atau sekelompok orang,atas dasar menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya.
2. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai. Ia hanya bersifat bersifat deskriptif dan membandingkan. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disimpulkan.
MASYARAKAT
Arti Definisi / Pengertian Masyarakat:
1. Menurut Selo Sumardjan : masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Smith : masyarakat sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berfikir tentang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok dengan manusia yang satu dengan yang lain saling memberi.
3. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt : masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok.
Faktor-Faktor / Unsur-Unsur Masyarakat:
Menurut Soerjono Soekanto, masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :
1. Berangotakan minimal dua orang.
3. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
4. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.
Dalam mengamati masyarakat di sekelilingnya menurut Harold Lasswell memperinci 8 nilai, yaitu:
1. Kekuasaan 5. Keterampilan
2. Pendidikan/Penerangan 6.Kasih Sayang
3. Kekayaan 7. Kejujuran dan
Keadilan
4. Kesehatan 8.
Keseganan/respect
Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang. Manusia mempunyai bermacam – macam keinginan dan tujuan yang ingin sekali dicapainya. Untuk itu dia sering merasa perlu untuk memaksakan kemauannya atas orang atau kelompok lain. Kekuasaan sosial terdapat dalam semua hubungan sosial dan dalam semua organisasi sosial.
Kekuasaan sosial menurut Ossip K. Flechtheim adalah “Keseluruhan dari kemampuan, hubungan-hubungan dan proses- proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain … untuk tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan”. Definisi yang diberikan oleh Robert M. Maclver adalah: “kekuasaan sosial adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, maupun secara tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia”.
Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan (relationship), dalam arti bahwa ada satu pihak yang memerintah dan ada pihak yang diperintah, satu pihak yang memberi perintah, satu pihak yang mematuhi perintah. Oleh Robert M. Maclver dikemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat selalu berbentuk piramida. Yaitu kekuasan itu terbentur oleh kenyataan dalam sejarah masyarakat, bahwa golongan yang berkuasa itu relatif selalu lebih kecil jumlahnya daripada golongan yang dikuasai.
Sumber kekuasaan terdapat dalam berbagai segi yaitu kekerasan fisik, kedudukan, kekayaan, kepercayaan dan lain-lain. Di antara banyak kekuasaan ini ada suatu bentuk yang penting yaitu kekuasaan politik. Dalam hal ini kekuasaan politi adalah “kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujuan-tujuan pemegang kekuasaan sendiri”. Namun demikian suatu kekuasaan politik tidaklah mungkin tanpa penggunaan kekuasaan. Ossip K. Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik, yaitu bagian dari kekuasaan sosial yang (khususnya) terwujud dalam negara dan bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukkan kepada negara.
Tetapi apa yang merupakan kekuasaan politik berbeda dalam setiap negara. Di Indonesia terutama di masa lampau banyak
organisasi wanita merupakan kekuatan politik. Di Filipina dan Jepang tidak bersifat politik.
NEGARA
Arti Definisi / Pengertian Negara
1. Negara adalah suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki wewenang untuk mengatur dan mengendalikan yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya.
2. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.
3. Negara adalah organisasi yang dalam sesuatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu.
4. Negara adalah suatu masyarakat yasng mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.(Robert M. Maclver).
Negara mempunya dua tugas yaitu :
1. Mengendalikan dan menatur gejala-gejalah kekuasaan yang asosial. Yakni yang bertentangan satu-sama lain. Supaya tidak anatagonistik yang membahayakan.
2. Mengorganisasikan dan mengintergrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya.
1. Sifat memaksa : Agar peraturan perundang-undangan ditaati dan dengan demikian penertiban dalam masyarakat tercapai serta timbulnya anarki dapat dicegah, maka Negara memiki sifat memaksa, dalam arti mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan fisik secara legal. Contohnya : setiap warga Negara harus membayar pajak dan orang yang menghindari kewajiban ini dapat dikenakan denda, atau disita miliknya atau di beberapa Negara malahan dapat dikenakan hukuman kurungan.
2. Sifat monopoli : Monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3. Sifat mencakup semua : semua Peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali.
Unsur-unsur Negara :
1. Wilayah : setiap Negara menduduki tempat tertentu di muka bumi dan mempunyai batasan tertentu. Kekuasaan Negara mencakup seluruh wilayah, tidak hanya tanah, tetapi laut di sekelillingnya dan angkasa di atasnya.
2. Penduduk : setiap Negara mempunyai penduduk, dan kekuasan Negara menjangkau semua penduduk di ddalam wilayahnya.
3. Pemerintah : setiap negara mempunyai suatu organisasi yang berwenang untuk merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk di dalam wilyahnya.
4. Kedaulatan : kedaulatan adalah kekuasaan yang tertinggi untuk mebuat undang-undang dan melaksanakannya dengan semua cara (termasuk paksaan) yang tersedia.
Tujuan Negara :
Tujuan Negara RI tercantum dalam UUD 1945 :
“Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keaddilan social”.
Dapat dikatakan bahwa Tujuan terakhir setiap negara ialah tentunya menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya.
Fungsi Negara :
1. Melaksanakan Penertiban
2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya 3. Pertahanan
4. Menegakkan keadilan
Istilah Negara dan Sistem Politik
Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.
Politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif, eksekutif, dan yudikatif ). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan
diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum.
Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol, Ormas, media massa, Kelompok kepentingan (Interest Group), Kelompok Penekan (Presure Group), Alat/Media Komunikasi Politik, Tokoh Politik (Political Figure), dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik , melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat.
1. Wewenang
mengenai peranan atas posisi yang resmi atau adanya hak, ada kejelasan dan ada surat yang pasti.wewenang dapat bersifat formal maupun informal. Wewenang yang bersifat informal biasanya untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahannya.
Contoh : hubungan pembantu rumah tangga dengan majikannya pembantu rumah tangga melaksanakan perintah-perintah yang diperintahkan majikannya serta memberikan tenaganya untuk membantu pekerjaan rumah tangga majikannya dan di pihak majikannya yang mempunyai wewenang untuk memerintah agar pekerjaan
rumah tangganya dapat berjalan dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan tertentu
2. Paksaan
Adanya ancaman yang tidak di inginkan kekuasaan yang bersifat ilegal atau tidak resmi. Contoh : seorang preman yang sering menganggu dan memalak seseorang dengan cara paksa.
3. Manipulatif
Merupakan kekuasaan yang bersifat licik yang dapat menipu atau mempengaruhi orang lain agar seseorang dapat tertarik padanya. sebuah titik
dimana kita berusaha
“melebihkan” atau “mengurangkan” sesuatu, sehingga tidak tampak seperti keadaan nyatanya. Contoh :seperti melukis terkadang mereka menambahkan sedikit warna di sini dan sana untuk menunjukan bahwa sebenarnya yang terlihat itu “lebih indah”, atau mungkin, “tidak begitu hebat”, untuk menunjukan bahwa mereka tidak sombong, rajin menjahit dan gembar menabung.
4. Kerjasama
Kerjasama adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara individu atau
kelompok untuk
Mencapai suatu tujuan. Contoh : dalam kelompok adanya kerjasama dalam memperoleh tujuan.
5. Upah dan prestasi kerja
prestasi kerja dari setiap karyawan perlu dinilai. Oleh karena itu Penilaian prestasi kerja adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja. contoh : seorang yang bekerja dan mengerjakan apa yang diperintahkan bosnya karena berharap mendapatkan upah yang diberikan.atasannya.