• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KETERKAITAN DAN DAMPAK PENGGANDA SEKTOR PERIKANAN PADA PEREKONOMIAN JAWA TENGAH : ANALISIS INPUT OUTPUT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KETERKAITAN DAN DAMPAK PENGGANDA SEKTOR PERIKANAN PADA PEREKONOMIAN JAWA TENGAH : ANALISIS INPUT OUTPUT"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Simplikasi Tabel Input Output
Tabel  2.  Keterkaitan Output Ke depan dan Ke belakang Semua Sektor  Propinsi  Jawa  Tengah, Tabel IO 38 Sektor, Tahun 2000
Tabel 3.  Keterkaitan Output Ke depan dan Ke belakang Sektor Ikan Laut dan Hasil Laut  Lainnya Propinsi Jawa Tengah, Tabel IO  38 Sektor, Tahun 2000
Tabel 4.   Keterkaitan  Output  Ke  depan  dan  Ke  belakang  Sektor  Ikan    Darat  dan  Hasil  Perairan Darat Propinsi Jawa Tengah, Tabel IO  38 Sektor, Tahun 2000
+4

Referensi

Dokumen terkait

yang mampu meningkatkan perekonomian Provinsi Jawa Tengah, terlebih dahulu perlu dilihat perkembangannya di masing-masing sektor dan diantara satu sektor dengan sektor lain..

Sedangkan pada tahun 2004, sektor industri pengilangan minyak merupakan sektor yang memiliki nilai indeks keterkaitan ke belakang yang paling tinggi yaitu sebesar 2,30278,

Berdasarkan analisis keterkaitan, menunjukkan bahwa sektor pertanian dibutuhkan oleh sektor lain, hal ini ditunjukkan dengan nilai keterkaitan ke depan baik secara langsung

Nilai keterkaitan tidak langsung ke belakang sektor ikan laut dan hasil laut lainnya sebesar 1.12090, akan dialokasikan pada perekonomian di Jawa Tengah, yang

dan penggaraman ikan (perikanan sekunder) keterkaitan yang lebih besar dari satu. Sedangkan kelompok sektor jenuh adalah Indikasi penguatan keterkaitan ke belakang

Sedangkan pada tahun 2004, sektor industri pengilangan minyak merupakan sektor yang memiliki nilai indeks keterkaitan ke belakang yang paling tinggi yaitu sebesar 2,30278,

Analisis keterkaitan langsung tidak langsung kedepan menunjukkan, sektor industri industri pengolahan memiliki nilai keterkaitan tertinggi sebesar 1,975 satuan sedangkan pada

dan penggaraman ikan (perikanan sekunder) keterkaitan yang lebih besar dari satu. Sedangkan kelompok sektor jenuh adalah Indikasi penguatan keterkaitan ke belakang