BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

19 

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian merupakan salah satu dari tindakan yang dapat dikatakan

sebagai tindakan dalam mencari kebenaran dengan menggunakan pendekatan

ilmiah. Untuk mencapai suatu kebenaran yang ilmiah maka diperlukan adanya

metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

dalam penelitian. Penentuan jenis penelitian sangat penting terutama untuk

memiliki teknik analisis yang tepat.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, yang mana dalam

penelitian ini membutuhkan data dalam bentuk angka-angka atau nilai, atau data

dalam bentuk informasi, komentar, pendapat atau kalimat namun dikuantitatifkan.

Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

Ekplanatory (penelitian menjelaskan) yaitu berusaha menjelaskan dan menyoroti

hubungan antara variabel-variabel penelitian sebagaimana yang diungkapkan oleh

Sukandarimudi (2002:105) bahwa “Penelitian explanatory adalah penelitian yang

menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel penelitian melalui

pengujian hipotesis atau penelitian.

(2)

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 03

Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012.

3.2.2 Waktu Penelitian

Tabel 3.1

Jadwal Penelitian Skripsi

No Uraian Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

Januari Februari Maret April

I II III IV V I II III IV V I II III IV V I II III IV V 1. Tahap Persiapan a. Pembuatan Proposal Skripsi b. Pendaftaran proposal Skripsi 9 -1 1 c. Survei SD 13 d. Pengumuman 27 2. Tahap Pelaksanaan (pengambilan data dan penelitian) a. Uji coba instrumen 21 b. Pre-test 2 8 c. Treatmen/Perlaku an (eksperimen) 5- 29 d. Post test 3 1 3. Tahap Penyusunan dan Pelaporan 4. Pendaftaran dan pengumpulan skripsi 23 -25

(3)

3.3 Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VI

Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 03 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga.

Siswa kelas VI yang berjumlah 42 siswa dengan rincian di bawah ini.

Tabel 3.2 Subjek Penelitian

Sumber : Dokumentasi Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 03

3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.4.1 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi ekstrinsik (X1) dan

disiplin belajar (X2) sebagai variabel bebas, dan prestasi peserta didik (Y)

sebagai variabel terikat.

3.4.2 Definisi Operasional

1. Variabel bebas (Independent Variabel)

Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain yang

dinamakan pula konstruk variabel dan coure variabel. Variabel independen

ini tidak tergantung pada variabel lain (Abbas, 2003). Variabel bebas dalam

penelitian ini adalah: motivasi ekstrinsik adalah hal atau keadaan yang datang

dari luar individu peserta didik, yang mendorongnya untuk melakukan

kegiatan belajar. Disiplin belajar adalah pernyataan sikap dan perbuatan

No Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah KET

(4)

peserta didik dalam melaksanakan kewajiban belajar secara sadar dengan cara

menaati peraturan yang ada di lingkungan sekolah maupun di rumah.

2. Variabel terikat (Dependent Variabel)

Prestasi belajar adalah hasil kemampuan seseorang pada bidang

tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan yang langsung dapat diukur

dengan tes. Penilaian dapat dilihat dari daftar nilai harian dan buku catatan

siswa.

3.5 Instrumen Penelitian

Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap

fenomena sosial maupun alam. Maka dari itu di dalam pengukuran membutuhkan

adanya alat ukur. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen

penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur

fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono,2010:148). Fenomena

yang dimaksud dalam sebuah penelitian adalah variabel penelitian, yang akan

diteliti.

Instrumen dalam penelitian ini dengan judul “Efektivitas motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar peserta didik kelas VI

Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 03 salatiga” sebagai berikut : 1. Instrumen untuk mengukur motivasi ekstrinsik (X1)

2. Instrumen untuk mengukur disiplin belajar (X2)

3. Instrument untuk mengukur prestasi belajar (Y)

Penyusunan instrumen penelitian itu berdasarkan variabel-variabel

(5)

kemudian di tentukan indikatonya. Dari indikator itu kemudian dibuatlah

pernyataan-pernyataan untuk memudahkan penyusunan instrumen maka perlu

digunakan “matrik pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen” (Sugiyono,2010:149).

Setelah kisi-kisi terbuat, kemudian instrumen tersebut disebar kepada

responden untuk diuji lebih lanjut. Pengujiannya terdiri dari validitas dan

reabilitas instrument. Ketentuan pengujian validitas dan reabilitasnya sebagai

berikut :

3.5.1 Validitas dan Reliabilitas Penelitian

a. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan

tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi

Arikunto, 2002:144). Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan

Korelasi Product Moment dengan Angka Kasar

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y

X = skor butir

Y = skor total

N = jumlah subjek

(Suharsimi Arikunto, 2002 : 146)

Selain menggunakan rumus, mengolah data bisa juga dengan

(6)

dikonsultasikan dengan r tabel dengan taraf signifikansi 5%. Jika

didapatkan harga rhitung>rtabel, maka butir instrumen dapat dikatakan

valid, akan tetapi sebaliknya jika harga rhitung< rtabel, maka dikatakan

bahwa instrumen tidak valid (arikunto, 2002:146). Item dalam suatu

instrumen ini dianggap valid apabila mempunyai corrected item total

correlation di atas 0,291 (Ali. 1987).

Adapun hasil perhitungan validitas instrument penelitian yang

diujikan pada 46 responden adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas

No Soal rhitung rtabel Kriteria

M OT IVA S I E KS T RIN S IK (X 1 ) 1 0,341 0,291 valid 2 0,478 0,291 valid 3 0,712 0,291 valid 4 0,561 0,291 valid 5 0,435 0,291 valid 6 0,716 0,291 valid 7 0,435 0,291 valid 8 0,460 0,291 valid 9 0,536 0,291 valid 10 0,716 0,291 valid 11 0,424 0,291 valid 12 0,536 0,291 valid 13 -0,301 0,291 Tidak valid 14 0,435 0,291 valid 15 0,561 0,291 valid 16 0,716 0,291 valid 17 0,478 0,291 valid 18 0,659 0,291 valid 19 0,493 0,291 valid 20 0,478 0,291 valid 21 0,319 0,291 valid

(7)

22 0,233 0,291 Tidak valid 23 -0,054 0,291 Tidak valid 24 0,478 0,291 valid 25 0,460 0,291 valid DISI PLIN B E L AJA R ( X2 ) 26 0,742 0,291 Valid 27 0,787 0,291 Valid 28 0,762 0,291 Valid 29 0,667 0,291 Valid 30 0,631 0,291 Valid 31 0,229 0,291 Tidak valid 32 0,43 0,291 Valid 33 0,683 0,291 Valid 34 0,508 0,291 Valid 35 0,295 0,291 Valid 36 0,683 0,291 Valid 37 0,755 0,291 Valid 38 0,486 0,291 Valid 39 0,484 0,291 Valid 40 0,254 0,291 Tidak valid 41 0,604 0,291 Valid 42 0,702 0,291 Valid 43 0,859 0,291 Valid 44 0,845 0,291 Valid 45 0,788 0,291 Valid 46 0,793 0,291 Valid 47 0,52 0,291 Valid 48 0,724 0,291 Valid 49 0,64 0,291 Valid 50 0,77 0,291 Valid 51 0,709 0,291 Valid 52 0,695 0,291 Valid

(8)

b. Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu

instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat

pengumpul data karena instrumen itu sudah baik (Suharsimi Arikunto,

2002: 154). Dalam penelitian ini uji reliabilitas diperoleh dengan cara

menganalisis data dari satu kali pengetesan. Pengetesan yang mudah

menggunakan SPSS 16 for windows. Kemudian hasil rhitung

dikonsultasikan dengan r tabel dengan taraf signifikansi 5%. Jika

didapatkan rhitung>rtabel, maka butir instrumen dapat dikatakan reliable,

akan tetapi sebaliknya jika rhitung<rtabel, maka dikatakan bahwa

instrumen tidak reliable.

Instrumen dikatakan reliabel apabila intrumen tersebut digunakan

beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan

data yang sama. Untuk uji reliabilitas dipakai kriteria dari sebagai

berikut: 0 – 0,2 = Sangat Rendah 0,2 – 0,4 = Rendah 0,4 – 0,6 = Agak Rendah 0,6 – 0,8 = Cukup 0,8 – 1 = Tinggi

Instrumen dikatakan reliabel apabila intrumen tersebut digunakan

beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan

(9)

item yang dibuang diperoleh nilai cronbach’s alpha (α) dengan

perincian seperti pada Tabel 3.4 sebagai berikut:

Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha

Kategori Tingkat Reliabilitas

Motivasi Ekstrinsik 0,882 Tinggi

Disiplin Belajar 0,951 Tinggi

Sumber : Data Penelitian, Diolah

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini instrumen penelitian data yang digunakan adalah:

3.6.1 Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila

peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan

yang harus diteliti (Sugiyono, 2010:194). Teknik wawancara dalam penelitian

ini digunakan sebagai alat pendukung untuk mengetahui kondisi awal dan

mengungkap masalah yang dialami subyek penelitian.

Peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara

yang bebas dimana peneliti tidak perlu menggunakan pedoman wawancara

yang telah tersusun sitematis dan lengkap untuk mengumpulkan datanya

(Sugiyono, 2010:197). Wawancara tidak terstruktur atau terbuka, sering

digunakan dalam penelitian pendahuluan atau malahan untuk penelitian yang

lebih mendalam tentang responden untuk mengetahui kondisi subyek yang

akan diteliti dan kondisi lingkungan sekitarnya, termasuk Kepala Sekolah,

(10)

3.6.2 Observasi

Observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan

untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu

kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun

dalam situasi buatan. (Sudjana, 2008:84). Observasi dalam penelitian ini

digunakan untuk mengamati perilaku guru dan peserta didik yang dilakukan

oleh seorang observer.

3.6.3 Dokumentasi

Digunakan teknik dokumentasi untuk mendapatkan data keadaan

awal, proses dan akhir siswa terhadap data tersebut untuk memenuhi syarat

sebagai subjek penelitian.

3.6.4 Kuesioner / Angket

Digunakan Kuesioner secara langsung tanpa perantara kepada sampel

untuk memperoleh data tentang motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar

peserta didik. Adapun jenis pertanyaan dalam Kuesioner adalah pertanyaan

tertutup, yaitu bentuk pertanyaan di mana responden tinggal memilih jawaban

yang telah tersedia dalam Kuesioner tersebut. Sedangkan bentuknya adalah

check list atau tanda silang di mana responden hanya membubuhkan tanda check (√) pada kolom yang sesuai dengan jawabannya.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan Kuesioner adalah

a. Merumuskan tujuan pembagian Kuesioner

Penyusunan Kuesioner dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh

(11)

b. Menentukan aspek-aspek yang diukur.

c. Menyusun pernyataan-pernyataan sesuai variabel-variabel yang akan

diteliti.

Bentuk Kuesioner dalam penelitian ini berpedoman pada skala Likert.

Keunggulan skala Likert adalah :

a. Item-item yang tidak jelas menunjukkan hubungan dengan sikap yang

sedang diteliti masih dapat dimasukkan dalam skala.

b. Skala Likert mempunyai reliabilitas tinggi.

c. Cara pembuatan lebih mudah.

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi

seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala

Likert maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi

komponen-komponen yang dapat diukur. Komponen yang terukur ini dijadikan titik

tolak untuk menyusun item instrumen yang dapat berupa pernyataan yang

kemudian dijawab oleh responden. Jawaban di setiap item pada instumen

yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari yang yang sangat

positif sampai sangat negatif.

Skala Likert mempunyai lima kategori jawaban, yaitu sangat setuju,

setuju, tidak bisa memutuskan, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Setiap

alternatif jawaban memiliki skor yang berbeda, yaitu:

1) Pernyataan positif

Sangat Setuju (SS) : skor 5

(12)

Ragu-ragu (R) : skor 3

Tidak Setuju (TS) : skor 2

Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 1

Atau

Selalu (1) : skor 5

Sering (2) : skor 4

Kadang-kadang (3) : skor 3

Pernah (4) : skor 2

Tidak pernah (5) : skor 1

2) Pernyataan Negatif

Sangat Setuju (SS) : skor 1

Setuju (S) : skor 2

Ragu-ragu (R) : skor 3

Tidak Setuju (TS) : skor 4

Sangat Tidak Setuju (STS) : skor 5

3.7 Teknik Pengolahan dan Analisis data Penelitian 3.7.1 Analisis Deskriptif

Analisis ini untuk mendapatkan gambaran penyebaran hasil

penelitian masing-masing variabel secara kategorikal. Hal ini bertolak dari

konsep Azwar (1995) bahwa skor total individu yang semakin mendekati

skor total ideal dapat diinterpretasikan semakin positif. Analisis deskriptif

yang dipakai adalah deskriptif persentase. Dalam analisis ini semua skor

(13)

dijumlahkan dan dibandingkan dengan skor idealnya sehingga akan

diperoleh persentase skor. Dari deskriptif persentase inilah selanjutnya

dibandingkan dengan kriteria yang digunakan dan diketahui tingkatannya.

Karena skor tertinggi dari masing-masing item adalah 5 dan skor

terendahnya 1, maka dapat dihitung:

Persentase maksimal

Persentase minimal

Rentang

Panjang kelas interval

Dengan panjang kelas interval 16% dan persentase minimal 20%, maka

diperoleh

Tabel 3.5

Kriteria Deskriptif Persentase Motivasi Ekstrinsik dan Disiplin Belajar

No Interval persentase skor Kriteria

1 84 < % skor < 100 Sangat tinggi (ST)

2 68 < % skor < 84 Tinggi (T)

3 52 < % skor < 68 Sedang (S)

4 36 < % skor < 52 Rendah (SR)

5 20 < % skor < 36 Sangat Rendah (SR) Sumber : Data Penelitian, Diolah

Kriteria ini digunakan untuk setiap variabel maupun sub variabel

dalam penelitian, karena banyak item yang digunakan dari masing-masing

variabel maupun sub variabelnya berbeda-beda, sehingga jumlah skor dari

masing-masing responden harus diubah terlebih dahulu dalam bentuk

(14)

idealnya. Skor ideal diperoleh dari banyaknya item dikalikan dengan skor

ideal yaitu 5.

Tabel 3.6

Kriteria Deskriptif Persentase Prestasi Belajar

No Interval persentase skor Kriteria

1 Nilai < 50 Kurang Sekali (KS)

2 51 < Nilai < 70 Kurang (K)

3 71 < Nilai < 80 Cukup (C)

4 81 < Nilai < 90 Baik (B)

5 91 < Nilai < 100 Baik Sekali (BS)

Sumber : Buku Laporan Sekolah Dasar Sidorejo Lor 03 Salatiga

3.7.2 Uji Asumsi Klasik

3.7.2.1 Uji Normalitas Data

Untuk keperluan analisis data selanjutnya, maka akan lebih mudah

dan lancar bila variabel-variabel yang diteliti mengikuti distribusi tertentu.

Dari teori kemungkinan apabila populasi yang diteliti berdistribusi normal

maka konklusi bisa diterima, tetapi apabila populasi tidak berdistribusi

normal maka konklusi berdasarkan teori tidak berlaku. Oleh sebab itu,

sebelum mengambil keputusan berdasarkan teori tersebut perlu diperiksa

terlebih dahulu normalitas distribusinya, apakah pada taraf signifikansi

tertentu atau tidak. Pengujian normalitas data dimaksudkan untuk

mengetahui normal tidaknya distribusi penelitian masingmasing variabel

penelitian. Uji normalitas data penelitian ini menggunakan uji normalitas

Kolmogorov-Smirnof (Santoso 1999:311). Data dianalisis dengan bantuan komputer program SPSS 16 for windows. Dasar pengambilan keputusan

berdasarkan probabilitas. Jika probabilitas > 0,05 maka data penelitian

(15)

3.7.2.2 Uji Linieritas

Uji linieritas merupakan langkah untuk mengetahui status linier

tidaknya suatu distribusi sebuah data penelitian. Hasil yang diperoleh

melalui uji linieritas akan menentukan teknik analisis regresi yang akan

digunakan. Jika hasil uji linieritas merupakan data yang linier maka

digunakan analisis regresi linier. Sebaliknya jika hasil uji linieritas

merupakan data yang tidak linier maka analisis regresi yang digunakan

nonlinier. Dasar pengambilan keputusan dari uji ini dapat dilihat dari nilai

signifikansi. Apabila nilai signifikansi > 0,05 dapat disimpulkan bahwa

hubungannya bersifat linier.

3.7.3 Uji Hipotesis Penelitian

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini meliputi regresi berganda, uji

parsial, uji simultan koefisien deretminasi, dan compare mean.

3.7.3.1 Regresi Linier Berganda

Istilah regresi juga digunakan dalam mengembangkan suatu

persamaan untuk meramalkan sesuatu variabel dari variabel kedua yang

diketahui. Regresi ganda (multiple regression) adalah suatu perluasan dari

teknik regresi apabila terdapat lebih dari satu variabel bebas untuk

mengadakan prediksi terhadap variabel terikat.

Analisi regresi berganda adalah ramalan keadaan (naik turunnya)

variabel dependent yang akan diprediksi melalui variabel independent

(16)

3.7.3.2 Uji Parsial

Pengujian secara parsial digunakan untuk menguji signifikansi

koefisien regresi maupun korelasi parsial atau hubungan masing-masing

variabel bebas dengan variabel terikat (Y). Data dianalisis dengan bantuan

komputer program SPSS 16 for windows. Dasar pengambilan keputusan

berdasarkan angka probabilitas. Jika angka probabilitas hasil analisis <

0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Apabila Ha diterima menunjukkan

ada efektivitas yang signifikan motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar

terhadap prestasi belajar secara parsial.

3.7.3.3 Uji Simultan

Pengujian secara simultan digunakan untuk menguji signifkansi

korelasi ganda adalah analisis tentang hubungan antara dua variabel atau

lebih variabel bebas (independent variable) dengan satu variabel terikat

(dependent variable).

Dalam penelitian ini, analisis korelasi untuk mengetahui hubungan

antara motivasi dan disiplin dengan prestasi belajar. Analisis regresi ganda

bertujuan untuk meramalkan nilai pengaruh dua atau lebih variabel bebas

terhadap satu variabel terikat dengan menggunakan persamaan regresi

(17)

Keterangan :

Y = nilai yang diprediksi atau kriterium

X = nilai variabel prediktor

a = bilangan konstan

b = bilangan koefisien prediktor

Analisis korelasi ganda sekaligus regresi ganda dilakukan dengan

bantuan komputer program SPSS 16 for windows. Dasar pengambilan

keputusan berdasarkan angka probabilitas. Jika angka probabilitas hasil

analisis ≤ 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis kerja (Ha) diterima yang berarti ada pengaruh secara simultan motivasi dan disiplin

terhadap prestasi belajar.

3.7.3.4 Koefisien Determinasi

Menentukan besarnya pengaruh antara motivasi belajar dan disiplin

siswa terhadap prestasi belajar. Untuk mengukur derajat hubungan antara

3 variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu motivasi belajar,

disiplin belajar dan prestasi belajar dilakukan uji koefisien determinasi.

Perhitungan koefisien determinasi secara simultan yang dilakukan dengan

SPSS dapat dilihat dari besarnya R square, sedangkan hasil koefisien

determinasi secara parsial dapat dilihat dengan mengkuadratkan besarnya

nilai correlations partial. Dalam menghitung besarnya koefisien

determinasi dengan menggunakan SPSS dapat dilakukan serentak dengan

(18)

3.7.3.5 Uji Beda Mean

Uji Beda Mean merupakan analisis yang digunakan untuk

membandingkan rata-rata dua populasi atau lebih. Dalam penelitian ini

menggunakan adalah paired sample t-test (uji t untuk dua sampel yang

berpasangan). Paired sample t-test digunakan untuk uji beda pada sample

yang berpasangan. Pengujian ini sering dilakukan pada

penelitian-penelitian event study atau ekksperimental dengan perlakuan tertentu.

Adapun hipotesis statistik yang diuji dalam penelitian ini adalah:

1. Ho : μ1 ≤ μ2 (motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar tidak efektif

terhadap prestasi belajar bagi siswa kelas VI SD).

2. Ha : μ1 > μ2 (motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar efektif terhadap

prestasi belajar bagi siswa kelas VI SD).

Keterangan:

μ1 = Rata-rata nilai siswa yang mendapatkan motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar

μ2 = Rata-rata nilai siswa yang tidak mendapatkan motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar

Kesimpulan apakah Ho diterima atau ditolak, diperoleh dengan

menginterpretasikan nilai signifikan pada tabel Independent Samples test SPSS

16 for windows. Motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar dikatakan efektif, manakala terjadi peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen. Selain itu,

(19)

pengujian hipotesis juga menjadi acuan terhadap keefektifan tersebut. Apabila

hipotesis alternatifnya diterima, maka nilai rata-rata hasil lebih baik setelah

diberikan treatment (perlakuan) dari sebelum diberi treatment (perlakuan).

Dengan demikian, penggunaan motivasi ekstrinsik dan disiplin belajar efektif

terhadap prestasi belajar peserta didik kelas VI Sekolah Dasar (SD) Negeri

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :