• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada Februari 2014 terjadi inflasi sebesar 1,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,69. Dari dua kota IHK Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang terjadi inflasi sebesar 1,46 persen dengan IHK 113,02 sedangkan Kota Maumere terjadi inflasi sebesar 1.61 persen dengan IHK 110,51 persen.

 Dari 82 kota sampel IHK Nasional, tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak 2,73 persen dengan IHK 114,83 dan terendah terjadi di kota Bandar Lampung dan Kota Probolinggo masing-masing sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga 2,43 persen dengan IHK 111,00 dan terendah terjadi di Kota Tanjung 0,18 persen dengan IHK 109,80 dan kota Balikpapan 0,18 dengan IHK 111,96.

 Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran kecuali kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan. Kelompok bahan makanan naik 1,48 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,71 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 1,16 persen; kelompok sandang naik 0,25 persen; kelompok kesehatan naik 0,50 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik 0,42 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,15 persen.

 Tingkat inflasi tahun kalender Januari-Februari 2014 sebesar 1,92 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 8,63 persen. Untuk Kota Kupang, inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2014 sebesar 1,97 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 8,87 persen, sedangkan Kota Maumere tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari 2014) sebesar 1.53 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 7,05 persen.

No. 01/03/53/Th. XVII, 3 Maret 2014

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

FEBRUARI 2014 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 1,48 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga.

(2)

Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Paket komoditas hasil SBH 2012 di Kota Kupang sebanyak 390 komoditas dan Kota Maumere sebanyak 317 komoditas.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 2 kota sampel IHK Nusa Tenggara Timur, pada Februari 2014 Nusa Tenggara Timur terjadi inflasi 1,48 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,04 pada Januari 2014 menjadi 112,69 pada Februari 2014. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari 2014) sebesar 1,91 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 8,63 persen. Kota Kupang Februari 2014 mengalami inflasi sebsar 1,46 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 111,39 pada Januari 2014 menjadi 113,02 pada Februari 2014 dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari 2014) sebesar 1,97 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 8,87 persen. Kota Maumere Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 1,61 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 108,76 pada Januari 2014 menjadi 110,51 pada Februari 2014 dengan tingkat inflasi tahun kalender (Januari- Februari 2014) sebesar 1,53 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 7,05 persen.

A. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Provinsi Nusa Tenggara Timur Februari2014

Inflasi sebesar 1,48 persen di Nusa Tenggara Timur pada Februari 2014 dipicu oleh naiknya indeks harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran bahan makanan mengalami kenaikan indeks terbesar, yakni sebesar 4,10 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang naik 1,16 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang naik 0,71 persen.

Kelompok yang mengalami penurunan indeks terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang turun sebesar 0,15 persen.

(3)

Tabel 1.

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur Februari 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Februari 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 Januari 2014 Februari 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 110,58 111,04 112,69 1,48 1,91 8,63 1 Bahan Makanan 106,12 107,38 111,78 4,10 5,34 6,43

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 115,54 115,61 116,43 0,71 0,77 10,36 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 111,26 112,00 113,31 1,16 1,84 8,93

4 Sandang 108,62 108,95 109,22 0,25 0,55 5,41

5 Kesehatan 103,97 104,01 104,53 0,50 0,53 2,72

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 110,19 110,29 110,75 0,42 0,51 6,65 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 115,55 115,03 114,85 -0,15 -0,60 13,83

*) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan Februari 2013

Gambar 1.

Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Nusa Tenggara Timur Februari 2014

Pada Februari 2013 yang lalu Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi bulan Februari 2014 sekarang ini yang mencapai 1,48 persen.

4,10 0,71 1,16 0,25 0,50 0,42 -0,15 1,48 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50 Bhn Makanan Makanan Jadi

(4)

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Nusa Tenggara Timur Februari 2013 – Februari 2014

Menurut kelompok pengeluaran, pemberi andil terbesar dalam pembentukan inflasi di Nusa Tenggara Timur bulan Februari 2014 adalah kelompok bahan makanan sebesar 1,04 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan andil sebesar 0,30 persen. Sedangkan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

Tabel 2.

Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Nusa Tenggara Timur Februari 2014

Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3) (4)

Umum 112,69 1,48

Bahan Makanan 111,78 4,10 1,04

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 116,43 0,71 0,10

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 113,31 1,16 0,30

Sandang 109,22 0,25 0,01

Kesehatan 104,53 0,50 0,03

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 110,75 0,42 0,03

Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 114,85 -0,15 -0,03

0,31 1,03 -0,87 -0,59 1,37 4,63 0,48 -1,03 -0,59 0,75 1,36 0,42 1,48 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00

Feb'13 Mar'13 Apr'13 Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 Feb'14 %

(5)

B. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Kupang Februari 2014

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan Februari 2014, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 1,46 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 111,39 pada bulan Januari 2014 menjadi 113,02 pada Februari 2014.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari 2014) sebesar 1,97 persen dan inflasi “year on year” (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 8,87 persen.

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Kupang Februari 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Februari 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 Januari 2014 Februari 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 110,84 111,39 113,02 1,46 1,97 8,87 1 Bahan Makanan 106,53 107,99 112,40 4,08 5,51 6,24

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 115,24 115,26 115,95 0,60 0,62 9,92 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 111,65 112,47 113,97 1,33 2,08 9,64

4 Sandang 108,95 109,42 109,69 0,25 0,68 5,78

5 Kesehatan 103,67 103,78 104,35 0,55 0,66 2,71

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 108,73 108,76 109,28 0,48 0,51 6,90 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 116,43 116,07 115,82 -0,22 -0,52 14,75

*) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan Februari 2013

Selama bulan Februari 2014, hampir semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga yang mengakibatkan inflasi di Kota Kupang kecuali kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami penurunan indeks harga. Kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks terbesar, yakni sebesar 4,08 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar yang naik sebesar 1,33 persen.

Kelompok pengeluaran transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,22 persen.

(6)

Gambar 3.

Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Kupang Februari 2014

Gambar 4.

Perkembangan Inflasi Kota Kupang Februari 2013 – Februari 2014 4,08 0,60 1,33 0,25 0,55 0,48 -0,22 1,46 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50 Bhn Makanan Makanan Jadi

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Umum

0,56 1,17 -0,80 -0,86 1,55 4,98 0,19 -0,92 -0,67 0,60 1,59 0,50 1,46 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00

Feb'13 Mar'13 Apr'13 Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 Feb'14 %

(7)

Tabel 4.

Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Kupang Februari 2014

Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3) (4)

Umum 113,02 1,46

Bahan Makanan 112,40 4,08 1,00

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 115,95 0,60 0,08

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 113,97 1,33 0,35

Sandang 109,69 0,25 0,01

Kesehatan 104,35 0,55 0,03

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 109,28 0,48 0,04

Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 115,82 -0,22 -0,04

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar dalam pembentukan inflasi Kota Kupang bulan Februari 2014 adalah kelompok bahan makanan dengan andil sebesar 1,00 persen.

Beberapa komoditas utama yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Kupang antara lain ikan tongkol, sawi putih, telur ayam ras, ikan kembung/gembung, kangkung, pasir, sewa rumah, tempe, tarip air minum pikulan, dan bayam.

Sedangkan komoditas utama yang menghambat laju inflasi di Kota Kupang antara lain beras, bawang merah, daging ayam ras, tarif angkutan udara, tomat sayur, daun singkong, bawang putih, gula pasir, bunga pepaya, dan besi beton.

C. Perkembangan Harga Barang dan Jasa di Kota Maumere Februari 2014

Berdasarkan hasil penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), pada bulan februari 2014 Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 1,61 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 108,76 pada bulan Januari 2014 menjadi 110,51 pada bulan Februari 2014.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari 2014) sebesar 1,53 persen dan inflasi “year on year” (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 7,05 persen. (lihat Tabel 5).

(8)

Tabel 5.

Indeks Harga Konsumen dan Laju Inflasi Kota Maumere Februari 2014, Tahun Kalender 2014 danYear on Year

menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Februari 2014 *) Laju Inflasi tahun Kalender **) Laju inflasi YOY ***) Desember 2013 Januari 2014 Februari 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 108,85 108,76 110,51 1,61 1,53 7,05 1 Bahan Makanan 103,40 103,37 107,72 4,21 4,18 7,80

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 117,52 117,93 119,57 1,39 1,74 13,30 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 108,67 108,95 108,96 0,01 0,27 4,31

4 Sandang 106,47 105,86 106,17 0,29 -0,28 2,99

5 Kesehatan 105,96 105,48 105,70 0,21 -0,25 2,82

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 119,78 120,31 120,42 0,09 0,53 5,19 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 109,79 108,22 108,52 0,28 -1,16 7,77

*) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan Desember 2013 ***) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2014 terhadap IHK bulan Februari 2013

Pemicu inflasi bulan Februari 2014 di Kota Maumere adalah karena naiknya indeks harga pada semua kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan yang naik sebesar 4,21 persen, diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 1,39 persen dan kelompok sandang yang juga mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen.

Gambar 5.

Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Maumere Februari 2014

4,21 1,39 0,01 0,29 0,21 0,09 0,28 1,61 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 Bhn Makanan Makanan Jadi

(9)

Tabel 6.

Indeks Harga Konsumen, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Maumere Februari 2014

Kelompok Pengeluaran IHK Perubahan (%) Andil (%)

(1) (2) (3) (4)

Umum 110,51 1,61

Bahan Makanan 107,72 4,21 0,21

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 119,57 1,39 0,00

Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 108,96 0,01 0,01

Sandang 106,17 0,29 0,01

Kesehatan 105,70 0,21 0,01

Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 120,42 0,09 0,03

Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 108,52 0,28 0,21

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap pembentukan inflasi di Kota Maumere adalah kelompok bahan makanan dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan yang masing-masing memberikan sumbangan sebesar 0,21 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi Kota Maumere antara lain komoditas ikan selar, bayam, ikan layang, daging ayam ras, wortel, tomat sayur, rokok kretekfilter, daun singkong, air kemasan dan rokok kretek.

Sedangkan komoditas dominan yang mengalami deflasi di Kota Maumere antara lain ikan tongkol, kol putih/kubis, bawang merah, ikan kembung/gembung, cabai rawit, telur ayam ras, daging ayam kampung, ikan tuna, kentang dan cabai merah.

Gambar 6.

Perkembangan Inflasi Kota Maumere Februari 2013 – Februari 2014

-0,92 0,31 -1,20 0,82 0,43 2,83 2,01 -1,57 -0,17 1,54 0,15 -0,08 1,61 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50

Feb'13 Mar'13 Apr'13 Mei'13 Jun'13 Jul'13 Agt'13 Sep'13 Okt'13 Nov'13 Des'13 Jan'14 Feb'14 %

(10)

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Februari 2013 Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,92 persen, maka Februari 2014 ini Kota Maumere justru mengalami inflasi sebesar 1,61 persen.

D. Perbandingan Inflasi Bulanan, Inflasi Tahun Kalender, dan Inflasi Year on Year

Pada bulan Februari 2014 ini Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 1,46 persen dan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar sebesar 1,61 persen. Sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (gabungan dua kota IHK) mengalami inflasi sebesar 1,48 persen (lihat Tabel 7).

Tabel 7.

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, Year on year

Di Maumere, Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur Februari 2014 (2012=100)

Inflasi Maumere Kupang Nusa Tenggara Timur

(1) (2) (3) (4)

1. Februari 2014 1,61 1,46 1,48

2. Tahun Kalender 1,53 1,97 1,91

(11)

E. Inflasi Beberapa Kota di Kawasan Timur Indonesia (KTI)

Dari 24 kota sampel IHK Nasional di Kawasan Timur Indonesia pada bulan Februari 2014 ini, terdapat 16 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Maumere sebesar 1,61 persen dan Kota Kupang sebesar 1,46 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 0,13 persen. Kota yang mengalami deflasi terbesar terjadi di Kota Bau-bau sebesar 1,43 persen dan terendah terjadi di Kota Manado sebesar 0,23 persen.

Tabel 8.

Indeks Haga Konsumen (IHK) Dan Inflasi Kota di Kawasan Timur Indonesia Februari 2014 (2012=100)

Kota IHK (%) Inflasi Tahun Kalender Inflasi

2013 (%) 1 2 3 4 MAUMERE 110,51 1,61 1,53 KUPANG 113,02 1,46 1,97 TUAL 115,33 1,46 2,58 WATAMPONE 109,35 0,99 0,84 BULUKUMBA 117,18 0,97 2,11 AMBON 109,50 0,85 1,66 SORONG 109,11 0,63 0,45 SINGARAJA 115,10 0,37 1,20 DENPASAR 109,54 0,37 1,63 MATARAM 111,55 0,30 1,78 MANOKWARI 106,75 0,29 0,23 BIMA 113,76 0,28 1,55 MAMUJU 109,04 0,27 0,67 MAKASSAR 108,92 0,25 1,45 PARE-PARE 108,37 0,15 0,70 PALOPO 109,00 0,13 1,90 MANADO 109,05 -0,23 0,83 JAYAPURA 112,91 -0,26 1,43 TERNATE 111,57 -0,69 -0,25 PALU 110,78 -0,72 0,31 MERAUKE 111,84 -0,76 1,38 KENDARI 107,45 -0,97 -0,66 GORONTALO 107,91 -0,98 -0,63 BAU-BAU 110,24 -1,43 0,72

(12)

F. Inflasi Kota-kota Sampel IHK Nasional

Dari 82 kota sampel IHK Nasional, sebanyak 55 kota mengalami inflasi dan sisanya, 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak sebesar 2,73 persen dan terendah terjadi di Kota bandar Lampung dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,02 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Sibolga, sebesar 0,74 persen dan terendah terjadi di Kota Tanjung dan Balikpapan masing-masing sebesar 0,18 persen

Tabel 9.

Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi di 82 Kota Februari 2014 (2012=100)

Kota IHK Inflasi 2014 Kota IHK Inflasi 2014

PONTIANAK 114,83 2,73 2,77 MAKASSAR 108,92 0,25 1,45 SINGKAWANG 111,05 1,75 3,49 SEMARANG 110,66 0,24 1,15 MAUMERE 110,51 1,61 1,53 SURABAYA 110,72 0,23 1,41 KUPANG 113,02 1,46 1,97 B A T A M 109,71 0,16 0,89 TUAL 115,33 1,46 2,58 PARE-PARE 108,37 0,15 0,70 BANYUWANGI 112,17 1,02 1,61 PALOPO 109,00 0,13 1,90 WATAMPONE 109,35 0,99 0,84 KUDUS 116,38 0,11 1,78 BULUKUMBA 117,18 0,97 2,11 METRO 122,58 0,09 2,88

TANJUNG PINANG 113,39 0,87 2,14 YOGYAKARTA 110,85 0,07 1,12

TANGERANG 115,81 0,86 2,09 JEMBER 110,70 0,05 1,28

AMBON 109,50 0,85 1,66 KEDIRI 112,15 0,05 1,34

SERANG 112,90 0,82 2,08 PEKANBARU 110,96 0,04 0,73

TEGAL 108,47 0,79 1,54 BANDAR LAMPUNG 110,10 0,02 0,76

SUMENEP 110,25 0,76 1,55 PROBOLINGGO 112,25 0,02 0,97 SAMPIT 110,76 0,75 1,94 TANJUNG 109,80 -0,18 2,17 TASIKMALAYA 109,97 0,71 1,62 BALIKPAPAN 111,96 -0,18 1,14 SORONG 109,11 0,63 0,45 MANADO 109,05 -0,23 0,83 SUKABUMI 111,98 0,62 1,70 PALEMBANG 108,81 -0,24 0,82 MADIUN 110,37 0,60 1,46 BENGKULU 113,25 -0,24 0,79 TARAKAN 114,31 0,59 1,03 BUKITTINGGI 110,04 -0,26 1,68 CILACAP 113,54 0,57 1,37 JAYAPURA 112,91 -0,26 1,43 DEPOK 112,13 0,54 1,31 BANJARMASIN 108,61 -0,28 0,36 BUNGO 111,01 0,51 1,62 SAMARINDA 113,78 -0,32 1,05 PURWOKERTO 111,05 0,51 1,33 LUBUKLINGGAU 107,53 -0,41 0,95

DKI JAKARTA 111,30 0,50 1,55 BANDA ACEH 107,98 -0,45 1,39

TEMBILAHAN 116,16 0,46 3,05 PALANGKA RAYA 109,63 -0,57 0,63

TANJUNG PANDAN 116,63 0,44 4,05 MEDAN 111,95 -0,59 0,40

BEKASI 110,84 0,43 1,59 PADANG 114,03 -0,64 1,24

BANDUNG 110,30 0,39 1,49 TERNATE 111,57 -0,69 -0,25

CILEGON 111,89 0,39 1,72 PALU 110,78 -0,72 0,31

CIREBON 110,52 0,37 1,05 PEMATANG SIANTAR 113,40 -0,76 0,35

SINGARAJA 115,10 0,37 1,20 MERAUKE 111,84 -0,76 1,38 DENPASAR 109,54 0,37 1,63 JAMBI 111,26 -0,78 0,77 BOGOR 112,12 0,35 1,09 LHOKSEUMAWE 108,03 -0,88 1,52 MALANG 111,37 0,31 1,07 KENDARI 107,45 -0,97 -0,66 D U M A I 111,00 0,30 0,73 GORONTALO 107,91 -0,98 -0,63 MATARAM 111,55 0,30 1,78 PADANGSIDIMPUAN 110,50 -0,99 0,34 MANOKWARI 106,75 0,29 0,23 MEULABOH 112,94 -1,28 1,36 SURAKARTA 109,81 0,28 1,51 BAU-BAU 110,24 -1,43 0,72

BIMA 113,76 0,28 1,55 PANGKAL PINANG 112,50 -2,11 1,61

(13)

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Informasi lebih lanjut hubungi:

Drs. Anggoro Dwitjahyono, M.Si

Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur

Telp (0380) 826289,821755, e-mail : [email protected] [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

 Inflasi terjadi karena naiknya enam dari tujuh indeks yang ada pada kelompok pengeluaran yaitu berturut turut: kelompok bahan makanan naik 0,80 persen, kelompok makanan

 Inflasi pada bulan ini terjadi karena naiknya 7 indeks kelompok pengeluaran yakni : kelompok bahan makanan naik 1,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok &

 Inflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan naiknya indeks pada empat kelompok pengeluaran yaitu Kelompok sandang 0,62 persen; kelompok kesehatan 0,45 persen;

 Inflasi terjadi karena naiknya semua indeks yang ada pada kelompok pengeluaran yaitu: kelompok bahan makanan malah naik 2,86 persen kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan

Nusa Tenggara Timur pada Februari 2017 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen setelah bulan sebelumnya, Januari 2017, mengalami inflasi sebesar 0,74 persen. Inflasi ini

Inflasi di Kota Bekasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya semua indeks di kelompok pengeluaran yaitu: kelompok bahan makanan 1,50 persen;

Inflasi di Kota Bekasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di 6 kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 2,65 persen;

Inflasi terjadi karena kenaikan harga secara umum yang ditunjukkan oleh naiknya keseluruhan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,79