Mengawali tahun 2013 harga barang-barang/jasa kebutuhan pokok masyarakat di Banten secara umum kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal ini terlihat dari naiknya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 112,56 pada bulan Desember 2013 menjadi 113,95 pada bulan Januari 2014 atau terjadi perubahan indeks (inflasi) 1,23 persen.
Inflasi terjadi karena naiknya semua indeks yang ada pada kelompok pengeluaran yaitu: kelompok bahan makanan malah naik 2,86 persen kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,82 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 1,09 persen; kelompok sandang naik 0,42 persen; kelompok kesehatan naik 0,07 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,43 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,96 persen.
Laju inflasi tahun kalender (2014) pada awal tahun akan bernilai sama dengan Januari 2014 yaitu sebesar 1,23 persen. Inflasi “Year on Year” (IHK Januari 2014 terhadap IHK Januari 2013) yaitu tercatat sebesar 10,96 persen.
No. 05/02/36/Th.VIII, 3 Februari 2014
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
JANUARI 2014 BANTEN INFLASI 1,23 PERSEN
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya didaerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.
SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area). Untuk Banten, terpilih 3 kota yaitu kota Serang sebagai ibukota provinsi beserta kota besar tambahan yaitu kota Cilegon dan kota
wilayah ini. Sementara untuk jumlah paket komoditas di Banten hasil SBH 2012 didapatkan sebesar 414 komoditas.
Berdasarkan pemantauan BPS terhadap 414 jenis barang dan jasa serta hasil Survei Biaya Hidup (SBH) tahun 2012 di Kota Serang, Tangerang dan Cilegon baik secara mingguan, dua mingguan maupun bulanan, diketahui pada bulan Januari 2014 ini sebanyak 253 komoditas mengalami perubahan harga. Sebanyak 193 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 60 komoditas mengalami penurunan harga.
Lebih banyaknya komoditi yang mengalami kenaikan harga, menyebabkan inflasi sebesar 1,23 persen pada Januari 2014 atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,56 pada Desember 2013 menjadi 113,95 pada Januari 2014. Tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2014 terhadap Januari 2013) sebesar 10,96 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 2,86 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,82 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,09 persen; kelompok sandang 0,42 persen; kelompok kesehatan 0,07 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,43 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,96 persen
Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi selama bulan Januari 2014 antara lain ikan bandeng, bayam, tarip angkutan udara, cabe rawit, kelapa dan gas/elpiji. Sementara komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain adalah tauge, labu siam, bawang merah, ketimun dan ketela pohon.
Tabel 1
IHK, Inflasi, Laju Inflasi Banten
Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Januari 2014 (2012= 100)
Kelompok Pengeluaran Januari IHK 2013 IHK Desember 2013 IHK Januari 2014 Inflasi Januari 2014 *) Laju Inflasi Tahun 2014 *) Inflasi “Year on Year” **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M 102.70 112.56 113.95 1.23 1.23 10.96 1. Bahan Makanan 104.62 117.312 120.67 2.86 2.86 15.34
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 103.91 113.972 114.90 0.82 0.82 10.58 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 101.24 107.743 108.92 1.09 1.09 7.59
4. Sandang 103.01 103.301 103.74 0.42 0.42 0.71
5. Kesehatan 101.71 108.261 108.33 0.07 0.07 6.51
6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 105.44 112.978 113.47 0.43 0.43 7.61 7. Transpor, komunikasi & Jasa Keuangan 100.00 116.614 117.74 0.96 0.96 17.74
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2014 terhadap IHK Bulan Desember 2013 **) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2014 terhadap IHK Bulan Januari 2013
Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Banten Bulan Januari 2014
Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi (%)
(1) (2)
UMUM 1.2341
1. Bahan Makanan 0.6121
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.1521
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.2383
4. Sandang 0.0223
5. Kesehatan 0.0038
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0344
7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0.1712
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
Kelompok
Bahan Makanan
IHK Naik 2,86 persen
Andil Inflasi 0,6121 persen
Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2013 naik menjadi 120,67 dimana pada bulan Desember yang lalu tercatat sebesar 117,31 atau terjadi Kenaikan indeks sebesesar 2,86 persen.
Semua sub kelompok yang berjumlah sebelas sub mengalami kenaikan indeks. Kenaikan indeks yang cukup tinggi diantaranya adalah pada sub kelompok ikan segar sebesar 6,66 persen; sub kelompok lemak dan minyak sebesar 4,99 persen; sub kelompok kacang-kacangan sebesar 3,83 persen serta sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 3,79 persen. Sementara sub kelompok yang sedikit mengalami kenaikan indeks adalah pada sub kelompok padi-padian &
umbian serta sub kelompok sayuran masing-masing sebesar 1,49 persen dan 1,34 persen.
Pada bulan ini kelompok bahan makanan memberi andil inflasi tertinggi dibanding semua kelompok yang ada yaitu sebesar 0,6121 persen. Dari 106 komoditi yang ada pada kelompok ini 98 komoditi mengalami perubahan harga dimana 69 diantaranya terjadi kenaikan harga. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi yang cukup besar antara lain ikan bandeng sebesar 0,0875 persen,
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Bahan Makanan 120.67 2.86 2.86
Padi2an & umbi2an 103.30 1.49 1.49 Daging & Hasilnya 112.95 2.64 2.64
Ikan Segar 125.72 6.66 6.66
Ikan Diawetkan 119.97 2.58 2.58
Telur, Susu & Hasilnya 125.10 3.79 3.79
Sayur-sayuran 121.92 1.34 1.34
Kacang-kacangan 114.23 3.83 3.83
Buah-buahan 125.80 1.90 1.90
Bumbu-bumbuan 189.15 2.04 2.04
Lemak & Minyak 106.16 4.99 4.99
Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
IHK Naik 0,82 persen
Andil Inflasi 0,1521 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini mengalami kenaikan dari 113,97 pada bulan Desember 2013 menjadi 114,90 pada bulan Januari 2014 dengan perubahan 0,82 persen. Andil inflasi yang diberikan sebesar 0,1521 persen.
Dari 3 (tiga) sub kelompok yang ada, seluruhnya mengalami kenaikan indeks yakni sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,92 persen; sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 1,03 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,34 persen.
Andil inflasi terbesar adalah pada komoditi mie sebesar 0,0370 persen; soto 0,0222 persen, es 0,0149 persen, serta gado-gado sebesar 0,0127 persen, sementara komoditi yang memberikan andil deflasi adalah gula pasir sebesar -0,0017 persen dan the sebesar -0,0006 persen.
Kelompok Perumahan, air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
IHK Naik 1,09 persen
Andil Inflasi 0,2383 persen
Kelompok ini berada pada urutan kedua penyumbang andil inflasi secara keseluruhan. Kenaikan indeks dari 107,74 pada bulan Desember 2013 menjadi 108,92 pada bulan Januari 2014 menyebabkan kenaiakn IHK sebesar 1,09 persen.
Semua sub kelompok pada kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami kenaikan yakni sub kelompok biaya
tempat tinggal naik 0,27 persen, sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 3,71 persen, sub kelompok perlengkapan rumahtangga 0,22 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga naik 0,21 persen.
Tingginya inflasi pada sub kelompok ini tidak terlepas adanya kenaikan gas elpiji 12 kg yang sempat meroket di awal bulan, walaupun kenaikan tersebut direvisi kembali pada pertengahan bulan. Kenaikan gas elpiji tersebut memberikan andil inflasi terbesar pada sub kelompok ini yaitu sebesar 0,1966 persen. Komoditi lain yang memberikan andil inflasi yang cukup dominan diantaranya genteng sebesar 0,0283 persen. Sementara komoditi yang memberi andil deflasi adalah cat tembok sebesar -0,0021 persen; dikuti oleh komoditi batu bata - 0,0006 persen dan pembersih lantai sebesar -0,0004 persen.
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi Makanan Jadi, Minuman,
Rokok & Tembakau 114.90 0.82 0.82
Makanan Jadi 117.14 0.92 0.92
Minuman Yg Tdk Beralkohol 109.53 1.03 1.03 Tembakau & Minuman beralkohol 113.46 0.34 0.34
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Perumahan, Air, Listrik, Gas
& Bahan Bakar 108.92 1.09 1.09
Biaya Tempat Tinggal 105.36 0.27 0.27 Bhn Bakar, Penerangan & Air 116.28 3.71 3.71 Perlengkapan Rumahtangga 114.55 0.22 0.22 Penyelenggaraan RT 108.92 0.21 0.21
Kelompok Sandang
IHK Naik 0,42 persen
Andil Inflasi 0,0223 persen
Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok Sandang pada bulan ini naik dari 103,30 pada bulanDesember 2013 menjadi 103,74 pada bulan Desember atau terjadi kenaikan indeks sebesar 0,42 persen.
Tiga dari sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan indeks, yaitu
sub kelompok sandang laki-laki naik sebesar 1,04 persen, sub kelompok sandang wanita sebesar 0, 56 persen dan sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,02 persen . Sementara dan sub kelompok barang pribadi & sandang lainnya mengalami penurunan indeks sebesar -0,18 persen. .
Secara keseluruhan sub kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,0223 persen. Besaran andil tersebut sangat dipengaruhi oleh naiknya sepatu pria yang memberikan andil sebesar 0,0045 persen. Komoditi lainnya yang juga mengalami kenaikan harga adalah sandal kulit pria, celana panjang katun pria dan sepatu wanita, yang semuanya member andil dengan nilai yang sama yaitu sebesar 0,0037 persen. Sementara itu komoditi yang member andil deflasi diantaranya adalah emas perhiasan dengan andil -0,0015 persen dan kaos oblong sebesar -0,0006 persen.
Kelompok Kesehatan
IHK Naik 0,07 persen
Andil Inflasi 0,0038 persen
Indeks harga kelompok kesehatan pada bulan ini mengalami sedikit kenaikan dari 108,26 pada bulan lalu menjadi 108,33 pada bulan ini atau naik 0,07 persen.
Dua dari empat sub kelompok pada kelompok kesehatan ini mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok obat-obatan naik 0,06 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik sebesar 0,19 persen.
Dari 38 komoditi yang ada pada kelompok ini,, 19 komoditi diantaranya mengalami perubahan harga. Komoditi yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya sabun mandi sebesar 0,0022 persen dan bedak sebesar 0,0010 persen. Komoditi yang memberikan andil deflasi adalah pasta gigisebesar -0,0007 persen dan shampo sebesar -0,0003 persen.
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Laju Inflasi
Sandang 103.74 0.42 0.42
Sandang Laki-laki 108.68 1.04 1.04
Sandang Wanita 103.34 0.56 0.56
Sandang Anak-anak 105.22 0.02 0.02
Brg Pribadi & Sandang lainnya 96.50 -0.18 -0.18
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju
Kesehatan 108.33 0.07 0.07
Jasa Kesehatan 109.05 0.00 0.00
Obat-obatan 104.39 0.06 0.06
Jasa Perawatan Jasmani 108.89 0.00 0.00 Perawatan Jasmani &
Kosmetik 108.30 0.19 0.19
Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
IHK Naik 0,43 persen
Andil Inflasi 0,0344 persen
Besaran angka indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini naik dari 112,98 menjadi 113,47 dengan perubahan indeks sebesar 0,43 persen.
Semua sub kelompok yang ada pada kelompok ini mengalami kenaikan yakni; sub kelompok jasa pendidikan naik sebesar 0,04 persen, sub kelompok kursus kursus/pelatihan naik sebesar 4,15 persen, sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,93 persen, sub kelompok rekreasi sebesar 0,28 persen dan sub kelompok olah raga 0,12 persen.
Secara keseluruhan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan ini memberikan andil sebesar 0,0344 persen. Komoditi yang memberi andil inflasi cukup besar adalah biaya bimbingan belajar sebesar 0,0138 persen. Hanya pada komoditi pulpen/bollpoint saja yang memberikan andil deflasi sebesar -0,0001 persen.
Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
IHK Naik 0,96 persen
Andil Inflasi 0,1712 persen
Indeks Harga Konsumen pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan ini mengalami kenaikan sebesar 0,96 persen yakni dari 116,61 pada bulan Desember 2013 menjadi 117,74 pada bulan ini. Tiga dari empat sub kelompok yang ada mengalami kenaikan indeks yaitu sub kelompok transpor sebesar 1,15 persen, sub kelompok komunikasi &
pengiriman sebesar 0,04 persen dan sub kelompok sarana dan penunjang transpor mengalami kenaikan sebesar 2,04 persen. Sedang sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah tarip angkutan udara sebesar 0,1196 persen, tarip parkir 0,0171 persen dan tarip sepeda motor sebesar 0,0104 persen. Tidak ada komoditi pada kelompok ini yang memberikan andil deflasi di bulan Januari 2014.
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Pendidikan, Rekreasi & OR 113.47 0.43 0.43
Jasa Pendidikan 114.82 0.04 0.04 Kursus2/Pelatihan 121.57 4.15 4.15 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 115.45 0.93 0.93 Rekreasi 105.06 0.28 0.28 Olahraga 112.18 0.12 0.12
Kelompok/Sub Kelompok IHK Inflasi Inflasi Laju Transpor, Komunikasi &
Jasa Keuangan 117.74 0.96 0.96
Transpor 125.49 1.15 1.15
Komunikasi & Pengiriman 99.66 0.04 0.04 Sarana & Penunjang Transpor 115.47 2.04 2.04
PERKEMBANGAN INFLASI KOTA SERANG, TANGERANG DAN CILEGON
BULAN JANUARI 2014
Pada bulan Januari 2014 perkembangan harga barang dan jasa di 3 (tiga) kota IHK di Banten adalah sebagai berikut : Kota Serang 1,25 persen, Kota Tangerang 1,22 persen dan Kota Cilegon 1,33 persen. Inflasi year on year (IHK Januari 2014 terhadap IHK Januari 2014) Kota Serang 8,99 persen; Kota Tangerang 11,86 persen dan Kota Cilegon 8,30 persen.
Tabel 3
IHK, Inflasi, Laju Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Januari 2014 (2012 = 100)
Kelompok Pengeluaran
Serang Tangerang Cilegon
IHK Januari 2014 Inflasi Januari 2014 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Desember 2013 Inflasi Desember 2013 *) Inflasi Tahun Kalender **) IHK Desember 2013 Inflasi Desember 2013 *) Inflasi Tahun Kalender **) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) U M U M 111.98 1.25 1.25 114.82 1.22 1.22 111.46 1.33 1.33 1. Bahan Makanan 119.60 2.34 2.34 121.65 2.97 2.97 116.54 2.87 2.87
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok &
Tembakau 112.02 0.82 0.82 116.94 0.87 0.87 107.03 0.50 0.50
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan
Bakar 108.04 1.76 1.76 108.63 0.84 0.84 111.52 1.69 1.69
4. Sandang 102.13 0.65 0.65 104.39 0.40 0.40 102.01 0.29 0.29
5. Kesehatan 103.77 0.29 0.29 110.07 0.03 0.03 104.01 0.03 0.03
6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 106.90 1.08 1.08 113.99 0.10 0.10 118.09 1.56 1.56 7. Transpor, komunikasi & Jasa
Keuangan 117.46 0.38 0.38 118.83 1.20 1.20 112.06 0.30 0.30
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2014 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2014 terhadap IHK Bulan Desember 2013
Tabel 4
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Serang, Tangerang dan Cilegon Bulan Januari 2014 (%)
Kelompok Pengeluaran Serang Tangerang Cilegon
(1) (2) (3) (4)
UMUM 1.2453 1.2147 1.3281
1. Bahan Makanan 0.5013 0.6158 0.7181
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.1739 0.1567 0.1023
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 0.3662 0.1976 0.3154
4. Sandang 0.0436 0.0189 0.0164
5. Kesehatan 0.0153 0.0018 0.0015
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.0813 0.0091 0.1199
Gambar 1
Perkembangan IHK Kota Serang, Tangerang, Cilegon dan Banten (2012=100) Bulan Januari 2014
Umum Bahan Makanan
Makanan
Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor Serang 111.98 119.60 112.02 108.04 102.13 103.77 106.90 117.46 Tangerang 114.82 121.65 116.94 108.63 104.39 110.07 113.99 118.83 Cilegon 111.46 116.54 107.03 111.52 102.01 104.01 118.09 112.06 Banten 113.95 120.67 114.90 108.92 103.74 108.33 113.47 117.74 100.00 110.00 120.00
Tabel 5
Perbandingan IHK, Inflasi/Deflasi dan Laju Inflasi 26 Kota Di Pulau Jawa dan Banten Bulan Januari 2014
Ket : *) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2014 terhadap IHK Bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2014 terhadap IHK Bulan Desember2013 * **) Persentase perubahan IHK Bulan Januari 2014 terhadap IHK Bulan Januari 2013
Pada bulan Januari 2014, semua kota IHK yang ada di pulau jawa (26 kota) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kudus yaitu sebesar 1,67 persen, disusul kemudian oleh Cilegon sebesar 1,33 persen, Kediri sebesar 1,28 persen dan Serang sebesar 1,25 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di kota Banyuwangi sebesar 0,59 persen; Cirebon 0,68 persen, Bogor sebesar 0,74 persen dan Tegal sebesar 0,75 persen.
Laju inflasi year on year (IHK Januari 2014 terhadap IHK Januari 2013) tertinggi terjadi di Kudus yaitu sebesar 12,20 persen. Kota berikutnya yang menempati urutan tertinggi berturut-turut adalah
Kota IHK Januari 2013 IHK Desember 2013 IHK Januari 2014 Inflasi Januari 2013 *) Laju Inflasi Tahun Kaleder 2013 **) Inflasi Year on Year ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Jakarta 102.69 109.60 110.75 1.05 1.05 7.85 2. Bogor 102.63 110.91 111.73 0.74 0.74 8.87 3. Sukabumi 102.55 110.11 111.29 1.07 1.07 8.52 4. Bandung 101.97 108.68 109.87 1.09 1.09 7.75 5. Cirebon 101.94 109.37 110.11 0.68 0.68 8.01 6. Bekasi 102.11 109.11 110.36 1.15 1.15 8.08 7. Depok 102.46 110.68 111.53 0.77 0.77 8.85 8. Tasikmalaya 101.97 108.22 109.20 0.91 0.91 7.09 9. Cilacap 102.22 112.01 112.90 0.79 0.79 10.45 10. Purwokerto 103.07 109.59 110.49 0.82 0.82 7.20 11. Kudus 103.61 114.34 116.25 1.67 1.67 12.20 12. Surakarta 102.10 108.18 109.50 1.22 1.22 7.25 13. Semarang 102.56 109.40 110.39 0.90 0.90 7.63 14. Tegal 101.81 106.82 107.62 0.75 0.75 5.71 15. Yogyakarta 102.81 109.62 110.77 1.05 1.05 7.74 16. Jember 102.71 109.30 110.65 1.24 1.24 7.73 17. Banyuwangi 103.29 110.39 111.04 0.59 0.59 7.50 18. Sumenep 103.11 108.57 109.42 0.78 0.78 6.12 19. Kediri 102.94 110.67 112.09 1.28 1.28 8.89 20. Malang 102.95 110.19 111.03 0.76 0.76 7.85 21. Probolinggo 103.40 111.17 112.23 0.95 0.95 8.54 22. Madiun 102.74 108.78 109.71 0.85 0.85 6.78 23. Surabaya 102.74 109.18 110.47 1.18 1.18 7.52 24. Serang 102.65 113.44 114.82 1.22 1.22 11.86 25. Tangerang 102.92 110.00 111.46 1.33 1.33 8.30 26. Cilegon 102.74 110.60 111.98 1.25 1.25 8.99 27. BANTEN 102.70 112.56 113.95 1.23 1.23 10.96
Informasi lebih lanjut hubungi:
Dr. Syech Suhaimi, SE.,M.Si Kepala BPS Provinsi Banten
Telepon: 0254-267027 E-mail : [email protected]
Website : banten.bps.go.id