• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Soil Transmitted Helminths pada Sayuran Kubis Segar di Pasar Tradisional di Kota Medan pada Tahun 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Identifikasi Soil Transmitted Helminths pada Sayuran Kubis Segar di Pasar Tradisional di Kota Medan pada Tahun 2015"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

IDENTIFIKASI

SOIL TRANSMITTED HELMINTHS

PADA

SAYURAN SEGAR KUBIS DI PASAR TRADISIONAL DI

KOTA MEDAN PADA TAHUN 2015

Oleh :

UDEYAPRAVENA A/P UDEYASURIAN

120100494

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

IDENTIFIKASI

SOIL TRANSMITTED HELMINTHS

PADA

SAYURAN SEGAR KUBIS DI PASAR TRADISIONAL DI

KOTA MEDAN PADA TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH

“Karya Tulis Ilmiah ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan Sarjana Kedokteran”

Oleh :

UDEYAPRAVENA A/P UDEYASURIAN

120100494

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL : IdentifikasiSoil Transmitted HelminthsPada Sayuran Kubis Segar Di Pasar

Tradisional Di Kota Medan Pada Tahun 2015 NAMA : Udeyapravena Udeyasurian

NIM : 120100494

Pembimbing, Penguji I,

dr.Yoan Carolina Panggabean, MKT Prof.Dr.dr.Rozaimah Z.Hamid, M.S.,Sp.FK NIP: 197604212003122003 NIP:195304171980032001

Penguji II,

dr.Edy Ardiansyah, M.Ked(OG), Sp.OG NIP: 140327002

Medan, Desember 2015 Dekan

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

(4)

v

cacing merupakan masalah kesehatan yang tinggi prevalensinya di

negara tropis dan subtropis terutama di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan infeksi kecacingan adalah penularan STH melalui tanah ke sayuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi STH pada sayuran kubis di Kota Medan pada tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil dari setiap kecamatan dengan menggunakan teknik cluster samping. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 125 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan memeriksa sayuran dengan teknik sedimentasi. Berdasarkan data-data yang diperoleh dilakukan penilaian frekuensi kontaminasi STH pada sayuran kubis dan frekuensi kontaminasi jenis STH.

Hasil penelitian menunjukkan angka prevalensi kontaminasi STH pada sayuran kubis sebesar 35.2 %. Sebanyak 34.4% adalah kontaminasi larva hookworm.

Penelitian menunjukkan bahwa masih ada sayuran yang terkontaminasi dengan STH. Dengan ini kita perlukan usaha-usaha dari pihak terlibat untuk mencegah kejadian ini. Informasi –informasi dari penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh setiap insan dalam pencegahan kontaminasi STH pada sayuran.

(5)

v

BSTRACT

Worm infection is one of the health problems with high prevalence in tropic and subtropic countries especially Indonesia. One of the factor which causes this is the transmission of Soil Transmitted Helminths through the soil to fresh leafy vegetables.

The purpose of this descriptive study with cross sectional design is to learn to identify the contamination of STH in cabbage at markets in Medan City on 2015. Samples were collected from each districts through cluster sampling technique. Total samples was 125. The data was collected by carrying out sedimentation experiment in laboratory. Based on the data collected, the data has been tabulated as frequency of STH contamination in cabbage and frequency of type of STH contamination in cabbage.

Results shows that prevalence on STH contamination in cabbage are 35.2%. percentage of 34.4% was founded larvae from Hookworm nematode.

This research shows that there are still contaminated vegetables. So, we need efforts from the responsible party to prevent this incident. Hopefully, all the information in this research are benefited to each and everyone in preventing contamination of STH in vegetables.

(6)

v

Berkat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya karya tulis ilmiah ini dapat diselesaikan. Untuk itu, perkenankanlah saya mengucapkan ribuan terima kasih dan penghargaan setinggi-tinggi kepada :

Dr.Yoan Carolina Panggabean, MKT selaku dosen pembimbing yang banyak menolong saya mengkoreksi dan memperbaiki kesalahan saya, serta memberi dorongan dan juga masukan yang sangat membantu saya sehingga dapat saya menyiapkan hasil penelitian ini.

Dosen penguji, Prof. Dr. dr. Rozaimah Zain-Hamid, Sp. FK dan dr. Edy Ardiansyah, M. Ked (OG), Sp.OG yang teah mengkoreksi kesalahan saya dan memberi masukan penting yang perlu saya tambahkan dalam penelitian ini.

Kedua ibubapa saya P.Selvi dan K.Udeyasurian, serta semua adik beradik saya yang telah memberikan dorongan dan semangat sehinggakan saya dapat menyiapkan penelitian ini.

Akhirnya kepada semua orang yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu , yang menbantu saya dengan memberikan sokongan dan dorongan secara langsung dan tidak langsung. Semoga semua orang yang membantu saya mendapat imbalan dari tuhan. Semoga segala jenis bantuan menjadi bermanfaat dan akan tercapai tujuan saya. Sekian, terima kasih.

Medan, 18 Desember 2015

(7)
(8)

v

f ff

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL ... 21

gh ijk lm nop mjq nrk shh h hh h hh h hh h hh h h hh h hh h hh h hh h h hh hh hh h hh h h hh h hh h hh h hh h hh h h hh h hh h hh hh h hh h hh h h ti yht Waktu Dan Lokasi Penelitian... 24

4.3 Sampel Penelitian ... 24

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ... 36

6.1 Kesimpulan ... 36

6.2 Saran ... 36

(9)

|x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.2.1 Tabel Variabel dan Definisi Operasional ... 26 Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Kontaminasi STH pada Bagian Luar Kubis 30 Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi STH ... 30 Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Kontaminasi STH pada Bagian Dalam Kubis 31 Tabel 5.4 Distribusi Frekuensi Jenis STH Pada Bagian Dalam Kubis ... 31 Tabel 5.5 Distribusi Frekuensi STH Berdasarkan Pasar Tradisional ... 32 Tabel 5.6 Perbedaan Distribusi Frekuensi Kontaminasi STH Pada

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1Ascaris lumbricoidesjantan dan betina ... 6

Gambar 2Ascaris lumbricoides fertilised corticated ... 6

Gambar 3Ascaris lumbricoides unfertilised corticated ... 6

Gambar 4Ascaris lumbricoides unfertilised decorticated... 6

Gambar 5Ascaris lumbricoides fertilised decorticated ... 7

Gambar 6Necator americanusjantan dan betina ... 10

Gambar 7Ancylostoma duodenalejantan dan betina ... 10

Gambar 8 TelurHookworm ... 10

Gambar 9Trichuris trichiurajantan dan betina ... 11

Gambar 10 TelurTrichuris Trichiura... 12

Gambar 11Strongyloides stercoralis ... 14

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1: Daftar Riwayat Hidup Lampiran 2 :Ethical Clearance

Lampiran 3: KuesionerEthical Clearance

Referensi

Dokumen terkait

Dari pasar tradisional dapat ditemui angka Larva hookworm paling tinggi, di pasar traditional terdapat 54 sampel yang terkontaminasi dan juga pasar modern

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pencemaran Soil Transmitted Helminth pada sayuran mentah yang dijual antara pasar tradisional dengan.. pasar

Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat

Ahli Persatuan Kebangsaan Pelajar-Pelajar Malaysia Indonesia (PKPMI-CM)2. Ahli Kelab Kebudayaan India Malaysia

Adapun tempat pembelian sayuran tersebut tidak menutup kemungkinan sayuran tersebut terbebas dari kontaminasi cacing Soil Transmitted Helmints baik di pasar tradisional maupun

Sampel penelitian ini berupa sayur lalapan yang terdiri dari daun selada, daun prei, kol, timun, dan daun bawang sebanyak 150 sampel yang di ambil dari pasar

Mengetahui perbandingan pencemaran pada daun sayuran oleh cacing Soil Transmitted Helmints di pasar tradisional dan pasar modern Kota Medan pada tahun

Telur cacing Ascaris lumbricoides keluar bersama tinja pada tempat yang lembab dan tidak terkena sinar matahari, telur tersebut tumbuh menjadi infektif.. Infeksi