• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOESILOWATY HALIM DESY SUKMA RISALAHWATI FITRI ANDAYANI RINDA DYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SOESILOWATY HALIM DESY SUKMA RISALAHWATI FITRI ANDAYANI RINDA DYAH"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

KURIKULUM DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Disusun oleh:

PANCA HERLAMBANG

SOESILOWATY HALIM

DESY SUKMA RISALAHWATI

FITRI ANDAYANI

RINDA DYAH

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER KEPENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

(2)

i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah

melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya serta memberikan kekuatan dan

kemampuan kepada penulis dalam menyusun makalah materi ajar ini sehingga

penulis dapat menyelesaikan tepat pada waktunya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa penulisan makalah ini banyak

terdapat kekurangan yang mendasar disebabkan keterbatasan ilmu pengetahuan

penulis, dimana penulis telah berusaha semaksimal mungkin dengan bekal ilmu

pengetahuan yang penulis miliki untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Di dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa tanpa adanya

bantuan dan bimbingan yang mendukung dari berbagai pihak baik itu berupa

saran-saran dan masukan, maka penulis akan banyak mengalami kesulitan dan

hambatan yang cukup berarti. Bantuan dan bimbingan tersebut merupakan faktor

pendukung yang sangat penting dan bermanfaat bagi penulis.

Samarinda, 29 Januari 2016

(3)

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

BAB I Pendahuluan ...1

A. Tujuan Pembelajaran, Standar Kompetensi, & Kompetensi Dasar ... 1

B. Peta Konsep ... 4

BAB II Materi Ajar ...5

A. . Gambaran Umum Sistem Peredaran Darah... 5

B. Sistem Peredaran Darah Hewan……… 5

C. Sistem Peredaran Darah Manusia……….. 10

BAB III Kegiatan Praktikum ... 17

A. Tujuan ... 17

B. Dasar Teori…...17

C. Alat dan Bahan……….………...……….. 18

D. Metode Kerja……… 18

E. Hasil Pengamatan………... 19

BAB IV Penutup………... 25

A. Rangkuman……… 25

B. Soal Latihan………... 27

(4)

1

 Menjelaskan struktur dan fungsi jantung, serta pembuluh darah pada manusia dan hewan tertentu.

 Mengkaitkan struktur dan fungsi dengan proses kerja akan terancam, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Darah mempunyai banyak fungsi vital,

mulai dari sebagai “kendaraan” hormon,

nutrisi, oksigen, hingga limbah metabolisme. Darah juga bisa membunuh bibit penyakit. Apabila aliran darah ke otakmu terganggu, dalam sepuluh detik kamu akan pingsan!

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

(5)

2 PROPOSISI MATERI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SISTEM PEREDARAN DARAH BERDASARKAN RUJUKAN BIOLOGI untuk SMA Kelas XI DAN PENGETAHUAN SISWA

1. Gambaran umum

2.1 Mekanisme Peredaran Darah Hewan

SISTEM PEREDARAN DARAH

2. Sistem Peredaran Darah Hewan

2.1.1 Sistem Peredaran Darah Terbuka

2.1.2 Sistem Peredaran Darah Tertutup

2.2.2 Sistem Peredaran Darah Pada Cacing Tanah 2.2.1 Sistem Peredaran Darah Pada Serangga 2.2 Sistem Peredaran Darah Hewan Avertebrata

2.3.1 Sistem Peredaran Darah Pada Pisces 2.3 Sistem Peredaran Darah Hewan Vertebrata

2.3.2 Sistem Peredaran Darah Pada Amphibia

2.3.3 Sistem Peredaran Darah Pada Reptilia

2.3.4 Sistem Peredaran Darah Pada Mamalia

3. Sistem Peredaran Darah Manusia

3.1 Darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan yang di dalamnya terkandung sel-sel darah.

3.1.1 Plasma Darah cairan kekuningan yang bertugas membawa sari-sari makanan, sisa metabolisme, hasil eksresi dan beberapa gas.

3.1.2 Sel-sel Darah

(6)

3 3.1.2.2 Sel darah putih adalah sel darah yang

berfungsi sebagai sistem imun

3.1.2.3 Keping-keping darah yang dapat menggumpalkan darah

3.1.3 Penggumpalan Darah

3.2.1 Jantung

3.2.2.1 Pembuluh nadi (arteri)

3.2.2.2 Pembuluh darah balik (vena) 3.2.2 Pembuluh-Pembuluh Darah

3.1.4 Penggolongan Darah

3.2 Alat-Alat Peredaran Darah

3.3 Mekanisme Peredaran Darah Manusia

4. Kelainan Sistem Peredaran Darah

3.3.1 Peredaran Darah Kecil

(7)

4

PETA KONSEP

Membahas tentang

Pada meliputi

Terdiri dari

memiliki komponen terdiri dari

Terdiri dari Terdiri dari SISTEM PEREDARAN DARAH

Peredaran darah hewan Peredaran darah manusia

Pisces

Kelainan Struktur dan fungsi

Serangga

Cacing Tanah

Amphibia

Reptilia

Aves

Darah

Sel darah

Alat peredaran darah

Plasma Pembuluh darah

Jantung

Vena Leukosit Trombosit Arteri

(8)

5

A. Gambaran Umum Sistem Peredaran Darah

Dalam dihidupnya, organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk melangsungkan

metabolisme. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat yang berguna, juga

menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bahan-bahan yang

diperlukan tubuh seperti makanan dan oksigen serta hasil metabolisme dan sisa-sisanya,

diangkut dan diedarkan di dalam tubuh melalui sistem peredaran darah.

Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah ke seluruh

jaringan tubuh. Sebaliknya, sisa-sisa metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh

jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan. (Pratiwi. 2007: 80)

Sistem peredaran darah mengangkut cairan keseluruh tubuh, secara fungsional sistem

itu menghubungkan lingkungan berair sel-sel tubuh dengan organ-organ yang

mempertukarkan gas, menyerap nutien, dan membuang zat-zat sisa. Sistem peredaran

darah membawa darah yang kaya oksigen ke seluruh bagian tubuh. Ketika darah mengalir

melalui jaringan di dalam pembuluh mikroskopis yang disebut kapiler, zat-zat kimia akan

diangkut antara darah dan cairan intersisial yang secara langsung menggenangu sel-sel itu.

(Campbell. 2001: 42)

B.Sistem Peredaran Darah Hewan

Pada hewan metazoa (bersel banyak) tingkat tinggi, seperti juga pada manusia,

peredaran darahnya melalui pembulu. Sistem transportasi hewan metazoa disusun oleh

organ-organ berupa jantung, pembuluh darah, dan darah.

1. Mekanisme Peredaran Darah Pada Hewan

Pada hewan tingkat tinggi terdapat dua tipe sistem peredaran darah, yaitu sistem

peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup. Berikut ini akan dibahas

kedua sistem peredaran darah tersebut.

a. Sistem Peredaran Darah Terbuka

Sistem peredaran darah terbuka adalah peredaran darah atau distribusi darah ke seluruh

tubuh (jaringan) yang tidak selalu melewati pembuluh darah. Kadang darah secara

langsung menuju jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh, tidak ada perbedaan antara darah

(9)

6 Gambar 1. Sistem peredaran belalang.

(livebiologi.blogspot.com)

hemolimfa. Satu atau lebih jantung memompakan hemolimfa ke dalam sistem sinus yang

saling berhubungan, yang merupakan ruangan yang mengelilinai organ tersebut.

Disini, pertukaran kimiawi terjadi antara hemolimfa dan sel-sel tubuh. Pada belalang

dan artropda lain, jantung tersebut merupakan tabung panjang yang berlokasi di bagian

dorsal. Ketika jantung berkontarsi, jantung tersebut akan memompa hemolimfa keluar

melalui pembuluh dan kemudian masuk ke dalam sinus. Ketika janting mengalami

relaksasi, jantung akan menyedot hemolimfa masuk ke dalam sistem sirkulasi melalui

pori-pori yang disebut ostia. Pergerakan tubuh yang menekan dan memeras sinus membantu

mensirkulasikan hemolimfa. (Campbell. 2001: 43)

b. Sistem Peredaran Darah tertutup

Dalam sistem peredaran darah tertutup, darah hanya terdapat secara terbatas dalam

pembuluh dan terpisahkan dari cairan intersisial. Satu atau lebih jantung memompa darah

ke dalam pembuluh-pembuluh besar yang bercabang menjadi pembuluh-pembuluh yang

lebih kecil yang mengalir melalui organ-organ. Di sini, mater-materi di pertukarkan antara

darah dan cairan intersisial yang menggenangi sel tersebut. (Campbell. 2001: 43).

2. Sistem Peredaran Darah Avertebrata

Sistem peredaran darah pada hewan avertebrata masih belum lengkap seperti pada

sistem peredaran hewan vertebrata. Sistem peredaran darah pada hewan avertebrata tidak

dijumpai suatu pusat koordinasi peredaran.

a. Serangga

Pada belalang, jantung tubular dorsal memompa maju

hemolimfa melalui pembuluh anterior dan menuju ke

bagian samping hewan itu melalui beberapa pembuluh

lateral yang berurutan. Hemolimfanya diperas ke arah

samping melalui sinus oleh gerakan tubuh, dan masuk

kembali ke jantung melalui ostia, yang dilengkapi dengan

katup yang akan menutup ketika jantung berkontraksi.

(10)

7 Gambar 2. Sistem Peredaran Cacing

Tanah ( www.adesurya.com)

Gambar 3. Sistem peredaran darah pisces (www.sibarasok.com)

b. Cacing Tanah

Pada seekor cacing tanah, tiga pembuluh utama, satu

dorsal dan dua ventral, bercabang ke dalam

pembuluh-pembuluh yang lebih kecil yang mengalirkan darah ke

berbagai organ. Pembuluh dorsal berfungsi sebagai

jantung utama, yang memompa darah maju ke depan oleh

gerak peristaltik. Dekat dengan ujung anterior cacing

tersebut, lima pasang pembuluh melengkung mengitari

saluran pencernaan, sehingga menghubungkan pembuluh dorsal dan pembuluh ventral.

Pembuluh berpasangan itu berfungsi sebagai jantung tambahan, yang mendorong darah ke

arah ventral. Darah mengalir ke arah samping di dalam pembuluh ventral. (Campbell.

2001: 43).

3. Sistem Peredaran Darah Vertebrata

Sistem peredaran darah vertebrata terdiri dari jantung, arteri, vena, kapiler, dan darah.

Jantung adalah pusat peredaran. Jantung yang tersusun oleh otot yang kuat memiliki

kontraksi yang ritmik (teratur), biasa kita sebut detak atau denyut. Dengan kekuatan

kontraksinya, jantung mampu mendorong darah meninggalkan jantung.

a. Pisces

Seekor ikan mempunyai sebuah jantung dengan dua ruangan (bilik) utama, yaitu satu

atrium dan satu ventrikel. Darah yang dipompakan

dari ventrikel mengalir pertama-tama ke insang,

tempat terjadinya pengambilan oksigen oleh darah

dan pembebasan karbon dioksida melewati dinding

kapiler. Kapiler insang mengumpul ke dalam suatu

pembuluh yang membawa darah yang kaya akan

oksigen ke hamparan kapiler di semua bagian tubuh

lainnya.

Darah itu kemudian kembali melalui vena ke atrium jantung. Perhatikan bahwa pada

seekor ikan, darah harus mengalir melalui dua hamparan kapiler selama masing-masing

(11)

8 Gambar 4. Sistem peredaran darah pada

amphibia (iyusabdusyakir.wordpress.com)

dalam organ selain insang. Ketika darah mengalir melalui hamparan kepiler, tekanan

darah, tekanan hidrostatik yang mendorong darah mengalir melalui pembuluh. Dengan

demikian, darah yang kaya oksigen dari insang mengalir ke organ-organ lain dengan

sangat lambat pada ikan, tetapi proses tersebut dibantu oleh pergerakan tubuh selama

berenang. (Campbell. 2001: 44).

b. Amphibia

Amphibi memiliki jantung berbilik tiga, dengan dua atria dan satu ventrikel. Ventrikel

akan memompakan darah ke dalam sebuah arteri bercabang yang mengarahkan darah

melalui dua sirkuit, sirkuit pulmokutaneus dan sirkuit sistemik. Sirkuit pulmokutaneus

mengarahkan ke jaringan pertukaran gas (dalam paru-paru dan kulit pada katak), dimana

darah akan mengambil oksigen sembari mengalir melalui kapiler.

Darah yang kaya oksigen kembali ke atrium

kiri jantung, dan kemudian sebagian besar di

antaranya dipompakan ke dalam sirkuit sistemik.

Sirkuit sistemik membawa darah yang kaya

oksigen ke atrium kanan melalui vena. Skema

ini, yang disebut sirkulasi ganda menjamin aliran

darah yang kuat ke otak, otot, dan organ-organ

lain, karena darah itu dipompa untuk kedua kalinya setelah kehilangan tekananya dalam

hamparan kapiler pada paru-paru atau kulit. Keadaan ini sangat berbeda dari sirkulasi

tunggal dalam ikan, di mana darah mengalir secara langsung dari organ respirasi (insang)

ke organ lain dengan tekanan yang semakin berkurang.

Dalam ventrikel tunggal pada jantung katak, terdapat pencampuran darah kaya oksigen

yang telah kembali dari paru-paru dengan darah yang kurang oksigen yang telah kembali

dari bagian tubuh yang lain. Akan tetapi, suatu abungan (ridge) di dalam ventrikel akan

mengalihkan sebagian besar dari darah yang kaya oksigen itu dari atrium kiri ke dalam

sirkuit sistemik dan sebagian besar darah yang miskin oksigen itu dari atrium kanan ke

(12)

9 Gambar 5. Sistem Peredaran darah

reptilia (dc126.4shared.com)

Gambar 6. Sistem Peredaran Darah Aves (iyusabdusyakir.wordpress.com)

c. Reptilia

Pada reptilia, terdapat lebih sedikit lagi

percampuran darah yang kaya oksigen dengan

darah yang kurang oksigen. Meskipun jantung

reptilia berbiliki tiga, ventrikel tunggal itu terbagi

secara parsial. Reptilia mempunyai sirkulasi ganda

yaitu, sirkuit sistemik dan sirkuit pulmoner, yang

mengalirkan darah dari jantung ke jaringan

pertukaran-gas dalam paru-paru dan kembali ke jantung. Pada satu ordo reptilia, crocodilia,

ventrikel secara sempurna terbagi menjadi bilik kiri dan bilik kanan. (Campbell. 2001: 45).

d. Aves

Jantung berbilik empat pada burung mempunyai

dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara

sempurna. Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik

dan sirkuit pulmoner), bagian kiri jantung hanya

menangani darah yang kaya oksigen, sementara

bagian kanan jantung hanya menerima dan

memompakan darah yang miskin oksigen.

Pengiriman oksigen ke seluruh bagian tubuh akan

semakin mengikat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya oksigen dengan darah

yang kurang oksigen, dan sirkulasi ganda akan memulihkan tekanan setelah darah baru

saja lewat melalui kapiler paru-paru. Sebagai hewan endotermik, yang menggunakan panas

yang dibebaskan dari metabolisme untuk menghangatkan tubuh, burung memerlukan lebih

banyak oksigen per gram bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebrata lain dengan

(13)

10

C.Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas darah, pembuluh darah, dan jantung

sebagai pusat peredaran darah.

1. Darah

Darah vertebrata merupakan suatu jenis jaringan ikat yang terdiri atas beberapa jenis sel

yang tersuspensi dalam suatu matriks cairan yang disebut plasma. Tubuh manusia pada

umumnya mengandung kurang lebih 4 sampai 6 L darah. Jika sampel darah diambil,

sel-sel darah dapat dipisahkan dari plasma dengan cara memasukkan darah tersebut ke dalam

alat sentrifugasi dan memutarnya dengan kecepatan tertentu. (antikoagulan harus

ditambahkan untuk mencegah penggumpalan darah). Unsur seluler (sel dan fragmen sel),

yang berkisar sekitar 45% dari volume darah, akan mengendap ke dasar tabung sentrifuge,

dan membentuk pelet padat berwarna merah. Di atas pelet seluler ini terdapat plasma

transparan berwarna kekuning-kuningan. (Campbell. 2007: 53)

a. Plasma Darah

Plasma darah mengandung sekitar 90% air. Di antara berbagai jenis zat yang larut

dalam air terdapat garam-garam anorganik, yang kadang-kadang disebut sebagai elektrolit

darah dan terdapat di dalam palsma dalam bentuk ion terlarut. Konsentrasi gabungan

ion-ion ini penting dalam pemeliharaan keseimbangan osmotik darah. Beberapa ion-ion tersebut

juga membantu menyangga pH darah, yang mempunyai pH 7,4 pada manusia.

Kemampuan otot dan saraf untuk berfungsi secara normal juga bergantung pada

konsentrasi ion-ion kunci dalam cairan intersisial, yang mencerminkan konsentrasi ion-ion

tersebut dalam plasma. Ginjal mempertahankan elektrolit plasma pada konsentrasi yang

tepat, yang merupakan sebuah contoh homeostasis.

Kelompok zat terlarut penting yang lain adalah protein plasma, yang mempunyai

sejumlah fungsi. Secara kolektif, protein plasma tersebut bertindak sebagai penyangga

(buffer) melawan perubahan pH, membantu mempertahankan keseimbangan osmotik

antara darah dan cairan intersisial, dan turut mempengaruhi viskositas atau kekentalan

darah. Berbagai jenis protein plasma juga mempunyai fungsi spesifik. Beberapa di

antaranya berfungsi sebagai pengantar untuk lipid yang tidak larut dalam air dan dapat

bergerak dalam darah hanya ketika terikat dengan protein. Kelompok protein lain,

(14)

11 yang menyerang tubuh. Dan beberapa di antara protein plasma, yang disebut fibrinogen,

merupakan faktor penggumpalan yang membantu menyumbat kebocoran ketika pembuluh

darah mengalami perlukaan. Plasma darah yang telah dihilangkan faktor penggumpalannya

disebut serum.

Plasma juga mengandung berbagai zat yang berpindah-pindah dari satu bagian tubuh ke

bagian tubuh yang lain, yang meliputi nutrien, produk buangan metabolisme, gas-gas

respirasi, dan hormon. Plasma darah dan cairan intersisial memiliki komposisi yang serupa,

kecuali bahwa plasma mempunyai kandungan protein yang jauh lebih besar dibandingkan

dengan cairan intersisial (ingat bahwa dinding kapiler sangat tidak permeabel terhadap

protein). (Campbell. 2001: 53).

b. Sel Darah

Terdapat tiga kelas sel yang tersebar di seluruh plasma darah: sel darah merah, yang

mengangkut oksigen, dan sel darah putih, yang berfungsi dalam pertahanan tubuh. Unsur

seluler yang ketiga, keping darah adalah bagian-bagian sel yang terlibat dalam

penggumpalan darah.

1) Sel Darah Merah (eritrosit)

Sel darah merah (red blood cell), atau eritrosit (erythrocyte), sejauh ini merupakan sel

darah yang paling banyak jumlahnya, jauh melebihi yang lain. Setiap milimeter kubik

darah manusia mengandung 5 sampai 6 juta sel darah merah, dan terdapat sekitar 25 triliun

jenis sel ini dalam keseluruhan 5 L darah dalam tubuh.

Struktur sel darah merah merupakan contoh lain yang sangat baik tentang struktur yang

disesuaikan dengan fungsinya. Sebuah eritrosit manusia berbentuk cakram bikonkaf,

bagian tengahnya lebih tipis dibandingkan dengan bagian tepi. Eritrosit mamalia tidak

mengandung nukleus (inti), suatu karakteristik yang tidak umum pada sel hidup (kelas

vertebrata lain mempunyai eritrosit yang bernukleus). Lebih jauh lagi, semua sel darah

merah tidak memiliki mitokondria dan menghasilkan ATP-nya secara ekslusif melalui

metabolisme anaerobik. Fungsi utama eritrosit adalah membawa oksigen, dan akan sangat

tidak efisien jika metabolisme eritrosit sendiri bersifat aerobik dan mengkonsumsi sebagian

oksigen yang mereka bawa. Ukuran eritrosit yang kecil (berdiameter sekitar 12 𝜇m) juga

sesuai dengan fungsinya. Supaya dapat diangkut, oksigen harus berdifusi melewati

(15)

12 Gambar 8. Sel-Sel darah

(biologigonz.blogspot.com)

luas permukaan membran plasma dalam suatu volume darah. Bentuk bikonkaf eritrosit

juga turut menambah luas permukaannya.

Meskipun sel darah merah berukuran sangat kecil, sel itu mengandung sekitar 250 juta

molekul hemoglobin, sejenis protein pengikat dan pembawa oksigen yang mengandung

besi. Baru-baru ini para peneliti telah menemukan bahwa hemoglobin juga berikatan

dengan molekul gas nitrat oksida (NO) selain dengan O2. Ketika sel darah merah lewat

melalui hamparan kapiler paru-paru insang atau organ respirasi lainnya, oksigen akan

berdifusi ke dalam eritrosit dan hemoglobin akan berikatan dengan O2 dan NO.

Hemoglobin akan membongkar muatannya dalam kapiler sirkuit sistemik. Di sana O2 akan

berdifusi ke dalam sel-sel tubuh. NO akan merelaksasikan dinding kapiler, sehingga dapat

mengembang. Hal tersebut mungkin berperan dalam membantu mengirimkan O2 ke sel.

(Campbell. 2001: 54-55).

2) Sel Darah Putih (Leukosit)

Terdapat lima jenis utama sel darah putih (white

blood cell) atau leukosit: monosit, neutrofil, basofil,

eosinofil, dan limfosit. Fungsinya secara kolektif

adalah untuk melawan dan memerangi infeksi

dengan berbagai cara. Sebagai contoh, monosit dan

neutrofil adalah fagosit, yang menelan dan mencerna

bakteri dan serpihan sel-sel mati dari tubuh kita

sendiri. Limfosit akan terspesialisasi menjadi sel dan

sel T, yang menghasilkan respons kekebalan

melawan zat-zat asing. Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktunya di luar

sistem sirkulasi, berpatroli di dalam cairan intersisial dan sistem limfatik, di mana sebagian

besar pertempuran melawan patogen dilakukan. Secara normal, satu milimeter kubik darah

manusia mempunyai sekitar 5.000 sampai 10.000 leukosit. Jumlah sel ini akan meningkat

untuk sementara waktu ketika tubuh sedang berperang melawan suatu infeksi. (Campbell.

2001: 55).

3) Keping Darah (Trombosit)

Keping darah (platelet) atau trombosit adalah fragmen-fragmen sel dengan diameter

(16)

13 Gambar 12. Mekanisme Penggumpalan

darah (biologigonz.blogspot.com)

fragmen sitoplasmik yang memisahkan dari sel besar dalam sumsum tulang. Keping darah

kemudian memasuki darah dan berfungsi dalam proses penting penggumpalan darah.

(Campbell. 2001: 55).

c. Penggumpalan Darah

Kita semua pernah mengalami luka dan terpotong atau tergores selama hidup kita, akan

tetapi kita tidak mengalami pendarahan yang

menyebabkan kematian karena darah kita

mengandung materi yang dapat menyumbat

kebocoran atau luka dalam pembuluh darah kita.

Bahan perekat itu selalu ada dalam darah kita

dalam bentuk inaktif yang disebut fibrinogen.

Gumpalan akan terbentuk hanya ketika protein

plasma ini diubah ke dalam bentuk aktifnya, fibrin

yang mengumpul menjadi benang-benang yang membentuk anyaman gumpalan-gumpalan.

Mekanisme penggumpalan itu umumnya dimulai dengan pembebasan faktor

penggumpalan dari trombosit dan melibatkan rantaian reaksi yang kompleks yang pada

akhirnya akan mengubah bentuk fibrinogen menjadi fibrin. Lebih dari selusin faktor

penggumpalan telah ditemukan, namun mekanismenya masih belum dipahami sepenuhnya.

Cacat turunan dalam setiap tahapan proses penggumpalan itu menyebabkan hemofilia,

penyakit yang ditandai dengan pendarahan berlebihan meskipun akibat luka atau goresan

yang sangat kecil.

Faktor anti penggumpalan dalam darah dalam keadaan normal mencegah penggumpalan

secara spontan ketika tidak ada cedera atau perlukaan. Akan tetapi, kadang-kadang

trombosit mengumpul dan fibrin mengalami koagulasi di dalam pembuluh darah dan

menghambat aliran darah. Gumpalan seperti itu disebut trombus. Gumpalan ini lebih

mungkin terbentuk pada individu yang mengidap penyakit kardiovaskuler yang merupakan

penyakit jantung dan pembuluh darah. (Campbell, 2001: 55-56).

d. Penggolongan Darah

Golongan darah manusia dibedakan berdasarkan komposisi aglutinogen dan

aglutininnya.

Aglutinogen adalah antigen-antigen dalam eritrosit yang membuat sel peka terhadap

(17)

14 digunakan untuk menentukan golongan darah. Ada banyak aglutinogen yang menjadi dasar

pengelompokan golongan darah. Misalnya aglutinogen A dan B menjadi dasar

pengelompokan golongan darah sistem ABO dan aglutinogen Rhesus D menjadi dasar

pengelompokan untuk sistem Rhesus.

Aglutinin adalah substansi yang menyebabkan aglutinasi sel, misalnya antibodi. Dr.

Karl Landsteiner seorang ahli imunologi dan patologi berkebangsaan Austria (1868-1943)

dan Julius Donath adalah penemu perbedaan antigen dan antibodi dalam sel darah

manusia.

1) Golongan Darah Sistem ABO

Pada golongan darah sistem ABO, darah ddigolongkan menjadi empat macam, yaitu A,

B, AB dan O untuk tujuan transfusi darah. Apabila pada sel darah merah seseorang tidak

terdapat aglutinogen A ataupun B, darah digolongkan O. Jika hanya terdapat aglutinogen

A, darah digolongkan A. Jika terdapat aglutinogen B, darah digolongkan B, dan jika

terdapat aglutinogen A dan B, darah digolongkan AB.

Jika dalam sel darah sesorang tidak terdapat aglutinogen A, maka dalam plasma akan

terbentuk antibodi yang dikenal sebagai aglutinin (anti-A) dan jika dalam sel darah merah

tidak terdapat aglutinogen B, dalam plasma terbentuk antibodi yang dikenal sebagai

aglutinin (anti B). Berarti, golongan darah AB memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B serta

tidak memiliki aglutinin sama sekali. Lihat tabel.

Genotipe Golongan Aglutinogen Aglutinin

00 0 - Anti-A dan

anti-B

0A atau AA A A Anti-B

0B atau BB B B Anti-A

(18)

15 Gambar 13. Penggolongan darah

sistem ABO (ginautari.wordpress.com)

Gambar 14. Penggolongan darah sistem Rhesusu (ginautari.wordpress.com)

Sebelum transfusi darah, terlebih dahulu

dilakukan penentuan golongan darah antara

resipien dan donornya, sehingga darah dapat dicari

kesesuaiannya. Pengujian darah dilakukan sebagai

berikut ini. Jika darah seseorang yang di uji

dicampur dengan serum aglutinin A menggumpal,

maka kemungkinan golongan darah orang tersebut

adalah A atau AB. Jika darah tidak menggumpal,

kemungkinan golongan darah B atau O. Apabila

diuji dengan serum aglutinin B menggumpal, kemungkinan adalah golongan darah B atau

AB. Akan tetapi, bila tidak menggumpal, maka kemungkinan golongan darah A atau O.

2) Golongan Darah Sistem Rhesus

Golongan darah sistem Rhesus di dasarkan atas ada tidaknya aglutinogen Rhesus (Rh)

yang disebut juga

faktor Rhesus. Pada

tahun 1940,

Landsteiner

menemukan bahwa

golongan darah A dapat diberikan pada kera jenis Macaca mulata, tetapi 15% lainnya tidak

dapat diberikan karena terjadi aglutinasi. Dari

penelitian ini, golongan darah A dibagi lagi

menjadi golongan darah A (Rh+) atau A-, yaitu yang dapat diberikan kepada Macaca

mulata dan golongan darah A (Rh-) atau A+ yang tidak dapat diberikan. Golongan darah

yang lain pun dibedakan menjadi Rh+ dan Rh-.

Seseorang yang memiliki faktor Rh di dalam darah merahnya disebut bergolongan Rh+,

sedangkan orang yang tidak memiliki faktor Rh dalam darah merahnya disebut

bergolongan Rh-. Faktor Rh tidak begitu berpengaruh dalam transfusi darah, tetapi pada

kasus tertentu dapat menyebabkan kematian bayi dalam kandungan. Mekanismenya dapat

dilihat pada gambar.

Jika seorang ibu Rh- kawin dengan lelaki Rh+, maka anak dalam kandungannya

mungkin Rh+. Saat dalam kandungan , sel darah merah Rh+ anaknya dapat keluar

(19)

16 sesudah bayi dilahirkan. Hal itu menyebabkan si ibu memproduksi antibodi anti-Rh. Jika

ibu hamil lagi dan anaknya memiliki faktor Rh+, maka antibodi anti-Rh ibu akan masuk

lewat plasenta dan merusak sel darah merah anak. Akibatnya terjadi kerusakan sel darah

merah pada anak kedua yang dapat menyebabkan kematian. Keadaan seperti ini disebut

penyakit eritroblastosis fetalis.

Philip Levine seorang ahli serologi Amerika mengemukakan bahwa penyakit kuning

pada bayi (eritroblastosis fetalis) disebabkan oleh sel-sel darah bayi yang mati oleh

aglutinin yang berasal dari ibunya. Pertolongan yang dapat diberikan ialah mengganti

(20)

17 KEGIATAN PRAKTIKUM

A.TUJUAN

1. Menentukan golongan darah pada manusia

2. Menghitung denyut nadi pada manusia

3. Mengetahui cara menghitung tekanan darah pada manusia

B.DASAR TEORI

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan)

tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh

jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai

pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah

diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang

berarti darah.

Darah beredar ke seluruh tubuh dengan membawa oksigen dan zat makanan. Setelah

terjadi pertukaran gas dan sisa metabolism di sel/jaringan, darah akan membawa

karbondioksida menuju ke paru-paru untuk ditukarkan dengan oksigen kembali. Proses ini

akan membawa darah masuk ke jantung, tekanan darah ketika masuk dan keluar jantung

kita kenali sebagai detak jantung.

Berdasarkan kandungan jenis karbohidrat dan protein yang ada pada sel darah merah,

kita mengenal istilah penggolongan darah. Ada beberapa macam penggolongan darah pada

manusia, salah satu diantaranya ialah menurut sistem ABO. Menurut sistem ini, darah

manusia dibagi dalam 4 golongan yaitu golongan darah A, B, AB dan O.

 Golongan darah A : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen A,

sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin b

 Golongan darah B : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen B,

sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin a

 Golongan darah AB : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen A dan B,

sedangkan dalam plasma darahnya tidak mengandung aglutinin.

 Golongan darah A : apabila dalam butir darahnya tidak mempunyai aglutinogen ,

(21)

18 Bila antigen A bercampur dengan aglutinin a atau aglutinogen B bercampur dengan

aglutinin b maka akan terjadi aglutinasi/penggumpalan. Dalam transfusi darah yang

diperhatikan bagi si donor adalah aglutinogennya.

C.ALAT DAN BAHAN

1. Alat

 Mikroskop

 kaca objek

 Jarum outoclick

2. Bahan

 Serum a dan b

 Alkohol 96%

D.METODE KERJA

1. Golongan darah

 Sediakan sebuah kaca objek yang bersih

 Bersihkan jari anda dengan alkohol kemudian dengan menggunakan autoclick ambil

darah pada ujung jari sebanyak 1 tetes pada kedua ujung kaca objek

 Tambahkan pada masing-masing darah tersebut serum a dan b

 Aduklah masing-masing campuran serum dan darah anda tadi dengan menggunakan

tusuk gigi

 Perhatikan apa yang terjadi pada keduanya, bila perlu amati dengan menggunakan

loupe

Bila campuran darah pada serum a menggumpal, maka anda bergolongan darah A

Bila campuran darah pada serum b menggumpal, maka anda bergolongan darah B

Bila kedua campuran darah menggumpal, maka anda bergolongan darah AB

(22)

19

2. Tekanan darah

 Dengan menggunakan spigmomanometer, ukurlah tekanan darah anda.

 Catat hasilnya dalam tabel bandingkan hasilnya dengan teman sekelompokmu.

3. Denyut nadi

 Hitunglah berapa denyut nadimu selama 1 menit dalam keadaan istirahat/ aktivitas

rendah.

 Lari-lari di tempat selama 1 menit, kemudian hitung kembali denyut nadimu.

 Catat hasilnya dalam tabel, kemudian bandingkan hasilnya dengan teman

sekelompokmu.

E.HASIL PENGAMATAN

Tabel Pengamatan

1. Golongan Darah

No Nama Anti A Anti B Golongan Darah

2. Denyut Nadi

No Nama Frekuensi Denyut Nadi

(23)

20 Gambar 9. Jantung

(coretandokter.wordpress.com)

3. Tekanan Darah

No Nama Sistole Diastole

4. Tinggi Badan – Berat Badan

No Nama Tinggi Badan Berat Badan

2. Alat-alat Peredaran Darah

Alat-alat peredaran pada manusia terdiri dari jantung dan pembuluh-pembuluh darah.

a. Jantung

Jantung manusia yang berada persis di bawah tulang dada (sternum) misalnya,

berukuran sekitar satu kepalan tangan. Jantung terutama tersusun dari jaringan otot

jantung. Kedua atria mempunyai dinding yang relatif

tipis dan berfungsi sebagai ruangan penampungan

bagi darah yang kembali ke jantung dan hanya

memompa darah dalam jarak yang sangat dekat

menuju ventrikel. Ventrikel mempunyai dinding yang

lebih tebal dan jauh lebih kuat dibandingkan dengan

atrium khususnya ventrikel kiri, yang harus

memompakan darah keluar ke seluruh organ tubuh

(24)

21 Empat katup dalam jantung, yang masing-masing terdiri atas kelepak-kelepak (flaps)

jaringan ikat, berfungsi untuk mencegah aliran balik darah. Antara setiap atrium dan

ventrikel terdapat katup atrioventrikel (artioventricular valva, AV). Katup AV ditambatkan

oleh serabut kuat yang mencegah terjadinya perputaran balik aliran darah dari dalam

keluar. Tekanan yang dibangkitkan oleh kontraksi ventrikel yang sangat kuat akan

menutup katup AV, sehingga menjaga darah tidak mengalir kembali ke dalam atrium.

Katup semilunar (semilunar valve) terletak di kedua pintu keluar jantung, tempat aorta

meninggalkan ventrikel kiri dan artei pulmoner meninggalkan ventrikel kanan. Darah

dipompakan keluar dan masuk ke dalam arteri melalui katup semilunar, yang dipaksa

membuka oleh tekanan yang diciptakan oleh kontraksi ventrikel. Ketika ventrikel

berelaksasi, darah mulai mengalir kembali menuju jantung, menutup katup semilunar, yang

mencegah darah mengalir kembali ke dalam ventrikel. Dinding arteri yang elastis akan

mengembang ketika menerima darah yang dikeluarkan dari ventrikel. (Campbell. 2001:

46-47).

b. Pembuluh-Pembuluh Darah

Pada abad ke-17, penyelidikan tentang peredaran darah telah dilakukan oleh para ahli.

Penelitian tersebut menemukan bahwa darah di dalam tubuh mengalir melalui

pembuluh-pembuluh darah.

1) Pembulu Nadi (Arteri)

Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh

nadi (arteri). Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawa darah dari jantung dan

umumnya mengandung banyak oksigen. Pembuluh ini tebal, elastis, dan memiliki sebuah

katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung. Letak pembuluh nadi

biasanya di dalam tubuh, hanya beberapa yang terletak di dekat permukaan sehingga dapat

dirasakan denyutnya.

Secara anatomi, pembuluh nadi tersusun atas tiga lapisan jaringan. Lapisan luar berupa

jaringan ikat yang kuat dan elastis. Lapisan tengah berupa otot polos yang berkontraksi

secara tak sadar. Otot polos akan merenggang pada saat darah melewatinya sehingga

lapisan ini tidak melipat. Lapisan dalam berupa jaringan endotelium yang melindungi

jaringan di dalamnya. Pembuluh nadi yang dilewati darah adalah sebagai berikut. (Pratiwi.

(25)

22

a) Pembuluh nadi besar (aorta)

Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kiri jantung menuju ke seluruh

tubuh. Aorta becabang-cabang, makin lama makin kecil, dan disebut pembuluh nadi

(arteri). Arteri becabang-cabang lagi makin kecil, disebut arteriola. Arteriola becabang

halus diseluruh tubuh dan disebut kapiler.

Kapiler sangat halus dan tersusun oleh satu lapis jaringan endotelium. Kapiler dapat

masuk sampai ke sel-sel tubuh. Disinilah terjadi pertukaran gas, air, dan garam mineral

ataupun larutan bahan organik dari kapiler darah dengan sel-sel darah tubuh.

Kapiler-kapiler akan saling bertautan dinamakan venula. Darah yang telah beredar dari seluruh

tubuh melewati venula dan menuju vena yang lebih besar, kemudian akhirnya menuju vena

kava (pembuluh balik tubuh) dan kembali ke jantung. (Wildan. 1990: 190).

b) Pembuluh Nadi Paru-Paru (Arteri Pulmonalis)

Pembuluh nadi paru-paru adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kanan menuju

paru-paru (pulmo). Pembuluh ini banyak mengandung karbon dioksida yang akan

dilepaskan ke paru-paru. Di dalam paru-paru, yaitu di alveolus, darah melepas karbon

dioksida dan mengikat oksigen. Dari kapiler di paru-paru, darah akan menuju ke venula,

kemudian ke vena pulmonalis dan kembali ke jantung. (Wildan. 1990: 192-193).

2) Pembuluh Balik (Vena)

Pembuluh balik adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung, yang

umumnya mengandung karbon dioksida. Pembuluh balik (vena) lebih mudah dikenali

daripada nadi karena letaknya di daerah permukaan. Seperti halnya nadi, pembuluh balik

juga disusun oleh tiga lapisan, tetapi dinding pembuluh ini lebih tipis dan tidak elastis.

Tekanan pembuluh balik lemah lemah dibandingkan dengan tekanan pembuluh nadi dan di

sepanjang pembuluh balik terdapat katup yang menjaga agar darah tak kembali.

Saat jantung berelaksasi (diastol), darah dari tubuh dan paru-paru akan masuk ke

jantung melalui vena. Pembuluh balik ini merupakan tempat masuknya darah ke jantung.

Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah katup, yaitu valvula semilunaris.

Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai berikut:

a) Vena Kava

Vena kava bercabang-cabang menjadi pembuluh yang lebih kecil, yaitu vena. Vena

(26)

23

bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh ke serambi kanan jantung. (Wldan.

1990: 195-196).

b) Vena Pulmonalis

Vena ini mebawa darah yang mengandung O2 dari paru-paru ke serambi kiri jantung.

3. Mekanisme Peredaran Darah Manusia

Ada dua macam peredaran darah dalam tubuh

manusia. Peredaran darah dari bilik kanan jantung

menuju paru-paru melewati arteri pulmonalis dan

kembali ke serambi kiri jantung melewati vena

pulmonalis disebut peredaran darah kecil.

Sedangkan peredaran darah dari bilik kiri jantung

ke seluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya

kembali ke serambi kanan jantung melalui vena

kava disebut peredaran darah besar. Oleh karena

pada manusia terdapat kedua macam peredaran darah tersebut, maka manusia dikatakan

memiliki peredaran darah ganda. (Pratiwi. 2007: 88-89).

D.Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah

Kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah dapat ditimbulkan karena

pewarisan sifat (keturunan), rusaknya alat peredaran darah akibat kecelakaan, atau akibat

makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak dan zat kapur. Zat makanan

tersebut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah atau berkurangnya elastisitas

otot jantung dalam mekanisme pompa dan isap.

Kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah antara lain:

a. Anemia (kurang darah), dikarenakan kurangnya kadar Hb atau kurangnya jumlah

(27)

24

b. Varises adalah pelebaran pembuluh darah di betis.

c. Hemoroid (ambeien), adalah pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur (anus).

d. Arteriosklerosis, adalah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan atau endapan

kapur.

e. Artherosklerosis, ialah pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.

f. Embolus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.

g. Trombus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak.

h. Hemofilia, ialah kelainan darah sukar membeku karena faktor hereditas atau keturunan.

i. Leukemia (kanker darah), ialah bertambahnya leukosit secara tak terkendali.

j. Penyakit kuning pada bayi (eritroblastosis fetalis), adalah rusaknya eritrosit bayi atau

janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu bergolongan darah Rh- dan embrio

Rh+. Penyakit ini terjadi pada kandungan kedua, jika kandungan pertama embrio juga

bergolongan darah Rh+.

k. Penyakit jantung koroner (PJK), yaitu penyempitan arteikoronaria yang mengangkut O2

ke jantung.

l. Talasemia, merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang

(28)

25 Rangkuman

Sistem peredaran darah mengangkut cairan keseluruh tubuh, secara fungsional sistem

itu menghubungkan lingkungan berair sel-sel tubuh dengan organ-organ yang

mempertukarkan gas, menyerap nutien, dan membuang zat-zat sisa.

Sistem peredaran darah pada hewan terbagi menjadi sistem peredaran darah terbuka

yaitu sistem peredaran darah ke seluruh tubuh yang tidak selalu melewati pembuluh darah,

sedangkan sistem peredaran darah tertutup adalah sistem peredaran darah ke seluruh tubuh

yang melewati pembuluh-pembuluh darah. Sistem peredaran darah pada hewan avertebrata

dan sistem peredaran pada hewan vertebrata.

Sistem peredaran manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Alat peredaran

darahnya berupa jantung sebagai pusat peredaran darah dan pembuluh-pembuluh darah.

Mekanisme sistem peredaran darah manusia terdiri dari dua macam yaitu, sistem peredaran

darah kecil dan sistem peredaran darah besar. Sistem peredaran darah kecil adalah peredaran

darah dari bilik kanan jantung menuju paru-paru melewati arteri pulmonalis dan kembali ke

serambi kiri jantung melewati vena pulmonalis. Sedangkan peredaran darah besar adalah

peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya kembali ke

serambi kanan jantung melalui vena kava.

Mekanisme pembekuan darah yaitu kulit terluka menyebabkan darah keluar dari

pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh

permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat

(enzim) yang disebut trombokinase. Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan

akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut

dipengaruhi ion kalsium (Ca²+) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein

yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum

aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. Trombin yang

terbentuk akan mengubah firbrinogen menjadi benangbenang fibrin. Terbentuknya

benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi.

Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah. Coba Anda bayangkan, apabila

fibrin ini beredar di dalam darah kita tanpa adanya luka, apa yang akan terjadi? Tentunya

akan terjadi banyak penyumbatan darah yang bisa berakibat fatal dalam tubuh kita.

Penggolongan darah terbagi menjadi dua yaitu, penggolongan darah sistem ABO dan

(29)

26 antara lain: Anemia (kurang darah), varises, hemoroid (ambeien), arteriosklerosis,

artherosklerosis, embolus, trombus, hemofilia, leukemia (kanker darah), penyakit kuning pada

(30)

27

Soal Latihan

A. Pilihlah satu jawaban yang tepat!

1. Peredaran darah cacing tanah merupakan sistem peredaran darah ...

a. Ganda b. Tunggal c. Tertutup d. Terbuka e. Primer

2. Peredaran darah pada belalang adalah sistem peredaran darah yang ....

a. Tertutup c. Tunggal e. Terbuka

b. Ganda d. primer

3. Jantung katak terdiri dari ...

a. 1 serambi, dan 2 bilik d. 2 serambi, dan 1 bilik

b. 2 serambi, dan 2 bilik e. 1 serambi, dan 1 bilik

c. 3 serambi, dan 1 bilik

4. Sistem peredaran darah manusia terdiri dari komponen berikut kecuali:

a. Darah

c. Membantu dalam proses pembekuan darah

d. Mengikat oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh

e. Membawa glukosa ke seluruh tubuh

6. Darah tersusun dari sel-sel darah dan…

a. Plasma darah

b. Eritrosit

c. Leukosit

d. Trombosit

e. Fibrinogen

(31)

28

8. Golongan darah A memiliki aglutinogen…

a. A

b. B

c. AB

d. O

e. Rh+

9. Enzim yang berperan dalam pengubahan protrombin menjadi trombin adalah…

a. Polimerase

b. Histamin

c. Heparin

d. Trombokinase

e. Vitamin K

10. Zat yang menentukan golongan darah manusia adalah . . . .

a. aglutinin dan eritrosit

1. Apa yang dimaksud dengan sistem peredaran darah terbuka dengan sistem peredaran darah tertutup?

2. Secara teori, bila seseorang bergolongan darah AB memerlukan transfusi darah, orang bergolongan darah apa saja yang dapat menyumbangkan darahnya untuk orang tersebut? Jelaskan!

3. Jelaskan sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar?

4. Bagaimana mekanisme pembekuan darah?

(32)

29 selalu melewati pembuluh darah, sedangkan sistem peredaran darah tertutup adalah sistem peredaran darah ke seluruh tubuh yang melewati pembuluh darah.

2. Seluruh golongan darah yang menyumbang orang yang bergolongan darah AB, karena golongan darah AB memiliki aglutinogen A dan B, sedangkan tidak mempunyai aglutinin anti-A dan anti-B.

3. Sistem peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari bilik kanan jantung menuju paru-paru melewati arteri pulmonalis dan kembali ke serambi kiri jantung melewati vena pulmonalis. Sedangkan peredaran darah besar adalah peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya kembali ke serambi kanan jantung melalui vena kava.

4. Mekanisme pembekuan darah yaitu kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebut

trombokinase. Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca²+) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K. Trombin yang terbentuk akan mengubah

firbrinogen menjadi benangbenang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah. Coba Anda bayangkan, apabila fibrin ini beredar di dalam darah kita tanpa adanya luka, apa yang akan terjadi? Tentunya akan terjadi banyak penyumbatan darah yang bisa berakibat fatal dalam tubuh kita.

(33)

30

(34)

31

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil. A. 2001. “Biologi edisi ke-5 jilid ke-2”. Erlangga : Jakarta

Gambar

Gambar 1. Sistem peredaran belalang.
Gambar 5. Sistem Peredaran darah
Gambar 12. Mekanisme Penggumpalan
Gambar 14. Penggolongan darah sistem
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pembahasan: Peredaran darah pada tubuh manusia selalu berada di dalam darah sehingga disebut peredaran darah tertutup. Darah yang banyak mengandung sari-sari makanan beredar dan

Pembuluh darah adalah bagian dari sistem peredaran darah yang berfungsi untuk mengedarkan darah dari jantung ke berbagai organ dan jaringan tubuh

Sistem peredaran darah manusia merupakan Sistem peredaran darah manusia merupakan sistem tertutup kerana aliran darah tidak sistem tertutup kerana aliran darah tidak terus terus

Dalam sistem sirkulasi tertutup ini, darah selalu berada dalam suatu seri pembuluh darah selama proses peredarannya dan tidak pernah keluar dari sistem.. echinodermata dan seluruh

Secara umum, dalam sistem peredaran darah tertutup, darah akan mengalir mulai dari jantung menuju ke wilayah pembuluh kapiler dan kembali lagi pada organ jantung

Seperti pada semua vertebrata, bahwa sistem peredaran darahpada ikan adalah tertutup, darah selalu terdapat di dalam pembuluh darah, sebagai contoh bahwa darah mengalir dari jantung

Sistem peredaran darah Keterangan P Q R S Besar Kecil Rangkap Tertutup Bilik kanan seluruh tubuhsrambi kiri Bilik kiriparu-paruserambi kanan Darah dua kali beredar keseluruh

7.Memiliki sistem peredaran darah terbuka sistem lakuner dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka 8.Sistem syaraf terdiri dari ganglion anterior yang