PENGADILAN TINGGI MEDAN

24 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

P U T U S A N

Nomor 318/PDT/2017/PT MDN

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan memutus perkara-perkara perdata pada Pengadilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara:

SAHAT MARULI HUTAGALUNG, Umur 51 Tahun, Pekerjaan PNS Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, (Kepala Puskesmas Sorkam), tempat tinggal Jl. Sibolga-Barus KM 25 Kelurahan Kolang Nauli, Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Miller Top Chrosby Sitompul, S.H., Advokat, beralamat di Jalan Meranti No. 8 Kota Sibolga dan Jalan Marganti Sitompul No. 23 A Kota Sibolga, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 22 Oktober 2016, selanjutnya disebut sebagai PEMBANDING semula TERGUGAT;

LAWAN :

LAMSERIA NABABAN, umur 47 Tahun, jenis kelamin Perempuan, Pekerjaan PNS, Tempat tinggal Pasar Kolang, Kelurahan Kolang Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, selanjutnya disebut sebagai TERBANDING semula PENGGUGAT;

DAN

Bupati Tapanuli Tengah, Cq. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, berkedudukan di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Betti Emyati Pasaribu,SE.Ak., Agustina Panggabean, dan Frenki Ganda Rezeki Hutabarat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 21 Desember 2016, selanjutnya disebut sebagai TURUT TERBANDING semula TURUT TERGUGAT;

(2)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Telah membaca penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan pada tanggal 2 Oktober 2017 Nomor: 318/PDT/2017/PT-MDN, Tentang penunjukan Majelis Hakim ;

Telah membaca berkas Perkara Pengadilan Negeri Sibolga Nomor: 33/Pdt.G/2016/PN.Sbg tanggal 26 April 2017 dan surat-surat yang bersangkutan dengan perkara tersebut;

TENTANG DUDUKNYA PERKARA

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatan tanggal 6 Oktober 2016 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga pada tanggal 10 Oktober 2016 dalam Register Nomor 32/Pdt.G/2016.PN Sbg tanggal 10 Oktober 2016, telah mengajukan gugatan sebagai berikut:

1. Bahwa berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 21/Pdt.G/2012/PN-SBG, tanggal 24 Oktober 2012, jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor No. 27/PDT/2013/PT-MDN, tanggal 28 Maret 2013, Perkawinan antara Tergugat dengan Penggugat telah dinyatakan putus karena perceraian (dahulu Tergugat a quo berkedudukan sebagai Penggugat/Tergugat Rekonpensi), sedangkan Penggugat a quo berkedudukan sebagai Tergugat/Penggugat Rekonpensi);

2. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 21/Pdt.G/2012/PN-SBG, tanggal 24 Oktober 2012, amarnya berbunyi sebagai berikut :

A. DALAM KONVENSI : 1. Dalam Eksepsi :

- Menolak Eksepsi Tergugat Konvensi / Penggugat Rekonpensi (PR/TK) untuk seluruhnya ;

2. Dalam Pokok Perkara :

- Mengabulkan gugatan Penggugat / Tergugat Rekonvensi (PK/TR) untuk seluruhnya ;

- Menyatakan sah demi hukum perkawinan Penggugat

Konvensi/Tergugat Rekonvensi dengan Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi yang dilaksanakan di Gereja HKBP (Huria Kristen batak Protestan) Kolang pada hari rabu, tanggal 31 Januari 1990 yang diberkati oleh Pdt. Tumpal L. Toruan dengan Surat Hatorangon Hot Ripe (Surat Keterangan Kawin) No. 03/K/IV/R/D9/1990 adalah sah dan berkekuatan hukum ;

- Menyatakan putus hubungan perkawinan antara Penggugat Konvensi/ Tergugat rekonvensi dengan Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi yang dilaksanakan di Gereja

(3)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

HKBP (Huria Kristen batak Protestan) Kolang pada hari rabu, tanggal 31 Januari 1990 yang diberkati oleh Pdt. Tumpal L. Toruan dengan Surat Hatorangon Hot Ripe (Surat Keterangan Kawin) No. 03/K/IV/R/D9/1990 dengan alasan karena PERCERAIAN dengan segala akibat hukumnya ;

- Menyatakan sah dan berharga semua alat bukti yang diajukan Penggugat Konvensi/Tergugat rekonvensi dalam perkara ini ; B. DALAM REKONPENSI :

- Mengabulkan gugatan tergugat Konvensi / Penggugat Rekonvensi (TK/PR) untuk sebahagian ;

- Menyatakan bahwa perkawinan antara Penggugat Konvensi/tergugat Rekonvensi (PK/TR) dengan Tergugat Konvensi/Penggugat Rekonvensi (TK/PR) yang dilangsungkan pada hari Rabu, tanggal 31 Januari 1990 diberkati oleh Pdt. Tumpal L. Toruan di HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Kolang, dengan surat “Hatorangan Hot Ripe” (Surat keterangan kawin) No. 03/K/IV/R/D9/1990, yang tercatat di Kantor Dinas kependudukan Catatan Sipil kabupaten tapanuli Tengah dengan kutipan Akta Perkawinan No. 1201CPK2203201102201 tanggal 22 Maret 2011 adalah sah menurut hukum ;

- Menyatakan :

- Aquina Widya Hutagalung (Perempuan) lahir tanggal 28 Januari 1991;

- Eva Yolanda Hutagalung (Perempuan) lahir 14 April 1992 ;

- Choky Permana Hutagalung (Laki-laki) lahir tanggal 17 Juli 1993 ; - Conni Valinda Hutagalung (Perempuan) lahir tanggal 10 Agustus

1994 ;

- Mari Ananda Hutagalung (Perempuan) lahir 1 Mei 2000 ;

Adalah anak sah dari Penggugat dalam Rekonpensi dengan Tergugat dalam Rekonpensi;

- Menyatakan perkawinan antara Penggugat dalam Rekonpensi dengan Tergugat dalam yang dilangsungkan pada hari Rabu, tanggal 31 Januari 1990, diberkati oleh Pdt. Tumpal Lumban Toruan di HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Kolang, dengan Surat “Harorangon Hot Ripe” (Surat Keterangan Kawin) No. 03/K/IV/R/D9/1990, yang tercatat di Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Kutipan Akta Perkawinan No. 1201CPK2203201102201 tanggal 23 Maret 2011 putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya ;

(4)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

- Menetapkan seluruh anak-anak Penggugat dalam Rekonpensi dengan Tergugat dalam Rekonpensi antara lain :

1. Aquina Widya Hutagalung (Perempuan) lahir tanggal 28 Januari 1991;

2. Eva Yolanda Hutagalung (Perempuan) lahir 14 April 1992 ; 3. Choky Permana Hutagalung (Laki-laki) lahir tanggal 17 Juli

1993 ;

4. Conni Valinda Hutagalung (Perempuan) lahir tanggal 10 Agustus 1994 ;

5. Mari Ananda Hutagalung (Perempuan) lahir 1 Mei 2000 ; Berada di bawah hak asuh atau penguasaan Penggugat dalam Rekonvensi;

- Memerintahkan Panitera Pengadilan Negeri Sibolga atau yang mewakili untuk menyampaikan salinan putusan dalam perkara ini ke Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Tapanuli Tengah untuk dicatatkan dalam register yang tersedia untuk itu ; - Menghukum Tergugat dalam Rekonpensi untuk membayar biaya

nafkah Penggugat dalam Rekonpensi sebesar 1/3 (satu pertiga) dari gaji setiap bulan serta penghasilan lainnya dari Tergugat dalam rekonpensi kepada Penggugat dalam rekonvensi, dan 1/3 bagian dari gaji setiap bulan dan penghasilan lainnya dari Tergugat dalam rekonvensi untuk biaya nafkah anak-anak Penggugat dan Tergugat dalam rekonvensi semuanya diserahkan melalui Penggugat dalam rekonvensi ;

- Menolak gugatan penggugat Rekonvensi untuk selain dan selebihnya ;

C. DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI :

- Menghukum Tergugat Konvensi / Penggugat Rekonvensi (TK/PR) untuk membayar biaya perkara ini yang hingga kini ditaksir sebesar Rp. 326.000 (Tiga ratus dua puluh enam ribu rupiah) ; 3. Bahwa Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor No.

27/PDT/2013/PT-MDN, tanggal 13 Pebruari 2014, amarnya pada pokoknya menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 21/Pdt.G/2012/PN.SBG yang dimohonkan banding, atas putusan tersebut baik Penggugat maupun Tergugat tidak mengajukan upaya hukum kasasi, sehingga telah berkekuatan hukum tetap (incracht van gewisde) ;

4. Bahwa Penggugat selain bertindak untuk diri sendiri, juga bertindak untuk dan atas nama kepentingan kelima orang anak-anak Penggugat dan

(5)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Tergugat, khususnya anak yang masih dibawah umur maupun yang sedang dalam masa pendidikan/kuliah;

5. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Sibolga, yang dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi Medan tersebut, adalah bersifat deklaratoir dan juga Condemnatoir (penghukuman) terhadap Tergugat;

6. Bahwa sampai gugatan ini diajukan ini diajukan, tidak ada itikad baik dari Tergugat untuk mematuhi isi putusan tersebut, walaupun Tergugat telah dipanggil (aanmaning) oleh Ketua Pengadilan Negeri Sibolga sebanyak 3 (tiga) kali dan meminta supaya Termohon mematuhi putusan hukum tersebut, atas permintaan Pemohon dengan surat masing-masing tanggal 6 Mei 2013, 16 September 2013 dan 16 Oktober 2013 ;

7. Bahwa Penggugat selaku orang tua asuh yang ditetapkan oleh Pengadilan bagi kelima orang anak-anak Penggugat dan Termohon sangat membutuhkan biaya-biaya bagi kelangsungan hidup dan biaya sekolah/kuliah anak-anak tersebut, sedangkan Tergugat telah melangsungkan perkawinan dan hidup bersama dengan wanita lain, sedangkan Penggugat tidak melakukan perkawinan lagi;

8. Bahwa Tergugat tidak mau secara sukarela melaksanakan putusan tersebut, untuk itu Penggugat telah menyurati Turut Tergugat (Ic. Bapak Bupati Tapanuli Tengah) dengan surat masing-masing tertanggal 22 Agustus 2014, dan tanggal 2 Maret 2015, surat yang sama juga disampaikan kepada 1. Bapak Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), 2. Bapak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan 3. Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;

9. Bahwa terhadap Surat Penggugat tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Surat Nomor : F.IV.26-30/N.24-8/40.tertanggal 6 Nopember 2014 telah menyurati Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah up. Kepala BKD di Pandan yang tembusannya disampaikan juga kepada Penggugat, yang pada pokoknya supaya Bupati Tapanuli Tengah (ic. Turut Tergugat) memprioritaskan penyelesaian permasalahan dimaksud, kemudian disusul dengan Surat yang kedua dari Kepala Badan Kepegawaian Negara No. F.IV.2630/N.11-6/40, tanggal 4 Juni 2015

10. Bahwa demikian juga, Sekretaris Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Surat Nomor : B-1738A/Set/KPP-PA tanggal 14 Nopember 2014, telah menyurai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, yang pada pokoknya supaya menindaklanjuti ketentuan Pasal 8 ayat (1) dan (2) Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983 tentang Tata

(6)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Cara Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil jo. Surat Edaran Kepala BAKN 48/SE/1990, tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil.

11. Bahwa akan tetapi sampai saat ini pembagian 1/3 (satu per tiga) gaji dan penghasilan lain dari Tergugat untuk Penggugat dan 1/3 (satu per tiga) gaji dan penhasilan lain untuk kelima orang anak-anak Penggugat dan Tergugat sama sekali tidak dituruti baik oleh Tergugat maupun oleh Turut Tergugat. 12. Bahwa Penggugat selaku orang tua asuh yang ditetapkan oleh Pengadilan

bagi kelima orang anak-anak Penggugat dan Tergugat sangat membutuhkan biaya bagi kelangsungan hidup dan biaya sekolah/kuliah kelima orang anak tersebut, antara lain :

1. Aquina Widya Hutagalung (Perempuan) lahir tanggal 28 Januari 1991 menyelesaikan Studi S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, pada tanggal 21 Agustus 2015;

2. Eva Yolanda Hutagalung (Perempuan) lahir 14 April 1992, menyelesaikan Studi Fakultas Kedokteran di Universitas Sam Ratulangie (Unsrat) Menado, pada tanggal 23 Desember 2015;

3. Choky Permana Hutagalung (Laki-laki) lahir tanggal 17 Juli 1993, saat ini kuliah Fakultas Hukum Universitas Dharma Agung Medan ;

4. Conni Valinda Hutagalung (Perempuan) lahir tanggal 10 Agustus 1994, saat ini kuliah di Fakultas Teknik Industri Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang ;

5. Mari Ananda Hutagalung (Perempuan) lahir 1 Mei 2000, sekolah SMA Methodist Jalan Hang Tuah Medan;

13. Bahwa berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983 tentang Tata Cara Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS, jo. Surat Edaran Kepala BAKN 48/SE/1990, tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil dimana masing-masing 1/3 Gaji/Penghasilan Termohon haruslah dibagikan kepada Pemohon dan 1/3 gaji Termohon menjadi biaya hidup kelima orang anak tersebut diserahkan melalui Pemohon sebagai pihak yang diberi kekuasaan mengasuh anak-anak tersebut, yang dipotong langsung melalui Bandahara pembayar gaji Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Turut Tergugat) ;

14. Bahwa dalam Putusan Pengadilan Negeri Sibolga tersebut, adapun yang harus dibayarkan oleh Termohon kepada Pemohon Ekseksusi adalah selain Gaji juga penghasilan lainya dari Tergugat sebagai PNS, mencakup Gaji bulanan, tunjangan jabatan, tunjangan daerah, gaji ke-13 dll, sebagaimana

(7)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

dimaksud dalam Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 ;

15. Bahwa perceraian adalah atas kehendak Pria in casu Tergugat, sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 8 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983, disebutkan : Apabila perceraian terjadi atas kehendak Pegawai Negeri Sipil pria maka ia wajib menyerahkan sebagian gajinya untuk penghidupan bekas isteri dan anak-anaknya.

16. Bahwa selanjutnya berdasarkan ketentuan Pasal 16 Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983 ditegaskan Pegawai Negeri Sipil yang menolak melaksanakan ketentuan pembagian gaji sesuai dengan ketentuan Pasal 8, dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peratuan Disiplin Pegawai Negeri Sipil, akan tetapi Turut Tergugat tidak ada melakukan hukuman apapun atau teguran terhadap Tergugat ;

17. Bahwa demikian juga Surat Edaran Kepala BAKN No. : 48/SE/1990 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan atas PP No. 10 Tahun 1983, tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS, Pasal 18. Menyebutkan : “Bendaharawan gaji wajib menyerakan secara langsung bagian gaji yang menjadi hak bekas istri dan anak-anaknya sebagai akibat perceraian, tanpa lebih dahulu menunggu pengambilan gaji dari Pegawai Negeri Sipil bekas suami yang telah menceraikannya”

18. Bahwa Pasal 19 Surat Edaran BAKN No. 48/SE/1990 “Bekas istri dapat mengambil bagian gaji yang menjadi haknya secara langsung dari Bendaharawan gaji, atau dengan surat kuasa, atau dapat meminta untuk dikirimkan kepadanya”.

19. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 41 Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menegaskan, Akibat putusnya perkawinan karena perceraian ialah :

a. Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak; bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak-anak, Pengadilan memberi keputusannya;

b. Bapak yang bertanggung-jawab atas semua biaya pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan anak itu; bilamana bapak dalam kenyataan tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut, Pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut memikul biaya tersebut;

(8)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

20. Tetapi sampai saat ini Tergugat maupun Turut Tergugat sama sekali tidak mengindahkan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut, maupun aturan kepegawaian yang berlaku sebagaimana disebutkan di atas, dan juga telah mengabaikan ketentuan Pasal 41 Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawian sebagaimana disebutkan di atas, sehingga telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Tergugat secara pribadi, maupun sebagai pemegang hak asuh terhadap Anak-anak Penggugat dan Tergugat tersebut, untuk itu Perbuatan Tergugat dan Turut Tergugat tersebut adalah sebagai perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad);

21. Bahwa adapun kerugian yang diderita oleh Penggugat sebagai bekas istri dari Tergugat, maupun sebagai pihak pemegang hak asuh atas anak-anak Penggugat dengan Tergugat, adalah mencakup pembagian Gaji Tergugat sebagai PNS, meliputi Gaji bulanan, tunjangan jabatan, tunjangan daerah, gaji ke-13 dll, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1983, sebagaimana diubah dengan Peraturan pemerintah No. 45 Tahun 1990, terhitung sejak Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor No. 27/PDT/2013/PT-MDN, tanggal 28 Maret 2013 berkekuatan hukum tetap, sampai dengan gugatan ini diajukan yaitu:

A. Gaji dan Penghasilan Tergugat tahun 2013

No Tahun 2013 Jumlah 1 April Rp. 4.200.000 2 Mei Rp. 4.200.000 3 Juni Rp. 4.200.000 4 Juli Rp. 4.200.000 5 Agustus Rp. 4.200.000 6 September Rp. 4.200.000 7 Oktober Rp. 4.200.000 8 Nopember Rp. 4.200.000 9 Desember Rp. 4.200.000 Jumlah Gaji Rp. 37.800.000 Gaji ke 13 Rp 4.200.000 Kesejahteraan (KS) Rp. 500.000 x 12

bulan APBD Kurang 5% pajak Rp. 5.700.000 Total Gaji + Gaji ke 13 + KS Rp . 47.700.000

B. Gaji dan Penghasilan Tergugat Januari s/d Desember 2014

(9)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

1 Januari Rp. 4.200.000 2 Februari Rp. 4.200.000 3 Maret Rp. 4.200.000 4 April Rp. 4.200.000 5 Mei Rp . 4.200.000 6 Juni Rp. 4.443.500 7 Juli Rp. 4.443.500 8 Agustus Rp. 4.443.500 9 September Rp. 4.443.500 10 Oktober Rp. 4.443.500 11 Nopember Rp. 4.443.500 12 Desember Rp. 4.443.500 Jumlah Gaji Rp. 52.104.500 Gaji ke 13 Rp. 4.443.500 Kesejahteraan (KS) Rp. 500.000 x 12 bulan APBD Kurang 5% pajak

Rp. 5.700.000

Total Gaji + Gaji ke 13 + KS Rp. 62.248.000

C. Gaji dan Penghasilan Tergugat mulai Januari s/d Desember 2015

No TAHUN 2015 Jumlah 1 Januari Rp. 4.443.500 2 Februari Rp. 4.443.500 3 Maret Rp. 4.443.500 4 April Rp. 4.228.796 5 Mei Rp. 4.228.796 6 Juni Rp. 4.228.796 7 Juli Rp. 4.228.796 8 Agustus Rp. 4.120.140 9 September Rp. 4.120.140 10 Oktober Rp. 4.120.140 11 Nopember Rp. 4.120.140 12 Desember Rp. 4.120.140 Jumlah Gaji Rp. 54.966.524 Gaji ke 13 Rp. 4.120.140 Kesejahteraan (KS) Rp. 750.000 x 12 bulan APBD Kurang 5% pajak

(10)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Total Gaji + Gaji ke 13 + KS Rp. 63.510.524

D. RINCIAN gaji Januari s/d September 2016

No Gaji Jumlah 1 Januari Rp. 4.120. 140 2 Februari Rp. 4.120. 140 3 Maret Rp. 4.120. 140 4 April Rp. 4.120. 140 5 Mei Rp. 4.120. 140 6 Juni Rp. 4.120. 140 7 Juli Rp. 4.120. 140 8 Agustus Rp. 4.120. 140 9. September Rp. 4.120. 140 10. Oktober Rp. 4.120. 140 Jumlah Gaji RP. 37.081.260 Gaji ke 13 RP. 4.120.140 Gaji ke 14 Rp. 3.912.600 Kesejahteraan (KS) Rp. 750.000 x 6

bulan APBD Kurang 5% pajak Rp. 4.275.000 Total Gaji + Gaji ke 13 + KS Rp. 53.518.140

Total Gaji dan Penghasilan Penggugat sejak Putusan Perceraian sampai gugatan ini diajukan:

1. Tahun 2013 Rp . 47.700.000

2 Tahun 2014 Rp. 62.248.000

3 Tahun 2015 Rp. 63.510.524

4 Tahun 2016 (s/d Bulan Oktober) Rp. 53.518.140

TOTAL Rp.226.976.664

(dua ratus dua puluh enam juta sembilan ratus tujuh puluh enam ribu enam ratus enam puluh empat rupiah)

22. Bahwa dari total gaji dan penghasilan Tergugat tersebut maka hak (pembagian) untuk Penggugat adalah 1/3 (satu pertiga), yaitu 1/3 X Rp. 226.976.664 = Rp.75.658.888,00 (tujuh puluh lima juta enam ratus lima puluh delapan ribu delapan ratus delapan puluh delapan rupiah), dan Hak untuk Anak-anak Penggugat dengan Tergugat adalah 1/3 (satu pertiga) bagian, yaitu 1/3 X Rp. 226.976.664 = Rp.75.658.888,00 (tujuh puluh lima juta enam ratus lima puluh delapan ribu delapan ratus delapan puluh delapan rupiah), sehingga total untuk Penggugat dengan Anak-Anak

(11)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Tergugat yang harus diserahkan melalui Penggugat adalah sejumlah Rp.151.317.776,00 (seratus lima puluh satu tiga ratus tujuh belas ribu tujuh ratus tujuh puluh enam rupiah), untuk itu mohon agar Pengadilan menghukum Tergugat untuk membayar uang tersebut kepada Penggugat secara tunai dan sekaligus;

23. Bahwa Tergugat tidak ada itikat baik untuk melaksanakan pembagian 1/3 gaji untuk Penggugat dan 1/3 gaji dan pengasilan lainnya kepada Anak-Anak Penggugat dan Tergugat melalui Penggugat, maka untuk itu mohon agar Turut Tergugat selaku atasan Tergugat dihukum untuk memerintahkan Bendahara Pembayar Gaji pada Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, secara langsung menyerahkan 1/3 gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada Penggugat setiap bulan pada saat pembagian gaji PNS terhitung sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga; dan 1/3 gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada Anak-Anak Penggugat dan Tergugat melalui Penggugat setiap bulan pembagian gaji PNS, sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga sampai seluruh Anak-Anak Penggugat dan Tergugat dewasa dan/atau menyelesaikan jenjang pendidikan jenjang Strata I;

24. Bahwa apabila Tergugat pindah tugas ke Intansi lain, atau memasuki masa Pensiun, mohon juga agar Majelis Hakim menghukum Tergugat dan intansi lain atau pembayar gaji/pensiun untuk menyerahkan gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada Penggugat sebagaimana dimaksud dalam gugatan poin 24 di atas;

25. Bahwa untuk menjamin gugatan Penggugat dalam perkara a quo tidak hampa, khususnya pada posita gugatan point 22, maka mohon agar Pengadilan meletakkan Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) atas harta Tergugat berupa satu bidang tanah dan rumah pemanen di atasnya yang terletak Jl. Sibolga-Barus KM 25 Kelurahan Kolang Nauli, Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (depan makam Dr. Ferdinan Lumbantobing); 26. Bahwa oleh karena gugatan Penggugat didasarkan kepada Putusan

Pengadilan Yang telah berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde), yaitu Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 21/Pdt.G/2012/PN-SBG, tanggal 24 Oktober 2012, jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor No. 27/PDT/2013/PT-MDN, tanggal 28 Maret 2013, untuk itu mohon agar Majelis Hakim dalam perkara ini menyatakan putusan dalam perkara ini dijalankan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum perlawanan, banding ataupun kasasi (Uitvoer baar bij voorraad);

(12)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

27. Bahwa apabila pembagian gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada Penggugat dan Anak-anak Penggugat dan Tergugat tidak segera dilaksanakan, maka akan menimbulkan kerugian yang sangat besar, oleh karena kepentingan tersebut sangat mendesak bagi Penggugat selaku mantan istri Tergugat maupun selaku pemegang hak asuh atas anak-anak Penggugat dan Tergugat untuk biaya nafkah maupun biaya pendidikan anak-anak, untuk itu mohon agar Majelis Hakim memerintahkan kepada Tergugat dan Turut Tergugat untuk membayarkan masing-masing 1/3 gaji dan penghasilan lainnya setiap bulan kepada Tergugat dan Anak-anak Penggugat melalui Penggugat, terhitung sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balige, sampai dengan putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum tetap;

28. Bahwa oleh karena gugatan Penggugat beralasan hukum, mohon agar Tergugat juga dihukum untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini;

Berdasarkan keseluruhan uraian-uraian hukum tersebut maka dengan segala kerendahan hati, mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Negeri Sibolga, untuk menetapkan Majelis Hakim untuk memeriksa dan mengadili perkara ini, serta memanggil para pihak dalam perkara ini pada persidangan yang ditentukan untuk itu, seraya menjatuhkan putusan, yang amarnya berbunyi sebagai berikut:

MENGADILI: DALAM PROVISI:

- Memerintahkan kepada Tergugat dan Turut Tergugat melalui Bendahara Pembayar Gaji Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah untuk menyerahkan masing-masing 1/3 (satu pertiga) bagian gaji dan penghasilan lain dari Tergugat setiap bulan kepada Penggugat dan Anak-anak Penggugat dan Tergugat melalui Penggugat, terhitung sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga, sampai Putusan dalam perkara ini berkekuatan hukum tetap;

DALAM POKOK PERKARA

1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat dan Turut Tergugat melakukan perbuatan melawan hukum (Onrechtmatige daad);

3. Menghukum Tergugat untuk membayar 1/3 (satu pertiga) total Gaji dan Penghasilan Tergugat kepada Penggugat dan 1/3 (satu pertiga) total gaji dan penghasilan Tergugat kepada Anak-anak Penggugat dan Tergugat melalui Penggugat, sejak Putusan Perceraian Penggugat dan Tergugat

(13)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

berkekuatan hukum Tetap, sejak bulan April 2013 sampai dengan gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga sejumlah Rp.151.317.776,00 (seratus lima puluh satu tiga ratus tujuh belas ribu tujuh ratus tujuh puluh enam rupiah), secara tunai dan sekaligus;

4. Menyatakan sah dan berharga Sita jaminan yang diletakkan dalam perkara ini (Conservatoir Beslag) atas harta Tergugat berupa satu bidang tanah dan rumah pemanen di atasnya yang terletak Jl. Sibolga-Barus KM 25 Kelurahan Kolang Nauli, Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (depan makam Dr. Ferdinan Lumbantobing);

5. Menghukum Tergugat dan Turut Tergugat selaku atasan Tergugat melalui Bendahara Pembayar Gaji pada Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, secara langsung menyerahkan:

a. 1/3 (satu pertiga) gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada Penggugat setiap bulan pada saat pembagian gaji PNS terhitung sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga; b. 1/3 (satu pertiga) gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada

Anak-Anak Penggugat dan Tergugat melalui Penggugat setiap bulan pembagian gaji PNS, sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga sampai seluruh Anak-Anak Penggugat dan Tergugat dewasa dan menyelesaikan jenjang pendidikan tingkat Strata I; 6. Menyatakan putusan dalam perkara ini mengikat kepada intansi atau

pembayar gaji/pensiun apabila Tergugat pindah tugas ke Intansi lain, atau memasuki masa Pensiun;

7. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini; 8. Menyatakan putusan dalam perkara ini dijalankan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum banding, perlawanan ataupun kasasi (Uitvoer baar bij voorraad);

Apabila Pengadilan berpendapat lain, maka mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex aequa et bono);

Menimbang bahwa atas gugatan penggugat tersebut diatas Kuasa Tergugat menyampaikan jawabannya tertanggal 18 Januari 2017 yang pada pokoknya sebagai berikut :

- Bahwa gugatan Penggugat sangat tidak berdasar sama sekali, sebab setelah perceraian Penggugat dengan Terguggat, anak ketiga dari Penggugat dengan Tergugat yang bernama Choky Permana Hutagalung pernah meminta uang kepada Tergugat sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dengan alasan untuk masuk ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri

(14)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

(APDN) dan uang itu Penggugat berikan sekalipun pada saat itu antara Penggugat dengan Tergugat sudah bercerai;

- Bahwa, akan tetapi kenyataannya anak Penggugat dengan Tergugat tersebut tidak ada mendaftar ke APDN dan uang Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) diminta oleh Penggugat dan sekarang Penggugat menggugat Tergugat untuk meminta belanja atau biaya untuk anak-anak;

- Bahwa, anak-anak Penggugat dengan Tergugat telah dewasa, bukan merupakan tanggungan Tergugat lagi dan kalau memang ada yang dibutuhkan oleh anak-anak, kenapa tidak disuruh menemui Tergugat, Tergugat akan memenuhi permintaan mereka, akan tetapi Penggugat selalu melarang anak-anak menjumpai Tergugat;

- Bahwa, Penggugat adalah pegawai Negeri dan punya penghasilan sendiri dan Penggugat adalah Pegawai Negeri atas usaha dari Tergugat, sehingga secara moral baik tuntutan Pengugat untuk diberikan kepadanya sepertiga dari penghasilan Tergugat, adalah tidak tepat untuk dikabulkan, mengingat perceraian Penggugat dengan Tergugat adalah disebabkan oleh karena hal yang sangat tidak baik yang memaksa Tergugat harus mengajukan gugatan cerai;

- Bahwa, Tergugat pernah menitipkan beberapa kali sebagian gaji Tergugat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah untuk diberikan kepada Penggugat, bahwa akan tetapi Penggugat menolaknya;

- Bahwa oleh karena itu dimohonkan Majelis Yang Terhormat dan Yang Kami Hormati agar berkenan menolak gugatan Penggugat;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut Kuasa Turut Tergugat memberikan jawaban pada tanggal 25 Januari 2017 pada pokoknya sebagai berikut:

- Bahwa Turut Tergugat pernah dititipkan olh Tergugat gaji untuk bulan Mei dan Juni 2013 untuk diberikan kepda Penggugat, akan tetapi setelah Turut Tergugat bertemu dengan Penggugat, Turut Tergugat memberikan titipan dari Tergugat untuk Penggugat terseut diatas akan tetapi tidak diterima oleh Penggugat;

- Bahwa oleh karena titipan tersebut diatas tidak diterima oleh Penggugat, maka pada waktu Turut Tergugat bertemu dengan Tergugat sewaktu penerimaan gaji bulan Agustus 2013 bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Turut Tergugat menyerahkan kembali gaji yang dititipkan oleh Tergugat tersebut kepada Tergugat;

- Setelah kejadian tersebut Tergugat pun tidak ada lagi menitipkan gajinya untuk diberikan kepada Penggugat;

(15)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat, Pengadilan Negeri Sibolga telah menjatuhkan putusan Nomor: 33/Pdt.G/2016/PN.Sbg, tanggal 26 April 2017, sebagai berikut :

DALAM PROVISI:

- Menyatakan tuntutan provisi Penggugat ditolak untuk seluruhnya ; DALAM POKOK PERKARA:

1. Mengabulkan gugatan Penggugat seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat dan Turut Tergugat melakukan perbuatan melawan hukum (Onrechtmatige daad);

3. Menghukum Tergugat untuk membayar 1/3 (satu pertiga) total Gaji dan Penghasilan Tergugat kepada Penggugat dan 1/3 (satu pertiga) total gaji dan penghasilan Tergugat kepada Anak-anak Penggugat dan Tergugat melalui Penggugat, sejak Putusan Perceraian Penggugat dan Tergugat berkekuatan hukum Tetap, sejak bulan April 2013 sampai dengan gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga sejumlah Rp.157.323.400,00 (seratus lima puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh tiga ribu empat ratus rupiah), secara tunai dan sekaligus;

4. Menyatakan sah dan berharga Sita jaminan yang diletakkan dalam perkara ini (Conservatoir Beslag) atas harta Tergugat berupa satu bidang tanah dan rumah pemanen di atasnya yang terletak Jl. Sibolga-Barus KM 25 Kelurahan Kolang Nauli, Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (depan makam Dr. Ferdinan Lumbantobing);

5. Menghukum Tergugat dan Turut Tergugat selaku atasan Tergugat melalui Bendahara Pembayar Gaji pada Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, secara langsung menyerahkan:

a. 1/3 (satu pertiga) gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada Penggugat setiap bulan pada saat pembagian gaji PNS terhitung sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga; b. 1/3 (satu pertiga) gaji dan penghasilan lainnya dari Tergugat kepada

Anak-Anak Penggugat dan Tergugat melalui Penggugat setiap bulan pembagian gaji PNS, sejak gugatan ini didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga sampai seluruh Anak-Anak Penggugat dan Tergugat dewasa dan menyelesaikan jenjang pendidikan tingkat Strata I; 6. Menyatakan putusan dalam perkara ini mengikat kepada intansi atau

pembayar gaji/pensiun apabila Tergugat pindah tugas ke Intansi lain, atau memasuki masa Pensiun;

(16)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

7. Menyatakan putusan dalam perkara ini dijalankan terlebih dahulu meskipun ada upaya hukum banding, perlawanan ataupun kasasi (Uitvoer baar bij voorraad);

8. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya yang sampai hari ini ditetapkan sejumlah Rp 3.346.000,00 (Tiga Juta Tiga Ratus Empat Puluh Enam Ribu Rupiah)

Menimbang, bahwa terhadap putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor: 33/Pdt.G/2016/PN.Sbg, tanggal 26 April 2017, Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat telah mengajukan Permohonan banding sesuai Akta Banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Sibolga tanggal 8 Mei 2017 ;

Menimbang, bahwa Permohonan banding dari Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat tersebut telah diberitahukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Sibolga kepada Terbanding semula Penggugat berdasarkan Relaas Pemberitahuan Permintaan Banding pada tanggal 17 Mei 2017 dan kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 17 Mei 2017;

Menimbang, bahwa Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat telah menyerahkan Memori Bandingnya pada tanggal 3 Juli 2017 dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga pada tanggal 3 Juli 2017, Memori Banding tersebut telah diberitahukan dan diserahkan kepada Kuasa Hukum Terbanding semuIa Penggugat pada tanggaI 5 Juli 2017 dan kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 5 Juli 2017 ;

Menimbang, bahwa terhadap Memori Banding tersebut Kuasa Hukum

Terbanding semuIa Penggugat telah menyerahkan Kontra Memori Banding

tertanggaI 10 Juli 2017 dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sibolga pada tanggal 10 Juli 2017, selanjutnya Kontra Memori Banding tersebut telah diberitahukan kepada Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat pada tanggal 11 Juli 2017 dan kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 12 Juli 2017;

Menimbang, bahwa risalah pemberitahuan pemeriksaan berkas perkara Nomor: 33/Pdt.G/2016/PN.Sbg yang di beritahukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Sibolga telah memberi kesempatan masing-masing kepada Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat pada tanggal 4 Juli 2017, kepada Terbanding semuIa Penggugat pada tanggaI 5 Juli 2017 dan kepada Turut Terbanding semula Turut Tergugat pada tanggal 5 Juli 2017, untuk mempelajari berkas perkara seIama 14 (empat beIas) hari kerja di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan, sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi;

(17)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa Permohonan Banding dari Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Undang-Undang oleh karena itu Permohonan Banding tersebut secara formal dapat diterima ;

Menimbang, bahwa Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat telah mengajukan memori banding tertanggal 3 Juli 2017 terhadap putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor: 33/Pdt.G/2016/PN.Sbg, tanggal 26 April 2017, yang pada pokoknya telah mengemukakan keberatan sebagai berikut : 1. Bahwa MAJELIS HAKIM PENGADILAN NEGERI SIBOLGA yang

memeriksa dan yang mengadili serta yang memutus perkara banding ini / JUDEX-FACTI, tidak teliti atau lalai didalam meneliti Bukti-bukti surat yang TERGUGAT / PEMBANDING sekarang ajukan ke depan persidangan.

2. Bahwa Pihak TERGUGAT dalam perkara aquo didepan persidangan ada mengajukan 38 (tiga puluh delapan) bukti surat, bukti surat yang ditandai dengan T.1 – T.31 diserahkan di persidangan dengan daftar bukti surat, bukti surat yang ditandai dengan T.32-T.38 dilampirkan dalam kesimpulan / Konklusi.

Bahwa MAJELIS HAKIM PENGADILAN NEGERI SIBOLGA yang memeriksa, mengadili dan memutus perkara aquo tidak ada mempertimbangkan hal-hal yang telah dikemukakan pada bukti surat T.1-T.31, padahal bukti-bukti surat tersebut memperlihatkan dengan jelas bahwa TERGUGAT / PEMBANDING tanpa dimintapun oleh PENGGUGAT / TERBANDING, TERGUGAT / PEMBANDING ada mengirimkan uang kepada anak-anak PENGGUGAT dengan TERGUGAT yang jumlahnya melebihi dari pada apa yang menjadi kewajiban dari TERGUGAT / PEMBANDING terhadap anak-anak sesuai dengan hak mereka menurut daftar gaji atau besarnya tunjangan anak, sedangkan untuk PENGGUGAT / TERBANDING memang tidak ada TERGUGAT / PEMBANDING berikan karena PENGGUGAT / TERBANDING adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai penghasilan tetap, namun PENGGUGAT / TERBANDING masih sampai hati mengambil uang yang dikirimkan / di transfer oleh TERGUGAT / PEMBANDING kepada anak PENGGUGAT / TERBANDING dengan TERGUGAT / PEMBANDING yang bernama AQUINA WIDYA sebesar Rp 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) atau ditandai dengan Bukti Surat T.30 dan setelah itu ada lagi Rp10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) untuk dipergunakan menyambung kuliah

(18)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

anak ke-3 PENGGUGAT dengan TERGUGAT yang bernama CHOKY PERMANA HUTAGALUNG di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Medan, tetapi ternyata tidak ada mendaftar di APDN akan tetapi uang tersebut kemudian diambil oleh PENGGUGAT / TERBANDING.

Dalam bukti surat T.38 atau struk gaji pemerintah tidak ada lagi membayar tunjangan istri (Vide T.38 poin 1) dan PENGGUGAT / TERBANDING pun sudah dikeluarkan dari gaji TERGUGAT / PEMBANDING.

Bahwa dari bukti surat T.38 terlihatlah secara jelas bahwa TERGUGAT / PEMBANDING hanya menerima gajinya yang tinggal sebesar Rp 738.561 dan dipotong oleh pinjaman dan pinjaman itu diketahui oleh PENGGUGAT / TERBANDING dan keadaan ini pun berakhir nanti setelah pinjaman selesai beberapa tahun lagi kedepan.

Bahwa kalaupun sampai sekarang TERGUGAT / PEMBANDING tidak ada memberikan gaji kepada PENGGUGAT / TERBANDING, adalah karena:

- TERGUGAT / PEMBANDING pernah menitipkan beberapa kali gaji TERGUGAT / PEMBANDING kepada bendahara gaji dari Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, akan tetapi gaji yang didtitipkan tersebut ditolak oleh PENGGUGAT / TERBANDING, padahal pada saat itu PENGGUGAT / TERBANDING mengetahui gaji TERGUGAT / PEMBANDING hanya berkisar 700 Ribuan lagi dan ini akan berlangsung beberapa tahun lagi kedepan. 3. Bahwa anak-anak PENGGUGAT dengan TERGUGAT menganggap

TERGUGAT dengan PENGGUGAT adalah bapaknya…, mengapa mereka tidak pernah menjumpai TERGUGAT / PEMBANDING untuk memintak biaya hidup, mengapa mereka hanya mengingat apa yang menjadi haknya ( melalui PENGGUGAT tetapi tidak melaksanakan kewajibannya ), seperti melihat TERGUGAT / PEMBANDING sewaktu sakit.

4. Bahwa PENGGUGAT / TERBANDING yang pertama mengajukan Perceraian ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tegah (TURUT TERBANDING) dan telah disetujui anak-anak, maka dengan ini Majelis Hakim Tinggi dapat mempertimbangkan bukti surat (T.34 dan T.35) tersebut. Bahwa kalau anak-anak PENGGUGAT dengan TERGUGAT membutuhkan sesuatu biaya yang penting atau biaya hidup, kenapa mereka tidak pernah membertiahu TERGUGAT / PEMBANDING secara langsung atau melalui telepon / hp.

Bahwa kalau TERGUGAT / PEMBANDING dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum, perbuatan melawan hukum yang mana TERGUGAT / PEMBANDING lakukan, sedang TERGUGAT / PEMBANDING

(19)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

telah berbuat melebihi dari apa yang menjadi kewajiban TERGUGAT / PEMBANDING.

Bahwa oleh karena itu berdasarkan uraian diatas amar putusan dalam perkara aquo pada angka 2 (dua) sudah seharusnya ditolak secara tegas.

Bahwa oleh karena itu apa yang dimohonkan oleh PENGGUGAT / TERBANDING dalam petitum gugatan angka 3 atau amar putusan perkara aquo angka 3 adalah patut untuk dikesampingkan.

Mengenai amar putusan dalam perkara aquo angka 4 adalah hal ini tidak mungkin dapat dilaksanakan karena itu adalah merupakan tempat tinggal dari TERGUGAT / PEMBANDING, sedangka untuk PENGGUGAT / TERBANDING yang di tempatinya sekarang adalah pada awalnya rumah pencaharian bersama tetapi biarlah di tempati PENGGUGAT / TERBANDING.

Bahwa amar putusan angka 5 yang menyatakan penghasilan lainnya supaya diberikan kepada PENGGUGAT / TERBANDING, hal ini tidak ada dasar hukumnya, harus ditolak.

Bahwa berdasarkan uraian-uraian diatas amar putusan angka 6 dan 7 harus ditolak atau dibatalkan.

Bahwa anak-anak tergugat sudah dewasa semua dan tidak termasuk lagi dalam daftar gaji, jadi tuntutan PENGGUGAT / TERBANDING mengada-ngada dan oleh karenanya harus ditolak.

Bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, dimohonkan kepada BAPAK KETUA PENGADILAN TINGGI MEDAN / MAJELIS HAKIM TINGGI YANG TERHORMAT DAN YANG KAMI HORMATI SERTA MULIAKAN YANG MEMERIKSA, MENGADILI DAN YANG AKAN MEMUTUS PERKARA BANDING INI agar berkenan memutuskan :

- Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 33/PDT-G/2016/PN-Sbg tertanggal 26 April 2017.

MENGADILI SENDIRI : DALAM POKOK PERKARA

 Menolak gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya

atau

 Menyatakan gugatan PENGGUGAT tidak dapat diterima

Menimbang, bahwa terhadap Memori Banding yang diajukan oleh Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat tersebut, Terbanding semula Penggugat telah mengajukan Kontra Memori Banding, yang pada pokoknya adalah sebagai berikut :

(20)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

1. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomot 33/Pdt.G/2017, tanggal 26 April 2017 tersebut adalah mengacu kepada Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 21/Pdt.G/2012/PN-SBG, tanggal 24 Oktober 2012 (bukti P-1), jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor No. 27/PDT/2013/PT-MDN, tanggal 28 Maret 2013 (bukti P-2);

2. Bahwa amar putusan tersebut pada point ke-7 (ketujuh) bukti P-1 dan P-2 tersebut, Dalam Rekonpensi yang menyatakan:

“Menghukum Tergugat dalam Rekonpensi untuk membayar biaya nafkah Penggugat dalam Rekonpensi sebesar 1/3 (satu pertiga) dari gaji setiap bulan serta penghasilan lainnya dari Tergugat dalam rekonpensi kepada Penggugat dalam rekonvensi, dan 1/3 bagian dari gaji setiap bulan dan penghasilan lainnya dari Tergugat dalam rekonvensi untuk biaya nafkah anak-anak Penggugat dan Tergugat dalam rekonvensi semuanya diserahkan melalui Penggugat dalam rekonvensi”

3. Bahwa sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari Pembanding, untuk menjalankan Putusan dalam bukti P-1 dan P-2 tersebut, walaupun Terbanding sebagai bekas istri dari Terbanding, maupun selaku pemegang hak asuh anak-anak, telah berulang kali memohon melalui Ketua Pengadilan Negeri Sibolga maupun melalui Turut Terbanding, agar Terbanding mematuhi isi putusan tersebut, akan tetapi Terbanding secara melawan hukum tidak mematuhi putusan tersebut, sehingga gugatan dalam perkara a quo yang dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga adalah sebagai upaya Paksa bagi Pembanding;

4. Bahwa Terbanding selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) merasa sebagai orang yang kebal hukum, buktinya walaupun Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerbitkan Surat dengan Surat Nomor : F.IV.26-30/N.24-8/40, tertanggal 6 November 2014 yang ditujukan kepada Turut Terbanding yang tembusannya kepada Pembanding (bukti P-13), dan surat yang kedua dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan surat Nomor. F.IV.26-30/N.11-6/40, tertanggal 4 Juni 2015 (bukti P-14), serta Surat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dengan Surat Nomor : B-1738A/Set/KPP-PA/Rokum/11/2014, tertanggal 14 November 2014, tertanggal 06 Desember 2016, (bukti P-15), tetapi Terbanding, maupun Turut Terbanding tidak mengindahkannya;

5. Bahwa Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan Surat Nomor F III 26-30/M 20-6/46, tanggal 12 Mei 2017 yang ditujukan kepada Turut Tergugat (Bukti Tambahan terlampir) kembali menegaskan ketentuan Pasal 8

(21)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983, Jo. Pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS, adalah bersifat imperative;

6. Bahwa berdasarkan Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 08/SE/1983 tentang petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983, angka 4 huruf (g) Gaji adalah penghasilan PNS yang terdiri dari :

1. Gaji Pokok

2. Tunjangan Keluarga

3. Tunjangan jabatan (kalau ada) 4. Tunjangan Perbaikan Penghasilan

7. Bahwa Surat Edaran Kepala BKN Nomor 48/SE/1990, tentang Petunjuk pelaksanaan PP Nomor 45 tahun 1990 pada Romawi I:

1) Angka (17) yang dimaksud dengan gaji adalah penghasilan yang diterima oleh suami dan tidak terbatas pada penghasilan suami pada waktu terjadinya perceraian;

2) Angka (18) Bendaharawan Gaji wajib menyerahkan secara langsung bagian gaji yang menjadi hak bekas istri dan anak-anaknya sebagai akibat terjadinya perceraian, tanpa lebih dahulu menunggu pengambilan gaji dari PNS bekas suami yang menceraikannya;

3) Angka (19) bekas istri dapat mengambil gaji yang menjadi haknya secara langsung dari bendaharawan gaji, atau dengan surat kuasa, atau dapat meminta untuk dikirimkan kepadanya;

8. Bahwa dengan alasan-alasan tersebut, maka Putusan Pengadilan Negeri Sibolga yang dimohonkan banding perkara a quo, telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku;

9. Bahwa alasan memori Banding dari Pembanding pada angka (2) adalah tidak beralasan hukum, karena seluruh bukti yang diajukan oleh Pembanding/Tergugat tersebut telah dipertimbangkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga pada putusan halaman 32, dimana seluruh bukti-bukti surat T-1 s/d T-31 adalah dalam masa perkawinan antara Pembanding dengan Terbanding (belum terjadi perceraian);

10. Bahwa Pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga sebagai berikut:

Menimbang, bahwa setelah meneliti bukti surat T-1 sampai dengan bukti surat T-31, diketahui bahwa bukti surat berupa slip penyetoran yang

ditransfer/dikirim Tergugat kepada anak-anak Tergugat dan Penggugat yang bernama Aquina Widya dan Eva Yolanda merupakan bukti pengiriman uang

(22)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

yang dilakukan Tergugat sejak bulan September 2009 s/d bulan Juni 2012, dimana pada saat itu antara Penggugat dan Tergugat masih berstatus suami-istri, sedangkan perkawinan antara Penggugat dan Tergugat putus karena perceraian dan telah berkekuatan hukum tetap sejak tanggal 28 Maret 2013, oleh karenanya Majelis Hakim menilai seluruh alat bukti yang diajukan

Tergugat (T-1 sampai dengan T-31) tidak dapat membuktikan sangkalannya, dan Turut Tergugatpun tidak mengajukan bukti apapun untuk mendukung sangkalannya, sehingga dalil posita Penggugat tidaklah dapat dipatahkan oleh Tergugat maupun oleh Turut Tergugat;

11. Bahwa alasan Memori banding Pembanding angka (3), tidak tepat dijadikan sebagai alasan keberatan putusan perkara a quo, karena itu adalah bentuk kegalauannya dan lebih tepat dijadikan sebagai bahan curahan hati (curhat) kepada teman-temannya;

12. Bahwa alasan Pembanding pada memori bandingnya angka (4) juga adalah ilusi semata, sudah jelas dalam Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 21/Pdt.G/2012/PN-SBG, tanggal 24 Oktober 2012 (bukti P-1), Sahat Maruli Hutagalung-lah sebagai pihak Penggugat yang mengajukan gugatan perceraian kepada Terbanding;

13. Bahwa alasan memori banding Pembanding yang menyatakan dalam bukti T-38, Penggugat/Terbanding sudah dikeluarkan dari dari gaji Pembanding/Tergugat sehingga tidak ada lagi tunjangan istri, adalah pernyataan yang keliru dan membingungkan (confuse), Terbanding tidak ada menuntut tunjangan istri dalam perkara ini;

14. Bahwa alasan Pembanding yang menyatakan hanya menerima gaji sebesar Rp.738.561 dan dipotong oleh pinjaman dan pinjaman itu diketahui oleh Penggugat/Terbanding adalah suatu kebohongan besar, tidak ada Penggugat/Terbanding mengetahui, menyetujui Pembanding melakukan pinjaman uang ke BANK, buktinya Pembanding tidak ada mengajukan bukti tanda tangan persetujuan Terbanding, dan jika ada maka itu adalah tindak pidana pemalsuan;

15. Bahwa selain itu sejak putusan Putusan Pengadilan Negeri Sibolga No. 21/Pdt.G/2012/PN-SBG, tanggal 24 Oktober 2012 (bukti P-1), jo. Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor No. 27/PDT/2013/PT-MDN, tanggal 28 Maret 2013 (bukti P-2) berkekuatan hukum tetap, maka dengan bukti P-3, Terbanding telah memberitahukannya sedara tertulis Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Nomor : Ist/IV/2013 tertanggal 30 April 2013, dimana dalam putusan itu ada kewajiban Pembanding untuk menyerahkan

(23)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

2/3 gaji dan penghasilannya kepada Terbanding dan anak-anak Pembanding dan Terbanding melalui Terbanding, selaku pemegang hak asuh;

16. Bahwa oleh karena itu tidak ada dasar hukum Pembanding untuk menyatakan Putusan perkara a quo dibatalkan, sebaliknya sudah jelas dan berdasarkan hukum, gugatan Penggugat/Terbanding berdasarkan hukum;

Berdasarkan uraian hukum tersebut di atas, mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan agar Permohonan Banding Pembanding ditolak, seraya menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor 33/Pdt.G/2017/PN-Sbg, tanggal 26 April 2017;

Menimbang, bahwa MajeIis Hakim Tingkat Banding setelah membaca, meneliti, dan mempelajari dengan seksama berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini, turunan resmi Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor: 33/Pdt.G/2016/PN.Sbg tanggal 26 April 2017, Memori Banding dari Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat dan Kontra Memori Banding dari Terbanding semula Penggugat, MajeIis Hakim Tingkat Banding berpendapat alasan dan pertimbangan hukum yang telah diambil oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya berkenaan dengan hal-hal yang disengketakan oleh para pihak, telah tepat dan benar menurut hukum, maka MajeIis Hakim Tingkat Banding mengambil alih alasan dan pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama tersebut dan menjadikan sebagai alasan dan pertimbangannya sendiri dalam mengadili perkara ini ditingkat banding ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas maka Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor: 33/Pdt.G/2016/PN.Sbg

tanggal 26 April 2017, yang dimintakan banding tersebut haruslah dikuatkan ;

Menimbang, bahwa oleh karena Pembanding semula Tergugat berada di pihak yang kalah maka kepadanya dibebankan membayar biaya perkara dikedua tingkat peradilan ;

Memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang bersangkutan dengan perkara ini, khususnya ketentuan yang terdapat dalam Hukum Acara Perdata/RBg;

M E N G A D I L I

- Menerima Permohonan Banding dari Kuasa Hukum Pembanding semula Tergugat tersebut;

(24)

PENGADILAN TINGGI MEDAN

- Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sibolga Nomor:

33/Pdt.G/2016/PN.Sbg tanggal 26 April 2017, yang dimohonkan banding tersebut;

- Menghukum Pembanding semula Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah);

Demikian diputus dalam musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan pada hari Selasa tanggal 21 Nopember 2017, oleh Kami: H.A.N DALIMUNTHE, SH., MM., MH sebagai Hakim Ketua Majelis, ERWAN MUNAWAR, SH., MH dan AGUNG WIBOWO, SH., M.Hum masing-masing sebagai Hakim-Hakim Anggota, yang ditunjuk untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut dalam pengadilan tingkat banding, berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan Nomor : 318/PDT/2017/PT-MDN tanggal 2 Oktober 2017, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Selasa tanggal 12 Desember 2017 oleh Hakim Ketua Majelis tersebut dengan didampingi Hakim-Hakim Anggota serta PITER MANIK, SHsebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi Medan, tanpa dihadiri oleh kedua belah pihak berperkara;

Hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis,

ERWAN MUNAWAR, SH., MH H.A.N DALIMUNTHE, SH., MM., MH

AGUNG WIBOWO, SH., M.Hum

Panitera Pengganti. PITER MANIK, SH Perincian Biaya : 1. Meterai Rp. 6.000,- 2. Redaksi Rp. 5.000,- 3. Pemberkasan Rp 139.000,- Jumlah Rp. 150.000,-

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :